panduan pemulasaraan jenazah

June 17, 2019 | Author: aldi | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

panduan pemulasaraan jenazah...

Description

DETASEMEN KESEHATAN KESEHATAN WILAYAH WILAYAH MALANG RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA

PANDUAN PEMULASARAAN JENAZAH

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tersusunnya Panduan Pemulasaraan Jenazah ini. Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada senantiasa meningkatkan penyelenggaraan peningkatan sarana dan prasarana yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Panduan pemulasaraan jenazah ini, merupakan bagian dari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi terutama pada pasien yang menderita penyakit menular maupun yang tidak menular. Tersusunnya panduan ini merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan kepada petugas, keluarga pasien maupun lingkungan rumah sakit. Panduan ini masih akan selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jember, Tim Penyusun

i

DAFTAR ISI

Surat keterangan Karumkit Tk. III Baladhika Husada nomor SK/151/I/2015tanggal 7 januari 2015 tentang Panduan Pemulasaraan Jenazah

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................i DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................................... 1 A.

Definisi..................................................................................................................................... 1

B.

Tujuan...................................................................................................................................... 1

BAB II RUANG LINGKUP ...................................................................................................................... 2 A.

Jenis Pelayanan Pemulasaraan Jenazah.................................................................................. 2

B.

Ciri Khusus Pelayanan Jenazah................................................................................................ 2

C.

Jenis Pelayanan Terkait Kamar Jenazah .................................................................................. 2

D.

Tujuan Pelayanan .................................................................................................................... 3

E.

Batasan Operasional ............................................................................................................... 3

F.

Kualifikasi Sumber Daya Manusia ........................................................................................... 4

G.

Standar Fasilitas ...................................................................................................................... 4

BAB III TATA LAKSANA ........................................................................................................................ 5 A.

Prinsip Pelayanan Pemulasaraan Jenazah .............................................................................. 5

B.

Prinsip Pelayanan Pemulasaraan Jenazah dengan Kasus Menular ........................................ 5

C.

Panduan Perawatan Jenazah .................................................................................................. 5

D.

Alur Pemulasaraan Jenazah .................................................................................................... 7

E.

Logistik .................................................................................................................................... 7

F.

Keselamatan Kerja................................................................................................................... 8

G.

Keselamatan Pasien/Jenazah .................................................................................................. 8

BAB IV DOKUMENTASI ........................................................................................................................ 9 BAB V PENUTUP ................................................................................................................................ 10

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Definisi Antropologi

:

Pemeriksaan tulang dewasa

Forensik

:

Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang hulum pembuktian kelainan tak wajar pada kematian dan kekerasan tindak pidana

Formalin

:

Zat untuk mengawetkan jenazah

Googles

:

Kacamata pelindung

Infeksius

:

Keadaan dimana masuknya kuman pathogen dalam tubuh jenazah orang mati

Juggernaut syndrome

:

Kepanikan akan bahaya musibah besar

Odontologi

:

Ilmu yang mempelajari gigi seseorang hidup atau telah meninggal

Odontogram

:

Format pencatatan kondisi gigi korban

Patologi anatomic

:

Ilmu yang mempelajari patogenese kelainan tubuh

Pemulasaran

:

Kamar jenazah

Tolsikologi

:

Ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan keracunan

:

Surat laporan tertulis dari dokter yang telah disumpah tentang apa yang dilihat dan ditemukan pada barang bukti yang diperiksaknya, serta memuat pula kesimpulan dari pemeriksaan tersebut guna kepentingan peradilan

Visum luar

:

Teknik visum dengan hanya melakukan pemerikasaan luar tanpa melakukan pembedahan pada orang hidup

Visum dalam

:

Teknik visum dengan melalakukan pemeriksaan dalam melalui pembedahaan pada mayat

Visum repertum

B.

et

Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada korban mati sehari-hari dan pasca bencana di Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada 2.

Tujuan Khusus Tersedia standar kamar jenazah di Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada yang dapat dipakai sebagaian acuan oleh rumah sakit dalam memberikan mutu pelayanan yang baik bagi korban mati dan keluarganya

1

BAB II RUANG LINGKUP

A. Jenis Pelayanan Pemulasaraan Jenazah Jenazah secara etis diperlukan penghormatan sebagaimana manuasia,karena ia adalah manuasia.Martabat kemanusiaan ini secara khusus adalah perawatan kebersihan sebagaimana kepercayaan / adatnya,perlakuan sopan dan tidak merusak badan wadagnya tanpa indikasi atau kepentingan kemanusiaan,termasuk penghormatan atas kerahasiaannya. Oleh karenanya kamar  jenazah harus bersih dan bebas dari kontaminasi khususnya hal yang membahayakan petugas atau penyulit analisa kemurnian identifikasi (termasuk kontaminasi DNA dalam kasus forensic mati). Demikian pula aman bagi petugas yang bekerja, termasuk terhadap resiko penularan  jenazah terinfeksi karena penyakit mematikan B.

Ciri Khusus Pelayanan Jenazah Situasi khusus peristiwa kematian seseorang dan sikap sosial budaya keluarga orang tsb. menghadapi kematian akan mewarnai sarana dan prasarana pelayanan. Rasa duka mendalam sering melibatkan suasana kekagetan, kesedihan atau haru luar biasa yang dapat menjurus pada keputus asaan keluarga / kenalan, kesibukkan atau bahkan kebingungan untuk jenazah segera dikubur (bagi orang islam disunnahkan sebelum 24 jam), kemendadakan mengkonfirmasi keputusan dari pelbagai famili dan handai taulan, rasa ingin tahu masyarakat pada kasus kematian khusus, atau bahkan mereka yang mencari keluarga / kenalannya yang hilang. Hal-hal tersebut memunculkan suasana yang seringkali emosional, dengan ekses kemarahan yang dapat membahayakan keselamatan dokter dan atau petugas kamar jenazah terkait, termasuk perusakan sarana dan prasarananya. Dikaitkan dengan kasus forensic yang memerlukan pengamanan  jenazah sebagai barang bukti, hal-hal yang berkaitan dengan chain of custody memerlukan sarana dan prasarana khusus. Dengan perkembangan dunia yang anomik (kematian akibat risk society, buah dari “juggernaut syndrome” sebagaimana ditunjukkan oleh terror bom) yang semakin banyak menyebabkan kematian tidak wajar (pembunuhan, kecelakaan, bunuh diri) siapapun, kamar  jenazah seharusnya menjadi “outlet” yang dikelola integratif dengan sekaligus dipimpin oleh pelayanan penuh 24 jam dalam sehari. Demikian pula dalam pembahasan tentang ruang, secara implisit tercakup pula sarana dan prasarana kenyamanan seperti AC, ventilasi ruangan yang baik, air yang mengalir lancar, cahaya terang atau lampu terang di malam hari, dengan ruang publik dilengkapi oleh toilet umum dan sarana telepon umum.

C.

Jenis Pelayanan Terkait Kamar Jenazah Pelayanan jasa (services) yang terkait dengan kamar jenazah dapat dikelompokkan kedalam lima kategori yaitu : 1.

Pelayanan jenazah purna-pasien atau “mayat dalam” Cakupan pelayanan ini adalah berasal dari bagian akhir pelayanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit, setelah pasien dinyatakan meninggal, sebelum jenazahnya diserahkan ke pihak keluarga atau pihak berkepentingan lainnya. 2. Pelayanan sosial kemanusiaan lainnya : seperti pencarian orang hilang, rumah duka / penitipan jenazah. 3. Pelayanan bencana atau peristiwa dengan korban mati massal. 4. Pelayanan untuk kepentingan keilmuan atau pendidikan / penelitian. 2

D. Tujuan Pelayanan Apabila kamar jenazah menerima korban yang meninggal karena penyakit menular misalnya HIV / AIDS, maka dalam perawatan jenazah perlu diterapkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Jangan sampai petugas yang merawat dan orang-orang sekitarnya menjadi tertular. 2. Segala sesuatu yang keluar dari tubuh jenazah (kencing, darah, kotoran, dll) bisa mengandung kuman sehingga menjadi sumber penularan. 3. Penerapan universal precaution : a. Menggunakan tutup kepala b. Menggunakan kacamata goggles c. Menggunakan masker d. Sarung tangan e. Skot / celemek f. Sepatu laras panjang (boot) 4. Alat yang dipakai merawat jenazah diperlukan khusus dengan cara dekontaminasi (direndam) dengan klorin 0,5% selama 10 menit. Pada kasus kematian tidak wajar dengan korban yang diduga mengidap penyakit menular (misal HIV / AIDS) maka pelaksanaan otopsi tetap mengacu pada prinsip-prinsip universal precaution. Tetapi apabila dapat dikoordinasikan dengan penyidik untuk tidak dilakukan otopsi, cukup pemeriksaan luar.

E.

Batasan Operasional 1. Sasaran pelayanan kamar jenazah adalah pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan baik pasien dinas, BPJS maupun pasien umum yang meninggal di Rumah Sakit Tk. IIIBaladhika Husada dan menggunakan jasa Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada. 2. Pelaksanaan Kegiatan Kamar jenazah meliputi kegiatan rutin yang meliputi : a. Mencatat data pasien sehari-hari yang meninggal b. Mendoakan pasien yang telah meninggal c. Pembelian kain kafan d. Menyediakan cairan formalin e. Pemulasaraan jenazah yang meliputi : 1) Memandikan 2) Mewudhukan 3) Mengkafani 4) Mensholatkan (apabila diminta oleh keluarga) 5) Dimasukkan kedalam peti (apabila diminta oleh keluarga) 6) Diserahterimakan kepada keluarga 7) Diangkut oleh ambulance kereta jenazah sampai tujuan

3

F.

Kualifikasi Sumber Daya Manusia 1. Kualifikasi Sumber Daya Manusia adalah sebagai berikut : Tabel Personil Kamar Jenazah Berdasarkan Status Kepegawaian No. 1

Status Kepegawaian PNS

Jumlah 3 orang

Tabel Personil Kamar Jenazah Berdasarkan Tingkat Pendidikan No. 1

Tingkat Pendidikan SMA

Jumlah 3 orang

2. Distribusi Ketenagaan a. Tenaga Administrasi b. Tenaga Pemulasaraan Jenazah c. Supir Kereta Jenazah d. Pekarya 3. Pengaturan Jaga Jaga dilakukan secara on call di rumah diluar jam dinas karena keterbatasan atau minimnya tenaga. G.

Standar Fasilitas

1.

Denah Ruang a. Ruang petugas kamar jenazah b. Ruang pemandian jenazah c. Ruang kamar mandi (WC) d. Garasi ambulance jenazah

2.

Standar Fasilitas a. Lemari kayu b. Kursi lipat c. Bangku panjang d. Meja jenazah e. Meja tulis f. Telepon g. Jam dinding

4

BAB III TATA LAKSANA

A. Prinsip Pelayanan Pemulasaraan Jenazah Pasien yang datang ke rumah sakit pada prinsipnya dibagi dua yaitu: 1. Pasien yang tidak mengalami kekerasan (apabila meninggal dunia, langsung diberi surat kematian. Kemudian dicatatat dalam buku register) 2. Pasien yang mengalami kekerasan (misalnya karena percobaan bunuh diri, kecelakaan dan pembunuhan, pasien over dosis narkoba disamping dokter menolong pasien, dokter melapor polisi atau menyuruh keluarga pasien untuk melapor polisi. Apabila pasien meninggal dokter tidak member surat kematian tetapi korban dikirim ke kamar jenazah dengan disertai surat pengantar yang ditandatangani oleh dokter yang bersangkutan) B.

Prinsip Pelayanan Pemulasaraan Jenazah dengan Kasus Menular Apabila kamar jenazah menerima korban yang meninggal karena penyakit menular misalnya HIV/AIDS, maka dalam perawatan jenazah perlu diterapkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Jangan sampai petugas yang merawat dan orang- orang sekitarnya menjadi tertular 2. Segala sesuatu yang keluar dari tubuh jenazah (kencing, darah, kotoran dll) bias mengandung kuman sehingga menjadi sumber penularan 3. Perawatan jenazah dengan penyakit menular Perawatan jenazah penderita penyakit menular dilaksanakan dengan selalu menerapkan kewaspadaan universal tanpa mengakibatkan tradisi budaya dan agama yang dianut keluarganya. Setiap petugas kesehatan terutama perawat harus dapat menasehati keluarga  jenazah dan mengambil tindakan yang sesuai agar penanganan jenazah tidak menambah risiko penularan penyakit seperti halnya hepatitis-B, AIDS, kolera dsb. Tradisi yang berkaitan dengan perlakuan terhadap jenazah tersebut dapat diizinkan dengan memperhatikan hal yang telah disebut di atas, seperti misalnya mencium jenazah sebagai bagian dari upacara penguburan. Perlu di ingat bahwa virus HIV hanya dapat hidup dan berkembang dalam tubuh manusia hidup, maka beberapa waktu setelah penderita infeksi-HIV meninggal,virus pun akan mati. C.

Panduan Perawatan Jenazah Beberapa pedoman perawatan jenazah adalah seperti berikut: 1. Tindakan di Luar Kamar Jenazah . a. Mencuci tangan sebelum memakai sarung tangan. b. Memakai pelindung wajah dan jubah. c. Luruskan tubuh jenazah dan letakkan dalam posisi terlentang dengan tangan di sisi atau terlipat di dada. d. Tutup kelopak mata dan/atau di tutup dengan kapas atau kasa; begitu pula mulut, hidung dan telinga. e. Beri alas kepala dengan kain handuk untuk menampung bila ada rembesan darah atau cairan tubuh lainnya. f. Tutup anus dengan kasa dan plester kedap air. g. Lepaskan semua alat kesehatan dan letakkan alat bekas tersebut dalam wadah yang aman sesuai dengan kaidah kewaspadaan universal. h. Tutup setiap luka yang ada dengan plester kedap air. i. Bersihkan tubuh jenazah dan tutup dengan kain bersih untuk disaksikan oleh keluarga.  j. Pasang label identitias pada kaki. 5

2.

k. Bertahu petugas kamar jenazah bahwa jenazah adalah penderita penyakit menular. l. Cuci tangan setelah melepas sarung tangan. Tindakan di Kamar Jenazah. a. Lakukan prosedur baku kewaspadaan universal yaitu cuci tangan sebelum memakai sarung tangan. b. Petugas memakai alat pelindung: 1) Sarung tangan karet yang panjang (sampai ke siku). 2) Sebaiknya memakai sepatu bot sampai lutut. 3) Pelindung wajah (masker dan kaca mata). 4) Jubah atau celemek, sebaiknya yang kedap air. c. Jenazah dimandikan oleh petugas kamar jenazah yang telah memahami cara membersihkan/memandikan jenazah penderita penyakit menular. d. Bungkus jenazah dengan kain kaifan atau kain pembungkus lain sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut. e. Cuci tangan dengan sabun sebelum memakai sarung tangan dan sesudah melepas sarung tangan. f. Jenazah yang telah dibungkus tidak boleh dibuka lagi. g. Jenazah tidak boleh di balsem atau di suntik untuk pengawetan kecuali oleh petugas khusus yang telah mahir dalam hal tersebut. h. Jenazah tidak boleh diotopsi. Dalam hal tertentu otopsi dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pimpinan rumah sakit dan dilaksanakan oleh petugas yang telah mahir dalam hal tersebut. i. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah: 1) Segera mencuci kulit dan permukaan lain dengan air mengalir bila terkena darah atau cairan tubuh lain. 2) Dilarang memanipulasi alat suntik atau menyarungkan jarum suntik ke tutupnya. Buang semua alat/benda tajam dalam wadah yang tahan tusukan. 3) Semua permukaan yang terkena percikan atau tumpahan darah dan/atau cairan tubuh lain segera dibersihkan dengan larutan klorin 0,5%. 4) Semua peralatan yang akan digunakan kembali harus diproses dengan urutan: dekontaminasi, pembersihan, disinfeksi atau sterilisasi. 5) Sampah dan bahan terkontaminasi lainnya ditempatkan dalam kantong plastik. 6) Pembuangan sampah dan bahan yang tercemar sesuai cara pengelolaan sampah medis.

6

D. Alur Pemulasaraan Jenazah

PASIEN MENINGGAL

DI OBSERVASI SELAMA 2 JAM DI RUANG PERAWATAN

KAMAR JENAZAH

ADMINISTRASI KAMAR JENAZAH

JENAZAH DIMANDIKAN, DIKAFANI, DAN

MOBIL JENAZAH

DISHOLATKAN OLEH PETUGAS KAMAR JENAZAH

PULANG KERUMAH DUKA

E.

Logistik Logistik atau peralatan yang harus disediakan untuk mendukung kegiatan /aktivitas pada kamar jenazah adalah: 1. Blangkar jenazah 2. Blangkar roda dan blangkar angkat 3. Seperangkat paket kafan 4. Plastik bening 5. Gunting 6. Handuk 7. Waslap 8. Celemek 9. Kain penutup jenazah/aurat 7

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

Kasa Plester Sarung tangan sampai pergelangan Sarung tangan sampai sikut Masker Tutup kepala Sepatu Bot Kaca mata goggle Kantong mayat

F.

Keselamatan Kerja Personil / petugas kamar jenazah harus lebih hati-hati dalam menangani jenazah, baik  jenazah yang mengidap penyakit menular ataupun tidak. Karena bisa saja dikatakan tidak mengidap penyakit menular, ternyata belum terdeteksi / belum terdiagnosa bahwa pasien /  jenazah tersebut mengidap penyakit menular. Apalagi penyakit mematikan seperti HIV-AIDS. Untuk itu perlu dukungan dan perhatian penuh dari komando atas / pimpinan untuk memenuhi berbagai kebutuhan / pasilitas di unit kamar jenazah untuk menjaga keselamatan petugas dari penyakit menular tersebut / mematikan, dengan cara menggunakan perlengkapan APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap, sekaligus untuk menunjang kelancaran tugas di bagian kamar jenazah seperti : petugas perlu diantar jemput mobil dinas apabila dibutuhkan dinas pada luar jam dinas, apalagi pada malam hari,untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

G. Keselamatan Pasien/Jenazah Untuk meningkatkan kualitas keselamatan pasien (jenazah) baik dalam pemulasaraan maupun tidak, perlu diperhatikan sebagai berikut: 1. Ketika jenazah diangkat dari blangkar ketempat pemandian 2. Ketika jenazah pakaiannya dibuka untuk dimandikan 3. Ketika jenazah disiram air 4. Ketika jenazah digosok dengan sabun 5. Ketika jenazah dipijit-pijit perutnya supaya keluar kotoran/najis 6. Ketika jenazah dilap dengan handuk 7. Ketika jenazah diangakat untuk dikafani 8. Ketika jenazah dikafani 9. Ketika jenazah diikat dengan tali kain kafan 10. Ketika jenazah diangkat ke blangkar dan dimasukan ke dalam kereta jenazah (itu semuanya diajarkan dalam agama islam) 11. Petugas wajib menjaga kekurangan / kerahasiaan atau aib jenazah 12. Petugas wajib memberitahukan kepada keluarga, apabila jenazah hendak dipulasara masih mengenakan barang-barang yg berharga.

8

BAB IV DOKUMENTASI

1. 2. 3. 4.

SPO perawatan jenazah di ruang perawatan SPO perawatan jenazah dengan penyakit menular SPO pembersihan kamar jenazah SPO pembersihan kamar jenazah setelah dipakai jenazah menular

9

BAB V PENUTUP

Demikian Buku Panduan Pemulasaraan Jenazah ini dibuat untuk memberikan pemahaman kepada petugas Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada dalam mengimplementasikan carapelayanan pemulasaraan jenazah yang tepat dan benar. Melalui Panduan Pemulasaraan Jenazah ini diharapkan adanya peningkatan kualitas dalam memberikan pelayanan pemulasaraan jenazah baik dengan kasus infeksius maupun non infeksius, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada.

Karumkit Tk. III Baladhika Husada,

dr. A. Rusli Budi Ansyah, Sp. B., MARS Letnan Kolonel Ckm NRP 1920047940367

10

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF