Laporan Pkl Sapi Potong
June 20, 2019 | Author: Muhammad Rifky | Category: N/A
Short Description
laporan kegiatan praktek kerja lapangan di loka penelitian sapi potong...
Description
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Latar belakang belakang
Salah Salah satu upaya upaya untuk untuk mening meningkatk katkan an derajat derajat kesehat kesehatan an dan kecerdas kecerdasan an masyarakat Indonesia adalah dengan meningkatkan konsumsi protein hewani, yang telah telah diket diketahu ahuii secar secaraa luas luas memi memilik likii kandu kandung ngan an asam asam amino amino esensi esensial al denga dengann komposisi seimbang. Upaya meningkatkan konsumsi protein hewani bagi masyarakat berarti juga harus meningkatkan produksi bahan pangan asal ternak. Pada akhirnya, akhirnya, hal tersebut berarti upaya peningkatan produksi ternak. Dala Dalam m kaita kaitanny nnyaa denga dengann ranta rantaii maka makana nann makh makhluk luk hidup hidup,, fungs fungsii terna ternak k sebagai sumber pangan adalah mengubah bahan-bahan mentah menjadi produk yang lebih lebih semp sempurn urnaa dan dan lang langsun sungg dapat dapat dima dimanfa nfaatk atkan an oleh oleh manu manusia sia.. Deda Dedauna unan, n, rerumpu rerumputan, tan, dan limbah limbah industri industri pertania pertaniann hanya hanya sedikit sedikit yang yang dapat dapat digunak digunakan an langsung oleh manusia, tetapi bila sudah diubah oleh ternak, akan menjadi daging dan susu. Produk utama peternakan sapi potong adalah daging, baik berupa anak-anak sapi yang yang dilahirk dilahirkan an maupun maupun sapi hasil hasil pembesa pembesaran ran dan penggem penggemukan ukan.. inggi inggi rendahnya produkti!itas tersebut dipengaruhi oleh faktor genetis ternak itu sendiri dan faktor lingkungan. "aktor genetis yang diturunkan oleh tetuanya tetuanya pejantan dan induknya. #pabila #pabila mutu genetis dari kedua tetuanya tinggi maka dapat diharapkan keturunannya juga bermutu genetis tinggi. $leh karena itu, seleksi terhadap terhadap tetua yang bermutu bermutu genetis
1
2
tinggi merupakan hal yang penting. Di lain pihak, meskipun mutu genetis ternak yang dipeliha dipelihara ra tinggi, tinggi, tetapi tetapi jika lingkung lingkunganny annyaa tidak tidak menduku mendukung ng maka maka tidak tidak akan diperoleh tingkat produksi yang optimal. "aktor ini meliputi iklim, penyakit dan manjemen %penanganan& terhadap ternak itu sendiri. 'eduanya %faktor genetis dan lingkung lingkungan& an& harus harus diperha diperhatika tikann dengan dengan sungguh sungguh agar agar diperole diperolehh keuntun keuntungan gan yang yang optimal dalam peternakan sapi potong %(ianto dan Purbowati, )*+*&. Usah saha petern ernakan kan sapi poto otong pada saa saat ini ini masi asih masih sih tet tetap meng mengun untu tung ngka kan. n. Pasa Pasaln lnyya, perm permin inta taan an pasa pasarr akan akan dagi daging ng sapi sapi masi masihh teru teruss memperlihatkan adanya peningkatan. Selain di pasar domestik, permintaan daging sapi dipasar luar negeri juga cukup tinggi. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor pengekspor daging sapi ke alasyia. alasyia. Dari tahun ke tahun, konsumsi konsumsi daging sapi di sana cenderung meningkat karena bergesernya bergesernya tradisi mengonsumsi mengonsumsi daging kambing kambing ke daging sapi atau kerbau pada saat perhelatan keluarga dan perayaan hari hari besar lainnya. Indonesia dengan jumlah penduduk diatas )* juta jiwa juga membutuhkan pasokan daging sapi dalam jumlah besar. besar. Sejauh ini, peternakan peternakan domestik domestik belum mampu memenuhi permintaan daging dalam negeri. impangnya antara pasokan dan permintaan permintaan ternyata ternyata masih tinggi. idak idak mengherankan mengherankan jika lembaga lembaga yang memiliki otoritas tertinggi dalam hal pertanian termasuk peternakan. Departemen Pertanian mengakui masalah utama usaha sapi potong di Indonesia terletak pada suplai yang selalu mengalami kekurangan setiap tahunnya. Sementara laju pertunbuhan konsumsi dan pertambahan penduduk tidak mampu diimbangi oleh laju peningkatan populasi sapi potong. Pada gilirannya, kondisi seperti ini memaksa Indonesia untuk selalu
3
melakuan impor, baik dalam bentuk sapi maupun dalam bentuk daging dan jeroan sapi. enurut data adan 'etahanan Pangan, dilihat dari ketersediaan daging sapi secara nasional, produksi bulan #gustus )*+ mencapai /,00 ribu ton sedangkan kebutuhan daging sapi nasional 12, ribu ton, sehingga diperkirakan defisit 3,2 ribu ton, berdasarkan hal tersebut dan untuk menambah pasokan daging sapi dalam negeri pada periode periode lebaran lebaran telah dilakukan dilakukan impor impor daging sapi sapi %#nonim, %#nonim, )*+& . Produkt Produkti!it i!itas as tenak terutama terutama pada
masa masa pertumb pertumbuha uhan, n, dan kemampu kemampuan an
produksinya produksinya dipengaruhi oleh faktor genetik %*4& dan lingkungan %0*4&. Pengaruh faktor lingkungan lingkungan antara lain terdiri atas pakan, tekhnik pemeliharaan, pemeliharaan, kesehatan dan iklim. Diantara faktor faktor lingkungan tersebut, tersebut, pakan mempunyai mempunyai pengaruh yang paling besar %/*4&. esarnya esarnya pengaruh pengaruh pakan ini membuktikan membuktikan bahwa produksinya produksinya ternak yang yang tinggi tinggi tidak tidak bisa tercapai tercapai tanpa tanpa adanya adanya pemberi pemberian an pakan pakan yang yang memenuh memenuhii persyaratan persyaratan kualitas dan kuantitas. Pengetahuan Pengetahuan tentang jenis dan nilai nutrisi pakan diperlukan dalam rangka memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan, bahwa dapat dapat dikat dikataka akann bahwa bahwa keber keberha hasil silan an suatu suatu usaha usaha pete peterna rnaka kann terg tergan antun tungg pada pada manajemen pakan. 'ebutuhan pakan dari tiap-tiap ternak berbeda-beda sesuai dengan jenis, umur, umur, bobot bobot badan dan keadaan keadaan lingkungan lingkungan dan dan kondisi fisiologis fisiologis ternak. ternak. Pakan Pakan harus mengandung nutrient yang dibutuhkan oleh tubuh ternak, namun tetap dalam jumlah seimbang. seimbang. 5utrient yang dibutuhkan dibutuhkan ternak antara lain karbohidrat, karbohidrat, lemak, protein, !itamin, !itamin, air dan dan unsur anorgan anorganik ik serta mineral mineral %Susanto, %Susanto, )*+&.
4
6oka penelitian sapi potong adalah salah satu unit pelaksana tekhnis %UP& Pusat
penelitian dan
Pengembangan peternakan ,
adan
penelitian dan
pengembangan pertanian %Departemen pertanian& yang memiliki peran dalam mendukung pembangunan peternakan melalui ino!asi tekhnologi dalam peternakan sapi potong, maka sangat perlu kiranya saya untuk melakukan Praktek 'erja 6apang %P'6& untuk mempelajari manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati 'abupaten Pasuruan 8awa imur. 1.2 Perumusan masalah
erdasarkan latar belakang di atas merumuskan, bagaimana manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong di 7rati, 'abupaten Pasuruan 8awa imur. 1.3 Batasan masalah
atasan masalah dari laporan praktek kerja lapang ini meliputi 9 #. Perencanaan manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati Pasuruan 8awa imur. +. ahan baku hijauan dan konsentrat yang digunakan. ). 'ebutuhan nutrisi sapi potong . . Pengorganisasian manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati Pasuruan 8awa imur. +. injauan umum organisasi ). Struktur organisasi . "ungsi organisasi :. Pelaksanaan manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati Pasuruan 8awa imur. +. "ormulasi ransum pada periode pembibitan dan pembesaran. ). Prosedur meramu pakan.
5
. etode pemberian pakan pada ternak sapi. D. Pengawasan manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati Pasuruan 8awa imur. +. Prosedur Pengawasan a. Prosedur pengawasan bahan baku pada hijauan dan konsentrat. b. Prosedur pengawasan formulasi ransum. c. Prosedur pengawasan kualitas ransum pakan. d. Prosedur pengawasan hasil produksi pakan. ). indak lanjut hasil pengawasan apabila ada penyimpangan prosedur pelaksanaan manajemen pakan. 1.4 Tujuan
ujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan
P'6 ini adalah untuk
mempelajari manajemen pakan sapi potong di 6oka Penelitian Sapi Potong di 7rati, 'abupaten Pasuruan 8awa imur.
6
1. !an"aat
#dapun manfaat yang ingin di peroleh dari penulisan ini adalah9 +. agi mahasiswa selaku P'6. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa terkait manajemen pakan yang selama ini hanya di lakukan oleh mahasiswa dalam bentuk kajian secara teoritis. ). agi 6oka Penelitian Sapi Potong. Sebagai bentuk pengabdian terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya mahasiswa atau pelajar. . agi "akultas Peternakan U5IS6#. Sebagai kontrol terhadap mahasiswa terkait pengembangan ilmu untuk mahasiswa tersebut. 1. agi Pemerintah. Sebagai pendukung program pemerintah dalam hal ini Direktorat 8endral Peternakan dalam Program Percepatan Swasembada Daging Sapi )*+1 %P)SDS&.
7
BAB II DA#A$ TE%$I
2.1 #a&' 2.1.1
De"'n's' #a&'
Sapi adalah hewan ternak anggota familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. ernak sapi, khususnya Sapi potong merupakan salah sumber daya penghasil daging yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan penting artinya di dalam
kehidupan
masyarakat. Seekor atau kelompok ternak bisa menghasilkan berbagai macam kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya seperti pupuk kandang, kulit, dan tulang %Sudarmono dan Sugeng )**;&. Dalam sistematika %taksonomi& hewan, kedudukan sapi diklasifikasikan sebagai berikut %Setiadi dkk, )*+)& 9 'ingdom
9 #nimalia
"ilum
9 :hordata
'elas
9 ammalia
Subkelas
9 hari. g. Sapi limousin Sapi mempunyai tubuh besar, panjang, kompak dan padat. ubuh berwarna coklat muda, kuning hingga kelabu. Pertumbuhan badannya sangat cepat dengan bobot badan jantan dewasa bisa lebih dari +.*** kg. Sapi ini sangat terkenal dan disukai masyarakat. 2. #a&' 'm&*r
a. Sapi hereford Sapi hereford mudah dikenali karena fisiknya yang cukup mencolok. @arna tubuhnya merah dan mukanya berwarna putih. @arna putih juga berada pada dada, sisi badan, perut bawahserta keempat kaki dari batas lutut, bahu dan ekor. Postur tubuhnya rendah tapi tegap. Urat dagingnya padat. obot jantan dewasa bisa mencapai 32* kg, sedangkan betina sekitar /2* kg.
11
b. Sapi shorthorn Sapi shorthorn memiliki bentuk tubuh besar persegi dan kompak. @arna bulu ber!ariasi dari merah ke putih dan kombinasi warna merah dan putih atau kelabu. c. Sapi arbedeen angus Sapi angus berasal dari daerah Skotlandia Utara. Sapi ini memiliki pertumbuhan badan yang cepat dengan bobot dewasa lebih dari ;** kg>ekor. Sapi ini mudah beradaptasi dengan kondisi pakan dan lingkungan tropis. d. Sapi charolais Sapi charolais berasal dari prancis dan merupakan salah satu jenis sapi pedaging yang terkenal dinegara mode tersebut. @arna tubuhnya krem muda atau keputih putihan. Postur tubuhnya besar dan padat, tetapi kasar. e. Sapi brahman Sapi brahman memiliki ciri-ciri punuk yang besar pada jantan tetapi kecil pada betina. Ukuran tubunnya besar, panjang dengan kedalaman tubuh yang sedang. 3. (en's,jen's sa&' has'l &ers'langan
a. Sapi santa getrudis Sapi ini memiliki ciri-ciri bergelambir dan jantan berpunuk kecil. ulunya berwarna coklat kemerahan, pendek dan halus. b. Sapi beefmaster Sapi beefmaster pada postur tubuhnya dengan !ariasi warna coklat, coklat kemerahan atau merah bercak putih.
12
c. Sapi brangus Sapi brangus merupakan hasil persilangan dari sapi arbeeeden anggus dengan sapi dengan sapi brahman. d. Sapi charbray Sapi charbray merupakan hasil persilangan dari sapi brahman dengan sapi charolais. @arna bulunya krem agak putih dengan tanduk dan punuk kecil. 2.2
!anajemen
2.2.1 De"'n's' !anajemen
anajemen %Swastha dan Sukotjo, )**)& adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2.2.2 -ungs',"ungs' manajemen
enurut %6estari, dkk, )*++& "ungsi-fungsi manajemen dibagi menjadi lima 9 +. Perencanaan Perencanaan adalah salah satu fungsi dalam manajemen. Perecanaan adalah proses manajemen bertalian dengan usaha melihat kedepan, menilai peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang dan bersiap untuk menghadapinya. ). Pengorganisasian Pengorganisasian adalah proses membagi kerja ke dalam komponenkomponen yang dapat dikelola dan mengkoordinasikan hasil-hasil agar
13
tercapai tujuan-tujuan. Pengorganisasian ini bermanfaat, karena jelas siapa yang menjalankan apa. Siapa bertanggung jawab atas siapa, arus komunikasi dan memfokuskan sumber daya pada tujuan. . Pengarahan Pengarahan adalah cara pemimpin melakukan perintah atau instruksi pada bawahan dan menunjukkan apa yang seharusnya dilakukan. Pengarahan dilakukan oleh penyelia dan meliputi hubungan sehari-hari antara penyelia dengan bawahannya bertalian dengan pelatihan, pengarahan, pengawasan, dan moti!asi, disiplin dan penyesuaian rencana dengan situasi. 1. Pengkoordinasian 'oordinasi merupakan proses peningkatan kegiatan khusus indi!idhu dan kelompok satu dengan yang lainnya dan menjamin tercapainya tujuan bersama. 'oordinasi bertalian dengan usaha mensinkronkan dan memadukan kegiatan sekelompok orang. 'egiatan yang dikoordinasikan adalah kegiatan yang harmonis, dirangkai satu dan disatupadukan mengarah pada tujuan bersama. 2. Pengawasan Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menetapkan pekerjaan, apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.
14
2.3 Pakan 2.3.1
De"'n's' &akan
enurut %(ianto dan Purbowati, )**;& menjelaskan bahwa pakan adalah Aat yang ada di alam dan dikonsumsi oleh hewan untuk kepentingan tubuhnya yang berupa bahan pakan. Umumnya bahan pakan ternak terdiri dari dua macam yaitu pakan berserat %roughages& dan pakan penguat % konsentrat &. Bang termasuk dalam bahan kelompok bahan pakan berserat adalah hijauan %rumput alam, rumput budidaya, leguminosa dan tanaman lain& serta limbah pertanian %jerami padi, daun> jerami jagung, pucuk tebu, jerami kacang tanah, dan lain-lain. ahan pakan konsentrat terdiri dari biji-bijian, umbi-umbian, bahan pakan asal hewan, dan limbah industri pertanian. Untuk melengkapi kebutuhan ternak, biasanya diberi bahan pakan tambahan % feed additive&, berupa !itamin, mineral, antibiotika, hormon, enAim dan lain-lain. 2.3.2
ebutuhan Nutr's' #a&' P*t*ng
enurut %(ianto dan Purbowati, )**;& menjelaskan bahwa kebutuhan Aat pakan sapi tergantung pada berat, fase pertumbuhan>reproduksi, dan laju pertumbuhan. Semua Aat pakan dibutuhkan dalam proporsi yang seimbang satu sama lain. $leh karenanya tidak ekonomis bila memberikan sesuatu Aat pakan dalam jumlah yang berlebihan dibanding dengan Aat pakan lainnya. hari E ),+302 g prot>kg *,02>hari.
28
. ulu E *,*+3 g5>kg *,02>hari. E *,++)2 g prot>kg *,02>hari. 1. 'ebutuhan 5 untuk pokok hidup E *,/3 g 5>kg *,02>hari E ) g prot>kg *,02>hari 2.3./
Tekhn'k -*rmulas' $ansum.
enurut %(ianto dan Purbowati, )**;& menjelaskan bahwa tekhnik formulasi ransum ada empat antara lain 9 +. enggunakan ) bahan pakan. ). enggunakan bahan pakan atau lebih. . enggunakan bahan jadi. 1. Persamaan aljabar secara simultan. 2.3.0
$agam -*rmulas' $ansum
enurut %(ianto dan Purbowati, )**;& menjelaskan bahwa ransum sapi sebaiknya disusun berdasarkan status fisiologis sapi, kebutuhannya, dan terdiri dari berbagai bahan pakan agar saling melengkapi satu sama lain. (ansum sapi yang baik adalah ransum yang seimbang, yaitu ransum yang mengandung semua Aat nutrien %jumlah dan macam nutriennya& dan perbandingan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sampai selam )1 jam sesuai dengan tujuan pemeliharaan ternak. Pakan yang dikonsumsi oleh sapi digunakan untuk pokok hidup dan produksi. Penggunaan pokok hidup antara lain untuk menggantikan sel rusak, basal
29
metabolisme, dan regulasi suhu tubuh. Sementara produksi pada sapi potong digunakan untuk pertumbuhan, penggemukan, dan reproduksi. erikut disajikan formulasi ransum dari beberapa status sapi potong. +.
Pedet sapihan Pedet akan disapih setelah umurnya mencapai bulan ke-0 %)*2 hari&. Pada saat ini, pedet diharapkan mampu mengonsumsi dan memanfaatkan pakan kasar dengan baik sampai dengan umur +) bulan. "ormulasi ransum yang disajikan disusun berdasarkan target P= F*,/ kg>ekor>hari. obot badan pedet berkisar +2*-+02 kg. erdasarkan kondisi tersebut, formulasi ransum yang bisa diberikan pada pedet tersebut berupa campuran )- kg konsentrat komersial>dedak padi kualitas baik, kg kulit singkong, -1 kg rumput segar, dan +-) kg jerami padi kering.
).
Sapi dara Sapi dara adalah sapi yang akan dijadikan induk>bakalan untuk digemukkan. Sapi ini memiliki bobot badan ** kg dengan kenaikan berat badan 2* g>hari. "ormulasi ransum yang bisa diberikan bisa terdiri dari campuran /,/0 kg jerami padi, ),11 kg dedak halus, dan +,)) kg bungkil kelapa.
.
Sapi bunting tua Sapi bunting membutuhkan energi yang tinggi dalam ransumnya. $leh karenanya, biasanya peternak menerapkan flushing , yaitu menambahkan kadar energi dalam sapi bunting, terutama ketika kan melahirkan. merejang. Sapi bunting tua dengan bobot badan )2-2* kg bisa diberi ransum yang terdiri dari
30
campuran )- kg konsentrat komersial>dedak padi kualitas baik, 1-/ kg tumpi jagung, + kg kulit kopi, -1 kg rumput segar, dan 1-2 kg jeami padi kering. 1.
Sapi menyusui Sapi menyusui akan menghasilkan susu yang dikonsumsi oleh pedet. Pedet akan menyusui hingga umurnya mencapai 0 bulan. Selama itu, induk harus diberi pakan dengan kandungan nutrisi yang bagus. Sapi menyusui dengan bobot badan ** kg dapat diberi ransum yang terdiri dari campuran 1-0 kg konsentrat komersial>dedak padi kualitas baik, / kg tumpi jagung, 1 kg rumput segar, dan 2 kg jerami padi kering yang diberikan secara ad"libitum. Sementara induk menyusui dengan berat badan 2* kg bisa diberikan ransum yang terdiri dari campuran , kg rumput gajah, +,)3 kg bungkil kelapa, )3 kg tetes dan *,**/ g urea.
2.
Sapi jantan Sapi jantan bisa digunakan sebagai bakalan untuk digemukkan atau untuk calon pejantan. Dengan bobot badan ** kg dan kenaikan berat badan + kg>hari, sapi jantan bisa diberi ransum yang terdiri dari campuran ,+) kg jerami padi, ,/1 dedak halus, +,/0 kg bungkil kelapa, +,1) kg gaplek, dan 0+), ; g tetes.
2.3.
!et*e Pember'an Pakan
enurut %(ianto dan Purbowati, )**;& menjelaskan bahwa ransum hendaknya tidak diberikan sekaligus dalam jumlah banyak setiap harinya melainkan dibagi menjadi beberapa bagian. Pada pagi hari %misalnya pukul *0.**&, sebaiknya sapi diberi sedikit hijauan untuk merangsang keluarnya sali!a %air ludah&. Sali!a
31
berfungsi sebagai larutan buffer %penyangga& didalam rumen sehingga p= rumen tidak mudah naik maupun
turun pada saat sapi diberi konsentrat. Pemberian
konsentrat dengan kandungan karbohidrat tinggi akan mudah terfermentasi sehingga menghasilkan asam lemak mudah terbang % volatile fatty acid# $%A& yang berpotensi menurunkan p= rumen. Sementara pemberian konsentrat yang banyak mengandung protein terdegradasi % rumen degradable protein# !P & akan menghasilkan 5= yang meningkatkan p= rumen. 'ondisi peningkatan atau penurunan p= rumen secara ekstrim akan berbahaya bagi kesehatan, ternak, bahkan dapat berakibat fatal, yaitu terjadinya kematian pada ternak. Setelah mengonsumsi sedikit rumput, tersebut diberi setengah jatah konsentrat. isalnya, apabila jatah konsentrat yang harus diberikan / kg maka pada pagi hari diberikan konsentrat sebanyak kg. Dua jam kemudian hijauan diberikan lagi. Pada sore hari %sekitar pukul +2.**&, konsentrat bagian kedua diberikan. Selanjutnya, pada pukul +0.**, hijauan diberikan lagi. ernak yang tidak biasa diberikan konsentrat seringkali tidak mau memakannya. $leh karena itu, harus dilatih terlebih dahulu. iasanya setelah satu minggu, ternak akan terbiasa untuk makan konsentrat. #pabila ternak mendapatkan konsentrat yang kering, hendaknya diberi sebaiknya pemberian air minum ditingkatkan. :aranya dengan menyediakan tempat minum didalam kandang sehingga sapi bebas mengonsumsinya.
32
BAB III !ET%D%L%I
3.1 aktu an l*kas' keg'atan
Praktek 'erja 6apangan %P'6& telah dilaksanakan pada tanggal +3 "ebruari )*+1 sampai dengan )+ aret )*+1 di 6oka Penelitian Sapi Potong, 7rati, Pasuruan, 8awa imur. 3.2 !et*e &raktek kerja la&ang
etode yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah 9 +. etode $bser!asi Pengumpulan data dengan cara penulis mengamati secara langsung kegiatan operasional yang ada di lapangan. ). etode @awancara @awancara ini dilakukan kepada pembimbing lapangan Praktek 'erja 6apang dan pada kepala kandang dan anak kandang yang bersangkutan.
32
33
BAB I5 HA#IL DAN PE!BAHA#AN
4.1 T'njauan Umum %b6ek L*kas' 4.1.1
#ejarah
Sejarah 6oka Penelitian Sapi Potong telah dimulai sejak tahun +;1;. Selama lebih dari enam puluh tahun, instansi ini mengalami beberapa kali perubahan organisasi maupun tugas pokok dan fungsinya. ahun +;1; sampai +;2*, pertama kali didirikan di ojokerto dengan nama alai Peternakan. ahun +;2* sampai +;2), pada tahun +;2* dipindahkan ke 7rati dengan nama baru alai Peternakan $emoem %P$&, dengan kegitan utama pembibitan ayam ras dan menyelenggarakan penyuluhan sampai tahun +;2). Pada tahun +;2) sampai +;/+, berganti nama kembali menjadi alai Penyelidikan Peternakan %PP&, dengan tugas utama mempelajari pengolahan dan pengawetan susu %keju, mentega, yoghurt dan lain-lain&. 6alu tahun +;/+ sampai +;// kembali memiliki nama baru 6embaga Penelitian Peternakan %6PP& cabang 7rati, tugas utama 6PP waktu itu adalah melakukan penelitian untuk memecahkan masalah-masalah peternakan di 8awa imur dan di Indonesia bagian timur. ahun +;// sampai +;/3, terkait dengan kondisi politik waktu itu, terjadi kesulitan dana, fasilitas dan keterbatasan peneliti. 'emudian namanya diubah menjadi 6embaga Peternakan :abang 7rati, tugas pokoknya bukan lagi penelitian melainkan sebagai Institusi penyediaan dan pengadaan sumber bibit ternak dan rumput Indonesia bagian timur. 'emudian tahun +;/3 sampai +;3* pada saat menjadi
33
34
6embaga Peternakan :abang 7rati kegiatan-kegiatannya dirasa kurang efektif, sehingga namanya dikembalikan lagi menjadi 6embaga Penelitian Peternakan %6PP& cabang 7rati dengan fungsi baru yaitu melakukan kegiatan penelitian sesuai dengan program yang diberikan oleh 6embaga Penelitian Peternakan ogor. ahun +;3* sampai +;;2, berdasarkan 'eputusan enteri Pertanian no. 3/+>'pts>$(7>+)>+;3* tertanggal ) Desember +;3*, 6embaga Penelitian :abang 7rati ditetapkan sebagai Sub alai Penelitian ernak %Sub alitnak& 7rati, yang disempurnakan
lagi
dengan
Surat
'eputusan
enteri
Pertanian
no.
/+>'pts>$.)+*>>+;31 tertanggal +/ #gustus +;31. erupakan Institusi yang menjadi kepanjangan tangan dari alai Peternakan ernak %alitnak& di :iawi, ogor yang berada di 8awa imur. Selain Sub alitnak 7rati, waktu itu terdapat pula Sub alitnak
di 'lepu %8awa engah&, Sei putih %Sumatera Utara&,
7oa
%Sulawesi Selatan&, dan 6ili, 'upang %5usa enggara imur&.
Selama tahun +;;2 sampai )**), pada tahun +;;2 terjadi perubahan induk organisasi yang menaungi, dari alai Penelitian ernak menjadi alai Pengkajian eknologi Pertanian 8awa imur. Perubahan tersebut mengakibatkan nama Sub alitnak berubah menjadi Instalasi Penelitian dan Pengkajian eknologi Pertanian %IPPP& 7rati dengan mandat penelitian dan pengkajian bidang peternakan. Setelah itu pada awal tahun )**) terjadi perubahan induk organisasi kembali. erdasarkan Surat 'eputusan enteri Pertanian no. 0)>'pts>$.)+*>+>)**) Instalasi Penelitian dan Pengkajian eknologi Pertanian berubah menjadi 6oka Penelitian Sapi Potong. 6oka Penelitian Sapi Potong merupakan unit pelaksana teknis adan Penelitian dan
35
Pengembangan Pertanian yang secara organisatoris dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan %Puslitbangnak& di ogor. Perubahan tersebut terjadi hingga sekarang dengan nama 6oka Penelitian Sapi Potong. 4.1.2
L*kas'
'antor Pusat Penelitian Sapi Potong %7ambar +& beralamat di 8l.Pahlawan no. ) Desa (anuklindungan 'ec. 7rati, 'ab. Pasuruan, 8awa imur /0+31 dengan nomer telepon *1-13+++ dan nomor faks *1-13++). 6oka Penelitian ini berada sekitar +/ km sebelah timur kota Pasuruan, tepatnya sekitar +0** m dari jalan raya antara 'abupaten Pasuruan dan 'abupaten Probolinggo.
ambar 4.1 'antor 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati, Pasuruan, 8awa imur
6oka Penelitian Sapi Potong memiliki beberapa sarana dan prasarana yang berguna untuk mendukung dan memperlancar kegiatan pemeliharaan dan penelitian. 6uas lahan yang digunakan untuk kegiatan pemeliharaan ternak dan administrasi perkantoran adalah seluas +2.222 m ) yang digunakan untuk bangunan perkantoran, kandang percobaan, laboratorium %nutrisi makanan ternak dan reproduksi&,
36
perpustakaan, mess, tempat penimbangan truk, mushola, rumah dinas, pos penjaga, parkir, gudang pakan, gaAebo, digester dan lahan hijauan pakan %rumput dan legum&. 4.1.3
5's' an !'s'
6oka Penelitian Sapi Potong merupakan lembaga penelitian sapi potong mandat nasional bertaraf internasional yang berperan aktif dalam pengembangan dan merekayasa teknologi peternakan strategis melalui pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya plasma nutfah sapi potong dengan teknologi pemuliaan, reproduksi, pakan, dan manajemen pemeliharaan guna mendapatkan bibit dan teknologi sapi potong.
isi yang disusun untuk melaksanakan !isi 6oka Penelitian Sapi Potong antara lain yaitu menciptakan produk biologi berupa bibit sapi potong %pejantan sebagai sumber semen&, rekomendasi model, metode dan formulasi teknologi pakan, informasi usaha peternakan sapi potong komersial serta mengembangkan kerja sama penelitian sapi potong. 4.1.4
#truktur %rgan'sas'
6oka Penelitian Sapi Potong merupakan unit pelaksana teknis adan 6itbang Pertanian yang dibentuk pada tahun )**), berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Puslitbang Peternakan, sesuai dengan Surat 'eputusan enteri Pertanian no. 0)>'pts>$.)+*>+>)**) tanggal ); 8anuari )**). emperhatikan keputusan 'epala adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 5omor9 $.+*.;2.)**, tentang pembentukan kelembagaan internal pada unit kerja dan unit
37
pelaksana teknis dilingkungan adan 6itbang Pertanian, 'epala 6oka Penelitian Peternakan Sapi Potong guna membantu dalam melaksanakan tugas-tugasnya melalui Surat Penugasan 5omor9 1;>'P.11*>8..2>*)>*2 tanggal + "ebruari )**2. 7una mendukung mobilitas dan pendayagunaan manajemen secara optimal dalam struktur organisasi ditunjukkan pula garis komando dan koordinasi serta implementasi tugas pokok dan tanggung jawab masing-masing satuan organisasi. adan struktur organisasi 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati tersaji pada gambar 1.).
ambar 4.2 agan Struktur $rganisasi 6oka Penelitian Sapi Potong 7rati.
4.1.
P*&ulas' Ternak
angsa sapi potong yang dipelihara di 6oka Penelitian Sapi Potong antara lain yaitu sapi Peranakan $ngole %P$&, sapi ali dan sapi adura. Sebagian besar sapi P$ berasal dari hasil pejantan di 6oka Penelitian Sapi Potong, sebagian yang lain adalah hasil penjaringan dari luar. Data populasi ternak di 6oka Penelitian Sapi Potong disajikan pada abel 1.. Tabel 4.3 Data populasi ternak di 6oka Penelitian Sapi Potong %ekor& Bangsa !ater' #tatus "'s'*l*g's
T*tal
38
De7asa
P$ ali adura
81 bln
!ua 12,1 bln
Peet 0,12 bln 90 bln
H /1
G H +*;
G +)
H G H G 1 )0 )+ )10
H 23
(!L
8umlah
G )*
8umlah
)3
*
+*
+1
*
*
*
*
3
+1
+3+
8umlah
*
*
+*
+1/
*
*
*
*
+*
+1/
+2/
);2
3)0
1122
T%TAL
032
Sumber 9 6oka Penelitian Sapi Potong, %)*+1& 4.2 Anal's's an Peme+ahan !asalah. 4.2.1
As&ek Peren+anaan
4.2.1.1 Peren+anaan Bahan Pakan
6oka penelitian sapi potong sebagian besar memenuhi kebutuhan pakan untuk ternak yang dipelihara dengan memanfaatkan limbah pertanian atau limbah industri pertanian yang tidak dikonsumsi oleh manusia. Pakan yang digunakan berupa hijauan dan konsentrat. =ijauan yang digunakan berupa rumput gajah, rumput lersia, leguminosa segar mempunyai kandungan !itamin dan mineral yang dibutuhkan oleh ternak. Sedangkan hijauan kering berupa jerami padi. 8erami padi diberikan dalam bentuk jerami padi kering yang selalu tersedia di bank pakan pada kandang kelompok. ank pakan ini bertujuan agar dapat menyediakan>memenuhi kebutuhan hijauan kering sepanjang hari,
View more...
Comments