Plat Atap

February 3, 2019 | Author: dantesosa | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

plat atap...

Description

Plat Atap

Untuk plat beton yang difungsikan sebagai atap, tebal minimum plat adalah 7 cm dengan tulangan (besi beton) 1 lapis, jarak antara tulangan beton adalah 2 x tebal plat atau 20 cm, diambil nilai yang terkecil, contoh tebal plat 7 cm maka jarak tulangan 2 x 7 cm  1! cm, maka yang dipakai berjarak 1! cm" #kan tetapi penerapan dilapangan biasanya menggunakan tulangan pokok diameter $mm jarak 10 cm, sedangkan tulangan pembagi diameter % mm berjarak 10 cm, apabilah dak tersebut cantile&er, maksimum 100 cm, bila lebih dari itu sebaiknya struktur dihitung, atau menggunakan besi beton untuk tulangan pokok berdiameter 10 mm dengan  jarak 10 cm, sdengkan tulangan pembagi dapat dipaki diameter %mm berjarak berjarak 10 cm" Plat Lantai

Untuk plat beton yang difungsikan sebagai lantai, tebal minimum adalah 12 cm, dengan tulang (besi beton) 2 lapis, yaitu menggunakan besi beton diameter 10 mm berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum, dan diameter 10 mm berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum" 'enyeragaman diameter besi beton agar memudahkan pengerjaan dilapangan"

Kolom, Balok, dan Dinding untuk Bangunan Berlantai 2 Atau Lebih #" *+

" 'endahuluan olom adalah batang tekan &ertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok" olom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (-udarmoko, 1..%)" - -/ 11..103 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan &ertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil" 4ungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi" 5ila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri" olom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barangbarang), serta beban hembusan angin" olom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh" 5eban sebuah bangunan dimulai dari atap" 5eban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom" -eluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di ba6ahnya" esimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan" /amun, kondisi tanah pun harus benarbenar sudah mampu menerima beban dari pondasi" olom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh" -truktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton" eduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan" 5esi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan" sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan" " enisjenis olom +enurut 8ang (1.$%) dan 4erguson (1.$%) jenisjenis kolom ada tiga9 1" olom ikat (tie column) 2" olom spiral (spiral column) 3" olom komposit (composite column) :alam buku struktur beton bertulang (stima6an dipohusodo, 1..!) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu 9 1" olom menggunakan pengikat sengkang lateral" olom ini merupakan kolom brton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral" ulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya" 2" olom menggunakan pengikat spiral" 5entuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom" 4ungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan ter6ujud" 3" -truktur kolom komposit merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang" Untuk kolom pada bangunan sederhan bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis" ; olom Utama

10 cm maksudnya begel diameter $ dengan jarak 10 cm)" ; olom 'raktis #dalah kolom yang berpungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3, meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudutsudut)" :imensi kolom praktis 1=1 dengan tulangan beton ! d 10 begel d $20" *etak kolom dalam konstruksi" olom portal harus dibuat terus menerus dari lantai ba6ah sampai lantai atas, artinya letak kolomkolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya" adi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiaptiap lapis lantai" Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas  juga makin kecil" 'erubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada suatu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama" 'rinsip penerusan gaya pada kolom pondasi adalah balok portal merangkai kolomkolom menjadi satu kesatuan" 5alok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolomkolom pendukung" ?ubungan balok dan kolom adalah jepitjepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan momen, gaya &ertikal dan gaya horisontal" Untuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh ditambah tebalnya" " :asar dasar 'erhitungan +enurut -/032$!72002 ada empat ketentuen terkait perhitungan kolom9 1" olom harus direncanakan untuk memikul beban aksial terfaktor yang bekerja pada semua lantai atau atap dan momen maksimum yang berasal dari beban terfaktor pada satu bentang terdekat dari lantai atau atap yang ditinjau" ombinasi pembebanan yang menghasilkan rasio maksimum dari momen terhadap beban aksial juga harus diperhitungkan" 2" 'ada konstruksi rangka atau struktur menerus pengaruh dari adanya beban tak seimbang pada lantai atau atap terhadap kolom luar atau dalam harus diperhitungkan" :emilkian pula pengaruh dari beban eksentris karena sebab lainnya juga harus diperhitungkan" 3" :alam menghitung momen akibat beban gra&itasi yang bekerja pada kolom, ujungujung terjauh kolom dapat dianggap jepit, selama ujungujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya" !" +omenmomen yang bekerja pada setiap le&el lantai atau atap harus didistribusikan pada kolom di atas dan di ba6ah lantai tersebut berdasarkan kekakuan relati&e kolom dengan juga memperhatikan kondisi kekekangan pada ujung kolom" #dapun dasardasar perhitungannya sebagai berikut9 1" uat perlu 2" uat rancang @" 'ekerjaan olom 'rosesnya adalah sebagai berikut 9 1" 'ekerjaan lantai kerja dan beton decking" *antai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai gambar dan spesifikasi" :igunakan beton decking untuk menjaga posisi tulangan dan memberikan selimut beton yang cukup" 2" 'ekerjaan pembesian" 4abrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah lantai k erja siap maka besi tulangan yang telah

terfabrikasi siap dipasang dan dirangkai di lokasi" 'embesian pile cap dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti dengan pembesian sloof" 'anjang penjangkaran dipasang 30 x diameter tulangan utama" 3" 'ekerjaan bekisting" 5ekisting dibuat dari multiplex . mm yang diperkuat dengan kayu usuk !=% dan diberi skurskur penahan agar tidak mudah roboh" ika perlu maka dipasang tie rod untuk menjaga kestabilan posisi bekisting saat pengecoran" !" 'ekerjaan kontrol kualitas" -ebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas dua tahap yaitu 9 1" -ebelum pengecoran" -ebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap 9 ; 'osisi dan kondisi bekisting" ; 'osisi dan penempatan pembesian" ; arak antar tulangan" ; 'anjang penjangkaran" ; etebalan beton decking" ; Ukuran baja tulangan yang digunakan" ; 'osisi penempatan 6ater stop 2" 'ada saat pengecoran" 'ada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck diambil sampelnya" -ampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi" 'ekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersamasama dengan konsultan penga6as untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas" " 'ekerjaan pengecoran" 'engecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan Aoncrete 'ump ruck" 'engecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan 5onding #gent" %" 'ekerjaan curing Auring dilakukan sehari ( 2! jam ) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga=dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah" adi, untuk kolom pada bangunan berlantai 2 atau lebih, di butuhkan kolom yang kuat dan kokoh sebagai dasar penopang beban yang besar dari atas, kolom yang baik untuk bangunan ini adalah dengan ukuran 30=!0 atau !0=!0 ke atas" Ukuran kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan pada beban bangunan" 5" 5#* 5alok untuk bangunan berlantai 2 #gar dalam penggambaran konstruksi beton bertulang untuk balok sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan perlu memperhatikan ketentuanketentuan yang terkandung dalam konstruksi beton bertulang" +enggambar penulangan balok agak sedikit berbeda dengan menggambar penulangan pelat atap=lantai, karena dalam menggambar penulangan balok, tulangannya harus dibuka satu persatu ( harus digambarkan bukaan tulangan) agar kelihatan jelas susunan tulangantulangan yang digunakan dan bentuknya" ulangan yang dipilih luasnya harus desuai dengan luas tulangan yang dibutuhkan serta memenuhi persyaratan konstruksi beton bertulang" ; -etiap sudut balok harus ada 1 (satu) batang tulangan sepanjang balok ; :iameter tulangan pokok minimal B 12 mm ; arak pusat ke pusat (sumbu ke sumbu) tulangan pokok maksimal 1 cm dan jarak bersih 3 cm pada bagian bagian yang memikul momen maksimal" ; ?indarkan pemasangan tulangan dalam 2 (dua) lapis untuk tulangan pokok" ; ika jarak tulangan atas dan tulangan ba6ah (tulangan pokok) dibagian samping lebih dari 30 cm, harus dipasang tulangan ekstra (montage) ; ulangan ekstra (montage) untuk balok tinggi (untuk balok yang tingginya .0 cm atau lebih luasnya minimal 10 C luas tulangan pokok tarik yang terbesar dengan diameter minimal $ mm untuk baja lunak dan % mm untuk baja keras

-elimut beton (beton deking) pada balok minimal untuk kontruksi ; :i dalam 9 2"0 cm ; :i luar 9 2" cm ; idak kelihatan 9 3"0 cm #pabila tegangan geser beton yang bekerja lebih kecil dari tegangan geser beton yang diijinkan, jarak sengkang = beugel dapat diatur menurut peraturan beton dengan jarak masimal selebar balok dalam segala hal tidak boleh lebih dari 30 cm" ika tegangan geser beton yang bekerja lebih besar dari tegangan geser beton yang diijinkan, maka untuk memikul = menahan tegangan yang bekerja tersebut ada 2 (dua) cara9 ; egangan geser yang bekerja tersebut seluruhnya (100 C) dapat ditahan=dipikul oleh sengkangsengkang atau oleh tulangan serong = miring sesuai dengan perhitungan yang berlaku" ; #pabila tegangan geser yang bekerja tersebut ditahan = dipikul oleh kombinasi dari sengkangsengkang dan tulangan serong = miring (sengkangsengkang dipasang bersamasama dengan tulangan serong = miring atau dengan kata lain sengkang bekerjasama dengan tulangan serong), maka 0 C dari tegangan yang bekerja tersebut harus dipikul = ditahan oleh sengkangsengkang dan sisinya ditahan = dipikul oleh tulangan serong=miring" ulangan tumpuan harus dipasang simetris (tulangan tumpuan ba6ah harus dipasang minimal sama dengan tulangan tumpuan atas)" olom untuk bangunan lantai 2
View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF