IMPACT OF COAL ANALYSIS.docx
December 27, 2018 | Author: Asih Tri Marini | Category: N/A
Short Description
Download IMPACT OF COAL ANALYSIS.docx...
Description
UNIVERSITA UNIVERSI TAS S PERTAHANAN PERTAHANAN
TUGAS KELOMPOK DISKUSI Mata Kuliah Energi dan Lingkungan “Da!ak PLTU "atu#ara Terhada! Lingkungan$
Angg%ta '( +( 1( .( 2( -(
&
Anggun Andre)ani Anni0a Dea0) Ratna0ari A0ih Tri Marini Indah Purnaa Sari Sugiant% Mir3a Lahar0)a Suarga Siti K%ir%ah
*'+,'-,+,.,,+/ *'+,'-,+,.,,1/ *'+,'-,+,.,,./ *'+,'-,+,.,'+/ *'+,'-,+,.,'2/ *'+,'-,+,.,+'/
D%0en Penga!u Penga!u & Dr( Ir( Ir( Rud) Lak0%n% Lak0%n% 4(5 4(5 M(T(
6AKULTAS MANA7EMEN PERTAHANAN PROGRAM STUDI KETAHANAN ENERGI "OGOR 6E"RUARI +,'8 "A" I PENDAHULUAN
Energi listrik saat ini merupakan kebutuhan primer yang vital untuk pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial. Ketersediaan tenaga listrik yang mencukupi, aman, handal dengan harga yang terjangkau, dan dapat memperhitungkan dampak lingkungan merupakan faktor penting dalam rangka menggerakkan perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Salah satu pembangkit yang dipilih adalah PLT dengan bahan bakar batubara, dikarenakan faktor sumber daya alam berupa batubara tersedia cukup besar di !ndonesia sehingga masih dapat mencukupi kebutuhan nasional. Pembangkit listrik tenaga uap saat ini merupakan pilihan pemerintah dalam menanggulangi masalah krisis listrik. Kegiatan eksplorasi batubara di !ndonesia semakin meningkat, diakibatkan karena semakin meningkatnya kebutuhan batubara dimana kebutuhan manusia di sektor tenaga listrik akan mengalami kenaikan sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan perekonomian. Saat ini terdapat puluhan Pembangkit Listrik Tenaga ap "PLT# $atubara yang tersebar dan beroperasi di !ndonesia yang melepaskan jutaan ton polusi setiap tahunnya. Permasalahan utama dalam pemanfaatan batubara adalah gas buang hasil pembakaran yang menghasilkan polutan seperti S% &, '%&, dan abu terbang " fly ash#. Pembakaran batubara adalah sumber terbesar emisi gas ()( " green house gas#, yang memicu terjadinya perubahan iklim. $atubara yang dibakar di Pembangkit Listrik Tenaga ap "PLT# menghasilkan sejumlah polutan, seperti '%* dan S% +, dan polutan tersebut menjadi kontributor utama dalam pembentukan hujan asam dan polusi. i sisi lain, polutan tersebut juga berdampak dan sangat membahayakan kesehatan akibat partikel halus dari emisi udara tersebut, karena PLT $atubara menghasilkan bahan kimia berbahaya dan mematikan, seperti merkuri dan arsen. $uruknya pengelolaan kekayaan alam yang dikonversi menjadi energi di !ndonesia telah memberikan banyak sekali dampak buruk daripada efek positifnya. $ahkan, desain untuk PLT pun umumnya belum dirancang secara maksimal untuk mencegah radiasi lingkungan dan manajemen PLT juga belum dirancang untuk mengelola masalah limbah. %leh karena itu, perlu adanya analisa mengenai dampak dari PLT batubara terhadap lingkungan, yang ditinajau dengan pendekatan eksplisit dan implisit, beserta solusi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi dampak tersebut.
"A" II RUANG LINGKUP "AHASAN
+(' Pr%0e0 Ker9a PLTU
Pembangkit Listrik Tenaga ap "PLT# merupakan pembangkit listrik tenaga thermal yang mengkonversi energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik. PLT banyak digunakan karena efisiensinya tinggi sehingga menghasilkan energi listrik yang ekonomis. Saat ini -/ kebutuhan listrik dunia bergantung pada PLT batubara. Secara sederhana, uap yang dihasilkan oleh pembakaran batubara memutar mesin turbin untuk menghasilkan listrik. Kegiatan hulu sampai hilir sektor batubara telah banyak menghasilkan emisi dan limbah dalam proses produksi dan pemanfaatannya, yang ditunjukkan pada (ambar 0. berikut 1
Ga#ar '( Alur Hulu:Hilir "atu#ara
$atu bara yang dipakai secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu batu bara berkualitas tinggi dan batu bara berkualitas rendah. $ila batu bara yang dipakai kualitasnya baik maka akan sedikit sekali menghasilkan unsur berbahaya, sehingga tidak begitu mencemari lingkungan. Sedang bila batu bara yang dipakai mutunya rendah maka akan banyak menghasilkan unsur berbahaya seperti Sulfur, 'itrogen dan Sodium.
Proses konversi energi pada PLT berlangsung melalui + tahapan, yaitu 1
0.
Energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi.
&. +.
Energi panas "uap# diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Energi mekanik diubah menjadi energi listrik.
Ga#ar +( Prin0i! Ker9a PLTU "atu#ara
Proses kerja PLT batubara dalam mengkonversi energi secara sederhana, yaitu sebagai berikut 1 0.
Pr%0e0 engha0ilkan ua! Tangki boiler diisi dengan air atau cairan lainnya. Kemudian dilakukan proses pemanasan
dengan energi primer yang dipilih, yaitu batubara. Pemanasan dilakukan untuk menghasilkan uap yang diinginkan. Pr%0e0 k%n;er0i energi !ana0 en9adi energi ekanik &. ap hasil dari proses produksi uap, dengan tekanan dan temperatur tertentu dialirkan ke turbin. ap terus dialirkan sehingga mampu menggerakkan turbin. isinilah terjadi proses konversi menjadi energi mekanik. Pr%0e0 k%n;er0i ekanik en9adi energi li0trik +. 2s turbin dihubungkan langsung dengan as generator berputar. i dalam generator, perputaran medan magnet dalam kumparan dapat menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan ke terminal output generator. Pr%0e0 k%nden0a0i 3. ap bekas penggerak turbin masuk ke pendingin atau kondensor untuk menghasilkan air yang disebut air kondensat. Pendinginan dapat menggunakan air dingin yang didapat dari air laut, air danau, atau 4aduk. ibutuhkan air dalam jumlah besar agar proses pendinginan dapat terjadi secara efektif. 2ir kondesat ini kemudian digunakan lagi untuk mengisi boiler. Setelah proses ke53 selesai, maka proses nya kembali lagi ke tahap 0. $egitulah siklus PLT yang terus terjadi secara berulang.
"A" III DAMPAK PLTU "ATU"ARA
!ndonesia hanya memiliki +/ cadangan $atubara dunia. 'amun, eksplorasi $atubara terus menerus dilakukan. Saat ini !ndonesia merupakan negara nomor satu pengekspor $atubara di dunia, melampaui 2ustralia. 6eskipun !ndonesia sebagai negara pengekspor $atubara terbesar di dunia, nyatanya masih terdapat sekitar &/ masyarakat !ndonesia belum mendapatkan akses listrik dari negara. 6ereka adalah rakyat !ndonesia yang tinggal di pedalaman, tempat5tempat terpencil dan ratusan pulau5pulau kecil di pelosok nusantara. 6eskipun pertumbuhannya sangat pesat, ternyata industri $atubara hanya menyumbang 3/ dari produk omestik $ruto "P$# !ndonesia. ata ini mematahkan argumen pemerintah, bah4a industri $atubara merupakan salah satu penyokong perekonomian !ndonesia. engan fakta5fakta yang kurang menguntungkan tersebut pengembangan batubara terutama sebagai PLT ternyata lebih banyak memberikan dampak negatif, antara lain1
'
Hu9an A0a )ujan asam terutama terjadi diakibatkan karena tingginya gas sulphur oksida dan
nitrogen oksida. (as S%* dan '%* akan bereaksi dengan uap air yang terdapat dalam atmosfer dan mengalami oksidasi. %ksidasi gas S%* akan menghasilkan ) &S, )S%+5 dan )&S%3 yang bersifat asam kuat, sedangkan oksidasi gas '%* akan menghasilkan asam nitrat ")'%+#. Pengaruh hujan asam adalah asidifikasi "pengasaman# yang mengakibatkan 1 Terganggunya kesetimbangan ion pada banyak organisme akuatik, sehingga akan menyebabkan kematian organisme akuatik7 6eningkatkan kadar logam, karena pengasaman akan melarutkan banyak logam di perairan, misalnya merkuri dan aluminium7
6enjadikan terganggunya siklus nutrient 7
6engganggu proses
dekomposisi, karena akan mengubah komposisi mikroba 7 6engakibatkan penurunan alga yang hidup di perairan7 merusak bangunan karena mengakibatkan pengkaratan, dan lain5lain.
+
Green House Effect 8%& yang dihasilkan dari PLT dapat menyebabkan efek rumah kaca, karena
kumpulan gas tersebut akan menyelubungi permukaan bumi. %leh karena itu, cahaya matahari yang masuk ke bumi tidak dapat lagi dipantulkan ke angkasa, sebab terperangkap di dalam bumi.
1
Pen orang menderita penyakit yang terkait dengan pernafasan, meningkat sekitar ;/ dari tahun sebelumnya. ata kesehatan dari Puskesmas Kecamatan $engalon, Kabupaten Sangatta, lokasi dimana perusahaan tambang terbesar di 2sia Tenggara
beroperasi, PT. Kaltim Prima 8oal, juga menunjukkan kondisi serupa. Penyakit5penyakit yang terkait dengan pernapasan yang diduga akibat dampak dari pertambangan batubara, seperti !SP2, asma, bronchitis dan radang paru5paru akibat debu batubara. Sejak tahun 0;
View more...
Comments