Laporan Pendahuluan DSS

March 21, 2019 | Author: Bian Ashari | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

laporan pendahuluan...

Description

Laporan Pendahuluan DSS A. DEFINISI. Penya enyaki kitt

Deng Dengue ue adalah

dise diseba babk bkan an oleh oleh arbo arbovi viru rus s

(

suatu

infeksi

akut

arth arthrropod opodb bor orne ne viru virus s

yang !

dan dan

ditularkan "elalui gigitan nya"uk Aedes ( Aedes Albopi#tus dan Aedes edes

Aegyp egyptti

!

(Ngas Ngasttiyah iyah

dan dan

Il"u Il"u

$eseh sehatan atan

Ana Anak!. k!.

Penyakit Dengue Dengue %ae"o %ae"orag ragie ie Fever ever adal adalah ah peny penyak akit it De"a De"a" " Dengue dengan "anifestasi perdarahan ( su"ar"o dkk &')! Penyakit Dengue Sho#k Syndro" (dss! adalah penyakit D%F yang "engala"i ren*atan atau sho#k ( +ans*oer, Arief.dkk&'-.')! Arief.dkk&'-.')!  /. E0I1L12I -. 3irus dengue 3irus irus

deng engue

yang yang

"en "en*adi *adi

penye enyeb bab

pen penyak yakit

ini ini

ter"as ter"asuk uk ke dala" dala" Arbovi Arbovirus rus (Arthr (Arthropo opodbo dborn rn virus! virus! group group /, teta tetapi pi dari dari e"pa e"patt tipe tipe yait yaitu u viru virus s deng dengue ue tipe tipe -,', -,',4 4 dan dan  kee"pat tipe virus dengue tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya se#ara serologis virus dengue yang ter"asuk dala" genus 5avivirus ini berdia"eter  nono"eter dapat berke"bang biak dengan baik pada berbagai "a#a" kultur *aringan baik yang berasal dari sel 6 sel "a"alia "isa "isaln lnya ya sel sel /%$ /%$ (/ab (/abby by %o"s %o"ste terr $idn $idney ey!! "aup "aupun un sel sel 6 sel sel Arthropoda "isalnya sel aedes Albopi#tus. (Soedarto, -77!. '. 3ektor

3irus irus deng dengue ue ser serotip otipe e -, ', 4, dan dan  yang yang ditu ditula lark rkan an "ela "elalu luii vekt vektor or yait yaitu u nya" nya"uk uk aede aedes s aegy aegypt pti, i, nya" nya"uk uk aede aedes s albo albopi pi#t #tus us,, aede aedes s poly polyne nesi sien ensi sis s dan dan bebe bebera rapa pa spes spesie ies s lain lain "erupakan "erupakan vektor yang kurang berperan.in berperan.infeks feksii dengan dengan salah satu serotipe akan "eni"bulkan antibodi seu"ur hidup terhadap serotipe serotipe bersangk bersangkutan utan tetapi tetapi tidak ada perlindung perlindungan an terhadap terhadap serotipe *enis yang lainnya (Arief +ans*oer 8Suprohaita& '& '!. Nya"uk

Aede edes

Aegypti

"aupun

Aedes

Albopi#tus

"erupakan vektor penularan virus dengue dari penderita kepada oran orang g

lain lainny nya a

"eru erupak pakan

"ela "elalu luii

vekt vekto or

gigi gigita tann nnya ya

pen penting ting

di

nya" nya"uk uk

daer aerah

Aedes edes

Aegye egyeti ti

perk perko otaan taan

(3ib (3iban an!!

sedangkan di daerah pedesaan (rural! kedua nya"uk tersebut berper berperan an dala" dala" penula penularan ran.. Nya"uk Nya"uk Aedes Aedes berk berke"bang e"bang biak biak pada genangan Air bersih yang terdapat be*ana 6 be*ana yang terdapat di dala" ru"ah (Aedes Aegypti! "aupun yang terdapat di luar luar ru"a ru"ah h di luba lubang ng 6 luba lubang ng poho pohon n di dala dala" " poto potong ngan an ba"bu, dilipatan daun dan genangan air bersih ala"i lainnya ( Aedes Albopi#tus!. Nya"uk betina lebih "enyukai "enghisap darah korbannya pada siang hari teruta"a pada 9aktu pagi hari dan sen*a hari. (Soedarto, -77!. 4. %ost  :ika seseorang "endapat infeksi dengue untuk perta"a kalinya "aka ia akan "endapatkan i"unisasi yang spesi;k tetapi

tidak se"purna, sehingga ia "asih "ungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sa"a tipenya "aupun virus dengue tipe lainnya. Dengue %ae"oragi# Fever (D%F! akan ter*adi *ika seseorang yang pernah "endapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu "endapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dengan pula ter*adi pada bayi yang "endapat infeksi virus dengue untuk perta"a kalinya *ika ia telah "endapat i"unitas terhadap dengue dari ibunya "elalui plasenta. (Soedarto, -77!.

!. . Cen*atan (Syok! Per"ulaan syok biasanya ter*adi pada hari ke 4 se*ak sakitnya penderita, di"ulai dengan tanda 6 tanda kegagalan sirkulasi

yaitu kulit le"bab, dingin pada u*ung hidung, *ari tangan, *ari kaki serta sianosis disekitar "ulut. /ila syok ter*adi pada "asa de"a" "aka biasanya "enun*ukan prognosis yang buruk. (Soedarto, -77>!. Selain tanda dan ge*ala yang dita"pilkan berdasarkan dera*at penyakitnya, tanda dan ge*ala lain adalah  o %ati "e"besar, nyeri spontan yang diperkuat dengan reaksi perabaan. o Asites o !. E. $LASIFI$ASI +enurut dera*at ringannya penyakit, Dengue %ae"oragi# Fever (D%F! dibagi "en*adi  tingkat (PF I$A, -77 & '-! yaitu  -. Dera*at I Panas ' 6 B hari , ge*ala u"u" tidak khas, u*i taniuet hasilnya positif, tro"bositipenia, dan he"okonsentrasi. '. Dera*at II Sa"a dengan dera*at I di ta"bah dengan ge*ala 6 ge*ala pendarahan

spontan

seperti

petekia,

eki"osa,

epi"osa,

epistaksis, hae"ate"esis, "elena, perdarahan gusi telinga dan sebagainya.

4. Dera*at III Penderita syok ditandai oleh ge*ala kegagalan peredaran darah seperti nadi le"ah dan #epat ( -' G "enit! tekanan nadi se"pit (H ' ""%g! tekanan darah "enurun (-' G ) ""%g! sa"pai tekanan sistolik diba9ah ) ""%g. . Dera*at I3 Nadi tidak teraba,tekanan darah tidak terukur (denyut *antung  6 - ""%g! anggota gerak teraba dingin, berkeringat dan kulit ta"pak biru. Dera*at (%1 -77B! a. Dera*at I  De"a" dengan test ru"ple leed positif. b. Dera*at II  Dera*at I disertai dengan perdarahan spontan dikulit atau perdarahan lain. #. Dera*at III  Dite"ukan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi #epat dan le"ah, tekanan nadi "enurunG hipotensi disertai dengan kulit dingin le"bab dan pasien "en*adi gelisah. d. Dera*at I3  Syo#k berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diukur. F. PE+ECI$SAAN PENN:AN2 -. %asil laboratoriu" o 0ro"bosit "enurun H-.G J (pada hari sakit ke 4 6 B

o %e"atokrit "eningkat 'K atau lebih o Albu"in #enderung "enurun o S210, S2P0 sedikit "eningkat o Asidosis "etabolik pada lab /2A (p#' H 4> 6  ""%g, % tahun  > 6 - "g,  sehari o "ur > 6 - tahun  - 6 ' "g,  kali sehari

o "ur - tahun keatas  '> "g,  kali sehari. '. Infus #airan ringer laktat dengan dosis B> "l G kg // G hari untuk anak dengan // H - kg atau > "l G kg // G hari untuk anak dengan // H - - kg bersa"a 6 sa"a di berikan "inu"an oralit, air bauh susu se#ukupnya 4. ntuk kasus yang "enun*ukan ge*ala dehidrasi disarankan "inu" sebanyak 6 banyaknya dan sesering "ungkin. . Apabila anak tidak suka "inu" sa"a sekali sebaiknya *u"lah #airan infus yang harus diberikan sesuai dengan kebutuhan #airan penderita dala" kurun 9aktu ' *a" yang diesti"asikan sebagai berikut  o - "lG$g //G' *a", untuk anak dengan // H '> $g o B> "lG$g//G' *a", untuk anak dengan // '4 kg o  "lG$g//G' *a", untuk anak dengan // 4- kg o > "lG$g//G' *a", untuk anak dengan // -> kg >. 1batobatan lain  o Antibiotika apabila ada infeksi sekunder lain o Antipiretik untuk anti panas o Darah -> ##Gkg//Ghari perdarahan hebat. Sedangkan penatalaksanaan Dengue %ae"oragi# Fever (D%F! "enurut PF I$A, -77 adalah. -. /elu" atau tanpa ren*atan (2rade I dan II! 

%iperpireksia (suhu < atau lebih! diatasi dengan antipiretika dan surfa#e #oolingO. Antipiretik yang dapat diberikan ialah golongan aseta"inofen, asetosal tidak boleh diberikan o "ur  6 -' bulan   "g G ka*i,  kali sehari o "ur - 6 > tahun  > 6 - "g,  sehari o "ur > 6 - tahun  - 6 ' "g,  kali sehari o "ur - tahun keatas  '> "g,  kali sehari  0erapi #airan -! Infus #airan ringer laktat dengan dosis B> "l G kg // G hari untuk anak dengan // H - kg atau > "l G kg // G hari untuk anak dengan // H - - kg bersa"a 6 sa"a di berikan "inu"an oralit, air bauh susu se#ukupnya '! ntuk kasus yang "enun*ukan ge*ala dehidrasi disarankan "inu" sebanyak 6 banyaknya dan sesering "ungkin. 4! Apabila anak tidak suka "inu" sa"a sekali sebaiknya *u"lah #airan infus yang harus diberikan sesuai dengan kebutuhan #airan penderita dala" kurun 9aktu ' *a" yang diesti"asikan sebagai berikut  o - "lG$g //G' *a", untuk anak dengan // H '> $g o B> "lG$g//G' *a", untuk anak dengan // '4 kg o  "lG$g//G' *a", untuk anak dengan // 4- kg o > "lG$g//G' *a", untuk anak dengan // -> kg

o 1batobatan lain  antibiotika apabila ada infeksi lain, antipiretik untuk anti panas, darah -> ##Gkg//Ghari perdarahan hebat. '. Dengan Cen*atan (2rade III!  -! /erikan infus Cinger Laktat ' "LG$g//G- *a" Apabila "enun*ukkan perbaikan (tensi terukur lebih dari ) ""%g dan nadi teraba dengan frekuensi kurang dari -'G"nt dan

akral

hangat!

lan*utkan

dengan

Cinger

Laktat

-

"LG$g//G-*a". :ika nadi dan tensi stabil lan*utkan infus tersebut dengan *u"lah #airan dihitung berdasarkan kebutuhan #airan dala" kurun 9aktu ' *a" dikurangi #airan yang sudah "asuk dibagi dengan sisa 9aktu ( ' *a" dikurangi 9aktu yang dipakai untuk "engatasi ren*atan !. Perhitungan kebutuhan #airan dala" ' *" diperhitungkan sebagai berikut  o - "LG$g //G' *a" untuk anak dengan // H '> $g o B> "LG$g //G' *a" untuk anak dng berat badan '4 $g. o  "LG$g //G' *a" untuk anak dengan // 4- $g. o > "LG$g //G' *a" untuk anak dengan // -> $g. '! Apabila satu *a" setelah pe"akaian #airan CL ' "LG$g //G *a" keadaan tensi "asih terukur kurang dari ) ""%g dan andi #epat le"ah, akral dingin "aka penderita tersebut "e"peroleh plas"a atau plas"a ekspander (de@tran L atau yang lainnya! sebanyak - "LG $g //G - *a" dan dapat diulang "aksi"al 4 "LG$g // dala" kurun 9aktu ' *a". :ika keadaan u"u"

"e"bai dilan*utkan #airan CL sebanyk kebutuhan #airan sela"a ' *a" dikurangi #airan yang sudah "asuk dibagi sisa 9aktu setelah dapat "engatasi ren*atan. 4! Apabila satu *a" setelah pe"berian #airan Cinger Laktat - "LG$g //G - *a" keadaan tensi "enurun lagi, tetapi "asih terukur kurang ) ""%g dan nadi #epat le"ah, akral dingin "aka penderita tersebut harus "e"peroleh plas"a atau plas"a ekspander (de@tran L atau lainnya! sebanyak - +lG$g //G - *a". Dan dapat diulang "aksi"al 4 "gG$g // dala" kurun 9aktu '  *a".

/ila pasien sudah "asuh dala" tahap DSS (Dengue Syok Syndro"! yaitu pada grade 4 atau  "aka penatalaksanaan yang terpentingadalah pengelolaan #airan diantaranya adalah  -. Cesusitasi volu"e pada DSS  Pilihan #airan #olu"e intra verkuler dan ke"a"puan "enyu"pal vaskuler. ' ##Ghari ( sesuai toleransi ! #. An*urkan keluarga agar "engenakan pakaian yang tipis dan "udah "enyerap keringat pada klien. d. 1bservasi intake dan output, tanda vital ( suhu, nadi, tekanan darah ! tiap 4 *a" sekali atau lebih sering.

e. $olaborasi  pe"berian #airan intravena dan pe"berian obat antipiretik sesuai progra". '. $ekurangan volu"e #airan bGd perpindahan #airan dari intravaskuler ke ekstravaskuler  0u*uan  0idak ter*adi devisit vou"e #airan G 0idak ter*adi syok hipovole"ik. $riteria  Input dan output sei"bang, 3ital sign dala" batas nor"al (0D -GB ""%g, N )-'@G"nt!, 0idak ada tanda presyok, Akral hangat, ' "l Ghari (sesuai toleransi! e. $olaborasi  Pe"berian #airan intravena, plas"a atau darah. 4. $etidak sei"bangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bGd intake in adekuat  0u*uan  0idak ter*adi gangguan kebutuhan nutrisi $riteria



0idak ada

tandatanda

"alnutrisi,

tidak

ter*adi

penurunan berat badan, Nafsu "akan "eningkat, porsi "akanan yang disa*ikan "a"pu dihabiskan klien, "ual dan "untah berkurang. Intervensi 

a. $a*i ri9ayat nutrisi, ter"asuk "akanan yang disukai b. 1bservasi dan #atat "asukan "akanan pasien #. 0i"bang // tiap hari (bila "e"ungkinkan ! d. /erikan G An*urkan pada klien untuk "akanan sedikit na"un sering dan atau "akan diantara 9aktu "akan e. /erikan dan /antu oral hygiene. f. %indari "akanan yang "erangsang (pedas G asa"! dan "engandung gas. g. :elaskan pada klien dan keluarga tentang penting nutrisiG "akanan bagi proses penye"buhan. h. Sa*ikan "akanan dala" keadaan hangat. i. An*urkan pada klien untuk "enarik nafas dala" *ika "ual.  *. $olaborasi dala" pe"berian diet lunak dan rendah serat. k. 1bservasi porsi "akan klien, berat badan dan keluhan klien.

.

Cesiko

syok

hipovole"ik

bGd

per"eabilitas

"eningkat  0u*uan  0idak ter*adi syok hipovole"ik $riteria  0anda 3ital dala" batas nor"al Intervensi 

"e"bran

a. +onitor keadaan u"u" pasien b. 1bservasi vital sign setiap 4 *a" atau lebih #. :elaskan pada pasien dan keluarga tanda perdarahan, dan segera laporkan *ika ter*adi perdarahan d. $olaborasi  Pe"berian #airan intravena e. $olaborasi  pe"eriksaan  %/, P.GuL!. Intervensi  a. An*urkan pada klien untuk banyak istirahat tirah baring ( bedrest ! b. /erikan pen*elasan kepada klien dan keluarga tentang bahaya yang dapat ti"bul akibat dari adanya perdarahan, dan an*urkan untuk segera "elaporkan *ika ada tanda perdarahan seperti di gusi, hidung(epistaksis!, berak darah ("elena!, atau "untah darah (he"ate"esis!. #. Antisipasi adanya perdarahan  gunakan sikat gigi yang lunak, pelihara kebersihan "ulut, berikan tekanan >- "enit setiap selesai a"bil darah dan 1bservasi tandatanda perdarahan serta tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu dan pernafasan!.

d. $olaborasi dala" pe"eriksaan laboratoriu" se#ara berkala (darah lengkap!. e. +onitor tandatanda penurunan tro"bosit yang disertai tanda klinis. f. +onitor tro"bosit setiap hari g. $olaborasi dala" pe"berian transfusi (tro"bosit #on#entrate!.

DAF0AC PS0A$A

Engra", /arbara. (-77)!. Cen#ana Asuhan $epera9atan +edikal /edah. 3olu"e ', (ter*e"ahan!. Penerbit /uku $edokteran E2
View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF