Snake Bite

September 5, 2022 | Author: Anonymous | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download Snake Bite...

Description

 

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Epidemiologi

Kasus gigitan ular di Amerika Serikat dilaporkan setiap tahun sekitar 45.000 kasus, 1-3

namun yang disebabkan oleh ular berbisa hanya 8000 kasus.  Selama 3 tahun terakhir, the Amerian Assoiation o! "oison #ontrol #enters melaporkan bah$a dari %000 kasus gigitan ular, &000 diantaranya merupakan gigitan ular berbisa. & Kematian diperkirakan ter'adi pada 5 sampai 15 kasus dan biasanya ter'adi pada anak-anak, orang yang lan'ut usia, dan pada kasus yang tidak atau terlambat mendapatkan anti bisa ular.&,3 "asien korban gigitan ular berbisa 15( sampai 40( akan meninggalkan ge'ala sisa. 4 )enurut atatan medik *S#), ke'adian kasus gigitan ular berbisa selama 5 tahun terakhir +18  &00& sebanyak 3/ pasien. "ada umumnya korban gigitan ular adalah lakilaki dengan usia antara 1/ sampai tahun, seringkali dalam kondisi mabuk, sedang melakukan akti!itas berkebun, atau sedang .1,&

menangkap bahkan bermain dengan ular   a  aktu ktu gigitan biasanya ter'adi ter' adi pada malam hari 3 5 dan gigitan lebih sering ter'adi pada ekstremitas.  )alik dkk,  pada tahun 1& melakukan  penelitian terhadap korban gigitan ular, mendapatkan tempat gigitan pada tungkai atau kaki +83,3( dan lengan atau tangan +1/,/(.5 erdapat erdapat 3000 spesies ula ular, r, &00 spesies diantaranya termasuk ular berbisa.1 2lar  berbisa sebagian besar berasal dari 3 !amili yaitu, ydrophidae +ular laut, lapidae +ontohnya obra dan iperidae +#rotalidae. 1 Kasus gigitan ular berbisa 5( disebabkan oleh gigitan ular dari !amili #rotalidae. 2lar 'enis #rotalidae disebut 'uga iperidae atau pit 6ipers karena kepala berbentuk triangular, pupil matanya elips, serta terdapat lubang antara hidung dan mata. +7ambar &. ubang tersebut pada 'enis pit 6iper ber!ungsi sebagai organ sensoris terhadap panas. 1,3 "it 6iper mudah dikenal dari taringnya yang ukup pan'ang, sekitar 3-4 m.3 9enis ular berbisa dari !amili lapidae misalnya oral snake mempunyai kepala keil dan bulat, dengan pupil  bulat dan taring lebih keil sekitar 1-3 mm.1,3 #oral snake mudah diidenti!ikasi karena $arnanya terang, misalnya belang hitam dan merah atau kuning. %

 

1.2 Patofisiologi :isa ular terdiri dari ampuran beberapa polipeptida, en;im dan protein. 1,% 9umlah

 bisa, e!ek letal dan komposisinya ber6ariasi tergantung dari spesies dan usia ular. ular. :isa ular  bersi!at stabil dan resisten terhadap perubahan temperatur.& Seara mikroskop elektron dapat terlihat bah$a bisa ular merupakan protein yang dapat menimbulkan kerusakan pada sel-sel endotel dinding pembuluh darah, sehingga menyebabkan kerusakan membran plasma. plas ma.& Komponen peptida bisa ular dapat berikatan dengan reseptor-reseptor yang ada pada tubuh korban.& :radikinin, serotonin dan histamin adalah sebagian hasil reaksi yang ter'adi akibat  bisa ular.%  n;im yang terdapat pada bisa ular misalnya arginine esterase menyebabkan  pelepasan bradikinin sehingga menimbulkan rasa nyeri, hipotensi, hipotensi, mual dan muntah serta seringkali menimbulkan keluarnya keringat yang banyak setelah ter'adi gigitan. n;im  protease akan menimbulkan berbagai 6ariasi nekrosis 'aringan. "hospholipase A menyebabkan ter'adi hidrolisis dari membran sel darah merah. yaluronidase dapat menyebabkan kerusakan dari 'aringan ikat. Amino aid esterase menyebabkan ter'adi K iperidae, ter'adi dalam $aktu / 'am sampai 1 minggu setelah gigitan. 11 alloo =7 dkk,1& pada tahun 1& melaporkan bah$a ge'ala klinis timbul mulai 15 menit sampai % 'am +dengan median 1 1&

 'am setelah gigitan.

 

1.4 Maifestasi kliis

 

7igitan oleh iperidae> #rotalidae seringkali menimbulkan ge'ala pada tempat gigitan  berupa nyeri dan bengkak yang yang dapat ter'adi dalam beberapa menit, bisa akan men'alar ke  proksimal, selan'utnya ter'adi edem dan ekimosis. "ada kasus berat dapat timbul bula dan  'aringan nekrotik, serta ge'ala sistemik berupa mual, muntah, kelemahan otot, gatal sekitar $a'ah dan ke'ang. "asien 'arang mengalami syok, edem generalisata atau aritmia 'antung, 1

13

tetapi perdarahan sering ter'adi.  :oyer  dkk,  melaporkan bah$a dari 38 korban gigitan ular iperidae, iperidae, & +/%( mengalami koagulopati, dengan &0 +53( terdapat beberapa kelainan komponen koagulopati +misalnya hipo!ibrinogenemia dan trombositopenia. 13  7igitan akibat lapidae biasanya tidak menimbulkan nyeri hebat. 1,3 @amun demikian tidak adanya ge'ala lokal atau minimal, tidak berarti ge'ala yang lebih serius tidak akan ter'adi. 7e'ala yang serius lebih 'arang ter'adi dan biasanya ge'ala berkembang dalam 1&  'am.3 :isa yang bersi!at neurotoksik, mempunyai dapat sangat epat dalam beberapa 'am, mulai dari perasaan mengantuk sampai kelumpuhan ner6us kranialis, kelemahan otot dan kematian karena gagal napas.1 "emeriksaan laboratorium biasanya menun'ukkan peningkatan 'umlah neutro!il, lim!openia, koagulopati dengan " dan " meman'ang, serta penurunan 'umlah !ibrinogen. ! ibrinogen. Kadar kreatinin kinase serum normal pada hari pertama dan kedua setelah pera$atan. )ioglobin plasma dan kadar kreatinin mempunyai korelasi yang kuat.1& "ada pemeriksaan urinalisis dapat ter'adi proteinuria +83(, serta hematuria mikroskopik +50,(. emoglobinuria dan mioglobinuria umumnya dapat dideteksi dan dapat ter'adi leukosituria +5%,4(.1& "enelitian *amahandram S dkk,14 pada tahun 15 mendapatkan kadar b dan leukosit normal pada semua pasien, 3( ter'adi trombositopenia + /5.000>B. Kadar ureum darah meningkat pada pasien dengan ge'ala gagal gin'al. @atrium, kalium, klorida, alsium, 14

serta glukosa darah masih dalam batas normal pada semua pasien.   asil 7 abnormal ditemukan pada %( dan berhubungan dengan ukuran ular, tetapi tidak berhubungan dengan dera'at beratnya penyakit di lokasi gigitan, adanya mani!estasi neurologis atau keadaan gagal gin'al.14 "erubahan 7 segera ter'adi setelah gigitan dan akan kembali normal dalam 1-& minggu.14 "ada pemeriksaan K7, umumnya ter'adi kelainan seperti sepert i bradikardia dan in6ersi septal gelombang . asil K7 yang abnormal termasuk tanda-tanda utama ge'ala gigitan ular berbisa, selain perdarahan, koagulopati dan paralisis.1&

1.! "iagosis

 

=iagnosis de!initi! gigitan ular berbisa ditegakkan berdasarkan identi!ikasi ular yang menggigit dan adanya mani!estasi klinis. 2lar yang menggigit sebaiknya diba$a dalam keadaan hidup atau mati, baik sebagian atau seluruh s eluruh tubuh ular. "erlu 'uga dibedakan apakah gigitan berasal dari ular yang tidak berbisa atau binatang lain, dari pemeriksaan !isik pada luka gigitan yang ditinggalkan. :ila tidak dapat mengidenti!ikasi ular yang menggigit, &

mani!etasi klinis men'adi hal yang utama dalam menegakkan diagnosis.   erapi erapi yang dilakukan terbagi men'adi tata laksana di tempat gigitan dan di rumah sakit. ata ata laksana di tempat gigitan termasuk mengurangi atau menegah penyebaran raun dengan ara menekan tempat gigitan dan imobilisasi ekstremitas. 15,1% Selain itu diusahakan transportasi yang epat untuk memba$a pasien ke rumah sakit terdekat, pasien tidak diberikan makan atau minum. Saat ini eksisi dan penghisapan bisa tidak dian'urkan bila dalam 45 menit pasien dapat sampai di rumah sakit. %  =i rumah sakit diagnosis harus ditegakkan dan segera pasien dipasang dua 'alur intra6ena untuk memasukkan airan in!us dan 'alur yang lain disiapkan untuk keadaan darurat. Segera dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti darah peri!er lengkap, ", A", A", !ibrinogen, elektrolit, urinalisis dan kadar ureum serta kreatinin darah. "asien diberikan suntikan toksoid tetanus dan dipertimbangkan pemberian serum anti bisa ular. "engukuran "engukuran  pada tempat gigitan perlu dinilai untuk mengetahui progresi6itasnya. progresi6itasnya. Kadang perlu dilakukan eksisi dan penghisapan bisa pada saat luka dibersihkan. Saat ini masih diperdebatkan tentang tindakan operasi +!asiotomy pada pasien gigitan ular berbisa. Casiotomy dilakukan bila ada edem yang makin luas dan ter'adi ompartment syndrome +keadaan iskemik berat pada tungkai yang mengalami re6askularisasi dan menimbulkan edem, disebabkan peningkatan  permeabilitas kapiler dan keadaan hiperemia. "ada semua kasus gigitan ular, perlu diberikan diberikan antibiotik spektrum luas dan kortikosteroid, meskipun pemberian kortikosteroid masih diperdebatkan.%  =i Amerika hanya terdapat 3 anti bisa yang diproduksi dan disetu'ui oleh C=A, yaitu anti6enim poly6alen rotalidae, anti6enon untuk oral snake +lapidae dan anti6enon untuk  blak $ido$ spider.1 Semua anti bisa ular adalah deri6at serum binatang, tersering berasal dari serum kuda, berupa imunoglobulin yang mengikat seara langsung dan menetralkan  protein dari bisa. "roduk he$an ini bila terpapar pada pasien dalam 'umlah besar besar dapat menyebabkan reaksi hipersensiti!itas tipe epat dan tipe -, ptosis +->-, o!talmoplegi +->-, idung

D @a!as uping +-, disharge +-, de6iasi septum +-, luka laserasi +E, na!as uping hidung +-.

elinga elinga )ulut

D =isharge +->+- D :ibir puat +-, bibir sianosis+-.

eher

D Simetris, pembesaran kel. im!e +-, trakea di tengah

=ada

D

H "aru-paru

D

& amp
View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF