Hse Hand Book 01

April 5, 2017 | Author: morgojoyo | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download Hse Hand Book 01...

Description

HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT BASIC PROCEDURES

DASAR PROSEDUR , KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

TABLE OF VALIDATION AND REVISION The table here below contains the initials of the persons in charge of editing and approval of the various revisions to the HSE Plan.

Ref. 0 01 02

Version Date 1/05/2008 17/6/2009 10/4/2012

Doc.Number -

Edited By Name Sapta Y Sapta Y Sigit Sudarmaji

Initial SYU SYU SSU

TABLE OF CONTENT

No.SOP

DAFTAR ISI

No.SOP

HSE Policy Foreword by the Managing Director

Kebijakan HSE Sepatah kata dari Managing Director

General Safe Practices...................................01 Office Safety………………………………..02 Housekeeping……………………………….03 Personal Protective Equipment……………..04 First Aid……………………………….……08 Electrical……………………………………06 Hand Portable Power Tools………………...07 Material Handling, Storage, and Disposal……………………………………..08 Hazard Identification......................................09 Job Safety & Environmental Analysis………10 Incident Reporting…………………………..11 Fire Protection and Prevention………………12 Personal Hygiene…………………………….13 Lock Out / Tag Out Procedures……………..14 Vehicles Procedures…………………………15 Ladders and Scaffolding.....…………………16 Welding and Burning Operations……………17 Storage,handling of cylinders & Chemical.....18 Operating Forklift...........................................19 Manual handling.............................................20 Emergency hotline..........................................21 Earthquake procedure.....................................22 Medical emergency procedure........................23 Evacuation procedure.....................................24 First Aider.......................................................25 Bomb Threat Procedure..................................26 HSE Training & Development………………27 Internal Audit………………………………..28 Accident Investigation………………………29 Risk Assessment…………………………….30 Plant Operators & Truck Drivers……………31 Waste Management………………………….32 Speed Boat…………………………………..33 Gas Methan Reactor…………………………34

Cara-cara Kerja yang Aman .........................01 Keselamatan Kerja di Kantor……………….02 Memelihara Tempat Pekerjaan……………..03 Alat Pelindung Diri…………………………04 Pertolongan Pertama………………………...08 Perlistrikan…………………………………..06 Peralatan biasa dan Peralatan Listrik Yang mudah dibawa…………………………07 Cara Menangani, Menyimpan, dan Membuang Barang-Barang…………………08 Identifikasi Bahaya.......................…………..09 Analisa Keselamatan Pekerjaan & Lingk…...10 Laporan Kecelakaan…………………………11 Pencegahan & Perlindungan Terhadap Kebakaran……………………………………12 Personal Hygiene…………………………….13 Prosedur Lock Out / Tag Out………………..14 Prosedur Kendaraan………………………….15 Tangga dan Perancah.....……………………..16 Pekerjaan Pembakaran dan Pengelasan………17 Menyimpan,menangani tabung & b.kimia.......18 Pengoperasian Forklift.....................................19 Menangani barang secara manual....................20 Emergency hotline............................................21 Prosedur Gempa bumi......................................22 Prosedur keadaan darurat medis.......................23 Prosedur evakuasi.............................................24 First Aider.........................................................25 Prosedur terhadap ancaman bom.......................26 Pelatihan HSE…………………………………27 Internal Audit………………………………….28 Investigasi Kecelakaan………………………...29 Penilaian Resiko……………………………….30 Plant Operators & Truck Drivers………………31 Pengelolaan Sampah…………………………...32 Speed Boat……………………………………..33 Gas Methan Reactor……………………………34

Document Number : HSE-EP- SOP-01-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

I.GENERAL SAFE PRACTICES The safe practices described in this book are for your protection. Read and observe them. Accidents happen without warning and many are caused by lack of knowledge, inattention and thoughtlessness. Lack of knowledge of these safe practices will not justify noncompliance.

1.

Check your work area to determine what problems or hazards may exist.

2.

Your activity may endanger fellow workers or nearby equipment and materials. Take the necessary steps to safe guard them.

3.

Review the safety requirements of each assigned job with your supervisors.You will not be expexted to do a job which might result in injury to your self or others.

4.

Be sure you understand emergency instructions. Anticipate what you will do in case of an emergency. Above all, be calm

5.

Don’t wear jewelry (rings, bracelets, or neck chains) on the job

6.

Report unsafe equipment, hazardous conditions, and unsafe acts to your supervisors. Use safety equipment when it is specified for the job. Safety equipment is available through the tool room or the safety office

7.

8. 9.

Practice good housekeeping in your work area. Failure to follow practices relating to your safety or that of fellow employees or failure to safeguard equipment, tools, or materials properly may lead to your discharge.

I.PRAKTEK KESELAMATAN KERJA SECARA UMUM Cara-cara bekerja yang aman yang diuraikan didalam buku ini adalah untuk perlindungan anda. Bacalah dan ikutilah semua ini .Kecelakaan terjadi tanpa diduga, seringkali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, tidak hati-hati atau ceroboh. Kurangnya pengetahuan mengenai cara-cara kerja yang aman ini tidak dapat dijadikan alas an bila terjadi kesalahan. 1. Periksalah tempat kerja anda untuk menentukan persoalan2 atau bahaya2 yang sekiranya dapat timbul 2. Kegiatan anda mungkin membahayakan teman2 sekerja anda atau membahayakan alat2 dan benda2 didekat anda. Ambilah tindakan2 penyelamatan yang diperlukan. 3. Periksa kembali persyaratan2 mengenai keselamatan kerja untuk setiap pekerjaan yang ditugaskan supervisor pada anda. Anda tidak akan diminta untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang mungkin dapat menimbulkan luka pada diri anda atau orang lain. 4. Anda harus tahu tentang perintah2 dalam keadaan bahaya.Pikirkan lebih dahulu apa yang harus anda perbuat bila anda dalam keadaan bahaya. Yang terpenting adalah anda harus tetap tenang 5. Jangan memakai perhiasan (cincin, kalung dan gelang) dipekerjaan. 6. Laporkanlah alat2 yang tidak baik, keadaan2 yang membahayakan kepada pengawas anda 7. Pakailah alat2 keselamatan yang diharuskan dipakai untuk suatu pekerjaan . Alat2 keselamatan tersebut tersedia digudang atau dikantor keselamatan kerja. 8. Tata cara kerja & housekeeping yang baik di area tempat kerja 9. Kegagalan mengikuti cara bekerja yang menyangkut keselamatan anda, atau keselamatan orang lain, kurang baik memelihara alat2, perkakas, atau bahan2, dapat mengakibatkan pemecatan anda.

Document Number : HSE-EP-SOP- 02-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

II.OFFICE SAFETY Office are comparatively safe places in which to work, yet accidents occur. To make your work area safe .Follow these rules :

II.KESELAMATAN KERJA DI KANTOR Kantor adalah tempat yang dapat dikatakan aman untuk bekerja, namun demikian sering juga terjadi kecelakaan.Agar tempat anda aman, ikutilah peraturan2 dibawah ini : 1.

Be careful of swivel chairs. Do not slump back in them without first testing your weight gradually. Be sure you have a firm footing when you have to climb. Use a stepladder

2.

3.

Walk, do not run, in corridors or in stairs. Use handrails.

4.

4.

Do not stand and talk in front of closed doors, they may open suddenly

5.

5.

Do not push or crowd at elevators, entrances, or on stairways.

6.

6.

Read mail and other material at your desk – not while walking around.

7.

7.

Watch for telephone cords, office machine wires, wastebaskets, and other hazards underfoot which may cause tripping.

8.

Use handles when closing files, desk drawaers, and safe and vault doors.

9.

Check office furniture regularly for sharp edges or splinters and loose casters or bolts.

10.

10. Keep sharp objects in proper place. Handle carefully

11.

1.

2.

8.

9.

11. Be sure typewriters / computers are solidly placed 12. Do not adjust or clean power driven office machines when they are in motion

3.

12.

13. 13. Do not attempt to make electrical repairs. Call a qualified person. 14. If smoking is permitted, use ashtrays obey “ No Smoking” signs.

14.

15. 15. Report all work incurred injuries or illnesses immediately to your supervisor and to First Aid

Hati-hatilah dengan kursi putar. Jangan merebahkan diri dikursi tersebut sebelum menguji berat anda dengan pelan-pelan. Pastikanlah bahwa kaki anda mempunyai alas berpijak yang kokoh bila anda hendak memanjat. Gunakanlah jenjang yang baik. Berjalanlah, jangan berlari digang atau ditangga gedung. Berpeganglah pada susuran tangga. Jangan berdiri dan bercakap-cakap didepan pintu tertutup, pintu-pintu tersebut dapat dibuka secara mendadak. Janganlah dorong-mendorong atau berjejal-jejal di lift, pintu masuk, atau ditangga gedung Bacalah surat-surat dan bacaan-bacaan lain dimeja anda, jangan membaca sambil berjalan-jalan Perhatikanlah kabel-kabel telepon, kabel mesin-mesin kantor, keranjang-keranjang sampah dan lain-lain yang berbahaya dibawah kaki anda, yang dapat menjatuhkan anda. Pakailah pegangan pada waktu menutup almari file, laci2 meja, dan pintu lemari besi dan pintu ruangan yang aman dibawah tanah. Periksalah perabot kantor secara teratur, kalau ada sudut yang tajam atau serpihan2 yang runcing atau ada roda2 atau baut2 yang kendor Simpanlah benda2 tajam ditempat yang aman. Pergunakanlah benda2 tersebut dengan hati2. Periksalah dengan baik agar mesin2 tik / computer ditaruh ditempat yang kuat Jangan menyetel atau membersihkan mesin2 kantor yang dijalankan dengan listrik pada saat mesin2 tersebut sedang jalan. Jangan mencoba memperbaiki sendiri alat2 listrik. Panggilah tukang yang ahli. Bila anda diizinkan merokok, pakailah tempat abu. Patuhilah tanda “Dilarang Merokok”. Laporkanlah segera semua luka2/sakit yang terjadi ditempat pekerjaan kepada pengawas anda dan kepada pertolongan pertama.

Document Number : HSE-EP-SOP 03-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

III.HOUSEKEEPING Good housekeeping is an important part of our safety program. It is the responsibility of all employees, supervisors and craftsmen alike to practice good housekeeping. 1. Scrap materials and rubbish are fire and accident hazards. If an excess of these materials exists in your work area, ask your supervisor to arrange for their removal. 2. You must use the trash barrels which are located throughout the jobsite, if you need one in your immediate work area, notify your supervisor. 3. Return all surplus materials to the stockpile at the completion of your job. 4. Do not leave tools and materials where they will create a hazard for others. Put them in the gang box or return them to the tool room. 5. Place oily rags in approved metal containers. 6. Wipe up spilled liquids immediately. If you can’t handle the problem, notify your supervisor so that he can arrange for the necessary clean up. 7. Keep change room clean. Do not let soiled clothes, food scraps, and soft drink bottles accumulate. If drinking cups are used, deposit them in the containers provided. Also place sandwich wrappers, paper bags and other trash in the container. 8. Toilets, wash up facilities and water dispencers are provided for your convenience and comfort. Please help to keep them clean and sanitary. Report any problems to your supervisor.

III.HOUSEKEEPING Memelihara tempat pekarjaan dengan baik merupakan bagian yang penting dalam program keselamatan kerja. Adalah tanggung jawab semua pekerja, pengawas2 dan tukang2 untuk memelihara tempat kerja dengan baik. 1. Bahan2 yang tidak terpakai dan sampah merupakan bahaya kebakaran dan kecelakan. Bila bahan2 yang tidak terpakai ini berserakan diruang kerja anda, mintalah kepada pengawas anda untuk mengusahakan pembuangannya. 2. Pakailah tong2 sampah yang disediakan diseluruh tempat kerja. Bila anda memerlukan tong sampah untuk ditaruh didekat anda, beritahukanlah kepada pengawas anda. 3. Kembalikanlah semua bahan2 yang berlebihan ditempat penyimpanannya, setelah anda selesai bekerja. 4. Dilarang membiarkan perkakas2 dan barang2 terletak ditempat yang membahayakan orang lain.Taruhlah barang2 tersebut didalam kotak besi atau kembalikanlah ke gudang perkakas. 5. Taruhlah robekan2 kain yang berminyak ke dalam tong besi. 6. Cairan2 yang tumpah harus segera dibersihkan. Jika anda tidak bisa mengerjakannya beritahukanlah hal ini kepada pengawas anda, supaya dia bisa mengusahakan pembersihan seperlunya. 7. Kamar ganti pakaian harus dijaga agar tetap bersih. Pakaian2 kotor, sisa2 makanan, dan botol2 minuman jangan sampai menumpuk. Kalau untuk minum dipakai cangkir2 kertas buanglah cangkir2 tersebut ke dalam tong sampah yang tersedia. Demikian juga buanglah pembungkus2 roti, kantong2 kertas, dan sampah2 lainnya ke dalam tong sampah itu. 8. Toilet, tempat mencuci, tempat minum disediakan agar anda merasa senang dan puas. Jagalah agar tempat2 tersebut tetap bersih dan memenuhi syarat2 kesehatan. Laporkanlah setiap masalah kepada pengawas anda.

