Laporan Fieldtrip Petrologi
April 18, 2019 | Author: Fahmi A M | Category: N/A
Short Description
Bayat, Klaten...
Description
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI LABORATORIUM LABORATORIUM SUMBER DAYA MINERAL LAPORAN RESMI FIELDTRIP PETROLOGI I (Berbah-Gn.Pendul-Watuprau-Jokotuo)
Disusun Oleh: SOLFI FEBRIAN (15/385084/TK/43746) Kelompok : 10 Asisten Kelompok Fieldtrip: OKTAVIAN DWI HARDIYANTO
Asisten Acara: CENDI DIAR PERMATA DANA OKTAVIAN DWI HARDIYANTO YOGYAKARTA MEI 2016
KATA PENGANTAR
Saya panjatkan puji dan syukur ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan resmi fieldtrip ini dengan baik. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Petrologi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada para asisten yang telah membimbing penulisan laporan resmi ini. Dan juga kepada pihak-pihak lain yang telah membantuk dan mendukung sehingga laporan resmi fieldtrip mata kuliah Petrologi ini dapat terselesaikan pada waktu yang ditentukan. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada penulisan resmi ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga laporan ini dapat berguna bagi banyak orang.
Yogyakarta, 12 Mei 2016
Solfi Febrian
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
........................................................................................................... i
Daftar Isi
........................................................................................................... ii
Daftar Gambar
........................................................................................................... iii
Daftar Tabel
........................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
............................................................................................... 1
I.2 Maksud dan Tujuan
................................................................................... 1
I.3 Waktu dan Kesampaian Daerah I.4 Kesampaian Daerah
....................................................................... 1
................................................................................... 2
BAB II GEOLOGI REGIONAL II.1 Geomorfologi Regional .................................................................................. 3 II.2 Stratigragi Regional
.................................................................................. 3
II.3 Struktur Geologi Regional
...................................................................... 4
BAB III DATA PENGAMATAN III.1 STA 1 LP 1 III.1.1 Lokasi Pengamatan .................................................................................. 6 III.1.2 Morfologi
.............................................................................................. 6
III.1.3 Litologi
.............................................................................................. 6
III.1.4 Struktur Geologi III.1.5 Potensi
.................................................................................. 7
.............................................................................................. 7
III.2 STA 1 LP 2 III.2.1 Lokasi Pengamatan .................................................................................. 8 III.2.2 Morfologi
III.2.3 Litologi III.2.4 Struktur Geologi III.2.5 Potensi III.3 STA 1 LP 3 III.3.1 Lokasi Pengamatan III.3.2 Morfologi III.3.3 Litologi III.3.4 Struktur Geologi III.3.5 Potensi III.4 STA 2 LP 1 III.4.1 Lokasi Pengamatan III.4.2 Morfologi III.4.3 Litologi III.4.4 Struktur Geologi III.4.5 Potensi III.5 STA 3 LP 1 III.5.1 Lokasi Pengamatan III.5.2 Morfologi III.5.3 Litologi III.5.4 Struktur Geologi III.5.5 Potensi III.6 STA 3 LP 2 III.6.1 Lokasi Pengamatan III.6.2 Morfologi III.6.3 Litologi
III.6.4 Struktur Geologi III.6.5 Potensi III.7 STA 4 LP 1 III.7.1 Lokasi Pengamatan III.7.2 Morfologi III.7.3 Litologi III.7.4 Struktur Geologi III.7.5 Potensi BAB IV PEMBAHASAN IV.1 STA 1 IV.4 STA 2 LP 1 IV.5 STA 3 LP 1 IV.6 STA 3 LP 2 IV.7 STA 4 LP 1 BAB V KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi dari sejarah-sejarah pembentukannnya, proses pembentukannya dan juga penyusunnya serta kehidupannya di masa lampau. Dalam ilmu geologi khususnya dalam mempelajari penyusunnya terutama batuan, sangat penting untuk bisa mengidentifikasi perbedaan jenis batuan yang menyusun suatu daerah, karenanya diperlukanlah studi khusus tentang batuan ini sebagai cabang ilmu geologi yaitu petrologi. Dalam kampus jurusan Teknik Geologi FT UGM tela h dilakukan perkuliahan untuk kuliah petrologi yang bertujuan untuk mendalami ilmu petrologi secara teori. Dalam menunjang praktek dilapangan maka diadakan praktikum petrologi di Laboratorium Bahan Galian. Namun menyadari bahwa sampel batuan yang diamati pada praktikum adalah kondisi yang ideal sedangkan kenyataannya di lapangan akan banyak keunikan yang bisa diamati. Selain itu pada pengamatan di Laboratorium pula tidak bisa dipelajari hubungan antar satu batuan dengan satu batuan lainnya, maka kunjungan lapangan(fieldtrip) perlu di laksanakan. I.2 Maksud dan Tujuan Maksud
:
Fieldtrip
petrologi
ini dimaksudkan agar
mahasiswa geologi dapat
membedakan 4 jenis batuan di lapangan meliputi batuan beku, sedimen, metamorf dan piroklastik Tujuan
: Fieldtrip petrologi ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui cara mengidentifikasi 4 jenis batuan dan mengetahui secara deskriptif dan genesa dari batuan di lapangan.
I.3 Waktu dan Kesampaian Daerah Fieldtrip Petrologi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 April 2016 pada daerah Berbah Sleman dan Bayat Klaten. Terdapat 4 Stasiun Pengamatan pada fieldtri p kali ini secara berturutturut yaitu : 1. Watuadeg, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 2. Gn.Pendul, Desa Gn.Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 3. Watuprau, Desa Gn.Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 4. Jokotuo, Desa Gn,Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Keempat daerah ditempuh dengan menggunakan bus dan berjalan kaki dengan jalur yang mudah dilalui. I.4 Peralatan Perlengkapan Pribadi: a. HVS A4 b. Alat tulis(pensil, penghapus, pensil warna, bolpoin, mistar, papan jalan) c. Buku Catatan Lapangan d. HCl 0,1 M e. Komparator Butir f. Borang Deskripsi Petrologi g. Pakaian Lapangan termasuk Topi Lapangan h. Peta Topografi i. Jas Hujan j. Tas Ransel Perlengkapan Kelompok a. Palu Geologi b. Kompas Geologi c. Lup d. GPS e. Plastik Sampel f. Kamera
BAB II GEOLOGI REGIONAL
II.1 Geomorfologi Regional Secara umum fisiografi Bayar dibagi menjadi dua wila yah yaitu wilayah disebelah Utara Kampus Bayat terutama sisi Utara Jalan Raya Kecamatan Wedi yang disebut sebagai area Perbukitan Jiwo, dan area disebelah Selatan Kampus Bayat yang merupakan wilayah Pegunungan Selatan yang merupakan perbukitan terisolir diantara dataran aluvial. Perbukitan Jiwo dibagi menjadi perbukitan Jiwo Barat dan Jiwo Timur yang dipisahkan oleh Kali Dengkeng Pegunungan Jiwo secara geomorfik dibagi menjadi dua satuan yaitu : II.1.1 Satuan Geomorfik Dataran Aluvial Dataran ini termasuk daerah yang sangat luas, terl etak pada sekitar Perbukitan Jiwo Barat sampai Jiwo Timur. Terdiri dari kerakal yang berbentuk dari hasil endapan fluvio-vulkasik dan endapan rawa, selain kerakal terdiri juga dari pasir dan batulempung hitam. II.1.2 Satuan Geomorfik Perbukitan Terdiri dari Perbukitan Jiwo Timur dan Perbukitan Jiwo Barat yang terpusah oleh Kali Dengkeng yang memiliki pola bukit yang memanjang Barat – Timur. Pegunungan Jiwo Barat teridiri dari Gunung Kampak, Gunung Sari, Gunung Budo, Gunung Tugu, Gunung Kebo, Gunung Cakeran, dan Gunung J abalkat, sedangkan Jiwo Timur terdiri dari Gunung Konang, Gunung Semengu, Gunung Pendul, Gunung Temas, Gunung Jeto, dan Gunung Lanang. II.2 Stratigrafi Regional Stratigrafi darah Pegunungan dapat dinyatakan dalam dua macam, yang pertama adalah stratigrafi bagian bayat yang berpatukan pada hasil penelitian Bothe(1929). Pada bagian Timur yang terletak disebelah Selatan dan Tenggara depresi Wonogiri-Baturetmo. Sentono(1958).
Stratigrafi Pegunungan Selatan bagian Barat dari Tua – Muda : II.2.1 Formasi Kebo-Butak Secara umum terdiri dari konglomerat batu pasir dan batu lempung yang menunjukan kenampakan pengendapan arus turbid atau pengendapan gaya berat. Pada bagian atas formasi ini disebut Anggota Butak yang tersusun karena batu pasir konglomerat yang bergradasi menjadi lempung. II.2.2 Formasi Semilir Secara umum formasi ini tersusun oleh batu pasir dan batu lanau yang ringan. Formasi ini menunjukan bahwa pengendapannya berlangsung secara cepat. Formasi ini terdapat diatas Anggota dari Formasi Kebo-Butak. II.2.3 Formasi Nglanggeran Penyusun utama berupa breksi dengan penyusun material vulkanik, Van Gorsel(1987) menganggap bahwa pengendapan Ngllanggran ini dapat diibaratkan sebagai proses runtuhnya gunungapi yang berada di lingkungan laut. II.2.4 Formasi Sambipitu Formasi ini terdapat diatas Formasi Nglanggran. Tersusun oleh batupasir yang berubah menjadi batu lanau atau batu lempung. II.2.5 Formasi Oyo-Wonosari Formasi ini terdapat diatas Formasi Sambipitu, terdiri dari batu gamping dan napal. Batu gamping kelompok ini disebut sebagai Anggota Oyo dari Formasi Wonosari (Bothe, 1929). II.2.6 Endapan Kuarter Terdapat suatu kelompok sedimen yang sudah agak emngeras sehingga masik lepas. Karena kelompok sedimen ini terletak diatas bidang erosi serta proses pembentukannya masih berlanjut hingga sekarang maka disebut sedimen kuarter. II.3 Struktur Geologi Regional Bagian Selatan Bayat, terdapat dataran rendah yang berarah memanjang Barat – Timur, sejajar dengan Pegunungan Selatan. Dataran Bukit ini terpotong oleh sesar dan singkapan-singkapan batuan metamorf dan tergeser ke Timur Laut daerah Padesan, Gunung Semangu dan berbelok ke Utara hingga darah Jokotuo.
Pada bagian Utara Dari Jiwo Barat tersingkap batugamping yang menumpang secara tidak selaras diatas batuan yang lebih tua dibagian Tenggara Gunung Kampak dan Gunung Jeto batugamping ini berada diatas batuan metamorf, sedangkan di Gunung Temas berada diatas batuan beku. Pada bagian Selatan Gunng Temas ditemukan kontak antara batuan beku dengan batugamping. Batuan beku sudah sangan lapuk dan memiliki tanda-tanda retakan yang banyak diisi oleh oksidasi besi dan kalsit, sebagian dari karbonatnya mengisi celah akibat retakan membentuk urat kalsit.
BAB III DATA PENGAMATAN
III.1 STA 1 LP 1 III.1.1 Lokasi Pengamatan Lokasi pengamatan berada di kawasan Lava Bantal, Kali Tirto, Berbah, Sleman, DIY. Pada lokasi ini memiliki titik koordinat 440442; 9136870. III.1.2 Morfologi Morfologi berupa singkapan yang berada di tepi sungai perenial dengan lebar 1-2m, yang memiliki perpanjangan sungai yang mengalir dari Barat Laut – Tenggara. Memiliki batas-batas sebagai berikut : U = Lava Bantal
S = Lava Bantal
B = Bukit
T = Dataran Landai
III.1.3 Litologi Singkapan merupakan batuan beku berwarna abu-abu kehitaman, dengan kondisi lapuk. Deskripsi Batuan
Batuan berwarna abu-abu, tekstur berdasarkan ukuran kristal
View more...
Comments