Wrap Up Metbel

September 10, 2017 | Author: maryana | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Wrap Up Metbel...

Description

SKENARIO 1 Bertugas di Puskesmas Dokter A baru saja menyelesaikan pendidikannya disalah satu Fakultas Kedokteran di Jakarta dan berdasarkan Surat keputusan Mentri Kesehatan dokter A di tempatkan di salah satu Puskesmas Kelurahan di Kalimantan Timur. Hari ini adalah hari pertamanya bertugas di Puskesmas dan dia teringat pada saat memilih fakultas kedokteran untuk memenuh cita-citanya menjadi dokter. Disamping memeriksa tugas memeriksa dan mengobati pasien yang dating berobat, dokter A member konsultasi dan penyuluhan keehatan bagi masyarakat diruang lingkup Puskesmas tempatnya bertugas. Sebagai dokter muslim yang professional dan dalam upaya mmemberikan pelayanan kesehatan yang prima, dokter A selalu berupaya untuk mengikuti perkembangan ilmu kedokteran melalui fasilitas dan sarana yang tersedia.

1

KATA SULIT 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Profesional : Ahli dalam suatu bidang Penyelidikan : Serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan peristiwa Konsultasi : Bertukar pikiran untuk mendapatkan kesimpulan Puskesmas : Pelayanan kesehatan masyarakat Penyuluhan : kegiatan untuk menyebarkan pesan untuk masyarakat Pelayanan kesehatan prima : Pelayanan yang baik yang dapat menimbulkan rasa puas pada pelanggan 7. Berobat : Suatu tindakan untuk menyembuhkan penyakit 8. Fasilitas : Sarana untuk melaksanakan suatu kegiatan 9. Sarana : Segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai tujuan 10. Pasien : Orang sakit yang dirawat oleh dokter 11. Memeriksa : Tindakan untuk mengetahui adanya penyakit

PERTANYAAN 2

1. Bagaimana cara dokter A mengumpulkan masyarakat? 2. Bagaimana dokter A memberikan pelayanan keehatan dengan baik? 3. Mengapa dokter A meberikan penyuluhan kesehatan di Puskesmas? 4. Bagaimana cirri-ciri dokter yang professional? 5. Bagaimana cara Mentri Kesehatan menempatkan dokter A? 6. Bagaimana dokter A mempersiapkan dirinya di hari pertama bekerja? 7. Fasilitas apa saja yang tersedia di Puskesmas? 8. Apa yang dilakukan dokter A untuk tetap mengikuti perkembangan ilmu kedokteran? 9. Apa manfaaat konsultasi dan penyuluhan yang diberikan Dokter A bagi masyarakat? 10. Apa cirri sebagai dokter muslim?

JAWABAN 1. Berinteraksi dengan masyarakat melalui RT/RW dan mengikuti kegiatannya 2. Bersikap dengan baik dan melakukan 5 S 3. Untuk meningkatkan taraf kesehatan di daerah tersebut dan untuk menanamkan keyakinan , kesadaran sehingga masyarakat sadar akan hidup sehat 4. Tidak berorientasipada uang, siap dalam kedaan darurat ,berwawasan luas,bertanggung jawab,taat pada aturan kode etik,mempunyai komitmen,dapat menciptakan suasana positif, memiliki sikap 5 S dan taat pada agama. 5. Berdasarkan permintaan daerah dan minta sendiri 6. Mempersiapkan diri dengan berdoa, review buku/ catatan penting dan melatih diri dengan berkomunikasi. 7. Alat kesehatan yang cukup memadai dan tenaga kerja 8. Update informasi melalui media cetak/elektronik, melihat acara kesehatan di tv, mengikuti seminar dan berbagi informasi dengan sesame tenaga medis 9. Pengetahuan masyarakat menigkat dan kesadaran msyarakat akan hidup sehat 10. Berlandaskan Al-Qur’an dan hadist dan dapat berperilaku secara islam

HIPOTESIS

3

Dokter adalah pelayanan keehatan yang mempraktekkan profesi pengobatan, terutama mempromosikan,menjaga atau mengembalikan keehatan manusia melalui studi,diagnosis dan pengobatan penyakit,cidera dan kelainan fisik serta mental yang lainnya. Menjadi seotrang dokter muslim dan professional harus bisa mengetahui dan menjalankan seven stars doctor yaitu care provider,decision maker,communicator,community leader,manager,researcher dan IMTAQ (iman dan taqwa), selain itu untuk menjadi seorang dokter perlu mawas diri dan dapat memenuhi standar kompetensi dokter, serta harus beriman dan bertaqwa dalam menjalankan profesi dokter.

SASARAN BELAJAR (LEARNING OBJECTIVE)

4

LO1. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PROFESI DOKTER 1.1 Pengertian 1.2 Peran 1.3 Seven stars doctor LO2 . MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI 2.1 Dokter harus mengetahui kemampuan dan keterbatasan diri LO3. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KEWAJIBAN MENGAMALKAN ILMU KEDOKTERAN DALAM ISLAM 3.1 Menurut Al-Quran 3.2 Ilmu dalam prespektif islam

1. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PROFESI DOKTER 1.1 Pengertian 

Menurut kamus besar bahasa Indonesia dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yg ahli dalamhal penyakit dan pengobatannya. 5





Sedangkan menurutWorld Health Organization(WHO)Dokter adalah penyelanggara pelayanan kesehatan yang mempraktekkan profesi pengobatan, terutama mempromosikan, menjaga atau mengembalikkan kesehatan manusia melalui studi, diagnosis, dan pengobatan penyakit, cedera dan kelainan fisik serta mental yang lainnya. Pengertian dokter menurut Permenkes nomor 2052/MENKES/PER/X/2011 adalah Dokter lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 1.2 Peran Dokter wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien secara berkesinambungan, menyeluruh dan memiliki kualitas yang baik. Pelayanan kesehatan dalam hal ini memiliki arti bahwa dokter harus dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan yang lain untuk dapat meningkatkan dan memelihara kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat. 1.3 Seven Stars Doctor

   

  

Care provider : penyedia pelayanan kesehatan dan perawatan Makna = Selain memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada pasien ,pelayanan tersebut harus dilandasi dengan rasa peduli. Decision Maker : Pengambil Kepurusan Makna = Mengambil keputusan secara cepat dan tepat terutama pada keadaan gawat darurat. Communicator : Komuikator yang baik Makna = Memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik pada pasien seorang dokter harus aktif berkomuninikasi. Community Leader : Pemimpin masyarakat Makna = Hampir semua proses pelayanan kesehatan yang dilakukan membutuhkan kerjasama tim. Maka dokter dituntut untuk dapat bekerjasama dalam tim dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Manager : Pengelola Makna= Mampu mengatur dan mengkondisikan keadaan sehingga tercipta suatu sistem yang efektif dan efisien. Researcher : Peneliti Makna = Seiring berkembangnya IPTEK dokkter harus turut berkembang dan belajar sepanjang hayat agar terus dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional IMTAQ: Iman dan Taqwa Makna= Sebagai seorang dokter kita harus tetap ingat bahwa yang memberikan kesembuhan dan kesehatan adalah Allah Swt. semata ,dan dokter hanyalah sebuah perantara dari Allah Swt.

2. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI 6

2.1 Dokter harus mengetahui kemampuan dan keterbatasan diri Seorang dokter harus mengetahui keterbatasan dirinya sendiri, apabila telah mengambil tindakan dan mengobati seorang pasien namun pasiennya tak kunjung juga sembuh, pasien tersebut harus dirujuk kedokter yang lebih ahli dalam penyakit tersebut. Pasien tidak boleh terus ditahan lebih lagi menggunakan cara lama yang tidak baik seperti member tahapan pengobatan yang lama sehingga pasien terus berobat dengannya. Jadi, yang dimaksudkan dalam memahami keterbatasan dirinya adalah apabila seorang dokter tahu bahwa dia tidak bias menyembuhkan pasiennya, maka dia tidak boleh memaksakan untuk terus melakukan pengobatan dengannya.

3. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KEWAJIBAN MENGAMALKAN ILMU KEDOKTERAN DALAM ISLAM 3.1 Menurut Al-Qur’an dan Hadist Hukum mencari ilmu kedokteran dan menjadi dokter adalah fardhu kifayah yaitu ilmu yang tidak bisa dihilangkan demi terlaksanannya urusan-urusan keduniaan. Belajar ilmu kedokteran termasuk anjuran memikirkan ciptaan Allah

Belajar kedokteran termasuk anjiran dalam berobat

7

3.2 Ilmu dalam prespektif islam

1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) “Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary) “Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary) dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”. 2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ; ‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan ,serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’ ALLah s.w.t berfirman dalam AL qur;’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya: “ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan).dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu ,dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan Allah ,sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya, hal inisejalan dengan fuirman ALLah: 8

“sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) ; (surat faatir:28) Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa, AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu, seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah, tuhanku ,tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “. dalam hubungan inilah konsep membaca, sebagai salah satu wahana menambah ilmu ,menjadi sangat penting,dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca , sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya: “bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan Kamu dari segummpal darah . Bacalah,dan tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala . Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.” Ayat –ayat trersebut , jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu,untuk terus membaca ,sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga, yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh , dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal ,sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi antara iman dan amal . Di samping ayat –ayat AL qur”an, banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (JalaludinAsuyuti, t. t :44 ) : “Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina ,karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi). “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar). Dari hadist tersebut di atas , semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu ,dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah. 3. Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam. Dengan melihat uraian sebelumnya ,nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat, sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu), atau hanya Ilmu tertentu saja ?. Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini . Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing, meskipun prinsip dasarnya sama ,bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t. t. :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : 9

“Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntut segala ilmu, tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan ,sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”. Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah, maka wajib bagi manusia(Muslim ,Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut ,seprti kewajiban shalat, puasa, zakat, dan haji ,mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji ,akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya. Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Ilmu Fardu a’in, dan 2). Ilmu Fardu Kifayah, kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut : “Ilmu fardu a’in . Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib, Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya, berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82) “Ilmu fardu kifayah. Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84) Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya, seperti yang tercakup dalam rukun Islam, sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran, ilmu berhitung untuk jual beli, ilmu pertanian, ilmu politik, bahkan ilmu menjahit, yang pada dasarnya ilmuilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia. Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1. Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia, yang ia bisa menemukannyakarena kegiatan berpikir. 2. Ilmu yang bersifat tradisional (naqli). bila kita lihat pengelompokan di atas , barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). Ilmu aqliyah , dan 2). Ilmu naqliyah. Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan : “Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya, yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya, persoalannya, segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya, sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah, sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. Kedua, ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid, 1984 : 310) dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. Adapun untuk kelompok ilmu yang kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul. Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah, beliau adalah ulama kelahiranIndia tahun 1703 M. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok 10

menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). Al manqulat, 2). Al ma’qulat, dan 3). Al maksyufat. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat, Sumber, Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah, No. 11, 1993), adalah sebagai berikut : 1). Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir, ushul al tafsir, hadis dan al hadis. 2). Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting. 3). Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra, maupun pikiran spekulatif Selain itu, Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu 1). Ilmu al husuli, yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi, empiris, konseptual, formatifaposteriori dan; 2). Ilmu al huduri, yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi . Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi, sebagaimana dikemukakan A.Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli

DAFTAR PUSTAKA     

http://eprints.undip.ac.id/37770/1/Rizky_Yanuari_G2A008167_Lap.KTI.pdf. Diakses pada tanggal 19 September 2016 https://www.scribd.com/doc/313978898/7-STAR-DOCTOR-docx. Diakses pada tanggal 19 September 2016 Henry JB. 2001 Clinical Diagnosis and Management Edisi 16. Pp 53-58 http://www.who.int Carl E. Speicher,M.D> 1996. PemilihanUjiLaboratorium yang Efektif. Jakarta: EGC.

11

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF