MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG KEL 2 (Autosaved).docx
October 12, 2017 | Author: mufida | Category: N/A
Short Description
Download MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG KEL 2 (Autosaved).docx...
Description
BAB I PENDAHULUAN 1.1
Latar Belakang Pembelajaran non-kooperatif adalah metode pembelajaran yang bersifat
tradisional di kelas yang didominasi oleh metode ceramah dan ekspositorik, sehingga proses belajar lebih banyak didominasi oleh guru (teacher centred), serta hampir tidak pernah menggunakan metode pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran non kooperatif yaitu model pembelajaran langsung. Model Pembelajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah, tetapi metode ceramah merupakan bagian dari model pembelajaran langsung. Metode ceramah merupakan cara penyampaian keterangan atau informasi secara lisan dari guru kepada siswa. Model pembelajaran langsung sangat diperlukan dalam membelajarkan materi mata pelajaran matematika terutama yang terkait dengan membelajarkan operasi (aturan pengerjaan hitung, aljabar, matematika, dll.). Operasi sering disebut dengan skill (keterampilan) yaitu keterampilan dalam matematika berupa kemampuan pengerjaan (operasi) dan melakukan suatu prosedur atau aturan yang harus dikuasai oleh siswa dengan kecepatan dan ketepatan yang tinggi untuk memperoleh suatu hasil tertentu. Beberapa keterampilan ditentukan oleh seperangkat aturan atau instruksi atau prosedur yang berurutan, yang disebut algoritma. Model pembelajaran langsung dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran berpusat
pada guru atau guru mendominasi kegiatan pembelajaran dan
komunikasi terjadi satu arah, akan tetapi tetap harus menjamin keterlibatan siswa.
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1
1. 2. 3. 4. 1.3
Apakah yang dimaksud dengan Model Pembelajaran? Apa landasan teori pada Model Pembelajaran Langsung? Bagaimanakah sintaks Model Pembelajaran Langsung? Apa sajakah kelebihan dan kelemahan Model Pembelajaran Langsung?
Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah yang ingin dicapai yaitu : 1. Untuk mengetahui definisi Model Pembelajaran Langsung 2. Untuk mengetahui landasan teori pada Model Pembelajaran Langsung 3. Untuk mengetahui sintaks Model Pembelajaran Langsung 4. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan Model Pembelajaran Langsung?
1.4
Manfaat Makalah ini diharapkan dapat bermannfaat bagi: 1. Guru, khususnya guru matematika sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola dan merancang pembelajaran di kelas. 2. Mahasiswa, dapat menjadi motivator bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan makalah ini lebih luas sehingga dapat bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran matematika di sekolah 3. Penulis, untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari model pembelajaran langsung.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Defenisi Model Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung (Direct Instruction) merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan tahap demi tahap. (Suyatno, 2009:73). Robert E. Slavin dalam bukunya Educational Psychology dari Johns Hopkins University yang diterbitkan oleh Needham Height Allyn and Bacon, Boston mendefinisikan pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebagai
2
sebuah pendekatan mengajar di mana pembelajaran berorientasi pada tujuan pembelajaran dan distrukturisasi oleh guru. (Direct istruction is an approach to teaching in which lessons are goal-oriented and structured by the teacher – p.231) (Faiq, 2013). Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa model pembelajaran langsung adalah pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa belajar secara tahap demi tahap untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran langsung dirancang secara
khusus
untuk
mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan “mengenai sesuatu” dan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaiamana melakukan sesuatu. Arends (dalam Tasyamni, 2015) menyatakan: “The direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-bystep fashion”. Artinya: Model pengajaran langsung secara khusus dirancang untuk mempromosikan belajar siswa dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan secara langkah demi langkah. Contoh pengetahuan deklaratif adalah bahwa ‘presiden RI dipilih melalui pemilu yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Contoh pengetahuan prosedural adalah bagaimana tata cara dan langkah-langkah pelaksanaan pemilu di Indonesia . (Faiq, 2013) Lebih lanjut Arends (dalam Tasyamni, 2015) menyatakan: ”Direct instruction is a teacher-centered model that has five steps: establishing set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended practice a direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher and a learning environment that businesslike and task-oriented”. Artinya: Pengajaran langsung adalah model berpusat pada guru yang memiliki lima langkah: menetapkan tujuan, penjelasan atau demonstrasi, panduan praktek, umpan balik, dan perluasan praktek. Pelajaran dalam pengajaran langsung memerlukan perencanaan yang hati-hati oleh guru dan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berorientasi tugas. 3
Jadi model pembelajaran langsung merupakan sebuah model pembelajaran yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru). Saat melaksanakan model pembelajaran ini, guru harus mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan yang akan dilatihkan kepada siswa, selangkah demi selangkah. Guru sebagai pusat perhatian memiliki peran yang sangat dominan. Karena itu, pada direct instruction, guru harus bisa menjadi model yang menarik bagi siswa. Beberapa pakar pendidikan seperti Good dan Grows, 1985 menyebut direct instruction (model pembelajaran langsung) ini dengan istilah ‘pengajaran aktif’. Atau diistilahkan sebagai mastery teaching (mengajar tuntas) oleh Hunter, 1982. Sedangkan oleh Rosenshine dan Stevens, 1986 disebut sebagai pengajaran eksplisit (explicit instruction). Model pengajaran langsung memberikan kesempatan siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan apa yang dimodelkan gurunya. Oleh karena itu hal penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan model pengajaran langsung adalah menghindari menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di samping itu, model pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik berat pada proses belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terstruktur. Menurut Suyatno, (2009) ciri-ciri pengajaran langsung adalah sebagai berikut. a. Perhatian : Pengamatan akan dapat memperlihatkan perilaku dengan baik apabila perilaku tersebut jelas dan tidak terlalu kompleks. b. Retensi : Suatu perilaku yang teramati dapat dimantapkan jika pengamatan dapat menghubungkan pengalaman sebelumnya. c. Produksi : Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengulang keterampilan baru secara bergiliran. d. Motivasi : Penguatan diberikan pada siswa dapat melakukan dengan baik dan benar.
2.2
Landasan Teori Pembelajaran Langsung Teori pendukung pembelajaran langsung adalah teori behaviorisme dan teori
belajar sosial. 1. Teori Behaviorisme
4
Dalam perspektif behaviorisme pembelajaran diartikan sebagai proses pembentukan hubungan antara rangsangan (stimulus) dan balas (respon). Belajar merupakan proses pelaziman (pembiasaan). Hasil pembelajaran yang diharapkan adalah perubahan perilaku berupa kebiasaan. Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Menurut kaum behavioris, perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan bisa dilihat secara langsung misalnya anak membuat poster, guru tersenyum pada anak, murid mengganggu murid lain, dan sebagainya. Proses mental didefinisikan oleh psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihat oleh orang lain. Meskipun kita tidak bisa melihat pikiran, perasaan, dan motif secara langsung, semua itu adalah sesuatu yang riil. Proses mental antara lain pemikiran anak tentang cara membuat poster, perasaan senang guru terhadap muridnya, dan motivasi anak untuk mengontrol perilakunya.(Santrock dalam Kasmaja, 2014). Adapun
kedudukan
pendidik
dalam
kaitannya
dengan
teori
pembelajaran langsung adalah menyajikan stimulus tertentu yang dapat membangkitkan respon peserta didik berupa hasil belajar yang diingingkan. 2. Teori Belajar Sosial Menurut Trianto teori pembelajaran sosial memberikan penjelasan tentang peran pengamatan dalam pembelajaran. Teori ini menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran perilaku dan penekanannya pada proses mental internal. Teori pembelajaran sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura, menyatakan bahwa “sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain”. Inti dari teori pembelajaran sosial adalah pemodelan (modeling), dan pemodelan ini merupakan salah satu langkah penting pelatihan pada peserta didik dalam melatihkan keterampilan proses. Berdasarkan kedua teori tersebut, model pembelajaran langsung menekankan belajar sebagai perubahan perilaku. Jika behaviorisme menekankan belajar sebagai proses stimulus respons, dan teori belajar sosial
5
memiliki prinsip bahwa seseorang dapatbelajar melalui pengamatan perilaku orang lain.
2.3
Sintaks Model Pembelajaran Langsung Salah satu karakteristik dari suatu model pembelajaran adalah adanya
sintaks/tahapan pembelajaran. Menurut suyatno, (2009) adapun sintaks model pembelajaran ialah: 1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. 2. Mempresentasikan dan mendemontrasikan
pengetahuan
atau
keterampilan. 3. Membimbing pelatihan 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5. Memberi kesempatan pelatihan lanjutan dan penerapan. Slavin (dalam Tasyamni, 2015), mengemukakan tujuh langkah spesifik dalam sintaks pembelajaran langsung, yaitu sebagai berikut. 1. Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan. 2. Me-review pengetahuan dan keterampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa. 3. Menyampaikan materi pelajaran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya. 4. Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep. 5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok. 6. Menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan review terhadap hal-hal yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan. 7. Memberikan latihan mandiri.
6
Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.
2.4
Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Langsung Secara umum setiap model pembelajaran mempunyai kelebihan-kelebihan
yang membuat model pembelajaran tersebut lebih baik digunakan dibanding dengan model pembelajaran yang lainnya. Tetapi selain mempunyai kelebihankelebihan pada setiap model pembelajaran juga ditemukan keterbatasanketerbatasan yang merupakan kelemahannya. 2.4.1 Model pengajaran langsung mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut: 1. Dalam model pengajaran langsung, guru mengendalikan isi materi dan urutan
informasi
yang
diterima
oleh
siswa
sehingga
dapat
mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa. 2. Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan kepada siswa yang berprestasi rendah sekalipun. 3. Model pengajaran langsung menekankan kegiatan mendengarkan (melalui ceramah) dan kegiatan mengamati (melalui demonstrasi), sehingga membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini. 4. Model pengajaran langsung dapat diterapkan secara efektif dalam kelas besar maupun kelas yang kecil. 5. Siswa dapat mengetahui tujuan-tujuan pembelajaran dengan jelas. 6. Waktu untuk berbagi kegiatan pembelajaran dapat dikontrol dengan ketat. 7. Dalam model ini terdapat penekanan pada pencapaian akademik. 8. Kinerja siswa dapat dipantau secara cermat. 9. Umpan balik bagi siswa berorientasi akademik. 10. Model pengajaran langsung dapat digunakan untuk menekankan butirbutir penting atau kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi siswa. 11. Model pengajaran langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan informasi dan pengetahuan faktual dan terstruktur.
7
2.4.2
Model pengajaran langsung mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. Karena dalam model ini berpusat pada guru, maka kesuksesan pembelajaran bergantung pada guru. Jika guru kurang dalam persiapan, pengetahuan, kepercayaan diri, antusiasme maka siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran akan terhambat. 2. Model pengajaran langsung sangat bergantung pada cara komunikasi guru. Jika guru tidak dapat berkomunikasi dengan baik maka akan menjadikan pembelajaran menjadi kurang baik pula. 3. Jika materi yang disampaikan bersifat kompleks, rinci atau abstrak, model pembelajaran langsung tidak dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk cukup memproses dan memahami informasi yang disampaikan. 4. Jika terlalu sering menggunakan modelpengajaran langsung akan membuat beranggapan bahwa guru akan memberitahu siswa semua informasi yang perlu diketahui. Hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pembelajan siswa itu sendiri. 5. Demonstrasi sangat bergantung pada keterampilan pengamatan siswa. Kenyataannya, banyak siswa bukanlah pengamat yang baik sehingga sering melewatkan hal-hal penting yang seharusnya diketahui.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Pokok Bahasan Kelas/Semester
8
: SMP : Matematika : Aljabar : VIII /I
WaktuPertemuan
: 2 x 40 menit (1 x Pertemuan)
A. Standar Kompetensi 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. B. Kompetensi Dasar I.1 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya. C. Indikator a. Kognitif 1. Menguraikan berbagai bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya. b. Afektif 1. Mengembangkan perilaku berkarakter yang meliputi: teliti, tekun, kesabaran, terbuka dan mendengarkan pendapat teman. 2. Mengembangkan keterampilan sosial, meliputi: bertanya, menyumbangkan ide atau berpendapat dan menjadi pendengar yang baik. c. Psikomotor Terampil dalam menguraikan berbagai bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya. D. Tujuan pembelajaran : a. Kognitif 1. Siswa dapat menguraikan berbagai bentuk aljabar ke dalam faktor faktornya.
b. Afektif 1. Terlibat dalam proses pembelajaran yang berpusat pada guru, sambil mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi: teliti, tekun, sabar, terbuka dan mendengarkan pendapat teman. 2. Terlibat dalam proses pembelajaran yang berpusat pada guru, sambil mengembangkan keterampilan sosial, meliputi: bertanya, menyumbangkan ide atau berpendapat dan menjadi pendengar yang baik. c. Psikomotor Siswa terampil dalam menguraikan berbagai bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya. E. Materi Ajar : Aljabar Pemfaktoran Bentuk Aljabar.
9
Pemfaktoran (faktorisasi) bentuk aljabar adalah menyatakan bentuk penjumlahan menjadi suatu perkalian dari bentuk aljabar tersebut Ada beberapa faktorisasi bentuk aljabar antara lain: 1. Bentuk ax + ay + az + … dan ax + bx – cx Bentuk aljabar yang terdiri atas dua suku atau lebih dan memiliki faktor sekutu dapat difaktorkan dengan menggunakan sifat distributif. ax + ay + az + … = a(x + y + z + …) ax + bz – cx =bentuk x (a + aljabar b – c) berikut: Faktorkanlah a. 2x + 2y b. 2x2 – 10x jawab: a. 2x + 2y memiliki faktor sekutu 2, sehingga 2x + 2y = 2(x + y) b. 2x2 – 10x = 2x (x) – 2x (5) = 2x (x - 5). 2. Bentuk dua selisih kuadrat Bentuk aljabar yang terdiri atas dua suku dan merupakan selisih dua kuadrat dapat dijabarkan sebagai berikut. x2-y2 = x2 + (xy-xy)+y2 = (x2+xy)-(xy+y2) = x(x+y)-y(x+y) =(x-y)(x-y) Dengan demikian bentuk selisih dua kuadrat x2-y2
dapat dinyatakan
sebagai berikut. x2-y2 =(x-y)(x-y) 3. Bentuk ax2 + bx + c dengan a = 1 Bentuk aljabar x2 + 5x + 6 memenuhi bentuk x2 + bx + c untuk menfaktorkan bentuk x2 + bx + c dilakukan dengan cara mencari dua bilangan real yang hasil kalinya sama dengan c dan jumlahnya sama dengan b. Misal x2 + bx + c sama dengan (x + m)(x + n) Maka x2 + bx + c = (x + m)(x + n) = x2 + mx + nx + mn = x2 + (m + n)x + mn 2 x + bx + c = x2 + (m + n)x + mn sehingga menjadi: x2 + bx + c = (x + m)(x + n) dengan m x n = c dan m + n = b Contoh: Faktorkanlah bentuk aljabar berikut: x2 + 4x + 3
10
Jawab: x2 + 4x + 3 = (x + 1) (x + 3) 4. Bentuk ax2 + bx + c dengan a ≠ 1, a ≠ 0. Bentuk ax2 + bx + c dengan a ≠ 1, a ≠ 0 dapat difaktorkan dengan cara berikut: ax2 + bx + c = ax2 + px + qx + c. Dengan p x q = a x c dan p + q = b Untuk menfaktorkan bentuk aljabar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: Menggunakan sifat distributif ax2 + bx + c = ax2 + px + qx + c, dengan p x q = a x c dan p + q = b Menggunakan rumus: ax2 + bx + c = (ax + m)(ax + n), dengan m x n = a x c dan m + n = b. Contoh: Faktorkan bentuk aljabar 3x2 + 14x + 15, dengan menggunakan sifat
F. G.
H. I.
distribusi dan menggunakan rumus. Jawab: - Menggunakan sifat distributif 3x2 + 14x + 15 = 3x2 + 9x + 5x + 15 = 3x (x + 3) + 5 (x + 3) = (3x + 5)(x + 3) - Menggunakan rumus 3x2 + 14x + 15 = (3x + 5)(3x + 9) = (3x + 9)(3x + 5) = 3(x + 3)(3x + 5) = (x + 3)(3x + 5) Jadi, 3x2 + 14x + 15 = (x + 3)(3x + 5). Strategi pembelajaran Model Pembelajaran : Langsung Metode pembelajaran : Ekspositori,Ceramah, Tanya jawab, dan Penugasan Media Pembelajaran 1. Power Point 2. Buku Paket 3. LKS Pengorganisasian Kelas 1. Individu Langkah-langah kegiatan pembelajaran Alokasi
Kegiatan Awal
Waktu Tahap
Kegiatan Guru
11
Kegiatan Siswa
Memulai a. Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa
Menjawab
pembelajaran dengan salam dan mengajak siswa untuk berdoa Mengecek kehadiran
beserta alasannya, dan menyiapkan diri
an menanggapi
serta menyampaikan
tujuan
tujuan pembelajaran
pembelajaran
dan hasil belajar
yang
yang diharapkan
disampaikan
dapat dicapai siswa
guru
pertanyaaan tentang
5 Menit
untuk belajar Mendengarkand
yang akan dipelajari,
Mengajukan
prasyarat
siswa yang
menyiapkan siswa
subpokok bahasan
keterampilan
kepada guru, tidak hadir
informasi tentang
pengetahuan dan
berdoa Menyampaiakn
siswa, dan untuk belajar Menyampaikan
b. Me-review
salam dan
Menjawab pertanyaan guru
materi sebelumnya 5 Menit
pemfaktoran dan mengingatkan sifat distributif Kegiatan Inti
c. Menyampaikan materi pelajaran
Menyimak apa Menyampaikan materi tentang penguraian bentuk aljabar ke dalam faktor12
yang disampaikan guru 20 menit
20 faktornya, memberikan contohcontoh, mendemontrasikan konsep a. Melaksanakan bimbingan dan
Menjawab Mengajukan
pertanyaan-
Memberikan
pertanyaan-
kesempatan
pertanyaan untuk
kepada siswa
menilai tingkat
untuk berlatih
pemahaman siswa
pertanyaan yang
dan mengoreksi
diberikan oleh guru sesuai pemahaman masing-masing
15 Menit
kesalahan konsep. Melatih Memberikan
ketrampilannya
kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan b. Menilai kinerja siswa dan
Menyimak Memberikan review
memberikan
terhadap hal-hal
umpan balik
yang telah dilakukan
penjelasan guru
siswa Memberikan umpan Menjawab umpan balik terhadap
balik yang
respon siswa yang
diberikan oleh
benar dan
guru
mengulang keterampilan jika diperlukan. Kegiatan Penutup
13
15 Menit
20 Menit c. Memberikan latihan mandiri.
Memberikan tugas-
Mengerjakan tugas
tugas mandiri
yang diberikan oleh
kepada siswa
guru secara mandiri
J. Sumber Belajar Matematika Konsep dan Aplikasinya: untuk SMP/MTs Kelas VIII oleh Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni; editor Indratno. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. K. Evaluasi Tugas dan Tes Akhir. L. Penilaian 1. Teknik : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Soal berbentuk uraian
TUGAS MANDIRI Nama: Kelas: 1. Faktorkanlah bentuk-bentuk aljabar berikut : 2 x +6 a. b.
pq2 r 3+ 2 p2 qr +3 pqr
c.
a2−9
d.
x 2+10 x +16
e.
6 x 2−11 x+3
14
BAB III PENUTUP 3.1
Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari pembahasan di atas sebagai
1.
berikut: Model pengajaran langsung ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan
dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. 2. Model pengajaran langsung memiliki lima fase yang sangat penting, yaitu 1) Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Siswa, 2) Mendemonstrasikan Pengetahuan atau Keterampilan, 3) Menyediakan Latihan Terbimbing, 4) Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik, 5) Memberikan Kesempatan Latihan Mandiri. 3. Landasan Teori Pembelajaran Langsung ialah teori behaviorisme dan teori belajar sosial. Berdasarkan kedua teori tersebut, pembelajaran langsung menekankan belajar sebagai perubahan perilaku. Behaviorisme menekankan belajar sebagai proses stimulus – respon bersifat mekanis, dan teori belajar sosial beraksentuasi pada perubahan perilaku bersifat organis melalui peniruan. 15
4. Adapun kelebihan dan kekurangan model pembelajaran langsung yaitu - Kelebihan model pembelajaran langsung, yaitu : o Dalam model pengajaran langsung, guru mengendalikan isi materi dan urutan
informasi
yang diterima
oleh siswa sehingga
dapat
mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa. o Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan kepada siswa yang berprestasi rendah sekalipun. o Model pengajaran langsung menekankan kegiatan mendengarkan (melalui ceramah) dan kegiatan mengamati (melalui demonstrasi), sehingga membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini. o Model pengajaran langsung dapat memberikan tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan antara teori dan fakta. - Kekurangan model pembelajaran langsung adalah : o Karena dalam model ini berpusat pada guru, maka kesuksesan pembelajaran bergantung pada guru. o Model pengajaran langsung sangat bergantung pada cara komunikasi guru. o Jika materi yang disampaikan bersifat kompleks, rinci atau abstrak, model pembelajaran langsung tidak dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk cukup memproses dan memahami informasi yang disampaikan. o Jika terlalu sering menggunakan modelpengajaran langsung akan membuat siswa beranggapan bahwa guru akan memberitahu siswa semua informasi yang perlu diketahui. Hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pembelajan siswa itu sendiri. o Demonstrasi sangat bergantung pada keterampilan pengamatan siswa. Kenyataannya, banyak siswa bukanlah pengamat yang baik sehingga sering melewatkan hal-hal penting yang seharusnya diketahui.
3.2 Saran Adapun saran yang dapat kami berikan adalah walaupun model pembelajaran langsung berpusat pada guru atau guru mendominasi kegiatan
16
pembelajaran dan komunikasi terjadi satu arah, akan tetapi tetap harus menjamin keterlibatan siswa.
DAFTAR PUSTAKA Faiq, muhammad (2013). Langsung/Model
Mengenal Direct Instruction (Model Pembelajaran Pengajaran
Langsung)
.
Sumber:
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/04/direct-instructionmodel-pembelajaran-langsung.html, diakses (06/09/2015). Kasmaja, hadi. (2014). Model Pmbelajaran Langsung.
Sumber:
http://hadikasmajads.blogspot.co.id/2014/10/model-pembelajaran-langsungdirect.html, diakses (16/09/2015) Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Masmedia Buana Pustaka: Sidoarjo. Tasyamni, wiwik. (2015). Model Pembelajaran Langsung. Sumber: https://www.academia.edu/5934148/Makalah_Model_Pembelajaran_Langsu ng.doc, diakses (06/09/2015) Widyantini, Theresia. Penerapan model pembelajaran langsung dalam mata pelajaran matematika SMP/MTS. Sumber: http://p4tkmatematika.org/file/ARTIKEL/Artikel %20Pendidikan/pendahuluan.pdf.diakses(06/09/2015).
17
LAMPIRAN
Kelompok : 2 Uswatun Hasanah
A 231 13 034
18
Mufidah Ira Kusnia Vani Mirad Pidu Nur Rahman Rusli Murniati Teguh Abdi Iriandi
A 231 13 040 A 231 13 066 A 231 13 076 A 231 13 081 A 231 13 083 A 231 13 134 A 231 12 093
Diskusi kelompok 2 mengenai “ Model Pembelajaran Langsung” Adapun hal-hal yang di pertanyakan dalam pembahasan diskusi kelompok 2 yaitu: 1. Ammar Abdullah J.G Apakah yang dimaskud dengan metode ekspositorik ? Mengapa model pembelajaran langsung kurang dapat diterapkan pada
materi yang kompleks ? Pada tahap apakah model ini menggunakan metode pembelajaran kooperatif ? Jawab : Metode ekspositori merupakan metode dengan cara penjelasan dan metode ekspositori ini, pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan
penugasan. Karena model pembelajaran ini banyak menggunakan metode dengan penjelasan dan demonstrasi ketika pembelajaran terlalu kompleks maka dapat menimbulkan perhatian siswa berkurang karena kita ketahui sumber daya otak itu terbatas, oleh karena itu model pembelajaran ini ditekankan pembelajaran dengan tahap demi
2.
tahap. Pada model ini tidak digunakan metode pengelompokkan, seperti
pada model kooperatif. Ricka Indriana
19
Pada ciri-ciri bagian d. Motivasi : Penguatan diberikan kepada siswa yang dapat melakukan dengan baik dan benar . Penguatan
seperti
apakah yang diberikan kepada siswa ? Jawab : Penguatan yang diberikan yaitu dorongan internal yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Adapun penguatan yang diberikan bisa berupa motivasi dengan kata-kata atau pujian ,penghargaan (reward), tepuk tangan, dan lain sebgainya, sehingga dapat meningkatkan siswa dalam pembelajaran. 3.
Nur Irnasari Bagaimana strategi guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif pada model pembelajaran langsung ? Jawab : 1. Sebelum melaksanakan pembelajaran
langsung
guru
perlu
merencanakan proses pembelajaran,yaitu : a. Merumuskan Tujuan b. Memilih Isi c. Melakukan Analisis Tugas d. Merencanakan Waktu dan Ruang Ada dua hal yang harus diperhatikan oleh guru: - Memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan -
bakat dan kemampuan siswa. Memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-
tugasnya dengan perhatian yang optimal. 2. Guru harus dapat menguasai perencaan proses pembelajaran yang akan berlangsung. 3. Mefokuskan perhatian siswa terpusat pada guru pada saat guru menjelaskan atau dalam demonstrasi, guru harus bersikap aktif, agar siswa tidak kehilangan perhatiannya pada saat guru menjelaskan dan membuat siswa termotivasi selama kegiatan pembelajaran. 4. Andi Ulfa Apakah model pembelajaran langsung dapat diterapkan pada semua materi ? Jawab :
20
Iya , tetapi
dalam menerapkan model pembelajaran langsung
penyampaian pengetahuan tidak terlalu kompleks, terperinci dan abstract. 5. Syamsudin Dalam kondisi kelas bagaimana kita dapat menerapkan model pembelajaran langsung ? Jawab : Pada model pembelajaran langsung ini, kita dapat menerapkannya pada kondisi kelas ditinjau dari tiga aspek; ruangan kelas, guru dan siswa. Dalam model pembelajaran ini diusahakan ruangan kelas dapat memfokuskan siswa pada guru, guru dapat menguasai perencanan proses pembelajaran dan seseringkali guru dapat memotivasi siswa dan model pembelajaran langsung dapat diterapkan pada siswa yang berprestasi rendah.
6. Fitriani Sebutkan ciri – ciri umum model pembelajaran langsung ? Jawab : Adapun ciri- ciri / karakteristik model pembelajaran langsung yaitu: i.
Dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara lisan oleh karena itu sering diidentikkan dengan ceramah. Model pembelajaran langsung ini yaitu guru yang
aktif dalam
pembelajaran dan siswa dapat meniru (modeling) yang diajarkan ii.
oleh guru. Materi pelajaran yang disampaikan adalah materi pelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berfikir ulang. Ada yang menyebut dengan istilah pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif.
21
iii.
Adanya tujuan utama pembelajaran yaitu penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan.
22
View more...
Comments