Laporan Kasus App Perforasi
May 17, 2019 | Author: Muhammad Shiddiq | Category: N/A
Short Description
lapkas...
Description
LAPORAN KASUS
PERITONITIS GENERALISATA Et causa APENDIKS PERFORASI
Disusun Oleh : IRMA PRYUNI AINANDA I111000!
SMF ILMU "EDA# RSUD DOKTER A"DUL A$I$ SINGKA%ANG SINGKA%ANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNI&ERSITAS TAN'UNGPURA (01)
Le*+a, Pe,setu-uan
Telah Telah disetujui Laporan Kasus dengan judul : PERITONITIS GENERALISAT GENERALIS ATA A e.c APENDIKS PERFORASI
disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Modul Bedah
Telah Telah disetujui, Singkawang, 05 pril !0"5 #embimbing Laporan Kasus,
&isusun oleh :
dr$ %epri Sitorus, Sp$B
'rma #ryuni inanda
"A" I LATAR "ELAKANG
pendisitis akut adalah kondisi bedah akut yang paling umum dari abdomen$ &iagnosis ini
dibuat berdasarkan keseluruhan riwayat klinis,
pemeriksaan dan didukung oleh pemeriksaan penunjang$ &iagnosis dan penatalaksanaan yang tepat dan (epat dapat mengurangi risiko per)orasi dan men(egah komplikasi lainnya$ Tingkat kematian akibat apendisitis non*per)orasi kurang dari "+$ #er)orasi apendiks dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi yaitu sekitar 5+ dan bisa lebih ekstrim bila dihubungkan dengan tingkat usia dengan keterlambatan dalam deteksi dini atau diagnosis pada kelompok usia muda dan beberapa komorbiditas pada masa lansia$
"A" II TIN'AUAN PUSTAKA
A. Anat/*i
pendiks ermiormis adalah struktur berbentuk (a(ing yang mun(ul dari posteromedial dari dinding sekum, kira*kira ! (m di bawah ileum$ #osisi ini mungkin menempati dari beberapa posisi$ #osisi apendiks yang lain sepeti retrosekal, retrokolik -dibelakang sekum atau kolon as(enden., peli(al atau des(enden -pinggir panggul atau tergantung didekat oarium atau rahim$ 'tu semua adalah posisi yang paling sering dijumpai di praktek$ #osisi lain yang kadang*kadang terlihat terutama ketika ada mesentrium apendiks yang panjang memungkinkan mobilitas yang lebih besar, termasuk sub(ae(al -di bawah sekum., preilial -ke anterior terminal ileum., postileal -belakang terminal ileum.$" #ersara)an parasimpatis pada apendiks berasal dari (abang nerus agus yang mengikuti arteri mesentrika superior dan arteri apendikularis, sedangkan persara)an simpatis berasal dari nerus torakalis /$ leh karena itu, nyeri iseral pada apendisitis bermula disekitar umbilikus$ ! 1askularisasi ppendiks berasal dari per(abangan $ ileo(oli(a$ 2ambaran histologis ppendiks menunjukkan adanya sejumlah )olikel lim)oid pada submukosanya$ #ada usia "5 tahun didapatkan sekitar !00 atau lebih nodul lim)oid$ Lumen ppendiks biasanya mengalami obliterasi pada orang dewasa$ !
2ambar 3$ Letak
appendiks pada
rongga abdomen
2ambar 4$ natomi ppendiks
2ambar 5$ 1ariasi #osisi ppendiks 1ariasi lokasi ini yang akan mempengaruhi lokasi nyeri perut yang terjadi apabila ppendi mengalami peradangan$
". Deinisi
pendisitis merupakan peradangan pada appendiks ermi)ormis$ ppendiks$ Sjamsuhidajat -!00!. membagi apendisitis menjadi apendisitis akut, apendisitis rekuren, dan apendisitis kronik$ #eradangan akut appendiks menyebabkan komplikasi yang berbahaya apabila tidak segera dilakukan tindakan bedah$! . E2i3e*i/l/4i
pendisitis terjadi pada 6,7+ laki*laki dan 7,8+ wanita, dengan insidensi tertinggi pada dekade kedua atau ketiga$ 'nsidens apendisitis dapat terjadi pada semua usia, hanya pada anak kurang dari satu tahun jarang dilaporkan$ Setelah diteliti ternyata hiperplasia dari lim)oid menjadi penyebab meningkatnya insidens apendisitis pada usia muda$ nak yang lebih muda memiliki resiko tinggi sebesar 50 9 65+ mengalami per)orasi$ pendisitis pada pediatrik rata*rata terjadi saat usia 7 9 "0 tahun$ ppendi(itis akut merupakan kasus bedah emergensi yang paling sering ditemukan pada anak* anak dan remaja$!,3,4 D. Eti/l/4i 5 Pat/isi/l/4i
tiologi apendisitis akut adalah in)eksi bakteri -sekitar 70+ (airan aspirasi yang didapatkan dari pendisitis didapatkan bakteri jenis anaerob. akibat obstruksi lumen$5
;e(alith merupakan penyebab umum obstruksi
ppendiks$ #enyebab lainnya adalah hipertro)i jaringan lim)oid, sisa barium dari pemeriksaan roentgen, diet rendah serat, dan parasit$ #enelitian epidemiologi menunjukkan peran kebiasaan makan makanan rendah serat dan pengaruh
konstipasi
terhadap
timbulnya
apendisitis$
Konstipasi
akan
menaikkan tekanan intrasekal yang berakibat timbulnya sumbatan )ungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan kuman )lora kolon biasa$ Semuanya ini mempermudah timbulnya apendisitis akut$ ;rekuensi obstruksi meningkat sejalan dengan keparahan proses in)lamasi$!
2ambar 7$
pendiks yang
mengalami
in)lamasi bstruksi lumen yang tertutup
disebabkan
oleh
hambatan
pada
bagian
proksimalnya
dan berlanjut pada peningkatan sekresi normal dari mukosa apendiks yang distensi$ &istensi merangsang akhiran serabut sara) a)eren nyeri is(eral, mengakibatkan nyeri yang samar*samar, nyeri di)us pada perut tengah atau di bawah epigastrium$ bstruksi tersebut mneyebabkan mu(us yang diproduksi mukosa mengalami bendungan$ Makin lama mu(us tersebut makin banyak, namun elastisitas dinding appendiks mempunyai keterbatasan sehingga menyebabkan peningkatan intralumen$ Kapasitas lumen apendiks normal hanya sekitar 0," ml$ ahlFs sign Manuer ini dikatakan positi) bila pasien merasakan nyeri pada saat dilakukan perkusi di ?L@, dan terdapat penurunan peristaltik di
•
•
•
•
•
segitiga S(herren pada auskultasi$ BaldwinFs test Manuer ini dikatakan positi) bila pasien merasakan nyeri di )lank saat tungkai kanannya ditekuk$ &e)en(e mus(ulare &e)en(e mus(ulare bersi)at lokal sesuai letak ppendiks$ Eyeri pada daerah (aum &ouglasi Eyeri pada daerah (aum &ouglasi terjadi bila sudah ada abs(ess di (aum &ouglasi atau pendisitis letak pelis$ Eyeri pada pemeriksaan re(tal tou(her pada saat penekanan di sisi lateral &unphyFs sign -nyeri ketika batuk.
G. Pe*e,i8saan Penun-an4 (
a$ #emeriksaan Laboratorium *
#emeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendi(itis akut terutama pada kasus dengan komplikasi, * reakti) protein meningkat$ #ada appendi(ular in)iltrat, L& akan meningkat$
*
#emeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit, leukosit dan bakteri di dalam urin$ #emeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan
diagnosis banding seperti in)eksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendisitis$ b$ bdominal /*?ay &igunakan untuk melihat adanya )e(alith sebagai penyebab appendisitis$ #emeriksaan ini dilakukan terutama pada anak*anak$ ($ AS2 Bila
hasil
pemeriksaan
)isik
meragukan,
dapat
dilakukan
pemeriksaan AS2, terutama pada wanita, juga bila di(urigai adanya abses$ &engan AS2 dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik, adne(itis dan sebagainya$ 2ambaran AS2 yang merupakan kriteria diagnosis appendi(itis akut adalah appendiks dengan diameter anteroposterior 8 mm atau lebih, didapatkan suatu appendi(olith, adanya (airan atau massa periappendiks$ d$ Barium enema Suatu pemeriksaan *ray dengan memasukkan barium ke (olon melalui anus$ #emeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi*komplikasi dari appendisitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding$ ppendi(ogram memiliki sensitiitas dan tingkat akurasi yang tinggi sebagai metode diagnostik untuk menegakkan diagnosis appendisitis khronis$ &imana akan tampak pelebaranHpenebalan dinding mukosa appendiks, disertai penyempitan lumen hingga sumbatan usus oleh )ekalit$
e$ T*s(an &apat menunjukkan tanda*tanda dari appendisitis$ Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendisitis seperti bila terjadi abses$ )$ Laparos(opi Suatu tindakan dengan menggunakan kamera )iberopti( yang dimasukan dalam abdomen, appendiks dapat diisualisasikan se(ara langsung$ Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum$ Bila pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendiks
maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendiks$ g$ =istopatologi #emeriksaan histopatologi adalah standar emas (gold standard) untuk diagnosis appendisitis akut $ da beberapa perbedaan pendapat
mengenai gambaran histopatologi appendisitis akut$ #erbedaan ini didasarkan pada kenyataan bahwa belum adanya kriteria gambaran histopatologi appendisitis akut se(ara uniersal dan tidak ada gambaran histopatologi apendisitis akut pada orang yang tidak dilakukan operasi$
#. Dia4n/sis 3an Dia4n/sis "an3in4(67
Semua penderita dengan suspek pendisitis akut dibuat skor larado untuk membantu penegakan diagnosis$ Skor penilaian yaitu 0*4: tidak mungkin apendisitis, 5*7: samar*samar, 8*6: mungkin apendisiitis, D*"0: kemungkinan besar apendisitis$
Tabel !$ Skor larado
&iagnosis banding pendisitis tergantung dari 3 )aktor utama: lokasi anatomi dari in)lamasi ppendiks, tingkatan dari proses dari yang simple sampai yang per)orasi, serta umur dan jenis kelamin$ a. 2astroenteritis akut +. 'leitis akut c. Lim)adenitis mesenterika 3. Kelainan oulasi e. 'n)eksi panggul -sal)ingitis, #'&. .
Kehamilan ektopik
4. Torsio kista oarium h. ndometriosis eksterna
i$
Batu saluran kemih
j$
&iertikulitis
8. Kelainan urogenital pada pria l.
&emam dengue
I. Tatala8sana
#emberian obat*obatan dapat berupa obat simptomatik berupa antinyeri untuk menghilangkan nyeri yang hebat pada penderita$ ntibiotik penting karena penyebab apendisitis salah satunya adalah bakteri$! perasi pada apendisitis bersi)at segera -(ito., jenis operasi yang sering digunakan adalah operasi apendektomi$ Bila diagnosis klinis sudah jelas maka tindakan paling tepat adalah apendektomi dan merupakan satu* satunya pilihan yang terbaik$ #enundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik dapat mengakibatkan abses atau per)orasi$ 'nsidensi appendiks normal yang dilakukan pembedahan sekitar !0+$ !,3
View more...
Comments