Teknologi Broadband Wireless Access

May 27, 2016 | Author: RendiPutraFirmansyah | Category: Types, School Work
Share Embed Donate


Short Description

Broadband Wireless Access...

Description

MAKALAH TEKNOLOGI BROADBAND WIRELESS ACCESS MATAKULIAH APLIKASI MOBILE

Disusun Oleh Rendi Putra Firmansyah Purna Irawan Gusra Mahendra

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI PADANG 2015

Teknologi Broadband Wireless Access Teknologi Komunikasi Jaringan saat ini sudah memasuki era Wireless alias Nirkabel atau tanpa kabel. Hal ini disebabkan oleh tuntutan kebutuhan komunikasi data manusia yang perlu mobilitas yang tinggi. Saat ini, orang-orang ingin dapat berkomunikasi data / informasi satu sama lain dimana saja dan kapan saja. Tentu saja hal ini tidak dapat dipenuhi oleh Teknologi jaringan kabel (wired) yang bersifat Fixed atau tidak dapat berpindah-pindah. Kemudian dari masalah-masalah dan kebutuhan tersebut munculah teknologi komunikasi data yang bersifat nirkabel yang dapat digunakan dimana saja dan kapan saja selama kita masih berada di dalam radius jangkauannya, seperti WiFi (Wireless Fidelity), WIMAX dan yang terbaru adalah LTE (Long Term Evolution). Tidak perlu berpanjang lebar lagi basabasinya, berikut penjelasan dari masing-masing teknologi Komunikasi Wireless tersebut.

BAB I WIFI ATAU WIRELESS LAN WiFi (Wireless Fidelity) atau lebih dikenal dengan Wireless LAN (WLAN) ditujukan untuk menghubungkan beberapa terminal berbasis IP (PC notebook atau PDA) dalam suatu area LAN(Local Area Network). Sehingga dalam implementasinya, WiFi dapat difungsikan untuk mengganti jaringan kabel data (UTP) yang biasanya digunakan untuk menghubungkan terminal LAN. Wireless

LAN merupakan

salah satu

aplikasi

pengembangan wireless

untuk

komunikasi data. Sesuai dengan namanya Wireless, yang berarti tanpa kabel, WLAN (Wireless

Local Area Network) adalah jaringan lokal (dalam satu gedung, ruang, kantor,

dsb.—bukan antar kota) yang tidak menggunakan kabel. Berbagai kombinasi dari wireless, NIC dan Access Point-nya akan memberikan konfigurasi utama untuk network manager

dan engineer untuk menciptakan berbagai

jenis konfigurasi jaringan. 1.1 Arsitektur Wireless LAN Menurut standar yang diajukan oleh IEEE untuk wireless LAN, ada 2 model konfigurasi utama untuk jaringan ini. Yaitu ad-hoc dan infrastruktur.

1.1.1

Ad-Hoc Wireless LAN Contoh dari jaringan Ad-Hoc, adalah jaringan yang memiliki konfigurasi peer-to-

peer. Untuk sebuah kantor yang tidak terlalu besar dan hanya terdiri atas satu lantai, maka konfigurasi peer-to-peer wireless akan cukup memadai. Peer-to-peer Wireless LAN hanya mensyaratkan wireless NIC dalam setiap device yang terhubung ke jaringan. Disini, kita tidak memerlukan Access Point. Dengan konfigurasi peer-to-peer ini, maka kita dapat memebentuk sebuah jaringan temporer (penggunaan sewaktu-waktu). Jadi jika sewaktu-waktu kita memerlukan adanya jaringan, dan hanya digunakan pada saat itu saja, kita tidak perlu repot-repot untuk mengurusi

kabel-kabel yang

akan menghubungkan

jaringan

membongkarnya kembali ketika sudah tidak memerlukannya lagi.

kita tersebut,

dan

Gambar 1.1 Jaringan Ad-hock 1.1.2

Infrastruktur Wireless LAN

Gambar 1.2 Jaringan Infrastruktur Infrasturktur Wireless LAN adalah sebuah konfigurasi jaringan dimana jaringan wireless

tidak hanya berhubungan dengan sesama jaringan wireless saja. Akan tetapi,

berhubungan juga dengan jaringan wired (kabel). Agar jaringan wireless dapat terhubung dengan jaringan wired, maka disini digunakan Access Point. 1.2 Komponen Wireless LAN Komponen Wireless LAN terdiri dari beberapa perangkat seperti Access Point, Extension Point dan Directional Antenna 1.2.1 Access Point Pada wireless LAN, device transceiver disebut sebagai Access Point (AP), dan terhubung dengan jaringan kabel (wired) pada suatu lokasi yang tetap. Tugas dari Access Point adalahmengirim dan menerima data serta berfungsi sebagai buffer data antara wireless LAN dengan wired LAN. Suatu Access Point dapat melayani sejumlah user (tergantung metode akses yang digunakan) untuk jarak sampai ratusan kaki (feet/ft). Umumnya antena Access Point ditempatkan pada langit-langit ruangan, atau dimanapun tergantung

pada cakupan yang diinginkan. Penggunaan Access Point dapat meningkatkan cakupan jaringan. Jarak jengkauan dapat mencapai hingga ratusan meter

Gambar 1.3 Client dan Access Point Roaming adalah kemampuan client untuk berpindah tanpa kehilangan kontak dengan jaringan.

Gambar 1.4 Multiple Access Point dan Roaming 1.2.2

Extention Point Untuk mengatasi

designer

berbagai

problem

dapat menambahkan extension

khusus

dalam

point untuk menambah

topologi

jaringan,

cakupan jaringan.

Extension Point hanya berfungsi layaknya repeater untuk client ditempat yang lebih jauh.

Gambar 1.5 Penggunaan Extention Point 1.2.3

Dirrectional Antenna Yaitu antena yang meiliki pola pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu. Antena ini

idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung untuk daerah yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong-lorong yang panjang .

Gambar 1.6 Penggunaan Antenna Directional 1.2.4

LAN Adapter User mengakses

wireless LAN

melewati wireless LAN

Adapter, yang

diimplementasikan sebagai card PC pada notebook (PCMIA Card) atau sebagai card pada PC. Wireless LAN Adapter berfungsi sebagai inteface antara sistem operasi jaringan client dengan format interface udara yang digunakan. Hardware wireless LAN yang ada dipasaran saat ini berupa :

1. 2. 3. 4. 5.

PCI USB PCMIA Compact Flash Embeded di Notebook, PDA atau HP

Gambar 1.7 Wireless LAN Card dalam bentuk USB 1.3 Standart/Spesifikasi WLAN WiFi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Saat ini ada empat variasi dai 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, dan 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama WiFi. Tabel 1.1 Spesifikasi Wireless LAN Spesifikasi 802.11b 802.11a 802.11g 802.11n

Kecepatan 11Mb/s 54Mb/s 54Mb/s 100Mb/s

Frekuensi Band 2.5 GHz 5 GHz 2.5 GHz 2.5 GHz

Cocok Dengan b a b,g b,g,n

Versi WiFi yang paling luas sekarang ini (berdasarkan IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz (2,4 GHz). Dengan begitu, frekuensi operasi meliputi 11 channel, berpusat di frekuensi berikut :         

Channel 1-2,412 MHz; Channel 2-2,417 MHz; Channel 3-2,422 MHz; Channel 4-2,427 MHz; Channel 5-2,432 MHz; Channel 6-2,437 MHz; Channel 7-2,442 MHz; Channel 8-2,447 MHz; Channel 9-2,452 MHz;

  1.3.1

Channel 10-2,457 MHz; Channel 11-2,462 MHz;

IEEE 802.11 Standar 802.11 adalah standar pertama yang menerangkan tentang pengoperasian

Wireless LAN. Standar ini berisis semua teknologi transmisi yang tersedia termasuk di dalamnya Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) dan Infrared. IEEE 802.11 adalah satu dari dua standar yang menerangkan tentang pengoperasian dari Frequency Hopping pada sistem Wireless LAN. Standar 802.11 juga menerangkan penggunaan dari sistem FHSS pada 1 dan 2 Mbps. 802.11 Compliant Product beroperasi pada 2,4GHz ISM Band antara 2.400 MHz dan 2.483,50 MHz 1.3.2

IEEE 802.11b Digunakan mulai akhir tahun 1999 dengan menggunakan frekuensi 2,4GHz.

Maksimum bandwidth yang bisa dicapai adalah 11 Mbps (Megabit per Second). Pada koneksi ini,

modulasi yang digunakan adalah DSSS. Kanal

yang tidak overlapping

berjumlah 3, yaitu kanal 1, kanal 6, dan kanal 11. Protokol ini kompatibel dengan tipe 802.11g jika tipe 802.11g beroperasi pada mode mixed. 1.3.3

IEEE 802.11a Digunakan mulai akhir 2001 dengan menggunakan frekuensi

bandwidth yang bisa dicapai

adalah

54Mbps. Sementara

5GHz. Maksimum

modulasi

sinyal yang

digunakan adalah OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Kanal yang tidak overlapping berjumlah 12 (bisa lebih) dan tipe ini tidak kompatibel dengan 802.11b maupun 802.11g 1.3.4

IEEE 802.11g Digunakan mulai pertengahan

2003 dengan

menggunakan

frekuensi 2,4GHz.

Maksimum bandwidth yang bisa dicapai sebesar 54Mbps. Modulasi yang digunakan adalah OFDM. Kanal yang tidak overlapping berjumlah tiga buah. Protokol ini kompatibel dengan tipe 802.11b. 1.4 Aplikasi Wireless LAN Secara umum, aplikasi Wireless LAN dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu indoor dan outdoor. Di area indoor Wireless LAN banyak digunakan diarea perkntoran (ruang rapat, ruang kerja), kampus (perpustakaan, ruang seminar, ruang kelas), hot spot (kafe, executive longue, ruang tunggu, kantin). Sedangkan outdoor Wireless LAN banyak

dipakai untuk menghubungkan antar gendung, jaringan di taman, perkotaan, tempat parkir, dan lain sebagainya

. Gambar 1.8 Aplikasi Outdoor Wireless LAN

BAB II WIMAX 2.1 Pengertian WiMAX Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) merupakan standar industri yang bertugas global

menjadi

menginterkoneksikan

berbagai

standar teknis

yang bersifat

satu kesatuan. WiMAX dan WiFi dibedakan berdasarkan standar teknik

yang bergabung didalamnya. WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untk standar WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan ETSI HiperMAN. Standar keluaran IEEE banyak digunakan Eropa dan

secara

luas

di

daerah

asalnya,

yaitu

sekitarnya. Untuk dapat membuat teknologi ini digunakan secara global, maka

diciptakan WiMAX. Standar global yang dipakai di dunia dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.1 standar-standar yang ada dengan spesifikasi yang mendukung komunikasi sampai tingkat MAN disatukan dengan standar WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau broadband wireless access (BWA). Pada masa mendatang, segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi BWA kemungkinan akan diberi sertifikasi WiMAX. Standar WiMAX dibentuk oleh gabungan-gabungan industri perangkat wireless dan chip-chip komputer diseluruh dunia. Perusahaan forum kerja

besar

ini bergabung dalam suatu

yang merumuskan standar interkoneksi antar teknologi BWA yang mereka

miliki pada produk-produknya. Berbeda dengan WiFi yang hanya mencakup jaringan local yang kecil, kurang dari 50 meter, teknologi untuk WiMax sangat cocok untuk jaringan geografis yang luas hingga ratusan kilometer. Gambar 3.2.1 menggambarkan erubahan ukuran

jaringan, teknologi

WiMAX mencakup : Wide Area Networks (WAN) dan

Metropolitan Area Networks (MAN). Teknologi Local Area Network (LAN) seperti WiFi telah sukses mengantarkan data untuk jarak kurang dari 50 meter

dan Personal

Networks (PAN) seperti teknologi Bluetooth untuk jarak sekitar kurang dari 10 meter. 2.2 Fixed WiMAX

Area

Gambar 2.2 Topologi Jaringan Fixed WiMAX Standar IEEE 802.16-2006 (yang meninjau kembali dan menggantikan versi IEEE 802.16a dan 802-16REVD) didesain untuk digunakan pada model akses tetap. Wireless tetap (fixed wireless) merujuk pada standar ini dikarenakan penggunaan pemasangan antenna pada site pelanggan. Antenna ini dipasang di atap atau tiang, mirip dengan bagian dari tv satelit. IEEE 802.16-2004 juga mengatur instalasi dalam ruangan. Instalasi dalam ruangan tidak seukuat instalasi luar ruangan Arsitektur WiMAX tetap terdiri dari base station (BS) dan subsrcriber station (SS). Jaringan WiMAX tetap memiliki dua topologi utama, yaitu point-to-multipoint (PMP) dan point to point (P2P). Topologi PMP menghubungkan user secara langsung , sedangkan P2P biasanya digunakan sebagai backhaul atau sebagai sambungan antara BS dengan single SS. Layer protocol pada fixed WiMAX dapat ditunjukan seperti pada gambar berikut :

Gambar 2.3 Layer Protokol IEEE 802.16-2004 Gambar diatas merupakan ilustrasi dari layer protocol pada fixed WiMAX. Layer protocol ini diklasifikasikan menjadi dual layer utama, yaitu : medium access control (MAC) layer dan physical (PHY) layer. 2.2.1

Fitur Fixed WiMAX

Fitur-fitur dari physical layer fixed WiMAX terdapat pada tabel berikut : Tabel 2.1 fitur fitur physical layer NO 1

2

3

FITUR Sistem signaling

256

FFT

KEUNTUNGAN Mendukung sistim

multipath

untuk

memungkinkan

OFDM

diaplikasikan pada area terbuka (outdoor) dengan kondisi

Frekuensi kanal yang fleksibel

LOS dan NLOS Menyediakan fleksibilitas yang memungkinkan komunikasi

(3.5 MHz, 5 MHz, 19 MHz)

beroperasi menggunakan kanal kanal frekuensi yang

Mendukung Smart antenna

berfariasi sesuai dengan kebutuhan Dengan menggunakan smart antenna yang lebih nyaman dapat digunakan seharihari, inteferensi dapat ditekan dan

4

Mendukung TDD dan FDD

gain dapat ditingkatkan Menangani masalah bervariasinya

5

duplexing Modulasi

diseluruh dunia Memungkinkan

leksibel

dengan

terjalinya

koneksi

regulasi

yang

reliable,

system error correction yang

memberikan transfer rate yang maksimal kepada setiap

berfariasi pada RF burst

subscriber yang terkoneksi dengannya

Fitur-fitur dari MAC layer fixed WiMAX terdapat pada tabel berikut : Tabel 2.2 Fitur-fitur MAC Layer NO

regulasi

FITUR

KEUNTUNGAN

1 2

Connection oriented Automatic retransmisi

Proses routing dan paket forwarding yang lebih reliable Meningkatkan performance end to end dengan

request (ARQ)

menyembunyikan error pada layer RF yang dibawa dari layer

3

Automatic power control

di atasnya Memungkinkan pembuatan topologi celluler dengan power

4 5

Security dan encryption Mendukung sistem modulasi

yang dapat terkontrol secara otomatis Melindungi privasi dari para subscriber Memungkinkan data rate yang lebih tinggi

6

adaptive Scalability

tinggi

Biaya penggunaan yang sangat efektif, karena mampu

7

hingga 100 subscriber Mendukung system quality of

menampung jumlah yang besar Dapat memberikan latency rendah pada aplikasi aplikasi

services (QoS)

delay sensitive, seperti VoIP dan streaming video

yang

2.3 Mobile WiMAX Mobile WiMAX merupakan solusi broadband wireless yang memungkinkan konvergensi jaringan mobile dan fixed broadband melalui teknologi akses radio broadband luas dan arsitektur jaringan yang fleksibel. Untuk mensuport

bandwith kanal yang

berkembang dari 1,25MHz ke 20 mMHz, IEEE 802.16e mengenalkan scalableOFDMA(SOFDMA). Profile WiMAX release-1 akan menjangkau bandwidth kalan sebesar 5MHz; 7MHz; 8.75MHz dan 10MHz untuk alokasi spektrum yang terdaftar pada frekuensi 2,3GHz; 2,5GHz; dan 3,5GHz.

Gambar 2.4 Profil Sistem Mobile WiMAX Ada 3 komponen utama dalam aristektur mobile WiMAX menurut WiMAX forum, yaitu user terminal, ASN dan CSN. Arsitektur detailnya sebagai berikut :

Gambar 2.5 Arsitektur Mobile WiMAX Mobile WiMAX Network Architecture yang ditetapkan oleh WiMAX Forum di atas terdiri dari User terminal, ASN, dan CSN terdiri dari layer-layer protocol seperti yang ditujukan pada gambar di bawah ini

Gambar 2.6 Arsitektur Protokol Mobile WiMAX Beberapa protokol yang terlibat sebagai berikut: 1. IPv6 dan IPv6CS Merupakan protokol yang dikembangkan dari IPv4, memiliki panjang alamat sebesar 128bit untuk menyampaikan paket ke alamat yang tepat. Sedangkan IPv6CS merupakan IPv6 yang digunakan untuk membentuk hubungan antara satu komponen jaringan dengan yang lain secara connection oriented. 2. MAC berfungsi untuk mengatur akses untuk radio channel melalui pembentukan suatu frame-frame.

3. PHY berfungsi untuk menghubungkan media fisik antara satu komponen jaringan dengan yang lain, transmisi bit-bit, serta pemrosesan sinyal 4. GRE (Generic Routing Encapsulation) Merupakan protokol yang digunakan untuk tunneling, digunakan untuk membawa paket IPv6 antara BS dan AR/ASN-GW. System mobile WiMAX menawarkan scalability pada teknologi akses radio dan arsitektur jaringan, sehingga dapat menyediakan fleksibelitas yang baik pada pilihan penerangan jaringan dan penawaaran layanan. Beberapa hal yang disupport oleh Mobile WiMAX antara lain: 

Kecepatan Data Tinggi Adanya teknik antenna MIMO bersama dengan skema sub-channelization, pengkodean dan modulasi dan advance memungkinkan teknologi mobile WiMAX untuk menyuport kecepatan data downlink puncak 63 Mbps per sector dan kecepatan



data uplink sampai mencapai 28 Mbps per sector di kanal 10 MHz. Quality of Service Dasar pikiran dari arsitektur MAC IEEE 802.16 adalah QoS yang mendefenisikan service flow yang dapat memetakan menjadi DiffServ code point atau MPLS flow



label yang memungkinkan IP end-to-end berbasis QoS. Scalability Spektrum frekuensi untuk wireless broadband di selurh dunia tetap berbeda-beda pada setiap lokasi. Oleh Karena itu, teknologi mobile wimax didesain untuk dapat bekerja pada kanal yang berbeda dari 1.25 MHz. sampai 20 MHz untuk memenuhi kebutuhan yang bervariasi sebagai usaha untuk mencapai harmonisasi spectrum di masa yang



akan dating. Keamanan Fitur-fitur yang disediakan untuk aspek-aspek keamanan mobile wimax adalah dengan autentikasi berbasis EAP, enkripsi dengan autentikasi berbasis AES-CCM dan skema



proteksi pesan control berbasis CMAC dan HMAC. Mobilitas Mobile wimax menyuport skema handover yang optimal dengan waktu kurang dari 50 ms untuk memastikan aplikasi real-time seperti VoIP tetap penurunan performa layanan.

2.3.1 Fitur-fitur Mobile WiMAX 2.3.1.1 Teknologi smart antenna Teknologi smart antenna melibatkan operasi vector atau matriks yang rumit pada sinyal dari multiple antenna. OFDMA memunkinkan operasi smart antenna untuk dapat bekerja pada

vector-flat sub-carrier. MIMO-OFDMA/OFDMA dipandang sebagi batu loncatan untuk system komunikasi broadband generasi mendatang. Mobile WiMAX mendukung semua teknologi smart antenna yang menigkatkan performa system. Teknologi smart antenna yang didukung meliputi:  Beamforming Dengan beamforming, system memungkinkan banyak antenna untuk mengirimkan sinyal untuk memperbaiki kapasitas dan jangkauan system dan mengurangi 

kemungkinan outage. Space-Time Code (STC) Diversitas pengiriman seperti kode alamout disuport untuk menyediakn diversitas



spasial dan mengurangi fade margin. Spatial Multiplexing (SM) SM disuport untuk memperoleh kecepatan puncak lebih tinggi dan throughput yang meningkat.

2.3.1.2 Fractional Frequency Reuse Mobile WiMAX mendukung frequency reuse minsalnya jika semua cell beroperasi pada frekuensi yang sama untuk memaksimalkan efiseinsi spectrum. Dengan mobile WiMAX, pengguna beroperasi pada sub-chanel yang hanya menduduki sebagian (fraction) kecil dari keseluruhan bandwidth kanal. Sub-chanel dan zona permutasi. Suatu segment merupakan subdivisi dari sub-canel OFDMA yang tersedia. Satu segment digunkan untuk menerapkan MAC tunggal. Zona DL dan UL yang menggunkan pemutasi yang sama. Pola sub-chanel reuse dapat dikonfigurasi sehingga pengguna yang dekat denga base station dapat beroperasi pada zona di mana semua sub-chanel tersedia. Pada gambar dibawah ini F1, F2 dan F3 merepresntasika set yang berbeda-beda dari sub-chanel pada kanal dengan frekuensi yang sama.

Gambar 2.7 Fractional frequency reuse 2.3.1.3 Multicast and Broadcast Service (MBS) Mbs yang didukung oleh mobile WiMAX menggabugkan fitur-fitur terbaik dari DVBH, Medai FLO dan 3GPP E-ULTRA serta memenuhi persyaratan berikut:

2.3.2



Kecepatan data tinggi dan jangkauan luas dengan menggunakan single frequency

   

Network (SFN) Alokasi spectrum radio yang fleksibel Konsumsi daya MS yang rendah Pendukung data-casting sebagai tambahan audio dan video stream Waktu switching kanal yang cepat

Kelebihan Mobile WiMAX Mobile wimax yang pada awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan aplikasi

mobile broadband memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknologi mobile broadband lainya. Yaitu antara lain: 1. Algoritma Mobile IP (MIP) Algoritma MIP pada jaringan core-nya meliputi element-element seperti home agent yang memungkinkan layanan handover saat pelanggan bergerak dari satu area jangkauan ke area jaungkauan lain. 2. Scalable Transmission Coding Dengan adanya beberapa pilihan untuk setiap preangkat, mobile WiMAX akan memaksimalkan performanya serta ketersediaan dan kualitas layanannya

3. Spectral efficiency Penggabungan skema pengkodean transmisi dengan beberapa pilihan kanal (mencapai 20 MHz) serta kemampuan untuk mengelompokkan sub-carrier memungkinkan para operator untuk menggunaan spektrum frekuensi yang tersedia dengan sebaik-baiknya. 4. Advanced overe-the-QoS Penawaran layanan multimedia yang menggabungkan suara, data dan video dalam satu air link ke beberapa pengguna menunjukkan bahwa QoS penting dalam pengoperasian jaringan yang sesuai. 5. Non line-of-sight (NLOS) dan Smart Antenna Mobile WiMAX memiliki teknologi NLOS karena memungkinkan adanya komunikasi yang mampu melewati dinding dan halangan fisik lain baik pada lingkungan perkotaan Maupun pedesaan.

BAB III ULTRA WIDE BAND (802.15) 3.1 Pengertian Ultra Wide Band (IEEE 802.15) Ultra Wide Band (UWB) Merupakan teknologi nirkabel untuk mengirimkan sejumlah besar data digital melalui spektrum frekuensi yang lebar dengan daya rendah untuk jarak dekat. UWB menepati bandwidth > 500 MHz. UWB tidak hanya dapat mengirim sejumlah data besar dengan daya rendah (
View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF