Usulan Teknis

April 7, 2017 | Author: soniagustian | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download Usulan Teknis...

Description

BAGIAN A 1 DATA ORGANISASI PERUSAHAAN

BAGIAN A1

DATA ORGANISASI PERUSAHAAN 1.1

Umum

Uraian profil perusahaan adalah untuk memberikan gambaran secara umum tentang PT. NUSANTARA CITRA sejak didirikan hingga saat ini. Selain pengalaman perusahaan, juga menguraikan tentang Latar Belakang terbentuknya perusahaan PT. NUSANTARA CITRA. Sejalan dengan kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia dalam pembangunan saat ini, peningkatan Sumber Daya Manusia, Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta peningkatan sektor Kesehatan dan Industri memegang peranan penting dalam keberhasilan pembangunan tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas, dituntut peran aktif tenaga ahli profesional dari berbagai disiplin ilmu PT. NUSANTARA CITRA sebagai Konsultan Perencana adalah salah satu Perusahaan Jasa Konsultan ikut berpartisipasi mewujudkan kebijaksanaan tersebut diatas dengan didukung oleh tenaga ahli yang telah berpengalaman dibidangnya masing-masing. Sebagai gambaran umum tentang lingkup kegiatan organisasi personalia, peralatan dan pengalaman perusahaan serta legalitas perusahaan kami lampirkan dalam Usulan Teknis ini.

1.2

Gambaran Umum Perusahaan

PT. NUSANTARA CITRA didirikan di Bandung pada tanggal 14 Juni 2005, berdasarkan Notaris Tedy Triadi, SH berkedudukan saat ini Jl Purwakarta No 39 Antapani-Bandung merupakan wujud atas keinginan para pendirinya dalam rangka turut berperan aktif dalam Pembangunan Nasional dengan menyumbangkan tenaga dan pikiran berupa pelayanan Jasa Konsultan sebagai rekanan bagi pihak Pemerintah maupun Swasta.

B

Walaupun dari segi usia PT. NUSANTARA CITRA masih relative muda, namun kapasitas dan pengalaman para tenaga ahli serta staf pendukungnya yang memiliki kemampuan keteknikan (engineering) dalam berbagai bidang sesuai lingkup layanan perusahaan-perusahaan memungkinkan ditawarkan layanan layanan jasa konsultan yang handal dan berkualitas. Selain itu kerjasama yang erat dengan pusat-pusat penelitian dibeberapa perguruan tinggi terkemuka dan konsultan nasional maupun internasional menambah potensi perusahaan dalam memberikan layanan jasa konsultansi secara maksimum. Sebagai perusahaan nasional yang bergerak dalam Jasa Konsultansi Konstruksi (Engineering), apabila mendapatkan kesempatan dan kepercayaan kami yakin bahwa PT. NUSANTARA CITRA akan mampu melaksanakan tugasnya serta diharapkan dapat memberikan hasil memuaskan.

1.3

Program Pengembangan Profesionalisme

Sesuai dengan ketersediaan para tenaga ahli mendukungnya, program pengembangan PT. NUSANTARA CITRA ditujukan untuk memperluas jangkauan partisipasi aktif dalam pelaksanaan proyek yang melibatkan peran serta terutama guna mewujudkan UU No. 22 dan UU No. 25 tahun 1999 mengenai Otonomi Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Sebagai wadah para professional PT. NUSANTARA CITRA siap mendukung program pembangunan pemerintah dengan menjadi “mitra yang handal–terpercaya “.Kami pengurus beserta staf menyadari sepenuhnya agar berhasil (tetap eksis)vdalam menghadapi kompetisi yang makin ketat, harus berani mencoba merubah orientasi perolehan proyek dari peserta tender proyek yang sudah baku menjadi peserta yang aktif mengusulkan program-program yang siap diadop oleh klien/rekanan (pemerintah, BUMN dan swasta) melalui pengembangan ide-ide aktual yang layak dijual.

1.4

Pelayanan Dan Jasa

PT. NUSANTARA CITRA di dalam aktivitasnya menyediakan pelayanan jasa konsultansi yang meliputi:

B1-2 

1. Penelitian dan Penyelidikan Kegiatan penelitian dan penyelidikan merupakan upaya untuk mengenali kondisi lokasi pembangunan tersebut, yang berfungsi sebagai masukan untuk proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. 2. Survey dan Studi Untuk menyimpulkan tindak lanjut apa yang perlu dilakukan dalam rangkaian pembangunan, maka sebelum perencanaan pembangunan dibuat, terlebih dahulu dilakukan kegiatan survey dan studi. 3. Perencanaan & Perancangan Jika suatu kegiatan pembangunan telah dapat dinyatakan layak dibangun, tahap berikutnya adalah perencanaan dan perancangan yang pada dasarnya merupakan perumusan program, kegiatan dan bentuk yang harus dilaksanakan dalam kegiatan pembangunan. 4. Pengelola dan Pengawasan Mungkin saja terjadi bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan tidak terwujud sesuai dengan perencanaan dan perancangan yang telah dibuat Untuk menghindari terjadinya

penyimpangan

tersebut

diperlukan

pekerjaan

pengelolaan

dan

pengawasan.

1.5

Jasa Konsultan Bidang Konstruksi

Untuk Jasa Konsultan Bidang Konstruksi PT. NUSANTARA CITRA telah memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikat Nasional Usaha Jasa Konsultan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (BSN UJK-INKINDO ) Propinsi Jawa Barat dan telah mendapat registrasi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dimana bidang, dan sub bidang yang telah mendapat sertifikat tersebut adalah sebagai berikut : A. Lingkup Layanan Secara Khusus Jasa Konsultansi yang dilayani oleh PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN meliputi bidang-bidang, antara lain : 1.

Bidang Pekerjaan Pengelolaan Sumber Daya air Untuk Sub Bidang :

B1-3 

2.

3.

a.

Irigasi dan Rawa

b.

Bendung dan Waduk

c.

Sungai dan Pantai

d.

Sistem Drainase

e.

Kajian kebijakan dan Penyusunan Pedoman

Bidang Pekerjaan Sarana dan Prasarana Gedung dan Permukiman a.

Bangunan Gedung dan Pabrik

b.

Perumahan dan Pemukiman

c.

Pemukiman dan Perkembangan Wilayah Perkotaan.

d.

Landscaping dan Tata ruang

e.

Kajian kebijakan dan Penyusunan Pedoman

Bidang Pekerjaan Sarana dan Prasarana Transportasi Untuk Sub Bidang :

4.

a.

Transportasi Darat

b.

Transportasi Laut

c.

Transportasi Udara

d.

Transportasi Sungai dan Penyeberangan

e.

Transportasi Jalan Raya

Bidang Pekerjaan Pengelolaan Sumber Daya Alam Untuk Sub Bidang : a.

Perkebunan Tanaman Keras

b.

Perkebunan Tanaman Pangan

c.

Perikanan

d.

Peternakan

e.

Kehutanan

B1-4 

5.

6.

Bidang Pekerjaan Konservasi Alam dan Lingkungan a.

Konversi dan Penghijauan,

b.

Analisa Dampak Lingkungan

c.

Teknik Lingkungan, Sanitasi

d.

Landscape

Bidang Pekerjaan Pertambangan dan Energi Untuk Sub Bidang :

7.

a.

Mekanikal, Elektrikal, Environmental, Recorvery Engineering

b.

Pembangkit Tenaga Listrik

c.

Instalasi Pipa Minyak, dll

Bidang Pekerjaan Telematika Untuk Sub Bidang :

8.

a.

Sistem Jaringan Informasi

b.

Teknologi Komunikasi

c.

Aplikasi Telematika

Bidang Pekerjaan Ekonomi dan Manajemen Untuk Sub Bidang : a.

Analisis Ekonomi

b.

Manjemen dan Akutansi

c.

Kajian Investasi

Secara umum lingkup layanan Jasa Konsultansi yang dilayani PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN dengan kualifikasi meliputi : 1.

Penelitian/Survey Investigasi

2.

Perencanaan Umum/Penyusunan Masterplan

3.

Studi Kelayakan

4.

Perencanaan Teknik dan Desain

5.

Pengawasan/Supervisi

B1-5 

B.

6.

Manajemen

7.

Pelatihan dan Lokakarya

Lingkup Layanan Jasa Konsultansi Secara Umum Lingkup Jasa Layanan yang dapat di layani oleh PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN: 1.

Studi Kelayakan, Perencanaan Teknis dan Desain a.

Gedung dan Arsitektural

b.

Fasilitas Industri

c.

Jembatan dan Jalan Layang

d.

Lapangan Terbang

e.

Rel Kereta Api

f.

Irigasi dan Drainase

g.

Pengembangan Daerah Rawa

h.

Penanggulangan Banjir

i.

D a m / Bendungan

j.

Hydropower/Power Plant

k.

Pengamanan Pantai, Reklamasi dan Pengerukan

l.

Jaringan Sanitasi dan Penyediaan Suplai Air Baku

m. Sarana Transportasi

2.

n.

Perencanaan Wilayah, Perencanaan Tata Kota

o.

Fasilitas Penempatan Transmigrasi.

Survey & Investigasi a.

Mekanika Tanah / Geoteknik

b.

Geologi dan Geolistrik

c.

Hidrologi / Hidrometri

d.

Hydrografi/Bathymetri

B1-6 

3.

4.

5.

e.

Meteorologi dan Geofisika

f.

Topography

g.

Pemetaan Tanah Pertanian

h.

Sosial Ekonomi

Simulasi dan Pemodelan a.

Pemodelan Hydrologi dan Arus Air di Sungai

b.

Pemodelan sistem jaringan Irigasi, Drainase, Daerah Rawa dan Perpipaan

c.

Pemodelan Air Tanah

d.

Pemodelan Geoteknik dan Pemodelan Struktur

Supervisi/ Manajemen a.

Perencanaan Jaringan

b.

Manajemen Sumber Daya Manusia

c.

Manajemen peralatan

d.

Perencanaan dan Manajemen Keuangan

e.

Pengawasan dan Manajemen Konstruksi

f.

Perencanaan Nilai Proyek

g.

Sistem Manajemen dan Kelembagaan Institusi

h.

Supervisi dan Manajemen Kawasan Pantai

i.

Manajemen Lingkungan Perkotaan dan Pedesaan

Kajian, Penelitian dan Pelatihan a.

Kajian Aspek Perundang-undangan

b.

Kajian dan penyusunan pedoman pelaksanaan

c.

Kajian dan Analisis Data Sosial Ekonomi

d.

Penelitian dan Model Test Bangunan

B1-7 

1.6

Pengurus Perusahaan

1. Komisaris

: Listiana Tri Rahayu, ST, MT

2. Direktur Utama

: Ir S. Haryanto

3. Direktur Teknik

: Ir. H. Imran Indrakusumah, Sp, MT

4. Direktur Umum

: Ir. Satiawati, MP

5. Direktur Operasional

: Suwardi, SE.

B1-8 

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Perusahaan Komisaris  Listiana Tri Rahayu, ST., MT. 

Direktur Utama  Ir. S. Haryanto    Direktur Teknik Ir. H. Imran Indrakusumah, Sp.,MT. 

 

Direktur Umum Ir. Satiawati, MP. 

Direktur Operasional Suwardi, SE. 

Tenaga Ahli  Sipil Air 

Tenaga Ahli  Sipil Bangunan 

Tenaga Ahli  Arsitektur Bangunan 

Bagian Keuangan   

Bagian Operasional  Perusahaan 

Tenaga Ahli  Arsitektur Lansekap 

Tenaga Ahli  Kajian Sosekbud 

Tenaga Ahli  Perenc. Wil & Kota 

Bagian Administrasi  Umum 

Bagian Marketing  Perusahaan 

Tenaga Ahli  Teknik Industri 

Tenaga Ahli  Sipil Jalan&Jembatan 

Tenaga Ahli  Ekonomi 

Bagian Dokumen  Teknis Penawaran 

Tenaga Ahli   Mekanikal Elektrikal 

Tenaga Ahli  Kelautan 

Tenaga Ahli  GIS dan Pemetaan 

Tenaga Ahli   Lingkungan 

Staff Teknis   

Tenaga Ahli  Urban Design 

B1-1 

BAGIAN A 2 DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS SELAMA 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR BAGIAN A2 DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS SELAMA 10 TAHUN TERAKHIR

Sebagai bahan pertimbangan mengenai kualifikasi dan pemahaman perusahaan mengenai jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan berikut ini dilampirkan daftar pengalaman perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan pengalaman dalam pekerjaan sejenis, semoga daftar tersebut dapat dijadikan penilaian.

