Laporan Kimia Analisis Argentometri

March 31, 2019 | Author: Riu Etsu Kazuo | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download Laporan Kimia Analisis Argentometri...

Description

Laporan Kimia Analisis

ARGRNTOMETRI

OLEH Nama

: ARIFIN OPUTU

Nim

: 82 821 412 081

Kelas

:B

Kelompok : I (Satu)  Asisten

: ATVINDA PRILYA AVISTA AVISTA

LABORATORIUM KIMIA ANALISIS JURUSAN FARMASI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2013

BAB I PENDAHULUAN I.1

Latar Belakang Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi materi lain, serta serta energi yang menyertai menyertai perubahan perubahan materi. Mempelajari ilmu kimia tidak hanya bertujuan menemukan zat-zat kimia yang langsung bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia belaka, akan tetapi ilmu kimia dapat pula memenuhi keinginan seseorang untuk memahami berbagai peristiwa alam yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui hakekat materi

serta

perubahannya,

menanamkan

metode

ilmiah,

mengembangkan kemampuan dalam mengajukan gagasangagasan, dan dan memupuk ketekunan serta serta ketelitian bekerja bekerja (Sejati, 2011). Kimia Analitik merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia. Dalam melakukan pemisahan atau pengukuran unsur atau senyawa senyawa kimia, memerlukan memerlukan atau menggunaka menggunakan n metode analisis kimia. Kimia analitik mencakup kimia analisis kualitatif dan kimia analisis kuantitatif. Analisis kualitatif menyatakan keberadaan suatu unsur atau senyawa dalam sampel, sedangkan analisis kuantitatif menyatakan jumlah suatu unsur atau senyawa dalam sampel (Wirwayan, 2011). Contoh penerapan analisis kuantitatif yaitu pada reaksi argentometri.

Argentometri berasal dari bahasa bahasa latin argentum, argentum,

yang berarti perak. perak. Argentometri merupakan merupakan salah satu satu cara untuk untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag+ . Bias Biasan anya ya,,

ion-ion yang ditentukan dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl -, Br -, I-) (Febrina, 2012). Oleh sebab itu, dibuat praktikum analisis kuantitatif dengan metode argentometri pada praktikum kali ini, agar dapat mengetahu mengetahuii kadar dari dari larutan larutan Cl- dalam larutan NH4Cl. I.2

Maksud dan tujuan percobaan

I.2.1

Maksud percobaan Mempelajari titrasi antara AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 N.

I.2.2

Tujuan percobaan 1.

Mene Menent ntuk ukan an

meto metode de

yang yang

digu diguna naka kan n

pad pada a

tit titra rasi si

argentometri

I.3

2.

Menetapkan kadar Cl Cl- pada pada senyawa senyawa NH4Cl.

3.

Menen enenttuka ukan normal rmalit ita as AgNO3

Prinsip percobaan Prinsip dari percobaan titrasi argentometri ini pada dasarnya adalah Ion Ag+ bereaksi dengan ion-ion senyawa halogen dan pseudohalogen membentuk endapan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1

Teori Umum Istilah Argentometri diturunkan dari bahasa latin Argentum, yang berarti perak. Jadi, argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag +. Pada titrasi atgentometri, zat pemeriksaan yang telah dibubuhi indicator dicampur dengan larutan standar garam perak nitrat (AgNO3).

Denga Dengan n

menguk mengukur ur

volu volume me

laru larutan tan

stan standar dar

yang yang

digunakan sehingga seluruh ion Ag + dapat tepat diendapkan, kadar garam dalam larutan pemeriksaan dapat ditentukan (Underwoo (Underwood, d, 2004). 2004).  Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3) pada suasana tertentu. Metode argentometri disebut juga dengan metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan. Reaksi yang mendasari argentometri adalah :  AgNO3 + Cl-

 AgCl(s) + NO3- (Gandjar, 2007).

Titrasi pengendapan adalah golongan titrasi dimana hasil reaksi titrasinya merupakan endapan atau garam yang sukar larut. Prinsip

dasarnya

adalah

reaksi

pengendapan

yang

cepat

mencapai kesetimbangan pada setiap penambahan titran, tidak ada pengotor yang mengganggu dan diperlukan indikator untuk melihat titik akhir titrasi (Khopkar, 1990). Metode-metode dalam titrasi argentometri antara lain metode Mohr, Valhard, K. Fajans Fajans dan liebieg. Metode mohr yaitu metode yang digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromida dalam suasana netral dengan larutan baku perak nitrat dengan

penambah n larutan kalium kromat sebagai indikator. Metode volhard yaiitu metode yang digunakan untuk menetapkan kadar  klorida, br  mida dan iodida dalam suasana asam. Metode K. Fajans mer upakan metode yang menggunakan indi kator adsorbsi, sebagai

enyataan

bahwa

pada

titik

ekuiv len

teradsorbsi oleh endapan. Metode liebig merupa

indikator 

metode yang

titik akhir titrasi tidak di tentukan dengan indikat r, akan tetapi ditunjukkan dengan terjadinya kekeruhan (Intiyas, 2007).  Ada tiiga tipe titik akhir yang digunakan untu titrasi dengan  AgNO3 yaitu:Potensiometri, Amperometri, dan I dikator kimia. Titik akhir  potensiometri didasarkan pada pote sial elektrode perak yang dicelupkan kedalam larutan analit. Titik akhir  amperometri melibatkan penentuan arus yang dit ruskan antara sepasang Titik

ikroelektrode perak dalam larutan analit (Skogg,1965). khir yang dihasilkan dihasilkan indikator indikator kimia, kimia,

iasanya terdiri

dari perub han warna/muncul tidaknya kekeruhan dalam larutan yang dititrasi. Syarat indikator untuk titrasi penge dapan analog dengan indikator ikator titrasi titrasi netralisas netralisasi, i, yaitu (Skogg,1 (Skogg,196 965) : 1.

Perubahan warna harus terjadi terbatas dalam range pada pfuncti n darireagen /analit.

2.

Perubahan Warna harus terjadi dalam bagian dari kurva titrasi untuk analit.

II.2

Uraian ba an

II.2.1

AgNO3 (Dirjen rjen POM, POM, 1979) 1979) Nama res i

: Argenti Nitras

Nama lain

: Perak (II) nitrat

BM / RM

: AgNO3 / 169,73

Rumus Str  ktur

:

Pemerian

: Hablur Hablur transpara transparan/ser n/serbuk buk hablur berwarna putih, tidak berbau, menjadi gelap jika terkena cahaya.

Kelarutan

: Sangat Sangat mudah mudah larut larut dalam dalam aiir, larut dalam etanol 95% P

II.2.2

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai titran

Alkohol (Dirjen rjen POM, POM, 1979) 1979) Nama res i

: Ae Aethanolum

Nama Lain

: Etan tanol

RM/BM

: C2H6O / 46,07

Rumus str  ktur

:

Pemerian

: Cairan Cairan tidak berwarna,m berwarna,mudah udah

enguap, bau

khas. Kelarutan

: Bercampur Bercampur dengan dengan air, air, prakti praktiis bercampur  dengan pelarut organik.

II.2.3

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat.

Khasiat

: Zat tambah tambahan an

K2CrO4 (Dirjen rjen POM, POM, 1995) 1995) Nama Res i

: Ka K alii cromat

Nama Lain

: Kalium kromat, Potassium Chromat

RM/BM

: K2C K2CrO rO4 4 / 194 194

Struktur Ki ia

:

Pemerian

: Hablu Hablurr kunin kuning g

Kelarutan

: Sangatmudah larut dalam air 

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan

: Sebagai Sebagai indicator  indicator 

II.2.4

NaCl (Dirjen POM, POM, 1979 1979)) Nama Res i

: Natrii Chloridum

Nama Lain

: Natriu Natrium m klorida klorida

RM/BM

: NaCl / 58,44

Stru Strukt ktur ur Ki ia

:

Pemerian

: Hablur Hablur putih, berbent berbentuk uk kubus kubus atau berbentuk prisma, tidak berbau, rasa asin, mantap diudara.

II.2.5

Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air 

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan

: Sebagai sampel

NH4Cl (Dirjen POM, POM, 1979) 1979) Nama res i

: Ammonii Chloridum

Nama lain

: ammonium ammonium klorida, klorida, salmiak salmiak

RM/BM

: NH4CL/53.49

Struktur Ki ia

:

Kelarutan

: Mudah larut dalam dalam air dan dan gliserol p, lebih mudah larut dalam air mendi ih, sukar larut dalam etanol.

Kegunaan

: Sebagai sampel.

Pemerian

: Serb Serbuk uk put putih ih atau atau habl hablur ur,, puti puti tidak berbau, rasa asin, dan dingin, higroskopik.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat.

BAB III METODE KERJA III.1

Alat Dan Bahan

III.1.1

Alat

III.1.2

1.

Batang pengaduk

2.

Botol 50 mL

3.

Botol 1 L

4.

Buret

5.

Gelas kimia

6.

Gelas ukur  

7.

Kertas perkamen

8.

Labu erlenmeyer  

9.

Lap halus

10.

Neraca o haus

11.

Pipet tetes

12.

Statif da dan kl klem

Bahan 1.

Air suling

2.

Aluminium foil

3.

Alkohol

4.

Amonium chloride (NH4Cl)

5.

Indikator Ka Kalium kr kromat (K (K2CrO4)

6.

Kapas

7.

Natri trium chloride (NaCl)

8.

Perak nitrat (AgNO3)

9.

Tissue

III.2

Cara Kerja

III.2 III.2.1 .1

Pemb Pembua uata tan n Lar Larut utan an NaC NaCll 0,1 0,1 N

III.2 III.2.2 .2

III. III.2. 2.3 3

1.

Ditimbang NaCl sebanyak 1, 1,461 g

2.

Dima imasuk sukan ke kedala dalam m gel gelas as kimia imia

3.

Dila Dilaru rutk tkan an keda kedala lam m air air seba sebany nyak ak 250 250 mL mL

4.

Diad Diaduk uk hin hingg gga a laru larutt men mengg ggun unak akan an bata batang ng peng pengad aduk uk

5.

Dima imasuk sukan ke kedala dalam m gel gelas as kimia imia

6.

Diberi label

Pemb Pembua uata tan n Laru Laruta tan n AgNO AgNO3 0,1 N 1.

Ditimbang AgNO3 sebanyak 3,25 g

2.

Dima imasuk sukan ke kedala dalam m gel gelas as kimia imia

3.

Dilar ilarut utka kan n ke kedala dalam m 18 185 mL mL air  air 

4.

Diad Diaduk uk hin hingg gga a laru larutt men mengg ggun unak akan an bata batang ng peng pengad aduk uk

5.

Dima Dimasu sukk kkan an keda kedala lam m boto botoll cokla oklatt

6.

Dikocok

7.

Diaduk hingga larut

8.

Diberi label

Pemb Pembua uata tan n Laru Laruta tan n NH4Cl 1.

Ditimbang NH4Cl sebanyak sebanyak 0,2922 0,2922 g

2.

Dima imasuk sukan ke kedala dalam m gel gelas as kimia imia

3.

Diukur ai air sebanyak 50 mL

4.

Dilarukan NH4Cl sebanyak 0,2922 g kedalam kedalam 50 mL air 

5.

Diaduk hingga larut

6.

Diberi label

III. III.2. 2.4 4

Pem Pembak bakuan Ag AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 N 1.

Dima Dimasu sukk kkan an NaCl NaCl seba sebany nyak ak 2 mL ked kedal alam am lab labu u erl erlen enme meye yer  r 

2.

Dituangkan AgNO3 0,1 N kedalam kedalam buret sebany sebanyak ak 10 mL

3.

Ditam tambahkan indikator K2CrO4 sebanyak 3 tetes kedalam labu erlenmeyer yang berisi NaCl

4.

Dititrasi de dengan Ag AgNO3 sampai sampai terjad terjadii peruba perubaha han n warn warna a menjadi warna merah bata dan menghasilkan endapan

5. III. III.2. 2.5 5

Di ca catat vo volume tititran

Pem Pembak bakuan Ag AgNO3 0,1 N dengan NH4Cl 1.

Disiapkan alat dan bahan

2.

Dibe Dibers rsih ihka kan n ala alatt den denga gan n alk alkoh ohol ol 70% 70%

3.

Dipipet NH4Cl sebanyak 2 ml atau 40 tetes kedalam labu erlenmeyer 

4.

Ditut Ditutup up deng dengan an meng menggu guna naka kan n alum alumin iniu ium m foil foil

5.

Dimasukan AgNO3 kedalam gelas kimia

6.

Dipi Dipind ndah ahka kan n keda kedala lam m bure burett seba sebany nyak ak 40 40 mL

7.

Ditet itetes esii deng engan indi indik kator tor K2CrO4 sebanyak 3 tetes kedalam NH4Cl

8.

Dititr Dititrasi asi sampai sampai terjadi terjadi peruba perubahan han warna warna menjad menjadii mera merah h bata bata

BAB IV HASIL PENGAMATAN IV.I

Tabel Ha Hasil Pe Pengamatan

IV.I.1

Pembakuan Ag AgNO3 0,1 N dalam NaCl 0,1 N

IV.I.2

Sampel

Volume Titrat

Volume Titrat

NaCl

2 mL

3,6 mL

Warna

Kalium

Merah

Kromat

Bata

Penentuan Kad Kadar Cl dalam NH4Cl Sampel

NH4Cl

IV.2

Indikator 

Perubahan

Volume Titrat Volume Titran (mL)

(mL)

2 mL

1,2 mL

Indikator 

Merah

Kromat

Bata

Pembakuan Ag AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 Dik Dik : V AgN AgNO O3 = 3,6 mL N AgNO3 = 0,1 N V NH4CL = 2 mL Dit : N NH4Cl

= …?

Penyelesaian : V AgNO3 x N AgNO3 = V NH4Cl x N NH4Cl N NH Cl = =

V AgNO x N AgNO

3,6 mL x 0,1 N 2 mL

V NH Cl = 0,1 0,18 8N

Warna

Kalium

Penetapan Kadar NH NH4Cl a.

Perubahan

b.

Kadar  Cl Cl dalam NH4Cl Dik : V AgNO3 = 1,2 mL Mr NH4Cl = 53,46 N AgNO3 = 0,1 N Dit : % NH4Cl = ...? Penyelesaian : Bera Beratt NH4Cl

= V AgNO3 x Mr NH4Cl x N AgNO3 = 1,2 1,2 mL mL x 53,46 53,46 x 0,1 0,1 N = 6,4152 mg mg

% Kadar NH Cl = =

IV.3

Berat Ber at N NH H Cl yang yang dihasilk dihasilkan an Berat Ber at NH Cl mula mula − mula mula 6,4152 mg 292,2 292,2 mg

x 100% 100%

x 100% = 2,19%

Perhitungan Bahan

IV.3 IV.3.1 .1 Pemb Pembua uata tan n Pera Perak k Nitra Nitratt (AgNO (AgNO3) 0,1 N Dalam Farmakope pembuatan perak nitrat sebanyak 16,99 g dalam 1000 mL air. Namun yang dibuat 185 mL jadi yang ditimbang sebanyak: A1 A2

=

16,99 A2

B1 B2 =

1000 185

1000 x A2 = 185 x 16,99 1000 x A2 = 3143,15  A2 =

,

 A2 = 3,14315 g

IV.3.2 IV.3.2

Pembua Pembuatan tan Natriu Natrium m Klorid Klorida a (NaCl) (NaCl)

Dalam Farmakope pembuatan natrium klorida sebanyak 5,844 g dalam 1000 mL air. Namun yang dibuat 250 mL jadi yang ditimbang sebanyak :

= 5,844 A2

=

1000 250

=1000 x A2 = 250 250 x 5,844 1000 x A2 = 1461  A2 =  A2 = 5,844 g IV.3 IV.3.3 .3 Pem Pembuat buatan an NaC NaCl 0,1 0,1 N Dala Dalam m Farm Farmak akop ope e Indo Indone nesi sia a pemb pembua uata tan n NaCl NaCl 5,844 5,844 gra gram m dalam 1000 mL, namun karena yang digunakan sebanyak 250 mL maka maka ditimb ditimban ang g: Dik

: A1 = 5,844 g B1 = 1000 mL B2 = 250 mL

Dit

: A2 = … ?

Penyelesaian:

= 5,844 x

=

1000 mL 250 mL

1000x=1461 x=1,461g

IV.3 IV.3..4 Pem Pembuat buatan an NH4Cl

Dalam Farmakope Indonesia pembuatan NH4Cl 5,844 g dalam 1000 mL, namun karena yang digunakan sebanyak 50 mL maka ditimbang: Dik : A1 = 5,844 g B1 = 1000 mL B2 = 50 mL Dit : A2 = … ? Penye Penyeles lesaia aian n: A1 A2

B1

=

B2

5,844 x

=

1000 50 mL

1000x = 292,2 mL x = 0,2922 g IV.3 .3..5

Ind In dikator K2CrO4 Dala Dalam m Farm Farmak akop ope e Indo Indone nesi sia a pemb pembua uata tan nK2CrO4 3 g dalam 250 mL, namun namun karena karena yang yang diguna digunakan kan seban sebanya yak k 20 mL maka maka ditimbang: Dik : A1 = 3 g B1 = 250 250 mL mL B2 = 20 mL Dit : A2= … ? Penyelesaian: 1 2 3

= =

1 2 250 20

250x = 60 mL x = 0,24 0,24 g

IV.4

Reaksi-reaksi  Ag+ + Cl-

 AgCl



2 Ag+ + CrO42-

2AgCrO4



2CrO42- + 2H+

2HCrO4-



2 Ag+ + OH-

2AgOH

 Ag+

 AgCNS





+ CNS-

putih merah

Cr 2O72- + H2O AgO2 putih

CNS- +

Fe3+



 Ag+

Cl-



 Ag+sisa + CNS-

 AgCNS

CNS- +

Fe3+

Fe (CNS)2+



 Ag+

Cl-

 AgCl



 Ag++ CNS-



 AgCl + CNS





+

+

Fe (CNS)2+  AgCl

merah

putih putih merah

 AgCNS AgCNS + Cl-

coklat

+ H2O

BAB V PEMBAHASAN Dalam praktikum kali ini kelompok kami melakukan analisis kuantitati kuantitatiff yakni analisis analisis argentometri argentometri dinama Argentome Argentometri tri merupakan merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dilakukan dengan dengan titrasi titrasi berdasar berdasar pembentu pembentukan kan endapan endapan dengan dengan ion Ag+ . Biasanya, ion-ion yang ditentukan dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl -, Br -, I-) (Febrina, (Febrina, 2012). 2012). Metode yang yang digunaka digunakan n adalah metod metode e mohr, dimana metode ini dilakukan dalam suasana asam, dengan menggunakan indikator indikator kalium kalium kromat kromat dengan cara cara titrasi titrasi langsung, langsung, untuk praktik praktikum um kali ini kami mencari atau menghitung kadar Cl- yang terkandung dalam NH4Cl. Sebelum melakukan titrasi, pertama kami membuat larutan baku primer dan larutan baku sekunder.

Larutan baku primer yang kami

gunakan gunakan disini disini adalah adalah NH4Cl dan NaCl, larutan baku sekunder yang kami buat adalah AgNO 3 dan indikator yang dibuat adalah kalium kromat. V.1

Pembakuan AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 N Sebelum memulai percobaan, semua alat harus dibersihkan dengan dengan alkohol alkohol 70% karena karena untuk menceg mencegah ah adanya adanya mikroba mikroba yang melekat pada alat yang digunakan, sebab alkohol bersifat sebagai sebagai antiseptik antiseptik (Dirjen (Dirjen POM, 1979). Untuk pembakuan

AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 N

dilakukan dengan pertama-tama memasukan NaCl sebanyak 2 mL atau 40 tetes kedalam labu erlenmeyer menggunakan pipet tetes, kemudian buret diisi dengan larutan AgNO3 0,1 N sampai 10 mL menggunakan gelas kimia. Setelah itu, NaCl didalam labu erlenmeyer

di

tetesi

dengan

K2CrO4

sebanyak

3

tetes

menggunakan pipet tetes, K2CrO4 disini sebagai indikator sesuai dengan metode yang kami gunakan yaitu metode mohr. Selanjutnya, dititrasi dengan AgNO3 sedikit demi sedikit hingga terjadi perubahan warna menjadi warna merah bata dan

menghasilkan endapan. Titran yang terpakai dalam pembakuan  AgNO3 0,1 N dengan NaCl 0,1 N adalah sebanyak 3,6 mL. Percobaan ini dilakukan di tempat yang gelap terlindung dari cahaya, serta untuk penyimpanan AgNO3 itu sendiri harus dibotol coklat yang tidak mudah ditembusi cahaya, hal ini disebabkan karena karena perak nitrat nitrat mudah terurai terurai dengan dengan cahaya cahaya (Gandjar, (Gandjar, 2007). 2007). Pada Pada pene penetap tapan an AgNO AgNO3 kami memperoleh hasil normalitas 0,06 yang terbukti bahwa normalitasnya adalah 0,1 N. V.2

Penentuan kadar Cl – dalam NH4Cl Pembakuan terakhir, yaitu pembakuan AgNO3 0,1 N dengan NH4Cl yang dilakukan dilakukan dengan dengan cara memasuka memasukan n terlebih terlebih dahulu dahulu NH4Cl sebanyak 2 mL atau 40 tetes kedalam labu erlenmeyer  dengan menggunakan pipet tetes dan ditutup dengan aliminium foil. Setelah itu, gelas kimia diisi dengan AgNO 3 dan dipindahkan kedalam buret buret sebanyak sebanyak 40 mL. Kemudian NH4Cl yang ada dalam labu erlenmeyer erlenmeyer tadi di tetesi dengan indikator indikator K2CrO4 sebanyak 3 tetes. Selanjutnya dititrasi sampai memperoleh perubahan warna

menjadi

merah

bata.

Titran

yang

terpakai

untuk

memperoleh warna yang diinginkan adalah sebanyak 1,2 mL, dengan kata lain, titik akhir titrasi diperoleh dengan volume titran sebany sebanyak ak 1,2 1,2 mL. Pada Pada pene penetap tapan an kada kadarr Cl – dalam NH4Cl, diperoleh diperoleh bahwa bahwa kadar kadar dari dari Cl – adalah adalah 2,19%. 2,19%. Percobaan ini dilakukan di tempat yang gelap terlindung dari cahaya, serta untuk penyimpanan AgNO3 itu sendiri harus dibotol coklat yang tidak mudah ditembusi cahaya, hal ini disebabkan karena perak nitrat mudah terurai dengan cahaya (Gandjar, 2007). Pada Pada pene penetap tapan an AgNO AgNO3 kami memperoleh hasil normalitas 0,06 yang yang terbukti terbukti bahwa bahwa normali normalitasny tasnya a adalah adalah 0,1 N.

BAB VI PENUTUP V.1

Kesimpulan Setelah kami melakukan percobaan argentometri ini, dapat kami simpulkan bahwa: 1.

Meto Metode de yang yang digu diguna naka kan n pad pada a tit titra rasi si arge argent ntome ometr trii ini ini adal adalah ah metode metode mohr mohr diman dimana a dilakuk dilakukan an dalam dalam suas suasan ana a asam asam dengan indikator kalium kromat dan dilakukan dengan titrasi langsung.

2.

Kadar Cl- yang yang ter terda dapa patt pada pada sen senya yawa wa NH4Cl adalah sebanyak 2,19%.

3.

Hasil pembakuan AgNO3 yang diperol diperoleh eh adalah adalah 0,06 N atau atau bisa dinyataka dinyatakan n terbukti terbukti 0,1 N.

VI.2

Saran

IV.2 IV.2..1 Lab Laborat orator oriu ium m Untuk melengkapi fasilitas didalam laboratorium agar kiranya dapat menunjang kegiatan praktikum para mahasiswa/praktikan. IV.2.2 Praktik tikan Untuk lebih lebih banyak banyak belajar belajar dan teliti teliti baik dalam dalam mengikuti mengikuti praktikum maupun dalam menyusun laporan.

DAFTAR PUSTAKA

Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III . DepKes RI: Jakarta

Dirjen POM. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV . DepKes RI: Jakarta

Febrina,R Febrina,R .D.2012. .D.2012. Pengertian Pengertian argentom argentometri  etri (online (online)) (http://www (http://www.scrib .scribd.co d.co m/doc/51140932/argentometri.. Diakses tanggal 2 Mey 2013 pukul m/doc/51140932/argentometri 10.00 WITA)

Gandjar, G. 2007. Kimia Kimia Farma Farmasi si Analis Analisis is.. Pustaka Pustaka pelajar: pelajar: Yogyakarta Yogyakarta..

Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Ilmu Kimia Analitik . Universitas Indonesia: Jakarta.

Pinilih, Intiyas. 2007. Argentometri  2007. Argentometri . UNS : Surakarta.

Sejath Sejathi. i. 2011. 2011. Peng Penger ertia tian n Arge Argent ntom omet etri  ri  (onlin (online). e). (http: (http://i //id.s d.shvo hvoong ong.co .com/ m/ exact-sciences/chemistry/2124662-pengertian-ilmu-kimia/#ixzz2SGn TRR2F ).  ). Diakses tanggal 4 mei 2013, 22.05 W ITA

Skogg. 1965.  Analytical Chemistry Edisi Keenam. Keenam. Soun Sounde ders rs Coll Colleg ege e Publishing: Florida.

Susa Susant nti, i, S. 2003 2003..  Analisis Kimia Farmasi Kuantitatif . Faku Fakult ltas as Farm Farmas asii Universitas Muslim Indonesia: Makassar 

Underw Underwood ood.. 2004. 2004. Analisis  Analisis kimia Kuantitatif . Kuantitatif . Penerbit Erlangga: Jakarta

Wiryawan, A. 2011. Pengertian Kimia Analitik. (online) (http://www.chemis-try.org/materi_kimia/instrumen_analisis/pendahuluan-kimia-

analitik/pengertian-kimia-analitik/.). Diakses tanggal 4 mei 2013 22.10 WITA

LAMPIRAN PERCOBAAN ARGENTOMETRI 1. ALAT LAT DA DAN BA BAHAN HAN ALAT

Gambar 1.1 Batang Batang Pengadu Pengaduk k

Gambar 1.2 Botol 50 mL

Gambar 1.3 Botol 1 L

Gambar 1.4 Buret

Gambar 1.5 Gelas Kimia

Gambar 1.6 Gelas Ukur 

Gambar 1.7 Kertas Perkamen

Gambar 1.8 Labu Labu Erlenmey Erlenmeyer  er 

Gambar 1.8 Lap Halus

Gambar 1.10 Neraca O Haus

Gambar 1.11 Pipet Tetes

Gambar 1.12 Statif dan Klem

BAHAN

Gambar 2.1  Air 

Gambar 2.2  Aluminium Foil

Gambar 2.3  Alkohol

Gamba Gambarr 2.4 2.4  Amonium Klorida (NH4Cl)

Gambar 2.5 Kalium Kromat (K2CrO4)

Gambar 2.6 Kapas

Gambar 2.7 Natrium Klorida (NaCl)

Gambar 2.8 Perak Nitrat (AgNO3)

Gambar 2.9 Tissue

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF