Iklan Audio Dan Audio Visual

December 27, 2017 | Author: Ilham Pebry Pratama | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Penjelasan mengenai Iklan Audio dan Audio Visual. Naskah Audio....

Description

KOMUNIKASI AUDIO DAN AUDIO VISUAL Disampaikan kepada Mata Kuliah Penulisan Naskah Komunikasi I

Disusun oleh: RIKA HANIFA AHMAD THOHA

ANGGA PRATAMA KUSUMAH

Program Studi S-1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS GUNADARMA Jl. Akses UI Kelapa Dua, Cimanggis Depok 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Banyak kebutuhan manusia yang menjadi sasaran dari kalangan media massa. Dimulai dari

kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Semua kebutuhan tersebut dapat diangkat oleh orang-orang media sebagai sasaran dari apa yang akan menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi masyarakat mupun media massa. Salah satu bentuk pemenuhan atau kepuasan yang menjadi cara media untuk khalayak yaitu Iklan. Iklan menjadi salah satu sasaran tepat untuk mempromosikan suatu kebutuhan yang bernilai barang maupun jasa. Iklan mempermudah banyak orang untuk mengetahui berbagai layanan juga produk yang ditawarkan dari berbagai perusahaan niaga maupun non-niaga. Dengan berbagai macam jenis iklan yang umumnya khalayak telah ketahui seperti iklan di TV, koran, majalah, radio, internet, dan lainnya membuat komunikasi antara perusahaan dan khalayak umum lebih terarah. 2.

Tujuan Penulisan Sebagai mana yang telah diuraikan sebelumnya, berdasarkan latar belakang maka tujuan penulisan

makalah ini adalah untum menjelaskan dan menginformasikan kepada pembaca mengenai iklan khususnya iklan audio dan audio visual. 3.

Manfaat Makalah Memahami dan mengetahui tentang karakteristik iklan audio dan audio vidual. Memberikan

informasi kepada pembaca tentang kekuatan dan kelemahan beriklan di radio dan televisi, tentang format iklan audio dan audio visual.

BAB II IKLAN 1.

Iklan Definisi iklan menurut AMA (American Marketing Association) adalah : any pain form of non

personal presentation and promotion of ideas, good or services by an identified sponsor (dikutip dari Khasali, 1995), yaitu segala bentuk dari komunikasi dan promosi non-personal, seperti ide, barang, dan jasa yang dibayarkan oleh sponsor yang teridentifikasi. Sedangkan menurut Masyarakat Periklanan Indonesia, iklan didefinisikan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh

masyarakat (Khasali, 1995). Kehadiran iklan tidak hanya diperlukan oleh perusahaan semata-mata, tetapi juga oleh masyarakat luas. Artinya dengan adanya iklan maka masyarakat jadi tahu akan kelebihan dan keuntungan yang akan diperoleh daripada barang atau jasa yang dianjurkan tersebut. Kemudian dengan adanya iklan pula, masyarakat jadi mudah mencari dimana tempat untuk mendapatkan barang atau jasa, sesuai dengan yang diinginkannya. Mengenai pengertian iklan sendiri, banyak para ahli yang telah menyumbangkan pemikiran, seperti C.H. Sandage dalam bukunya Advertising Theory and Practice yang mengatakan, bahwa iklan adalah: “The

dissemination of information, concerning idea, service of product to compel action in

accordiance with the intent of the advertiser” (Iklan adalah penyebaran informasi berupa ide, pelayanan atau produk untuk menimbulkan kegiatan sesuai dengan yang diinginkan oleh pemasang iklan).

2.

Fungsi Iklan Menurut Alo Liliweri (1998) yang dikutip dari beberapa sumber seperti Wright (1978), S.W. Dunn

(1978) dan Bover (1976) dapat dijelaskan sebagai berikut: 2.1 Fungsi Pemasaran Adalah fungsi untuk menjual informasi tentang barang, jasa maupun gagasan melalui media sebagai upaya: a.

Mengidentifikasi produk dan menjelaskan perbedaannya dengan produk lain.

b.

Menganjurkan penggunaan produk baru secara bertahan.

c.

Menunjang penyebaran untuk peningkatan penggunaan produk.

d.

Membangun rasa cinta dan dekat pada produk untuk mengikat konsumen dalam jangka waktu yang lama.

2.2 Fungsi Komunikasi Adalah upaya penerangan dan informasi tentang produk, memberi pesan yang berbau pendidikan, menciptakan pesan yang bersifat menghibur dan mempengaruhi khalayak untuk dan selalu membeli dan memakai produk secara bertahap. 2.3 Fungsi Pendidikan Melalui iklan orang dapat belajar sesuatu dari yang dibacanya, ditonton maupun didengar. Khalayak dapat menkonsumsi produk yang sesuai untuk merek dan merek dapat memperbaiki gaya hidup menjadi lebih baik.

2.4 Fungsi Ekonomi Keuntungan ekonomis yang diperoleh khalayak melalui iklan adalah mereka lebih mudah mengakses produk yang dibutuhkan yang bisa menjadi khalayak efisien dari segi biaya. 2.5 Fungsi Sosial Dalam fungsi sosial iklan membantu menggerakkan prilaku khalayak untuk lebih baik. 3.

Elemen-elemen Iklan Untuk mengetahui apakah iklan suatu produk sesuai dengan keinginan atau dapat menarik perhatian masyarakat maka diperlakukan elemen-elemen iklan sebagai berikut:

3.1 Elemen heard words Kata-kata yang terdengar dalam iklan yang dapat membuat audiens semakin mengerti akan maksud pesan iklan yang disampaikan. 3.2 Elemen music Musik yang terdapat dalam tayangan iklan termasuk iringan musik maupun lagu yang ditampilkan. 3.3 Elemen seen words Kata-kata yang terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi benak pemirsa. 3.4 Elemen picture Maksudnya adalah gambar atau tayangan iklan meliputi obyek yang digunakan, figur yang digunakan, adegan yang ditampilkan. 3.5 Elemen colour Komposisi atau keserasian warna gambar serta pengaturan cahaya yang terdapat dalam tampilan tayangan iklan. 3.6 Elemen movement Gerakan yang ada terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi emosi seseorang untuk larut di dalamnya meliputi fragmen cerita dari adegan yang ditampilkan. 4.

Jenis-jenis Iklan

4.1 Iklan Tanggung Jawab Sosial Adalah iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan-pesan yang bersifat informatif, penerangan, dan pendidikan agar membentuk sikap warga masyarakat sehingga mereka bertanggung jawab terhadap masalah sosial juga kemasyarakatan tertentu. Tanggung jawab ini merupakan bagian dari kewajiban masyarakat secara moral maupun material yang ditunjukkannya dalam aktivitas sosial. 4.2 Iklan bantahan

Iklan ini diajukan melalui media massa untuk membantah dan memperbaiki citra suatu produk, yang namanya sudah tercemar di kalangan masyarakat akibat suatu informasi yang tidak benar. Perusahaan yang memproduksi produk itu dapat mengajukan iklan melalui kuasa hukum/pengacara untuk membantah ketidakbenaran informasi tersebut. 4.3 Iklan Pembelaan Iklan ini mirip sebenarnya dengan iklan bantahan, namun iklan pembelaan merupakan iklan yang diajukan untuk membela kebenaran suatu barang, jasa, ide atau gagasan tertentu dari pengajuan atau klain dari pihak yang lain terhadap suatu produk tertentu, terutama seklai pembelaan ini terhadap hak paten. 4.4 Iklan Perbaikan Iklan perbaikan adalah iklan yang memperbaiki pesan-pesan tentang suatu produk tertentu yang terlanjur salah dan disebarluaskan melalui media massa. Jenis iklan seperti ini terlihat misalnya dalam iklan untuk memperbaiki isi iklan yang sama tentang suatu produk pada edisi terbitnya suatu media beberapa waktu sebelumnya. 4.5 Iklan Keluarga Iklan keluarga adalah iklan yang pesan-pesannya merupakan pemberitahuan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga/khalayak lainnya. Sementara itu Bovee membuat pembagian iklan yang lebih spesifik, yaitu: a.

Iklan berdasarkan khalayak sasaran psikologis Berdasarkan khalayak sasarannya, iklan dapat dibagi atas iklan untuk konsumen dan iklan untuk bisnis.

b.

Iklan berdasarkan khalayak sasaran geografis Jenis iklan ini diarahkan untuk menjangkau khalayak dalam suatu wilayah tertentu. Berdasarkan itu, iklan dibagi atas iklan internasional, iklan nasional, iklan regional dan iklan lokal.

c.

Iklan berdasarkan penggunaan media Penyebarluasan iklan harus melalui media yang dipilih secara khas sesuai dengan keputusan pengiklannya. Pilihan terhadap media yang digunakan sebagai penyebar iklan dapat dilakukan melalui media cetak dan media elektronik.

d.

Iklan berdasarkan fungsi dan tujuan tertentu Setiap iklan mempunyai tujuan tertentu pula. Jenis iklan ini dibagi atas iklan tentang produk-produk, iklan komersial bukan komersial, serta iklan berdampak langsung dan tidak langsung. 5.

Pembagian-pembagian Iklan Secara Khusus

5.1 Iklan Cetak

Media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan-pedan visual. Media ini terdiri dari lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih. Media cetak merupakan dokumen atas segala dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya. Dalam pengertian ini, media cetak yang dipakai untuk memasang iklan adalah surat kabar dan majalah. Dalam media ini dikenal jenis iklan baris, iklan display, dan iklan advetorial. Iklan baris adalah iklan yang pertama kali dikenal masyarakat. Umumnya hanya terdiri dari iklan lowongan pekerjaan; iklan penjualan rumah, mobil bekas, tanah, handphone; dan penawaran jasa tertentu. Iklan ini ukurannya kecil dan banyak mengandung singkatan tertentu. Iklan display merupakan iklan yang paling dominan pada surat kabar maupun majalah. Ukurannya sangat bervariasi, biasanya minimal dua kolom, hingga maksimal satu halaman. Iklan advertorial adalah iklan yang ditulis dengan gaya editorial. Isi pesan dan gaya penulisannya lebih serius. Dan selanjutnya akan dibahas secara rinci tentang iklan radio dan iklan televisi.

BAB III IKLAN AUDIO 1.

Iklan Radio (Iklan Audio) Radio merupakan media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu. Di Indonesia yang wilayahnya sangat luas, radio telah menjawab kebutuhan untuk meyakinkan komunikasi yang dapat memacu perubahan masyarakat. Berbeda dengan media cetak, radio merupakan media auditif yang bersifat atraktif. Apa yang dilakukan radio ialah memperdengarkan suara manusia untuk mengutarakan sesuatu. Karena radio memiliki karakteristik khusus, maka copywriting yang disiapkan harus memperhatikan karakteristik tersebut.

2.

Karakteristik Radio 2.1 Radio adalah suara Suara merupakan modal utama terpaan radio ke khalayak dan stimulasi yang dikoneksikan kepadanya oleh khalayak. Secara psikologi suara adalah sensasi yang terpersepsikan ke dalam kemasan auditif. Suara dalam sebuah radio adalah suatu kombinasi tekanan emosional, perseptual, dan fisikal yang timbul dan berasal dari suatu suara yang termediasi oleh teknologi yang kemudian menimbulkan formasi imajinasi visual tertentu di benak pendengar.

2.2 Radio is Everywhere Menurut John Vivian, sinyal yang dikirim melalui medium radio mampu menembus batas-batas negara dan teritori pulau. Sebagai medium komunikasi yang makin diperlukan oleh masyarakat yang aktif bekerja, radio memiliki tiga kekuatan. Pertama, mobilitas tinggi: radio bisa “membawa pendengarnya ke mana-mana” sambil tetap sibuk bekerja di suatu lokasi. Kedua, realitas: radio menggiring pendengar ke dalam kenyataan dengan suara-suara aktual dan bunyi dari fakta yang terekam dan disiarkan. Ketiga, kesegaran: radio menyajikan informasi dan petunjuk yang dibutuhkan pendengar secara cepat, bahkan secara langsung pada saat kejadian. Pendengar bisa berinteraksi dengan penyiar secara mudah melalui fasilitas telepon. 3.

Kekuatan dan Kelemahan Iklan di Radio 3.1 Kekuatan Iklan di Media Radio: 1)

Radio bersifat Audience Selectivity, artinya radio mempunyai pendengar yang spesifik (pengiklan dapat memilih radio yang programnya cocok dengan pesan iklan yang akan disampaikan).

2)

Radio merupakan media intrusif, artinya iklan dapat hadir di tengah siaran tanpa mengakibatkan orang beralih ke siaran lain/ hal ini menyebabkan radio memiliki efektivitas untuk menyela perhatian pendengar dan menciptakan minat.

3)

Biaya produksi iklan radio rendah dibandingkan iklan di media lain.

4)

Radio merupakan media yang fleksibel dibandingkan media cetak karena dapat dinikmati sambil melakukan kegiatan lain.

5)

Radio merupakan media yang tidak musiman.

6)

Radio menawarkan peluang kreatif yang unik bagi pembuat iklan karena tidak menyajikan gambar. Radio bermain dalam theater of the mind.

7)

Radio bersifat mobile, artinya dapat dibawa dengan mudah.

8)

Radio memiliki jangkauan yang baik di kalangan pedesaan yang umumnya tidak dapat dijangkau oleh kabar.

3.2 Kelemahan Iklan di Media Radio: 1)

Radio tidak dapat mendemonstrasikan produk yang diiklankan.

2)

Radio menyiarkan hanya sekelebat dan sekali dengar.

3)

Radio bersifat terbagi (dalam satu wilayah terdapat banyak stasiun radio) sehingga pengiklan mengalami ketumpangtindihan dalam menjangkau pasar.

4)

Pengiklan sulit memperoleh bukti bahwa stasiun radio telah menyiarkan iklan sesuai pesanan.

4.

Prinsip Penulisan Iklan di Radio 4.1 Menulis untuk berbicara, bukan untuk dibaca atau ditatap. Elemen radio adalah suara bukan teks. Dengan demikian, estetika yang dibuat adalah untuk indra pendengaran bukan indra penglihatan. "Sampo cocok untuk seluruh keluarga" bukan "Shampo X adalah sampo yang cocok digunakan oleh seluruh keluarga". Diksi yang digunakan adalah kata dan kalimat yang mudah dimengerti, yaitu akrab dalam percakapan sehari-hari. "Saya Titik Puspa", bukan "Saya adalah Titik Puspa". Kata "adalah" merupakan konsumsi media cetak sehingga harus dihilangkan. bahasa lebih dipentingkan dari pada tata bahasa. 4.2 Menulis sebagai bentuk komunikasi langsung. Copywriting yang dihasilkan juga bersifat langsung kepada target audience, yaitu pendengar radio. Tidak ada istilah pihak ketiga atau pihak keempat yang harus dituju. 4.3 Menulis dalam kerangka kreatif dari individu ke individu. Komunikasi siaran radio adalah hubungan antarpribadi. Citra yang dihidupkan adalah medium komunikasi personal. Sehingga copywriting yang diciptakan harus mencapai keakraban komunikasi personal, dengan cara: 1.

menghindari menulis dengan berpidato, kecuali jika memang konsep kreatifnya demikian.

2.

bunyi tulisan harus membentuk suasana informal.

3.

bunyi tulisan harus membentuk suasana informal

4.

copywriting harus komunikatif, to the point. Satu ide, satu kalimat, serta ringkas dan padat.

4.4 Menulis dengan prinsip sekali ucap, langsung dimengerti. Karena syarat mutlak naskah radio adalah Clarity has Top Priority (kejelasan adalah prioritas utama). Kalimat yang panjang harus dibuat menjadi pendek dan sederhana. 4.5 Menulis dengan kesadaran bahwa hasil karyanya akan diwujudkan dalam bentuk suara. Kata dan gayanya berperan sebagai jembatan komunikasi sehingga peran penjualan dapat tersalurkan dengan baik, dengan demikian, maka: a.

kata-kata yang digunakan harus bermakna kongkrit

b.

jangan menggunakan kata-kata abstrak yang hanya berkutat di alam pikiran kreatif si copywriter sendiri

5.

Format Iklan Audio / Iklan Radio Script iklan radio bentuknya seperti menulis naskah sandiwara atau screenplay. Script ditulis dengan bahasa lisan atau percakapan. Jadi tidak terlalu gramatikal, kecuali untuk lucu-lucuan. Dalam hal ini, bahasa lebih penting dari pada tata bahasa. Tentu saja dengan siapa kita berbicara atau siapa target audiens kita, jangan pernah dilupakan. Berbeda dengan iklan media cetak, iklan di radio mempunyai bahasa, batasan waktu, dan peristilahan yang khusus. Script iklan radio menggunakan kode tertentu yg diketahui secara umum oleh kalangan periklanan. Waktu untuk iklan radio dibatasi oleh durasi, dan dihitung berdasarkan detik.

6.

Peralatan Iklan yang Dipakai Dalam Amunisi Iklan Radio Jika iklan media cetak, selain bahasa amunisi sangat ditentukan oleh layout, jenis font, dan juga warna; untuk iklan radio amunisi yang dipakai adalah: a.

Suara Manusia

b.

Musik

c.

Jingle

d.

Sound effect, efek suara , biasanya ditulis SFX

Dalam beberapa iklan radio amunisi yang dipakai dari awal hingga akhir adalah musik dan jingle dengan suara manusia yang menyanyikan sebuah lagu mengiringi jingle tersebut. Iklan tersebut menarik untuk didengar dan pendengar memahami pesan yang disampaikan.

BAB IV IKLAN AUDIO VISUAL 1.

Iklan Audio Visual / Iklan Televisi Sejarah periklanan televisi dimulai pada tahun 1947 berupa iklan sponsorship. Adanya iklan televisi memperbaiki keterbatasan penyiaran radio dan kebekuan karakter iklan cetak. Selain itu, iklan televisi menjadikan jangkauan penyiaran lebih luas dan membuat karakter menjadi hidup. Stasiun televisi CBS mulai menayangkan iklan televisi pada bulan Juni 1948 berupa iklan sponsorship dari Lincoln-Mercury pada acara The Ed Sullivan Show, yang menjadi salah satu acara dengan jam tayang paling panjang dan serial yang paling sukses. Televisi adalah salah satu media yang biasa digunakan untuk pemasangan iklan. Definisi iklan

televisi menurut Dirksen dan Kruger (1972) adalah penjualan yang disiarkan oleh pengiklan pada program yang telah disponsori atau selama break pada saat acara sedang berlangsung. Menurut Ries dan Trout (1987), televisi adalah medium yang bisa menimbulkan kecanduan dan jumlah komunikasi yang disampaikan melalui televisi sangat mengagumkan. Televisi sebagai medium iklan memiliki kekuatan karena mengagumkan motion dan dramatic imagery. Dalam artikel Journal of Advertising, dikatakan bahwa iklan televisi lebih mampu menciptakan sikap positif terhadap produk dibandingkan dengan iklan cetak (Moriarty, 1986). Menurut Wells, Burnett, and Moriarty (2000), komponen-komponen televisi yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk iklan televisi adalah: a.

Elemen video Elemen video dri iklan televisi adalah apa yang bisa dilihat pada layar televisi. Bagian visual yang disampaikan melalui video umumnya mendominasi iklan televisi. Elemen visual ini mampu menarik perhatian konsumen sekaligus menyampaikan ide, dan image.

b.

Elemen audio Elemen audio televisi terdiri dari musik, narasi, dan efek suara, atau kombinasi dari keseluruhan elemen tersebut. Penggunaan ketiga elemen tersebut berbeda karena harus dihubungkan dengan bagian visualnya.

2.

Karakteristik Televisi 2.1 Bersifat Tidak Langsung Televisi adalah satu jenis dan bentuk media massa yang paling danggih dilihat dari sisi teknologi yang digunakan, dan paling mahal dilihat dari segi investasi yang ditanamkan. Televisi sangat bergantung pada kekuatan peralatan elektronik yang sangat rumit. Inilah yang disebut media teknis. Sebagai contoh, tanpa listrik, siaran televisi tak mungkin bisa diudarakan dan diterima pemirsa di mana pun. Investasi yang harus ddikeluarkan untuk mendirikan erbuah stasiun televisi komersial, yang dikelola secara professional dengan lingkup nasional, mencapai ratusan miliar rupiah. Sifat padat teknologi dan padat modal inilah yang menyebabkan televisi sangat kompromistik dengan kepentingan pemilik modal serta nilai-nilai komersial arus kapitalisme global. Salah satu eksesnya, bahasa televisi tidak jarang tampil vulgat. Sarat dengan dimrnsi kekerasan dan sadism, atau bahkan terjebak dalam eksploitasi seks secara vulgar. Kecaman demi kecaman pun terus mengalir dari public yang peduli masa depan bangsa.

2.3 Bersifat Satu Arah Siaran televisi bersifat satu arah. Kita sebagai pemirsa hanya bisa menerima berbagai program acara yang sudah dipersiapkan oleh pihgak pengelola televisi. Kita tidak bisa menyela, melakukan interupsi saat itu agar suatu acara disiarkan atau tidak disiarkan. Menurut teori komunikasi massa, kita sebagai khalayak televisi bersifat aktif dan selektif. Jadi meskipun siaran televisi bersifat satu arah, tidak berarti kita pun menjadi pasif. Kita aktif mencari acara yang kiya inginkan. Kita selektif untuk tidak menonton semua acara yang ditayangkan. Tetapi kehadiran alat ini pun, tidak serta-merta mengurangi tingkat kecemasan masyarakat, terutama kalangan pendidik, budayawan, dan agamawan. 2.4 Bersifat Terbuka Televisi ditujukan kepada masyarakat secara terbuka ke berbagai tempat yang dapat dijangkau oleh daya pancar siarannya. Artinya, ketika siaran televisi mengudara, tidak ada lagi apa yang disebut pembatasan letak geografis, usia biologis, dan bahkan tingkatan akademis khalayak. Siapa pun dapat mengakses siaran televisi. Di sini khalayak televisi bersifat anonym dan heterogen. Karena bersifat terbuka, upaya yang dapat dilakukan para pengelola televisi untuk mengurangi ekses yang timbul adalah mengatur jam tayang acara. 2.5 Publik Terseber Khalayak televisi tidak berada di suatu wilayah, tetapi terserbar di berbagai wilayah dalam lingkup local, regional, nasional, dan bahkan internasional. Kini, di Indonesia tumbuh subur stasiun televisi local yang siarannya hanya menjangkau suatu kota, atau paling luas beberapa kota dalam radius puluhan km saja dari pusat kota yang menjadi fokus wilayah siarannya itu. Di Bandung saja, terdapat tiga stasiun televisi lokal. Dalam perspektif komersial, publik tersebar sangat menguntunkan bagi para pemasang iklan. Untuk televisi komersial, iklan adalah darah dan urat nadi hidupnya. 2.6 Bersifat Selintas Pesan-pesan televisi hanya dapat dilihat dan didengar secara sepintas siarannya tidak dapat dilihat dan dedengar ulang oleh pemirsa kecuali dalam hal-hal khusus seperti pada adegan ulang sercara lambat, atau dengan alat khusus seperti perekam video cassette recorder (VCR). Sifatnya yang hanya dapat dilihat sepintas ini, sangat memengaruhi cara-cara penyampaian pesan. Selain harus menarik, bahasa pesan yang disampaikan televisi harus mudah dimengerti dan dicerna oleh khalayak pemirsa tanpa menimbulkan kebosanan (Wahyudi, 1986:3-4). Pesan dari produk dapat dikomunikasikan secara total, yaitu audio, visual, dan gerak. Hal ini mampu menciptakan kelenturan bagi pekerja kreatif untuk mengkombinasikan gerakan, kecantikan, suara,

warna, drama, humor, dan lain-lain. 3.

Kekuatan dan Kelemahan Iklan di Televisi Televisi sering disebut sebagai media beriklan yang ideal. Kemampuan televisi untuk mengkombinasikan gambar-gambar visual, suara, gerakan dan warna menyediakan kesempatan bagi pengiklan untuk mengembangkan daya tarik paling kreatif dan imajinatif dalam medium apapun. Namun demikian, televisi juga mempunyai beberapa batasan-batasan yang dapat menghambat atau bahkan mencegah penggunaannya oleh banyak pengiklan. Televisi mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan media lain, seperti misalnya (Belch, 2004): 1)

Kreativitas dan dampak yang ditimbulkan

2)

Jangkauan liputan dan efektivitas dari sisi biaya (cost effective)

3)

Menarik perhatian

4)

Selektif dan fleksibel

Walaupun dari sudut pandang kreatif televisi menyediakan kesempatan bereksplorasi yang tak terbatas, media ini juga memiliki batasan yang menghambat atau mencegah penggunaannya oleh banyak pengiklan, misalnya (Belch, 2004):

7.

1)

Biaya yang tinggi

2)

Kurang selektif

3)

Pesan yang cepat berlalu (sekilas)

4)

Tidak beraturan

5)

Perhatian pemirsa yang terbatas

6)

Ketidakpercayaan dan evaluasi yang negatif.

Format Iklan Audio Visual Rancangan untuk iklan di media ini, disamping memuat pesan iklan yang verbal untuk diperdengarkan, juga memuat visual (gambar) untuk diperlihatkan kepada pemirsa. Oleh karena itu, rancangan iklan televisi, memuat: a.

Script yang terdiri dari dua kolom. -

Satu kolom sebelah kiri dibuat untuk melukiskan rentetan adegan.

-

Kolom kiri ini disebut dengan judul visual atau video.

-

Kolom sebelah kanan dibuat untuk menjelaskan suara apa saja yang

-

harus atau akan terdengar pada saat visual ditampilkan.

-

Script ini merupakan panduan untuk membuat storyboard.

b.

Gambar Gambar yang ditampilkan produk yang ditawarkan, gambar orang, kartun, maupun adegan lain sesuai dengan jalannya cerita yang tertera dalam script. ancangan iklan televisi yang memuat script dan gambar inilah yang disebut dengan storyboard. Stor board ini merupakan panduan bagi film director atau sutradara pada saat shooting dilaksanakan. Gambar-gambar dalam storyboard menggambarkan lajur visual dalam script. Sedangkan teks (yang dalam storyboard biasanya ditulis di bawah atau disamping gambar) melukiskan kolom atau lajur audio/sound dalam script. Menulis script sebaiknya jangan terlalu rinci dalam hal teknik pengambilan gambar, agar tidak membatasi kebebasan sutradara atau kameraman dalam melakukan pengambilan gambar. Gambar-gambar yang ada pada storyboard hanyalah key frames (gambar utama dari serangkaian adegan) Dalam satu detik, film bergerak terdiri dari 24 -25 frame. Tidak mungkin strory board dibuat untuk memenuhi tuntutan tersebut. Jumlah 24-25 frame tersebut disebut kecepatan normal untuk mata manusia. Bila kurang dari jumlah tersebut, hasil filmnya akan menjadi film berkecepatan lamban (slow motion). Jika kebetulan copywriter memang menguasai bidang kamera, sebaiknya dibicarakan secara lisan dengan sutradara. Memang idealnya, seorang copywriter iklan televisi — mengenal atau mempelajari bagaimana membuat film. Dia harus tahu teknik dasar menggunakan kamera (termasuk istilah-istilahnya) agar mampu meningkatkan kreativitas dalam menciptakan film iklan. Kecuali itu, pengetahuan ini diperlukan agar nantinya ketika storyboard itu diproduksi, ia dapat mengerti penjelasan dari sutradara dan biasa berkomunikasi dengan kameraman di lapangan. Bahkan sampai hasil shooting itu diedit, ia mampu berdiskusi dengan editor film.

8.

Peralatan yang Dipakai dalam Amunisi Iklan Televisi a.

Tokoh, dapat terdiri dari bintang film, tokoh masyarakat, anak-anak, ataupun tokoh kartun yang mampu mendukung gambaran brand.

b.

Suara manusia atau voice biasanya disingkat VO.

c.

Suara manusia terdiri dari suara perempuan atau female voice yang disingkat FVO dan suara laki-laki male voice yang disingkat MVO

d.

Musik

e.

Lagu/jingle

f.

Sound effect (SFX)

g.

Visual effect

h.

Super (super imposed), yaitu huruf, tulisan, atau gambar grafis yang dimunculkan atau dicetak di atas gambar. Biasanya super menampilkan nama atau merk produk, nama perusahaan, slogan, dan lain-lain dengan maksud melengkapi atau memperjelas pesan.

i.

Warna Perhatikanlah iklan berikut. Semua peralatan untuk amunisi dipakai dalam iklan ini. Tokohnya pun terdiri dari manusia dan kartun. Untuk membuat iklan televisi terlebih dahulu orang-orang kreatif merancangnya dalam bentuk script dan storyboard. Setelah disetujui oleh pengiklan barulah rancangan iklan itu dibuat di production house.

9.

Teknik Visual Iklan Audio Visual Untuk iklan televisi, ada beberapa teknik visual yang dapat digunakan untuk membuat naskah iklan yang dramatis dan mempunyai kemampuan menjual yang kuat. Menurut Russel dan kawan-kawan, teknik-teknik itu adalah: a.

Spokeperson Suatu teknik dimana seseorang langsung berhadapan dengan kamera yang menampilkan pandangan atau pendapatnya tentang suatu produk kepada permisa televisi.

b.

Testimonial Teknik ini menggunakan artis untuk memberikan kesaksiannya setelah menggunakan suatu produk.

c.

Demonstrasi Periklanan yang memakai teknik ini menggambarkan dengan jelas bagaimana suatu produk bekerja, contohnya: iklan sabun cuci piring Mama Lemon versi rumah makan Padang.

d.

Closeup Teknik ini membuat gambar menjadi lebih hidup. Contohnya foto gambar makanan direstoran, menggambarkan kelezatan makanan di dalam foto tersebut. Sehingga terlihat lebih menyentuh dibandingkan dengan aslinya. Iklan mie instant di televisi banyak menggunakan strategi ini.

e.

Storyline Iklan yang menggunakan teknik ini dibuat dalam bentuk cerita-cerita yang pendek untuk menggambarkan merk yang diiklankan.

f.

Direct Product Comparison Teknik ini langsung membandingkan merek suatu produk dengan merek pesaingnya. Di Indonesia, teknik ini tidak bisa dibandingkan langsung antara dua merek yang sedang bertarung di pasaran. Biasanya, pemasar menyiasatinya dengan membuat perbandingan tidak langsung, seperti dengan menutup merek dari pesaing yang akan dibandingkan.

g.

Humor Banyak iklan yang menggunakan teknik humor, karena biasanya lebih diingat oleh konsumen.

h.

Story of Life Iklan dengan teknik ini menggambarkan penggalan kehidupan sehari-hari yang dimulai dengan adanya masalah, dan diakhiri dengan happy ending. Iklan-iklan jamu kesehatan banyak menggunakan teknik ini.

i.

Customer Interview Iklan dengan teknik ini berisi wawancara langsung dengan konsumen yang telah mengkonsumsi produk yang diiklankan. Biasanya konsumen akan menceritakan pengalaman dan pendapatnya tentang produk tersebut, contohnya: iklan permen Frozz.

j.

Vignettes dan Situation Dalam iklan dengan teknik ini digunakan seseorang yang sedang menikmati suatu produk diiringi dengan iringan musik, contoh: iklan Coca cola

k.

Animation Iklan yang menggunakan teknik animasi biasanya ditujukan kepada konsumen anak-anak, misalnya: iklan makanan ringan.

l.

Stop Motion Jika teknik storyline berisi sebuah cerita pendek; maka stop motion berisi rangkaian cerita bersambung.

m.

Rotoscope Teknik ini menggabungkan animasi dengan gambar nyata.

n.

Combination Merupakan gabungan dari teknik-teknik di atas.

BAB V

PENUTUP 1.

Kesimpulan Iklan audio Iklan yang dipasang melalui media radio. Iklan radio memiliki karakteristik yang khas

yaitu hanya dapat didengar melelui audio (suara) saja yang merupakan perpaduan dar kata-kata (voice), musik dan sound effect. Radio merupakan media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu. Radio merupakan media auditif yang bersifat atraktif. Apa yang dilakukan radio ialah memperdengarkan suara manusia untuk mengutarakan sesuatu. Karena radio memiliki karakteristik khusus, maka copywriting yang disiapkan harus memperhatikan karakteristik tersebut. Televisi adalah salah satu media yang biasa digunakan untuk pemasangan iklan. Definisi iklan televisi menurut Dirksen dan Kruger (1972) adalah penjualan yang disiarkan oleh pengiklan pada program yang telah disponsori atau selama break pada saat acara sedang berlangsung. Televisi sebagai medium iklan memiliki kekuatan karena mengagumkan motion dan dramatic imagery.

DAFTAR PUSTAKA Avina, D.A. Elemen Dalam Iklan, (online), (http://avina.lecture.ub.ac.id/files/2012/10/elemen-dalamiklan.pdf, diakses 10 Februari 2012) Charli, Z.L. 2008. Analisis Pengaruh-Literatur. (Online), ( http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/1266636033-Analisis%20pengaruh-Literatur.pdf, diakses pada tahun 2007) Masduki. 2004. Menjadi Broadcaster Profesional. Yogyakarta: Pustaka Populer LkiS Fungsi dan Peranan Iklan pada Televisi. (online), (http://www.magetankab.go.id/sites/default/files/documents/formulir/Fungsi%20dan%20Peranan %20Iklan%20pada%20tv.pdf) Ritongga, E.S. 2012. (online). (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31110/3/Chapter %20II.pdf.) Sutrisno, T. 2007. Iklan Audio Visual : D3 Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret, (online), (http://eprints.uns.ac.id/4344/1/59651206200908061.pdf.) Suyanto, M. 2005. Strategi Perancangan Iklan Televisi: Perusahaan Top Dunia. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET Utami, D. S. & Angga M. Dani. 2011. Perancangan dan Pembuatan Iklan Televisi Taman Kyai Langgeng Sebagai Media Informasi Persuasif Kepariwisataan di Magelang, (online), (http://repository.amikom.ac.id/files/Publikasi_08.02.7286_08.02.7292.pdf)

VIDEO PRESENTASI by ANGGA PRATAMA KUSUMA, AHMAD THOHA & RIKA HANIFA: http://www.youtube.com/watch?v=EIEeBt6_Chk&feature=youtu.be

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF