Laporan Format Data Rinex
March 21, 2019 | Author: Ari Widiyanti | Category: N/A
Short Description
Rinex...
Description
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM PRAKTIK SURVEI GNSS MEMBACA DAN MENGINTERPRETASI DATA RINEX Dosen Pengampu : Anindya Sricandra P. ST., M.Eng
Di susun oleh : KELOMPOK 3 A
1. ADJI DWI NUGROHO
( 16/401670/SV/12174 16/401670/SV/12174 )
2. APRILIA NUR EKAWATI
( 16/401674/SV/12178 16/401674/SV/12178 )
3. ARY WIDIYANTI
( 16/396858/SV/11042 16/396858/SV/11042 )
4. LIA MAULANI
( 16/396623/SV/10845 16/396623/SV/10845 )
5. RIFQI MIFTAKHUL MA’RUF
( 16/396643/SV/10856 16/396643/SV/10856 )
6. VITASARI HIDAYANTI
( 16/396860/SV/11044 16/396860/SV/11044 )
PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK GEOMATIKA DEPARTEMEN TEKNOLOGI KEBUMIAN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2018
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM PRAKTIK SURVEI GNSS MEMBACA DAN MENGINTERPRETASI DATA RINEX Laporan ini disusun untuk melengkapi tugas dan nilai semester 4 setelah melaksanakan praktikum membaca dan menginterpretasi data RINEX pada mata kuliah Praktik Survei GNSS Program Studi D3 Teknik Geomatika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada 2018
Disusun Oleh : KELOMPOK 3 A
1. ADJI DWI NUGROHO
( 16/401670/SV/12174 16/401670/SV/12174 )
2. APRILIA NUR EKAWATI
( 16/401674/SV/12178 16/401674/SV/12178 )
3. ARY WIDIYANTI
( 16/396858/SV/11042 16/396858/SV/11042 )
4. LIA MAULANI
( 16/396623/SV/10845 16/396623/SV/10845 )
5. RIFQI MIFTAKHUL MA’RUF
( 16/396643/SV/10856 16/396643/SV/10856 )
6. VITASARI HIDAYANTI
( 16/396860/SV/11044 16/396860/SV/11044 )
PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK GEOMATIKA GEOMATIKA DEPARTEMEN TEKNOLOGI KEBUMIAN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2018
Laporan Praktik Survei GNSS – GNSS – Format Format Data RINEX
ii
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS PRAKTIK SURVEI GNSS T.A. 2017/2018 Laporan ini disusun dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya oleh Kelompok 3A pada tanggal 29 Maret 2018 untuk memenuhi salah tugas pada Mata Kuliah Praktek Survei GNSS T.A. 2017/2018. Laporan ini disusun berdasarkan pembagian tugas kepada anggota kelompok dengan susunan sebagai berikut : Bagian Laporan : - Bab III Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan - Bab IV Hasil dan Pembahasan Pembahasan (Data RINEX hasil Praktikum)
Adji Dwi Nugroho 16/401670/SV/12174
Bagian Laporan : - BAB IV Hasil dan Pembahasan Pembahasan Data RINEX Single Frekuensi) Aprilia Nur Ekawati 16/401674/SV/12178
Bagian Laporan : - BAB I Pendahuluan Pendahuluan - Halaman Awal Laporan Laporan Ari Widiyanti 16 / 396858 / SV / 11042
Bagian Laporan : - BAB II Dasar Teori - BAB IV Hasil dan Pembahasan Pembahasan Lia Maulani 16/396632/SV/10845
Bagian Laporan : - BAB IV Hasil dan Pembahasan Pembahasan ( Data RINEX Dual Frequency Frequency ) Rifqi Miftakhul M 16/396643/SV/10856
Bagian Laporan : - BAB V Penutup - BAB IV Hasil dan Pembahasan Pembahasan Vitasari Hidayanti 16 / 396860 / SV / 10860
Laporan ini diterima sebagai syarat memenuhi tugas pada MK Praktek Survei GNSS pada tanggal 1 April 2018
Anindya Sricandra Prasidya, S.T., M.Eng. Dosen Pengampu MK Praktek Survei GNSS
Laporan Praktik Survei GNSS – GNSS – Format Format Data RINEX
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobil’alamin. Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas berkah rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti. Laporan berjudul berjudul “ Me M embaca dan M enginterpre nginterprettasi D ata R I NE X ” dibuat setelah melaksanakan praktikum membaca dan meinterpretasi data RINEX hasil pengamatan yang dilakukan di titik BM yang berlokasi di selatan Gedung GSP yang telah dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2018 yang dilakukan secara mandiri oleh tiap-tiap kelompok dan melatih kemampuan
mahasiswa
dalam
menyusun
suatu
laporan,
serta
merupakan
bentuk
tanggungjawab dari mahasiswa setelah melakukan praktikum. Atas tersusunnya laporan ini, tidak lepas dari bantuan dan dari pihak – pihak yang bersangkutan, maka dari itu kami ucapkan ucapkan terimakasih kepada : 1. Allah SWT, yang telah memberikan hidayah-Nya sehingga pada saat kami mengerjakan laporan tidak ada kendala yang berarti. 2. Orang tua kami yang telah mendukung dan memberikan doa restu sehingga kami dapat selamat dalam praktikum ini dan telah memberikan fasilitas/sarana prasarana yang mendukung dalam pembuatan laporan ini. 3. Bapak Ir. Waljiyanto, M.Sc. selaku Ketua Program Studi D3 Teknik Geomatika 4. Bapak Anindya Sricandra P., ST., M.Eng selaku dosen pengampu mata kuliah Praktik Survei GNSS 5. Ma Rifael selaku asisten asiste n dosen yang telah membimbing ketika praktikum Laporan ini disusun berdasarkan data dan keadaan sesungguhnya yang penulis dapatkan selama melakukan praktikum. Oleh karena itu penulis berusaha memberikan yang terbaik dalam pembuatan laporan ini. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kata sempurna maka penulis sangat berharap adanya kritik, saran serta komentar dari para pembaca agar dalam laporan selanjutnya penulis dapat menyusun dengan lebih baik lagi. Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Yogyakarta, 29 Maret 2018 Penulis Laporan Praktik Survei GNSS – GNSS – Format Format Data RINEX
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...........................................................................................
i
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................
ii
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................
iii
KATA PENGANTAR ............................................................................................
iv
DAFTAR ISI ...........................................................................................................
v
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................
1
A. Latar Belakang ..............................................................................................
1
B. Maksud dan Tujuan ......................................................................................
1
C. Manfaat Pratikum .........................................................................................
2
D. Keselamatan Kerja .........................................................................................
2
E.
Metodologi ....................................................................................................
2
F.
Peserta Praktikum .........................................................................................
3
BAB II DASAR TEORI .........................................................................................
4
A. GNSS ............................................................................................................
4
B. GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM .....................................................
4
C. DATA RINEX ..............................................................................................
6
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN ..............................................................
8
A. Waktu Pelaksanaan Praktikum .....................................................................
8
B. Tempat Pelaksanaan Praktikum ....................................................................
8
C. Alat dan Bahan .............................................................................................
8
D. Langkah Pengerjaan .....................................................................................
8
E. Langkah Kerja Pembacaan ...........................................................................
10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................
18
BAB V PENUTUP ..................................................................................................
21
A. Kesimpulan ...................................................................................................
21
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
v
B. Kritik dan Saran ............................................................................................
22
C. Kendala Prakikum ........................................................................................
22
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................
23
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
vi
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan teknologi bagi kehidupan seharihari memang sudah tidak asing lagi. Teknologi tersebut di buat untuk menunjang dan mepermudah aktivitas manusia, sebagai contoh adalah GPS. GPS atau Global Positioning System adalah salah satu sistem yang akan membantu kita untuk mengetahui posisi kita berada saat ini. GPS bekerja dengan menstransmisikan sinyal dari satelit ke perangkat GPS (handphone atau Blackberry yang dilengkapi teknologi GPS misalnya). Data-data hasil pengamatan menggunakan GPS biasanya berformat RINEX. RINEX (Receiver Independent Exchange) adalah format data hasil pengamatan receiver GNSS dengan format yang standard. RINEX dikembangan oleh University of Berne untuk mempermudah mengolah data hasil pengamatan receiver GNSS yang berbeda-beda. Setelah data pengamatan data GNSS disimpan dalam format RINEX maka sebagai seorang surveyor harus mampu membaca dan menginterpretasi data-data yang ada pada RINEX tersebut. Maka dari itu pada tanggal 21 Maret 2018, mahasiswa D3 Teknik Geomatika melakukan praktikum membaca dan menginterpretasi data RINEX hasil praktikum penentuan posisi absolut sebelumnya yang telah dilakukan pada 14 Maret 2018. Dengan dilaksanakan praktikum ini diharapkan terjadi kesinambungan antara teori dan praktik. Sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah melakukan praktikum tersebut, kami susun laporan ini sebagai hasil akhir praktikum dengan sebaik – baiknya. B. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan praktikum tersebut adalah 1. Mahasiswa mampu membaca dan menginterpretasi format penyimpanan data RINEX Observasi 2. Mahasiswa mampu mengenal macam-macam format data RINEX
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
1
C. MANFAAT PRAKTIKUM
Hasil praktikum diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teknis atau praktis maupun teoritis. Sejalan dengan tujuan praktikum maka manfaat yang didapat setelah melakukan praktikum tersebut adalah : 1. Dapat membaca dan menginterpretasi format penyimpanan data RINEX Observasi 2. Menambah pengetahuan mengenai macam-macam format data RINEX D. KESELAMATAN KERJA
Hal terpenting dalam praktikum adalah keselamatan. Jadi, dalam praktikum ini keselamatan kerjalah yang diutamakan. Keselamatan kerja yang paling penting pada saat praktikum kali ini adalah keselamatan pribadi dan alat. Berikut adalah rinciannya. D.1 Keselamatan pribadi
Demi keselamatan kerja dan juga untuk memperlancar praktikum, setiap anggota diwajibkan mematuhi SOP di dalam Laboratorium maupun di lingkungan kampus yang telah ditentukan seperti memakai pakaian yang sopan, memakai sepatu dan menjaga barang bawaan ketika di praktikum. D.2 Keselamatan alat
Setiap alat- alat yang digunakan dalam praktikum harus digunakan seefisien dan seefektif mungkin, harus dijaga, dirawat dengan baik, dan jangan sampai rusak. E. METODOLOGI
Dalam praktikum tersebut dilakukan beberapa metodologi penelitian. Berikut adalah rinciannya : E.1 Briefing
Briefing dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah praktik survei GNSS yaitu Bapak Anindya Sricandra P., ST., M.Eng. Briefing yang disampaikan terkait dengan praktikum yaitu prosedur / cara membaca dan menginterpretasi Data RINEX E.2 Kegiatan Praktikum
Dalam praktikum ini, kegiatan dilakukan oleh tiap-tiap kelompok. Setiap kelompok melakukan pembacaan dan interpretasi data RINEX sebanyak 3 data
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
2
yang berbeda-beda. Hasil pembacaan nantinya akan dicatat pada formulir yang sudah disediakan. Untuk melihat hasil interpretasi dapat melihat pada BAB IV Hasil dan Pembahasan. E.3 Pengolahan data
Data – data yang diperlukan dalam praktikum untuk dilakukan pengolahan data adalah RINEX Observasi (*Yyo) dari hasil pengamatan absolute pada praktik sebelumnya, RINEX Observasi dari GNSS Single Frequency dan Dual Frequency , RINEX Observasi dari hasil unudh di CDDIS GSFC. E.4 Penyusunan laporan
Tahap selanjutnya adalah mengolah rekapitulasi data menjadi suatu laporan. Isi laporan tidak hanya data ukuran praktikum, tapi juga ditambah dengan studi literatur yang dapat dijadikan dasar teori penulisan data tersebut Studi literature meliputi studi pustaka yang dilakukan berdasarkan pada publikasi dari praktikum – praktikum terdahulu yang dipublikasikan. Studi literatur dilakukan terhadap hal - hal yang terkait dengan pemahaman mengenai format data RINEX, cara membaca Data RINEX dll. Studi pustaka dan literatur ini kemudian dijadikan sebagai bahan acuan bagi penulis dalam pembuatan laporan. Sumber literatur di dapat dari buku dan internet. F. PESERTA PRATIKUM
Praktikum membaca dan menginterpretasi data RINEX Observasi diikuti oleh mahasiswa D3 Teknik Geomatika angkatan 2016 kelas A yang berjumlah 33 orang dengan jumlah kelompok sebanyak 6 kelompok. Selain itu juga diikuti oleh asisten dosen yang bertugas membimbing selama proses praktikum
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
3
BAB II DASAR TEORI
A. GNSS
GNSS (Global Navigation Satellite System) adalah sistem navigasi satelit untuk penentuan posisi geo-spasial (bujur, lintang, dan ketinggian) secara ekstra terrestrial secara global. Sistem satelit yang tergabung didalam GNSS saat ini adalah satelit-satelit GPS, GLONAS, dan GALILEO. GNSS terdiri atas tiga segmen (Hofmann-Wellenhof, 2008), yaitu: 1. Segmen angkasa ( space segment ). Untuk memberikan kemampuan secara kontinyu penentuan posisi global, maka harus dikembangkan konstelasiM jumlah satelit untuk masing-masing GNSS. Hal ini untuk memastikan bahwa setidaknya empat satelit secara simultan terlihat pada setiap lokasi di permukaan bumi. Satelit-satelit GNSS, pada dasarnya telah dilengkapi dengan platform untuk jam atom, radio transceiver, computer dan berbagai peralatan pembantu yang digunakan untuk mengoperasikan sistem. 2. Segmen sistem kontrol (control system segment ). Disebut juga sebagai segmen tanah ( ground segment ), bertanggung jawab atas kemudi semua sistem. Tugas ini meliputi, penyebaran dan pemeliharaan sistem, pelacak satelit untuk penentuan dan prediksi orbit dan jam parameter, pemantauan data tambahan (misalnya, parameter ionosfer), dan meng-upload pesan ke satelit. 3. Segmen pengguna (user segment ). Diklasifikasikan ke dalam kategori pengguna (militer dan sipil), jenis penerima (kemampuan untuk melacak satu, dua atau bahkan frekuensi lebih), dan berbagai layanan informasi pemerintah maupun swasta yang telah didirikan untuk memberikan informasi status GNSS dan data kepada pengguna.
B. GPS (GLOBAL POSI TI ONI NG SYSTEM).
GPS mempunyai nama resmi Navigation Satellite Time and Ranging Global Positioning System (NAVSTAR GPS). GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi berdasarkan satelit yang 4 dikembangkan dan dikelola oleh Amerika Serikat sejak
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
4
tahun 1973. Sistem ini terdiri dari 24 satelit dengan jarak ketinggian orbit 20.200 km dari bumi. Sistem ini dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang bersamaan dan beroperasi secara kontinyu dalam segala cuaca di seluruh dunia. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dengan kecepatan tiga dimensi yang teliti dan juga informasi mengenai waktu. Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS adalah reseksi (pengikatan ke belakang) dengan jarak, yaitu dengan pengukuran jarak secara simultan ke beberapa satelit GPS yang koordinatnya telah diketahui. Secara vektor, prinsip dasar penentuan posisi dengan GPS dapat dilihat pada Gambar 1.1. Parameter yang akan ditentukan adalah vektor geosentrik pengamat ( ̅ ). Untuk itu, vektor posisi geosentrik satelit GPS ( ̅) telah diketahui, maka yang perlu ditentukan adalah vector posisi toposentris satelit terhadap pengamat ( ̅). Posisi yang diberikan oleh GPS adalah posisi tiga dimensi (X, Y, Z ataupun λ, φ, h) yang dinyatakan dalam datum WGS 1984 dengan spektrum ketelitian posisi yang sangat luas , mulai dari fraksi meter sampai milimeter (Abidin, 2006).
Gambar 2.1. Konsep penentuan posisi GPS (Abidin, 2006) . Lokasi pengamatan titik GPS dipilih sesuai kebutuhan dan tujuan penggunaannya. Lokasi pengamatan titik GPS mempunyai syarat utama sebagai berikut : 1. Mempunyai ruang pandang langit yang bebas ke segala arah di atas elevasi 15 derajat. 2. Jauh dari obyek-obyek reflektif yang mudah memantulkan sinyal GPS untuk meminimalkan atau mencegah efek multipath. 3. Jauh dari obyek-obyek yang dapat menimbulkan interferensi elektris terhadap penerimaan sinyal GPS. Struktur frekuensi dan parameter komponen sinyal GPS ditampilkan pada Gambar I.2.
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
5
Gambar 2.2. Struktur frekuensi dan parameter komponen sinyal GPS (Abidin, 2007).
C. DATA RINEX
RINEX (Receiver Independent Exchange) adalah format data hasil pengamatan receiver GNSS dengan format yang standard. RINEX dikembangan oleh University of Berne untuk mempermudah mengolah data hasil pengamatan receiver GNSS yang berbeda-beda. Format data RINEX sudah mengalami beberapa perkembangan, yaitu (Gurtner dan Estey, 2013). a. RINEX versi 1 adalah RINEX versi pertama yang dipublikasikan dalam 5th International Geodetic Symposium on Satellite Positioning tahun 1989. Informasi satelit yang adalam RINEX versi 1 hanya satelit GPS. b. RINEX versi 2 adalah RINEX versi kedua yang dipublikasikan dalam Second International Symposium of Precise Positioning with the Global Positioning system tahun 1990. RINEX versi 2 menambahkan informasi dari satelit GLONASS dan SBAS. RINEX versi 2 terdapat dalam beberapa versi yaitu RINEX versi 2.10, RINEX versi 2.11, dan RINEX versi 2.20. c. RINEX versi 3 adalah RINEX versi terbaru yang dipublikasikan pada tahun 2006. RINEX versi 3 memungkinkan untuk memberi informasi lebih banyak mengenai satelit GNSS. Informasi satelit yang ditambahkan dalam RINEX versi 3 yaitu Galileo, Beidou, dan Quazi Zenith. RINEX versi 3 terdapat beberapa versi yaitu RINEX versi 3.00, RINEX versi 3.01 dan RINEX versi 3.02. Informasi dasar yang harus ada dalam data RINEX yaitu ; waktu berisiin formasi waktu receiver menerima sinyal dari satelit, pseudo range berisi informasi jarak antara antena receiver ke antena satelit, phase berisi informasi fase yang dibawa dalam satu siklus, Doppler berisi informasi sinyal tambahan satelit Doppler , 17 dan jumlah satelit berisi informasi Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
6
jumlah satelit yang diamat oleh receiver (Gurtner dan Estey, 2013). Contoh data RINEX versi 3.0 format compact dapat dilihat pada Gambar I.10.
Gambar I.10. Contoh Data RINEX versi 3 format compact (Hatanaka, 2008).
Gambar I.10. merupakan data RINEX versi 3.00 format compact yang sudaH dimodifikasi oleh Hatanaka
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
7
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN
A. WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM A.1 Praktikum
Praktikum membaca dan menginterpretasi data RINEX Observasi dilakukan oleh tiap-tiap kelompok pada tanggal 21 Maret 2018 mulai pukul 13.00 WIB – 16.00 WIB. A.2 Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan dilakukan oleh tiap kelompok sebagai bentuk pertanggung jawaban setelah melakukan praktikum pada tanggal 29 Maret 2018 – 1 April 2018. B. TEMPAT PELAKSANAAN PRAKTIKUM B.1 Praktikum
Praktikum membaca dan menginterpretasi data RINEX Observasi dilakukan oleh tiap-tiap kelompok di Laboratorium Surveying Gedung Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada B.2 Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan dilakukan oleh tiap kelompok di Kantor Pusat Fakultas Teknik dan rumah mahasiswa. C. ALAT DAN BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum tersebut adalah a.
Modul Praktikum Materi 6
: tiga lembar
b.
Kamera/ mobile phone
: satu buah
c.
Personal Komputer/Laptop
: Satu buah
d.
RINEX Observasi (*Yyo) dari hasil pengamatan absolute pada praktik sebelumnya
e.
RINEX Observasi dari GNSS Single Frequency dan Dual Frequency
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
8
f.
RINEX Observasi dari hasil unudh di CDDIS GSFC
D. LANGKAH PENGERJAAN
1. Dengarkan penjelasan dari Dosen 2. Siapkan data RINEX dari parktikum sebelumnya
3. Siapkan data RINEX single frekuensi
4. Download data RINEX dari laman berikut ini : Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
9
ftp://cddis.gsfc.nasa.gov/pub/gps/data/daily/2010/064/10o/
5. Buka data RINEX dengan Wordpad, lalu cermati data RINEX Observasi yang disiapkan 6. Interpretasi data dan jawab pertanyaan yang diberikan
E. LANGKAH KERJA PEMBACAAN E.1 Membaca Data Rinex ( Header)
Keterangan
: - 2.11
: Format RINEX
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
10
Keterangan
Keterangan
-
OBSERVATION DATA
: Tipe File (Type File)
-
M
: Sistem Satelit (Satellite System)
: - CS10 V5.61
: Nama Program pembuat file
-
UGM
: Nama agency pembuat file
-
2018 03 14 07:48
: Tanggal Pembuatan File
: - GPS001
: Nama Titik
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
11
Keterangan
-
2765
: Nomor Titik
-
IR
: Pengamat
-
UGM
: Agency
: - 2522756
: No Receiver
-
LEICA GS08
: Tipe Receiver
-
5.61.1635/6.402
: Versi Receiver
-
LEIGS08
: Tipe Antena
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
12
Keterangan
Keterangan
: - -2200600.9194
: Koordinat X (Kordinat Kartesian 3D Pendekatan)
-
5924575.8008
: Koordinat Y (Kordinat Kartesian 3D Pendekatan)
-
-857024.8491
: Koordinat Z (Kordinat Kartesian 3D Pendekatan)
-
1.0740
: Tinggi Antena (Dari marker ke penanda pada antenna)
-
0.0000
: Eksentrisitas antenna E dan N
: - 1
WGS 84
: Wavelength factor L1 dan L2 : “1” = Full cycle ambiguities Note : wavelength fact. Is optional for GPS and obsolete for oter systems. Default wav. Fact. Is = 1
Notes
-
6
: Jumlah tipe observasi yang tersimpan dalam file
-
C1
: L1 (Pseudorange C/A) Codes (frekuensi 1)
-
LI
: Carrier phase (frekuensi ke 1)
-
D1
: Dopller Frequency ke 1
-
P2
: L2 (Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-2)
-
L2
: Carrier phase (frekuensi ke 2)
-
D2
: Dopller Frequency ke 2
: Units : -
Phase
= full cycles
-
Pseudorange
= meters
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
13
-
Doppler
= Hz
-
SNR ets (S)
= Receiver-dependent
Keterangan
: - 15.000
: Interval pengamatan (dalam detik)
-
2018
: Tahun Pengamatan
-
03
: Bulan pengamatan
-
14
: Hari Pengamatan
-
07
: Jam Pengamatan (UTC)
-
48
: Menit
-
45.00
: Detik
-
2018
: Tahun Pengamatan
-
03
: Bulan pengamatan
-
14
: Hari Pengamatan
-
07
: Jam Pengamatan (UTC)
-
50
: Menit
-
45.00
: Detik
Waktu Mulai Pengamatan
Waktu selesai Pengamatan
Note : Jam pada perekaman tersebut adalah waktu UTC (Indonesia (WIB) = UTC + 7 jam)
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
14
Keterangan
: - 14
: Jumlah satelit untuk setiap observasi yang terekam dalam file
E.2 Membaca Data Record Rinex Obs File
Data Record Rinex Obs File
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
15
Contoh Pembacaan
Gambar diatas merupakan waktu pengamatan epoch. Berikut adalah rinciannya : -
18
: Tahun Pengamatan
-
03
: Bulan pengamatan
-
14
: Hari Pengamatan
-
07
: Jam Pengamatan (UTC)
-
48
: Menit
-
45.00
: Detik
-
0
: Epoch Flag
Note Epoch flags : -
1 = power failure between previous & current epoch
-
2 = start moving antenna
-
3 = new site occupation (end of kinem. Data at least MARKER NAME records follows)
-
4 = header information follows
-
5 = external event
-
6 = cycle slips records follows to optionally report detected & repaired cycle slips
Gambar diatas merupakan record dalam pengamatan epoch. Berdasarkan hasil praktikum dan data record tersebut dapat diketahui bahwa terdapat 13 satelit dalam epoch tersebut yaitu G01, G03, G08, G11, G14, G22, G23, G27, R02, R03, R17, R23, R24
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
16
Gambar diatas merupakan bentuk data record pada data RINEX. Data yang diberi tanda merah merupakan data yang dihasilkan oleh satelit observasi nomor G01. Keterangan CI, L1, D1, P2, L2, dan D2 merupakan tipe observasi. Berikut ini adalah rincian data satelit G01 diatas : -
C1
: 23080391.488 Meters
-
L1
: 121288294.98217 Full Cycles
-
D1
: 2470.591 Hz
-
P2
: 23080392.314 Meters
-
L2
: 94510375.57556 Full Cycles
-
D2
: 1925.134 Hz
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
17
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.A HASIL INTERPRETASI DATA RINEX A. HASIL PRAKTIKUM A.1 HEADER
Interpretasi
Parameter
Hasil Interpretasi
Versi Rinex
2.11
Jenis Satelit yang terrekam
MIXED
Instansi
UGM
Nama/Nomor Titik
GPS001/2756
Tipe &Versi Receiver
LEICA GS08 & 5.61.1635/6.402
Nomor & Jenis Antenna
2522756 & LEIGS08
Posisi X, Y, Z pendekatan
X : - 2200600.9194
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
18
Y : 5924575.8008 Z : -857024.8491 Tinggi Antenna
1.074
L1/L2 Wavelength Factor
1 ( Full Cycle Ambiguitas)
L1/L2 Wavelength Factor
1
Jumlah tipe observasi
6
Tipe Observasi
L1/L2//P2/C1/D1/D2
( Full Cycle Ambiguitas)
L1 = Carrier phase (frekuensi ke 1) L2 = Carrier phase (frekuensi ke 2) P2 = Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-2) C1 = Pseudorange C/A) Codes (frekuensi 1) D1 = Dopller Frequency ke 1 D2 = Dopller Frequency ke 2 Waktu Awal perekaman (UTC)
14 Maret 2018 pukul 07:48:45.0000000 (UTC) atau 14:48:45 (UTC+7)
Waktu selesai perekaman
14 Maret 2018 pukul 08:18:45.0000000 (UTC) atau 15:18:45
(UTC)
(UTC+7)
Leap Seconds (detik)
18
Interval Pengamatan (detik)
15
Jumlah satelit total
14
SV Type G/R/E/S
SV Num
Jumlah Pengamatan L1
L2
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
P1
P2
C1
S1
S1
19
A.2 DATA RECORD
Interpretasi
Hasil Interpretasi
Parameter
14 Maret 2018 pukul 07:48:45.0000000 (UTC) atau 14:48:45 (UTC+7)
Epoch Ke... Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
13
SV Type
SV Num
L1
L2
P2
C1
121288295
94510375.58
23080392.31
23080391.49
119199809.6
92882982.68
22682967.78
22682966.35
106912410.8
83308371.34
20344754.48
20344754.94
117665414.1
91687333.77
22390976.91
22390980.27
118984688.6
92715331.5
22642028.82
22642031.89
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
20
14 Maret 2018 pukul 07:49:00.0000000 (UTC) atau 14:49:00 (UTC+7)
Epoch Ke Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
13
SV Type
SV Num
L1
L2
P2
C1
121288295
94510375.58
23080392.31
23073337.73
119199809.6
92882982.68
22682967.78
22683496.78
106912410.8
83308371.34
20344754.48
20346729.84
117665414.1
91687333.77
22390976.91
22383651.66
118984688.6
92715331.5
22642028.82
22650868.25
B. RINEX OBSERVASI GNSS SINGLE FREQUENCY B.1 HEADER
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
21
Interpretasi
Parameter
Hasil Interpretasi
Versi Rinex
2
Jenis Satelit yang terrekam
GPS
Instansi
-
Nama/Nomor Titik
BM140942/BM140942
Tipe &Versi Receiver
LEICASR9400 & 1.06
Nomor & Jenis Antenna
LEIAT201
Posisi X, Y, Z pendekatan
X : -2200423.4570 Y : 5924811.4833 Z : -855986.5930
Tinggi Antenna
1.285
L1/L2 Wavelength Factor
Full Cycle
L1/L2 Wavelength Factor
Full Cycle
Jumlah tipe observasi
2
Tipe Observasi
L1/L2//P2/C1/D1/D2 L1 = Carrier phase (frekuensi ke 1) L2 = Carrier phase (frekuensi ke 2) P2 = Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-2) C1 = Pseudorange C/A) Codes (frekuensi 1) D1 = Dopller Frequency ke 1 D2 = Dopller Frequency ke 2
Waktu Awal perekaman (UTC)
3 April 2004 pukul 07:32:30.0000000 (UTC) atau 14:32:30 (UTC+7)
Waktu selesai perekaman (UTC)
3 April 2004 pukul 08:10:60.0000000 (UTC) atau 15:10:60
Leap Seconds (detik)
13
Interval Pengamatan (detik)
-
Jumlah satelit total
11
SV Type
SV Num
G/R/E/S
(UTC+7)
Jumlah Pengamatan C1
P1
L1
D1
P2
L2
D2
G
1
0
0
0
0
0
0
0
G
2
0
0
0
0
0
0
0
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
22
G
3
0
0
0
0
0
0
0
G
4
75
0
75
0
0
0
0
G
5
155
0
155
0
0
0
0
G
6
81
0
81
0
0
0
0
G
7
7
0
7
0
0
0
0
G
8
0
0
0
0
0
0
0
G
9
155
0
155
0
0
0
0
G
10
4
0
4
0
0
0
0
G
11
0
0
0
0
0
0
0
G
12
0
0
0
0
0
0
0
G
13
0
0
0
0
0
0
0
G
14
0
0
0
0
0
0
0
G
15
0
0
0
0
0
0
0
G
16
0
0
0
0
0
0
0
G
17
155
0
155
0
0
0
0
G
18
0
0
0
0
0
0
0
G
19
0
0
0
0
0
0
0
G
20
0
0
0
0
0
0
0
G
21
0
0
0
0
0
0
0
G
22
0
0
0
0
0
0
0
G
23
0
0
0
0
0
0
0
G
24
155
0
155
0
0
0
0
G
25
0
0
0
0
0
0
0
G
26
155
0
155
0
0
0
0
G
27
0
0
0
0
0
0
0
G
28
0
0
0
0
0
0
0
G
29
155
0
155
0
0
0
0
G
30
1
0
1
0
0
0
0
G
31
0
0
0
0
0
0
0
G
32
0
0
0
0
0
0
0
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
23
B.2 DATA RECORD
Interpretasi
Hasil Interpretasi
Parameter
3 April 2004 pukul 07:32:30.0000000 (UTC) atau 14:32:30 (UTC+7)
Epoch Ke... Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
9
SV Type
SV Num
L1
C1
107643910.5
20483955.45
119040818.3
22652714.42
122657715.6
23340988.03
123200545.8
23444285.83
104498697.4
19885440.52
122404276.3
23292760.72
126818091.6
24132678.75
125377757.7
23858594.59
126576309.2
24086670.35
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
24
3 April 2004 pukul 07:32:45.0000000 (UTC) atau 14:32:45 (UTC+7)
Epoch Ke Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
9
SV Type
SV Num
L1
C1
107669374.27
20488801.11
119041927.35
22652925.43
122625219.67
23334804.29
123177817.89
23439960.85
104499936.77
19885676.33
122454059.46
23302229.72
126812191.19
24131555.87
125349041.41
23853130.1
126607016.54
24092513.95
C. RINEX OBSERVASI GNSS DOUBLE FREQUENCY C.1 HEADER
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
25
Interpretasi
Parameter
Hasil Interpretasi
Versi Rinex
2
Jenis Satelit yang terrekam
GPS
Instansi
None
Nama/Nomor Titik
HDL1____
Tipe &Versi Receiver
TRIMBLE
Nomor & Jenis Antenna
EXT_COMP_L12_GP
Posisi X, Y, Z pendekatan
(-2920295.1706), (5669649.1150), (-90964.4652)
Tinggi Antenna
11,250
L1/L2 Wavelength Factor
Full Cycle
L1/L2 Wavelength Factor
Full Cycle
Jumlah tipe observasi
5
Tipe Observasi
L1/L2/P2/C1/D1 L1 = Carrier phase (frekuensi ke 1) L2 = Carrier phase (frekuensi ke 2) P1 = Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-1) P2 = Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-2) C1 = Pseudorange C/A) Codes (frekuensi 1) S1 = Signal to noise ratio ke 1 S2 = Signal to noise ratio ke 2
Waktu Awal perekaman (UTC) Waktu selesai perekaman (UTC)
1 Juli 2007 pukul 01:35:15.0000000 (UTC) atau 08:35:15 (UTC+7) 1 Juli 2007 pukul 07:34:35.0000000 (UTC) atau 14:34:35 (UTC+7)
Leap Seconds (detik)
-
Interval Pengamatan (detik)
15
Jumlah satelit total
17
SV Type
SV Num
G/R/E/S
Jumlah Pengamatan L1
L2
D1
P2
C1
G
1
198
198
198
198
198
G
2
59
59
59
59
59
G
3
108
108
108
108
108
G
5
1012
1012
1012
1012
1012
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
26
G
6
1330
1330
1330
1330
1330
G
7
1387
1387
1387
1387
1387
G
9
509
509
509
509
509
G
10
95
95
95
95
95
G
12
905
905
905
905
905
G
14
415
415
415
415
415
G
16
533
533
533
533
533
G
18
1264
1264
1264
1264
1264
G
21
1187
1187
1187
1187
1187
G
22
832
832
832
832
832
G
24
660
660
660
660
660
G
30
1300
1300
1300
1300
1300
G
31
930
930
930
930
930
B.2 DATA RECORD
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
27
Interpretasi
Parameter
Hasil Interpretasi 1 Juli 2007 pukul 01:35:15.0000000 (UTC) atau 08:35:15 (UTC+7)
Epoch Ke... Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
9
SV Type
SV Num
C1
P2
L1
L2
D1
23991495.586
23991492.551
10180767.70914
7878861.30314
3254.641
21004556.914
21004556.750
-8410867.67315
-6475529.69115
-1472.125
23351342.430
23351340.625
-2339853.73514
-1753670.31814
-1694.344
22453110.375
22453109.285
-430907.17715
-297898.49114
439.734
22847329.836
22847330.551
-2380674.15815
-1805269.55114
-46.469
20366988.625
20366987.441
-4518932.09515
-3466008.76515
-35.188
24185118.844
24185117.074
-1213417.98214
-197806.83314
-1626.859
23073107.109
23073104.777
-264927.70214
-150403.61714
-1143.734
22777806.500
22777806.523
-7989264.85914
-6015828.11714
-3342.984
1 Juli 2007 pukul 01:35:30.0000000 (UTC) atau 08:35:30 (UTC+7)
Epoch Ke Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
9
SV Type
SV Num
C1
P2
L1
L2
D1
24000790.85
24000788.58
10229614.87
7916924.015
3258.25
21000365.77
21000365.34
-8432893.094
-6492692.356
-1464.719
23346503.05
23346501.02
-2365284.67
-1773486.673
-1696.531
22454370.68
22454369.94
-424285.5261
-292738.769
443.063
22847202.38
22847201.87
-2381342.716
-1805790.48
-42.797
20366902.41
20366901.05
-4519384.13
-3466361.014
-25.188
24180470.09
24180468.73
-1237847.139
-216842.523
-1630.438
23069842.75
23069839.73
-282090.946
-163777.588
-1144.875
22768269.7
22768269.52
-8039382.246
-6054880.624
-3339.469
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
28
D. RINEX OBSERVASI GNSS HASIL DOWNLOAD DI CDDIS GSFC D.1 HEADER
Interpretasi
Parameter
Hasil Interpretasi
Versi Rinex
2.11
Jenis Satelit yang terrekam
MIXED
Instansi
Administrateur RGP
Nama/Nomor Titik
ABMF & 97103M001
Tipe &Versi Receiver
TRIMBLE NETR5 & 4.03
Nomor & Jenis Antenna
1440911917 & TRM55971.00
Posisi X, Y, Z pendekatan
X : 2919786.4480 Y : -5383745.1780 Z : 1774604.7340
Tinggi Antenna
0.0000
L1/L2 Wavelength Factor
Full Cycle
L1/L2 Wavelength Factor
Full Cycle
Jumlah tipe observasi
10
Tipe Observasi
L1/L2//P2/C1/D1/D2
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
29
L1 = Carrier phase (frekuensi ke 1) L2 = Carrier phase (frekuensi ke 2) P1 = Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-1) P2 = Pseudorange P) Codes (frekuensi ke-2) C1 = Pseudorange C/A) Codes (frekuensi 1) C2 = Pseudorange C/A) Codes (frekuensi 2) D1 = Dopller Frequency ke 1 D2 = Dopller Frequency ke 2 S1 = Signal to noise ratio ke 1 S2 = Signal to noise ratio ke 2 Waktu Awal perekaman (UTC) Waktu selesai perekaman (UTC)
5 Maret 2010 pukul 00:00:00.0000000 (UTC) atau 07:00:00 (UTC+7) -
Leap Seconds (detik)
15
Interval Pengamatan (detik)
30
Jumlah satelit total
10
SV Type G/R/E/S
SV Num
Jumlah Pengamatan C1
P1
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
L1
D1
P2
L2
D2
30
B.2 DATA RECORD
Interpretasi
Parameter
Hasil Interpretasi
Epoch Ke...
3 April 2004 pukul 07:32:30.0000000 (UTC) atau 14:32:30 (UTC+7)
Epoch Flags
0
Jumlah Satelit
17
SV Type
SV Num
L1
L2
CI
C2
P1
P2
115875062.45
8
90292450.69
22050235.64
22050240.47
22050240.31
118474176.49
7
22186367.27
22186366.01
116200801.28
7
90546242.6
22112251.69
22112256.81
119502400.21
8
92946328.98
22386818.41
22386812.59
121874054.26
7
94966835.36
23191829.55
23191835.41
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
D1
D2
49.4 39.8 42.6 45.8
26
22386812.02
46.4
35
23191835.44
46
35.7
31
E. PERTANYAAN :
1. Bagaimana membedakan suatu data rinex Observasi sebagai data Dual Frequency atau single frequency ? Jawab : Cara untuk membedakan suatu data rinex Observasi sebagai data Dual Frequency atau single frequency adalah dengan melihat data Header bagian tipe observasi. Apabila pada kolom tipe observasi terdapat tipe L1 dan L2 maka data observasi tersebut termasuk Dual Frequency akan tetapi apabila hanya ada tipe L1 maka data observasi tersebut termasuk single frequency
2. Bagaimana mengklasifikasikan data RINEX observasi ini menjadi data GNSS atau hanya data GPS atau GLOASS saja ? Jawab : Cara untuk mengklasifikasikan data RINEX observasi ini menjadi data GNSS atau hanya data GPS atau GLOASS saja adalah dengan melihat bagian header kolom “RINEX Version/Type”. Apabila tertulis kode G maka data RINEX observasi tersebut termasuk Data GPS. Apabila tertulis kode R maka data RINEX observasi tersebut termasuk Data GLONASS
3. Bagaimana cara mengetahui lama pengamatan suatu data observasi ? Jawab : Cara untuk mengetahui lama pengamatan suatu data observasi adalah dengan melihat pada bagian header kolom “ time of first OBS d an Time of Last OBS ”.
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
32
4. Bagaimana cara menghitung jumlah epoch suatu data observasi? Jawab :
Untuk menghitung jumlah epoch dalam suatu data observasi dapat dengan menggunakan rumus :
Epoch
( Waktu Selesai Pengamatan Waktu Mulai Pengamatan) Interval Pengamatan
Contoh Perhitungan Epoch :
Epoch
Epoch Epoch
( Waktu Selesai Pengamatan Waktu Mulai Pengamatan) Interval Pengamatan
( 8:11: 00 7 :32:30) 15 det ik 2310 detik 15 det ik
154 epoch
5. Bagaimana cara mengetahui waktu pengamatan lokal dari suatu data observasi?
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
33
-
Berdasarkan data header diatas dapat dilihat bahwa waktu mulai pengamatan adalah tanggal 14 Maret 2015 pukul 07.57.30 dan berahir pada tanggal 14 Maret 2018 pukul 08.26.45. Namun waktu yang tercatat tersebut adalah waktu UTC, untuk mengubahnya menjadi waktu lokal dengan menambahkan dengan selisih antara waktu lokal dan waktu UTC.
-
Waktu memulai pengamatan dalam WIB = UTC + 7 Jam, = 07.57.30 + 7 jam = Pukul 14.57.30 WIB
-
Waktu berakhirnya pengamatan dalam WIB = UTC + 7 Jam, = 08.26.45 + 7 jam = Pukul 15.26.45 WIB
6. Jelaskan beda data fase dan data kode pada suatu pengamatan GPS! Data Fase
Data kode
L1, L2, L5: gelombang fase (carrier-phase) yang
P atau C/A : jarak semu antara antena
terukur pada sekali siklus penuh perekaman sinyal
receiver dengan antenna satelit termasuk
satelit.
didalamnya offset jam satelit dan receiver (dan bias lain seperti atmospheric delay) –
yang dibutuhkan kode untuk menempuh jarak dari satelit ke pengamat Jarak yang terukur adalah jumlah gelombang
Definisi pseudorange atau pseudoranging
penuh (cycles) yang terukur ditambah dengan
secara umum adalah pengukuran jarak
nilai fraksional gelombang terakhir (saat diterima berdasarkan
korelasi
antara
kode
yang
receiver) dan gelombang awal (saat dipancarkan
dipancarkan oleh satelit dengan replika kode
oleh
yg dibuat oleh receiver.
satelit)
dikalikan
dengan
panjang
gelombangnya.
Jarak yang diukur adalah bukan jarak yang sesungguhnya shg disebut pseudorange
Pengamatan tidak terkoreksi dari efek eksternal
Ketelitian jam receiver & satelit berbeda =>
seperti refraksi atmosfer, offset jam satelit, dll.
jarak
terukur
terkontaminasi
ketidaksinkronan jam => disebut jarak semu Pengamatan fase antara dua epoch dikoneksikan
PR menunjukkan perilaku aktual antara jam
dengan sejumlah integer siklus sinyal
satelit dengan jam receiver.
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
34
Bias N tidak ada di persamaan pseudorange
Delay ionosfir besarnya sama tapi berkebalikan
Geometric range, clock, and trhoposphere errors besarnya sama
Kesalahan karena multipath data fase lebih kecil daripada data kode
Noise
terms pada data fase lebih kecil (factor of 100 smaller in phase data)
Jarak yang ditentukan dengan fase jauh lebih teliti jika dibandingkan dengan jarak berdasar data kode.Hal tersebut dikarenakan resolusi data fase jauh lebih kecil jika dibanding dengan resolusi data kode
7. Bagaimana suatu data fase dan kode bisa digunakan untuk menghasilkan suatu nilai posisi pada receiver? a. PSEUDORANGE Asumsikan bahwa jam receiver dan jam satelit sinkron secara sempurna satu sama lain. Nah, ketika sinyal ( PRN code*) ditransmisikan dari satelit dan diterima oleh receiver , receiver memproduki replika kode yang diterima. Receiver kemudian membandingkan kode yang diterima dari satelit dengan replika-nya dan menghitung selang waktu sinyal merambat dari satelit ke receiver. Selang waktu ini kemudian dikalikan dengan cepat rambat cahaya (3x10 8 atau tepatnya 299729458 meter per detik) dan didapatlah jarak antara receiver dan satelit. Namun, perlu dimengerti bahwa asumsi jam receiver sinkron secara sempurna adalah tidak sepenuhnya benar, atau dengan kata lain proses sinkronisasi yang dilakukan oleh receiver tidaklah sempurna dan masih mengandung kesalahan. Oleh sebab itulah maka pengukuran jarak dengan menggunakan data kode disebut sebagai pseudorange.
b. DATA FASE Berdasar pada cara ini, jarak yang terukur adalah jumlah gelombang penuh
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
35
(cycles) yang terukur ditambah dengan nilai fraksional gelombang terakhir (saat diterima receiver) dan gelombang awal (saat dipancarkan oleh satelit) dikalikan dengan panjang gelombangnya. Jarak yang ditentukan dengan cara ini jauh lebih teliti jika dibandingkan dengan jarak berdasar data kode. Hal tersebut dikarenakan resolusi data fase jauh lebih kecil jika dibanding dengan resolusi data kode. Namun demikian, ada satu masalah yang dihadapi dalam penggunaan data fase. Gelombang pembawa GPS adalah murni gelombang sinusoidal, setiap cycle mempunyai bentuk yang sama dengan cycle yang lain. Oleh karena itulah receiver GPS tidak dapat membedakan antara satu cycle dengan yang lainnya. Dengan kata lain, ketika receiver dinyalakan dan lock on ke satelit, receiver mampu menerima sinyal namun dia hanya merekamnya saja. Receiver tidak dapat menentukan jumlah total cycle antara satelit dan dirinya. Receiver mampu mengukur nilai fraksional cycle yang diterima dengan sangat teliti (kurang dari 2 milimeter) tapi nilai awal dari gelombang penuh yang diterima tetap tidak diketahui. Namun demikian receiver tetap memnyimpan track dari setiap perubahan grafik sinusoidal fase sejak awal receiver dinyalakan dan lock on ke satelit. Itu berarti ambiguitas fase tetap akan sama selama pengamatan, asalkan tracking sinyal tidak terputus (loss off lock atau cycle slips). Dari keterangan diatas jelas bahwa penentuan jarak dengan fase akan menghasilkan penentuan posisi yang teliti asalkan harga ambiguitas fase dapat dipecahkan. Salah satu cara yang paling lazim untuk memecahkan harga ambiguitas fase adalah dengan teknik differensial. Teknik ini dapat dilakukan baik secara real time maupun secara post-processing. Teknik ini dapat dilakukan jika ada dua receiver atau lebih yang mengamat kepada satelit yang sama secara simultan.
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
36
8. Apa kaitan RINEX Observasi dan RINEX Navigasi dalam penentuan posisi GNSS? - Data rinex yang dihasilkan ada 2 macam yaitu observasi dan navigasi. - Data observasi merupakan data mengenai posisi lokasi pengamatan, lamanya waktu pengamatan, interval pengamatan (30 detik), jumlah satelit GPS yang terobservasi dan informasi mengenai kode-kode seperti, C1 dan P2 (pseudorange), L1/2 (carrier phase), S1/2 (signal strength)
untuk setiap satelit GPS yang terobservasi saat
pengamatan. Sedangkan, data navigasi merupakan data mengenai parameter ionosfer (alpha, beta), sistem waktu, data ephemeris satelit dan kesehatan satelit. - Kedua data tersebut yaitu observasi dan navigasi, selanjutnya diolah menggunakan software khusus untuk mengetahui besarnya error posisi. Dengan adanya penganalisaan terhadap error posisi GPS tersebut, maka akan dapat meningkatkan keakuratan posisi.
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
37
9. Apakah pengaturan saat pengamatan berpengaruh terhadap rekaman rinex yang diperoleh? Bagaimana jka terjadi kesalahan saat pengaturan, apakah data masih bisa dipakai? Berikan analisis anda! Jawab : - Pengaturan saat pengamatan berpengaruh terhadap rekaman rinex yang diperoleh, misalnya pengaturan interval waktu pengamatan akan perpengaruh terhadap banyaknya data yang masuk. Semakin cepat interval pengamatannya maka data yang dihasilkan akan semakin baik. Selain itu pada saat pengaruran satelit yang dapat diterima akan mempengaruhi satelit apa saja yang dapat dideteksi oleh receiver, - Jika terjadi kesalahan saat pengaturan, bisa saja data masih bisa dipakai akan tetapi data yang dihasilkan tersebut tetap mengandung kesalahan sehingga perlu dilakukan pengolahan data lanjutan guna mengkoreksi data tersebut sehingga akan diperoleh data yang presisi
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
38
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Praktikum membaca dan menginterpretasi data RINEX telah dilaksanakan pada 21 Maret 2018. Berdasarkan data dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. RINEX (Receiver Independent Exchange) adalah format data hasil pengamatan receiver GNSS dengan format yang standard. 2. Terdapat 2 bagian penting pada Data RINEX yaitu Data Header dan Data Record. 3. Informasi yang dapat diperoleh dari Data Header adalah -
Format dan Tipe RINEX
-
Nama program pembuat file, Nama agency, dan Tanggal pembuatan file
-
Nama dan Nomor Titik
-
Pengamat
-
Tipe dan Versi Receiver
-
Tipe dan tinggi Antenna
-
Koordinat Pendekatan (X. Y, Z)
-
Wavelength
-
Tipe-tipe observasi
-
Interval Pengamatan
-
Waktu mulai pengamatan dan selesai pengamatan dalam UTC
-
leap second
-
Jumlah Satelit
-
Nomer satelit (PRN) & jumlah observasi pada setiap tipe observasinya
4. Data yang dapat diperoleh dari Data Record adalah -
Epoch Flag dan Jumlah satelit dalam epoch
-
Koordinat tiap tipe Observasi
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
39
5. Berdasarkan pembahasan hasil dapat disimpulkan bahwa cara untuk membedakan suatu data rinex Observasi sebagai data Dual Frequency atau single frequency adalah dengan melihat data Header bagian “tipe observasi” 6. Suatu satelit diidentifikasi dengan 3 kode karakter : 2 digit angka yang didahului 1 digit huruf - G or blank : GPS - R : GLONASS - S : Geostationary GPS signals playload (Geo) - E : GALILEO 7. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa cara untuk mengetahui lama pengamatan suatu data observasi adalah dengan melihat pada bagian header kolom “time of first OBS d an Time of Last OBS ”. 8. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menghitung jumlah epoch dalam suatu data observasi dapat dengan menggunakan rumus :
Epoch
( Waktu Selesai Pengamatan Waktu Mulai Pengamatan) Interval Pengamatan
9. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Pengaturan saat pengamatan berpengaruh terhadap rekaman rinex yang diperoleh B. KRITIK DAN SARAN
Adapun kritik dan saran selama berlangsungnya kegiatan praktikum adalah sebagai berikut: 1. Sebelum melakukan praktikum, alangkah baiknya dilakukan pembagian titik BM sehingga titik yang digunakan berbeda-beda dan tidak terjadi double data 2. Waktu pelaksanaan praktikum yang terlalu singkat sehingga sebaiknya ada penambahan waktu praktikum 3. Perlu dilakukan terlebih dahulu terhadap alat GPS yang digunakan misal daya baterai, dll 4. Pelu dilakukan pengecekan terhadap alat receiver maupun controller C. KENDALA PRAKTIKUM
Adapun kendala yang kami alami selama kegiatan praktikum ini adalah sebagai berikut :
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
40
1. Terdapat Receiver yang data pengamatannya tidak dapat didownload sehingga untuk data RINEX harus memakai data kelompok lain yang menyebabkan analisa data hampir sama. Apabila data berbeda-beda akan membuat data lebih beragam dan interpertasi data juga akan berbeda-beda sehingga semau kelompk akan mengetahui berbagai macam hasil data RINEX.
Laporan Praktik Survei GNSS – Format Data RINEX
41
View more...
Comments