B2

DAFTAR PENGALAMAN PERUSAHAAN KURUN WAKTU 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR N o

Pengguna Jasa / Sumber Dana

Uraian Pekerjaan

Lingkup Layanan

Periode

Orang Bulan

Nilai Kontrak

Mitra Kerja

1

2

3

4

5

6

7

8

1

Dinas Kelautan dan Perikanan Perencanaan Penyusunan Masterplan Pengembangan Pemerintah Kabupaten Nunukan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan

Perencanaan / Tata Lingkungan

14 Agustus 2012 12 Desember 2012

34

486.695.000,-

-

2

Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda Masterplan dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Lamampu Nunukan

Perencanaan / Tata Lingkungan

10 Juli 2012 - 8 Desember 2012

45

561.000.000

-

3

Badan Pengelola Perbatasan Daerah Penyusunan Masterplan Infrastruktur Pemerintah Kabupaten Nunukan perbatasan Kecamatan Krayan

Perencanaan/ Tata lingkungan

19 Juli 2012 15 November 2012

44

585.277.000

-

4

Dinas Tata Ruang Kota Pemerintah Kota Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Bontang

Tata Lingkungan

31 Agustus 2012 28 Desember 2012

48

560.230.000,-

-

5

Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Kawasan Cicadas

Tata Lingkungan

30 Juli 2012 27 November 2012

30

290.240.500,-

-

6

Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sumedang

Tata Lingkungan

26 Juli 2012 22 Desember 2012

40

859.876.325,-

-

dan DED

Objek Wisata

Pantai Batu

Kawasan

Pembangunan Penyusunan Rencana Detail Kawasan Strategis Provinsi Pemerintahan di Jatinanggor, Cimanggung, Tanjungsari, Sukasari dan Pamulihan

7

Pemerintah Kota Bekasi Dinas Tata Kota

Pembuatan Masterplan Kasiba dan Lisiba yang Berdiri Sendiri (Banprov)

Tata Lingkungan

19 Juni 2012 16 November 2012

45

336.746.000,-

-

8

Pemerintah Kabupaten Bekasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman

Identifikasi Kawasan Pengembangan Permukiman dan Perumahan di Kabupaten Bekasi Tahap II

Tata Lingkungan

6 Juni 2012 - 02 November 2012

37

312.015.000,-

-

9

Pemerintah Kabupaten Dinas Tata Ruang

Tangerang

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Mauk

Tata Lingkungan

15 Mei 2012 10 Desember 2012

44

234.129.000,-

-

10

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Permukiman dan Perumahan

Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Jabar-Jateng

Tata Lingkungan

20 April 2012 16 September

38

268.389.000.-

-

2012 11

Bappeda Kota Bekasi

Penyusunan Rencana Rinci Penataan TPU

Tata Lingkungan

20 September 2011 18 Desember 2011

12

Pemerintah Kabupaten Bekasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman

Penyusunan RDTR Kecamatan Sukawangi

Tata Lingkungan

-

13 Dinas Cipta Karya Pemerintah Kabupaten Penyusunan Zonasi Wilayah Curug Tangerang

Tata Lingkungan/ Arsitektur

6 Juli 2011 - 14 Desember 2011

14

Tata Lingkungan

Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi

339.865.000,-

-

364.534.000,-

-

31

223.795.000,-

-

26 Agustus 2011 24 Desember 2011

22

174.431.400,-

-

28 September 2011 27 Desember 2011

27

174.431.400,-

-

Tata Lingkungan

26 Juli 2011 - 7 Desember 2011

55

476.385.250,-

-

Tata Lingkungan

30 Juni 2011 30 Desember 2011

42

477.637.875,-

-

Revitalisasi Kawasan Pusat Kota Lama Bontang

Tata lingkungan

31 Mei 2010 01 Desember 2010

44

593.676.050,-

-

Penyusunan Dokumen RDTR BWK E di Kota Cimahi

15

Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi

RDTR SWK D Cimahi

16

Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung

Penyusunan RDTRK SWP Ujung Berung I dan SWP Ujung Berung II

17

Dinas Tata Ruang Kota Pemerintah Kota Penyusunan RTBL Kelurahan Loktuan Bontang

Tata lingkungan

19

18

Dinas Tata lingkungan Kota Bontang

19

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bontang

Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kota Bontang

Tata lingkungan

9 Agustus 2010 - 09 Nopember 2010

25

373.477.500,-

-

20

Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi

Penyusunan Rencana Detail Tata lingkungan (RDTR) Kota FEF Kabupaten Tambrauw

Tata lingkungan

31 Maret 2010 28 agustus 2010

32

1.821.351.000,-

-

21

Dinas Tata lingkungan Kab. Tangerang

Penyusunan Zonasi Kecamatan Kelapa Dua

Tata lingkungan

21 Juli 2010 - 3 Desember 2010

33

200.830.000,-

-

22

Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una

Penyusunan Rencana Detail Komunitas Adat Terpencil (KAT) 2010-2015

Tata lingkungan

16 Juni 2010 16 November 2010

30

23

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kota Bandung

Penyusunan Master Plan Transportasi Kota Bandung

Tata Lingkungan

3 Juni 2009 - 28 November 2009

22

578.917.867,-

-

24

Dinas Tata lingkungan Kota Pemerintah Kota Bontang

Penyusunan Rencana Tehnik Ruang Kawasan (RTRK) Kelurahan Guntung, Berbas Tengah dan Belimbing

Tata Lingkungan

08 April 2009 04

27

550.427.240,-

-

698.266.000,-

-

Oktober 2009 25

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan

Penyusunan Master Plan dan Study Kelayakan Kawasan Agropolitan di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan

Tata Lingkungan

30 Juni 2009 28 Oktober 2009

32

436.700.000,-

-

26

Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kab. Bangka Selatan

Penyusunan Masterplan Kawasan Benteng Toboali

Tata Lingkungan

16 Oktober 2009 - 16 Desember 2009

16

97.000.000,-

-

27

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tarakan

Evaluasi RTRW Kota Tarakan

Tata Lingkungan

25 Juni 2008 27 Desember 2008

60

729.600.000,-

-

28

Dinas Pariwisata dan Budaya Kab Kutai Kartanegara

Penyusunan Master Plan dan DED Objek Wisata Taman Ria Tumenggungan

Arsitektural

8 Sept 2008 20 Desember 2008

27

553.367.000,-

-

29

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kutai Kartanegara

Penyusunan Review RTRW dan RDTR Kawasan Delta Mahakam Kab. Kutai Kartanegara

Tata Lingkungan

1 November 2006 - 29 Januari 2007

18

3.504.500.000,-

-

30

Badan Rehabilitasi dan Rentonstruksi (BRR) Satuan Kerja BRR – Perencana Tata Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Penyusunan MasterPlan Kota Terpadu Wilayah Aceh Barat

Tata Lingkungan

25 April 2007 21 Oktober 2007

48

1.624.870.000

-

BAGIAN A 3 REFERENSI DARI PENGGUNA JASA

BAGIAN A3 REFERENSI DARI PENGGUNA JASA Sebagai

bahan

pertimbangan

mengenai

kualifikasi

perusahaan,

dibawah

ini

mencantumkan referensi dari pengguna jasa terkait daftar pengalaman perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan pengalaman dalam pekerjaan sejenis, semoga daftar tersebut dapat dijadikan penilaian.

B

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Nunukan Gedung Gadis I Jl.Ujang Dewa No. 123 Telp. 0556 21479 Nunukan Selatan Perencanaan Penyusunan Masterplan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan Nunukan 486.695.000,027.2/94/SPK-SEK/MASTERPLAN/DKP-NNK/VIII/2012 14 Agustus 2012 - 12 Desember 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 35 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Teknik Industri e. Ahli Geologi Teknik Geologi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Kelautan Perikanan Kelautan i.

2 4 8 4 2 4 8 3

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Nunukan Jl. P. Antasari No. 88 Nunukan Masterplan dan DED Objek Wisata Pantai Batu Lamampu Nunukan 561.000.000 286/SP/Disbudpor-III/VII/2012 10 Juli 2012 - 8 Desember 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 56 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Industri e. Ahli Mekanikal Teknik Mesin f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

3 OB 9 OB 12 OB 6 OB 6 OB 5 OB 9 OB 6 OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Badan Pengelola Perbatasan Daerah Pemerintah Kabupaten Nunukan Jl. Ujang Dewa Kompleks Gadis I, Kab Nunukan Penyusunan Masterplan Infrastruktur Kawasan perbatasan Kecamatan Krayan Nunukan 585.277.000 SP.01/PPK-BPPD/2012 19 Juli 2012 - 15 November 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 42 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Industri e. Ahli Hukum Hukum f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 8 8 4 4 4 8 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata Ruang Kota Pemerintah Kota Bontang Jl. Bessai Berinta Kawasan Pusat Pemerintahan Kelurahan Bontang Lestari 75326 Telp. (0548) 20411 Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Kota Bontang 560.230.000,650/627/DTK-B Tanggal 31 Agustus 2012 31 Agustus 2012 - 28 Desember 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 70 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Hukum Hukum e. Ahli Lingkungan Lingkungan f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

6 OB 12 OB 12 OB 6 OB 10 OB 6 OB 12 OB 6 OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota Bandung Jl. Cianjur No. 34 Bnadung Telp. (022) 7217451 Bandung Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Cicadas Kota Bandung 290.240.500,056/02/PPK-RTBL/Distarcip/2012 Tanggal 27 Juli 2012 30 Juli 2012 - 27 November 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 35 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Hukum Hukum e. Ahli Lingkungan Teknik Lingkungan f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 4 7 4 4 4 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Pemerintahan Kabupaten Sumedang Jl. Empang No. 1 Telp. (0261) 206081 Sumedang Penyusunan Rencana Detail Kawasan Strategis Provinsi di Jatinanggor, Cimanggung, Tanjungsari, Sukasari dan Pamulihan Kabupaten Sumedang 859.876.325,050/1480/BAPP/2012 Tanggal 26 Juli 2012 26 Juli 2012 - 22 Desember 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 16 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Hukum Hukum f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 2 2 2 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Pemerintah Kota Bekasi Dinas Tata Kota Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Telp (021) 88347835 Bekasi Pembuatan Masterplan Kasiba dan Lisiba yang Berdiri Sendiri (Banprov) Kota Bekasi 336.746.000,602.1/12-SPMK-KONS/PGL/DISTAKO/VI/2012 Tgl 19 Juni 2012 19 Juni 2012 - 16 November 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 18 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 2 4 2 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Pemerintah Kabupaten Bekasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Telp. 89970356 Bekasi Identifikasi Kawasan Pengembangan Permukiman dan Perumahan di Kabupaten Bekasi Tahap II Kabupaten Bekasi 312.015.000,602.1/05.24/PPK-TARKIM/VI/2012 Tanggal 6 Juni 2012 6 Juni 2012 - 02 November 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 37 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

5 5 5 5 5 2 5 5

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Pemerintah Kabupaten Tangerang Dinas Tata Ruang Komplek Perkantoran Tigaraksa Telp.: (021) 5991510 Tangerang 15720 Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Mauk Kecamatan Mauk 234.129.000,027/ 258 -DTR/2012 Tanggal 15 Mei 2012 15 Mei 2012 - 10 Desember 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 42 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 8 8 4 4 4 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Permukiman dan Perumahan Jl. Kawaliyaan Indah No. 4 Telp. 7319782 Bandung 40286 Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan JabarJateng Perbatasan Jabar-Jateng 268.389.000.602.1/15/SPPP-PRK-JABJTG/TRK/2012 Tanggal 20 April 2012 20 April 2012 - 16 September 2012 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 22 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

3 3 3 3 3 2 3 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Bappeda Kota Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Telp. (021) 8801339 Bekasi Penyusunan Rencana Rinci Penataan TPU Kota Bekasi 339.865.000,602.2/730-SPPPK/Bappeda/IX/ 20 September 2011 - 18 Desember 2011 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 16 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 2 2 2 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Pemerintah Kabupaten Bekasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Telp. 89970356 Bekasi Penyusunan RDTR Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi 364.534.000,( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 24 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 4 4 4 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Cipta Karya Pemerintah Kabupaten Tangerang Komplek Perkantoran Tigaraksa Telp. 021. 5991510 Tigaraksa-tangerang Penyusunan Zonasi Wilayah Curug Kab. Tangerang 223.795.000,027/499-DTR/2011 Tanggal 6 Juli 2011 6 Juli 2011 - 14 Desember 2011 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 24 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 4 4 4 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi JL. RD. Demang Hardjakusumah Gedung C Lt.2 Telp. 022.6631031 Cimahi Penyusunan Dokumen RDTR BWK E di Kota Cimahi Kota Cimahi 174.431.400,02/SP/RDTR-BWK E/KPA/DPU/2011 Tanggal 26 Agustus 2011 26 Agustus 2011 - 24 Desember 2011 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 21 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 3 4 2 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Cimahi JL. RD. Demang Hardjakusumah Gedung C Lt.2 Telp. 022.6631031 Cimahi RDTR SWK D Cimahi Kota Cimahi 174.431.400,02/SP/RDTR-BWK D/KPA/DPU/2011 Tanggal 28 September 2011 28 September 2011 - 27 Desember 2011 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 75 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

6 OB 12 OB 12 OB 12 OB 9 OB 6 OB 12 OB 6 OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung Jl. Cianjur No. 34 Bandung Telp. 022. 7217451 Bandung Penyusunan RDTRK SWP Ujung Berung I dan SWP Ujung Berung II Kota Bandung 476.385.250,056/5/PPK-Kon/RDTRK/DISTARCIP/2011 Tanggal 13 Juli 2011 26 Juli 2011 - 7 Desember 2011 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 75 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

5 OB 10 OB 15 OB 10 OB 7 OB 8 OB 10 OB 10 OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata Ruang Kota Pemerintah Kota Bontang Jl. RE. Martadinata Gedung Kantor Pelebuhan Lt. 3 Telp./Fax: (0548) 41153 Loktuan Bontang Penyusunan RTBL Kelurahan Loktuan Kota Bontang 477.637.875,650/470/DTRK-B Tanggal 30 Juni 2011 30 Juni 2011 - 30 Desember 2011 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 28 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 4 4 4 2 2 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata lingkungan Kota Bontang Jl. A. Yani No. 34 Gedung Zebra Lt. 2 Bontang Revitalisasi Kawasan Pusat Kota Lama Bontang Kota Bontang 593.676.050,650/780/DTRK-B Tanggal 31 Mei 2010 31 Mei 2010 - 01 Desember 2010 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 36 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

8 4 4 4 4 4 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bontang Jl. Ir. H. Juanda No. 41 Telp. (0548) 25370 Kota Bontang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kota Bontang Kota Bontang 373.477.500,027/033/Budpar.3 Tanggal, 9 Agustus 2010 9 Agustus 2010 - 09 Nopember 2010 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 28 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

5 5 5 2 2 2 5 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kantor Sementara Bupati Tambrauw, Jl. Warfanik No. 01 Sausapor Penyusunan Rencana Detail Tata lingkungan (RDTR) Kota FEF Kabupaten Tambrauw Kabupaten Tambrauw 1.821.351.000,001/KONT/RDTR/DPU/2010 Tanggal, 31 Maret 2010 31 Maret 2010 - 28 agustus 2010 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 28 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

3 5 5 3 3 3 3 3

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata lingkungan Kab. Tangerang Komplek Perkantoran Tigaraksa Telp. (021) 5991510 Penyusunan Zonasi Kecamatan Kelapa Dua Kab. Tangerang 200.830.000,800/613-DTR Tanggal, 21 Juli 2010 21 Juli 2010 - 3 Desember 2010 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 11 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 2 1 1 1 1 2 1

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una JL. Kepiting No. 6 Ampana Penyusunan Rencana Detail Komunitas Adat Terpencil (KAT) 20102015 Kabupaten Tojo Una-una 698.266.000,461/kont/02/consult/PA-DINSOS/2010 Tanggal 16 Juni 2010 16 Juni 2010 - 16 November 2010 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 18 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 2 4 2 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kota Bandung Jl. Tamansari No. 76 Telp (022) 2501233, 2501316 Bandung Penyusunan Master Plan Transportasi Kota Bandung Kota Bandung 578.917.867,602.1/05-Trans-Bapp/2009 Tanggal 3 Juni 2009 3 Juni 2009 - 28 November 2009 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 19 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 3 4 2 2 2 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Tata lingkungan Kota Pemerintah Kota Bontang Jl. A. Yani No. 34 Gedung Zebra Lt. 2 Telp. (0548) 25512 Kode Pos 75312 Bontang Penyusunan Rencana Tehnik Ruang Kawasan (RTRK) Kelurahan Guntung, Berbas Tengah dan Belimbing Kelurahan Guntung, Berbas Tengah dan Belimbing Kota Bontang 550.427.240,650/255.D/DTK-B Tanggal 08 April 2009 08 April 2009 - 04 oktober 2009 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 14 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 2 2 2 1 1 2 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Jl. P. Antasari No. 54 Telp. (0556) 24263 Kode Pos 77482 Penyusunan Master Plan dan Study Kelayakan Kawasan Agropolitan di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan 436.700.000,650/300/SPPP-MASTER PLAN-SBT/DPU-Tanggal 30 Juni 2009 30 Juni 2009 - 28 Oktober 2009 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 45 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Teknik Industri e. Ahli Geologi Teknik Geologi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

3 6 6 6 6 6 6 6

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kab. Bangka Selatan Komplek Perkantoran Terpadu Pemda Kabupaten Bangka Selatan Jl. Gunung Namak Parit 3 Toboali Penyusunan Masterplan Kawasan Benteng Toboali Kabupaten Bangka Selatan 97.000.000,07/SPKJK-BT/DKP2OR/APBD/ 2009 Tanggal 16 Oktober 2009 16 Oktober 2009 - 16 Desember 2009 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 32 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Teknik Industri e. Ahli Geologi Teknik Geologi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 4 4 4 4 4 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tarakan Jl. P. Kalimantan No. 1 Tarakan 77122 Telp. (0551) 33910-32004 Evaluasi RTRW Kota Tarakan Kota Tarakan 729.600.000,01/SPPP/KEG-ERTRW/Bapp-Fispra/VI/2008 Tanggal 25 Juni 2008 25 Juni 2008 - 27 Desember 2008 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 40 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 8 8 4 4 4 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Dinas Pariwisata dan Budaya Kab Kutai Kartanegara Jl. Jend. A. Yani Telp. (0541) 661427 Tenggarong Penyusunan Master Plan dan DED Objek Wisata Taman Ria Tumenggungan Kab. Kutai Kartanegara 553.367.000,556-418/P-1 / IX / 2008 Tgl 8 Sept 2008 8 Sept 2008 - 20 Desember 2008 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 30 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Teknik Industri e. Ahli Geologi Teknik Geologi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 4 4 4 4 2 4 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kutai Kartanegara Jl. Panji No. 73 Tenggarong Penyusunan Review RTRW dan RDTR Kawasan Delta Mahakam Kab. Kutai Kartanegara Kab. Kutai Kartanegara 3.504.500.000,020.1/1584.b/Set-BAPP/XI/2006 Tanggal 1 November 2006 1 November 2006 - 29 Januari 2007 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 24 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan e. Ahli Ekonomi Ekonomi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli GIS Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

2 4 4 2 4 2 4 2

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

PENGALAMAN PERUSAHAAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN SEJENIS KURUN WAKTU 10 TAHUN TERAKHIR 1. Pemilik Pekerjaan

2. 3. 4. 5. 6.

:

Lokasi Proyek : Nilai Kontrak : No. Kontrak : Periode : Nama Perusahaan Utama Alamat Negara Asal 7. Jumlah Tenaga Ahli 8. Perusahaan Mitra Kerja a. b. c.

Badan Rehabilitasi dan Rentonstruksi (BRR) Satuan Kerja BRR – Perencana Tata Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jalan Ir. H. Mohd. Thaher No. 14 Telp. (0651) 29903 Nanggroe Aceh Darussalam Penyusunan MasterPlan Kota Terpadu Wilayah Aceh Barat Aceh Barat 1.624.870.000 602.1/SPK/BRR-PTK/Prc.026/IV/2007 Tanggal 25 April 2007 25 April 2007 - 21 Oktober 2007 ( Lead Firm) : PT. Nusantara Citra Konsultan : Jl. Purwakarta No. 39 Antapani Bandung : Indonesia Tenaga Ahli Asing OB Tenaga Ahli Indonesia 44 OB Jumlah Tenaga Ahli Asing Indonesia OB OB OB OB OB OB

9. Tenaga Ahli Tetap Yang Terlibat Posisi Keahlian a. Team Leader Planologi b. Ahli Infrastruktur Teknik Sipil c. Ahli Arsitektur Arsitekstur d. Ahli Teknik Industri Teknik Teknik Industri e. Ahli Geologi Teknik Geologi f. Ahli Sosial Ekonomi Sosial g. Ahli Geodesi Teknik Geodesi h. Ahli Planologi Planologi i.

4 8 8 4 4 4 8 4

OB OB OB OB OB OB OB OB

Jumlah Orang Bulan

BAGIAN B 1 PEMAHAMAN, TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAK

BAGIAN B1

PEMAHAMAN, TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAK 1.1

Pemahaman

Dalam sub-bab pemahaman ini akan menguraikan tentang pemahaman umum yang menguraikan pemahaman akan kewajiban konsu ltan selama pelaksanaan pekerjaan dan pemahaman terhadap perencanaan. Selain pemahaman umum, dalam sub-bab ini akan menguraikan pemahaman subtansi pekerjaan yaitu pemahaman “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Secara lebih rinci mengenai uraian pemahaman umum dan pemahaman subtansi, dapat dilihat pada uraian berikut ini.

1.1.1

Pemahaman Umum

Dalam “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”, konsultan memahami tugas dan tanggung jawabnya selama proses pekerjaan berlangsung, adapun pemahaman konsultan terhadap tugas dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut : a.

Secara kontraktual Konsultan Perencana bertanggung jawab kepada Tim Teknis pada “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”;

b.

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Konsultan harus segera menyusun Program Kerja termasuk jadwal kegiatan secara tepat dan efisien;

c.

Nama Kegiatan ini adalah “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”;

d.

Waktu Pelaksanaan 150 (seratus lima puluh) hari kalender atau 5 (lima) bulan seperti yang disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja adalah waktu yang cukup untuk melaksanakan seluruh kegiatan apabila dalam kegiatan ini dilakukan secara efektif dan efisien;

B

e.

Konsultan Perencana harus menyediakan tenaga ahli dengan kualifikasi dan persyaratan seperti yang tertulis dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan untuk selengkapnya konsultan diminta untuk melengkapi tim yang dibutuhkan untuk menjalankan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” ini.

f.

Paket pekerjaan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” mengikuti standard umum dan peraturan yang berlaku;

g.

Ruang lingkup wilayah mencakup kawasan seluas 3.565 ha sesuai RTRW Kota Balikpapan Tahun 2012-2032, yang secara lebih detil terletak pada koordinat geografis 116o 43’ 38’’ – 116o 50’ 34’’ BT dan 1o 4’ 40’’ – 1o 13’ 12’’ LS Kota Balikpapan;

Gambar 1.1 Lokasi Kawasan Perencanaan

B1-2 

h.

Konsultan Perencana mempunyai tanggung jawab pekerjaan kepada Tim Teknis;

i.

Jasa Pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Tim Teknis;

j.

Hasil yang diharapkan dari pekerjaan ini adalah tercapainya sasaran pokok proyek yaitu ketepatan fungsi, mutu, waktu dan biaya sesuai dengan yang direncanakan.

1.1.2

Pemahaman Subtansi Pekerjaan

Pembangunan kawasan industri merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan industri yang berwawasan lingkungan serta memberikan kemudahan dan daya tarik untuk berinvestasi. Hal ini sejalan dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian bahwa upaya untuk mendorong pembangunan industri perlu dilakukan melalui pembangunan lokasi industri yaitu berupa Kawasan Industri. Guna mendorong percepatan pembangunan kawasan industri dimaksud, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri, di mana setiap perusahaan industri baru setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah tersebut, wajib masuk dalam Kawasan Industri. Dasar pertimbangan mewajibkan industri baru masuk dalam kawasan industri agar industri yang dibangun berada dalam tata ruang yang tepat dan benar, akrab lingkungan, pengelolaan yang efektif dan efisien serta memudahkan dalam perencanaan dan pengadaan infrastruktur yang diperlukan. Dengan dibangunnya kawasan industri diharapkan dapat memberikan dampak sebagai berikut: a.

Memberi kemudahan bagi dunia usaha untuk memperoleh kaveling industri siap bangun yang sudah dilengkapi berbagai infrastruktur yang memadai;

b.

Memberi kepastian hukum lokasi tempat usaha, sehingga terhindar dari segala bentuk gangguan dan diperolehnya rasa aman bagi dunia usaha;

c.

Mengatasi permasalahan tata ruang dan sekaligus mengendalikan masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan industri.

Pembangunan suatu kawasan industri memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu yaitu harus memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis dan finansial; di samping dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah yang kondusif.

B1-3 

1.2

Tanggapan dan Saran Terhadap KAK

Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja menjadi tolok ukur pemahaman pihak konsultan sekaligus merupakan feedback bagi pihak pemberi pekerjaan. Pada bab ini akan diberikan berbagai tanggapan terhadap isi Kerangka Acuan Kerja. 1.

Tanggapan Terhadap Latar Belakang Latar belakang yang tercantum dalam kerangka acuan kerja menurut konsultan sudah cukup jelas.

2.

Tanggapan Terhadap Maksud, Tujuan dan Sasaran Menurut konsultan, maksud dan tujuan pekerjaan sudah cukup jelas begitu pula dengan sasaran sebagai target pencapaian pekerjaan yang menurut konsultan sudah cukup jelas.

3.

Tanggapan Terhadap Ruang Lingkup Tanggapan konsultan terhadap ruang lingkup pekerjaan sudah cukup jelas dan sistematis.

4.

Tanggapan Terhadap Waktu Pelaksanaan Kegiatan Waktu yang diberikan oleh pemberi tugas dalam melaksanakan kegiatan ini adalah selama 5 (lima) bulan kalender. Menurut konsultan, waktu yang diberikan sudah cukup memadai dan konsultan akan berupaya mengefektifkan dan mengefisienkan waktu untuk mencapai target yang maksimal.

5.

Tanggapan Terhadap Keluaran Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah berupa tersusunnya dokumen “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”.

1.3

Apresiasi dan Inovasi

Dewasa ini telah berkembang kawasan-kawasan industri sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Untuk menyamakan persepsi maka berikut ini adalah beberapa pengertian yang berkaitan dengan Kawasan Industri.

B1-4 

1.3.1

Pengertian

Kawasan Industri (Industrial estate) adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki izin usaha kawasan industri; Kawasan Peruntukan Industri adalah bentangan lahan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan; Perusahaan Industri adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri di wilayah Indonesia; Perusahaan Kawasan Industri adalah perusahaan yang mengusahakan pengembangan dan pengelolaan Kawasan Industri; Tata Tertib Kawasan Industri (estate regulation) adalah peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan Kawasan Industri, yang mengatur hak dan kewajiban Perusahaan Kawasan Industri, Perusahaan Pengelola Kawasan Industri, dan Perusahaan Industri dalam pengelolaan dan pemanfaatan Kawasan Industri; Tim Nasional Kawasan Industri selanjutnya disingkat Timnas-KI adalah Tim yang dibentuk oleh Menteri Perindustrian dengan tugas membantu dalam pelaksanaan kebijakan pengembangan dan pengelolaan Kawasan Industri.

B1-5 

1.3.2

Tujuan Pembangunan Kawasan Industri

Pembangunan Kawasan Industri sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri, bertujuan untuk: a.

Mengendalikan pemanfaatan ruang;

b.

Meningkatkan upaya pembangunan industri yang berwawasan lingkungan;

c.

Mempercepat pertumbuhan industri di daerah;

d.

Meningkatkan daya saing industri;

e.

Meningkatkan daya saing investasi;

f.

Memberikan jaminan kepastian lokasi dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur, yang terkoordinasi antar sektor terkait.

1.3.3

Prinsip-Prinsip Pengembangan Kawasan Industri

Dalam pengembangan kawasan industri perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: a.

Kesesuaian Tata Ruang Pemilihan, penetapan dan penggunaan lahan untuk kawasan industri harus sesuai dan mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan, RencanaTata Ruang Wilayah Provinsi, maupun Rencana Tata RuangWilayah Nasional. Kesesuaian tata ruang merupakan landasan pokok bagi pengembangan kawasan industri yang akan menjamin kepastian pelaksanaan pembangunannya.

b.

Ketersediaan Prasarana dan Sarana Pengembangan suatu kawasan industri mempersyaratkan dukungan ketersediaan prasarana dan sarana yang memadai. Oleh karena itu, dalam upaya mengembangkan suatu kawasan industri perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang terkait dengan penyediaan prasarana dan sarana, seperti: 1)

Tersedianya akses jalan yang dapat memenuhi kelancaran arus transportasi kegiatan industri;

2)

Tersedianya sumber energi (gas, listrik) yang mampu memenuhi kebutuhan kegiatan industri baik dalam hal ketersediaan, kualitas, kuantitas dan kepastian pasokan;

B1-6 

3)

Tersedianya sumber air sebagai air baku industri baik yang bersumber dari air permukaan, PDAM, air tanah dalam; dengan prioritas utama yang berasal dari air permukaan yang dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri (Water Treatment Plant);

4)

Tersedianya sistem dan jaringan telekomunikasi untuk kebutuhan telepon dan komunikasi data;

5)

Tersedianya fasilitas penunjang lainnya seperti kantor pengelola, unit pemadam kebakaran, bank, kantor pos, poliklinik, kantin, sarana ibadah, perumahan karyawan industri, pos keamanan, sarana olahraga/kesegaran jasmani, halte angkutan umum, dan sarana penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan.

c.

Ramah Lingkungan Dalam pengembangan kawasan industri, pengelola kawasan Industri wajib melaksanakan pengendalian dan pengelolaan lingkungan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, di mana kawasan industri wajib dilengkapi dengan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. AMDAL merupakan perangkat kebijakan yang dipersiapkan untuk mengurangi dampak lingkungan suatu kegiatan sejak tahap perencanaan kegiatan. Dalam hal kegiatan yang direncanakan dapat menimbulkan dampak yang sangat penting dan tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan, maka keputusan dan rencana yang bersangkutan dengan kegiatannya harus diubah. Fungsi AMDAL untuk (a) memberi masukan dalam pengambilan keputusan, (b) memberi

pedoman

upaya

pencegahan,

pengendalian

dan

pemantauan

dampak/lingkungan hidup dan (c) memberikan informasi dan data bagi perencanaan pembangunan suatu wilayah. Sedangkan AMDAL memberikan manfaat untuk (a) mengetahui sejak awal dampak positif dan negatif akibat kegiatan proyek, (b) menjamin aspek keberlanjutan proyek pembangunan, (c) menghemat pengunaan sumber daya alam dan (d) kemudahan dalam memperoleh kredit bank.

B1-7 

d.

Efisiensi Aspek efisiensi merupakanlandasan pokok dalam pengembangan kawasan industri. Bagi pengguna kaveling (user) akan mendapatkan lokasi kegiatan industri yang sudah tertata dengan baik di mana terdapat beberapa keuntungan seperti bantuan proses perijinan, ketersediaan prasarana dan sarana. Sedangkan bagi pemerintah daerah akan menjadi lebih efisien dalam perencanaan pembangunan prasarana yang mendukung dalam pengembangan kawasan industri.

e.

Keamanan dan Kenyamanan Berusaha Situasi dan kondisi keamanan yang stabil merupakan salah satu jaminan bagi keberlangsungan kegiatan kawasan industri. Untuk itu diperlukan adanya jaminan keamanan dan kenyamanan berusaha dari gangguan keamanan seperti gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tindakan anarkis dan gangguan lainnya terhadap kegiatan industri. Dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan berusaha, Pengelola Kawasan Industri dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dan/atau pihak keamanan. Apabila dipandang perlu, pemerintah dapat menetapkan suatu Kawasan Industri sebagai objek vital untuk mendapatkan perlakuan khusus Faktor keselamatan merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kawasan industri, sehingga perlu memperhatikan hal-hal yang menyangkut Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) dan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan kerja yang berlaku.

1.3.4

Kriteria Lokasi Kawasan Industri

Berkembangnya suatu Kawasan Industri tidak terlepas dari pemilihan lokasi kawasan industri

yang

akan

dikembangkan,

karena

sangat

dipengaruhi

oleh

beberapafaktor/variabel di wilayah lokasi kawasan. Selain itu dengan dikembangkannya suatu Kawasan Industri juga akan memberikan dampak terhadap beberapa fungsi di sekitar lokasi kawasan. Oleh sebab itu, beberapa kriteria menjadi pertimbangan di dalam pemilihan lokasi Kawasan Industri, antara lain:

B1-8 

a.

Jarak ke Pusat Kota Pertimbangan jarak ke pusat kota bagi lokasi Kawasan Industri adalah dalam rangka kemudahan memperoleh fasilitas pelayanan baik prasarana dan prasarana maupun segi-segi pemasaran. Mengingat pembangunan suatu kawasan industri tidak harus membangun seluruh sistem prasarana dari mulai tahap awal melainkan memanfaatkan sistem yang telah ada seperti listrik, air bersih yang biasanya telah tersedia di lingkungan perkotaan, di mana kedua sistem ini kestabilan tegangan (listrik) dan tekanan (air bersih) dipengaruhi faktor jarak, di samping fasilitas banking, kantor-kantor pemerintahan yang memberikan jasa pelayanan bagi kegiatan industri yang pada umumnya berlokasi di pusat perkotaan, maka idealnya suatu kawasan industri berjarak minimal 10 Km dari pusat kota.

b.

Jarak Terhadap Permukiman Pertimbangan jarak terhadap permukiman bagi pemilihan lokasi kegiatan industri, pada prinsipnya memiliki dua tujuan pokok, yaitu: 1)

Berdampak positif dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dan aspek pemasaran produk. Dalam hal ini juga perlu dipertimbangkan adanya kebutuhan tambahan akan perumahan sebagai akibat daripembangunan Kawasan Industri. Dalam kaitannya dengan jarak terhadap permukiman di sini harus mempertimbangkan masalah pertumbuhan perumahan, di mana sering terjadi areal tanah di sekitar lokasi industri menjadi kumuh dan tidak ada lagi jarak antara perumahan dengan kegiatan industri.

2)

Berdampak negatif karena kegiatan industri menghasilkan polutan dan limbah yang dapat membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

3)

Jarak terhadap permukiman yang ideal minimal 2 (dua) Km dari lokasi kegiatan industri.

c.

Jaringan Jalan Yang Melayani Jaringan bagi kegiatan industri memiliki fungsi yang sangat penting terutama dalam rangka kemudahan mobilitas pergerakan dan tingkat pencapaian (aksesibilitas) baik dalam penyediaan bahan baku, pergerakan manusia dan pemasaran hasil-hasil produksi.

B1-9 

Jaringan jalan yang baikuntuk kegiatan industri, harus memperhitungkan kapasitas dan jumlah kendaraan yang akan akan melalui jalan tersebut sehingga dapat diantisipasi sejak awal kemungkinan terjadinya kerusakan jalan dan kemacetan. Hal ini penting untuk dipertimbangkan karena dari kenyataan yang ada dari keberadaan Kawasan Industri pada suatu daerah ternyata tidak mudah untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan industri terhadap masalah transportasi. Apabila hal ini kurang mendapat perhatian akan berakibat negatif terhadap upaya promosi kawasan industri. Untuk pengembangan kawasan industri dengan karakteristik lalu lintas truk kontainer dan akses utama dari dan ke pelabuhan/bandara, maka jaringan jalan arteri primer harus tersedia untuk melayani lalu- lintas kegiatan industri. d.

Jaringan Fasilitas dan Prasarana 1)

Jaringan Listrik Ketersediaan jaringan listrik menjadi syarat yang penting untuk kegiatan industri. Karena bisa dipastikan proses produksi kegiatan industri sangat membutuhkan

energi

yang

bersumber

dari

listrik,

untuk

keperluan

mengoperasikan alat-alat produksi. Dalam hal ini standar pelayanan listrik untuk kegiatan industri tidak sama dengan kegiatan domestik di mana ada prasyarat mutlak untuk kestabilan pasokan daya maupun tegangan. Kegiatan industri umumnya membutuhkan energi listrik yang sangat besar, sehingga perlu dipikirkan sumber pasokan listriknya, apakah yang bersumber dari perusahaan listrik negara saja, atau dibutuhkan partisipasi sektor swasta untuk ikut membantu penyediaan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik industri. 2)

Jaringan Telekomunikasi Kegiatan industri tidak akan lepas dari aspek bisnis, dalam rangka pemasaran maupun pengembangan usaha. Untuk itulah jaringan telekomunikasi seperti telepon dan internet menjadi kebutuhan dasar bagi pelaku kegiatan industri untuk menjalankan kegiatannya. Sehingga ketersediaan jaringan telekomunikasi tersebut menjadi syarat dalam penentuan lokasi industri.

B1-10 

3)

Pelabuhan Laut Kebutuhan prasarana pelabuhan menjadi kebutuhan yang mutlak, terutama bagi kegiatan pengiriman bahan baku/bahan penolong dan pemasaran produksi, yang berorientasi ke luar daerah dan ke luar negeri (ekspor/impor). Kegiatan industri sangat membutuhkan pelabuhan sebagai pintu ke luar masuk berbagai kebutuhan pendukung. Sebagaiilustrasiuntuk memproduksi satu produk membutuhkan banyak bahan pendukung yang tidak mungkin dipenuhi seluruhnya dari dalam daerah/wilayah itu sendiri, misalnya kebutuhan peralatan mesin dan komponen produksi lainnya yang harus diimport, demikian pula

produk

yang

dihasilkan

diharapkan

dapat

dipasarkan

di

luar

wilayah/eksport agar diperoleh nilai tambah/devisa. Untuk itu maka keberadaan pelabuhan/outlet menjadi syarat mutlak untuk pengembangan kawasan industri. e.

Topografi Pemilihan lokasi peruntukan kegiatan industri hendaknya pada areal lahan yang memiliki topografi yang relatif datar. Kondisi topografi yang relatif datar akan mengurangi

pekerjaan

pematangan

lahan

(cut

and

fill)

sehingga

dapat

mengefisienkan pemanfaatan lahan secara maksimal, memudahkan pekerjaan konstruksi dan menghemat biaya pembangunan. Topografi/kemiringan tanah maksimal 15%. f.

Jarak Terhadap Sungai Atau Sumber Air Bersih Pengembangan Kawasan Industri sebaiknya mempertimbangkan jarak terhadap sungai. Karena sungai memiliki peranan penting untuk kegiatan industri yaitu sebagai sumber air baku dan tempat pembuangan akhir limbah industri. Sehingga jarak terhadap sungai harus mempertimbangkan biaya konstruksi dan pembangunan saluran-saluran

air.

Di

samping

itu

jarak

yang

ideal

seharusnya

industri

dapat

secara

juga

memperhitungkan kelestarian lingkungan Daerah Aliran

Sungai

(DAS),

sehingga

kegiatan

seimbang

menggunakan sungai untuk kebutuhan kegiatan industrinya tetapi juga dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut. Jarak terhadap sungai atau sumber air bersih maksimum 5 (lima) Km dan terlayani sungai tipe C dan D atau Kelas III dan IV.

B1-11 

g.

Kondisi Lahan Peruntukan lahan industri perlu mempertimbangkan daya dukung lahan dan kesuburan lahan. 1)

Daya Dukung Lahan Daya dukung lahan erat kaitannya dengan jenis konstruksi pabrik dan jenis produksi yang dihasilkan. Jenis konstruksi pabrik sangat dipengaruhi oleh daya dukung jenis dan komposisi tanah, serta tingkat kelabilan tanah, yang sangat mempengaruhi biaya dan teknologi konstruksi yang digunakan. Mengingat bangunan industri membutuhkan fondasi dan konstruksi yang kokoh, maka agar diperoleh efisiensi dalam pembangunannya sebaiknya nilai daya dukung tanah (sigma) berkisar antara ∂ 0,7-1,0 kg/cm .

2)

Kesuburan Lahan Tingkat kesuburan lahan merupakan faktor penting dalam menentukan lokasi peruntukan kawasan industri. Apabila tingkat kesuburan lahan tinggi dan baik bagi kegiatan pertanian, maka kondisi lahan seperti ini harus tetap dipertahankan untuk kegiatan pertanian dan tidak dicalonkan dalam pemilihan lokasi kawasan industri. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya konversi lahan yang dapat mengakibatkan menurunnya tingkat produktivitas pertanian, sebagai penyedia kebutuhan pangan bagi masyarakat dan dalam jangka panjang sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan (food security) di daerah-daerah. Untuk itu dalam pengembangan industri, pemerintah daerah harus bersikap tegas untuk tidak memberikan ijin lokasi industri pada lahan pertanian, terutama areal pertanian lahan basah (irigasi teknis).

h.

Ketersediaan Lahan Kegiatan industri umumnya membutuhkan lahan yang luas, terutama industriindustri berskala sedang dan besar. Untuk itu skala industri yang akan dikembangkan harus pula memperhitungkan luas lahan yang tersedia, sehingga tidak terjadi upaya memaksakan diri untuk konversi lahan secara besar-besaran, guna pembangunan kawasan industri. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor: 24 tahun 2009 luas lahan kawasan industri minimal 50 hektar.

B1-12 

Ketersediaan lahan harus memasukan pertimbangan kebutuhan lahan di luar kegiatan sektor industri sebagai multiplier effectsnya, seperti kebutuhan lahan perumahan dan kegiatan permukiman dan perkotaan lainnya. Sebagai ilustrasi bila per hektar kebutuhan lahan kawasan industri menyerap 100 tenaga kerja, berarti dibutuhkan lahan perumahan dan kegiatan pendukungnya seluas 1-1,5 Ha untuk tempat tinggal para pekerja dan berbagai fasilitas penunjang. Artinya bila hendak dikembangkan 100 Ha Kawasan Industri disuatu daerah, maka di sekitar lokasi harus tersedia lahan untuk fasilitas seluas 100 - 150 Ha, sehingga total area dibutuhkan 200 - 250 Ha. i.

Harga Lahan Salah satu faktor utama yang menentukan pilihan investor dalam memilih lokasi peruntukan industri adalah harga beli/sewa lahan yang kompetitif, artinya bila lahan tersebut dimatangkan dalam arti sebagai kapling siap bangun yang telah dilengkapi prasarana penunjang dapat dijangkau oleh para pengguna (user). Dengan demikian maka dalam pemilihan lokasi Kawasan Industri sebaiknya harga lahan (tanah mentah) tidak terlalu mahal. Di samping itu sebagai syarat utamanya agar tidak terjadi transaksi lahan yang tidak adil artinya harga yang tidak merugikan masyarakat pemilik lahan, atau pemerintah mengeluarkan peraturan yang dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat menanamkan modal dalam investasi kawasan industri melalui lahan yang dimilikinya. Sehingga dengan demikian membuka peluang bagi masyarakat pemilik lahan untuk merasakan langsung nilai tambah dari keberadaan kawasan industri di daerahnya.

j.

Orientasi Lokasi Mengingat Kawasan Industri sebagai tempat industri manufaktur (pengolahan) yang biasanya merupakan industri yang bersifat footlose maka orientasi lokasi sangat dipengaruhi oleh aksesibilitas dan potensi tenaga kerja.

k.

Pola Tata Guna Lahan Mengingat kegiatan industri di samping menghasilkan produksi juga menghasilkan hasil sampingan berupa limbah padat, cair dan gas, maka untuk mencegah

B1-13 

timbulnya dampak negatif sebaiknya dilokasikan pada lokasi yang non pertanian dan non permukiman, terutama bagi industri skala menengah dan besar. l.

Mulitiplier Effects Pembangunan Kawasan Industri jelas akan memberikan pengaruh eksternal yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Dengan istilah lain dapat disebut sebagai multiplier effects. Dalam pertimbangan ini akan dibahas dari 2 aspek saja yaitu pengaruh terhadap bangkitan lalu lintas dan juga aspek ketersediaan tenaga kerja dalam kaitannya dengan kebutuhan berbagai fasilitas sosial. Pembangunan suatu kawasan industri (misalnya dengan luas 100 Ha) akan membangkitkan lalu lintas yang cukup besar baik bangkitan karena lalu lintas kendaraan penumpang mengangkut tenaga kerja maupun kendaraan trailer pengangkut barang (import dan eksport). Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada uraian berikut: 

Bila diasumsikan rata-rata per hektare lahan di kawasan industri menyerap 100 tenaga kerja, maka dengan luas 100 Ha akan terdapat 10.000 tenaga kerja. Selanjutnya diasumsikan bahwa tenaga level manager sebesar 3% atau 300 orang, level staff 20% atau 2000 orang, dan buruh 7700 orang dengan komposisi penduduk lokal 500 dan 7200 adalah buruh pendatang.



Dari asumsi penduduk di atas, diasumsikan bahwa yang akan membangkitkan lalu lintas (traffic) dengan perjalanan interregional adalah dari level manager dengan penggunaan kedaraan pribadi dan staff dengan menggunakan bus (kapasitas 40 orang), maka bangkitan lalu lintas adalah sebesar 300 kendaraan pribadi + (2000/40=50bus) = 300 smp + 50x3 smp = 450 smp/hari.



Angkutan barang import sebesar 100x3 TEUS = 300 TEUS per bulan (1200 smp/bulan = 40 smp/hari) dan eksport 100x3,5 TEUS=350 TEUS/bulan = 57 smp/hari. Sehingga total angkutan barang mendekati 100 smp/hari.



Total bangkitan angkutan buruh dan barang menjadi 450 + 100 = 550 smp/hari. Jika dikembalikan kepada effect bangkitan dari per hektare kawasan industri adalah 5,5 smp/hari/hektare. Meskipun bangkitan yang diakibatkan oleh per hektare kawasan industri terlihat tidak terlalu besar tetapi ada tuntutan untuk penyediaan jalan dengan kualitas baik karena jalan yang disediakan akan dilalui oleh angkutan berat.

B1-14 



Dalam perhitungan kebutuhan berbagai fasilitas umum dan sosial sebagai akibat dari bertambahnya penduduk karena faktor migrasi, dari asumsi di atas maka terdapat 7200 tenaga kerja pendatang.



Untuk kebutuhan perumahan, bila diasumsikan per 1,5 buruh membutuhkan 1 rumah, maka dibutuhkan 4800 rumah.



Selanjutnya dengan asumsi per unit rumah membutuhkan lahan 150 m , maka kebutuhan lahan untuk perumahan menjadi 720.000m atau 72 hektare.



Jika tambahan kebutuhan lahan untuk berbagai fasilitas umum dan sosial adalah 25% dari lahan perumahan, maka dibutuhkan tambahan lahan sekitar 18 hektare. Dengan demikian total kebutuhan lahan untuk perumahan dan fasilitas umum dan sosial menjadi 90 hektare.



Dengan mengembangkan per hektare kawasan industri akan dibutuhkan lahan untuk kegiatan penunjang dengan luas yang hampir sama, atau dengan perkataan lain setiap hektare kawasan industri akan membutuhkan areal pengembangan seluas 2 hektare.



Dalam perhitungan kebutuhan fasilitas sosial digunakan asumsi bahwa setiap 1,5 buruh membentuk 1 KK maka jumlah KK sebesar 4800 KK. Jika 1KK terdiri dari 4 orang, maka jumlah penduduk yang bertambah adalah 19.200 orang. Maka akan dibutuhkan lingkungan permukiman dengan fasilitas SLP dan SLA 3-4 buah, 1 Puskesmas, dan fasilitas umum dan sosial lainnya seperti fasilitas rekreasi, peribadatan, perbelanjaan, dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang akan menyediakan kebutuhan tersebut.

Dari pembahasan di atas jelas bahwa persoalan di luar Kawasan Industri akan berkembang cukup besar dan membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius. Untuk itu perlu kesiapan pemerintah otonom yang akan memberikan ijin usaha kawasan industri. Secara ringkas kriteria pertimbangan pemilihan lokasi kawasan industri dan lokasi industri dapat dilihat pada Tabel 1-1.

B1-15 

Tabel 1-1 Kriteria Pertimbangan Pemilihan Lokasi Kawasan Industri No 1 2 3 4

Kriteria Pemilihan Lokasi Jarak ke Pusat Kota Jarak terhadap permukiman Jaringan jalan yang melayani Sistem jaringan yang melayani

5 6 7

Prasarana angkutan Topografi/kemiringan tanah Jarak terhadap sungai

8 9 10

Daya dukung lahan Kesuburan tanah Peruntukan lahan

11 12

Ketersediaan lahan Harga lahan

13

Orientasi lokasi

14

Multiplier Effects

1.3.5

Faktor Pertimbangan Minimal 10 Km Minimal 2 (dua) km Arteri primer  Jaringan listrik  Jaringan telekomunikasi Tersedia pelabuhan laut sebagai outlet (export/import) Maksimal 15% Maks 5 (lima) km dan terlayani sungai tipe C dan D atau kelas III dan IV Sigma tanah σ : 0,7 - 1,0 kg/cm2 Relatif tidak subur (non irigasi teknis)  Non Pertanian  Non Permukiman  Non Konservasi Minimal 50 Ha Relatif (bukan merupakan lahan dengan harga yang tinggi di daerah tersebut)  Aksessibilitas tinggi  Dekat dengan potensi Tenaga kerja  Bangkitan lalu lintas = 5,5 smp/ha/hari.  Kebutuhan lahan industri dan multipliernya = 2 x luas perencanaan KI.  Kebutuhan rumah (1,5 TK ~ 1 KK)  Kebutuhan Fasum Fasos.

Standar Teknis Perencanaan Kawasan Industri

Di samping kriteria lokasi dan kebutuhan infrastruktur, kegiatan industri juga harus memenuhi standar teknis tertentu, yang juga akan mempengaruhi pengalokasian ruang yang diperuntukkan bagi kegiatannya. Pemahaman terhadap standar teknis kawasan industri diperlukan baik dalam rangka memilih lokasi yang tepat bagi rencana lokasi kawasan industri maupun dalam menilai apakah rencana pengembangan kawasan industri yang diusulkan oleh investor dapat memenuhi

berbagai

prasyarat

teknis,

sehingga

dapat

menghindari

terjadinya

permasalahan teknis dan lingkungan. Sehubungan dengan hal tersebut beberapa persyaratan teknis kawasan industri akan diuraikan sebagai berikut: a.

Kebutuhan Lahan Pembangunan kawasan industri minimal dilakukan pada areal seluas 50 hektar. Hal ini

didasarkan

atas

perhitungan

efisiensi

pemanfaatan

lahan

atas

biaya

pembangunan yang dikeluarkan, dan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembang.

B1-16 

Di samping itu setiap jenis industri membutuhkan luas lahan yang berbeda sesuai dengan skala dan proses produksinya. Oleh karena itu dalam pengalokasian ruang industri tingkat kebutuhan lahan perlu diperhatikan, terutama untuk menampung pertumbuhan industri baru ataupun relokasi. Secara umum dalam perencanaan suatu kawasan industri yang akan ditempati oleh industri manufaktur, 1 unit industri manufaktur membutuhkan lahan 1,34 Ha. Artinya bila di suatu daerah akan tumbuh sebesar 100 unit usaha industri manufaktur, maka lahan kawasan industri yang dibutuhkan adalah seluas 134 Ha. b.

Pola Penggunaan Lahan Pola Penggunaan Lahan untuk pengembangan kawasan industri adalah sebagai berikut: 

Luas areal kapling industri maksimum 70% dari total luas areal.



Luas ruang terbuka hijau (RTH) minimum 10% dari total luas areal.



Jalan dan saluran antara 8 12% dari total luas areal.



Fasilitas penunjang antara 6 12% dari total luas areal.

Ketentuan tentang pemanfaatan tanah untuk bangunan seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau Building Coverage Ratio (BCR), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Garis Sempadan Bangunan (GSB) diatur sesuai dengan ketentuan Pemerintah Daerah yang berlaku.

Tabel 1-2 Pola Penggunaan Lahan Kawasan Industri No 1

Jenis Penggunaan Kapling Industri

Struktur Penggunaan (%) Maksimal 70%

2

Jalan dan Saluran

8 - 12 %

3

Ruang Terbuka Hijau

Minimal 10%

4

Fasilitas Penunjang

6 - 12 %

Keterangan Setiap kapling harus mengikuti ketentuan BCR sesuai dengan Perda setempat (60:40)  Untuk tercapainya aksessibilitas di mana ada jalan primer dan jalan sekunder (pelayanan)  Tekanan gandar primer sebaiknya minimal 8 ton dan sekunder minimal 5 ton  Perkerasan jalan minimal 7 m Dapat berupa jalur hijau (green belt), taman dan perimeter Dapat berupa Kantin, Guest House, Tempat Ibadah, Fasilitas Olah Raga, PMK, WWTP, GI, Rumah Telkom dsb

B1-17 

c.

Sistim Zoning Mengingat kawasan industri sebagai tempat beraglomerasinya berbagai kegiatan industri manufaktur dengan berbagai karakteristik yang berbeda, dalam arti kebutuhan utilitas, tingkat/jenis polutan maupun skala produksi, dan untuk tercapainya efisiensi dan efektifitas dalam penyediaan infrastruktur dan utilitas, serta tercapai efisiensi dalam biaya pemeliharaan serta tidak saling mengganggu antar industri yang saling kontradiktif sifat-sifat polutannya, maka diperlukan penerapan sistem zoning dalam perencanaan bloknya, yang didasarkan atas:

d.



Jumlah limbah cair yang dihasilkan



Ukuran produksi yang bersifat bulky/heavy



Polusi udara Tingkat kebisingan



Tingkat getaran Hubungan antar jenis industri

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Apabila jenis-jenis industri yang akan berlokasi di dalam kawasan industri berpotensi limbah cair, maka wajib dilengkapi dengan IPAL terpadu yang biasanya mengolah 4 parameter kunci, yaitu BOD, COD, pH, dan TSS. Sehubungan dengan IPAL terpadu hanya mengolah 4 parameter, maka pihak pengelola wajib menetapkan standar influent yang boleh dimasukan ke dalam IPAL terpadu, dan parameter limbah cair lain atau kualitas atas 4 parameter kunci tersebut jauh di atas standar influent, maka wajib dikelola terlebih dahulu (pre treatment) oleh masing-masing pabrik. Dalam perencanaan sistim IPAL Terpadu yang hanya mampu mengolah 4 parameter kunci (BOD, COD, TSS dan pH), sangat ditentukan oleh 2 faktor utama, yaitu: 1.

Investasi maksimal yang dapat disediakan oleh pengembang untuk membangun sistim IPAL Terpadu dikaitkan dengan luas kawasan industri, sehingga harga jual lahan masih layak jual.

2.

Peruntukan badan air penerima limbah cair (stream) apakah merupakan badan air klas I, II, III atau IV sesuai dengan PP 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Berlandaskan kedua faktor pertimbangan di atas, dalam perencanaan suatu Kawasan Industri standar influent untuk keempat parameter tersebut adalah sebagai berikut:

B1-18 

BOD

: 400 - 600 mg/l

COD : 600 - 800 mg/l TSS

: 400 - 600 mg/l

pH

: 4 - 10

Mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri yang dibuang ke badan air harus memenuhi kritera yang dapat dilihat pada Tabel 1-3.

Tabel 1-3 Kriteria Baku Mutu Air Limbah Bagi Kawasan Industri No Parameter Satuan Kadar Maksimum 1 pH 6-9 2 TSS mg/l 150 3 BOD mg/l 50 4 COD mg/l 100 5 Sulfida mg/l 1 6 Amonia (NH3-N) mg/l 20 7 Fenol mg/l 1 8 Minyak dan Lemak mg/l 15 9 MBAS mg/l 10 10 Kadmium mg/l 0,1 11 Krom Heksavalen (Cr6+) mg/l 0,5 12 Krom total (Cr) mg/l 1 13 Tembaga (Cu) mg/l 2 14 Timbal (Pb) mg/l 1 15 Nikel (Ni) mg/l 0,5 16 Seng (Zn) mg/l 10 Kuantitas Air Limbah Maksimum: 0,8 liter/detik/ha lahan kawasan terpakai

e.

Ukuran Kapling Mengingat penyediaan Kawasan Industri adalah untuk menampung sebanyak mungkin kegiatan industri, di samping dimungkinkan suatu kegiatan industri menggunakan 2 atau lebih unit kapling, maka dalam perencanaan tata letak (site planning) kawasan industri sebaiknya diterapkan sistim modul Dalam penerapan sistim modul kapling industri terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu: 1)

Perbandingan lebar (L): panjang P/(depth) diupayakan 2: 3 atau 1:2

2)

Lebar kapling minimal di luar ketentuan Garis Sempadan Bangunan (GSB) kiri dan kanan adalah kelipatan 18 m.

B1-19 

Sebagai illustrasi dapat dilihat pada denah berikut ini:

Gambar 1.2 Penerapan Sistim Modul Kapling Industri

f.

Penempatan Pintu Ke luar Masuk Kapling Kegiatan industri pada umumnya untuk mengangkut bahan baku/penolong ataupun hasil produksi menggunakan kendaraan berat, sehingga untuk menghindari terjadinya gangguan sirkulasi antar kapling sebaiknya penempatan pintu ke luar masuk kapling yang bersebelahan di tempatkan pada posisi yang berjauhan. Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada denah berikut ini:

Gambar 1.3 Penempatan Pintu Keluar-Masuk Kapling

B1-20 

g.

Penyediaan Tempat Parkir & Bongkar Muat Mengingat jaringan jalan dalam suatu kawasan industri membutuhkan tingkat aksessibilitas yang tinggi, maka dalam perencanaan tata letak pabrik maupun site planning kawasan industri perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 

Penyediaan tempat parkir kendaraan karyawan non bus dipersiapkan dalam kapling pabrik.



Kegiatan bongkar muat barang harus dilakukan dalam areal/kapling pabrik, sehingga perlu dipersiapkan areal bongkar muat.



Penyediaan tempat parkir kendaraan bus karyawan ataupun kontainer bahan baku/penolong yang menunggu giliran bongkar perlu dipersiapkan oleh pihak pengelola Kawasan Industri, sehingga tidak memakir bus atau kontainer di bahu jalan Kawasan Industri.

h.

Standar Teknis Sarana dan Prasarana Penunjang Dalam Kawasan Industri 1)

Perusahaan kawasan industri wajib membangun/menyediakan sarana dan prasarana teknis untuk menunjang kegiatan industri, sebagai berikut: a)

Jaringan jalan lingkungan dalam kawasan industri. 

Jalan satu jalur dengan dua arah, lebar perkerasan minimum 8 meter atau:



Jalan dua jalur dengan satu arah, lebar perkerasan minimum 2x7 meter.



Dalam pengembangan sistem jaringan jalan di dalam kawasan industri, juga perlu dipertimbangkan untuk adanya jalan akses dari kawasan industri ke tempat permukiman disekitarnya dan juga ke tempat fasilitas umum di luar kawasan industri.

b)

Saluran buangan air hujan (drainase) yang bermuara kepada saluran pembuangan sesuai dengan ketentuan teknis pemerintah daerah setempat.

Sistem Polder sebagai salah satu contoh dalam penangan banjir di Kawasan Industri

B 2

salah satu contoh dalam penangan banjir di Kawasan Industri c)

Saluran buangan air kotor (sewerage), merupakan saluran tertutup yang dipersiapkan

untuk

melayani

kapling-kapling

industri

menyalurkan

limbahnya yang telah memenuhi standar influent ke IPAL terpadu. d) Instalasi penyedia air bersih termasuk saluran distribusi ke setiap kapling industri, yang kapasitasnya dapat memenuhi permintaan. Sumber airnya dapat berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum atau dari sistem yang diusahakan sendiri oleh perusahaan kawasan industri. e)

Instalasi penyediaan dan jaringan distribusi tenaga listrik sesuai dengan ketentuan PLN. Sumber tenaga listrik dapat disediakan oleh PLN maupun pengelola kawasan industri (perusahaan listrik swasta).

f)

Penerangan jalan pada tiap jalur jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

g)

Jaringan telekomunikasi yang dipersiapkan untuk melayani kapling-kapling industri dengan sistim kabel atas ataupun kabel bawah tanah.

h)

Unit perkantoran perusahaan kawasan industri.

i)

Unit pemadam kebakaran.

B1-22 

2)

Perusahaan kawasan industri dapat menyediakan prasarana penunjang teknis lainnya seperti kantin, poliklinik, sarana ibadah, rumah penginapan sementara, pusat kesegaran jasmani, halte angkutan umum, areal penampungan limbah padat, pagar kawasan industri, pencadangan tanah untuk perkantoran, bank, pos dan pelayanan telekomunikasi dan keamanan.

3)

Dalam rangka penyelenggaraan pemasaran serta pelayanan kepada konsumen (masyarakat/investor industri) baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah daerah dan pelaku industri perlu membangun fasilitas pemasaran atau yang lebih di kenal dengan trade center, adapun fungsinya adalah: 

Sebagai tempat pameran (exhibition) produk-produk yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan industri di daerah tersebut.



Tempat promosi bagi kawasan-kawasan industri dan pelaku pelaku industri yang ada di daerah tersebut.



Tempat pelayanan informasi lainnya yang terkait dengan kegiatan kegiatan industri.



Dapat menjadi salah satu obyek wisata bagi daerah tersebut.

Trade center ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan pelaku industri di daerah tersebut untuk mempromosikan potensi dan keunggulan yang dimilikinya, sehingga mendorong masuknya investasi ke daerah tersebut. Berikut ini adalah tabel yang memuat standar teknis pelayanan yang bersifat umum yang minimal tersedia dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan industri (Tabel 1-4), serta tentang alokasi peruntukan lahan kawasan industri (Tabel 1-5).

B1-23 

Tabel 1-4 Standar Teknis Pelayanan Umum No 1

Teknik Pelayanan Luas lahan per unit usaha

Kapasitas Pelayanan 0,3 - 5 Ha

2

Jaringan jalan

 

3

Sesuai debit Sesuai debit

5

Saluran Buangan Air Hujan (Drainase) Saluran Buangan Air Kotor (Sewerage) Air Bersih

6

Listrik

0,15 - 0,2 MVA/Ha

7 8

Telekomunikasi Kapasitas kelola IPAL

9

Tenaga kerja

20 - 40 SST/Ha Standar influent: BOD: 400 - 600 mg/l COD: 600 - 800 mg/l TSS: 400 - 600 mg/l pH: 4 - 10 90 - 110 TK/Ha

10

Kebutuhan hunian

1,5 TK/unit hunian

11

Bangkitan Transportasi

12

Prasarana dan sarana sampah (padat)

13

Kebutuhan Fasilitas Komersial

Ekspor=3,5 TEUs/Ha/bln Impor=3,0 TEUs/Ha/bln * 1 bak sampah/kapling * 1 armada sampah/20 Ha * 1 unit TPS/20 Ha Sesuai kebutuhan dengan maksimum 20% luas lahan.

4

- Jalan Utama - Jalan Lingkungan

0,55 - 0,75 l/dtk/ha

Keterangan Rerata Industri manufaktur butuh lahan 1,34 Ha  Perbandingan lebar:panjang 2:3 atau 1:2 dgn lebar minimum 18 m di luar GSB  Ketentuan KDB, KLB, GSJ & GSB disesuaikan dengan Perda yang bersangkutan.  2 jalur satu arah dengan lebar perkerasan 2 x 7 m atau  1 jalur 2 arah dengan lebar perkerasan minimum 8 m  2 arah dengan lebar perkerasan minimun 7 m Ditempatkan di kiri kanan jalan utama dan jalan lingkungan Saluran tertutup yang terpisah dari saluran drainase Air bersih dapat bersumber dari PDAM maupun air tanah yang dikelola sendiri oleh pengelola KI, sesuai dengan peraturan yang berlaku Bersumber dari listrik PLN maupun listrik swasta.  Termasuk faximile/telex  Telepon umum 1 SST/10 Ha 

Kualitas parameter limbah cair yang berada di atas standar influent yang ditetapkan, wajib dikelola terlebih dahulu oleh pabrik ybs.

Hunian dapat berupa:  Rumah hunian  Mess/dormitori karyawan Belum termasuk angkutan buruh dan karyawan. Perkiraan limbah padat yang dihasilkan adalah 4m /Ha/Hari 



Dalam fasilitas komersial ini diperlukan adanya suatu trade center sebagai tempat untuk promosi dan pemasaran kawasan serta produk-produk yang dihasilkan di dalam kawasan. Kantor perijinan satu atap.

B1-24 

Tabel 1-5 Alokasi Peruntukan Lahan Kawasan Industri

Luasan Kawasan Industri (ha) 10 - 20 >20 - 50 >50 - 100 >100 - 200 >200 - 500 >500 Keterangan: 1.

Luas Lahan Yang Dapat Dijual (maksimum 70%) Kaveling Kaveling Industri (%) Komersial (%) 65 - 70 65 - 70 60 - 70 50 - 70 45 - 70 40 - 70

Maks. 10 Maks. 10 Maks. 12,5 Maks. 15 Maks. 17.5 Maks. 20

Kaveling Perumahan (%) Maks. 10 Maks. 10 Maks. 15 Maks. 20 Maks. 25 Maks. 30

Jalan dan Sarana Penunjang Lainnya

Ruang Terbuka Hijau (%)

Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan Sesuai Kebutuhan

Min. 10 Min. 10 Min. 10 Min. 10 Min. 10 Min. 10

Kaveling komersial adalah kaveling yang disediakan oleh perusahaan kawasan industri untuk sarana penunjang seperti perkantoran, bank, pertokoan/tempat belanja, tempat tinggal sementara, kantin, dan sebagainya.

2.

Kaveling perumahan adalah kaveling yang disediakan oleh perusahaan kawasan industri untuk

3.

Fasilitas yang termasuk sarana penunjang lainnya, antara lain pusat kesegaran jasmani (fitness center),

perumahan pekerja termasuk fasilitas penunjangnya, seperti tempat olahraga dan sarana ibadah.

pos pelayanan telekomunikasi, saluran pembuangan air hujan, instalasi pengolahan air limbah industri, instalasi penyediaan air bersih, instalasi penyediaan tenaga listrik, instalasi telekomunikasi, unit pemadam kebakaran. 4.

Persentase mengenai penggunaan tanah untuk jalan dan sarana penunjang lainnya disesuaikan menurut kebutuhan berdasarkan ketentuan yang

ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota yang

bersangkutan. 5.

Persentase ruang terbuka hijau ditetapkan minimal 10% sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota bersangkutan.

B1-25 

BAGIAN B 2 PENDEKATAN DAN METODOLOGI

BAGIAN B2 PENDEKATAN DAN METODOLOGI 2.1

Pendekatan

Penerapan pendekatan yang digunakan dalam pekerjaan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” ini perlu didukung oleh alur proses pelaksanaan yang runtut, jelas, efektif dan efisien. Secara garis besar, pendektatan pelaksanaan pekerjaan akan terbagi atas : 1.

Studi Literatur, sebagai bentuk pemahaman terhadap teori, konsep, wilayah kajian dan akan menjadi dasar dalam penetapan indikator kelayakan dan pelaksanaan analisis, survey lapangan dan pengumpulan data;

2.

Survey lapangan dan pengumpulan data;

3.

Deskripsi dan analisis kelayakan berdasarkan indikator-indikator kelayakan, yang dilakukan terhadap data dan informasi yang telah diperoleh selama survey dan pengumpulan data;

4.

Penyusunan kesimpulan studi kelayakan beserta saran dan rekomendasi; dan

5.

Media seminar/diskusi, asistensi dan konsultasi. Studi Literatur dan Penyepakatan Kawasan

       

Survey dan Pengumpulan Data Diskusi dan Konsultasi Deskripsi dan Analisis Kawasan

   

Kesimpulan dan Rekomendasi Gambar 2.1 Alur Proses Pelaksanaan Pekerjaan

B2

2.2

Metode Pelaksanaan Pekerjaan

Pada umumnya proses penyusunan “Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri” mencakup hal-hal sebagai berikut: 1.

Analisis dan Penataan Struktur Ruang Penataan struktur ruang menjadi tujuan antara di dalam upaya menyusun rencana penetapan pola ruang. Untuk itu diperlukan analisis fungsional unsur-unsur di ruang (tapak) untuk melihat keterkaitan, hirarki dan pengaruh terhadap keseluruhan struktur ruang. Unsur unsur yang perlu dipertimbangkan meliputi tataguna lahan, vegetasi, iklim, sifat fisik dan kimia tanah, sistem drainase dan kondisi jaringan utilitas yang ada seperti sistem suplai air bersih, listrik dan telekomunikasi.

2.

Merencanakan Pola Ruang, meliputi lahan produktif (komersial) dan lahan tidak produktif (sarana dan prasarana) a.

Penataan zoning/Kaveling Penataan zoning/kaveling berfungsi sebagai panduan mengenai ketentuan teknis

pemanfaatan

ruang

dan pelaksanaan

pemanfaatan ruang, serta

pengendaliannya yang merujuk pada rencana tata ruang wilayah seperti penetapan fungsi, intensitas, ketentuan tata massa bangunan, prasarana dan sarana,

serta

indikasi

program

pembangunan.

Zoning/kaveling

dapat

dikategorikan atas beberapa kriteria, antara lain yaitu untuk industri, fasilitas pendukung, fasilitas umum dan sosial, dan ruang terbuka hijau (RTH). Zoning/kaveling industri dapat dikategorikan sebagai berikut: 1)

Berdasarkan luas lahan, kaveling siap bangun dengan ukuran lahan kecil berkisar 300-3000 m per kaveling, ukuran sedang sampai dengan 3000-30000 m2 per kaveling dan ukuran besar bila lahan sampai dengan di atas 3 hektar per kaveling;

2)

Berdasarkan kebutuhan air bersih dapat dikategorikan adalah industri dengan kebutuhan air kecil, sedang dan besar (wet industry) yang secara otomatis akan menghasilkan limbah cair yang besar pula (asumsi limbah cair yang dihasilkan dari pemakaian air bersih berkisar antara 60% sampai dengan 80% return berupa limbah cair);

3)

Berdasarkan kategori produksi, industri ringan, medium dan berat.

B2-2 

b.

Penataan tapak (site plan) Penataan tapak merupakan proses lanjutan dari penyusunan master plan, yang digunakan sebagai acuan dalam perancangan konstruksi dengan skala yang lebih besar dan lebih detail termasuk ukuran serta dimensi. Penataan tapak dilakukan antara lain untuk kaveling industri, kaveling komersial, kaveling perumahan, jalan dan sarana penunjangnya, serta ruang terbuka hijau.

Gambar 2.2 Diagram Alir Rencana Tapak Kawasan Industri 3.

Menentukan besaran perbandingan lahan produktif dengan lahan tidak produktif;

4.

Menyusun Konsep Pengembangan Infrastruktur Suatu hal yang penting untuk direncanakan di dalam penyusunan Master Plan adalah perencanaan prasarana yang wajib disediakan oleh perusahaan kawasan industri, seperti: 

Jaringan Jalan Lingkungan Jaringan jalan lingkungan dalam kawasan industri direncanakan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku guna menjamin kelancaran lalu lintas di kawasan industri (lihat Gambar 2.3 pada halaman B2-4).



Listrik Instalasi penyediaan dan jaringan distribusi tenaga listrik sesuai dengan ketentuan PLN, yang sumber tenaga listriknya dapat berasal dari PLN dan/atau dari sumber tenaga listrik yang diusahakan sendiri oleh Perusahaan Kawasan Industri dan atau Perusahaan Industri di dalam Kawasan Industri;

B2-3 

Gambar 2.3 Contoh Potongan Jalan dan Pendukunghnya



Air Bersih Instalasi penyediaan air bersih termasuk saluran distribusi ke setiap kaveling industri, yang kapasitasnya dapat memenuhi permintaan. Sumber air dapat berasal dari Perusahaan Air Minum (PAM) dan/atau dari sistem yang diusahakan sendiri oleh Perusahaan Kawasan Industri dengan mengutamakan sumber air permukaan.

B2-4 

Telekomunikasi Jaringan telekomunikasi di dalam kawasan industri sesuai dengan ketentuan dan persyaratan teknis yang berlaku. 

Sistem Drainase Saluran pembuangan air hujan (drainase) yang bermuara kepada saluran pembuangan sesuai dengan ketentuan teknis Pemerintah Daerah setempat menyangkut daerah aliran sungai, cekungan drainase dan daerah rawa.

Gambar 2.4 Sistem Polder sebagai salah satu contoh dalam penangan banjir di Kawasan Industri 

Sistem Pengolahan Sampah Dalam sistem pengelolaan sampah di kawasan industri disarankan diterapkan dengan menggunkan teknik pemilahan dan pengumpulan sampah berdasarkan jenis sampahnya (sampah organik dan non organik). Untuk pengolahan sampah dapat dilakukan oleh pengelola Kawasan Industri atau pemerintah daerah setempat.



Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan industri merupakan unit yang mengolah air limbah industri yang berada pada kawasan industri diolah secara terpadu. Air limbah yang diolah dalam IPAL kawasan mencakup air limbah yang berasal dari proses produksi industri, kegiatan rumah tangga (domestik)

B2-5 

industri, perkantoran, dan perumahan. Perkiraan volume dan kapasitas limbah cair yang dihasilkan oleh aktivitas industri berkisar antara 60% - 80% dari konsumsi air bersih per hari. Unit utama pengolahan pada IPAL kawasan industri yan direncanakan meliputi unit ekualisasi, unit pemisahan padatan, unit biologis, dan unit pengolahan lumpur. 

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ruang terbuka hijau yang dimaksud dapat berupa taman buatan seperti lapangan olah raga dan taman. Taman atau ruang terbuka hijau disarankan dapat ditanami oleh tanaman yang memiliki kesesuaian secara ekologis dengan kondisi setempat, mampu menyerap zat pencemar, ketahanan hidup yang lama dan memiliki daya serap air. Secara keseluruhan ruang terbuka hijau untuk kawasan industri minimum sebesar 10% dari total lahan.

B2-6 



Kantor Pengelola Kawasan Industri Sebagai tempat melaksanakan operasional manajemen Kawasan Industri dan memberikan pelayanan (servce) kepada para perusahaan industri maupun pihak-pihak terkait yang memerlukan.



Penerangan Jalan Penerangan jalan dibuat pada tiap jalur jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



Unit Pemadam Kebakaran Kapasitas dari unit pemadam kebakaran yang harus tersedia disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku.



Sarana Penunjang Di dalam kawasan industri dapat juga disediakan sarana penunjang untuk kegiatan industri baik kegiatan yang langsung berkaitan dengan industri maupun yang menunjang aktivitas tenaga kerja, antara lain: 1)

Poliklinik; dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan karyawan, luas poliklinik disesuaikan dengan kebutuhan;

2)

Sarana ibadah; dimanfaatkan sebagai tempat ibadah karyawan di kawasan industri, luasannya disesuaikan dengan kebutuhan;

3)

Fasilitas olah raga; diperuntukan sebagai fasilitas olah raga;

4)

Fasiltas komersial; untuk menunjang kegiatan perekonomian di kawasan industri, luasan fasilitas komersial disesuaikan dengan kebutuhan;

5)

Pos keamanan; sebagai fasilitas untuk menunjang keamanan baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan.

5.

Menyusun Konsep Strategi Pengembangan Kawasan Industri Pengembangan suatu kawasan industri direncanakan secara bertahap dengan prakiraan waktu penyelesaian dalam tahun pekerjaan, mulai dengan perencanaan pembebasan lahan hingga penyiapan dan pembangunan sarana dan prasarana kawasan

industri.

Perencanaan

pengembangan

dilakukan

dengan

mempertimbangkan hasil analisis penataan struktur dan pola ruang, estimasi biaya yang diperlukan dan faktor faktor yang berdampak kuat, seperti kepemilikan lahan, iklim ekonomi nasional/regional/internsional dan lainnya.

B2-7 

6.

Menyusun Konsep Pengelolaan Kawasan Industri Keberhasilan dan keberlangsungan suatu kawasan industri tidak terlepas dari metode pengelolaan yang dilakukan oleh Perusahaan Kawasan Industri yang bersangkutan. Untuk itu bentuk dan fungsi organisasi/kelembagaan yang dirancang harus menggunakan prinsip bisnis modern dan profesional.

7.

Menyusun rinci Rencana Induk Kawasan (Detail-Master Plan).

  2.3

Rencana Kerja

Rencana kerja penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” mencakup tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut : 1.

Tahap Persiapan a.

b.

Persiapan Administrasi 1)

Persiapan Dokumen Pendukung

2)

Inventaris Data Dan Surat-Menyurat

3)

Mobilisasi Tenaga Ahli

4)

Penyusunan Rencana Kerja

Persiapan Pelaksanaan 1)

c.

2.

Pengumpulan Data Sekunder Awal a)

Kebijakan Terkait Kawasan Industri Kariangau

b)

Kondisi Umum Kota Balikpapan

c)

Studi Literatur Kawasan Industri

2)

Perumusan Hipotesis Isu Dan Permasalahan

3)

Pemesanan Dan Proses Koreksi Data Citra Satelit

4)

Penyusunan Daftar Kebutuhan Data a)

Data Primer

b)

Data Sekunder

Persiapan Survey Lapangan 1)

Penyusunan Jadwal Survey Lapangan

2)

Penyiapan Materi Survey Lapangan

Tahap Pelaksanaan a.

Pengumpulan Data Dan Observasi Lap. 1)

Observasi Lapangan

B2-8 

2) b.

c.

Pengumpulan Data Dan Informasi

Kompilasi Dan Pengolahan Data 1)

Peninjauan Kembali Master Plan Kaw. Industri Kariangau Sebelumnya

2)

Kompilasi Data

3)

Digitalisasi Peta-Peta Tematik

4)

Pengolahan Data

Kajian Dan Analisis 1)

Memperkirakan Pemanfaatan Fisik Dan Daya Dukung Lingkungan

2)

Menstrukturkan Masalah

3)

Memprediksi Pengembangan

4)

Memprediksi Kebutuhan

5)

Mentabulasi Dan Analisis Data

6)

Menganalisis Sarana Dan Prasarana

7)

Menganalisis Struktur Ruang

8)

Menganalisis Sosial Dan Ekonomi

9)

Menganalisis Kesesuaian Lahan

10) Menganalisis Peta-Peta Pendukung 11) Menganalisis Tapak Kawasan 12) Membuat Pra Rencana Teknik 3.

Tahap Perumusan Rencana a.

Menyusun Kebutuhan Pelaksanaan Pembangunan Dan Pemanfaatan Ruang Kawasan 1)

Rencana Pemanfaatan Ruang Berupa Rencana Perpetakan Dan Tata Letak Bangunan

b.

c.

2)

Arahan Letak dan Penampang Jalan Serta Utilitas

3)

Rencana Tapak, Tata Letak Bangunan Gedung Dan Bukan Gedung

Menyusun Kebutuhan Kawasan 1)

Rencana Sarana Dan Prasarana Penunjang

2)

Rencana Struktur Kawasan

3)

Rencana Tipe Bangunan

4)

Rencana Sumber Pendanaan % Penentuan Stakeholder Dalam Pengadaan

5)

Menyusun Kebijakan Teknis Pengembangan Kawasan Skala Besar

Penyempurnaan

B2-9 

4.

Pelaporan a.

Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisikan metode pelaksanaan pekerjaan beserta rencana kerja dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Laporan Pendahuluan yang telah disetujui dicetak sebanyak 20 buku dan diserahkan satu bulan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

b.

Laporan Antara Laporan Antara berisikan fakta, data dan analisa dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Laporan Antara yang telah disetujui dicetak sebanyak 20 buku dan diserahkan tiga bulan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), atau dua bulan setelah penyerahan Laporan Pendahuluan.

c.

Laporan Draft Final Laporan Draft Final berisikan rencana kawasan dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Laporan Draft Final dicetak sebanyak 30 buku dan diserahkan empat bulan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), atau satu bulan setelah penyerahan Laporan Antara.

d.

Laporan Final dan Eksekutif Summary → 50 buku Laporan Final merupakan penyempurnaan dari Laporan Draft Final yang dicetak sebanyak 50 buku dan diserahkan paling lambat pada kontrak berakhir. Selain Laporan Final, juga dilengkapi dengan Eksekutif Summary yang merupakan ringkasan dari Laporan Final yang dicetak sebanyak 50 buku dan diserahkan bersama dengan Laporan Final.

e.

Laporan Manual Hasil Survey → 3 eksemplar Laporan Manual Hasil Survey berisikan laporan hasil survey yang diserahkan sebanyak 3 (tiga) eksemplar.

f.

DVD laporan Semua laporan yang telah disusun, diback-up dalam DVD ebanyak 20 keping DVD. Selain DVD laporan, diserahkan pula DVD hasil survey sebanyak 20 keping DVD.

g.

Dokumentasi /Foto Lapangan dan Presentasi → 3 Album

h.

Album peta A0 dan A1 (Jilid I,II, dan III) → @ 2 Rangkap

B2-10 

5.

2.4

Diskusi a.

Ekspose Laporan Pendahuluan

b.

Ekspose Laporan Antara

c.

Ekspose Laporan Draft Final

Pelaporan

Sistem pelaporan dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” adalah sebagai berikut : 1.

Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisikan metode pelaksanaan pekerjaan beserta rencana kerja dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Laporan Pendahuluan yang telah disetujui dicetak sebanyak 20 buku dan diserahkan satu bulan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

2.

Laporan Antara Laporan Antara berisikan fakta, data dan analisa dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Laporan Antara yang telah disetujui dicetak sebanyak 20 buku dan diserahkan tiga bulan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), atau dua bulan setelah penyerahan Laporan Pendahuluan.

3.

Laporan Draft Final Laporan Draft Final berisikan rencana kawasan dalam penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau”. Laporan Draft Final dicetak sebanyak 30 buku dan diserahkan empat bulan setelah diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), atau satu bulan setelah penyerahan Laporan Antara.

4.

Laporan Final dan Eksekutif Summary → 50 buku Laporan Final merupakan penyempurnaan dari Laporan Draft Final yang dicetak sebanyak 50 buku dan diserahkan paling lambat pada kontrak berakhir. Selain Laporan Final, juga dilengkapi dengan Eksekutif Summary yang merupakan ringkasan dari Laporan Final yang dicetak sebanyak 50 buku dan diserahkan bersama dengan Laporan Final.

B2-11 

5.

Laporan Manual Hasil Survey → 3 eksemplar Laporan Manual Hasil Survey berisikan laporan hasil survey yang diserahkan sebanyak 3 (tiga) eksemplar.

6.

DVD laporan Semua laporan yang telah disusun, diback-up dalam DVD ebanyak 20 keping DVD. Selain DVD laporan, diserahkan pula DVD hasil survey sebanyak 20 keping DVD.

7.

Dokumentasi /Foto Lapangan dan Presentasi → 3 Album

8.

Album peta A0 dan A1 (Jilid I,II, dan III) → @ 2 Rangkap

  2.5

Fasilitas Pendukung

Fasilitas pendukung juga merupakan salah satu kunci untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” dari Konsultan Perencana. Fasilitas pendukung yang akan diberikan oleh Perusahaan kepada tenaga ahli / personil adalah sebagai berikut : 1.

Kantor Perkiraan kebutuhan fasilitas perkantoran untuk untuk kegiatan operasional Tim Perencana meliputi :

2.

a.

Ruang kantor berikut perlengkapannya

b.

ATK, alat komunikasi, internet

c.

Peralatan pendukung kerja : PC, Printer, Scanner, Kamera Digital, dll

Alat Bantu Digunakan untuk mendukung kegiatan survey pengadaan data, diskusi, seminar maupun kegiatan lainnya. Fasilitas tersebut antrara lain : a.

Alat bantu peraga, peta dan produk tata ruang lainnya,

b.

Alat pemapar dalam bentuk media audio visual, seperti : notebook, infocus, layer pemapar dan laser pointer,

c. 3.

Alat perekam atau pendokumentasian, seperti : handycam

Transportasi Kebutuhan sarana transportasi dalam rangka pengumpulan data, asistensi. Diskusi / koordinasi di tingkat pusat akan didukung oleh kendaraan milik Perusahaan,

B2-12 

sedangkan kebutuhan alat transportasi selama pelaksanaan akan dipenuhi dengan cara menyewa kendaraan. 4.

Daftar Peralatan Dalam pelaksanaan pekerjaan ini Konsultan Perencana akan menggunakan beberapa peralatan sebagai pendukung pekerjaan baik untuk keperluan di lapangan maupun di studio. Adapun rincian daftar peralatan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2-1.

 

B2-13 

Tabel 2-1 Fasilitas Pendukung PT. Nusantara Citra Konsultan NO. 1

NAMA PERALATAN 2

A.

Ruang Kantor

B. 1

Peralatan Kantor Komputer

2

Notebook

3

Printer a. Plotter Colour A0 b. Printer Colour A4

c. Printer Colour A3

4.

Scanner

5.

Plotter

6.

Mesin Pemotong Kertas

7. 8. 9. 10. 11

Mesin Tik Mexin Fotocopy Filling Kabinet Mesin Gambar Digitizer

MERK/ MODEL/ TYPE 3

JUMLAH 4

KONDISI 5

STATUS 6

LOKASI SEKARANG 7

500 m2

Baik

Milik

Bandung

Intel Pentium IV, Mugen & Samsung Intel Dual Core IP Dual Core, HP, Compaq Presario IP Dual Core, ACER IP IV, Toshiba Satelite

9

Baik

Milik

Bandung

5 1

Baik Baik

Milik Milik

Bandung Bandung

1 1

HP Desinjet 510 Canon Pixma IP 2200 Canon Pixma IP 1300 Canon Pixma IP 1200 Epson Stylus R230 HP Office Pro K850 Canon i6500 HP Officejet K7100 Canon Solution Canon Lide 25 Calcomp, HP DesainJet 750 c Tata Model e-Blind Combman Ibico Brother CE - 50 Canon NP 3545 Aristo Bravo Nomonic

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

1 1 1 1 1 3 1

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

KETERANGAN 8

B2-1 

NO. 12 13. 14. 15.

NAMA PERALATAN Handycam Video Player (VHS) Video Player (Beta) Kamera Digital

C. 1.

Peralatan Khusus Software Mapinfo dan MapX Software Arc View GIS dan Arc Info AutoCad R14, 2000, 2002, 2006 Windows Jaringan LAN Peta Digital Bandung Skala 1:1000 Peta Photo Satelit Skala 1:1000 Peta Tata Ruang Bandung Software GIS Lainnya CD Duplikasi Doli DVDRW Card Editing VTR Mini DV

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14 D. 1. 2. 3. 4.

Peralatan Lapangan / Survey Theodolith Rool Meter TV Monitor Camera Video

MERK/ MODEL/ TYPE Sony Sony Sony Fuji

JUMLAH 1 1 1 1

KONDISI Baik Baik Baik Baik

STATUS Milik Milik Milik Milik

LOKASI SEKARANG Bandung Bandung Bandung Bandung

-

1

Baik

Milik

Bandung

-

1

Baik

Milik

Bandung

-

2

Baik

Milik

Bandung

-

3 1 1

Baik Baik Baik

Milik Milik Milik

Bandung Bandung Bandung

-

1

Baik

Milik

Bandung

-

1

Baik

Milik

Bandung

Sony Sony Sony Matrod RT 1000 Sony

1 1 3 8 3 1

Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Milik Milik Milik Milik Milik Milik

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

Wild T 0 – T 2 Sokia

4 6 1 2 2 2

Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Milik Milik Milik Milik Milik Milik

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

Sony DRS 250 Canon XLIS Panasonic MD 9000

KETERANGAN

B2-2 

NO. 5

NAMA PERALATAN Wide Lens

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

HMI KMV Timmy Jib Generator Set Match Box Camera Photo Tripod Filter

13. 14. 15. 16. 17. 18.

Waterpass Pita Ukur Baja EDM Total Station Salino Meter Bor Mesin

19.

Sondir + Bor Tangan

E. 1.

Kendaraan Roda 4

2.

Roda 2

MERK/ MODEL/ TYPE DSR 250 XLIS Par 6/4 Canon 7 mm Canon 9 mm Box VA 2x4 Nikon D70 Velbon Nikon Polarisasi Nikon Soft Sokhiska Wild Sokhiska Sokkia Beckman Tas 3E, Tone UD – 5 MBT

JUMLAH 1 1 2 2 b 1 2 3 2 b 3 2 2 2 1 1 1 2

KONDISI Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

STATUS Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik

LOKASI SEKARANG Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

Toyota Great Kijang Innova Daihatsu Xenia Suzuki AVP Suzuki Smash 2004 Astrea Legenda 2003 Vespa 1976 Honda Vario 2007 Yamaha Mio 2006 Honda Revo 2007 Honda Tiger CW 2009 Yamaha Vega R 2007 Honda Tiger 2006

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

KETERANGAN

B2-3 

BAGIAN B 3 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAGIAN B2 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN Jadwal pelaksanaan pekerjaan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” adalah sebagai berikut:  

B

Tabel 3-1 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan No

Kegiatan 1

1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.2 1.2.1

1.2.2 1.2.3 1.2.4

1.3 1.3.1 1.3.2 2 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1

Bulan 1 2 3

4

1

Bulan 2 2 3

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Bulan 3 Bulan 4 4 1 2 3 4 1 2 3

4

1

Bulan 5 2 3

Ket. 4

PERSIAPAN PERSIAPAN ADMINISTRASI Persiapan Dokumen Pendukung Inventaris Data dan Surat-Menyurat Mobilisasi Tenaga Ahli Penyusunan Rencana Kerja PERSIAPAN PELAKSANAAN Pengumpulan Data Sekunder Awal a. Kebijakan Terkait Kawasan Industri Kariangau b. Kondisi Umum Kota Balikpapan c. Studi Literatur Kawasan Industri Perumusan Hipotesis Isu dan Permasalahan Pemesanan dan Proses Koreksi Data Citra Satelit Penyusunan Daftar Kebutuhan Data a. Data Primer b. Data Sekunder PERSIAPAN SURVEY LAPANGAN Penyusunan Jadwal Survey Lapangan Penyiapan Materi Survey Lapangan PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA DAN OBSERVASI LAP. Observasi Lapangan Pengumpulan Data dan Informasi KOMPILASI DAN PENGOLAHAN DATA Peninjauan Kembali Master Plan Kaw. Industri Kariangau Sebelumnya Kompilasi Data Digitalisasi Peta-Peta Tematik Pengolahan Data KAJIAN DAN ANALISIS Memperkirakan Pemanfaatan Fisik dan Daya

B3-1 

No

Kegiatan 1

2.3.2 2.3.3 2.3.4 2.3.5 2.3.6 2.3.7 2.3.8 2.3.9 2.3.10 2.3.11 2.3.12 3 3.1

3.1.1. 3.1.2 3.1.3 3.2 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.2.5 3.3 4 4.1 4.2 4.3

Bulan 1 2 3

4

1

Bulan 2 2 3

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Bulan 3 Bulan 4 4 1 2 3 4 1 2 3

4

1

Bulan 5 2 3

Ket. 4

Dukung Lingkungan Menstrukturkan Masalah Memprediksi Pengembangan Memprediksi Kebutuhan Mentabulasi dan Analisis Data Menganalisis Sarana dan Prasarana Menganalisis Struktur Ruang Menganalisis Sosial dan Ekonomi Menganalisis Kesesuaian Lahan Menganalisis Peta-Peta Pendukung Menganalisis Tapak Kawasan Membuat Pra Rencana Teknik PERUMUSAN RENCANA MENYUSUN KEBUTUHAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Rencana Pemanfaatan Ruang Berupa Rencana Perpetakan dan Tata Letak Bangunan Arahan Letak dan Penampang Jalan serta Utilitas Rencana Tapak, Tata Letak Bangunan Gedung dan Bukan Gedung MENYUSUN KEBUTUHAN KAWASAN Rencana Sarana dan Prasarana Penunjang Rencana Struktur Kawasan Rencana Tipe Bangunan Rencana Sumber Pendanaan % Penentuan Stakeholder dalam Pengadaan Menyusun Kebijakan Teknis Pengembangan Kawasan Skala Besar PENYEMPURNAAN PELAPORAN Laporan Pendahuluan Laporan Antara Laporan Draft Final

B3-2 

No

Kegiatan 1

4.4 4.5 5 5.1 5.2 5.3

Bulan 1 2 3

4

1

Bulan 2 2 3

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Bulan 3 Bulan 4 4 1 2 3 4 1 2 3

4

1

Bulan 5 2 3

Ket. 4

Laporan Final Ringkasan Eksekutif DISKUSI Laporan Pendahuluan Laporan Antara Laporan Draft Final

     

B3-3 

BAGIAN B 4 KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN

BAGIAN B4 KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN Konsultan akan membentuk Tim untuk menyusun “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” yang secara fungsional dapat langsung berhubungan dengan pemberi tugas untuk menyelesaikan rencana tersebut. Tim dimaksud adalah merupakan gabungan dari berbagai keahlian, yang minimal meliputi bidang keahlian sebagai berikut (lihat Tabel 4-1) : a.

Team Leader (Ahli Pengembangan Wilayah)

b.

Ahli Infrastruktur

c.

Ahli Pesisir dan Kelautan

d.

Ahli Teknik Industri

e.

Ahli Ekonomi

f.

Ahli Sosial/Kelembagaan

g.

Ahli Lingkungan

h.

Ahli Geodesi/Pemetaan (GIS)

i.

Ahli Geologi

j.

Ahli Hukum

k.

Asisten Ahli Pengembangan Wilayah (Planologi)

l.

Asisten Ahli Infrastruktur/Teknik Sipil

m. Asisten Ahli Teknik Industri Selain tenaga ahli dan asisten tenaga ahli, dalam pekerjaan penyusunan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” juga akan dibantu oleh tenaga pendukung sebagai berikut : a.

Surveyor Geologi

b.

Sekretaris

c.

Operator Komputer

d.

Operator CAD/Desain Grafis

B4

Struktur organisasi pelaksana Pekerjaan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” pada dasarnya menunjukkan mekanisme hubungan kerja antara Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur selaku pemberi tugas dengan PT. NUSANTARA CITRA selaku konsultan. Organisasi yang melibatkan kedua unsur tersebut disusun sebagai upaya untuk memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan pekerjaan. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur organisasi dalam pelaksanaan pekerjaan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut.

B4-2 

Tabel 4-1 Komposisi Tenaga Ahli Nama Personil Dr. Ir. H. Uton Ruston, MSC

Perusahaan PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Tenaga Ahli (Lokal/Asing) Lokal

Lingkup Keahlian Ahli Pengembangan Wilayah

Posisi Diusulkan Team Leader

Uraian Pekerjaan 







Ir. Nono Suhana, MT

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Infrastruktur

Tenaga Ahli







Mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan, mulai dari perencanaan sampai pekerjaan selesai dan diterima baik oleh Pemberi Kerja, Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas setiap tenaga ahli sehingga tercipta suasana kerja yang efektif, Bersama tenaga ahli lain menyusun rencana kerja dan kerangka laporan serta mendistribusikan pekerjaan kepada tenaga ahli dan pendukung sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki, Sebagai ahli perencanaan kota, bertugas - Menganalisis kebijakan-kebijakan penataan ruang - Menetapkan kerangka studi yang menjadi acuan kerja tenaga ahli lainnya, - Melakukan kajian peninjauan kembali, - Melakukan survey lapangan, - Melakukan analisa kondisi eksternal dan internal kota untuk merumuskan potensi dan permasalahan pengembangan kota, - Memberi masukan kepada tenaga ahli lain tentang jenis analisa yang harus dilakukan terkait dengan pekerjaan, Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan

Jumlah OB 5

5

B4-1 

Nama Personil

Ir. Sunarto, M.Si

Perusahaan

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Tenaga Ahli (Lokal/Asing)

Lokal

Lingkup Keahlian

Ahli Pesisir dan Kelautan

Posisi Diusulkan

Tenaga Ahli

Uraian Pekerjaan







Ir. Muhamad Dzikron., MT

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Teknik Industri

Tenaga Ahli







Dikdik Kusdiana, SE

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Ekonomi

Tenaga Ahli





sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada

Jumlah OB

5

5

5

B4-2 

Nama Personil

Perusahaan

Tenaga Ahli (Lokal/Asing)

Lingkup Keahlian

Posisi Diusulkan

Uraian Pekerjaan



Sobali Suswandy, Drs.M.Si

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Sosial/Kelembagaan

Tenaga Ahli







Ir. Uyat Suyatna Anggadinata, CES

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Lingkungan

Tenaga Ahli







Ir. Vera Sadarviana, MT

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Geodesi/Pemetaan (GIS)

Tenaga Ahli



setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung

Jumlah OB

5

5

5

B4-3 

Nama Personil

Perusahaan

Tenaga Ahli (Lokal/Asing)

Lingkup Keahlian

Posisi Diusulkan

Uraian Pekerjaan 



Ir. Anas Luthfi, MT

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Geologi

Tenaga Ahli







Nitya Asmarani, SH, MH

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Hukum

Tenaga Ahli







Nina Puji Handayani, ST

PT. NUSANTARA CITRA

Lokal

Ahli Pengembangan Wilayah/Planologi

Asisten Tenaga Ahli



lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Berkoordinasi dengan Ketua Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan, Mengkoordinasikan dan mengendalikan semua tenaga pendukung terkait, baik tenaga pendukung lapangan maupun studio. Mempersiapkan dan memberikan materi / petunjuk teknis sesuai bidang keahliannya pada setiap tahap perencanaan, agar kesinambungan proses perencanaannya terkendali. Bertanggung jawab penuh atas hasil perencanaan sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya. Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam kegiatan survey primer dan sekunder

Jumlah OB

4

3

4

B4-4 

Nama Personil

Perusahaan

Tenaga Ahli (Lokal/Asing)

Lingkup Keahlian

Posisi Diusulkan

KONSULTAN

Uraian Pekerjaan  

Ir. Roni Kustiawan, MT

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Infrastruktur/Teknik Sipil

Asisten Tenaga Ahli

  

Ir. Akhmad Dimyati

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Lokal

Ahli Teknik Industri

Asisten Tenaga Ahli

  

To Be Name

To Be Name

To Be Name

To Be Name

PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN PT. NUSANTARA CITRA KONSULTAN

Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam pengputan data dan analisis Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam penyusunan laporan Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam kegiatan survey primer dan sekunder Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam pengputan data dan analisis Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam penyusunan laporan Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam kegiatan survey primer dan sekunder Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam pengputan data dan analisis Membantu ketua tim dan tenaga ahli dalam penyusunan laporan Mencari dara geologi primer, permukaan topografi pada areal kajian dengan melakukan pengukuran

Jumlah OB

4

4

Lokal

Surveyor

Surveyor



6

Lokal

Sekretaris

Surveyor



Membantu tim dalam kegiatan administrasi kantor

5

Lokal

Operator Komputer

Operator Komputer



Membantu tim dalam kegiatan administrasi kantor

10

Lokal

Operator CAD Desain Grafis

Operator CAD



Membantu tim dalam kegiatan penggambaran

3

Total

84

B4-5 

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan

BAPPEDA PROV. KALTIM

PPK REVIEW MASTER PLAN KAW. INDUSTRI KARIANGAU

KONSULTAN PELAKSANA

Office Manager

PPTK

Tim Teknis

Direktur

Ahli Pengembangan Wilayah

Ketua Tim

Tenaga Ahli : Ahli Infrastruktur Ahli Pesisir dan Kelautan 3. Ahli Teknik Industri 4. Ahli Ekonomi 5. Ahli Sosial/Kelembagaan 6. Ahli Lingkungan 7. Ahli Geodesi/Pemetaan (GIS) 8. Ahli Geologi 9. Ahli Hukum 10. Asisten Ahli Pengembangan Wilayah (Planologi) 11. Asisten Ahli Infrastruktur/Teknik Sipil 12. Asisten Ahli Teknik Industri 1. 2.

Keterangan Garis Tugas Garis Koordinasi

1. 2. 3. 4.

Tenaga Pendukung Surveyor Sekretaris Operator Komputer Operator CAD/Desain Grafis

Garis Perintah

B4-1 

BAGIAN B 5 JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

BAGIAN B5 JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI Dalam Kegiatan “Review Master Plan dan Penyusunan Site Plan Kawasan Industri Kariangau” seluruh tenaga ahli akan dilibatkan sesuai dengan jumlah Man Month-nya. Untuk lebih jelasnya mengenai Jadwal Penugasan Tenaga Ahli dapat dilihat pada Tabel 5-1 berikut :

Tabel 5-1 Jadwal Penugasan Tenaga Ahli No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Nama Personil

Jadwal Penugasan Tenaga Ahli Bln 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5

OB

Ahli Pengembangan Wilayah Ahli Infrastruktur Ahli Pesisir dan Kelautan Ahli Teknik Industri Ahli Ekonomi Ahli Sosial/Kelembagaan Ahli Lingkungan Ahli Geodesi/Pemetaan (GIS) Ahli Geologi Ahli Hukum Ahli Pengembangan Wilayah/Planologi Ahli Infrastruktur/Teknik Sipil Ahli Teknik Industri Surveyor Geologi Surveyor Geologi Surveyor Geologi Surveyor Geologi Surveyor Geologi Surveyor Geologi Sekretaris Desain Grafis Operator Komputer Operator Komputer Jumlah

5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4 4 1 1 1 1 1 1 5 3 5 5 84

B5

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF