Laporan KKN Alt II Gel B 2014 Desa Banjarejo
September 15, 2017 | Author: handayanipratama | Category: N/A
Short Description
h...
Description
i
LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
PROGRAM KONSERVASI LINGKUNGAN DENGAN PENGEMBANGAN POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PROGRAM ELECTRONIC REPAIR TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA BANJAREJO, KECAMATAN BOJA, KABUPATEN KENDAL.
Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.
Hermawan Afandi Evi Budi Suryani Dwi Atik Karlina Anziz Wijanarko Cahyo Fajar Handayani Feri Adi Gunawan Hasan Dzikaromah Fitri Handayani Udhi Sukma Rosyadi Antony Anwari Rahman Yulia Indah P Atin Sutriana Riwayati Susanti Dwi Umi Elfiach Ana Muflihatun Stefhani Tantra Sintara
(5301411028) (4001411036) (4201411009) (4201411127) (4301411113) (5301411012) (5301411026) (5302411091) (5302411222) (5302411236) (6301411043) (6301411044) (6301411194) (7101411382) (7101411420)
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2014
ii
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL KKN ALTERNATIF
1. Nama Kegiatan
: Program Konservasi Lingkungan Dengan Pengembangan Potensi Agraris dan Potensi Sumber Daya Manusia Melalui Program Electronik Repair Training untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
2. Koordinator Mahasiswa a. Nama Lengkap b. NIM c. Fak/ Jur/ Semester 3. Jumlah Anggota kelompok pengusul 4. Nama Dosen Pembimbing Lapangan a. Nama Lengkap dan gelar b. NIP 5. Waktu Pelaksanaan 6. Lokasi Kegiatan KKN 7. Biaya Kegiatan 8. Sumber Biaya
Mengetahui ;
: Hermawan Afandi : 5301411028 : FT / Teknik Elektro / VI : 15 orang : Andi Suhardiyanto,S.Pd, M.Si : 19761011 2006041 002 : 5 November - 19 Desember 2014 (Gel.B) : Desa Banjarejo, Kecamatan Boja Kabupaten Kendal : Rp 4.500.000,00 (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) : Iuran Mahasiswa Semarang, 17 Desember 2014 Koordinator Mahasiswa,
DPL KKN
Andi Suhardiyanto,S.Pd, M.Si NIP. 19761011 200604 1 002
Hermawan Afandi NIM. 5301411028
Mengetahui, Kepala Pusat Pengembangan KKN
Dr. Dwijanto, M.S. NIP. 19580430 198403 1 006
iii
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan limpahan rahmat, berkah dan karunia-Nya sehingga Tim KKN Alternatif 2014 Universitas Negeri Semarang dapat melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Krajan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dengan lancar, serta dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan KKN tepat pada waktunya. Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dan dorongan semangat serta dukungan semua pihak terkait. Oleh karenanya, pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum selaku Rektor Universitas Negeri Semarang 2. Dr. Dwijanto, M.S., selaku Kepala Pusat Pengembangan KKN Universitas Negeri Semarang. 3. Andi Suhardiyanto, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan. 4. Bapak Tony Dwi Susanto, selaku Kepala Desa Banjarejo. 5. Bapak Kamto, selaku Kepala Dusun Krajan. 6. Segenap warga di lingkungan Desa Banjarejo. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan KKN ini. Tak ada gading yang tak retak. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca untuk perbaikan laporan-laporan berikutnya. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi Desa Banjarejo pada umumnya dan bagi Tim KKN Alternatif 2014 Universitas Negeri Semarang pada khususnya.
Kendal,
Desember 2014
Tim KKN Alternatif 2014
iv
RINGKASAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan yang dilaksanakan di sekitar maupun di luar wilayah universitas guna memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam hal pendidikan, kewirausahaan, pelatihan dan pembinaan IPTEK yang dikuasai oleh sekelompok masyarakat. Dalam hal ini, Tim KKN Universitas Negeri Semarang telah selesai melaksanakan kegiatan KKN di Dusun Krajan Rt 02, 03, 04 & 05 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Kegiatan dimulai pada tanggal 5 November sampai dengan 19 Desember 2014. Adapun program – program yang telah dilaksanakan dalam kegiatan KKN ini dibedakan menjadi tiga kategori, yakni program wajib, program utama, dan program tambahan. Program wajib yang sudah terlaksana ada dua, yaitu pembentukan Posdaya Sido Makmur dan penanaman pohon. Posdaya Sido Makmur yang didirikan oleh Tim KKN ini berada pada tingkatdusun yaitu Dusun Krajan Rt 02, 03, 04 & 05 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Sementara itu, untuk program utama sendiri dibagi menjadi empat bidang, yakni (1) bidang pendidikan (meliputi Electronic repairing taining ( pelatihan servis elektronik, Bimbingan Belajar (Bible Smart and Creative), TPQ, Pelatihan Komputer, dan Lomba Kopetensi Siswa); (2) bidang ekonomi (meliputi Penyuluhan Pembuatan Krupuk Lele, Nugget Lele, dan Abon Lele, Pelatihan Pembuatan Nugget Lele, dan Pelatihan pembuatan bros dari kain perca); (3) bidang kesehatan (meliputi Pencanangan Apotek Hidup, Sikat Gigi Bersama, Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) dan Penyuluhan Kesehatan di Posyandu, Peyuluhan Demam Berdarah, Kerja Bakti, Senam Aerobik, Senam Ibu Hamil, Pelatihan Sport Massase, Pelatihan footsal, dan Sosialisasi Woodball); dan (4) bidang lingkungan (meliputi Relamp (Reparasi Lampu Penerangan), Tulisan – Tulisan Sunah di Tempat Ibadah, Plang Penunjuk Jalan, Informasi dan Keterangan Rumah Aparat Dusun, Pengadaan Tempat Sampah di Masjid, dan Papan Informasi di Poskamling). Dan untuk program tambahan yang telah
v
dilaksanakan mencakup PAUD, TK, Taman Baca, PBA (Pengentasan Buta Aksara), Pelatihan Tata Rias dan Hijab, Senam Sehat Ceria, Drum Band, Pramuka, Inovasi Pengemasan Kripik, Peremajaan Tugu dan Budidaya Tunas Pisang di wilayah Dusun Krajan. Partisipasi segenap masyarakat Dusun Krajan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. sangat baik. Kerjasama terbentuk secara sinergis antara warga dengan Tim KKN Unnes sehingga pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar dan hambatan – hambatan pun dapat diminimalkan. Akhirnya, program-program yang telah dilaksanakan membawa pengaruh positif bagi warga Dusun Krajan sehingga diharapkan akan mempercepat pembangunan Dusun Krajan menjadi dusun yang sejahtera.
vi
DAFTAR ISI Halaman Judul..................................................................................................
i
Halaman Pengesahan ......................................................................................
ii
Kata Pengantar ................................................................................................
iii
Ringkasan ........................................................................................................
iv
Daftar Isi .........................................................................................................
v
Daftar Tabel ....................................................................................................
vi
Daftar Lampiran ..............................................................................................
vii
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ..........................................................................................
1
Sasaran Program .......................................................................................
3
Tujuan Program .........................................................................................
3
Manfaat Program........................................................................................
4
BAB II PERENCANAAN PROGRAM Program Wajib ..........................................................................................
5
Program Utama .........................................................................................
6
Program Tambahan ...................................................................................
28
BAB III PELAKSANAAN PROGRAM KERJA Bidang Pendidikan ....................................................................................
33
Bidang Kesehatan ......................................................................................
44
Bidang Lingkungan ...................................................................................
54
Bidang Ekonomi ......................................................................................
61
Program Tambahan ...................................................................................
68
BAB IV PEMBAHASAN Pelaksanaan Posdaya .................................................................................
86
Program Posdaya 4 Bidang .......................................................................
87
Program Konservasi ..................................................................................
91
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan .........................................................................................................
94
Saran ................................................................................................................
95
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Kerja Sama dengan Lembaga Mitra Lampiran 2 Peta Lokasi Lampiran 3 Biodata Mahasiswa Lampiran 4 Foto-Foto Kegiatan Lampiran 5 Surat Keputusan Lampiran 6 Struktur Posdaya Lampiran 7 Leaflet Kegiatan KKN Lampiran 8 Banner Kegiatan KKN Lampiran 9 Databasis Posdaya
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Pendidikan Tabel 3.2 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Kesehatan Tabel 3.3 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Lingkungan Tabel 3.4 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Ekonomi Tabel 3.5 Pelaksanaan Progam Tambahan Tabel 4.1 Data Penanaman Pohon
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu–ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi di masyarakat. Pelaksanaan KKN sebagai wahana pengabdian masyarakat diharapkan juga dapat mengembangkan kemampuan praktis mahasiswa dalam menyerap keahlian yang ada dimasyarakat. Sehingga KKN diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Desa Banjarejo adalah desa yang terletak di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal yang terdiri dari 4 dusun yaitu: Banjarejo, Segunung, Rejowinangun (sekolo) dan Villa Siberi. Desa Banjarejo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dibidang pertanian, peternakan, dan sumberdaya manusia. Dalam bidang peternakan potensinya dapat dilihat dari banyaknya peternakan yang ada di Desa Banjarejo seperti: budidaya ikan lele, peternakan ayam, pengolahan pupuk kompos, dan pengolahan jerami menjadi pakan ternak. Di zaman serba teknologi saat ini barang-barang elektronik telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Jenis barang elektronik sangat beragam, dan barang-barang tersebut dapat mengalami kerusakan karena berbagai sebab. Karena harga yang kemungkinan mahal dan barang tersebut masih dapat diperbaiki, kebanyakan orang memilih melakukan servis untuk peralatan elektronik mereka yang rusak. Keadaan seperti ini diantaranya dapat dijumpai di Desa Banjarejo. Belajar servis elektronik bukanlah hal yang susah jika mau belajar dan ada kemauan. Untuk bisa menguasai servis elektronik dapat dipelajari dengan pengalaman dan proses belajar dari praktik yang berkelanjutan. Kenyataan tersebut telah membuka peluang usaha yang sangat menjanjikan, yaitu usaha
2
jasa servis elektronik. Pengguna jasa ini sangat banyak, mulai dari individu, rumah tangga, hingga perusahaan atau pabrik besar. Pelatihan servis elektronik (Electronik Repair Training) ini akan sangat menguntungkan warga Desa Banjarejo, disamping akan memberikan pengetahuan dan keahlian di bidang jasa servis elektronik, dengan adanya pelatihan ini juga akan memberikan bekal usaha jasa servis elektronik untuk warga yang berminat membuka jasa servis elektonik secara mandiri ataupun secara berkelompok (karang taruna). Keadaan seperti itu akan mengurangi angka pengangguran di Desa Banjarejo dan juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Banjarejo. Selain pelatihan servis elektronik (Electronik Repair Training), program lain sebagai penunjang meningkatnya kesejahteraan masyarakat di desa bajarejo antara lain mencakup bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kewirausahaan. Tingkat pendidikan di desa bajarejo sudah cukup baik dengan rata-rata pendidikan yang ditempuh tamat SLTA, dan ada beberapa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri, namun letak dengan letak geografis Desa Banjarejo yang jauh dari pemerintahan Kabupaten kendal dan jauhnya sekolah mengah pertama serta sekolah menengah atas membuat Bidang pendidikan terdiri dari beberapa program antara lain bimbingan belajar ( bible smart and creative ) , taman pendidikan alquran ( TPQ), latihan korespondensi dan pengelolaan arsip sebagai tertib administrasi terhadap pemerintah desa banjarejo, pelatihan computer( Microsoft office, corel draw photoshop, lomba kompetensi siswa ( LKS ). Bidang kesehatan terdiri dari beberapa program antara lain pencanangan apotik hidup, sikat gigi bersama, pemberian makan tambahan (PMT) dan penyuluhan kesehatan di Posyandu, penyuluhan DB DTD, kerja bakti bersama, senam aerobic, senam ibu hamil, pelatihan sport massase, lomba olahraga tradisional, pelatihan footsal, sosialisasi woodball Bidang infrastruktur terdiri dari beberapa program antara lain RELAMP, tulisan-tulisan sunah di tempat ibadah, plang penunjuk jalan, informasi, dan
3
keterangan rumah aparat dusun, pengadaan tempat sampah di masjid, papan informasi di poskamling, Bidang kewirausahaan terdiri dari beberapa program antara lain penyuluhan pembuatan kerupuk lele, nugget lele, dan abon lele, pelatihan pembuataan kerupuk lele, pelatihan pembuatan bros dari kain perca dan flannel. Sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka kami memilih “Program Pengabdian Masyarakat dengan judul “Program Konservasi Lingkungan Dengan Pengembangan Potensi Agraris dan Potensi Sumber Daya Manusia Melalui
Program
Electronic
Repair
Training
Untuk
Meningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal” sebagai judul dari kegiatan KKN alternatif ini.
B. Sasaran Program Sasaran kegiatan KKN alternatif ini adalah seluruh masyarakat di Desa Banjarejo, mencakup : 1. Ibu-ibu PKK Desa Banjarejo 2. Ibu-ibu Rw 01, khususnya Rt 02, 03, 04 & 05 Dusun Krajan 3. Bapak-bapak Rw 01, khususnya Rt 02, 03, 04 & 05 Dusun Krajan 4. Karang Taruna (pemuda-pemudi) Rw 01 Dusun Krajan 5. Anak-anak PAUD Bougenvile Desa Banjarejo 6. TK Cut Nya’ Din Desa Banjarejo 7. SD Negeri 1 Banjarejo
C. Tujuan Program Tujuan yang ingin dicapai dalam KKN Alternatif ini adalah sebagai berikut : a. Mengaktifkan kembali administrasi dan infrastruktur yang sempat terbengkalai. b. Membantu masyarakat agar dapat mengolah berbagai sumber daya alam dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada supaya
4
masyarakat memiliki keterampilan berwirausaha dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada. c. Membangun kesadaran masyarakat untuk tidak hanya mengeksplor potensi tetapi juga memahami dampaknya serta melestarikan dan menjaga keseimbangan alam. d. Memberikan pelatihan servis elektronik kepada Masyarakat Desa Banjarejo, sehingga dapat memberikan lapangan kerja baru.
D. Manfaat Program Manfaat kegiatan KKN alternative ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Mahasiswa Tim KKN Membantu mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam mengatasi masalah
nyata
yang
ada
di
lingkungan
masyarakat
serta
mengimplementasikan keilmuan yang telah di miliki selama melakukan studi di lingkungan kampus Universitas Negeri Semarang 2. Bagi Masyarakat Mengembangkan pengetahuan masyarakat mengenai perbaikan alatalat elektronik yang rusak serta dapat meningkatkan kreativitas dalam pengelolaan hasil perikanan. 3. Bagi Pemerintah Membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui Electronik Repair Training di Desa Banjarejo Kec. Boja Kab. Kendal.
BAB II PERENCANAAN PROGRAM
Perkembangan zaman yang semakin pesat dan disertai dengan beragam fenomena sosial ternyata memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Oleh karenanya, rencana awal pelaksanaan program KKN yang akan dilaksanakan telah mengalami banyak perubahan. Berdasarkan alasan tersebut, maka perencanaan program kerja yang akan dilaksanakan meliputi : A. PROGRAM WAJIB 1. Pembentukan POSDAYA Rencana program posdaya yang akan dilaksanakan adalah pembentukan posdaya yang beranggotakan ibu-ibu, bapak-bapak dan karang taruna dan bertempat di Rw 01 Dusun Krajan, Desa Banjarejo. Dalam hal ini, kegiatan yang akan dilaksanakan mencakup 4 bidang kehidupan, yakni : (1) bidang ekonomi, meliputi pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang didalamnya terdiri dari pembuatan nugget lele, bros dari kain perca dan kripik Sido Makmur; (2) bidang pendidikan, meliputi taman baca, Electronic repair training, bimbingan belajar, pelatihan program computer; (3) bidang kesehatan, meliputi senam aerobic, kerja bakti, dan penyuluhan Demam Berdarah serta penyuluhan 3M (mengubur, menutup, menguras)
dan (4) bidang lingkungan, meliputi reparasi lampu
penerangan . 2. Penanaman Pohon a. Waktu dan tempat pelaksanaan Penanaman pohon akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 14 Desember 2014 di seluruh wilayah RW 01 Dusun Krajan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. b. Bentuk Kegiatan Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dusun dan dihadiri oleh pengurus Posdaya beserta warga Rw 01 Dusun Krajan.
6
c. Tujuan kegiatan Membudayakan kegiatan penanaman pohon dalam rangka konservasi lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang sehat, asri dan indah. d. Penanggungjawab Seluruh Tim KKN Alternatif Universitas Negeri Semarang tahun 2014
B. PROGRAM UTAMA Program utama dari pelaksanaan KKN alternatif ini adalah seperti yang telah tertera dalam judul proposal ini, yaitu : Program Konservasi Lingkungan Dengan Pengembangan Potensi Agraris dan Potensi Sumber Daya Manusia Melalui
Program
Electronik
Repair
Training
untuk
Meningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat di Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Adapun beberapa program penunjang yang lain, antara lain: 1. PROGRAM KERJA BIDANG PENDIDIKAN a. Bimbingan Belajar (Bible Smart and creative) 1) Alat dan bahan : a) buku tulis b) pensil c) spidol d) papan tulis 2) Sasaran : Anak-anak TK dan SD di desa Banjarejo. 3) Metode Pelaksanaan : Tim KKN memberikan bantuan bimbingan belajar kepada anakanak TK dan SD dengan metode belajar sambil bermain.serta akan diselingi dengan menyanyikan lagu dan pengenalan seni budaya agar kegiatan belajar tidak membosankan. 4) Waktu Pelaksanaan :
7
Kegiatan dilaksanakan seminggu ada tiga kali yaitu hari Senin, Rabu, dan Sabtu ( khusus hari sabtu untuk pengenalan tokoh-tokoh pahlawan serta lagu nasional ) 5) Indikator Keberhasilan : a) Anak-anak dapat lebih memahami terhadap materi pelajaran. b) Menumbuhkan semangat belajar anak c) Membentuk karakter anak-anak yang memiliki jiwa nasionalisme 6) Penanggungjawab : Antony Anwari Rahman b. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) 1) Alat dan bahan : a) Al-Qur'an / buku Iqra / Juz 'amma b) Buku tulis c) Pensil 2) Sasaran : Anak-anak di desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan : Metode yang digunakan dalam program TPQ atau taman mengaji yaitu anak-anak dituntun untuk dapat membaca dan menulis alQuran dengan metode pendampingan oleh mahasiswa KKN. 4) Waktu Pelaksanaan : Waktu pelaksanaan yaitu seminggu satu kali yaitu hari Selasa. 5) Indikator Keberhasilan : a) Anak-anak di desa Banjarejo diharapkan dapat membaca dan menulis Al-qur’an dengan baik dan lancar. b) Menumbuhkan sikap religius anak untuk rajin mengaji, dan baca tulis Al-Qur'an. 6) Penanggungjawab : Antony Anwari Rahman c. Latihan Korenspondensi dan Pengelolaan Arsip sebagai Tertib Administrasi Pada Pemerintahan Desa di desa Banjarejo. 1) Alat dan bahan : a) Kertas HVS
8
b) Map c) Kardus d) Spidol e) Bolpoin f) label 2) Sasaran : Pegawai kelurahan atau perangkat Desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan : Metode
yang
dilakukan
pada
program
kerja
pelatihan
korenspondensi dan pengelolaan arsip yaitu dengan cara demonstrasi yang akan dijelaskan oleh mahasiswa KKN atau Dosen dan praktik langsung yang akan didampingi oleh mahasiswa KKN. 4) Waktu Pelaksanaan : Waktu pelaksanaan program pelatihan korespondensi dan pengelolaan arsip akan dilaksanakan setiap seminggu sekali, yaitu hari kamis. 5) Indikator Keberhasilan : a) Para pegawai kelurahan Banjarejo dapat membuat surat dengan baik dan dapat mengelola arsip dengan baik. b) Tertib administrasi dapat tercapai di kelurahan Banjarejo. 6) Penanggungjawab : Ana Muflihatun d. Pelatihan Komputer (Microsoft Office, Corel Draw, Photoshop) 1) Alat dan bahan : a) Komputer/laptop b) LCD c) Proyektor d) Modul Pelatihan 2) Sasaran : Anggota karang taruna di desa Banjarejo, Boja 3) Metode Pelaksanaan :
9
Metode yang dilakukan pada program kerja pelatihan komputer yaitu dengan cara demonstrasi oleh mahasiswa KKN dan praktik langsung yang didampingi oleh mahasiswa KKN. Untuk software atau aplikasi yang akan diajarkan yaitu dasar-dasar Ms-Office (MsWord, Ms-Excel, Ms-Access, Ms-Powerpoint), Corel Draw, dan Photoshop. Untuk peserta yang masih awam dengan penggunaan komputer maka akan dimasukkan ke dalam kelas Dasar Microsoft Office, sedangkan untuk peserta yang sudah mahir dalam Microsoft Office akan diajarkan desain grafis berupa Corel Draw dan Photoshop 4) Waktu Pelaksanaan : Waktu pelaksanaan program pelatihan komputer yaitu setiap seminggu dilaksanakan dua kali, yaitu hari sabtu dan minggu. 5) Indikator Keberhasilan : Masyarakat (karang taruna) di desa Banjarejo dapat menggunakan komputer khususnya Ms-Office, Corel Draw dan Photoshop dengan baik dan lancar. 6) Penanggungjawab : Udhi Sukma Rosyadi e. Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 1) Lomba Mewarna tingkat TK a) Alat dan Bahan : (1)Kertas bergambar (2)Piala dan hadiah b) Sasaran : Anak-anak TK di desa Banjarejo c) Metode Pelaksanaan : (1)Tim KKN melakukan sosialisasi dengan mengirimkan surat pemberitahuan ke sekolah; (2)Tim KKN melakukan pengambilan data anak-anak TK; (3)Tim KKN melakukan perlombaan antar TK di desa Banjarejo d) Waktu Pelaksanaan
10
Waktu pelaksanaan pada minggu ke-4 e) Indikator Pelaksanaan : (1)Anak-anak mampu mewarnai gambar dengan rapi dan bagus (2)Menumbuhkan jiwa kreatifitas anak (3)Menumbuhkan dan memperkuat jiwa seni kepada anak-anak TK. 2) Lomba TPQ tingkat SD : Hafalan Surah Pendek a) Alat dan Bahan : (1)Juz 'Amma (2)Al-Qur'an (3)Piala dan hadiah b) Sasaran : Anak - anak SD di desa Banjarejo c) Metode Pelaksanaan (1)Tim KKN melakukan sosialisasi dengan mengirimkan surat pemberitahuan ke sekolah; (2)Tim KKN melakukan pengambilan data anak-anak SD; (3)Tim KKN melakukan perlombaan antar TK di desa Banjarejo d) Waktu Pelaksanaan Lomba TPQ dilaksanakan pada minggu ke-4. e) Indikator Pelaksanaan : (1)Anak-anak mampu menghafalkan surat-surat pendek (2)Meningkatkan rasa keagamaan pada diri anak (3)Meningkatkan hafalan dan kefasihan anak dalam membaca ayat-ayat pada surah pendek. 3) Lomba Cerdas Cermat tingkat SD a) Alat dan Bahan (1)Kertas HVS (2)Lembar soal (3)Piala dan hadiah b) Sasaran
11
Anak – anak usia SD c) Metode Pelaksanaan (1)Tim kkn melakukan sosialisasi dengan mengirim surat pemberitahuan kepada sekolah (2)Anak-anak diberikan soal-soal yang telah disiapkan oleh panitia d) Waktu Pelaksanaan Lomba cerdas cermat dilaksanakan pada minggu ke5. e) Indikator Pelaksanaan (1)Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diberikan (2)Meningkatkan minat belajar siswa (3)Menumbuhkan rasa kebersamaan Penanggungjawab : Udhi Sukma Rosyadi
2. KESEHATAN a. Pencanangan Apotek Hidup 1) Alat dan Bahan: a) Tanaman obat - obatan herbal : kunyit, temulawak, kencur, dan yang lainnya yang bermanfaat sebagai obat tradisional b) Cangkul c) Lahan untuk penanaman apotek hidup 2) Sasaran : Pemuda di desa banjarejo yang harus berpartisipasi 3) MetodePelaksanaan : a) TIM
KKN
mengadakan
penyuluhan
dalam
pelaksanaan
pembuatan apotek hidup dan mengajak warga untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan program ini. b) Dalam penyuluhan TIM KKN memberikan arahan bahwa obat obatan herbal itu lebih sehat dan hemat daripada obat –obatan medis.
12
c) Tim KKN mengajak seluruh pemuda dan mengajari para pemuda bagaimana membuat dan merawat apotek hidup tersebut agar bisa bermanfaat
bagi
kesehatan
warga
maupun
dalam
mengembangkan budaya meminum obat – obatan tradisional. 4) Waktu Pelaksanaan : Hari Sabtu dan Minggu, Minggu ke dua dimulai dari pelaksanaan KKN 5) Indikator keberhasilan a) Warga menjadi lebih sehat karena tanaman herbal b) Mengembangkan kembali budaya tanaman herbal c) Berkembangnya apotek hidup sebagai bentuk kepedulian kesehatan warga. 6) Penanggungjawab : Evi Budi Suryani b. Sikat Gigi Bersama 1) Alat dan bahan: a) Sikat gigi dan pasta gigi b) Gelas plastik untuk berkumur c) Air mengalir 2) Sasaran : Anak-anak kelas 1-3 SD di Desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan : a) Tim KKN mengunjungi SD N BANJAREJO khususnya kelas 1-3 yang akan diberikan penyuluhan dan praktek cara menggosok gigi yang baik dan benar. b) Tim KKN mempersiapkan alat – alat yang diperlukan untuk melaksanakan sikat gigi bersama. c) Sebelum dilaksanakannya sikat gigi besama, tim KKN dan pengajar memberikan penjelasan cara menyikat gigi yang benar dan membagikan sikat gigi gratis pada siswa. d) Tim KKN dan pengajar mengatur jalannya sikat gigi bersama secara bergiliran berdasarkan tingkatan kelas.
13
e) Setelah proses sikat gigi bersama selesai, siswa diperbolehkan membawa sikat gigi yang sudah diberikan oleh tim KKN diawal pembagian 4) Waktu : Hari Sabtu, Minggu ke-3 5) Indikator Keberhasilan: a) Anak-anak setempatmengetahui cara menyikat gigi dengan baik dan benar. b) Anak-anak setempat tahu cara menjaga kesehatan diri mereka terutama kesehatan giginya. c) Anak-anak setempat dimenjadi sehat dan rajin menggosok gigi setiap sesudah makan dan sebelum tidur. 6) Penanggungjawab : Anziz Wijanarko c. Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) dan Penyuluhan Kesehatan di Posyandu a) Sasaran : Masyarakat Desa Banjarejo khususnya balita, lansia, dan ibu- ibu hamil di posyandu. b) Metode Pelaksanaan : a) Tim KKN ikut membantu kegiatan Posyandu. Kegiatan tersebut meliputi penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, dsb. b) Tim KKN membagikan PMT berupa minuman kacang hijau secara gratis kepada balita. c) Tim KKN juga membantu petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada ibu-ibu peserta Posyandu. Bantuan penyuluhan tersebut berupa: d) Penyuluhan tentang meningkatkan makanan yang bergizi bagi bayi
dan
balita
mereka
sehingga
dapat
mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Contohnya
14
seperti makanan yang mengadung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral. e) Pengimbauan kepada para ibu menyusui agar bisa mengonsumsi makanan yang menyehatkan. Karena Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan kepada bayi dan balita juga harus memiliki kandungan ASI yang sehat dan baik bagi bayi dan balita. Maka dari itu selama menyusui para ibu harus dapat menjaga asupan makanan yang dikonsumsinya. f) Pengukuran antropometri yaitu dengan cara mengukur berat ideal tubuh dan BMI (Body Mass Index) untuk mengetahui tingkat keidealan berat badan ibu-ibu dan lansia serta memberikan pengetahuan tentang hubungan berat badan dengan resiko terkena penyakit diabetes melitus (DM). c) Waktu : Program kerja ini akan dilaksanakan 2 kali selama KKN yakni pada pekan kedua dan pekan keenam bulan November 2014. d) Indicator keberhasilan: a) Peduli akan pentingnya kesehatan serta kecukupan gizi ibu dan anak. b) Menghindari ibu, anak-anak dan lansia dari ancaman gizi buruk e) Penanggungjawab : Dwi Atik Karlina d. Penyuluhan DB DTD ( door to door ) a) Alat dan Bahan a) Bubuk ABATE b) Brosur 3M b) Sasaran: Seluruh warga c) Metode pelaksanaan : a) Tim KKN dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendatangi rumah-rumah warga untuk melihat kondisi penampungan
15
air,kamar mandi, dan lingkungan tempat tinggal warga Banjarejo Dusun Krajan. b) Tim KKN menanyaka pada warga kondisi dan situasi rumah mereka dan sekitar terutama kondisi kamar mandi dan penampungan air, setelah itu tim KKN memberikan penyuluhan untuk mencegah penyakit DB. c) Tim KKN memberikan brosur tentang 3M dan memberikan Abate secara gratis untuk diberikan pada tempat penampungan air warga. d) Waktu : Program kerja Penyuluhan DB DTD (Door To Door) akan di adakan pada miggu pertama. e) Indikator Keberhasilan: a) Seluruh
warga
dusun
gebug
bersama-sama
dan
mulai
memberdayakan lingkungan hidup sehat yang bersih dengan melakukan kerja bakti bersama untuk mengurangi penyebaran nyamuk db. b) Seluruh warga dusun gebug sadar akan pentingnya membersihkan penampungan air,kamar mandi, dan lingkungan tempat tinggal f) Penanggungjawab : Dwi Atik Karlina e. Kerja Bakti Bersama a) Alat dan Bahan : a) Sapu b) Tempat sampah, dll. b) Sasaran : Seluruh masyarakat dan para peserta KKN c) Metode Pelaksanaan Tim KKN akan menggerakan para masyarakat dusun Banjarejo untuk bekerja bakti bersama agar dusun Banjarejo menjadi bersih sehingga enak di pandang. d) Waktu :
16
Minggu pertama bulan desember e) Indikator Keberhasilan: a) Terciptanya desa yang bersih b) Para
masyarakat
desa
banjarejo
dapat
bergerak
untuk
membersihkan dusunnya f) Penanggungjawab : Anziz Wijanarko f. Senam Aerobik 1) Alat : a) Sound system b) Musik Aerobik, dll. 2) Sasaran : Warga desa dan para peserta KKN 3) Metode Pelaksanaan: Tim KKN akan menggerakan para masyarakat desa Banjarejo untuk melaksanakan senam aerobik bersama agar desa Banjarejo menjadi masayarakat yang bugar. 4) Waktu : Setiap hari Jumat 5) Indikator Keberhasilan: Para masyarakat desa Banjarejo bergerak untuk melaksanakan program hidup sehat. 6) Penanggungjawab : Yulia Indah P g. Senam Ibu Hamil 1) Alat : a) Sound system b) Musik senam hamil, dll. 2) Sasaran : Perempuan Desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan: Tim KKN akan menggerakan para wanita dusun Gebug khususnya rw 9 untuk melaksanakan senam ibu hamil bersama agar
17
warga dusun Krajan memiliki tingkat kesehatan yang baik ketika melahirkan maupun pada saat hamil serta bayi lahir sehat . 4) Waktu : Minggu ke dua bulan Desember 5) Indikator Keberhasilan: Para masyarakat Desa Banjarejo dapat membiasakan untuk melaksanakan program hidup sehat. 6) Penanggungjawab : Yulia Indah P h. Pelatihan Sport Massase 1) Alat : Body lotion, handuk, dll. 2) Sasaran : Karang Taruna Desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan: Tim KKN mengadakan pelatihan massase terhadap karangtaruna desa banjarejo untuk memberi keterampilan maupun keahlian masyrakat dalam bidang massase. 4) Waktu : Minggu keempat bulan Desember 5) Indikator Keberhasilan: Masyarakat desa Banjarejo khususnya karangtaruna memiliki ketrampilan massase. 6) Penanggungjawab : Atin Sutriana Riwayati i. Lomba Olahraga Tradisional 1) Alat: Tambang atau tali, bakiyak, karung goni, bola plastik, daster dll. 2) Sasaran : Warga Desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan:
18
Tim KKN mengadakan perlombaan olahraga tradisional terhadap warga desa banjarejo untuk menumbuhkan rasa sportif, kerja sama dan menghargai lawan. 4) Waktu : Minggu ketiga bulan November 5) Indicator Keberhasilan: Warga
desa banjarejo memiliki rasa sportif, kerjasama, dan
menghargai lawan. 6) Penanggungjawab : Susanti Dwi Umi Elfiach j. Pelatihan Footsal 1) Alat : Lapangan, Bola futsal, dll. 2) Sasaran : Karang taruna desa banjarejo 3) Metode Pelaksanaan Tim KKN mengadakan pelatihan futsal terhadap karangtaruna desa banjarejo untuk memberi keterampilan maupun keahlian masyrakat dalam cabang olahraga futsal. 4) Waktu : Minggu pertama bulan November 5) Indikator Keberhasilan: Masyarakat Desa Banjarejo khususnya karangtaruna memiliki ketrampilan futsal. 6) Penanggungjawab : Atin Sutriana Riwayati k. Sosialisasi Woodball 1) Alat : Tali, gate, mallet, bola woodball. 2) Sasaran : Siswa SD Banjarejo 1 3) Metode Pelaksanaan:
19
Tim KKN mengadakan sosialisasi olahraga woodball yang merupakan olahraga baru di Indonesia supaya olahraga woodball semakin memasyarakat dan bertujuan untuk pencarian bibit atlit baru. 4) Waktu : Minggu keempat bulan November 5) Indikator Keberhasilan: Siswa mengenal olahraga woodball sebagai olahraga baru di Indonesia. 6) Penanggungjawab : Susanti Dwi Umi Elfiachf l. Turnamen Bulutangkis 1) Sasaran: Masyarakat desa Banjarejo 2) Metode Pelaksanaan: TIM KKN membantu Administrasi Turnamen Bulutangkis (kepanitiaan) 3) Waktu: Setiap hari sabtu 4) Tempat: Lapangan bulutangkis Perum Vila Siberi 5) Penanggungjawab : Atin Sutriana R. 3. LINGKUNGAN a. RELAMP ( Reparasi Lampu Penerangan ) 1) Alat dan Bahan : a) Lampu TL b) Tangga c) Kabel 2) Sasaran : Untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dengan maksimal dan juga agar dapat menerangi jalan. 3) Metode Pelaksanaan :
20
a) Tim KKN bergerak bersama untuk mengganti lampu – lampu yang sudah tidak menyala. b) Tim KKN mengganti dan memperbaiki lampu yang rusak ataupun yang belum ada penerangannya agar dapat berguna bagi masyarakat. 4) Waktu Pelaksanaan : Dilaksanakan pada minggu ke empat 5) Indikator Keberhasilan : a) Dapat menerangi jalan di desa banjarejo b) Dapat berguna untuk masyarakat banyak 6) Penanggungjawab : Hasan Dzikaromah b. Tulisan – Tulisan sunah di Tempat Ibadah 1) Alat dan bahan : a) Kertas b) Print c) Laminating d) Pigura 2) Sasaran : Para warga dan juga para anak – anak agar lebih mengetahui ajaran – ajaran islam. 3) Metode Pelaksanaan : a) Tim KKN membuat menyiapkan tulisan – tulisan sunah yang nantinya akan di tempelkan di dinding – dinding masjid. b) Untuk beberapa tulisan juga akan di laminating agar tinta di tulisan tersebut tidak hilang karena terkena air. 4) Waktu Pelaksanaan : Pada minggu ke lima saat pelaksanaan 5) Indikator keberhasilan : a) Adanya tulisan – tulisan yang berada di dinding – dinding masjid yang berada di masjid
21
b) para warga tahu akan sunah – sunah dan dapat melaksanakan sunah – sunah tersebut. 6) Penanggungjawab : Feri Adi Gunawan c. Plang Penunjuk Jalan, Informasi dan Keterangan Rumah Aparat Dusun 1) Alat dan bahan : a) Kayu Balok b) Kayu Papan c) Cat d) Gergaji e) Paku f) Palu 2) Sasaran : Desa Banjarejo 3) Metode Pelaksanaan : a) Tim KKN Alternatif melakukan koordinasi dengan pihak setempat tentang pemasangan plang penunjuk jalang serta papan nama aparat desa Banjarejo b) Tim KKN Alternatif membuat desain serta mempersiapkan alat yang diperlukan untuk pemasangan plang tersebut dengan persetujuan dengan pihak setempat. c) Tim KKN Alternatif membuat plang penunjuk jalan dan papan nama aparat desa dengan konsep yang telah di sepakati dengan pihak setempat. d) Tim KKN Alternatif memasang plang penunjuk jalan dan papan nama aparat desa dengan persetujuan yang telah di sepakati dengan kedua belah pihak. 4) Waktu Pelaksanaan : a) Waktu pelaksanaan di bagi menjadi dua tahap yaitu di awal minggu pertama untuk plang penunjuk jalan dan minggu terakhir KKN untuk nama aparat desa Banjarejo.
22
5) Indikator Keberhasilan : a) Masyarakat luar desa Banjarejo dapat dengan mudah menemukan desa Banjarejo tanpa mangalami kebingungan. b) Mempermudah masyarakat dari luar desa Banjarejo untuk mencari rumah aparat desa Banjarejo. c) Mempermudah dosen pembimbing KKN untuk menemukan posko KKN Alternatif yangh berada pada desa Banjarejo 6) Penanggungjawab : Hermawan Afandi d. Pengadaan Tempat Sampah di Masjid 1) Alat dan Bahan : Bis/tempat Sampah 2) Sasaran : Para warga 3) Metode Pelaksanaan : Tim KKN akan menempatkan bis – bis sampah di sekitar wilayah masjid 4) Waktu Pelaksanaan : Di laksanakan pada minggu ke empat saat pelaksanaan KKN 5) Indikator Keberhasilan : a) Tempat sampah telah berada di wilayah – wilayah yang sudah ditentukan oleh tim KKN dan juga yang telah di tentukan. b) masyarakat sudah membuang sampah pada tempatnya. 6) Penanggungjawab : Feri Adi Gunawan e. Papan Informasi di Poskamling 1) Alat dan Bahan : a) Kayu Balok b) Kayu Papan c) Cat d) Gergaji e) Paku, Paku pines dan Palu f) Karpet
23
g) Kaca h) Seng 2) Sasaran : Para warga yang sedang melaksanakan tugas ronde. 3) Metode Pelaksanaan : a) Tim KKN bekerja secara TEAMWORK untuk mengerjakan pemasangan – pemasangan pada papan informasi pada pos kamling. b) Tim KKN membuat papan informasi seperti mading yang diletakkan di depan Poskamling. c) Tim KKN memberikan beberapa tempelan informasi untuk dibaca masyarakat. 4) Indikator Keberhasilan : Adanya papan informasi guna menginformasikan jadwal ataupun hal – hal yang penting bagi masyarakat 5) Penanggungjawab : Hermawan Afandi
4. KEWIRAUSAHAAN a. Penyuluhan Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele 1) Alat dan bahan: a) Projector b) Laptop c) PPT mengenai Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele 2) Sasaran: Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah ibu-ibu PKK. 3) Metode Pelaksanaan: a) Tim kkn memepersiapkan ppt mengenai Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele
24
b) Tim
KKN
menyiapkan
tempat
atau
ruang
untuk
mensosialisasikan Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele 4) Waktu Pelaksanaan: Waktu pelaksanaan program Penyuluhan Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele adalah minggu ke tiga. 5) Indikator Keberhasilan: Masyarakat khususnya ibu – ibu PKK dapat mengetahui bagaimana cara Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele 6) Penanggungjawab : Stefhani Tantra Sintara b. Pelatihan Pembuatan Krupuk Lele 1) Alat dan bahan a) Alat (1) Kompor (2) Dandang (3) Gilingan daging (penumbuk) (4) Baskom plastic (5) Pisau (6) Talenan (7) Plastik pembungkus b) Bahan: (1) 500g Daging ikan lele tanpa tulang (2) 500g tepung tapioca (3) Minyak goring secukupnya (4) 100 ml air (5) Garam secukupnya (6) 2 butir Telur bebek 2) Sasaran: Ibu-ibu PKK 3) Metode Pelaksanaan: a) Persiapan
25
Persiapan yang dibutuhkan dalam program krupuk lele ini yaitu pertama menyiapkan alat dan bahan - bahan yang dibutuhkan untuk membuat krupuk lele. Kemudian menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk mengumpulkan ibu-ibu PKK yang mengikuti program pembuatan krupuk lele. Kemudian yang terakhir mengumpulkan warga yang akan mengikuti program pembuatan krupuk lele. b) Pelaksanaan Setelah ibu-ibu PKK yang mengikuti pembuatan krupuk lele datang, pelatihan pembuatan krupuk lele dilaksanakan. Karena telah dilaksanakan penyuluhan pada minggu sebelumnya maka peserta diajarkan langsung dan beberapa peserta diajak langsung mempraktikkan untuk membuat krupuk lele tersebut. 4) Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan program Penyuluhan Pembuatan Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele adalah minggu ke empat. 5) Indikator Keberhasilan Masyarakat khususnya ibu – ibu PKK dapat membuat krupuk lele. 6) Penanggungjawab : Cahyo Fajar Handayani c. Pelatihan Pembuatan Nugget Lele 1) Alat dan bahan a) Alat (1) Kompor (2) Dandang (3) Gilingan daging (penumbuk) (4) Baskom plastic (5) Pisau (6) Talenan (7) Wajan b) Bahan
26
(1) 250 g ikan lele (2) 2 butir telur ayam (3) 50g tepung roti (4) 2 siung bawang putih (5) 50g keju (6) 1 sendok kecap manis (7) Minyak goring secukupnya (8) 100 ml air (9) Garam secukupnya 2) Sasaran: Ibu-ibu PKK 3) Metode Pelaksanaan: a) Persiapan Persiapan yang dibutuhkan dalam program nugget lele ini yaitu pertama menyiapkan alat dan bahan - bahan yang dibutuhkan untuk membuat krupuk lele. Kemudian menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk mengumpulkan ibu-ibu pkk yang mengikuti program pembuatan nugget lele. Kemudian yang terakhir mengumpulkan warga yang akan mengikuti program pembuatan nugget lele. b) Pelaksanaan Setelah ibu-ibu pkk yang mengikuti pembuatan nugget lele datang, pelatihan pembuatan nugget lele dilaksanakan. Karena telah dilaksanakan penyuluhan pada minggu sebelumnya maka peserta diajarkan langsung dan beberapa peserta diajak langsung mempraktikkan untuk membuat nugget lele tersebut. 4) Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan program Penyuluhan Pembuatan Nugget Lele adalah minggu ketiga. 5) Indikator Keberhasilan Masyarakat khususnya ibu – ibu PKK
27
6) Penanggungjawab : Caho Fajar Handayani d. Pelatihan Pembuatan Bros dari Kain Perca 1) Alat dan bahan: a) Kain perca b) Benang dan jarum c) Manik-manik d) Peniti e) Gunting f) Lem tembak g) Kain keras 2) Sasaran: Ibu-ibu PKK 3) Metode Pelaksanaan: a) Persiapan Persiapan yang dibutuhkan dalam program Pembuatan Bros dari Kain Perca ini yaitu pertama menyiapkan alat dan bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Bros dari Kain Perca. Kemudian menyiapkan tempat
yang akan digunakan untuk
mengumpulkan ibu-ibu PKK yang mengikuti program Pembuatan Bros dari Kain Perca. Kemudian yang terakhir mengumpulkan warga yang akan mengikuti program Pembuatan Bros dari Kain Perca. b) Pelaksanaan Setelah ibu-ibu PKK yang mengikuti Pembuatan Bros dari Kain Perca datang, pelatihan Pembuatan Bros dari Kain Perca dilaksanakan. Karena telah dilaksanakan penyuluhan pada minggu sebelumnya maka peserta diajarkan langsung dan beberapa peserta diajak langsung mempraktikkan untuk membuat Bros dari Kain Perca tersebut. 4) Waktu Pelaksanaan:
28
Waktu pelaksanaan program Penyuluhan Pembuatan Bros dari Kain Perca adalah minggu ke enam. 5) Indikator Keberhasilan: Masyarakat khususnya ibu – ibu PKK dapat membuat bros dari kain perca. 6) Penanggungjawab : Fitri Handayani
C. PROGRAM TAMBAHAN 1. PAUD a) Sasaran : Peserta didik PAUD Bougenvile Desa Banjarejo b) Metode Pelaksanaan : Tim KKN membantu mengajar anak-anak balita di PAUD Bougenvile Desa Banjarejo. PAUD dilaksanakan setiap hari Seni, Rabu dan Jumat pada pagi hari. c) Waktu Pelaksanaan : Setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. d) Tempat Pelaksanaan : PAUD Bougenvile, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja e) Penanggungjawab : Antony Anwari Rahman 2. TK a. Sasaran : Peserta didik TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN membantu mengajar Peserta didik TK Cut Nya’ Dien Desa Banjarejo. c. Waktu pelaksanaan
:
Tanggal 27 November – 04 Desember 2014 d. Tempat pelaksanaan
:
TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja e. Penanggungjawab : Cahyo Fajar Handayani
29
3. Taman Baca a. Sasaran : Masyarakat Desa Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN mendirikan taman baca umum sebagai perpustakaan mini desa dengan menyediakan berbagai jenis buku kemudian menyerahkan pengelolaan taman baca tersebut kepada karang taruna Desa Banjarejo.. c. Waktu pelaksanaan : Minggu Kelima d. Tempat pelaksanaan : Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Boja e. Penanggungjawab : Ana Muflihatun 4. PBA (Pengentasan Buta Aksara) a. Sasaran : Peserta PBA Dusun Krajan, Desa Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN membantu kegiatan PBA yang telah berjalan di Dusun Krajan. c. Waktu pelaksanaan : Senin dan Rabu d. Tempat pelaksanaan : Rumah Ibu Tatik, Dusun Krajan. e. Penanggungjawab : Ana Muflihatun 5. Pelatihan Tata Rias dan Hijab a. Sasaran : Pemudi Karang Taruna Dusun Krajan, Desa Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN mengundang pelatih tat arias untuk melatih tat arias kepada pemudi karang taruna Dusun Krajan. c. Waktu pelaksanaan : Minggu Ketiga
30
d. Tempat pelaksanaan : Rumah Ibu Tatik, Dusun Krajan. e. Penanggungjawab : Fitri Handayani 6. Senam Sehat Ceria a. Sasaran : Peserta Didik PAUD Bougenvile dan TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN mengisi jam pelajaran olahraga di PAUD Bougenvile dan TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo c. Waktu pelaksanaan : Waktu pelaksanaan program adalah hari Jumat d. Tempat pelaksanaan : PAUD Bougenvile dan TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo e. Penanggungjawab : Yulia Indah Permatasari 7. Drum Band a. Sasaran : Peserta Didik SD N 1 Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN memberikan pelatiahan Drum Band kepada siswa SD N 1 Banjarejo sebagai ekstrakurikuler tambahan. c. Waktu pelaksanaan
:
Rabu, pukul 12.30 - selesai d. Tempat pelaksanaan
:
SD N 1 Banjarejo e. Penanggungjawab : Hasan Dzikaromah 8. Pramuka a. Sasaran : Peserta Didik SD N 1 Banjarejo b. Metode Pelaksanaan :
31
Tim KKN memberikan pelatiahan pramuka kepada siswa SD N 1 Banjarejo sebagai ekstrakurikuler. c. Waktu pelaksanaan : Sabtu, pukul 13.00 - selesai d. Tempat pelaksanaan : SD N 1 Banjarejo e. Penanggungjawab : Anziz Wijanarko 9. Inovasi Pengemasan Kripik a. Sasaran : Industri Rumah Tangga Sido Makmur b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN
memberikan
inovasi pengemasan
kripik berupa
pembuatan label. c. Waktu pelaksanaan : Minggu kelima d. Tempat pelaksanaan : Rumah Ibu Jamilah, dusun Krajan, Desa Banjarejo. e. Penanggungjawab : Stefani Tantra Sintara 10. Peremajaan Tugu a. Sasaran : Tugu Perbatasan b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN membersihkan dan mengecat ulang tugu perbatasan Desa. c. Waktu pelaksanaan : Minggu keempat d. Tempat pelaksanaan : Tugu perbatasan Desa Banjarejo dengan Karangmalang dan Depan Balai desa Banjarejo . e. Penanggungjawab : Hasan Dziaromah 11. Budidaya Tunas Pisang a. Sasaran :
32
Masyarakat Dusun Krajan, Desa Banjarejo b. Metode Pelaksanaan : Tim KKN menyediakan bibit pisang, memfasilitasi pembudidayaan pisang dan memberikan pelatihan cara pembudidayaan tunas pisang, Dusun Krajan, Desa Banjarejo c. Waktu pelaksanaan : Minggu Ketiga d. Tempat pelaksanaan : Halaman Rumah Bapak Turkhamun, Dusun Krajan e. Penanggungjawab : Evi Budi Suryani
BAB III PELAKSANAAN PROGRAM
KKN Alternatif ini dilaksanakan selama kurang lebih 45 hari mulai tanggal 5 November sampai 19 Desember 2014 di Dusun Krajan, Desa Banjarejo Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Adanya usaha dan kerjasama yang terjalin baik antara masyarakat Dusun Krajan, Desa Banjarejo dan mahasiswa tim KKN Alternatif Unnes 2014, maka program kerja yang telah kami susun berhasil dilaksanakan dengan baik, lancar, dan aman. Pelaksanaan program kerja tersebut adalah : A. BIDANG PENDIDIKAN Rendahnya tingkat perekonomian warga ternyata berpengaruh terhadap jalannya pembangunan di Desa Banjarejo. Hal ini dibuktikan dengan munculnya
hambatan-hambatan
di
berbagai
bidang,
seperti
bidang
pendidikan. Dengan rendahnya perekonomian, masyarakat cenderung memiliki pendidikan yang rendah. Hal ini berdampak kepada anak-anak mereka yang kurang mendapat bimbingan belajar dari orang tua mereka. Oleh karenanya, sangat diperlukan adanya terobosan baru untuk meningkatkan taraf pendidikan warga Desa Banjarejo. Dalam hal ini, Tim KKN telah merencanakan serangkaian program di bidang pendidikan, diantaranya meliputi pengadaan bimbingan belajar, TPQ, Lomba Kopetensi Siswa, dll. Tabel 3.1 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Pendidikan No 1.
Program kerja Electronic
repair
Pelaksanaan Kegiatan Electronic repair taining ( pelatihan
taining ( pelatihan servis elektronik) dilaksanakan pada setiap hari servis elektronik)
rabu dan sabtu pukul 18.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Posko KKN Dusun Krajan, RT 05 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja. Sasaran dari program tersebut adalah Pemuda Karang Taruna dan Bapak-Bapak Warga dusun
34
Krajan. Di Dusun Krajan, Desa Banjarejo ini banyak terdapat barang elektronik yang sudah rusak dan tidak terpakai Oleh karena itu kami Tim KKN merencanakan Electronic
untuk
repair
mengadakan
taining
program
(pelatihan
servis
elektronik). Untuk memanfaatkan limbah tersebut dan memberikan pelatihan agar warga dapat memperbaiki lampu mereka sendiri. Masyarakat sangat antusias dan menerima dengan baik kegiatan yang kami berikan terutama mengenai reparasi peralatan elektronik yang ada di rumah. Masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan
ini.
Dengan
keaktifan
masyarakat
bertanya dan ikut serta dalam kegiatan servis elektronik. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada warga yang belum bisa menangkap pelajaran dengan baik atau tidak mampu menyamai rekan yang lainnya sehingga harus mengulangi dan memperlambat proses pelatihan. Namun ada sedikit kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini yaitu minimnya peralatan servis yang dimiliki. Kegunaan program ini adalah sebagai berikut: − Memberikan
pengetahuan
tentang
servis
elektronik antara lain TV, radio, HP, lampu,
35
sound, laptop dsb; − Dapat mengembangkan potensi sumber daya manusia membantu
yang ada sekitar sehingga bisa meningkatkan
perekonomian
masyarakat tanpa merusak lingkungan. − Terbukanya lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampak jangka panjang bagi masyarakat yakni masyarakat
dapat
mengembangkan
pengetahuannya mengenai perbaikan alat-alat elektronik yang rusak serta dapat meningkatkan kreativitas dalam dunia reparasai elektronik dan membuka lapangan pekerjaan baru. Agar warga bisa memperbaiki sendiri peralatan elektronik yang rusak dan diharapkan ada warga yang berminat untuk membuka servis elektronik sendiri maka Tim KKN meniindak lanjuti program tersebut dengan melakukan pemeriksaan dan kunjungan kembali perihal pelatihan servis elektronik sehingga. Kegiatan atau program ini akan dilanjutkan oleh pemuda Karang Taruna dan Bapak-Bapak Warga dusun Krajan 2.
Bimbingan Belajar
Program ini dilaksanakan pada setiap hari
(Bible Smart and selasa, kamis, dan sabtu pukul 13.00 sampai Creative)
dengan selesai, bertempat di Posko KKN Dusun Krajan, RT 05 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan
Boja.
Sedangkan
sasaran
dari
program ini adalah anak-anak SD N 1 Banjarejo. Dalam kegiatan ini warga Dusun Krajan, Desa
36
Banjarejo khususnya anak-anak usia sekolah, belum
bisa
memahami
akan
pentingnya
pendidikan. Banyaknya anak usia sekolah di Dusun Krajan yang membutuhkan tambahan kesempatan belajar untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah. Di lingkungan tersebut terdapat satu sekolah dasar, yaitu SD N 1 Banjarejo. Kami merasa dapat membantu guruguru dengan memberikan tambahan pelajaran sekaligus sebagai wahana untuk berbagi ilmu dan pengetahuan. Kesadaran anak usia sekolah akan pentingnya pendidikan masih tergolong kurang. Baik pada bidang material dan spiritual. Namun partisipasi masyarakat dalam hal ini sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa SD/MI yang mengikuti program ini. Pelaksanaan program ini terlaksana dengan baik sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Untuk program ini dirasakan tidak ada hambatan yang berarti karena siswa yang dating sudah membawa literaturnya sendiri dan Tim KKN masih mampu menjawab dan mengajari siswa dengan baik. Kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah meja yang dapat digunakan untuk belajar. Minimnya fasilitas tersebut menyebabkan para siswa harus belajar dengan membungkukkan badan. Kegunaan
program
ini
bagi
masyarakat
khususnya anak-anak usia sekolah dasar adalah :
37
− Anak-anak dapat lebih memahami terhadap materi pelajaran. − Menumbuhkan semangat belajar anak − Membentuk
karakter
anak-anak
yang
memiliki jiwa nasionalisme Dampak jangka panjang dari rogram ini adalah warga masyarakat khususnya anak usia sekolah, dapat menyadari akan pentingnya pendidikan demi masa depan yang lebih baik. Pengelolaan peningkatan mutu pendidikan di RW 01 Dusun Krajan, Kelurahan Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah, generasi muda dan tokoh masyarakat. Dan yang melanjutkan program ini adalah generasi muda dan warga masyarakat dengan dibantu
oleh
perangkat
desa
serta
tokoh
masyarakat. 3.
TPQ
Pelaksanaan TPQ dilaksanakan pada setaip hari senin, rabu, dan jumat setaip ba’da magribh yang bertempat di Mushola Rt 04 dan sasarannya adalah santriwan dan santriwati TPQ. Banyaknya
santriwan
santriwati
TPQ
di
Mushola ini dan minimnya pengajar maka Tim KKn membantu untuk memperlancar kegiatan ini. Oleh karena itu santriawan santriwati sangat antusias
mengikuti
kegiatan
ini.
Hal
ini
ditunjukkan oleh banyaknya santriwan dan santriwati yang datang untuk belajar mengaji bersama di Mushola. Pelaksanaan program ini terlaksana dengan
38
baik sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Untuk program ini dirasakan tidak ada hambatan dan kendala yang berarti karena siswa yang dating sudah baik dalam membaca Al-Qur’an. Kegunaan program ini adalah − Anak-anak di desa Banjarejo diharapkan dapat membaca dan menulis Al-qur’an dengan baik dan lancar. − Menumbuhkan sikap religius anak untuk rajin mengaji, dan baca tulis Al-Qur'an. Selain berguna, program ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi warga masyarakat dapat menyadari akan pentingnya pendidikan membaca Al-Qur’an demi pendidikan yang lebih baik. Sehingga perlu pengelolaan peningkatan mutu pendidikan membaca Al-Qur’an di Rw 01 Dusun Krajan, Desa Banjarejo perlu adanya guru pendidik
tambahan.dan
yang
melanjutkan
program ini adalah generasi muda dan warga masyarakat. 4.
Pelatihan Komputer
Pelatihan Komputer ini dilaksanakan pada setiap hari selasa dan kamis pukul 10.00 WIB – 11.00 WIB, bertempat di Balai Desa Banjarejo dan sasaran dari program ini adalah perangkat Desa Banjarejo. Pelatihan
komputer
dimaksudkan
untuk
memberikan ketrampilan penggunaan program aplikasi
Microsoft
Word
kepada
peserta
pelatihan, karena di kantor Desa Banjarejo ini
39
perangkat desanya dirasa kurang menguasai program-program yang berada dalam computer. Masyarakat khususnya perangkat desa sangat antusias dan menerima dengan baik kegiatan pelatihan komputer yang kami berikan. Hal ini ditunjukkan dengan diikutinya kegiatan pelatihan komputer ini oleh seluruh Perangkat Desa Banjarejo. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada perangkat desa yang belum bisa menangap pelajaran dengan baik atau tidak mampu menyamai rekan yang lainnya. Namun dalam pelaksanaanya ditemui sedikit kendala yaitu minimnya peralatan computer yang tersedia di kantor Balai Desa. Program ini memiliki dilaksanakan untuk memberikan ketrampilan pembuatan proposal kegiatan/pengajuan dana untuk pembangunan infrastruktur kepada lembaga maupun instansi terkait. Program ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi perangkat Desa Banjarejo yaitu para perangkat
dapat
kegiatan/pengajuan
membuat dana
proposal pembangunan
infrastruktur kepada lembaga maupun instansi terkait, sehingga bisa mendapatkan dana untuk proses kegiatan maupun pembangunan. Seda ngkan tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh Tim KKN adalah memberikan buku panduan
40
penggunaan aplikasi Microsoft Word dan contoh format proposal dana
kepada
kegiatan maupun pengajuan
peserta
pelatihan.
Dan
yang
melanjutkan program ini adalah Perangkat Desa Banjarejo. 5.
Lomba Siswa
Kopetensi Lomba Mewarnai TK Lomba ini dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Desember 2014 pukul 08.00 sampai dengan selesai, bertempat di TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo sedangkan sasaran dari program ini adalah peserta Didik TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo Kreatifitas dan kemampuan anak harus diasah sejak dini karena perkembangan anaka pada usia lima tahun pertama merupakan pondasi atau dasar dari
pola
pemiiran
kedepannya.
Oleh
dan karena
kegiatan itu
Tim
mereka KKN
menyelenggarakan Kegiatan Lomba Mewarnai dan Menyanyi untuk meningkatkan kreativitas peserta didik TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo. Anak didik, guru dan wali murid sangat antusias dan menerima dengan baik kegiatan yang kami berikan di lomba Mewarnai. Hal ini ditunjukkan oleh hadirnya kurang lebih 50 peserta lomba mewarnai, 2 guru dan sekitar 10 wali murid ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja pada pelaksanaannya ada peserta didik
41
yang menggangu peserta didik yang lain sehingga suasana menjadi kurang kondusif. Sedangkan kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah ada peserta lomba yang tidak membawa pensil warna atau alat mewarnai lainnya dan persiapan panitia kurang mencukupi kebutuhan. Manfaat program ini diantaranya adalah : − Anak-anak mampu mewarnai gambar dengan rapi dan bagus − Menumbuhkan jiwa kreatifitas anak − Menumbuhkan dan memperkuat jiwa seni kepada anak-anak TK. Selain bermanfaat, program ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi peserta didik yaitu memiliki jiwa kompitisi yang baik dengan teman dan memilik jiwa sportifitas yang tinggi serta mampu meningkatkan kemampuan mewarnainya. Sedangkan tindak lanjut yang akan dilaksanakan Tim
KKN
adalah
mengadakan
kunjungan
kembali setelah KKN yaitu dengan membantu mengajar. Dan yang melanjutkan kegiatan ini sendiri adalah Guru TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo. Lomba TPQ tingkat SD Pelaksanaan lomba ini pada hari Sabtu, 13 November 2014 ba’da magribh di Mushola rt 04 Dusun Krajan dan sasarannya adalah santri TPQ. Kemampuan mengaji harus diasah sejak dini agar
dapat
menumbuhkan
kesadaran
dan
42
menambah keimanan seseorang sehingga Tim KKN melaksanakan lomba ini untuk melatih hafalan surat pendek para santri. Kegiatan Lomba TPQ tingkat SD ini mendapat antusia yang tinggi dari pesertanya, hal ini ditunjukkan dengan diikutinya lomba oleh seluruh santriwan dan santriwati . Kegunaan progam ini adalah − Anak-anak mampu menghafalkan surat-surat pendek − Meningkatkan rasa keagamaan pada diri anak − Meningkatkan hafalan dan kefasihan anak dalam membaca ayat-ayat pada surah pendek. Adapun dampak jangka panjang program ini adalah santriwan dan santriwati memiliki jiwa kompitisi yang baik dengan teman dan memilik jiwa
sportifitas
yang
tinggi
serta
mampu
meningkatkan kemampuan menhafal surat AlQur’an. Sehingga perlu adanya pengelolaan peningkatan
hafalan
surat
Al-Qur’an
oleh
pendidik. Dan yang melanjutkan program ini adalah Guru TPQ . Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD Dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Dsember 2014 pukul 09.00 – selesai yang bertempat di SD N 1 Banjarejo dan sasarannya adalah siswa kelas 3 & 4. Kegiatan Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD dimaksudkan
meeningkatkan
kemampuan
akademik dan sportifitifitas peserta didik SD N 1
43
Banjarejo maka Tim KKN melaksanakan lomba ini. Anak didik, guru dan wali murid sangat antusias dan menerima dengan baik kegiatan yang kami berikan di lomba Cerdas Cermat Tingkat SD.
Partisipasi
peserta
juga sangat
bagus
ditujukkan dengan banyaknya peserta lomba. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja pada saat babak rebutan kurang terkondisikan dengan baik sehinga acara menjadi kurang kondusif. Kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah peralatan lomba yang tersedia kurang memadai. Kegunaannya adalah − Siswa
dapat
menjawab
pertanyaan
yang
diberikan − Meningkatkan minat belajar siswa − Menumbuhkan rasa kebersamaan Dampak Jangka Panjangnya adalah Peserta didik memiliki jiwa kompitisi yang baik dengan teman dan memilik jiwa sportifitas yang tinggi serta mampu meningkatkan kemampuan akademiknya. Sehingga perlu dilakukan perlombaan ulang di waktu yang akan datang. Dan yang melanjutkan adalah Guru SD N 1 Banjarejo. Diantara program yang telah terlaksana tersebut, ada salah satu program di bidang
pendidikan
ini
yang
tidak
dapat
terlaksana
yaitu
Latihan
Korenspondensi dan Pengelolaan Arsip sebagai Tertib Administrasi Pada
44
Pemerintahan Desa di desa Banjarejo. Pelaksanaan program ini tidak dapat sesuai dengan yang direncanakan sebelumnnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hambatan diantaranya Sekertaris Desa tidak menghendaki untuk dilaksanakannya pelatihan tersebut, karena pihak desa merasa sudah memiliki sistem kearsipan tersendiri yang telah ditentukan oleh Desa Banjarejo.
B. BIDANG KESEHATAN Tingkat kesehatan masyarakat desa Banjarejo belum begitu tinggi, hal ini terlihat
dari
rendahnya
kesadaran
masyarakat
terhadap
kebersihan
lingkungan. Selain itu tempat pembuangan sampah tiap rumah belum begitu terkondisi, hanya dibuang begitu saja di samping rumah. Di wilayah desa Banjarejo juga belum ada kegiatan olahraga yang teratur, padahal sebelumnya sudah ada kelompok senam, namun tidak berjalan. Oleh karena itu TIM KKN melaksanakan beberapa program kesehatan, yaitu pencanangan apotek hidup, sikat gigi bersama, PMT, penyuluhan 3M dan demam berdarah, kerja bakti, senam aerobic, pelatihan footsal, sosialisasi woodball, senam ibu hamil dan pelatihan sport massase. Tabel 3.2 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Kesehatan No. 1.
Program Kerja Pencanangan Apotek Hidup
Pelaksanaan Pelaksanaan Pencanangan Apotek Hidup di desa Banjarejo dilakukan pada hari Sabtu, 13 Desember 2014 bertempat di rumah warga desa Banjarejo khususnya dusun Krajan. Adanya
apotek
hidup,
diharapkan
masyarakat dapat menggunakannya sebagai obat pengganti obat kimia. Wilayah daerah Krajan pada dasarnya sangat subur, sehingga akan mudah untuk ditanami tanaman apotek hidup. Program pencanangan apotek hidup ini disambut baik oleh masyarakat. Terlihat dengan banyaknya warga masyarakat yang menghadiri
45
kegiatan
penyuluhan
apotek
hidup
dan
antusiasme warga sangat tinggi saat TIM KKN membagikan benih tanaman obat tersebut. Akan tetapi, ada beberapa warga yang kurang berkeinginan untuk menanam tanaman obat, karena beranggapan kurang bermanfaat dan tidak memiliki lahan. Sehingga dapat dikatakan pelaksanaan program ini kurang maksimal. Diharapkan apa bila setiap rumah memiliki tanaman obat, maka dapat dengan mudah mendapatkan jika diperlukan segera. Sebagai perawatan dari tanaman obat tidaklah sulit, sehingga setiap warga dapat merawat tanaman masing-masing.
Untuk
jangka
panjangnya,
apabila ada warga yang bertani tanaman toga secara besar, maka dapat menjadi lading pekerjaan baru, dimana tanaman tersebut dapat diolah menjadi jamu instan ataupun minuman lainnya. Program ini dapat dilanjutkan oleh warga masyarakat itu sendiri, dengan control dari karang taruna dan kelompok tani yang sudah diberikan penjelasan sebelumnya. 2.
Sikat Gigi Bersama
Sikat gigi bersama dilaksanakan sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 21 dan 29 November 2014. Kegiatan sikat gigi bersama ini ditujukan pada siswa SD N 1 Banjarejo dan juga pada siswa TK Cut Nya’ Dien karena adanya permintaan. Menggosok gigi merupakan salah satu cara menjaga kesehatan dan kebersihan mulut, akan
46
tetapi
terkadang
anak-anak
malas
untuk
melakukannya, oleh karena itu TIM KKN menggalakkan acara sikat gigi bersama. Agar anak-anak
lebih
memahami
pentingnya
menggosok gigi dan dapat membiasakan untuk rajin menggosok gigi. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari pihak
sekolah,
karena
belum
pernah
diadakannya kegiatan menggosok gigi bersama. Partisipasi siswa untuk mengikuti kegiatan ini juga sangat tinggi ditunjukkan dengan tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan dan rasa keingintahuan anak untuk mengetahui teknik menggosok gigi yang benar juga sangat tinggi. Setelah dilakukan kegiatan ini diharapkan siswa dapat menggosok gigi dengan benar dan rutin di rumah masing-masing. Pelaksanaan program ini dapat dikatakan berhasil, sesuai dengan rencana. Hanya saja kendala yang dihadapi adalah ada beberapa siswa yang tidak membawa sikat gigi sehingga tidak dapat melakukan kegiatan bersama, akan tetapi TIM KKN telah memberi penyuluhan agar tidak lupa menggosok gigi. Untuk kedepannya kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah agar dapat menumbuhkan sikap rajin menjaga kesehatan khususnya kesehatan mulut dan gigi. 3.
Pemberian
Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan
Makanan
terlaksana sebanyak 2 kali yaitu pada PAUD
Tambahan ( PMT )
BOUGENVILE dan pada POSYANDU dusun
47
dan
Penyuluhan
Kesehatan
di
Posyandu
Krajan pada tanggal 17 November 2014 dan 10 Desember 2014 pada PAUD sebelumnya belum pernah diadakan PMT, karena PAUD tersebut memang baru saja berdiri. Oleh karena itu TIM KKN juga memberikan PMT pada siswa PAUD selain diberikan pada peserta POSYANDU. Pihak
PAUD
maupun
POSYANDU
menyambut baik program ini karena sangat bermanfaat. Partisipasi masyarakat juga tinggi karena semua peserta Posyandu antusias dalam melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, peemeriksaan kesehatan kuku, telinga, mulut dan mata, serta kegiatan lainnya. Pelaksanaan program ini dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Akan tetapi masih saja ada orang tua yang enggan untuk dating ke posyandu. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi peserta posyandu dan juga siswa PAUD, terkait pemenuhan gizi. Untuk selanjutnya, kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin oleh pihak PAUD maupun Posyandu. 4.
Peyuluhan Demam Berdarah
Program
Penyuluhan
Demam
Berdarah
dilakukan pada tanggal 30 November 2014 bertepatan pada acara pengajian ibu-ibu, dan hari berikutnya dilakukan dengan pembagian abate secara langsung ke rumah-rumah warga. Kegiatan ini dilaksanakan karena banyak warga masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat, oleh karena itu
48
pencegahan dengan penyuluhan 3M serta DB dirasa sangat diperlukan. Dalam penyuluhan, TIM KKN menjelaskan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menapkan pola hidup sehat. Masyarakat desa Banjarejo sangat antusias menyambut program penyuluhan dan pembagian serbuk abate ini. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya warga yang ingin mendapat serbuk abate, untuk dimasukkan dalam penampungan air. Program ini dapat terlaksana sesuai dengan apa
yang telah direncanakan sebelumnya.
Pelaksanaan program ini juga tidak ditemukan banyak hambatan. Hanya saja ada beberapa warga yang masih enggan untuk melaksanakan 3M. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan air dan juga bahaya yang dapat ditimbulkan. Setelah dilakukan kegiatan ini diharapkan warga
masyarakat
dapat
lebih
giat
menggalakkan hidup bersih. Sebagai tindak lanjut, dengan bantuan dari pihak desa dapat dilakukan pengecekan sanitasi di setiap rumah warga. 5.
Kerja Bakti
Kerja bakti bersama dilakukan seminggu sekali pada hari minggu pagi, selain itu TIM KKN juga membantu kerja bakti lain di setiap RT. Kegiatan kerja bakti ini sebelumnya sudah
49
ada, akan tetapi belum rutin dilaksanakan. Sedangkan wilayah banjarejo sendiri cukup luas, sehingga banyak wilayah yang terlihat kurang terawatt kebersihannya. Oleh karena itu TIM KKN berusaha menggalakkan warga, khususnya pemuda
desa
Banjarejo
agar
lebih
rutin
melakukan kerja bakti. Masyarakat Banjarejo khususnya pemuda sangat antusias mengikuti kegiatan kerja bakti yang kami selenggarakan. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya semangat pemuda dalam membersihkan lingkungan sekitar. Program ini dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Hal yang menghambat dalam kegiatan ini adalah kurannya peralatan kebersihan, karena banyak pemuda yang tidak membawa
sendiri
perlengkapan
kebersihan
sendiri. Akan tetapi, hal ini dapat diatasi dengan baik. Diadakannya kerja bakti diharapkan wilayah desa banjarejo menjadi semakin bersih, dan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya semakin meningkat. Kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan oleh seluruh warga desa Banjarejo dengan pengawasan oleh perangkat desa. 6.
Senam Aerobik
Senam aerobic dilaksanakan setiap hari selasa sore dan Minggu pagi selama kurang lebih 1,5 jam
dengan
peserta
ibu-ibu
warga
desa
Banjarejo. Selain itu senam aerobic juga dilaksanakan pada hari Selasa pagi dan Jumat
50
pagi di SDN Banjarejo. Di desa Banjarejo, sebelumnya pernah ada klub aerobic, namun tidak lagi berjalan, oleh karena itu TIM KKN mencoba menggalakkan kembali
kegiatan
aerobic.
Serta
melatih
beberapa ibu-ibu untuk menjadi instruktur senam aerobic, sehingga dapat melajnutkan kegiatan senam setelah TIM KKN selesai melaksanakan kegiatan ini. Antusiasme masyarakat menyambut kegiatan ini sangatlah tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya
warga
yang
mengikuti
setiap
kegiatan senam yang diadakan oleh TIM KKN. Program ini dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan, tidak terdapat hambatan yang berarti. Hanya saja pada saat senam aerobic dengan warga yang dilaksanakan di balai desa, belum tersedia sound system sehingga perlu meminjam milik warga. Selain senam bersama, ada juga pelatihan instruktur senam. Sehingga dengan adanya warga yang mahir senam kegiatan senam aerobic bersama dapat terus dilakukan. Kegiatan ini
sangat
bermanfaat
karena
dapat
menumbuhkan semangat berolahraga dan hidup sehat. Sebagai
tindak
lanjut,
program
ini
dicantumkan pada posdaya yang dibentuk. Sehingga warga yang telah dilatih menjadi instruktur serupa.
dapat
mengembangkan
kegiatan
51
7.
Senam Ibu Hamil
Pelaksanaan senam ibu hamil yaitu pada tanggal 20 November 2014 bertempat di rumah ibu Rahma selaku bidan desa. Sehingga dapat langsung diawasi oleh ahli kebidanan. Senam ibu hamil dimaksudkan agar ibu-ibu hamil tetap sehat, dan dapat mempermudah proses
persalinan.
Selain
kegiatan
senam,
sebelumnya ibu Rahma selaku bidan desa memberikan
pengarahan
terkait
kehamilan,
sehingga ibu-ibu hamil dapat lebih memahami kesehatan kehamilan, terutama bagi ibu muda yang baru pertama hamil. Program
senam
ibu
hamil
mendapat
sambuatan baik dari warga desa Banjarejo. Ibu hamil di desa Banjarejo ini sangat antusias mengikuti kegiatan senam, sehingga program senam ini dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan. Sebagai tindak lanjut, ibu-ibu hamil dapat terus melakukan senam dengan pengawasan dari ahlinya. Baik bersama bidan desa maupun oleh instruktur senam yang berkompeten. 8.
Pelatihan Massase
Sport
Program ini dilaksanakan satu minggu sekali setiap hari Kamis Pukul 19.00 s.d. 21.00 bertempat di rumah kepala desa sekaligus posko KKN. Pada awalnya kegiatan ini ditujukan kepada anggota karang taruna, akan tetapi justru ibu-ibu lah yang tertarik terhadap program ini. Pelatihan sport massase bertujuan agar warga memiliki
keterampilan
dalam
melakukan
massase atau pijat, dengan tetap memperhatikan
52
cara memijat yang benar, sehingga tidak mendatangkan cidera. Warga desa Banjarejo sangat antusias dan menerima kegiatan ini dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya warga yang mau mengikuti kegiatan ini. Warga sangat tertarik untuk mengikuti karena merasa membutuhkan keterampilan pijat. Pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk merelaksasikan otot yang pegal seusai bekerja. Pelaksanaan program ini tidaklah ditemukan banyak kendala, hanya saja terkadang peserta takut untuk mencoba memijat orang lain, karena takut bila tekniknya salah. Namun semua itu dapat diatasi dengan pemberian penjelasan terkait teknik memijat yang benar. Program ini dapat dilanjutkan oleh warga desa Banjarejo sendiri
khususnya
2
orang
tukang
pijat
tradisional. Yang sebelumnya telah diberikan teknik memijat yang benar, sehingga tidak menimbulkan cidera pada pasiennya. 9.
Pelatihan footsal
Pelaksanaan pelatihan footsal adalah setiap hari Selasa pukul 19.00 di siberi salsabila footsal. Program ini ditujukan kepada pemuda desa Banjarejo, dengan tujuan agar pemuda memiliki keterampilan footsal. Selain itu dengan berolahraga dapat meningkatkan sportifitas dan jiwa kompetitif. Masyarakat Banjarejo khususnya pemuda, sangat
antusias
mengikuti
pelatihan
ini.
Ditunjukkan dengan banyaknya pemuda yang
53
mengadiri kegiatan pelatihan. Selama kegiatan ini tidak ditemukan kendala yang berarti, karena di wilayah banjarejo sudah tersedia lapangan footsal. Kegiatan lanjutan dari program ini adalah, pada saat ada kegiatan turnamen footsal, pemuda mewakili desa Banjarejo. TIM
KKN
bekerjasama
dengan
Siberi
Salsabila Footsal mengadakan turnamen footsal dengan peserta 32 tim yang berasal dari berbagai daerah. Yang dilaksanakan pada tanggal 15-16 November 2014. Pelaksanaan program ini sesuai dengan yang telah direncanakan. Sebagai tindak lanjut, TIM KKN bekerjasama dengan pengurus karang taruna untuk melaksanakan latihan footsal secara teratur. 10.
Sosialisasi
Kegiatan sosialisasi Woodball dilaksanakan
Woodball
pada tanggal 25 November 2014 di SDN 1 Banjarejo dengan peserta siswa kelas 5 dan 6. Kegiatan
ini
bertujuan
untuk
memperkenalkan olahraga baru yaitu woodball yang memang belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. Pada dasarnya olahraga ini tidak memerlukan peralatan yang sulit sehingga dapat dikembangkan sendiri. Siswa SD N Banjarejo sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini ditunjukkan dengan semangatnya mengikuti kegiatan dan tingginya
rasa
ingin
tahu
akan
olahraga
woodball. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah dapat
54
mengajarkan teknik woodball secara lebih jelas dan dapat membentuk tim woodball tersendiri. Diantara program yang telah terlaksana tersebut, ada salah satu program di kesehatan ini yang tidak dapat terlaksana yaitu Lomba Olahraga Tradisional. Pada mulanya kegiatan ini ditujukan kepada warga desa Banjarejo untuk memeriahkan serangkaian kegiatan KKN, akan tetapi karena warga kurang tertarik dan keterbatasan tempat, maka kegiatan ini taidak dilaksanakan. Sebagai gantinya TIM KKN telah menyelenggarakan kegiatan lain yang dirasa lebih bermanfaat bagi masyarakat desa Banjarejo.
C. BIDANG LINGKUNGAN Kesadaran warga di Dusun Krajan akan pentingnya kebersihan lingkungan masih sangatlah kurang. Hal ini terlihat dari banyaknya sampah yang berserakan di wilayah dusun tersebut, baik sampah organik (seperti : daun kering) maupun sampah anorganik (seperti : plastik). Dalam hal ini, Tim KKN telah merencanakan serangkaian program dalam bidang lingkungan, meliputi Relamp ( Reparasi Lampu Penerangan ), Tulisan-tulisan Sunah di Tempat Ibadah, Plang Penunjuk Jalan, Informasi dan Keterangan Rumah Aparat Dusun, Pengadaan Tempat Sampah di Masjid , dan Papan Informasi di Poskamling. Tabel 3.3 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Lingkungan No 1
Program kerja Relamp
(Reparasi
Pelaksanaan Pelatihan
Relamp
(Reparasi
Lampu
Lampu
Penerangan) dilaksanakan setiap hari rabu dan
Penerangan)
sabtu pukul 18.00- selesai, bertempat Posko KKN Dusun Krajan, RT 05 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja sedangkan sasaran dari program ini adalah pemuda Karang Taruna dan BapakBapak Warga dusun Krajan. Di Dusun Krajan, Desa Banjarejo ini banyak
55
ditemukan limbah lampu yang sudah rusak dan tidak terpakai yang akhirnya tidak terpakai. Oleh karena itu kami Tim KKN merencanakan untuk mengadakan program Relamp (Reparasi Lampu Penerangan).
Untuk
memanfaatkan
limbah
tersebut dan memberikan pelatihan agar warga dapat memperbaiki lampu mereka sendiri. Masyarakat sangat antusias dan menerima dengan baik kegiatan yang kami berikan terutama mengenai reparasi lampu yang rusak. Hal ini ditunjukkan berpartisipasi
dengan dalam
masyarakat kegiatan
ini.
ikut Dengan
keaktifan masyarakat bertanya dan ikut serta dalam kegiatan reparasi lampu. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada warga yang belum bisa menangap pelajaran dengan baik atau tidak mampu menyamai rekan yang lainnya dan juga aliran listrik yang tidak bisa dimatikan saat memperbaiki lampu tersebut. Dan kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah minimnya peralatan servis yang tersedia. Kegunaan dari program ini adalah sebagi berikut : − Dapat menerangi jalan di Desa Banjarejo − Dapat
berguna
Banjarejo.
untuk
masyarakat
Desa
56
Selain memilik kegunaan, program ini juga memiliki dampak jangka panjang yaitu dapat mengembangkan
pengetahuan
masyarakat
mengenai perbaikan lampu yang rusak dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Program ini akan ditindak lanjti oeh Tim KKN dengan cara melakukan pemeriksaan dan kunjungan kembali perihal pelatihan reparasi lampu sehingga warga bisa memperbaiki sendiri lampu yang rusak dan diharapkan ada warga yang berminat untuk membuka servis lampu sendiri. Sedangkan yang akan melanjutkan program ini sendiri adalah pemuda Karang Taruna dan Bapak-Bapak Warga dusun Krajan 2.
Tulisan – Tulisan
Pemasangan Tulisan – Tulisan Sunah di
Sunah di Tempat Tempat Ibadah ini dilaksanakan pada hari Selasa, Ibadah
2 Desember 2014 pukul 09.00 – selesai, bertempat di Masjid Nurul Huda Dusun Krajan, RT 03 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja dan sasarannya adalah Masjid Nurul Huda Banjarejo. Masjid di Dusun Krajan belum memiliki kelengkapan informasi mengenai tulisan- tulisan sunah.
Oleh
sebab
itu
maka
Tim
KKN
mengupayakan tambahan pengadaan kelengkapan tulisan- tulisan sunah di Masjid tersebut agar masyarakat lebih mengetahui dan menghafal sunah-sunah Rasul. Kelengkapan tulisan-tulisan sunah di Masjid kurang memadai sehingga masyarakat menerima adanya kegiatan ini dengan baik. Hal ini
57
ditunjukkan dengan partisipasi masyarakat dalam hal ini yang sudah sangat baik. Program ini terlaksana sesuai dengan rencana tanpa mengalami hambatan apapun karena telah melalui persetujuan marbot masjid. Dan juga tidak ada kendala yang menggangu dalam pelaksanaan program ini. Program ini memiliki manfaat bagi para warga yaiutu agar ara warga dapat mengetahui dan dapat melaksanakan serta mengamalkan sunah-sunah tersebut. Program ini juga memili dampak jangka panjang bagi warga masyarakat lebih baik dalam melaksanakan ibadah. Sedangkan tindak lanjut yang akan dilaksanakan oeh warga adalah mengelola dan merawatan tulisan-tulisan tersebut dan akan dilanjutkan oleh pengurus masjid dan seluruh warga masyarakat. 3.
Plang
Penunjuk
Jalan,
Informasi yaitu pada hari Kamis- Sabtu, 06-08 November
dan Rumah Dusun
Pelaksanaan program ini dilaksanakan dua kali
Keterangan 2014 dan pada hari Minggu, 07 Desember 2014, Aparat bertempat di Desa Banjarejo dan sasarannya juga pada
yang
tempat-tempat
persimpangan
Jalan
desa
berbeda
yaitu
Banjarejo,
rumah
Kepala Desa Banjarejo, dan rumah Perangakat Dusun Krajan Di desa Banjarejo dan khususnya Dusun Krajan masih belum terdapat papan penunjuk arah
menuju
Desa
Banjarejo
serta
papan
informasi dan keterangan rumah Kepala Desa Banjarejo dan rumah perangakat Dusun Krajan. Sehingga
Tim
KKN
menyediakan
Plang
58
Penunjuk
Jalan,
Informasi
dan
Keterangan
Rumah Aparat Dusun. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat yang ditunjukkan dengan partisipasi warga dalam kegiatan ini yang cukup besar. Hal ini dapat terlihat dari warga yang berdatangan dalam kegiatan serta membantu pembuatan plang. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja cuaca pada musim penghujan ini menghambat proses pengeringan cat pada plang. Sedangkan
kendala
yang
pelaksanaan
program
ini
ditemui adalah
pada
minimnya
peralatan pertukangan yang tersedia. Kegunaan program ini adalah − Masyarakat luar Desa banjarejo dapat dengan mudah mengetahui arah menuju desa Banjarejo − Mempermudah
masyarakat
luar
untuk
mengetahui rumah perangkat desa. Dampak jangka panjang program ini bagi warga masyarakat luar adalah mereka dapat dengan mudah menuju Desa Banjarejo dan dapat dengan mudah datang ke rumah perangkat Desa Banjarejo. Sedangkan tindak lanjut dari program ini adalah Tim KKN meninjau kembali hasil dari program ini agar perangkat desa dan warga masyarakat dapat mengelola dan merawat plang tersebut dengan baik. Dan yang melanjutkan
59
program ini adalah generasi muda dan warga masyarakat. 4.
Pengadaan Tempat Sampah di Masjid
Pelaksanaan Pengadaan Tempat Sampah di Masjid adalah pada hari Selasa, 02 Desember 2014, bertempat di Masjid Nurul Huda Dusun Krajan, RT 03 RW 01, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja dan sasaranya adalah Masjid Nurul Huda. Masjid di Dusun Krajan belum banyak memiliki tempat sampah di sudut ruanganya sehingga sampah masih banyak berserakan di halaman Masjid. Oleh sebab itu maka Tim KKN mengupayakan tambahan pengadaan kelengkapan tempat
sampah
masyarakat
di
lebih
Masjid
bisa
tersebut
menjaga
agar
kebersihan
lingkungan masjid. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dan marbot
masjid
karena
kelengkapan
tempat
sampah di Masjid kurang memadai. Hal ini didukung
dengan
tingginya
partisipasi
masyarakat. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti karena telah mendapat ijin dan persetujuan oleh arbot masjid. Dan juga tidak ada kendala yang dapat menggangu pelaksanaan program ini. Manfaat
dari
program
ini
adalah
agar
masyarakat dapat menjaga lingkungan masjid dan menumbuhkan
kesadaran
masyarakat
untuk
60
membuang
samapah
pada
tempatnya.
Dan
dampak jangka panjang dari program ini adalah agar warga masyarakat lebih baik dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah. Sedangkan tindak lanjut dari program ini adalah Tim KKN meninjau kembali hasil dari program ini agar pengelolaan dan
perawatan tempat
sampah
tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh warga
masyarakat.
Dan
yang
melanjutkan
program ini adalah pengurus masjid dan seluruh warga masyarakat. 5.
Papan Informasi di Poskamling
Pemasangan Papan Informasi di Poskamling dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Desember 2014, yang bertempat di Poskomling Dusun Krajan, Desa Banjarejo dan sasaran dari program ini adalah
Poskomling
Dusun
Krajan,
Desa
Banjarejo. Di desa Banjarejo dan khususnya Dusun Krajan masih belum terdapat papan informasi di Poskamling terutama dusun Krajan. Oleh sebab itu Tim KKN menyediakan Papan Informasi di Poskamling untuk melengkapai kekurangan yang ada di Poskamling ini. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dan marbot
masjid
karena
kelengkapan
tempat
sampah di Masjid kurang memadai. Hal ini didukung dengan tingginya partisipasi masyarakat yang terlihat dari warga yang berdatangan dalam kegiatan serta membantu pembuatan papan informasi di Poskamling. Pelaksanaan
program
dapat
terlaksanakan
61
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada perangkat desa yang belum bisa menangap pelajaran dengan baik atau tidak mampu menyamai rekan yang lainnya. Dan juga
tidak
terdapat
kendala
yang
dapt
mengganggu pengadaan informasi di poskamling ini. Kegunaan dari program ini yaitu dapat digunakan untuk menginformasikan jadal ronda dan informasi penting lainya. Dan dampak jangka panjang
dari
program
ini
adalah
warga
masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan informasi mengenai kegiatan atau hal lainnya yang berkaitan dengan lingkungan Dusun Krajan. Sedangkan tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Tim KKN adalah meninjau kembali papan tersebut
agar
perangkat
dusun
dan
warga
masyarakat dapat mengelola dan merawat plang tersebut dengan baik. Dan yang melanjutkan program ini adalah generasi muda dan warga masyarakat.
D. BIDANG EKONOMI Mayoritas warga di dusun tersebut bermata pencaharian sebagai buruh bangunan, buruh pabrik dan petani, serta pegawai swasta dan berwirausaha meskipun ada juga beberapa orang warga yang bekerja sebagai pegawai negeri. Berdasarkan data yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ratarata tingkat perekonomian warga di Dusun Krajan tergolong rendah. Dalam hal ini, Tim KKN telah merencanakan serangkaian program di bidang
62
ekonomi, diantaranya, penyuluhan pembuatan krupuk lele, nugget lele, dan abon lele, pelatihan pembuatan krupuk lele, pelatihan pembuatan nugget lele, dan pelatihan pembuatan bros dari kain perca. Tabel 3.4 Pelaksanaan Progam KKN Bidang Ekonomi No 1.
Program Kerja Penyuluhan
Pelaksanaan Penyuluhan Pembuatan Krupuk Lele,
Pembuatan Krupuk
Nugget Lele, dan Abon Lele dilaksanakan
Lele, Nugget Lele,
pada hari Sabtu, 15 November 2014, pukul
dan Abon Lele
13.00 -
selesai, yang bertempat di Balai
Desa Banjarejo dan sasaran dari program ini adalah Ibu-Ibu PKK Desa Banjarejo. Di daerah Desa Banjarejo banyak warga yang membudidayakan lele tetapi belum memiliki inovasi dalam pengolahan lele. Sehingga Dalam kegiatan ini ibu-ibu PKK Desa
Banjarejo
mempunyai
pondasi
ekonomi yang cukup kuat. Hal ini dapat terlihat dari cara pengolahan lele yang dilakukan
ibu-ibu
PKK
yang
hanya
mengolah lele sebatas membuat olahan yang sederhana seperti pecel lele dan lele goreng. Oleh karena itu, perlu adanya program pelatihan yang dapat memberikan inovasi dari
pengolahan
meningkatkan
lele
agar
perekonomian
dapat warga
khususnya ibu-ibu PKK. Dalam hal ini, kami memberikan pelatihan Pembuatan Krupuk Lele, Nugget Lele, dan Abon Lele. Kegiatan ini diterima baik oleh ibu-ibu PKK. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya antusiasme ibu-ibu PKK dalam mengikuti
63
kegiatan tersebut. Dan juga ditunjukkan dengan partisipasi masyarakat dalam hal ini sangat besar, hal ini terlihat dari tingginya antusiasme kegiatan
ibu-ibu yang
dalam
mengikuti
ditunjukkan
dengan
ketertarikan ibu-ibu PKK untuk mengetahui resep krupuk lele, nugget lele, dan lele secara mendtail. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada ibu-ibu yang berbicara sendiri saat pelatuhan berlangsung sehingga suasana menjadi kurang kondusif sedangkan kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah suasana yang tidak kondusif yang disebabkan
oleh
ibu-ibu
yang
masih
berbicara sendiri. Kegunaan dari program ini adalah agar masyarakat khususnya ibu – ibu PKK dapat mengetahui
bagaimana
cara
Pembuatan
Krupuk Lele, Nuget Lele dan Abon Lele. Dan dampak jangka panjang dengan adanya program ini adalah agar ibu – ibu PKK dapat mengembangkan inovasi pengolahan lele. Sedangkan tindak lanjut dari program ini adalah perlu adanya monitoring dan evaluasi program, demi terciptanya keberlanjutan program ini kedepannya dengan lancar. Dan
64
yang melanjutkan program ini adalah ibu – ibu PKK Desa Banjarejo. 2.
Pelatihan Pembuatan Nugget Lele
Pelatihan
Pembuatan
Nugget
Lele
dilaksanakan dua kali yaitu pertama pada hari Sabtu, 15 November 2014 pukul 13.00selesai yang bertempat di Balai Desa Banjarejo dan sasarannya adalah Ibu – ibu PKK Desa Banjarejo sedangkan pelaksanaan kedua pada hari Jumat, 28 November 2014 dan 5 Desember 2014 pukul 18.00-selesai yang bertempat di Posko KKN Dusun Krajan dan sasaran dari program ini adalah Ibu-ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 Dusun Krajan Dalam kegiatan ini Ibu – ibu PKK Desa Banjarejo dan warga Dusun Krajan belum mempunyai pondasi ekonomi yang cukup kuat. Hal ini dapat terlihat dari aktifitas ibuibu yang pada umumnya hanya sebagai ibu rumah tangga.
Oleh karena itu, perlu
diadakan program pelatihan yang dapat meningkatkan perekonomian warga. Dalam hal
ini,
kami
memberikan
pelatihan
pembuatan nugget lele. Partisipasi masyarakat dalam hal ini sangat besar, hal ini terlihat dari tingginya antusiasme ibu – ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 Dusun Krajan dalam mengikuti kegiatan. Hal ini didukung oleh partisipasi ibu – ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05,
65
Rw 01 Dusun Krajan cukup besar yang ditunjukkan dengan banyaknya ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini. Serta keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja ada beberapa
ibu-ibu
yang
tak
mau
ikut
mencoba. Dan kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah belum adanya alat untuk memisahkan tulang dan duri yang dimiliki lele. Kegunaan dari program ini adalah − Masyarakat khususnya Ibu – ibu PKK Desa Banjarejo dan Ibu-ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 Dusun Krajan dapat membuat Nugget Lele − Dapat meningkatkan perekonomian warga Dampak jangka panjang dengan adanya program ini Ibu – ibu PKK dan ibu – ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 Dusun
Krajan
dapat
mengembangkan
inovasi nugget lele dan tidak ada lagi ibu-ibu yang hanya menjadi ibu rumah tangga serta dapat meningkatkan perekonomian warga. Sehinga perlu adanya tindak lanjut dari Tim KKN yang berupa monitoring dan evaluasi program, demi terciptanya keberlanjutan
66
program ini kedepannya dengan lancar. Dan yang melanjutkan program ini adalah Ibu – ibu PKK Desa Banjarejo dan Ibu-ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 Dusun Krajan. 3.
Pelatihan pembuatan bros dari kain perca
Pelatihan pembuatan bros dari kain perca dilaksanakan pada hari Senin, 17 & 14 November dan 01 Desember 2014 pukul 18.00 – selesai yang bertermpat di Rumah Ibu Tatik, Dusun Krajan dan sasarannya adalah Karang Taruna (pemudi) dan ibu-ibu Dusun Krajan. Belum dimanfaatkannya kain perca di dusun Krajan ini yang mengakibatkan banyak kain perca yang terbuang sia-sia sehingga timbulnya inisiatif untuk mengolah limbah kain perca tersebut. Dalam hal ini kain perca tersebut dapat di daur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk sebagai bros dan hiasan pada bando. Kegiatan
ini
diterima
baik
oleh
masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan partisipasi karang taruna dalam kegiatan ini cukup besar. Hal ini dapat terlihat dari jumlah anggota yang berdatangan dalam kegiatan
serta
antusias
mereka
dalam
mengembangkan kreatifitas. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
67
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja pemolaan kain rapi. Namun ada kendala yang ditemui pada
pelaksanaan
program
ini
yaitu
minimnya peralatan glue gun. Kegunaan program ini adalah : − Masyarakat khususnya Pemudi karang taruna dan ibu-ibu Dusun Krajan dapat membuat Bros dan hiasan pada bando. − Dapat meningkatkan perekonomian warga − Dapat
memberikan
sedikit
solusi
mengenai pengelolaan kain perca yang ada di Dusun Krajan Tidak
hanya
masyarakat
memiliki
namun
kegunaan
kegiatan
ini
bagi juga
memiliki dampak jangka panjang yaitu dengan adanya program ini perkembangan pengelolaan kain perca di Dusun Krajan. Sehingga perlu adanya tindak lanjut bagi kegiatan ini yaitu perlu adanya control, monitoring dan evaluasi program ini demi terciptanya
keberlanjutan
program
ini
kedepannya dengan lancar. Sehingga yang melanjutkan program ini adalah semua anggota karang taruna Dusun Krajan. Diantara program yang telah terlaksana tersebut, ada salah satu program di ekonomi ini yang tidak dapat terlaksana yaitu Pelatihan Pembuatan Krupuk Lele. Kegiatan ini kurang diterima dengan baik oleh Ibu-ibu rumah tangga Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 Dusun Krajan. Dan tidak terlaksananya program ini juga disebabkan oleh belum ada fasilitas yang dapat digunakan untuk mengeringkan adonan lele yang digunakan sebagai bahan kripikk dan juga
68
bertepatan dengan musim penghujan. Sehingga program ini tidak terlaksana dengan baik. Hal ini juga didukung dengan partisipasi masyarakat dalam program ini yang kurang baik.
E. PROGRAM TAMBAHAN Berdasarkan siruasi dan kondisi serta kebutuhan warga Desa Banjarejo, maka Tim
KKN Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif melaksanakan
program tambahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Banjarejo. Berikut ini merupakan beberapa program kerja tambahan yang dilaksanakan oleh Tim selama melaksanakan dalam waktu 45 hari di Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, diantaranya PAUD, TK, Taman Baca, PBA, Pelatihan Tata Rias dan Hijab, Senam Sehat Ceria, drum Band, Pramuka, Inovasi Pengemasan Kripik, Peremajaan Tugu, dan Pembudidayaan Tunas Pisang. Tabel 3.5 Pelaksanaan Progam Tambahan No 1.
Program Kerja PAUD
Pelaksanaan Program ini dilaksanakan satu minggu dua kali setiap hari Senin dan Jum’at yang bertempat di PAUD Bougenvile Desa Banjarejo dan sasarannya adalah peserta didik PAUD Bougenvile Desa Banjarejo Di PAUD tersebut hanya terdapat dua guru pendidik saja dan belum memiliki fasilitas Sehingga
pendidikan kurang
melaksanakan mengajatr.
yang maksimal
dalam
kegiatan
belajar
proses
Akan
memadai.
tetapi
kekurangan-
kekurangan tersebut dapat diatasi karena kerjasama yang baik antara tenaga pendidik dan tim KKN, dan arahan-arahan yang diberikan
oleh
Guru
PAUD
sangat
69
membantu. Kesadaran
warga
masyarakat
akan
pentingnya pendidikan usia dini masih kurang. Dan partisipasi masyarakat dalam hal ini sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa PAUD yang mengikuti program ini. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah fasilitas sekolah kurang memadai. Kegunaan program ini adalah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Dusun Krajan khususnya pada pendidikan anak usia dini meskipun tidak secara signifikan. Selain memiliki kegunaan, program ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi warga
masyarakat
yaitu
warga
dapat
menyadari akan pentingnya pendidikan demi
masa
depan
yang
lebih
baik.
Sedangkan program ini perlu mendapat pengelolaan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Desa Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah,
generasi
masyarakat.
Dan
muda
dan
tokoh
yang
melanjutkan
program ini adalah generasi muda dan
70
warga masyarakat dengan dibantu
oleh
perangkat desa serta tokoh masyarakat. 2.
TK
Program ini dilaksanakan pada Tanggal 27 November – 04 Desember 2014 pukul 08.0010.00 yang bertempat di TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo dan sasaran dari program ini adalah peserta didik TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo Di TK tersebut hanya terdapat tiga guru pendidik saja tetapi memiliki kurang lebih 52 peserta didik. Sehingga kurang maksimal dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar karena perhatian satu guru terlalu banyak tersta oleh banyak peserta didik padahal dalam proses pelajaran di tingkat TK harus seimbang antara pendidik dan peserta didiknya sehingga perhatian pendidik dapat terserap sempurna oleh peserta didik. Akan tetapi kekurangan-kekurangan tersebut dapat diatasi karena kerjasama yang baik antara tenaga pendidik dan tim KKN, dan arahanarahan yang diberikan oleh Guru TK sangat membantu. Kesadaran
warga
masyarakat
akan
pentingnya pendidikan masih kurang. Namun partisipasi masyarakat dalam hal ini sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa TK yang mengikuti program ini. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan
71
sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada
murid yang sulit untuk dikendalikan.
Dan juga tidak ada kendala yang berarti yang dapat mengganggu kegiatan tersebut. Manfaat dari program ini adalah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Dusun Krajan khususnya pendidikan tingkat dini meskipun tidak secara signifikan. Program ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi warga masyarakat yaitu agar warga dapat menyadari akan pentingnya pendidikan demi masa depan yang lebih baik. Sehingga program ini perlu mendapatkan pengelolaan peningkatan
mutu
pendidikan
di
Desa
Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah, generasi muda dan tokoh masyarakat. Dan yang melanjutkan program ini adalah Guru TK, generasi muda dan warga masyarakat dengan dibantu oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat. 3
Taman Baca
Pendirian taman baca diresmikan pada hari Minggu, 14 Desember 2014, bertempat di Balai Desa Banjarejo dan sasarannya adalah Masyarakat Desa Banjarejo. Dalam kegiatan ini warga Desa Banjarejo, belum bisa memahami akan pentingnya pendidikan. Banyaknya anak usia sekolah di Desa Banjarejo yang membutuhkan tambahan
72
kesempatan
belajar
untuk
meningkatkan
prestasi mereka di sekolah, bahan bacaan untuk warga dan sumber informasi lain untuk penduduk Desa Banjarejo. Maka dengan adanya taman baca ini, dapat membantu warga masyarakat mempunyai perpustakaan mini
desa
sebagai
tambahan
pelajaran
sekaligus sebagai wahana untuk berbagi ilmu dan pengetahuan. Kesadaran
anak
usia
pentingnya pendidikan
sekolah
akan
masih tergolong
kurang dan kesadaran warga untuk memaca juga masih rendah. Baik pada bidang material dan spiritual. Sehingga mereka menerima kegiatan ini dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan Partisipasi masyarakat dalam hal ini sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya warga yang mengikuti program ini. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan
yang
berarti,
hanya
saja
inventarisasi buku belum tertata dengan rapi. Namun ada sedikt kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini yaitu belum ada ruangan khusus yang dapat digunakan untuk taman baca. Kegunaan dari program ini adalah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Desa
73
Banjarejo
dan
masyarakat
meningkatkan
untuk
membaca.
kesadaran Ada
juga
dampak jangka panjang dari program ini untuk warga masyarakat yaitu agar warga dapat menyadari akan pentingnya pendidikan demi masa depan yang lebih baik dan pentingnya membaca buku sebagai sumber ilmu. Sehingga program ini perlu adanya pengelolaan dan perawatantaman baca oleh masyarakat Desa Banjarejo. Maka yang yang melanjutkan program ini adalah seluruh masyarakat Desa Banjarejo. 4.
PBA (Pengentasan Buta Aksara)
Program ini dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu pukul 18.30-selesai, bertempat di Rumah
Ibu
Tatik,
sasarannya adalah
Dusun Peserta
Krajan
dan
PBA Dusun
Krajan, Desa Banjarejo. Di Dusun Krajan ini masih banyak warga yan buta aksara, kesadaran para warga buta aksara terhadap pendidikan juga masih rendah. Namun masalah tersebut mendapat perhatian dari warga yaitu khususnya Ibu Tatik yaitu dengan membantu warga tersebut untuk mengenal huruf dan angka serta belajar membaca dan berhitung dan mendirikan suatu wadah bagi mereka untuk belajar. Oleh karena itu Tim KKn bekerja sama dngan ibu Tatik untuk membantu mngentaskan buta aksara di Dusun Krajan. Warga yang merasa belum memiliki kemampuan baca tulis menerima dengan baik
74
adanya kegiatan tersebut sehingga warga menerima dengan baik program ini yang ditunjukkan dengan partisipasi masyarakat yang sudah sangat baik dan dapat dilihat dari banyaknya warga yang mengikuti program ini. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja minimnya materi dan buku pelajaran yang ada. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini yakni tidak adanya ruang kelas khusus bagi pelaksanaan PBA. Kegunaan dari program ini adalah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Dusun Krajan khususnya pada pendidikan meskipun tidak secara signifikan. Dan juga dampak jangka panjang bagi warga masyarakat yaitu agar warga dapat menyadari akan pentingnya pendidikan demi masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu harus ada pengelolaan peningkatan
mutu
pendidikan
di
Desa
Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah, generasi muda dan tokoh masyarakat. Dan yang melanjutkan adalah generasi muda dan warga masyarakat dengan dibantu
oleh perangkat desa serta
tokoh masyarakat. 5.
Pelatihan Tata Rias
Pelaksanaan program ini dilaksanakan
75
dan Hijab
pada hari Jumat, 28 November 2014 pukul 19.00 – selesai, yang bertempat di Rumah Ibu Tatik, Dusun Krajan dan sasarannya adalah Karang Taruna (pemudi) Dusun Krajan Keinginan pemudi untuk lebih mengetahui cara
merias
wajah
dengan
baik
dan
mengetahui inovasi pemakaian jilbab. Maka dengan alasan tersebut tim KKn mengundang orang yang memiliki ke ahlian di bidang tat arias dan mengajari inovasi berhibab dengan baik kepada pemudi di karang taruna dusun Krajan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan karang
taruna
di
mengembangkan mengenakan
Dusun
Krajan
kreatifitasnya
hijab
dan
mampu
dapat dalam merias
wajahnya sendiri dengan baik. Oleh karena itu warga menerima dengan baik program ini. Hal ini didukung oleh partisipasi karang taruna dalam kegiatan ini cukup besar. Hal ini dapat terlihat dari jumlah anggota yang berdatangan dalam kegiatan serta antusias mereka dalam mengembangkan kreatifitas. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini yakni sebagian warga atau pemudi tidak memiliki perlangkapan rias
76
sendiri. Manfaat program ini bagi masyarakat khususnya Pemudi karang taruna Dusun Krajan adalah dapat merias wajahnya sendiri dengan baik dan mampu menginovasi dan mengkreasi
pemakaian
hijab.
Sedangkan
dampak jangka panjang dengan adanya program ini adalah pemudi karang taruna di Dusun Krajan mampu mempercantik diri sendiri dan meularkan ilmu yang diperoleh kepada orang lain atau masyarakat sekitar. Sehingga perlu adanya control, monitoring dan evaluasi program ini demi terciptanya keberlanjutan program ini kedepannya dengan lancar. Dan yang melanjutkan program ini adalah semua anggota karang taruna Dusun Krajan. 6.
Senam Sehat Ceria
Program ini dilaksanakan di dua waktu dan tempat yang berbeda yaitu Setiap Hari Jumat di PAUD Bougenvile, Desa Banjarejo yang sasarannya adalah Peserta Didik PAUD Bougenvile dan Setiap Hari Sabu di TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo yang sasarannya adalah peserta didik TK Cut Nya’ Dien, Desa Banjarejo Di PAUD dan TK tersebut belum ada guru khusus yang mengajar Olah Raga maupun senam sehinga untuk lebih membuat peserta didik lebih mahir dalam senam maka tim KKN kerjasama dengan tenaga pendidik untuk memandu senam para peserta didik
77
tersebut. Peserta didik dan tenaga didik sangat antusias dalam mengikuti senam sehat ceria. Partisipasi Peserta didik dan tenaga didik dalam hal ini sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa TK yang mengikuti program ini dengan senang dan gembira. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada siswa yang tidak mau mengikuti kegiatan senam. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah minimnya sound sistem yang dimiliki oleh sekolah. Kegunaan program ini
adalah dapat
meningkatkan kualitas pendidikan di Dusun Krajan khususnya pada bidang olah raga meskipun dampak
tidak
secara
jangka
masyarakat
signifikan.
panjang
adalah
agar
Dan
bagi
warga
warga
dapat
menyadari
akan
pentingnya
pendidikan
khususnya
olah
raga
pentingnya
dan
kesehatan tubuh demi masa depan yang lebih baik. Sehingga perlu adanya pengelolaan peningkatan
mutu
pendidikan
di
Desa
Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah, generasi muda dan
78
tokoh masyarakat. Dan yang melanjutkannya adalah guru TK, generasi muda dan warga masyarakat dengan dibantu oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat. 7.
Drum Band
Pelaksanaannya setiap Hari Rabu pukul 13.00 – selesai, bertempat di SD N 1 Banjarejo dan sasarannya adalah Peserta Didik SD N 1 Banjarejo. Di SD tersebut belum ada guru khusus yang membimbing ekstrakurikuler drumband sehinga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan menganai drum band bagi membuat peserta didik lebih maka tim KKN kerjasama dengan tenaga pendidik untuk memandu kegiatan drum band para peserta didik tersebut. Peserta mengikuti
didik
sangat
antusias
dalam
drum
band.
ekstrakuriuler
Partisipasi Peserta didik dalam hal ini juga sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya
siswa
SD
yang
mengikuti
program ini dengan senang dan gembira. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti, hanya saja terkadang ada siswa yang belum berpengalaman sama sekali dalam drum band. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah tidak adnya pelatih yang
79
berkompeten dibidang ini. Program
ini
berguna
untuk
dapat
meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Banjarejo khususnya pada bidang kesenian yaitu drum band meskipun tidak secara signifikan. Dampak jangka panjang bagi warga masyarakat yaitu dapat menyadari akan
pentingnya
pendidikan
khususnya
kesenian demi masa depan yang lebih baik. Sehingga
perlu
peningkatan
mutu
adanya pendidikan
pengelolaan di
Desa
Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah, generasi muda dan tokoh masyarakat. Dan yang melanjutkan program ini adalah Guru SD, generasi muda dan warga masyarakat dengan dibantu oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat. 8.
Pramuka
Pramuka dilaksanakan pada setiap Hari Sabtu pukul 13.00 – selesai, bertempat di SD N 1 Banjarejo dan sasarannya adalah Peserta Didik SD N 1 Banjarejo. Di SD tersebut belum ada guru khusus yang membimbing ekstrakurikuler pramuka sehinga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan
menganai
pramuka
bagi
membuat peserta didik lebih maka tim KKN kerjasama dengan tenaga pendidik untuk memandu kegiatan drum band para peserta didik tersebut. Peserta
didik
sangat
antusias
dalam
mengikuti ekstrakuriuler pramuka. Partisipasi
80
Peserta didik dalam hal ini juga sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa SD yang mengikuti program ini dengan senang dan gembira. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah minimnya peralatan pramuka yang dimiliki sekolah. Manfaatnya yaitu dapat meningkatkan kualitas
pendidikan
khususnya
pada
di
bidang
Desa
Banjarejo
kesenian
yaitu
pramuka meskipun tidak secara signifikan. Dampak jangka panjangnya bagi warga masyarakat yaitu dapat menyadari akan pentingnya pendidikan demi masa depan yang lebih
baik.
Sehingga
perlu
adanya
pengelolaan peningkatan mutu pendidikan di Desa Banjarejo perlu adanya penanganan khusus dari Pemerintah Daerah, generasi muda dan tokoh masyarakat. Dan yang melanjutkan adalah Guru SD, generasi muda dan warga masyarakat dengan dibantu oleh perangkat desa serta tokoh masyarakat. 9.
Inovasi Pengemasan Kripik
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 04 Desember 2014, yang bertempat di Rumah Ibu Jamilah RT 03 RW 01 Dusun Krajan, Desa Banjarejo dan sasarannya adalah Indutri
81
Rumah Tangga Kripik Sido Makmur. Untuk memberikan keterampilan membuat kemasan
guna
sebagai
pelindung
(kekedapan), sebagai sarana promosi & informasi, dan memberikan nilai tambah produk Kripik Sido Makmur sehinnga Tim KKN melaksanakan kegiatan tersebut. Masyarakat sangat antusias dan menerima dengan baik kegiatan yang kami sampaikan. Anggota posdaya ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti. Namun ada sedikit kendala yang ditemui pada pelaksanaan program ini adalah industry rumah tangga Kripik Sido Makmur belum memiliki alat press. Program
ini
bermanfaat
untuk
memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya kemasan yang menarik sebagai nilai tambah produk Kripik Sido Makmur. Saat kami memberikan contoh label dan contoh pengemasan dengan mesin press, harapan kami kedepannya ibu-ibu dapat membuat kemasan terhadap produk Kripik Sido Makmur sesuai standar dan Menarik. Kami akan menindak lanjuti program ini dengan
mengenalkan
anggota
posdaya
82
contoh dan inovasi pengemasan yang lainnya. Sehingga dapat dilanjutkan oleh anggota posdaya. 10.
Peremajaan Tugu
Peremajaan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 29 November 2014, yang bertempat di Tugu perbatasan Desa Banjarejo dengan Karangmalang Banjarejo
dan
dan
Depan
sasarannya
Balai
desa
adalah
Tugu
Perbatasan Tugu Perbatasan Di desa Banjarejo perlu mengalami peremajaan agar lebih terlihat bersih
dan
rapi
sehingga
Tim
KKN
melakukan pengecatan ulang terhadap tugu tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan warga Dusun Krajan agar menjaga dan merawat papan Tugu Perbatasan dengan baik sehingga tidak dapat terjadi kerusakan yang parah sehingga warga menerima dengan baik kegiatan ini. Partisipasi warga dalam kegiatan ini juga cukup besar. Hal ini dapat terlihat dari warga yang berdatangan dalam kegiatan serta membantu peremajaan tugu perbatasan. Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti. Dan juga tidak ada kendala yang mungkin menggangu kegiatan ini. Manfaatnya agar tugu perbatasan terlihat
83
lebih rapid an bersih. Dampak jangka panjangnya adalah agar warga masyarakat mengetahui batas desa Banjarejo dengan daerah lain. Akan dilaksanakan peninjauan ulang agar perangkat dusun dan warga masyarakat dapat mengelola dan merawat plang tersebut dengan baik. Dan yang melanjutkan program ini adalah generasi muda dan warga masyarakat. 11.
Budidaya Tunas Pisang
Pembudidayaan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 22 November 2014 pukul 08.00 – selesai, bertempat di halaman Rumah Bapak Turkhamun, Dusun Krajan dan sasarannya adalah masyarakat Dusun Krajan, Desa Banjarejo. Budidaya Tunas Pisang ini dilaksanakan karena
dirasa
dikembangkan
dapat
berpotensi
sehingga
untuk
mempermudah
pengembangbiyakan pisang di daerah ini. Oleh
karenanya,
masyarakat dengan
Tim
untuk
KKN
mengajak
membudidayakannya
menyediakan
bibit
pisang
memfasilitasi pembudidayaan pisang dan memberikan pelatihan cara pembudidayaan tunas pisang secara bersama-sama. Warga masyarakat terlihat sangat senang dengan adanya Budidaya Tunas Pisang di dusun tersebut. Partisipasi warga juga sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya warga
yang
aktif
mengikuti
pembudidayaan tunas pisang.
kegiatan
84
Pelaksanaan program dapat terlaksanakan sesuai rencana sehingga program tercapai sesuai
dengan
apa
yang
direncanakan
sebelumnnya. Program ini tidak ditemui hambatan yang berarti. Dan juga tidak ada kendala
yang
berarti
dalam
proses
bermanfaat
untuk
pelaksanaan kegiataan ini. Program
ini
memperkenalkan cara pembudidayaan pisang dengan cara yang lain dan lebih efisien. Pisang tersebut kedepannya nanti dapat dimanfaatkan maupun warga setempat untuk keperluan
sehari-hari.
Untuk
perawatan
pisang akan diatur dengan oleh warga masyarakat dusun Krajan. Yang melanjutkan program ini adalah warga masyarakat dusun Krajan. 12
Turnamen Bulutangkis
Pelaksanaan
kegiatan
turnamen
bulutangkis adalah setiap hari Sabtu pada tanggal 8, 15 dan 22 November 2014. Kegiatan
ini
dilasanakan
di
lapangan
bulutangkis Vila Siberi desa Banjarejo. Sasaran
dari
kegiatan
ini
adalah
masyarakat desa Banjarejo yang memiliki hobi bulutangkis sehingga dapat menuangkan hobi maupun bakatnya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, TIM KKN membantu kegiatan turnamen berupa bantuan administrasi dan juga sebagai wasit. Kendala
dalam
kegiatan
ini
adalah
kurangtertariknya warga untuk mengikuti
85
kegiatan, sehingga terkadang peserta yang hadir tidak sesuai dengan harapan.Kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh pemuda desa Banjarejo.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. PELAKSANAAN POSDAYA Pembentukan posdaya Sido Makmur ini berlokasi di Dusun Krajan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, tepatnya Posdaya Sido Makmur berlokasi di Rt 05/01 Dusun Krajan, Desa Banjarejo ini didirikan pada lingkup Dusun, yang mencakup wilayah Rt 02, 03, 04 & 05 di Rw 01. Adapun anggotanya adalah seluruh ibu-ibu PKK Rt 01 & 04 yang berjumlah sekitar 132 orang. Ruang lingkup yang hanya di dusun ini diharapkan akan berkembang menjadi lingkup desa di kemudian hari. Pembentukan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 14 November 2014 dan bertempat di Posko KKN UNNES 2014 Dusun Krajan, Desa Banjarejo dan diresmikan pada tanggal 24 November 2014 oeh Kepala Desa Banjarejo selaku penanggung jawab posdaya di kantor Balai Desa Banjarejo. Pada saat pembentukan tersebut Tim KKN Unnes terlebih dahulu mengadakan sosisalisasi tentang posdaya kepada warga setempat. Sosialisasi semacam ini merupakan hal yang sangat penting dikarenakan pemahaman warga
setempat
mengenai
posdaya
akan
sangat
diperlukan
demi
keberlangsungan dan keberlanjutan program posdaya kedepannya. Pembentukan posdaya ini dilatarbelakangi oleh pelayanan kesehatan yang belum memadai, banyaknya warga khususnya para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap, banyaknya anak usia sekolah yang tidak melanjutkan sekolah, sumber daya alam yang melimpah, banyaknya peternakan lele yang pengolahannya belum maksimal, dan kurangnya wadah bagi masyarakat untuk membangun keluarga yang lebih sejahtera. Kegiatan yang telah dilaksanakan mencakup 4 bidang kehidupan, yakni : (1) bidang ekonomi, meliputi pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang didalamnya terdiri dari pembuatan nugget lele, bros dari kain perca dan pengemasan kripik Sido Makmur; (2) bidang pendidikan, meliputi taman baca, Electronic repair training, bimbingan belajar, pelatihan program
87
computer; (3) bidang kesehatan, meliputi senam aerobic, kerja bakti, dan penyuluhan Demam Berdarah serta penyuluhan 3M (mengubur, menutup, menguras) dan (4) bidang lingkungan, meliputi reparasi lampu penerangan.
B. PROGRAM 4 BIDANG POSDAYA 1. BIDANG PENDIDIKAN a. Taman Baca Taman baca merupakan suatu program yang dilaksanakan oleh Tim KKN guna memberikan sarana bagi masyarakat untuk membaca buku secara gratis melalui perpustakaan mini. Taman baca ini diprakarsai dan didirikan oleh Tim KKN UNNES dan Kepala Desa Banjarejo dan untuk kedepannya akan dikelola dan dirawat oleh pemuda dan warga desa Banjarejo khususnya para anggota posdaya dibawah pengawasan Kepala Desa. b. Electronic Repair Training Program ini merupakan suatu bentuk pelatihan yang dilaksanakan oleh Tim KKN UNNES, pelatihan ini berupa pelatihan memperbaiki alat-alat atau barang elektronik agar para warga khususnya para anggota posdaya memiliki keahlian khusus untuk mereparasi barang elektronik yang rusak. Kegiatan ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh anggota posdaya Sido Makmur untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru. c. Bimbingan Belajar Bimbingan Belajar yang dimaksud di sini adalah
bimbingan
belajar untuk anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada awal pelaksanaannya, bimbingan belajar mata pelajaran SD ini diprakarsai oleh anggota Tim KKN Alternatif UNNES. Untuk keberlanjutannya,
bimbingan
belajar
ini
diserahkan
kepada
Koordiantor Bidang Pendidikan POSDAYA Sido Makmur dengan waktu pelaksanaan setiap hari selasa, kamis dan sabtu.
88
2. BIDANG EKONOMI Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang didalamnya terdiri dari a. Pembuatan Nugget Lele Dusun krajan merupakan salah satu dusun di Desa Banjarejo yang sebagian warganya masuk dalam kategori PKS dan KS1. Tim KKN Alternatif UNNES bekerja sama dengan beberapa tokoh masyarakat Dusun Krajan menggagas kegiatan kewirausahaan yang aplikatif, yaitu kegiatan usaha bersama produksi nugget lele. Usaha ini dipilih karena bahan baku dan bahan tambahan mudah didapatkan oleh masyarakat Dusun Krajan. Bahan baku dari nugget ini sendiri sangat melimpah di Desa Banjarejo, karena di desa ini banyak memiliki peternakan lele yang pengolahannya belum maksimal. Peralatan dan kelengkapan produksi khususnya mesin press disumbangkan oleh Tim KKN Alternatif UNNES dengan harapan kegiatan produksi dapat berjalan
dengan
lancar.
Usaha
ini diharapkan mampu
memberdayakan keluarga anggota POSDAYA. Nugget diproduksi di rumah anggota POSDAYA yaitu Ibu Jamilah. b. Pembuatan Bros Dari Kain Perca Di dusun krajan ini ada
penjahit yang belum memaksimalkan
limbah kain percanya, dan juga kain perca itu sendiri dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Oleh sebab itu, untuk memanfaatkan kain perca di dusun ini, maka Tim KKn memberikan pelatihan pembuatan bros dari kain perca agar kedepannya kegoiatan ini dapat dikembangkan oleh anggota posdaya sendiri untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi limbah kain yang tidak terpakai tersebut serta agar mengurangi sampah yang diakibatkan oleh limbah kain perca itu sendiri. Peralatan seperti glue gan, peniti, dll disumbangkan oleh Tim KKN agar kedepannya dapat digunkan anggota Posdaya untuk melanjutkan kegiatan ini sendiri dan mengembangkan inovasi lain dari pengolahan kain perca.
89
c. Pengemasan Kripik Sido Makmur Disisi lain warga dusun Krajan ada satu dua orang yang telah mengembangkan sayap industry rumah tangga yaitu industry Kripik namun ada banyak kendala yang menghambat proses produksinya. Oleh sebab itu Tim KKN merangkul industry kripik ini untuk masuk kedalam Posdaya Sido Makmur, harapan kedepannya industry ini dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga lain di Dusun Krajan sendiri. Dengan alasan tersebut untuk sedikit memperlancar industry tersebut, kami dari Tim KKN memberikan inovasi pengemasan Kripik Sido Makamur ini agar penjualan kripik ini dapat meluas keluar Desa Banjarejo. Selain itu Posdaya ini diharapkan kedepannya dapat memberdayakan kehidupan para anggota posdaya lainnya dan dapat menjadi satu contoh bagi masyarakat lainnya untuk mau dan berusaha dalam mengembangkan indutri rumah tangga lainnya. 3. BIDANG KESEHATAN a. Senam Aerobic Saat ini masyarakat sangat menggemari model olahraga senam, salah satunya adalah senam aerobic. Telah terbukti pada saat kegiatan senam aerobic warga masyarakat sangat antusias untuk mengikuti. Selain itu ada beberapa warga yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan senam di salah satu sanggar senam, sehingga sudah ada warga yang memiliki kemampuan dasar terkait senam. Oleh karena itu, TIM KKN mencoba untuk melatih beberapa ibu-ibu yang telah mengikuti sangar tersebut untuk menjadi instruktur senam. Diharapkan untuk kedepannya dengan adanya
instruktur
yang
terlatih
kegiatan
senam
dapat
terus
dilaksanakan. Selain itu, instruktur yang telah terlatih dapat membuka ladang pekerjaan baru dengan membuka sanggar senam. Kegiatan senam yang teratur diadakan selain dapat meningkatkan kesehatan tubuh juga dapat meningkatkan keakraban antar warga.
90
b. Sport Massase Massase atau yang lebih dikenal dengan pijat, adalah salah satu langkah yang dipilih masyarakat untuk menghilangkan letih. Di Desa Banjarejo ada 2 orang tukang pijat tradisional, akan tetapi beliau ini belum begitu memahami teori memijat yang
benar. Oleh sebab itu, TIM KKN
memberikan penyuluhan terkait cara memijat yang benar agar tidak ada lagi pasien yang mengeluh. Dengan dirangkulnya pemijat tradisional ini dalam posdaya maka diharapkan dapat semakin meningkatkan keterampilan dan dapat menambah penghasilan. c. Kerja Bakti Lingkungan desa Banjarejo khususnya dusun Krajan belum begitu padat penduduk sehingga masih banyak lahan yang kosong. Kekosongan lahan tersebut menjadikan pemiliknya malas untuk membersihkan. Sistem sanitasi yang belum baik juga menjadikan lingkungan terlihat kurang bersih. Oleh sebab itulah, TIM KKN memasukkan program kerja bakti ke dalam posdaya. Tujuannya adalah agar
masyarakat
desa
Banjarejo
semakin
rutin
melaksanakan
kebersihan. sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, TIM KKN bekerjasama dengan pemuda di wilayah banjarejo agar terus melakukan kegiatan kerja bakti secara rutin. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat kedepannya, dalam setiap kegiatan kerja bakti dapat dibarengi dengan arisan atau kegiatan lain sehingga semua warga dapat mengikuti kerjabakti. Sedangkan sebagai pengawasan jalannya kegiatan kerja bakti adalah erangkat desa dibantu oleh pengurus posdaya. d. Penyuluhan Demam Berdarah Serta Penyuluhan 3M (Mengubur, Menutup, Menguras) Keadaan ekonomi masyarakat desa Banjarejo yang tergolong menengah kebawah menjadi salah satu factor rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Masih banyak
91
masyarakat yang belum memahami tentang dampak dari kurang bersihnya lingkungan, terutama pada penapungan air atau tempattempat yang dapat menjadi tempat tergenanggnya air. Oleh karena itu, TIM KKN melakukan penyuluhan tentang DB (Demam Berdarah) dan cara mencegahnya, yaitu melalui 3M maupun 3M Plus. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan sekali pastilah belum cukup membangun kesadaran masyarakat, akan tetapi setidaknya dapat sedikit menggugah kesadaran masyarakat terkait kebersihan perairan. Sebagai tindak lanjut, melalui pengurus posdaya yang terbentuk dapat dilakukan pengecekan sanitasi setiap rumah penduduk secara berkala. Hal ini tentunya dapat berhasil jika masyarakat mau bekerja sama dengan baik. 4. BIDANG INFRASTRUKTUR/LINGKUNGAN a. Reparasi Lampu Penerangan Penerangan jalan merupakan kebutuhan bersama di masyarakat. Alat utama dalam penerangan adalah lampu. Biasanya apabila ada kerusakan lampu-lampu tersebut hanya dibuang dan tidak lagi dapat dimanfaatkan. Program ini berkesinambungan dengan program pelatihan alat elektronik rumah tangga, masyarakat yang telah dilatih untuk melakukan servis elektronik diharapkan pula dapat memperbaiki lampu penerangan jalan yang rusak. Sehingga untuk kedepannya pengadaan penerangan jalan dapat dikurangi, karena lampu yang rusak dapat diperbaiki.
C. PROGRAM KONSERVASI Penanaman pohon di Dusun Krajan Rt 02, 03, 04 & 05, Rw 01 telah dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 14 Desember 2014 yang diawali dengan penyerahan bibit tanaman dari Tim KKN Unnes kepada Ketua Rw 01 Dusun Krajan. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Banjarejo dan Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNNES 2014 selaku tamu undangan. Sebanyak kurang lebih 60 buah bibit pohon, yang terdiri dari pohon sengon dan alpukat ditanam oleh Tim KKN bersama dengan warga setempat. Sekitar
92
pohon ditanam di sekitar wilayah Kantor Desa Banjarejo, sedangkan yang lainnya ditanam di pekarangan rumah-rumah warga. Pada dasarnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga Dusun Krajan akan pentingnya penanaman pohon dalam rangka konservasi lingkungan sehingga tercipta lingkungan yang sehat, asri dan indah. Berikut merupakan rincian penanaman pohon yang telah dilaksanakan oleh Tim KKN Alternatif Unnes 2014 di Dusun Krajan. Tabel 4.1 Data Penanaman Pohon Desa
Banjarejo
Jenis
Jumlah
Lokasi
Asal
Pohon
Pohon
Penanaman
Pohon
Sengon
30
Tanah Milik Desa, Perbatasan antara Desa banjarejo dan Desa Leban yang merupakan asset milik Desa
Beli di Pasar Gunung Pati
5
Rumah Bapak Kusnoto, Rt 05/01,Dusun Krajan Rumah Kamto, Rt 05/01,Dusun Krajan
Rp 5.000,00
Rumah Ibu Tatik, Rt 02/01,Dusun Krajan Rumah Ibu Jamilah, Rt 03/01,Dusun Krajan Rumah Pak Narto, Rt
Rp 5.000,00
5
5
5
5
Nilai Nominal
Rp 30.000,00
Rp 5.000,00
Rp 5.000,00
Rp 5.000,00
93
5
Banjarejo Alpukat
5
5
Jumlah
60
04/01,Dusun Krajan Rp 5.000,00 Rumah Bapak Turkhamun, Rt 05/01,Dusun Krajan Tanah Milik Donator Rp 100.000,00 Desa, Kepala Perbatasan Desa antara Desa banjarejo dan Desa Leban yang merupakan asset milik Desa Rumah Bapak Donator Rp 100.000,00 Turkhamun, Rt Kepala 05/01,Dusun Desa Krajan Rp 260.000,00
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil pelaksanaan serangkaian program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Unnes di Dusun Krajan, Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal selama 45 hari, yakni pada tanggal 06 November – 19 Desember 2014, dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut: 1. Pengaktifkan kembali administrasi dan infrastruktur yang sempat terbengkalai melalui pelatiahan korespodensi dan pelatihan computer serta melalui peremajaan tugu dan pemberian papan informasi di poskamling. 2. Pemberian arahan bagi warga mengenai pengolahan potensi yang ada dan belum dimanfaatkan di Dusun Krajan dapat dilakukan dengan cara mensosialisasikan dan mengadakan berbagai pelatihan mengenai cara-cara pengolahan lele dan limbah kain perca, agar masyarakat dapat mengolah berbagai sumber daya alam dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada supaya masyarakat memiliki keterampilan berwirausaha dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada. 3. Kesadaran masyarakat untuk tidak hanya mengeksplor potensi tetapi juga memahami dampaknya serta melestarikan dan menjaga keseimbangan alam dapat dibangun melalui kegiatan penanaman pohon bersama di lingkungan Dusun Krajan, Desa Banjarejo. 4. Dengan adanya pemberian pelatihan servis elektronik kepada Masyarakat Desa Banjarejo dapat memberikan salah satu alternative baru untuk menciptakan lapangan kerja baru.
95
B. SARAN Adapun beberapa saran yang dapat kami sampaikan setelah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Krajan, DEsa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, antara lain : 1. Bagi Tim Satgas KKN Unnes Menurut kelompok kami, pelayanan tim satgas KKN Unnes terhadap para mahasiswa sudah sangat baik. Hanya saja, satu masukan yang ingin kami sampaikan yakni terkait dengan format penyusunan laporan akhir. Perubahan format penyususnan laporan akhir yang tidak sesuai dengan buku panduan KKN sebaiknya diinformasikan jauh sebelum batas akhir pengumpulan laporan agar kami dapat menyususn laporan seara maksimal. Hal tersebut kami sampaikan berdasarkan pada pengalaman tahun ini, yakni mengenai keterlambatan pemberitahuan perubahan format laporan KKN
yang mengakibatkan mahasiswa merasa kebingungan pada saat
penyususunan laporan akhir karena waktu yang tersisa sangatlah sedikit. 2. Bagi warga Dusun Krajan Keaktifan warga Dusun Krajan dalam mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim KKN Unnes tergolong masih rendah. Hal ini terlihat dari jumlah warga yang mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Oleh karena itu, harapan kami kedepannya warga Dusun Krajan dapat lebih aktif dan antusias lagi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim KKN tahun – tahun berikutnya. 3. Bagi mahasiswa KKN Perencanaan program yang matang dan kekompakan mahasiswa dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif merupakan faktor utama yang dapat menentukan sukses tidaknya pelaksanaan program KKN. Oleh karenanya, penyusunan program hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat KKN, pertimbangan dana, tenaga dan waktu yang tersedia serta penambahan program diluar program yang direncanakan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan kelompok. Selain itu, antar mahasiswa KKN harus terjalin kerjasama yang baik.
Lampiran 1 SURAT KERJA SAMA DENGAN LEMBAGA MITRA
Lampiran 2 PETA LOKASI
Lampiran 3 BIODATA MAHASISWA 1.
Nama
: Hermawan Afandi
Nim
: 5301411028
Prodi
: Pendidikan Teknik Elektro
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
TTL
: Semarang, 7 Januari 1993
Alamat Kos
: Sahabat Kos Gang Mangga Sekaran Gn Pati Semarang
Alamat Asal
: Krangombo Rt 03/Iii, Polobogo Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
2.
3.
No. Hp
: 085741558894
Nama
: Evi Budi Suryani
Nim
: 4001411036
Prodi
: Pendidikan IPA
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: 18 Juli 1993
Alamat kos
: Jl. Taman Siswa 2a No 7, Sekaran Gnung Pati
Alamat Asal
: Ds. Sendang, Purwantoro, Wonogiri
No. Hp
: 085229481029
Nama
: Dwi Atik Karlina
Nim
: 4201411009
Prodi
: Pend.Fisika
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Pati, 28 Oktober 1993
Alamat Kos
: Kos Griya Putri, Gang Kenanga Banaran
Alamat Asal
: Ds.Kedumulyo Rt 05 Rw 02,Kec Sukolilo Kab.Pati
No. Hp
: 081901970278
4.
5.
6.
Nama
: Anzis Wijarnako
Nim
: 4201411127
Prodi
: Pendidikan Fisika
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
TTL
: Jepara, 2 Maret 1993
Alamat Kos
: Gg. Pisang, Sekaran
Alamat Asal
: Desa Bangsri, Rt 03 Rw 17 Jepara 59453
No. Hp
: 085643106963
Nama
: Cahyo Fajar Handayani
Nim
: 4301411113
Prodi
: Pendidikan Kimia
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Wonogiri, 18 Oktober 1993
Alamat Kos
: Jl Ayodyapala 78, Krobokan, Semarang Barat
Alamat Asal
: Lingkungan Terbis, Kismantoro, Wonogiri
No. Telp
: 085700058959
Nama
: Feri Adi Gunawan
Nim
: 5301411012
Prodi
: Pendidikan Teknik Elektro
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
TTL
: Tegal, 18 Januari 1993
Alamat Kos
: Gg. Pete Utara, Sekaran
Alamat Asal
: Desa Tembok Luwung No.28 39/08 Kec.AdiwernaKab. Tegal Kota Tegal 52194
7.
No. Hp
: 08976709958
Nama
: Hasan Dzikaromah
Nim
: 5301411026
Prodi
: Pendidikan Teknik Elektro
Jenis Kelamin
: Laki Laki
TTL
: Pekalongan 19 Januari 1994
Alamat Kos
: Gg. Peteutara. Sekaran. G.Pati Semarang
Alamat Asal
: Ds. Legokkalong , Rt1/Rw 10 , No 32. Kec.Karanganyar. Kab. Pekalongan.
8.
9.
No. Hp
: 081578982368
Nama
: Fitri Handayani
Nim
: 5302411091
Prodi
: Pendidikan Teknik Informatika Dan Komputer
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Cirebon, 30 Januari 1994
Alamat Kos
: Gg. Kedawung I ,Patemon
Alamat Asal
: Ds. Orimalang,Cirebon
No. Telp
: 087829666985
Nama
: Udhi Sukma Rosyadi
Nim
: 5302411222
Prodi
: Pendidikan Teknik Informatika & Komputer
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
TTL
: Wonosobo, 20 September 1993
Alamat Kos
: Gg. Pete Selatan, Sekaran
Alamat Asal
: Ds. Wonoroto, Tracap, Kec. Kaliwiro, Kab Wonosobo
No. Telp
: 087738620993
10. Nama
: Antony Anwari Rahman
Nim
: 5302411236
Prodi
: Pendidikan Teknik Informatika Dan Komputer (PTIK)
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
TTL
: Rantau Karau Hilir, 28 Desember 1992
Alamat Kos
: Jln Cempakasari Timur, Sekaran No 3 (Kos Perintis 03)
Alamat Asal
: Desa Rantau Karau Hilir, Kec. Sungai Pandan, Kab. Hulu Sungai Utara, Prov. Kalimantan Selatan.
No. Telp
11. Nama
: 085251100392
: Yulia Indah P
Nim
: 6301411042
Prodi
: Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Banyumas, 18 Juli 1993
Alamat kos
: Gang Cempaka Sari 1 Rt/Rw 02/02
Alamat Asal
: Desa Manganti Kec. Rawalau Kab. Banyumas
No. Hp
: 089629327786
12. Nama
: Atin Sutriana Riwayati
Nim
: 6301411044
Prodi
: Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Temanggung, 30 Mei 1994
Alamat Kos
: Gg. Pete Utara, Sekaran
Alamat Asal
: Ds. Pandemulyo, Bulu, Temanggung
No. Telp
: 081578982368
13. Nama
: Susanti Dwi Umi Elfiah
Nim
: 6301411194
Prodi
: Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Pekalongan 14 Maret 1992
Alamat Kos
: Gg. Winong ,Cempakasari Timur, Sekaran Gunung Pati
Alamat Asal
: Ds. Lebakbarang Rt04 Rw 03, Kec. Lebakbarang Kab. Pekalongan
No Telp
: 087711559042
14. Nama
: Ana Muflihatun
Nim
: 7101411382
Prodi
: PendidikanAdministrasiPerkantoran
JenisKelamin
: Perempuan
TTL
: Temanggung, 5 Januari 1993
Alamat Kos
: Gg. NangkaIr 38
AlamatAsal
: DesaBandunggedeRt/Rw
03/06
Kec.
KeduKab.
Temanggung No. Hp
15. Nama
: 081901853446
: Stefhani Tantra Sintara
Nim
: 7101411420
Prodi
: Pendidikan Administrasi Perkantoran
Jenis Kelamin
: Perempuan
TTL
: Tangerang, 17 Agustus 1993
Alamat Kos
: Gg. Waru, Sri Hardy Kost
Alamat Asal
: Desa Kemujen Rt/ Rw 01/02 Karimunjawa Jepara
No. Hp
: 085712478030
Lampiran 4. DOKUMENTASI KEGIATAN 1. Pelatihan elektronik repair training
2. Bimbigan belajar
3. Senam aerobik
4. Penyuluhan dbd (door to door)
5. Kerja Bakti
6. Lomba mewarnai
7. Pelatihan futsal
8. Kegiatan di PAUD
9. Pembuatan nugget lele
10. Pelatihan make up
11. Pelatihan Komputer
12. Pembentukan posdaya
13. Pelatihan Sport Massage
14. Perancangan Apotik Hidup
15. Pembuatan Plang
16. Pengecatan Tugu
17. Perkumpulan Kelompok Tani
18. Perkumpulan pkk (penyuluhan pelatihan nugget dan abon lele)
19. PMT
20. Mengisi kegiatan pramuka
21. Sosialisasi program kepada karang taruna
22. Reparasi lampu
23. Senam sehat ceria
24. Sikat gigi bersama
25. Lomba hafalan surat
26. Sosialisasi woodball
27. Pembenihan pisang
Lampiran 5 SURAT KEPUTUSAN
Lampiran 6 STRUKTUR ORGANISASI POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA) “SIDO MAKMUR” DESA BANJAREJO KECAMATAN BOJA KABUPATEN BOJA DesaBanjarejoKecamatanBojaKabupatenBoja NamaPosdaya AlamatPosdaya
: SIDO MAKMUR : DESA BANJAREJO RT 03 RW 01 KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Pelindung : LURAH BANJAREJO Penasehat : KAMTO PenanggungJawab (Ketua) : HENDI (Hp. 08122903156 ) Sekretaris : 1. TITIS ( Hp. 085740140076 ) 2. APRES LESTARI (Hp. ) Bendahara : 1. MUJIATUN (Hp. 081578587468) 2. SARIMIN (Hp. ) KoordinatorBidang : 1. Bidang Pendidikan : SRI HANDANIK (Hp.085727035469) 2. Bidang Kesehatan : JUNARTI (Hp. 085641807336) 3. Bidang Ekonomi : JAMILAH (Hp. 08125312553) 4. Bidang Lingkungan/Infrastruktur : SUNARTO (Hp. ) SeksiHumas : 1. ZAENURI (Hp. 085741801730) 2. SAPUAN (Hp. ) PembantuUmum : 1. TURKHAMUN (Hp. 085641853766) 2. BAYU DWI S. (Hp. 081904923407) 3. RODIN (Hp. ) 4. SAMSUL (Hp. ) Program Unggulan : Nugget Leledan Bros dariKainPerca
Banjarejo,
Desember 2014
LurahBanjarejo
Tony DwiSusanto
Lampiran 7 LEAFLET KEGIATAN KKN
Lampiran 8 BANNER KEGIATAN KKN
View more...
Comments