Document Number : HSE-EP-SOP 03-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

9. Selection of suitable materials for floors and floor covering for Construction departments id of vital importance as many accidents are caused by slips and falls. Any floor surface however , is hazardous following spillage of grease or other liquids. The basic rule is that spillage of any kind should be cleaned up immediately it occurs. If this cannot be done, the spillage must be give sign 10. Use of correct cleaning materials for a particular surface is of prime importance as the application of incorrect agents can destroy the non slip properties of any surface and in the case of quarry tiles damage the grouting between them. Construction managers should agree cleaning material and techniques with their domestic service colleagues 11. Good lighting standards in all areas of a Construction department is vitally important as dark corners or heavy shadow can give rise to cuts or slips 12. Broken or missing bulbs / tubes should be reported immediately and replace – ments made as quickly as possible. Regular cleaning is also important to maintain standards

9. Pemilihan bahan-bahan yang sesuai untuk lantai dan penutup lantai bagi department Construction adalah sangat penting karena banyak kecelakaan disebabkan oleh licin & jatuh.. Permukaan lantai bagaimanapun merupakan berbahaya karena licin disebabkan minyak atau cairan lainnya. Aturan yang mendasar adalah bahwa kelicinan dari apa saja mestilah segera dihilangkan atau dibersihkan. Jika hal ini tidak bisa dilakukan lantai yang licin itu mestilah ditandai. 10. Pemakaian bahan2 pembersih yang tepat untuk suatu permukaan khusus adalah penting karena pemakaian zat2 yang tidak tepat bisa merusak zat2 non slip dari permukaan lantai dan dalam hal ubin berkerikil/kesat menjadi rusak. Manager Construction haruslah sependapat dengan teman sekerjanya mengenai cara2 dan bahan2 pembersih itu. 11. Standar penerangan yang bagus dalam semua ruangan didepartemen Construction adalah sangat penting karena sudut-sudut yang gelap atau bayangan yang gelap bisa meningkatkan terjadinya luka dan slip 12. Bola lampu yang putus atau kosong haruslah dilaporkan dengan segera dan penukarannya haruslah secepatnya dilakukan. Pembersihan yang regular penting untuk menjaga standard

Document Number : HSE-EP-SOP- 04-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

IV. PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT Personal Protective Equipment is available for your use. When equipment has been specified for certain work assignments or areas, you must use it. 1. All employees, visitors, must wear a hard hat in designated areas 2. You must wear clothing suitable for the work you are doing. Minimum attire is long pants and a T-shirt. 3. Wear sturdy work shoes, safety shoes are desirable. Sneakers and sandals are not permitted. 4. You must wear proper eye protection when exposed to flying objects, dust, chemicals, or harmful rays. 5. Hearing protective equipment is available upon request. You may be required to use it in designated areas or for specific jobs. 6. Respiratory protective equipment may be required in areas where health hazards exist due to accumulations of dust, fumes, mists or vapors. 7. Safety belts and lifelines must be used when other safe guards, such as nets, plinking, or scaffolding cannot be used. Be sure safety lines are independent of other rigging 8. Wear gloves when handling objects or substances which could cut, tear, or burn the hands. 9. Your must wear rubber boots for work in concrete, mud or water. 10. Hair nets may be required for employees whose hair is a potential source of injury. 11. Electricians using insulated gloves must test them for defects daily. 12. Fall protection a. Appropriate fall protection is required whenever working at heights that have potential injury for falling b. Appropriate selection of correct fall protection for each individual situation is required.

IV. ALAT PELINDUNG DIRI Alat2 untuk melindungi tubuh anda tersedia untuk dipakai. Jika alat2 untuk dipakai pada suatu pekerjaan atau suatu tempat kerja telah ditentukan maka anda harus memakainya. 1. Semua pekerja, pengunjung, harus memakai helm ditempat yang telah ditentukan. 2. Anda harus berpakaian sesuai dengan pekerjaan yang sedang anda laksanakan .Minimal anda harus memakai celana panjang dan baju oblong. 3. Pakailah sepatu kerja yang kokoh. Sepatu pengaman lebih baik lagi. Sepatu karet dan sandal tidak diperbolehkan. 4. Anda harus memakai pelindung mata yang cocok bila menghadapi benda2 yang beterbangan, debu, bahan2 kimia,atau sinar2 yang merusak mata. 5. Alat pelindung pendengaran dapat diberikan atas permintaan. Anda mungkin diharuskan untuk memakainya ditempat2 yang telah ditentukan atau untuk pekerjaan2 khusus. 6. Alat penolong pernafasan mungkin diharuskan dipakai ditempat2 dimana ada bahaya2 yang dapat mengancam kesehatan, sebagai akibat dari debu yang terkumpul, asap, kabut atau uap. 7. Sabuk pengaman penolong dan alat2 penolong harus dipakai jika alat pengaman misalnya jala2, papan atau perancah, tidak dapat dipakai. Periksalah baik2 apakah alat2 pengaman tersebut terlepas dari tali temali lain. 8. Pakailah sarung tangan bila anda memegang benda2 atau zat2 yang dapat memotong, merobek, atau membakar tangan. 9. Anda harus memakai sepatu boot karet bila bekerja ditempat beton, Lumpur, atau air. 10. Jala rambut harus dipakai oleh pekerja2 yang rambutnya merupakan sumber kemungkinan mendatangkan malapetaka. 11. Tukang2 listrik yang memakai sarung tangan berisolasi harus memeriksanya setiap hari kalau2 ada yang rusak. 12. Pelindung terhadap bahaya jatuh : a. Alat pelindung diri dari bahaya jatuh harus dikenakan bila ada kemungkinan cidera jatuh b. Peralatan pelindung jatuh harus sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Document Number : HSE-EP-SOP- 05-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 3

V. PERTOLONGAN PERTAMA

V. FIRST AID

Fasilitas2 pertolongan pertama disediakan untuk

First Aid facilities are provided for your safety. Qualified personnel are available to render treatment and to maintain required records. 1. Report all injuries immediately, no matter how minor, to your supervisor and to first aid.Treatment will be given and the incident will be recorded. Should later medical care be needed, you will have fulfilled your obligations. 2. Drug, tranguilizers and insulin must not be taken on the job unless authorized in writing by your personal physician. A copy of thie authorization should be in your first Aid file 3. First Aid teams are organized and trained to render assistance. In the event of an injury or illness you will get proper first aid treatment. Your physician will be notified in the event of an emergency 4. If you had military, red cross or other First aid or medical training tell the job safety representative. You may be invited to join the project First aid team. 5. Never move an injured or seriously ill person unless necessary to prevent further injury. Emergency steps for notifying First aid are posted throughout the jobsite, familiarize your self with them. First aid should not be administered by non designated employees except in case of severe bleeding or cessation of breathing

keselamatan anda. Karyawan2 yang terlatih dan berwenang siap untuk memberikan pengobatan dan menyelenggarakan pencatatan2 yang diperlukan. 1.

2.

3.

4.

5.

Laporkan semua luka2 dengan segera, tidak peduli betapa kecilnya, pada pengawas anda dan pada pertolongan pertama. Pengobatan akan diberikan dan kejadian itu akan dicatat. Bila kemudian diperlukan perawatan medis anda telah memenuhi kewajiban anda. Obat2an, obat penenang, dan insulin tidak boleh diminum ditempat pekerjaan, kecuali jika diijinkan secara tertulis oleh dokter anda.Salinan dari ijin ini harus disimpan didalam arsip anda di pertolongan pertama. Team pertolongan pertama diorganisir dan dilatih untuk memberi pertolongan. Bila terjadi luka2 / sakit anda akan mendapatkan perawatan pertama yang layal. Dokter anda akan diberitahu bila terjadi keadaan mendadak. Bila anda pernah mendapatkan latihan pertolongan pertama atau pelajaran2 mengenai kedokteran diketentaraan atau dipalang merah, beritahukan kepada petugas Keselamatan Kerja. Mungkin anda diminta untuk turut serta dengan team pertolongan pertama . Jangan sekali-kali memindahkan orang yang sedang sakit keras atau luka2 untuk mencegah luka2 yang lebih parah lagi.Tindakan2 darurat untuk memberitahu pada pertolongan pertama telah dipasang diseluruh tempat pekerjaan.Pelajarilah betul2 cara tersebut. Pertolongan pertama hendaknya jangan diberikan oleh karyawan yang tidak ditunjuk khusus untuk keperluan itu, kecuali jika terjadi pendarahan yang keras atau terhentinya pernafasan.

LUKA BAKAR Document Number : HSE-EP-SOP- 05-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 3

BURNS If an accident occurs in the work place in your work location and it causes burns because of fire, hot (boiled) water or electricity or chemical substances, you must give first aid to the patient such as : 1. To prevent shock 2. To make pain less 3. To prevent Infection

To prevent shock Most of accident injuries are followed by shock .  Put patient at rest  Keep the patient quiet and warm  Loosen tight clothing  Keep the patient calm and confident of receiving help quickly

To make the pain less You may put the burn pat of body into clean, cold water / pipe water. You may also compress the burns instead using a towel that has been watered with cold water. Do it until the pain vanishes, lasting for 30 minutes to 5 hours

Minor Injuries Althoungh the injury is little, you should report it to your supervisor. All of the injuries can become infected and turn septic if not treated promptly

Food Poisoning It is an illness that is caused by eating contaminated food. This illness can lead to death

What are the sysptons ?    

Vomiting Diarrhoea Abdominal pain Fever

They last between one and seven days

Kalau terjadi kecelakaan ditempat kerja dilokasi saudara misalnya mengakibatkan luka bakar karena api, air panas, atau arus listrik , zat2 kimia saudara harus memberikan pertolongan pertama berupa : 1. Mencegah shock 2. Mengurangi rasa sakit 3. Mencegah infeksi

Mencegah Shock Kebanyakan cidera kecelakaan diikuti oleh shock (kegoncangan jiwa)  Usahakan agar si pasien tenang  Usahakan agar pasien merasa damai dan hangat  Jika pakaiannya ketat harus dilonggarkan  Yakinkan si pasien bahwa bantuan akan datang dengan cepat

Mengurangi rasa sakit Dengan merendam bagian yang terbakar dalam air ledeng yang bersih, dingin, atau air es. Dapat juga dilakukan dengan mengompresnya dengan handuk yang direndamkan ke air es. Lakukanlah hal ini sampai rasa sakit itu hilang, berlangsung antara 30 menit sampai mungkin 5 jam

Luka Ringan Walaupun luka itu kecil, haruslah dilaporkan kepada atasannya. Segala luka bisa menjadi infeksi dan akan busuk, jika tidak mendapatkan pengobatan.

Keracunan Makanan Keracunan makanan adalah suatu penyakit karena memakan makanan yang tercemar, yang dapat menyebabkan kematian. Apa saja tanda-tandanya ?  Muntah-muntah  Sakit perut / mencret  Perut kejang  Demam Gejala ini berlangsung 1-7 hari

Document Number : HSE-EP-SOP- 05-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 3 of 3

Makanan mungkin teracuni oleh : Food may be poisoned by :    

Chemicals Metals Plants Bacteria

What should we do to avoid food poisoning ?

   

Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari keracunan makanan ?  

 

To prevent food from spoilage To prevent food from contamination

What should we do if food poisoning occurs ?

Zat kimia Adanya zat2 logam Adanya tumbuh2an Adanya bakteri

Menjaga makanan agar tidak rusak / basi. Menjaga makanan agar tidak tercemar

Apa yang harus kita lakukan jika keracunan makanan terjadi ? Bawa penderita ke klinik atau rumahsakit dan mendapatkan perawatan dokter

Take the patients to the clinics or Hospital and see the doctor

FIRST AID BOX and CONTENT 1. Sterlised unmedicated dressing 2. Adhesive wound dressing of assorted sizes 3. Triangular bandages 4. Adhesive plaster 5. Rubber bandage or pressure bandage 6. Betadine 7. Bioplecenton 8. Alcohol 80 % 9. Revanol 10. Panadol 11. Diare medicine

KOTAK P3K dan ISINYA 1. Pembalut tanpa obat yang steril 2. Pembalut luka yang berperekat dari ukuran yang bermacam2 3. Pembalut berbentuk segitiga 4. Plaster berlem 5. Pembalut karet & pembalut bertekanan 6. Obat merah 7. Bioplacenton (obat luka bakar) 8. Alcohol 80% 9. Revanol 10. Panadol 11. Obat diare

Document Number : HSE-EP-SOP- 06-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

VI. ELECTRICAL All temporary electrical equipment used on the jobsite will be listed by an approved testing laboratory for the specific application all temporary electrical installations must conform to the national electric code. 1. All electrical tools and equipment must be grounded. 2. Damaged or defective electrical tools must be returned immediately to the tool room for repair 3. Electricians are the only employees authorized to repair electrical equipment.Tampering with tools or equipment may result in an employee’s discharge. 4. Temporary lighting used in damp and / or hazardous locations must be operated at a maximum of 12 volt. 5. You must not work on or in proximity to energized circuits of any voltage unless adequate safety measures have been taken and the work operation has been reviewed and approved by the electrical superintendent 6. When it is necessary to work on energized lines and equipment, rubber gloves, blankets, mats, and other protective equipment must be used. 7. Temporary electric cords must be covered or elevated. They must be kept clear of walkways and other locations where thwy may be exposed to damage or create tripping hazards. 8. Splices in electrical cords must retain the mechanical and dielectric strength of the original cable. 9. Temporary lighting must have guards over the bulbs. Broken and burned out lamps must be replaced immediately. 10. Energized wiring in junction boxes, circuit breaker panels, and similar places must be covered at all times. 11. Hazardous areas must be barricaded and appropriate warning signs posted.

VI. PERLISTRIKAN Semua alat2 listrik yang dipasang secara sementara ditempat pekerjaan akan didaftar oleh laboratorium penguji yang telah disetujui untuk penggunaan khusus tersebut.Semua instalasi2 listrik sementara harus sesuai dengan code listrik nasional. 1. Semua perkakas dan alat2 listrik harus dihubungkan dengan tanah 2. Perkakas2 listrik yang rusak atau cacat harus dikembalikan dengan segera ke gudang perkakas untuk diperbaiki. 3. Tukang 2 listrik adalah pekerja yang hanya dibenarkan untuk memperbaiki alat2 listrik. Mencoba2 memperbaikinya dengan perkakas2 atau alat2 dapat berakibat seorang karyawan dipecat. 4. Penerangan listrik sementara yang dipasang ditempat2 yang lembab dan atau mengandung bahaya harus bertegangan paling tinggi 12 volt 5. Anda tidak diperbolehkan bekerja pada / berdekatan dengan rangkaian listrik yang bertegangan berapapun, kecuali jika telah diambil tindakan pengamanan secukupnya dan jalannya pekerjaan telah ditinjau kembali dan disetujui oleh pengawas bagian listrik. 6. Bila harus bekerja dibagian2 yang beraliran listrik, sarung tangan karet, selimut, tikar dan alat pelindung lainnya harus dipakai. 7. Kabel2 listrik sementara harus tertutup atau dipasang tinggi. Tidak boleh merintangi jalanan dan tempat2 lainnya, karena kalau demikian kemungkinan besar kabel2 tersebut akan rusak atau menimbulkan bahaya tersandung kaki. 8. Sambungan2 kabel listrik harus dibuat sedemikian sehingga tetap memiliki kekuatan2 mekanis dan dielektris dari kabel yang asli. 9. Penerangan listrik sementara harus mempunyai pelindung yang menutupi lampu2 pijarnya. Lampu2 pijar yang putus atau terbakar harus diganti dengansegera. 10. Kawat2 didalam kotak2 penyambung panel2 pemutus aliran dan tempat2 lain yang sejenis yang beraliran listrik harus selalu tertutup. 11. Ditempat2 yang berbahaya harus dipasang rintangan2 dan tanda2 peringatan sebagaimana mestinya.

Document Number : HSE-EP-SOP- 07-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

VII.HAND & PORTABLE POWER TOOLS A craftman is evaluated by the condition of his tools and how he uses them. Only tools in safe working condition will be issued from the tool room. You must comply with all of the manufacturers instructions. In addition observe the following safe practices :

GE NERAL 1. Inspect your tools daily to ensure that they are in proper working order damaged or defective tools must be returned to the tool room immediately. 2. Power saws, grinders and other power tools must have proper guards in place at all times. Removing guards or rendering them in operative may be grounds for your discharge. 3. Power tools should be hoisted or lowered by a hand line, never by the cord or hose. 4. Cords and hoses must be kept out of walkways and off stairs and ladders. They must be placed so as not to create a tripping hazard for employees or to be subjected to damage from equipment or materials. 5. When using the tools listed below, working near others using such tools, you must use the additional personal, protective equipment specified. If you have questions about the protective equipment or safety rules ask your supervisor Tools Jack hammers Tampers Chipping hammers Impact wrenches Reamers Welding Arc welders Powder Actuated Tools Grinders

PPE Eye Protection Hearing Protection Foot Protection Eye Protection Hearing Protection Eye Protection Hand Protection Eye PProtection

VII.PERKAKAS2 BIASA DAN PERKAKAS2 LISTRIK YANG MUDAH DIBAWA Seorang tukang dinilai dari kondisi perkakas2nya dan cara memakainya. Hanya perkakas2 yang dalam keadaan baik akan dikeluarkan dari gudang perkakas. Anda harus mengindahkan semua petunjuk2 dari pabrik pembuatnya. Selain daripada itu ikutilah cara2 kerja yang aman sebagai berikut ini :

UMUM 1. Periksalah perkakas2 anda setiap hari untuk memastikan apakah perkakas2 tersebut dalam keadaan baik, sebagaimana mestinya. Perkakas2 yang rusak atau cacat harus dikembalikan ke gudang perkakas. 2. Gergaji2 bertenaga listrik, gerinda2 dan perkakas2 bertenaga listrik lainnya harus selalu dilengkapi dengan bagian2 pengaman. Mencabut bagian2 pengaman itu atau membuatnya tidak berguna lagi dapat merupakan alas an untuk memecat anda. 3. Perkakas2 bertenaga listrik harus diangkat atau diturunkan dengan tali yang diikatkan pada badannya, dan sekali-kali tidak boleh dengan kabelnya atau selangnya. 4. Kabel2 dan selang2 harus dijauhkan dari jalanan orang, dari tangga gedung dan tangga2 biasa. 5. Bila menggunakan perkakas2 dalam daftar dibawah ini, atau bekerja berdekatan dengan orang lain yang menggunakan perkakas2 tersebut, anda harus memakai alat pelindung tubuh tambahan sebagai yang diperincikan dibawah ini. Bila anda mempunyai pertanyaan2 mengenai alat pelindung atau peraturan keselamatan, tanyalah kepada pengawas anda. Peralatan APD Palu penumbuk Pelindung Mata Mesin Pemampat Tanah Pelindung Telinga Pelindung Kaki Palu Penyerpih Pelindung Mata Kunci yang dipukul Pelindung Telinga Alat Penyerpih Pipa Pekerjaan mengelas Pelindung Mata Las listrik Peelindung Tangan Perkakas yang Pelindung Mata dijalankan dengan mesiu Gerinda-Gerinda

Document Number : HSE-EP-SOP- 07-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

A.ELECTRICAL TOOLS 1. 2.

All portable electric tools must be grounded. All electric cords and cables must be covered or elevated to protect them from damage and to eliminate tripping hazards.

B. PNEUMATIC TOOLS 1.

2. 3.

An approved safety check valve must be installed at the manifold outlet of each supply line for hand – held pneumatic tools. All pneumatic hose connections must be fastened securely Safety clips or retainers must be installed on all pneumatic tools to prevent the accidental expulsion of the tool from the barrel.

A.PERKAKAS LISTRIK 1. 2.

B. PERKAKAS PNEUMATIS 1.

2. 3.

C. FUEL-POWERED TOOLS 1. 2.

All fuel-powered tools must be shutdown while being refueled. Smoking is prohibited during refueling operations. Other nearby sources of ignition such as burning and welding, also must be halted during refueling operations.

Semua perkakas listrik yang mudah dibawa harus dihubungkan dengan tanah Semua kabel2 listrik besar dan kabel2 listrik biasa harus tertutup atau dipasang tinggi untuk menjaga kemungkinan rusak dan untuk menghindari bahaya tersandung.

Suatu katup pengontrol pengaman yang telah disetujui harus dipasang disaluran pembuang berganda dari setiap saluran pengisi (supply line), untuk perkakas2 pneumatis yang dipergunakan dengan tangan Semua sambungan2 selang pneumatic harus dikencangkan dengan erat Penjepit2 pengaman harus dipasang pada semua perkakas2 pneumatis untuk mencegah terjadinya perkakas tersebut terpental dari tromolnya.

C.PERKAKAS YANG DIJALANKAN DENGAN BAHAN BAKAR 1.

2.

Semua perkakas yang dijalankan dengan bahan baker harus dimatikan pada waktu mengisi bahan baker Dilarang merokok selama mengisi bahan baker, sumber percikan api lain seperti pembakaran dan pengelasan harus pula dihentikan sewaktu mengisi bahan baker.

Document Number : HSE-EP-SOP- 08-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

VIII.MATERIAL HANDLING, STORAGE & DISPOSAL All material must be properly stacked and secured to prevent sliding, falling or collapse. Aisles, stairs, and passage-ways must be kept clear to provide for the safe movement of employees and equipment and to provide access in emergencies. 1. Use proper lifting techniques when handling materials : a. Get down close to the load b. Keep your back straight c. Lift gradually, using your legs d. Do not jerk or twist e. Get help for bulky or heavy loads 2. Stored materials must not block any exit from a building 3. Material stored inside buildings or structures under construction must not be placed wihin 6 feet of any hoistway or other inside floor opening, nor within 10 feet of any exterior wall which does not extend above the top of the material stored. 4. Pipe, conduit, and bar stock should be stored in racks or stacked and blocked to prevent movement. 5. The quantity of materials stored on scaffolds, platforms, or walkways must not exceed that required for 1 day operation 6. Material must never be thrown or dropped from a distance of more than 20 feet.The drop area must be barricaded to protect personnel from being struck by falling materials. Thrash chutes are required for droping materials from heights above 20 feets. 7. Protruding nails must be bent or pulled when stripping forms or uncrating materials.

VIII.CARA MENANGANI MENYIMPAN & MEMBUANG BARANG Semua barang2 harus disusun dengan baik dan dikokohkan supaya tidak merosot, jatuh atau runtuh. Gang2, tangga2, gedung dan jalanan harus dijaga agar selalu bersih, supaya karyawan dan alat2 dapat bergerak dengan aman dan bisa merupakan jalan keluar / masuk dalam keadaan darurat. 1. Pakailah teknik mengangkat yang baik jika menangani barang2: a. Berjongkoklah didekatbarang yang akan diangkat b. Tegak luruskanlah selalu punggung anda c. Angkatlah pelan2 dengan menggunakan kaki anda. Jangan menyentak atau berputar d. Mintalah bantuan untuk mengangkat barang2 yang besar / berat. 2. Barang2 yang disimpan tidak boleh menghalangi pintu keluar mana saja dari gedung 3. Barang2 yang disimpan didalam gedung2 atau bangunan2 yang sedang dikerjakan tidak boleh diletakkan dalam jarak 6 kaki dari tempat naiknya barang, atau dari lobang lantai lainnya yang ada didalam, tidak boleh pula dalam jarak 10 kaki dari tembok luar yang tidak setinggi barang2 yang ditumpuk 4. Pipa2, pipa2 listrik dan batangan2 yang disimpan harus ditaruh dirak2 atau ditumpuk dan diberi penahan agar tidak dapat bergerak. 5. Jumlah barang2 yang ditaruh diatas lantai / jalanan tidak boleh melebihi jumlah persediaan untuk satu hari kerja. 6. Barang2 tidak boleh dilempar atau dijatuhkan dari tempat ketinggian lebih dari 20 kaki. Tempat jatuhnya harus diberi penghalang supaya karyawan2 tidak tertimpa barang2 yang sedang dijatuhkan. Peluncur2 pembuang sampah harus disediakan untuk menjatuhkan benda2 dari ketinggian diatas 20 kaki. 7. Paku2 yang menonjol harus dibengkokkan atau dicabut pada waktu membuka / membongkar barang2 dari peti barang.

IX. IDENTIFIKASI BAHAYA Document Number : HSE-EP-SOP- 09-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

IX. HAZARD IDENTIFICATION Any employee who is concerned about practices, conditions or equipment which they consider unsafe he / she must rectify it immediately or if this is’n possible should inform their immediate superior by completing “Hazard report form” for implementation of Corrective / Preventive action 1.

2.

3.

4.

5.

Any discovered hazard must immediately be reported to the supervisor where the hazard exists. The supervisor together with employee who identified the hazards will make the report The line supervisor will then the determine the criteria for classifying these hazards :  High risk ( has potential to cause LTA or loss > US $ 1000)  Moderate risk ( has potential to cause injury to employee or loss US $ 50 – US $ 1000 )  Low risk ( has potential to cause injury to employee or loss up to US $ 50 ) Rectification must immediately be made at the area where the hazard was found. The supervisor in charge is responsible for the rectification where the hazard exists Criteria for hazard classification must be prioritized based on level of the existing hazard. In addition the report to line management and of action taken must be communicated by making a report and making its follow up. The report should be discuss by HSE Committee representative at a group meeting in order to come up with solutions for over coming the hazards

Setiap karyawan yang melihat suatu cara kerja, kondisi atau peralatan yang menurut dia tidak aman harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya atau bila hal itu tidak memungkinkan maka dia harus membuat laporan kepada atasannya dengan mengisi formulir “Hazard Report” untuk dilakukan tindakan perbaikan / pencegahan. 1.

2.

3.

4.

5.

Semua bahaya –bahaya yang telah diketahui harus segera dan secepat mungkin dilaporkan kepada pengawas langsung dimana diketahui bahaya tersebut berada Pengawas tersebut bersama-sama dengan karyawan yang mengetahui bahaya tadi akan membuat laporan Pengawas lini kemudian akan menentukan kriteria klasifikasi resiko bahaya tersebut :  Resiko tinggi ( berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya LTA atau beresiko rugi senilai > US $ 1000 )  Resiko sedang ( berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya luka pada karyawan atau beresiko rugi senilai US $ 50 – US $ 1000 )  Resiko rendah (berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya luka pada karyawan atau beresiko rugi senilai sampai dengan US $ 50. Tindakan perbaikan harus dimulai dengan melakukan tindakan segera ditempat dimana ditemukan adanya bahaya. Pertanggung jawaban untuk tindakan perbaikan berada pada pengawas langsung dimana tempat bahaya tersebut terjadi. Kriteria klasifikasi bahaya harus dinyatakan sebagai prioritas sesuai dengan tingkat bahaya yang terjadi. Sebagai tambahan, laporan kepada lini manajemen dan berikut tindakan yang telah dilakukan harus disampaikan dangan membuat laporan serta tindak lanjutnya.Hal ini juga dibicarakan oleh perwakilan HSE Komite pada pertemuan kelompok untuk menyampaikan bagaimana mengatasi daerah dimana bahaya tersebut diketahui.

Document Number : HSE-EP-SOP- 10-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

X. JOB SAFETY AND ENVIRONMENTAL ANALYSIS (JSEA)

Job Safety and Environmental Analysis (JSEA) is a process that identifies hazards associated with each step of job and develops solution for each hazard that either eliminates or controls it 1. JSEA must be developed for a. Job with high frequency of incident b. Job with high potential for severe injury / damage c. Change to the procedures for high risk activities d. New of Job 2. JSEA will be developed by involving Supervisor, Engineers, Worker, and Safety Officer 3. JSEA will be explained to all workers on all shift and copy available at the work place 4. Work to be inspected to ensure that JSEA is followed

X. JOB SAFETY AND ENVIRONMENTAL ANALYSIS (JSEA) Job Safety and Environmental Analysis (JSEA) adalah proses yang dilakukan untuk mengetahui potensi bahaya yang ada dalam setiap tahap pekerjaan dan membuat langkah pencegahannya baik dengan menghilangkan atau dengan mengontrol sumber bahayanya. 1. JSEA harus dilakukan pada : a. Pekerjaan yang sering menyebabkan kecelakaan b. Pekerjaan yang mengakibatkan cidera berat atau kerusakan alat c. Perubahan prosedur untuk pekerjaan yang beresiko tinggi. d. Pekerjaan baru. 2. JSEA dibuat dengan melibatkan Supervisor, Engineer, Pekerja dan Petugas Safety 3. JSEA harus dijelaskan kepada semua pekerja dikedua shift dan copynya tersedia ditempat kerja. 4. Pekerjaan akan diperiksa untuk memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti JSEA yang telah dibuat

Document Number : HSE-EP-SOP- 11-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

XI. INCIDENT REPORTING It is the policy of the company that all incident resulting in injury, damage to equipment, or damage to property, no matter how minor, must be immediately reported to the supervisor. All incident include “nearmiss” are to be thoroughly investigated and the necessary remedial actions taken. In the case of a fatal accident, heavy accident, or accident with lost days: a Ensure that all victims received medical treatment. b Ensure that the scene of the accident is not tampered with and the necessary security has been made. c Advise the said accident to the direct supervisor concerned, HSE Department and Construction Supervisor. d Inform the HSE Department of matters required to prepare a preliminary report. e Carry out immediately preventive actions so that the accident will not happen again until the accident is completely investigated and rectification actions are made. f Carry out investigations at the location, complete the accident report forms and send them to the HSE Department soonest. In the case of a light accident: a

Ensure that all victims received medical treatment, and required security measures have been made to all involved. b Advise the accident to the HSE Department and the direct supervisor concerned. c Complete the accident investigation form and send it to the HSE Department. d Carry out rectification in order to prevent reoccurrence of the accident. In the case of incident / near miss: a.

b.

c.

Ensure that activities at the work place where the incident / near miss occurred is stopped to prevent an accident from happening. Immediately discuss the situation, know the type of action to required and furthermore carry out rectification. Make an incident report, state what actions were taken so that the situation truly became safe and discuss with the direct supervisor.

XI. LAPORAN KECELAKAAN Perusahaan mempunyai kebijaksanaan bahwa semua kecelakaan yang berakibat cidera, kerusakan alat atau barang perusahaan seberapapun kecilnya harus segera dilaporkan kepada supervisor. Semua kecelakaan termasuk “nearmiss” akan diinvestigasi secara menyeluruh dan tindakan perbaikan yang diperlukan harus dilakukan Dalam hal kecelakaan fatal, berat atau kecelakaan dengan hari hilang : a. Pastikan bahwa semua korban telah mendapatkan perawatan medis. b. Pastikan bahwa lokasi terjadinya kecelakaan tidak diubah dan telah dilakukan c. Beritahukan kecelakaan tersebut kepada pengawas langsung yang bersangkutan, HSE Departemen dan Supervisor d. Informasikan kepada HSE Departemen hal – hal yang diperlukan untuk membuat laporan pendahuluan. e. Lakukan tindakan pencegahan dengan segera agar kecelakaan tidak terjadi lagi sampai kecelakaan tersebut diselidiki dengan sepenuhnya dan rencana tindakan perbaikan telah dilakukan. f. Lakukan penyelidikan ditempat kejadian, lengkapi form laporan kecelakaan dan laporan penyelidikan tersebut dikirimkan ke HSE Departemen secepatnya. Dalam hal kecelakaan ringan : a. Pastikan bahwa semua korban telah mendapatkan perawatan medis, dan lakukan pengamanan yang diperlukan terhadap semua yang terlibat. b. Beritahukan kecelakaan tersebut kepada HSE Departemen dan pengawas langsung yang bersangkutan. c. Lengkapi form laporan penyelidikan kecelakaan dan kirimkan ke HSE Departemen. d. Lakukan tindakan perbaikan untuk mencegah agar kecelakaan tersebut tidak terjadi lagi. Dalam hal terjadi insiden/ near miss : a. Pastikan bahwa kegiatan ditempat kerja dimana terjadi insiden/ near miss dilakukan penghentian untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan. b. Diskusikan dengan segera keadaan tersebut, ketahui jenis tindakan yang segera diperlukan dan selanjutnya lakukan tindakan - tindakan perbaikan. c. Buat laporan kejadian, sebutkan tindakan yang dilakukan sehingga keadaan tersebut benarbenar telah menjadi aman dan bicarakan dengan pengawas langsung.

Document Number : HSE-EP-SOP- 12-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

XII. PENCEGAHAN & PERLINDUNGAN TERHADAP KEBAKARAN 1.

XII. FIRE PROTECTION & PREVENTION 2. 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7. 8.

9.

Flammable liquids like petrol are not to be used as cleaning agents, use only approved cleaning solvents Store all flammable or combustible liquids and gases in a well-ventilated, cool place free from sources of ignition Do not remove or tamper with fire exthinguishers installed on equipment, vehicles, or in other locations. Access to fire fighting equipment must be kept free from obstacles that could delay emergency use. Familiars your self with the location and use of the project’s fire fighting equipment.Know the exit routes from buildings and work areas. Different types of exthinguishers are for different types of fires : a. Dry Chemical Powder (DCP) – These can be used on all fires but mainly for flammable liquid fires, and fires involving live electrical equipment b. Foam extinguisher – Use this on flammable liquid fuel type fires (petrol, oil, thinner, and solvent). DO NOT use on electrical fires. c. Carbon Dioxide – These can be used on all types of fires but are not particularly effective. They are best for use on electrical and electronic equipment because there is no residue and not a conductor of electicity. Exthinguishers are inspected monthly, serviced every six (6) month, and must be serviced or recharged immediately after every use Extinguish all matches, cigarettes, cigars and pipe tobacco before discarding. Storage of flammable substances on equipment or vehicles is prohibited unless designed for such use Before using open flame tools, make through inspection of the area for live sparks.

3.

4.

5.

6.

7. 8.

9.

Jangan menggunakan cairan yang mudah terbakar seperti bensin sebagai bahan pembersih. Gunakan cairan yang diizinkan Simpanlah semua zat cair dan gas yang dapat terbakar dalam tempat yang sejuk, cukup ventilasinya dan bebas dari sumber api Jangan pindahkan alat pemadam yang dipasang pada alat, kendaraan atau lokasi lainnya. Jalan ke alat pemadam kebakaran harus bebas dari rintangan yang dapat memperlambat penggunaannya. Biasakan diri anda dengan lokasi dan penggunaan alat pemadam.Ketahui jalur penyelamatan dari dalam gedung atau tempat kerja anda. Terdapat jenis alat pemadam yang berbeda untuk jenis kebakaran yang berbeda : a. Dry Chemical Powder (DCP) – Digunakan untuk semua jenis kebakaran, tapi terutama digunakan pada kebakaran zat cair dan kebakaran peralatan listrik. b. Foam extinguisher – Digunakan untuk kebakaran bahan baker cair (bensin, oli, thinner). Jangan digunakan untuk kebakaran yang berhubungan dengan listrik. c. Carbon Dioxide – Digunakan untuk semua jenis kebakaran tapi tidak begitu efektif, cocok untuk kebakaran karena listrik / electronic karena tidak ada sisa dan bukanlah konduktor arus listrik. Alat pemadam diperiksa setiap bulan, dirawat setiap 6 bulan dan harus diganti segera setelah digunakan. Matikan semua korek api, rokok, cerutu atau pipa rokok sebelum dibuang Dilarang menyimpan bahan yang mudah terbakar didalam alat atau kendaraan kecuali disediakan khusus untuk itu. Sebelum menggunakan perkakas dengan nyala api terbuka, periksalah secara seksama apakah disekitar tempat tersebut ada bahan yang mudah terbakar.

Document Number : HSE-EP-SOP- 12-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

10. No smoking or open flames are allowed near flammable and combustible material storage area. 11. Smoking is prohibited inside offices 12. Smoking and open flames or lights are prohibited in battery charging areas. Charging areas shall have adequate ventilation to prevent the accumulation of hydrogen gas. 13. Obtain a “Hot Work “ permit before commencing any “Hot Work” and follow the procedures. 14. In the event of fire, attempt to extinguish the fire if you can do so safely. 15. Summon help if the fire uncontrolled 16. All fires are to be reported to your supervisor. 17. Incident investigation reports must be completed for fires

10. Dilarang merokok atau membuat nyala api terbuka dekat daerah penyimpanan bahan yang mudah terbakar. 11. Dilarang merokok di dalam kantor 12. Dilarang merokok dan membuat nyala api terbuka didalam ruangan pengecasan baterei. Ruangan ini harus mempunyai ventilasi yang cukup. 13. Dapatkan ijin “Hot Work” sebelum melakukan “Hot Work “ dan ikuti prosedurnya. 14. Jika terjadi kebakaran lakukan usaha pemadaman jika anda yakin dapat melakukannya. 15. Mintalah pertolongan kalau anda tidak mampu melakukannya 16. Semua jenis kebakaran harus dilaporkan 17. Laporan investigasi harus dilengkapi untuk semua jenis kebakaran.

Document Number : HSE-EP-SOP- 13-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

XIII. PERSONAL HYGIENE 1.

Any injury requiring immediate treatment should be kept clean, puncture wounds are potential danger spots for tetanus infection, so keep them clean and covered 2. Always wash your hands after using the toilet or handling toxic materials such as chemicals, lead etc 3. Apart from hygiene aspects of long uncovered hair, there is considerable danger of entanglement in machinery causing serious injury. Long hair should always be tied back and covered. 4. instance of bowel, skin, nose or throat infection must be reported immediately to the medical officer before causing cross infection of others 5. Clothing must be washed regularly 6. Uniform must not be worn as street clothes 7. Hands must be kept clean 8. Nails should be kept short, without nail polish 9. Cuts, scratches and other wounds must be covered with a waterproof bandage and changed regularly 10. People who are ill MUST NOT work. Symptoms or conditions such as diarrhea, vomiting, gastro-enteritis and bad coughs should be reported to managers or supervisors 11. It is against the law to smoke in areas where food is handled or prepared

XIII. KEBERSIHAN PERORANGAN 1.

Setiap luka yang segera memerlukan perawatan harus dijaga agar tetap bersih.Luka tusukan merupakan daerah bahaya yang memungkinkan terinfeksi tetanus. Rawatlah agar selalu bersih dan tertutup. 2. Selalu cuci tangan setelah menggunakan kamar kecil atau menangani bahan beracun seperti bahan kimia dan sebagainya. 3. Disamping aspek-aspek hygiene dari rambut yang tidak tertutup, ada bahaya besar dari lilitan mesin yang menyebabkan luka yang parah. Rambut yang panjang haruslah selalu diikat dan ditutup 4. Infeksi diusus, kulit dan hidung atau kerongkongan mestilah segera dilaporkan kepada petugas kesehatan sebelum berakibat pindah kepada orang lain. 5. Pakaian harus dicuci dengan teratur 6. Baju seragam tidak boleh dipakai untuk berjalan-jalan 7. Tangan harus dijaga kebersihannya 8. Kuku harus pendek dan tanpa cat kuku 9. Luka sayat, lecet dan luka lainnya harus ditutup dengan perban tahan air dan diganti dengan teratur 10. Orang yang sakit JANGAN bekerja Gejala atau kondisi seperti buang air, muntah, panas dalam perut, dan batuk menerus harus dilaporkan kepada manajer atau pengawas 11. Boleh merokok di area merokok

Document Number : HSE-EP-SOP- 14-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

XIV. LOCK OUT / TAG OUT PROCEDURES The purpose of this procedures is ti give personal protection to an individual from the inadvertent starting or energizing of equipment while it is being worked on. Also to prevent the use of equipment, plant or machinery whilst in an unsafe condition. 1. Danger tag used by a person working on equipment to prevent starting or energizing of that equipment. Before tou start any job where the operating of a switch, valve, machine, etc.will put you in danger. You must place your “Danger” Tag and padlock on the main isolating switch, valve etc. 2. Absolute certainty is to be made that you have tagged the correct switch, valve etc 3. All danger tags must be in place before you commence work. On each tag you must print your name, date and time. 4. When two or more employees are working on the some job, each employee must attach their own “Danger” Tag and padlock on the main isolating switch or valve etc. 5. “Danger” Tags must be fastened securely so that they will not become detached. 6. The only person permitted to remove a danger tag is the person who places it in position. 7. “Out of service“ tag used to indicate a piece of equipment has been removed from service pending repair or replacement. 8. “Out of service” tags are not to be used in place of “Danger Tags” 9. An “ out of service” Tag is ONLY to be removed from a piece of equipment by the person affecting repairs or replacement or by a supervisor. When that person or supervisor is satisfied that the equipment is in a usable and safe condition

XIV. PROSEDUR LOCK OUT / TAG OUT Prosedur ini bertujuan untuk melindungi seseorang dari kecerobohan orang lain yang menghidupkan alat yang sedang diperbaiki, juga bertujuan untuk mencegah penggunaan alat, mesin yang tidak aman untuk digunakan. 1. Danger Tag digunakan /dipasang pada suatu alat untuk mencegah agar alat tersebut tidak dihidupkan. Sebelum mulai bekerja pada suatu alat dimana pengoperasian swich, valve mesin dll dapat membahayakan anda. Anda harus memasang danger tag dan kunci gembok pada swich utama isolator, valve utama dll. 2. Pastikan bahwa anda telah memasangnya ditempat yang benar. 3. Semua danger tag harus dipasang sebelum anda mulai bekerja, disetiap label anda harus menulis nama, tanggal, dan waktu. 4. Bila 2 orang atau lebih karyawan bekerja pada pekerjaan yang sama, masing2 karyawan harus memasang label danger tag dan kunci gembok di switch utama isolator atau valve utama dll. 5. Danger tag harus diikat dengan kuat supaya jangan terlepas. 6. Orang yang diijinkan melepas label danger tag adalah orang yang mempunyai atau memasangnya. 7. Out of service tag digunakan untuk menandai bahwa sebagian peralatannya / part telah diambil untuk diperbaiki. 8. Label out of service tidak boleh digunakan sebagai pengganti label danger tag. 9. Label out of service hanya boleh dilepaskan dari alat oleh orang yang memperbaikinya / menggantinya / supervisor. Jika supervisor tersebut sudah yakin bahwa alat itu sudah bisa digunakan dan dalam kondisi aman untuk dioperasikan.

Document Number : HSE-EP-SOP- 15-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

XV.VEHICLE PROCEDURES 1.

Company vehicles will be regularly inspected and maintained by a qualified mechanic 2. Always operate any vehicle at a safe speed. This may be less than the area speed limit, if dusty condition or rain prevails (30 km/h) 3. Prohibited articles to be carried : a. Alcoholic drinks b. Any drugs unless prescribed and reported c. Any weapons including but not limited to knives,cutters,crossbows, catapults, swords, ammunitions and explosive devices d. Radioactive, corrosive, toxic, pressured container 4. When reverse parking the following steps are to be implemented : a. Ensure the area is clear, accessible and safe b. Check the mirrors constantly and reverse slowly c. Apply parking brake. 5. Vehicle must park at designated area at all work areas and stand by areas 6. When parking the vehicle the hand brake must be applied, the gearbox must be angaged and the engine must be turned off 7. Vehicles must be parked with a space of 2 meters between vehicles 8. Fueling or repairs must not be performed while the equipment is in use or the power on 9. Safety belt must be used 10. Do not ride in the bed of a truck containing materials which are not properly secured to prevent movement.

XV. PROSEDUR KENDARAAN 1.

Semua kendaraan perusahaan akan diperiksa dan dirawat secara teratur oleh seorang mekanik yang cakap. 2. Selalu mengoperasikan kendaraan pada kecepatan yang aman, yang mungkin lebih lambat dari batas kecepatan yang di tentukan, bila kondisi jalan licin dan penuh debu (30 km/jam) 3. Barang2 terlarang yang tidak boleh dibawa : a. Minuman keras / mengandung alcohol. b. Obat2an kecuali yang diperoleh atas resep dokter dan yang telah dilaporkan. c. Segala macam senjata termasuk tidak terbatas pada pisau, alat pemotong, senjata api, panahan, ketapel, pedang, amunisi dan bahan peledak d. Radioaktif, bahan penyebab karat, bahan mengandung racun, baik dalam bentuk kemasan / bejana bertekanan. 4. Ketika memundurkan kendaraan ikuti langkah berikut : a. Pastikan daerahnya kosong, bisa dilalui dengan aman b. Selalu lihat kaca spion dan mundurlah dengan perlahan. c. Gunakan rem parkir 5. Mobil harus diparkir ditempat yang telah ditentukan disemua lokasi kerja dan tempat stand by 6. Ketika parker rem parker harus dipasang , masukkan gigi dan mesin harus dimatikan 7. Mobil harus diparkir dengan jarak minimum 2 meter antar kendaraan. 8. Pengisian bahan baker atau perbaikan2 tidak boleh dilaksanakan pada waktu alat sedang dipakai atau sedang jalan. 9. Sabuk pengaman harus dipakai. 10. Jangan naik dibak truk yang memuat barang2 yang tidak terikat dengan erat untuk mencegah agar barang tersebut tidak bergeser.

Document Number : HSE-EP-SOP- 15-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

11. Drivers must not move vehicles until riders comply with all safety precautions 12. Do not back up any vehicle or equipment when the view to the rear is obstructed 13. Proper training ,authorization, and appropriate licensees are required before operating vehicles. 14. Overtaking must be made with caution and only when it is safe to do so. There should be good visibility of the road ahead and the road must be free of oncoming traffic for a sufficient distance that will allow overtaking maneuvers to be made safely. 15. All overtaking maneuvers are to be made on the right. Overtaking a moving vehicle on the left is not permitted

11. Supir2 dilarang menjalankan kendaraan sebelum penumpang2 nya memenuhi persyaratan keselamatan. 12. Dilarang mengundurkan kendaraan atau mesin bila pandangan ke belakang terhalang. 13. Training yang sesuai, izin atasan dan SIMPER diperlukan untuk mengoperasikan kendaraan 14. Mendahului kendaraan lain harus dilakukan dengan hati2 dan bila aman melakukannya. Jarak pandang ke depan harus baik dan jalan harus bebas dari kendaraan lain yang dating dari arah berlawanan atau jaraknya mencukupi untuk dapat mendahului dengan aman. 15. Mendahului harus dilakukan dari sebelah kanan kendaraan yang didahului. Dilarang mendahului dari sebelah kiri kendaraan lain.

Document Number : HSE-EP-SOP- 16-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

XVI. TANGGA 1.

2.

XVI. LADDERS 1.

2.

3. 4.

5. 6. 7. 8.

Ladders are to be inspected before and after use and any observed defect must be reported to your supervisor for repair or disposal Ladders must be fitted using non slip feet, the frame should be firm and in good state of repair Non conductive ladders must be fitted for electrical work While ascending or descending a ladder. Do not carry anything that will prevent you holding on with both hands. Do not splice together short ladders to make a longer ladder All straight ladders must be tied off at the top Ladders should not be placed against movable objects You must face the ladder at all times when ascending or descending

3.

4.

5. 6. 7. 8.

PERANCAH 1.

SCAFFOLDING 1.

2.

3.

4.

5. 6.

7.

Each scaffold must be inspected and approved by responsible supervisory personnel prior to initial use and after alteration or moving There is no such thing as a temporary scaffold. All scaffolding must be erected and maintained to conform with established standards. Scaffold planks must be at least 2 x 10 inch full thickness lumber, scaffold grade or equivalent Scaffold planks must be visually inspected before each use. Damaged scaffold planks must be destroyed immediately Access ladders must be provided for each scaffold Do not overload scaffolds. Materials should be brought up as needed. Scaffold must not be loaded in excess of one – fourth of their rated capacity. Barrels, boxes, kegs, and similar unstable objects must never be used as work platforms or to support scaffold

Tangga harus diperiksa sebelum dan setelah dipakai, laporkan segera kerusakan yang ditemukan untuk diperbaiki atau tidak boleh dipakai lagi. Tangga harus mempunyai kaki yang anti tergelincir. Kerangkanya harus kuat dan dalam keadaan baik. Tangga untuk pekerjaan yang berhubungan dengan listrik harus terbuat dari bahan yang tidak menghantarkan arus listrik. Sewaktu menaiki / menuruni tangga tidak diperkenankan membawa barang sehingga kedua tangan tidak bisa berpegangan pada tangga. Jangan menyambung tangga2 pendek untuk membuat tangga yang panjang. Semua tangga 2 yang lurus harus diikat pada bagian atasnya. Tangga tidak boleh disandarkan pada benda yang bergerak Anda harus selalu menghadap tangga bila naik atau turun tangga

2.

3.

4.

5. 6.

7.

Setiap perancah harus diperiksa dan disetujui oleh pengawas yang bertanggung jawab sebelum dipergunakan untuk pertama kalinya dan juga setelah dirobah atau dipindahkan. Tidak ada apa yang disebut perancah sementara. Semua perancah harus dibuat dan dipelihara agar sesuai dengan pedoman2 yang telah ditetapkan Kayu untuk papan perancah tebalnya harus rata dan paling sedikit berukuran 2x10 inci, memenuhi mutu untuk perancah atau yang sama dengan itu. Papan perancah harus dilihat dan diperiksa tiap kali hendak dipakai. Papan2 perancah yang rusak harus segera dihancurkan. Tangga untuk naik turun harus disediakan pada tiap perancah. Perancah2 jangan dimuati terlalu berat. Bahan2 dinaikkan seperlunya saja. Perancah2 tidak boleh dimuati melebihi 0,25 dari kapasitas yang direncanakan untuknya. Tong2 besar, kotak2, tong2 kecil dan benda2 sejenis yang tidak stabil tidak boleh digunakan sebagai alas berdiri untuk bekerja atau menyangga perancah.

Document Number : HSE-EP-SOP- 17-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

XVII. WELDING & BURNING OPERATIONS Welding & burning operations have a potential for personnel injuries and fires. When doing either, you must follow these precautions : 1. Before starting to burn or weld you must inspect your work area to ensure that sparks or molten metal won’t fall on combustible materials. If you can’t provide the necessary safe guards, check with your supervisor. 2. You must not weld or burn in a hazardous area without obtaining written authorization from the responsible authority. 3. You must be sure that suitable fire exthinguishing equipment is available in your work area. 4. You are responsible for maintaining your burning or welding equipment in safe operating condition. 5. When burning or welding, you must wear approved eye protection, with suitable filter lenses. 6. Keep all welding leads and burning hoses neat, tidy and safe 7. Never weld or burn barrels, thanks, piping or other systems which may have contained combustible or unknown products without first obtaining approval from your safety representative or other responsible authority. 8. When you arch – weld near other workmen they must be protected from the arc rays by non combustible screens or must wear adequate eye protection 9. The frames of all welding machines must be grounded. 10. Do not use matches to light torches. Spark igniters must be used. Torches must not be used to light smoking materials.

XVII. PEKERJAAN PEMBAKARAN DAN PENGELASAN Pekerjaan2 pembakaran dan pengelasan merupakan sumber kemungkinan terjadinya kecelakaan2 yang dapat menimbulkan luka2 dan kebakaran. Bila melakukan pekerjaan2 ini anda harus mengikuti petunjuk2 berikut ini : 1. Sebelum mulai membakar atau mengelas anda harus memeriksa tempat kerja anda untuk memastikan percikan2 api atau logam2 yang meleleh tidak akan jatuh pada benda2 yang mudah terbakar. Bila anda tidak dapat menyediakan alat2 pengaman yang diperlukan rundingkanlah dengan pengawas anda. 2. Jangan sekali-kali mengelas atau membakar ditempat yang berbahaya tanpa mendapat izin khusus, tertulis, dari petugas yang bertanggung jawab. 3. Anda harus memeriksa dengan baik apakah alat pemadam api yang cocok telah tersedia ditempat kerja anda. 4. Anda bertanggung jawab atas pemeliharaan alat las dan alat2 bakar agar alat2 tersebut selalu dalam keadaan baik untuk dipergunakan. 5. Pada waktu mengelas atau membakar anda harus memakai alat pelindung mata yang telah ditentukan untuk dipakai, dengan lensa2 penyaring yang cocok. 6. Atur agar semua kabel2 las dan selang2 pembakar rapi, teratur dan aman. 7. Jangan sekali2 mengelas atau membakar tong2, tangki2, pipa2, atau benda2 lainnya yang mungkin berisikan bahan yang mudah terbakar ataupun bahan2 yang tidak diketahui, tanpa izin terlebih dahulu dari petugas Keselamatan anda atau petugas lain yang bertanggung jawab. 8. Bila anda mengelas listrik didekat pekerja2 lain mereka harus dilindungi terhadap sinar2 lengkung listrik dengan layar2 yang tidak dapat terbakar atau dengan alat pelindung mata yang cukup memberi perlindungan. 9. Kerangka dari semua mesin2 las harus dihubungkan dengan tanah. 10. Jangan memakai korek api untuk menyalakan suluh las. Pakailah pemantik api.Suluh2 las tidak boleh dipakai untuk menyalakan benda2 berasap.

Document Number : HSE-EP-SOP- 17-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

11. You must wear appropriate gloves 12. Welding,burning and heating performed in confined spaces may require general mechanical or local exhaust ventilation to reduce the concentrations of smoke and fumes to acceptable levels. You Safety Representative should be consulted prior to starting these operations. 13. If adequate ventilation cannot be provided, employees must be provided with and required to use air supplied breathing apparatus 14. When wlding, cutting or heating metals having toxic significance, such us zinc, lead, cadmium, or chromium-bearing metals, in the open air you must wear filter type respirators.

11. Anda harus memakai sarung tangan yang layak. 12. Pengelasan, pembakaran dan pemanasan yang dilaksanakan didalam ruangan2 tertutup mungkin memerlukan ventilasi mekanis biasa atau ventilasi pembuangan udara setempat untuk mengurangi konsentrasi uap2 dan asap2 sampai pada tingkat yang dapat diterima. 13. Jika ventilasi yang cukup tidak bisa diberikan para pekerja harus diperlengkapi dengan dan diharuskan memakai alat2 untuk bernafas berisikan udara. 14. Jika mengelas, memotong atau memanaskan logam2 yang mengandung bahan2 beracun seperti seng, timah hitam, cadmium, atau logam2 yang mengandung chromium diudara terbuka anda harus memakai alat bernafas jenis penyaring hawa.

Document Number : HSE-EP-SOP- 18-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

XVIII. STORAGE , HANDLING OF CILYNDERS AND CHEMICAL MATTERS 1. 2. 3.

4.

The protective caps must be kept on all cylinders not in actual use All cylinders must be properly secured to prevent tipping. Oxygen & Acetylene ( or other fuel gas ) cylinders in storage must be separated from each other by 20 feet or by a 5 foot barrier which has a 1 (one) hour fire rating. Cylinders must not be taken in to confined spaces

XVIII. CARA MENYIMPAN DAN MENANGANI TABUNG2 DAN BAHAN –BAHAN KIMIA 1. 2.

3.

4.

BAHAYA BAHAN KIMIA 1.

CHEMICAL HAZARDOUS 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

Hazardous substances, which by their nature or quantity constitute a hazard from explosion, fire, poisoning, gases, vapours or corrosive effect Material Safety Data Sheet (MSDS) is an information document which set out properties of the substance, precautions, first aid requirements, storage, and emergency response, so as the substance may be safely handled, stored and used at the work place. All employees must have acces to information regarding chemicals that are or may be used in the work place. Hazardous substances consist of material that includes gasoline, diesel fuel, solvents, some paints, acid, some chemicals and other products You must be aware as the presence formed as to the presence of these materials at your job site. MSDS must be kept on hazardous substances.Emergency procedures relating to these substances shall be made available to all employees All hazardous substances must be stored in the approved storage areas and these areas have signs to identify them. All personnel must watch out for spills and leaks and report them to supervisor Employees working with hazardous materials must be supervised.

Kerudung2 pelindung harus tetap berada diatas semua tabung yang tidak dipakai. Semua tabung harus diamankan sebagaimana mestinya agar tidak terguling Tabung2 oxygen dan acetylene (atau bahan baker gas lainnya) yang disimpan harus dipisahkan satu dengan yang lain dengan jarak 20 kaki atau dengan suatu rintangan sepanjang 5 kaki yang mempunyai tingkat pembakaran (fire rating) 1 jam. Tabung2 tidak boleh dibawa ke dalam ruang tertutup.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Bahan berbahaya adalah bahan yang karena keadaan atau jumlahnya mempunyai bahaya terhadap ledakan, kebakaran, racun, gas, uap atau yang bersifat merusak Lembaran Data Keselamatan Bahan (MSDS) adalah dokumen informasi mengenai sifat2 suatu bahan, peringatan penggunaan, informasi bahaya, P3K, penyimpanan dan tindakan darurat agar bahan itu bisa ditangani, disimpan atau digunakan secara aman ditempat kerja. Semua karyawan harus mempunyai akses ke informasi yang berhubungan dengan bahan kimia yang ada atau mungkin dipakai ditempat kerja. Bahan2 berbahaya terdiri dari bensin, solar, cairan pelarut, cat, asam, beberapa bahan kimia dan produk lainnya. Anda harus mengetahui tentang keberadaan bahan berbahaya tersebut ditempat kerja anda. Semua bahan berbahaya harus tercantum dalam MSDS. Prosedur keadaan darurat untuk keadaan ini harus tersedia buat semua karyawan. Semua bahan berbahaya harud tersimpan ditempat penyimpanan yang telah ditentukan dan didaerah tersebut harus diberi tanda agar mudah dikenali. Semua karyawan harus waspada terhadap tumpahan dan kebocoran, laporkan hal itu ke supervisor anda. Karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan2 berbahaya harus bekerja dibawah pengawasan.

Document Number : HSE-EP-SOP- 19-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

XIX. OPERATING FORKLIFT’S Operation of forklifts should be limited to authorize operators only. These operators hold full responsibility in its maintenance and operation. To prevent accidents and to minimize possible hazards during the operation of forklifts, the following procedures should be followed : 1.

Forklifts should not be tempered with. Hence, the position of control levers remains intact, is it was when the forklift was received from the manufacturer 2. Operators should test forklifts before operations and maintenance work should be based on procedure recommended by manufacturer 3. if forklift is out of order and for that reason is unsafe to operate and needs repairs, its operation must be halted until it is completely fixed by appointed mechanics. 4. Do not drive forklift too close to a person standing in front of an object 5. No pillion rider is allowed in the vehicle, except when there is a space designated for assistant operators 6. Forklift should be parked on appointed area, and not in an alley or entry way. Parking in non designated places will disturb movements of other vehicles and goods 7. When forklift is left, the forks should be completely lowered, control levers made neutral, machine turned off and hand brake applied. Should forklift be parked on a sloping spot, be sure that wheels are properly wedged. When driving forklift be sure to keep a safe distance (three times the length of your vehicle) from other vehicles moving behing or before you 8. Operator should slow down his vehicles in the wet or slippery roads, and he should blow the whistle when approaching intersection and in other obstructed sight 9. If things lifted block his front view, operator should run forklift backwards 10. When climbing up and down slightly sloping terrain and other steep slopes, loaded forklift should be operated with the load lifted high and tilted

XIX. PENGOPERASIAN FORKLIFT Pengoperasian forklift harus dibatasi kepada operator yang berwenang saja, dimana yang bersangkutan memegang tanggung jawab utama atas keselamatan pengoperasian forklift tersebut. Untuk mencegah kecelakaan dan untuk mengurangi bahaya2 yang timbul dalam pengoperasian forklift, ketentuan berikut ini perlu diperhatikan : 1. Forklift tidak boleh dirubah sehingga posisi alat pengontrolnya akan berbeda dari keadaan semula ketika diterima dari pabrik pembuatannya. 2. Forklift harus diuji setiap hari oleh operator yang bertugas sebelum dioperasikan. Program pemeliharaan harus dilaksanakan sesuai recomendasi pembuatnya 3. Bila suatu waktu forklift rusak atau tidak aman dipakai 4. Forklift tidak boleh dikemudikan hingga dekat pada seseorang yang berdiri didepan suatu benda 5. Para penumpang tidak diperkenankan menumpang diatas forklift kecuali ada tempat yang khusus dirancang untuk pembantu operator 6. Memarkir forklift hanya ditempat yang ditentukan, jangan digang atau pintu masuk , jangan menghalangi peralatan atau barang. 7. Bila forklift ditinggalkan, garpunya harus benar2 diturunkan, alat control dinetralkan, mesin dimatikan dan pasang rem tangan. Bila forklift harus diparkir ditempat 8. Operator harus memperlambat kecepatan pada jalan basah atau licin dan harus membunyikan klakson pada semua persimpangan jalan dan lokasi2 lain dimana penglihatan terhalang 9. Bila muatan yang sedang diangkat menghalangi pandangan ke depan, operator harus mengemudikannya dengan cara mundur. 10. Bila akan mendaki atau menuruni jalur landai atau tanjakan2 lain, forklift yang bermuatan harus dikemudikan dengan muatan diangkat ke atas dan condong ke belakang

Document Number : HSE-EP-SOP- 19-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

11. In all condition, unloaded forklifts must run with the bucket lowered (high enough that it doesn’t scrape the road surface – 200 mm) 12. Only those appointed and those holding government or company issued drivers licence are entitled to operate forklifts. Reckless driving and joking overly are strictly prohibited. 13. Forklifts weight capacity gauge should be provided, and this must be visible from the operators seat. Operator should be knowledgeable about capacities of various forklift 14. When operating electrically powered forklifts, operators should see to it that the battery cover is tied correctly and tightly 15. Do not apply back lever to brake electrically powered forklifts 16. Backward motion alarm should be provided at the back of all forklift to warn people when the vehicle is moving backward

11. Pada semua kondisi forklift yang tidak bermuatan harus dioperasikan dengan alat angkatnya berada dibawah (pada batas cukup tidak mengenai permukaan jalan saja = 200 mm) 12. Hanya orang2 yang berwenang serta memiliki sertifikat operator pemerintah atau SIM perusahaan yang diperkenankan mengoperasikan forklift. Mengemudi secara ugal ugalan dan bercanda yang berlebihan tidak diperbolehkan. 13. Forklift harus diberi tanda penunjuk kapasitas beban ditempat yang mudah dilihat dari posisi operator. Operator harus paham benar dengan batas-batas beban maksimum dari forklift. 14. Bila menggunakan forklift yang digerakkan listrik, operator harus yakin bahwa penutup baterei diikat / dipasang dengan benar & kuat 15. Jangan menggunakan control mundur pada forklift listrik untuk mengerem 16. Alarm tanda mundur harus dipasang dibagian belakang dari semua forklift untuk memberi aba-aba pada orang lain apabila forklift itu bergerak mundur.

Document Number : HSE-EP-SOP- 20-08 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

XX. MANUAL HANDLING Following these simple steps will ensure that you minimise the risk of injury when performing Manual Handling tasks. 1. Assess the size and shape of the load before attempting to handle. Make allowances for the bulk of the load as well as the weight and get help if you need it. 2. Consider the best path to take when handling the load. The shortest path may not always be the best way. If there are many obstructions in the way, perhaps an alternative path should be considered. 3. Assume a well-balanced position facing the direction you intend to move the load. The feet should be parted with one foot alongside the object to be lifted and one behind. The feet comfortably spread gives greater stability and the rear foot is in position for the upward thrust of the lift. 4. The hold must be secure and comfortable. Use palms of hands and not finger tips. For objects such as boxes, hold diagonally opposite corners. Move in close to the load with arms and elbows tucked in. 5. Bend at the knees and keep the back in its natural curved position. But remember that “straight” doesn’t mean “vertical”. A straight back keeps the spine, back muscles and body organs in correct alignment. 6. Keep the head raised and chin in so the neck and head continue the straight back line. 7. Leg muscles are stronger than back muscles. Use them to lift the load. Do not jerk or strain, use a smooth action. 8. Start the lift with a thrust from the rear foot and follow through with the body when possible. Use of body weight helps to propel the load, reduces fatigue and strain on the arms. 9. Mechanical assistance and / or team lifting arrangements should be provided for weights above 16 kg.

XX.MENANGANI BARANG SECARA MANUAL Mengikuti langkah2 yang sederhana akan memastikan bahwa kamu telah meminimalkan resiko dari luka2, kerugian pada saat melakukan pekerjaan/tugas 1. Menilai ukuran & bentuk beban sebelum mencoba untuk menangani. Membuat kelonggaran menjadi penting untuk beban / berat dan meminta bantuan jika km memerlukannya. 2. Pertimbangkan alur/jalan / cara yang terbaik untuk mengambil, ketika Menangani beban.Alur / Jalan /cara yang terdekat belum tentu menjadi Jalan yang terbaik 3. Asumsikan suatu posisi seimbang yang menghadap dengan barang / beban yang akan km pindahkan. Satu kaki harus disamping atau sepanjang object yang akan diangkat dan satunya lagi dibelakang.Kaki akan nyaman dan memberikan stabilitas lebih besar.Sedangkan kaki belakang adalah sebagai daya dorong untuk menaikkan / mengangkat. 4. Pegangan harus nyaman.Gunakan telapak tangan & tidak memegang Ujung / sudut.Untuk object seperti kotak pegang kebalikan sudut Diagonal. Pindah didekat beban dengan lengan dan siku memasukan ke dalam. 5. Menekuk lutut dan menjaga punggung pada posisi curve alami.Tapi ingat bahwa lurus tidak berarti vertical. Punggung lurus akan memelihara tulang belakang, mengembalikan otot dan organ pada posisi yang benar. 6. Jaga ketinggian kepala dan dagu sehingga kepala dan leher tetap segaris dengan punggung, 7. Otot kaki lebih kuat daripada otot punggung,biasakan mereka mengangkat beban seperti itu.Jangan menghentak atau tegang, gunakan tindakan yang lembut. 8. Pada saat mengangkat gunakan daya dorong kaki belakang dan dilanjutkan dengan badan bila memungkinkan.Penggunaan berat badan membantu menggerakkan beban itu , mengurangi kelelahan dan ketegangan pada lengan 9. Bantuan mekanik atau pengaturan regu pengangkat harus ada untuk beban diatas 16 kg.

Document Number : HSE-EP-SOP- 21-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

EMERGENCY HOTLINE

EMERGENCY HOTLINE

Phone number 021-71793708 is a telephone installed at PT.Envitech Perkasa Office , and is answered on a top priority basis, 24 hours a day.

Nomor telepon 021-71793708 adalah no. telepon Kantor PT. ENVITECH PERKASA dan diprioritaskan selama 24 jam sehari.

Employees are urged to call EXTENSION 32 ( Emergency Coordinator ) to report emergencies such as Fires, Medical emergencies, bomb threat, earthquake or any other emergency situation.

Karyawan dihimbau untuk menghubungi EXTENSION 32 ( Emergency Coordinator) untuk melaporkan keadaan darurat seperti Fires, keadaan darurat yang berhubungan dengan medic, ancaman bom, gempabumi atau keadaan darurat lain.

When calling, be prepared to provide the following information: 1. Name and extension of reporter. 2.

The type of the emergency

3.

The exact location of emergency and/or victim.

the

Ketika terjadi pemanggilan, mohon disiapkan dan menyediakan informasi sebagai berikut : 1. Nama dan no.ext pelapor. 2. Jenis keadaan darurat 3. Penempatan yang tepat dari keadaan darurat dan / korban

the

PROSEDUR KEBAKARAN FIRE PROCEDURE 1. When you spot smoke or Fire : keep calm, yell for help (fire, fire, fire). 2. In case the Fire has the potential to be extinguished: a. Try to fight it out by using the nearest fire extinguisher. b. Close all doors around the fire to contain it. c. Alert any personnel in the immediate area to leave the area.

1. Ketika anda melihat asap atau Api bersikaplah tenang dan cepat minta bantuan dengan berteriak ( api, api) 2. Jika Api yang sekiranya bisa dipadamkan: a. Mencoba untuk berusaha sekuat tenaga untuk memadamkan dengan menggunakan pemadam api yang paling dekat b. Menutup semua pintu di sekitar api . c. Secepatnya menyiagakan Personil di area tsb untuk segera memerintahkan karyawan lain untuk meninggalkan area itu.

Document Number : HSE-EP-SOP- 21-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

3. In case the fire is out of control or hard to cope with : a. Call 103 ( Security Post ) or 021-75818117 ( Fire Department ) b. Call the Envitech Operator Ext. 10/ 40 through the intercom c. Contact Emergency Coordinator ( Ext. 32) 4. An announcement from the Envitech Management may take place in case evacuation is required (follow the Envitech Emergency Response and Evacuation Guidelines). 5. DO’s and DON’Ts: a. Use stairway and proceed to car park in front of Metra 72. b. Do not panic and do not run. c. Personal car owners and drivers are prohibited to use theirs cars d. If caught in heavy smoke, take short breaths, covers your mouth and nose with a handkerchief or cloth and stoop or crawl to escape. Air is usually better 2 to 4 feet above the floor.

3. Jika api tidak dapat dikendalikan atau sulit untuk diatasi: a.Hubungi 103 (Pos Keamanan) atau 021-75818117(Jawatan Pemadam Kebakaran) b. Hubungi Operator Envitech melalui ext . 10/ 40 untuk menyampaikan informasimengenai kebakaran ini ke masing2 dept. c. Menghubungi Eergency Coordinator ext . 32

4. Suatu pengumuman dari management Envitech akan dilakukan apabila ada pengungsian ( mengikuti petunjuk tanggap darurat dan pedoman evakuasi).

5. Lakukan dan Jangan lakukan : a. Menggunakan tangga dan menuju ke pelataran parkir di depan Metra 72. b. Jangan panik dan jangan berlari. c. Pemilik mobil] pribadi dilarang untuk menggunakan mobil d. Jika tertangkap di dalam asap yang tebal, ambilah nafas yang pendek/singkat, tutup mulut mu dan maju dengan hati-hati dengan suatu saputangan atau kain dan membungkuk atau merayap untuk untuk melepaskan diri dari asap. Udara pada umumnya lebih baik 2 sampai 4 kaki di atas lantai

Document Number : HSE-EP-SOP- 22-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

EARTHQUAKE 1. Get beneath a table or other piece of substantial furniture, which will give both protection and an air space. 2. Look for a building column with no potential falling object located in the floor where you are working. Always have their location in mind and put yourself next to it as soon as you feel the earthquake. That is the safe place in case of falling pieces of ceiling. 3. The building’s Fire Escape Stairs area is considered to be the safest area for any falling objects. 4. Stay away from windows, bookshelves, ceiling lamps, filing cabinets and other heavy objects that could fall and injure you. 5. Wait until further instruction. 6. Do not panic. 7. If you are outside, stay away from the building. 8. If you are in a car in the parking lot, stay in the car.

GEMPABUMI 1. Berlindunglah di bawah meja atau tempat lain dari mebel substansiil, yang akan memberi perlindungan dan ruang udara. 2. Mencari suatu kolom bangunan, yang tidak potensial kejatuhan benda di lantai di mana kamu sedang bekerja. Selalu berpikir cepat untuk menempatkan diri di suatu lokasi yang aman pada saat anda merasakan terjadinya gempa bumi. Tindakan Itu berarti anda menyelamatkan diri di tempat yang aman dan terhindar dari kejatuhan potongan dari langit-langit. 3. Tangga Pintu darurat dianggap sebagai area yang aman dari kejatuhan benda. 4. Menghindar dari jendela, bookshelves, lampu pagu/langitlangit, lemari penyimpanan suratsurat dan benda lain yang berat, yang bisa jatuh dan melukai kamu. 5. Menunggu instruksi lebih lanjut. 6. Jangan panik. 7. Jika kamu ada di luar, menjauhlah dari bangunan. 8. Jika kamu ada dimobil di area parkir, tetap tinggal disitu

Document Number : HSE-EP-SOP- 23-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

MEDICAL EMERGENCY In the event that an illness or injury of an employee or visitor takes place in Jakarta office area and site: 1. Contact the First Aiders (HSE Dept / Ext.32) dedicated for your workstation area and your supervisor. 2. For serious illness/injury, contact the Emergency Coordinator on  Head Office : Mr. Sapto Yuliantoro (Ext.32) Provide the information:

following

 Name and extension of the reporter.  Name, gender and approximate age (if known) of the person with illness / injury.  Condition of the injured or ill person (conscious, breathing without assistance, bleeding, unconscious, etc )  Exact location of the injured / ill person. 3. Do not move the injured / ill person except by the medical professional. The HSE Dept will go to the location of the injured /ill person to:

KEADAAN DARURAT MEDIS Apabila ada orang sakit atau luka-luka dari karyawan atau pengunjung diarea Jakarta dan lokasi: 1. Menghubungi First Aiders ( HSE Dept Ext.32) untuk area site -kerja anda dan penyelia anda. 2. Untuk luka yang serius, silahkan menghubungi Emergency Coordinator  Kantor Pusat: Mr. Sapto Yuliantoro (Ext.32) Mohon diinformasikan sbb :  Nama dan perluasan dari pelapor  Nama, jenis kelamin dan umur ( jika dikenal) dari orang yang sakit / uka-luka  Condition/Kondisi dari penderita atau orang yang sakit ( sadar, bernafas tanpa bantuan, pendarahan, tak sadar, dll)"  Penempatan yang tepat dari orang yang sakit.

3. Orang yang sakit / terluka jangan dipindah / digerakkan kecuali oleh professional medis . HSE Dept akan ke lokasi kejadian untuk:

Document Number : HSE-EP-SOP- 23-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

a. Menstabilkan korban dilokasi kejadian maupun menangani korban diruangan First Aid. b.Jika

a. Stabilize him/her either there or taking him/her to the First Aid room. b. If necessary, arrange a car/ambulance to take the injured / ill person to the hospital.

perlu, mengatur mobil ambulance untuk dibawa ke rumah sakit.

Document Number : HSE-EP-SOP- 24-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

EVACUATION PROCEDURE 1. The building evacuation command will be announced through the PA (Public Address) system, along with activation of building emergency alarm ( continuous ringing plus sound) 2. Leave the building immediately following instruction from your Fire Wardens via the Emergency Exit. Do not return for any reason until formally instructed by Fire Wardens. 3. Descend calmly via the evacuation path, following the EXIT signs. DO NOT PANIC. Help each other to ensure a safe evacuation. 4. If you have a visitor with you, it is your responsibility to ensure that she/he complies with this procedure. 5. Ladies should not wear high-heeled shoes and stocking on evacuation. 6. Handicapped or pregnant people should ask assistance from Fire Wardens. 7. Gather at the Designated Muster / Assembly Point (refer to Emergency Exit Guidelines located at each room/cubicle). 8. Do not drive your car out of the car parks.

PROSEDUR EVAKUASI 1. Pelaksanaan perintah pengungsian akan diumumkan melalui pengumuman yang dipakai oleh karyawan pada umumnya bersamaan dengan pengaktifan alarmkeadaan darurat (bunyi serasi secara terus-menerus) 2. Meninggalkan gedung / bangunan secepatnya dengan mengikuti instruksi dari fire warden via Pintu Darurat . Jangan kembali ke gedung untuk alasan apapun sampai ada perintah dari fire warden. 3. Turun dengan santai via jalur pengungsian, mengikuti tanda JALAN KELUAR. JANGAN PANIK. Saling tolong menolong untuk memastikan keselamatan dalam pengungsian. 4. Jika anda mempunyai tamu dengan anda, Itu adalah tanggung jawab anda untuk memastikan bahwa tamu tersebut mematuhi prosedur ini. 5. Bagi karyawati mestinya tidak memakai kaus kaki dan sepatu yang tinggi pada saat pengungsian. 6. Orang yang hamil atau orang cacat jasmani perlu minta bantuan / bertanya kepada fire warden. 7. Semua berkumpul di Pengumpulan yang ditunjuk / Assembly point ( mengacu pada Petunjuk Pintu Darurat pada masing-masing ruangan 8. Jangan mengemudi kendaraan anda ke luar dari pelataran parkir

Document Number : HSE-EP-SOP- 24-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

9. All the employees must report immediately to their department Managers/Admin Assistants at the Muster / Assembly Point and wait for further instruction. Manager/Admin Assistants are responsible for the head counts of their group, including the missing and/or injured people. 10. Fire Wardens will collect all the head count reports including the missing and/or injured people from each department Managers/Admin Assistants and consult with Emergency Commander or alternate for any required further action. 11. Fire wardens will announce Clear upon advise from the Emergency Commander 12. Please ensure that you know your and familiarize yourself with the escape route and alternative escape route from your normal working area.

9. Semua karyawan harus secepatnya melaporkan kepada Managers/ Admin Assistant departemen mereka di tempat pengumpulan / Assembly point dan menantikan instruksi lebih lanjut. Manager/Admin Assistant/Asisten bertanggung jawab kepada kelompok mereka, Termasuk yang hilang dan/atau orang-orang yang terluka. 10. Fire warden akan mengumpulkan semua laporan dari masing2 head termasuk yang hilang dan/atau orang-orang yang terluka dari masing-masing Managers/Admin Assistant/Asisten departemen dan membicarakan dengan Pemimpin keadaan darurat atau ada permintaan lain untuk melakukan tindakan lebih lanjut. 11. Fire warden akan mengumumkan dan diberikan saran dari Commando emergency 12. Tolong pastikan bahwa anda mengetahui dan membiasakan diri anda dengan rute jalan keluar dan jalan alternative lain

FIRST AIDERS Document Number : HSE-EP-SOP- 25-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

FIRST AIDERS The roles and responsibilities of First Aiders: 1. To give immediate care to a person who has been injured or suddenly taken ill if medical assistance is not available or is delayed. 2. To avoid errors those are frequently made by untrained persons in helping injured or suddenly ill person. In the event of illness or injury of an employee or visitor, one of the First Aiders and respective supervisor will be contacted immediately by the person who happens to see it. For serious illness/injury, contact the Emergency Coordinator :  Mr. Sapto Ext.32 :

Peran dan tanggung-jawab dari FIRST AIDER : 1. Untuk memberikan perhatian secara cepat terhadap karyawan/ti yang terluka atau tiba-tiba sakit apabila bantuan medis tidak ada atau / tertunda. 2. Untuk menghindari kesalahan yang sering dibuat oleh para orang yang tak terlatih dalam membantu orang yang terluka tau orang yang tibatiba sakit. Dalam hal penyakit atau luka-luka dari karyawan atau pengunjung, salah satu dari first Aider dan penyelia masingmasing akan di dihubungi dengan cepat oleh karyawan lain untuk melihat hal itu. Apabila ada luka / penyakit yang serius bisa menghubungi Koordinator emergency :  Mr. Sapto Yuliantoro Ext.32

Document Number : HSE-EP-SOP- 26-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 o 2f

BOMB THREAT PROCEDURE Modes of bomb threat could be a bomb threat call (message), a suspicious package, or a letter / package bomb.

1. Be calm and do not panic. 2. Call:  extension 103 if you are within PT.ENVITECH PERKASA offices (Building Security Post) 3. Management will make an announcement to all employees on the threat. Employees are requested to follow further instructions from Management. 4. Conduct a quick inspection of your immediate work area observing any suspicious object. Do not touch or try to move the object. 5. ON RECEIPT OF A BOMB THREAT CALL a. When you receive a bomb threat call, employee shall explore information as much as possible . b. Engage the caller in conversation in an attempt to discover as much information as possible. c. When the call is finished, contact extension 103 immediately. d. The Telephone Operator shall contact the Chief Security or Emergency Commander or Envitech Management ERT to inform the bomb threat.

PROSEDUR TERHADAP ANCAMAN BOM Model ancaman pengeboman bisa melalui telepon / pesan, suatu paket yang mencurigakan, atau suatu surat / paket bom. 1. Tenang dan jangan panik. 2. Hubungi : extention 103 jika anda ada di kantor PT. Envitech Perkasa 3. Manajemen akan membuat suatu pengumuman untuk semua karyawan mengenai ancaman tersebut. Karyawan diminta untuk mengikuti perintah lebih lanjut dari Manajemen. 4. Melakukan suatu pemeriksaan dan observasi yang cepat dari area kantor terhadap obyek yang mencurigakan. Jangan menyentuh atau mencoba untuk memindahkan obyek tersebut. 5. PADA SAAT MENERIMA SUATU ANCAMAN PENGEBOMAN a. Ketika anda menerima suatu ancaman pengeboman, karyawan akan menyelidiki informasi sebanyak mungkin. b. Mencoba melibatkan si penelepon dalam percakapan untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin. c. Ketika ancaman sudah selesai, cepat menghubungi ext 103 . d. Operator Telepon akan menghubungi pimpinan Security/Keamanan atau Pemimpin keadaan darurat atau Envitech ERT Manajemen untuk menginformasikan ancaman pengeboman tersebut.

e. Jangan mencoba untuk menemukan bom tersebut, tetapi mempersiapkan evakuasi dari gedung (sesuai dengan Procedure evakuasi).

Document Number : HSE-EP-SOP- 26-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2 6.

e. Do not attempt to find the bomb, but be prepared to evacuate the building in accordance with the Bomb Threat Evacuation Procedures. 6. ON DISCOVERING A SUSPICIOUS LETTER/PACKAGE a. Call extension 103 and inform the nearest Security immediately b. Do not touch or try to move the object; However, observe quickly to remember the characteristic of the letter or package. c. In case the letter / package is accidentally on hand, put it gently to the nearest stable surface. d. Leave the immediate vicinity,

request colleagues to do the same and make sure that no one enters the area until Security arrives and Area is declared SAFE. ( Please refer to Jakarta Office Evacuation Procedure )

TELEPHONE DIRECTORY 1. Muhtadi Sjadzali (Managing Director) 021-71793708 / 0811832261 2. Budi Setyawan (Operation Manager) 021-71793708 / 0818732834 3. Ruslan (Construction Manager) 021-71793708 / 081807813210 4. Sapta Yuliantara (HSE Manager) / 081382537853 HOSPITAL & FIRE DEPARTMENT 1. 2.

RS. Pusat Pertamina 021-7200290 / 91 Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan 021-75818117 / 08128457226 Up. Bapak Agus Wijaya

PADA SAAT MENEMUKAN Suatu SURAT / PAKET yang MENCURIGAKAN

a. Hubungi ext 103 dan menginformasikan ke Security/ Keamanan yang paling dekat b. Jangan sentuh atau mencoba untuk memindahkan obyek tersebut.; Bagaimanapun, cepat untuk mengamati dan ingat karakteristik dari surat atau paket tersebut. c. Jika surat / paket sudah terlanjur diterima taruhlah dengan hati-hati di permukaan yang stabil & paling dekat. d. Segera meninggalkan lokasi tersebut diharapkan karyawan lain juga melakukan hal yang sama dan pastikan bahwa tidak ada satu pintu masuk area tersebut sampai petugas keamanan mengatakan bahwa tempat tersebut aman (mohon lihat prosedur evakuai)

EMERGENCY RESPONSE PROCEDURE

EMERGENCY 1. Fire 2. Injury 3. Medical evacuation

HSE Department: HSE Coordinator Sigit Sudarmaji (081331339207 )

Hospital 1. Thamrin ( 3904422 ) 2. Abdi Waluyo ( 3144989 ) 3. RSPP (7219153)

FATALITY

Inform to  HRD  Family

CALL : 1. Head Office 02171793708 Fax: 021717933638 Email : envitech@e nvitech.co.i d

HELICOPTER / CAR AMBULANCE

HSE REPORTING & INVESTIGATION

RETURN TO WORK 1. The same position 2. RWC

Operation Department: 1 .Budi Setiawan (0818732834 ) 2. Ruslan (081807813210) 4. Lubna (08129965516) / HRD

SPECIAL MEDICAL ( Doctor )

REHABILITATION

TITLE :

PT. ENVITECH PERKASA

HSE TRAINING & DEVELOPMENT

Waste Water And Water Treatment JAKARTA DEPARTMENT:

Number : HSE-EP-SOP-27-08 Revision No: 00

Page1 of 4

HSE HEAD OFFICE 1.

OBJECTIVE

Date

:

To improve the staff knowledge and skill for improving the HSE Management System

2.

2.1. 2.2.

SCOPE: 2.3. 2.4.

3.

DEFINITION

4.

REFERENCE

5.

RESPONSIBILITIES

PREPARED BY

: 1 March 2008

:

Started from the orientation of a new Staff. The training need is based on the request from Head Department, Client Requirement, or Training Matrix Plan The training need as Approved by the Operation Manager Engineering, Commissioning, Finance & HR/GA, Marketing, Operational, Procurement

3.1. HR/GA = Human Resources and General Affairs

: OHSAS 18001 Requirement 4.4.2 5.1. HSE manager is responsible for this procedure

Sapta Yuliantara

POSITION : HSE Manager

SIGNATURE:

TITLE :

PT. ENVITECH PERKASA

HSE TRAINING & DEVELOPMENT

Waste Water And Water Treatment JAKARTA DEPARTMENT:

Number : HSE-EP-SOP-29-08 Revision No: 00

Page 2 of 4

HSE HEAD OFFICE 6.

Date 6.1 6.1.1

DETAIL PROCEDURE:

6.1.2 6.1.3

6.2 6.2.1

6.2.2 6.2.3

PREPARED BY

Sapta Yuliantara

: 1 March 2008

ORIENTATION / INDUCTION TRAINING Orientation or introductory given to a new staff especially in relation with the understanding on the Company as a whole which includes: HSE Regulation, Organization, HSE Policy, SOP, and its business activities. The orientation is divided into two groups: 6.1.1.1. Orientation / Induction training for new staff in the Head Office, conducted by HR / GA after that HSE Department 6.1.1.2. Orientation at the new job site/project, will be conducted by HSE Manager before started the job List of the participant is provided (attendance List) Attendance List for the staff of new project shall be stored and maintained in the HSE Department excluding HR/GA Introduction record KNOWLEDGE AND SKILL Every year HSE Department shall make new schedule on in house and outhouse training like as Training Matrix Plan The Training Matrix Plan sent to Operation Manager The HSE Manager and the Operation Manager will be discussed which approved the training

POSITION : HSE Manager

SIGNATURE:

TITLE :

PT. ENVITECH PERKASA

HSE TRAINING & DEVELOPMENT

Waste Water And Water Treatment JAKARTA DEPARTMENT:

Number : HSE-EP-SOP-29-08 Revision No: 00

Page 3 of 4

HSE HEAD OFFICE 6.

6.2.4.

DETAIL PROCEDURE: 6.2.5.

6.3 6.3.1. 6.3.2.

6.3.3. 6.3.4.

6.4 6.4.1 6.4.2 6.4.3

PREPARED BY

Sapta Yuliantara

Date : 1 March 2008 Technical training shall include: Engineering, Commissioning (Proses) and others Dept prepared and Conducted by Finance / HR & GA Non Technical training shall include: HSE Management System

INHOUSE The in-house training is conducted by internal Trainer such as HSE Training The in house training takes place in Training room – Head Office or other place provided for such training at the location A certificate to the attendance shall be given to training with the duration is more than 4 hours. The certificate shall be signed by HSE Manager or Finance & HR/GA and The Managing Director of PT. ENVITECH PERKASA. EXTERNAL TRAINING External training is conducted by Finance & HR / GA Department Finance & HR / GA Department is a selected institution for management skill Other institutions are being selected in accordance with the training need.

POSITION : HSE Manager

SIGNATURE:

TITLE :

PT. ENVITECH PERKASA

HSE TRAINING & DEVELOPMENT

Waste Water And Water Treatment JAKARTA DEPARTMENT:

Number : HSE-EP-SOP-29-08 Revision No: 00

Page 4 of 4

HSE HEAD OFFICE 6.

DETAIL PROCEDURE:

6.5 6.5.1 6.5.2 6.5.3

6.6 6.5.1

6.5.2

7.

Date : 1 March 2008 RECORD/DOCUMENTATION Attendance List for In house training is stored/maintained by HSE Department Attendance List for External training is stored/maintained by HSE Departmen Photocopy of certificates (in house and external training are stored in the HSE Department DEVELOPMENT Refer to the training need, the staff knowledge/skill need to be improved for the purpose of staff development HSE Dept. submits the proposal to Finance & HR/GA for the training implementation.

ATTACHMENT

:

8.

8.1

Revision No: 00 Date 1 March 2008

LATEST REVISION :

PREPARED BY

Sapta Yuliantara

POSITION : HSE Manager

SIGNATURE:

Document Number : HSE-EP-SOP- 28-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

INTERNAL AUDIT PROCEDURE 1.0. Objective This procedures explain some ways of Health, Safety and Environment Procedures internal audit which are carried out to ensure compliance HSE Program 2.0. Scope This procedure covers all the stages of internal audit implementation and the proper check toward the elements in HSE Management System. 3.0. Reference This HSE internal audit refer to OHSAS 18001 requirement and refers to the regulation of Minister of manpower No.05/MEN/96. 4.0. Responsibility and Procedure Analysis 4.1. Responsibility 4.1.1 HSE Manager Responsible for making the internal audit implementation schedule for a year term and proposing names for internal auditors.

4.1.3. Department Manager Responsible to make sure that the proposed improvements are done well. 4.1.1 Internal Auditor Responsible to carry out internal audit and act independently, and make report of internal audits results.

4.2. Procedure Analysis 4.2.1 Internal Audit implementation Plan A. B.

C. D.

Annual schedule of PT.ENVITECH PERKASA internal audit is made by HSEl department and shall be distributed to all divisions All departments are audited once a year-minimum. Audit will be done more than once if necessary, and the implementation will are arranged by HSE Manager. Auditor team members can be chosen from HSE Department or from those who got training on a HSE Management System internal audit. The scope of elements from in every department.

4.2.1 Internal Audit Preparation

A. B.

Before auditing, the team prepares for auditing stuff such as: Check List, Audit Schedule, Stationery The – soon to be audited – department will receive a letter notifying the auditors’ future coming and this letter is sent by HSE Department

4.2.2. Internal Audit Implementation 1. Audit activities will begin with an opening meeting to explain the presence of the auditors and to set up auditing schedule analysis. 2. Audit activities will be carried out based on the auditing schedule that has been approved by the auditee. These include activities such as: A. Examination of related documents B. Interview with the auditee or workers C. On – field inspection visit. 3. In the closing meeting the auditors will explain the discrepancies found in he audite. If the auditee agrees with the findings, the auditors will make a Non-Conformance record (NCR) as in improper form of HSE 4. The Non-Conformance Report (NCR) made by the auditor will be sent to the auditee within three (3) days. The auditee will fill in the proposal for improvement /prevention in the report and set a new schedule. This report will be approved by the related Department Managers. 5. Verification of the improvement/prevention effectiveness is carried out in the followup audit by the personnel of HSE Department. 6. If the improvements have been implemented and carried out well, the NCR report is closed. The report is verified by the personnel of HSE Department who are appointed and signed by the HSE Manager as the management representative. 7. If improvements are not conducted until the approved date, the new NCR is released and the related department should set a new schedule. 8. After a new NCR closes, it is signed by HSE Manager. 9. The Operation Manager as recommended by HSE Manager, will set the follow-up audit for the department whose audit result is not yet satisfied.

4.2.3. Audit Report 1. The result of this filling is discuss in a management review meeting, once every six months

Document Number : HSE-EP-SOP-29-2008 Revision Number : 00 Issue Date : 1 March 2008

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------PROSEDUR PENANGANAN KECELAKAAN & PENCEMARAN LINGKUNGAN ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1.0. Tujuan Prosedur ini menjelaskan proses Penanganan Kecelakaan Dan Pencemaran Lingkungan.

2.0. Ruang Lingkup Prosedur ini berlaku untuk Penanganan Kecelakaan dan Pencemaran Lingkungan yang dimulai dari terima informasi kecelakaan / pencemaran lingkungan sampai membuat laporan hasil investigasi ke manajemen .

3.0

Standar yang Berlaku Persyaratan Standar ISO 9001:2000 – Klausul : 1.

8.3

:

Control of Non Conforming Product

Persyaratan Standar ISO 14001 : 2004 – Klausul : 1.

4.5.2

:

Accidents, Incidents, Non Conformances and Corrective and Preventive Actions

Persyaratan Standard OHSAS 18001 : 2000 – Klausul : 1.

4.5.2

:

Non Conformance and Corrective and Preventive Action

EMERGENCY RESPONSE TEAM

QHSE / OPERATION

Tanggap Darurat

Menerima Informasi adanya kecelakaan / pencemaran lingkungan

Penanggulangan Keadaan Darurat / Evakuasi

Kecelakaan / Pencemaran Ling.

All Department Kecelakaan / Pencemaran Lingkungan

QHSE Melaporkan Insident ke Management Preliminary Report

QHSE Instansi Terkait / Customer

Menghubungi instansi terkait

Laporan Laporan Kecelakaan / Pencemaran Lingkungan

QHSE Melakukan Investigasi kelokasi bersama instansi terkait / Customer Team Investigasi

QHSE Pelaporan hasil investigasi

Form Accident & CAR, memo

ENV-PS U-11-2007 KOMUNIKASI HSE QHSE

SOP-PSU-I3.1

Pelaporan hasil investigasi ke Management

TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN

memo & Corrective Action

CAR

Memo, Meeting, Banner

4.0

Catatan

5.0

Definisi dan Daftar Singkatan

6.0

1.

QHSE

:

Quality, Health Safety And Environment

2.

CAR

:

Corrective Action Request

Dokumen Pendukung No

Nomor Dokumen

1.

Judul Dokumen Laporan Kecelakan dan Pencemaran Lingkungan

2.

Prelimanary Report

3.

Corrective Action Request

4.

Laporan Hasil Investigasi

5. 6. 7. 8.

7.0

Catatan Perubahan No

Perubahan

Tanggal Efektif

TITLE:

PT. ENVITECH PERKASA

RISK ASSESSMENT

WASTE WATER & WATER TREATMENT Number : HSE-SOP-EP-30-08 Validation date : 1 March 2008

HSE HEAD OFFICE

Location

: Universal

Revision No : 00

1.

OBJECTIVES

:

Analyze and manage the risks in the waste water & water treatment at the moment construction and commissioning

2.

SCOPE

:

Applied to all PT. Envitech Perkasa business fields throughout Indonesia concerning some aspects of HSE management system.

3.

DEFINITION

:

3.1.

Risk Analysis: Analyze “what if”, where some scenarios are visualized (as if it happens) using some systematical information and data to determine how and when the incident can and might be occurred, and emerge serious effects to the company.

PREPARED BY

POSITION : Sapta Yuliantara

HSE Manager

SIGNATURE:

TITLE:

PT. ENVITECH PERKASA

RISK ASSESSMENT

WASTE WATER & WATER TREATMENT Number : HSE-SOP-EP-30-08 Validation date : 1 March 2008

HSE HEAD OFFICE

Location

4.

REFERENCES

5.

RESPONSIBILITIES:

4.4 HSE Manager

6.

DETAILED PROCEDURES

:

Flow Chart (diagram) of Risk Analysis and Management Procedures can be seen in the following page (page 3)

ATTACHMENT

:

7.1 Matrix of Risk Assessment AS/NZS 4360:1999

7

:

: Universal

Revision No : 00

4.1 AS/NZS 4360:1999:Risk Management 4.2 Risk Analysis & management: System Design Project, The University of Queensland 4.3 Tutorial Note: AS?NZS 4360:1999, Risk Management, Broadleaf Capital Int’ PTY LTD

7.2 Form of Assessment Result and Risk Analysis 7.3 Form of Assessment Report and Risk Analysis 8

-

Phase 2: Identify the Risk - What could be happened? - How it can be happened? - Why does it happen?

Phase 3: Risk Analysis - Controlling review - See the opportunity (matrix attached) - See the effect (matrix attached - See the hazard level (matrix attached)

-

Phase 4: Risk Evaluation Risk Evaluation Determine risk level based on Priority ((matrix attached)

Phase 5 : Risk Control - Identify actions - Evaluate all alternatives - Action to be selected - Provide planning - Implement planning

- Phase 6. Monitoring and Review - Risk Management Cycle, from phase 1 to phase 5 - Identify the changes (if any)

Phase 7. Consultation and Communication (internal, external Risk Management Output and Change Input from related parties Participation from all parties attending the meeting Reporting of the assessment result and analyzing risk (form and format are attached

-

-

Phase 1: Preparation See: the Company policy See to the operational location See the aim of risk management Establish the criteria (Regulation/HACCP standards, SMK3, Contract etc. - Establish the structure (approach assessment technique and analysis -

MATRIX : RISK ASSESSMENT AS/NZS 4360:1999 Table 1 Opportunity / Possibility for Safety and Health

A

Opportunity Level Almost certain

B

Likely

C

Moderate

D

Unlikely

E

Rare

Remark A case will happen in all conditions Example: many times , every year A case is likely will happen in most conditions. Example: ones in one to three year A case will happen on some certain condition. Example: once in five year A case might be happened on some certain condition. Example ; once in ten year An incident could possibly be happened on a particular condition/special/after many years. Example: once during the facility/plant age

Table 2 The impact on Safety and Health

1 2

Opportunity Level Insignificant Minor

3

Major

4

Catastrophic

Remark No injury, minor material loss Need first aid treatment, direct handling on-site release, middle material loss Injury, cause disability/total disabled, non damaged effect of off-site release Fatality, off-site release of toxic material and affected damage, high material loss

Table 3 Matrix on Safety and Health Risk Assessment

Opportunity A

1 H

2 H

Effect 3 E

B

M

H

H

E

E

C

L

M

H

E

E

D

L

L

M

H

E

E

L

L

M

H

H

4 E

5 E

*) For regulation, the value of Opportunity x Effect = H (high) or E (extreme) Remark: E Extreme Risk, needs immediate handling or stop the activity or the involvement of top management H High Risk, needs attention from the management , reschedule of restoring as soon as possible M Moderate Risk, handled by the related management areas, rescheduled as to the procedures L Low Risk, managed by routine procedure

Document Number : HSE-EP-SOP-31-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 2

PLANT OPERATORS & TRUCK DRIVERS

OPERATOR ALAT DAN SOPIR KENDARAAN

GENERAL SAFETY RULES ATURAN UMUM KESELAMATAN 1. Proper training, authorization and appropriate licensees are required before operating vehicles and equipment 2. Walk around your machine before you mount it 3. Make certain no one is working on, under, or close to the machine 4. Inspect your machine for potential hazards. Fill out pre-start check list 5. Report any defect before you move the machine 6. Read and understand all warning decals in your cab 7. Do not start a machine or move any controls if there is a danger or out of service tag in the machine 8. Seat belts must be worn 9. Make certain the area in your direction of travel is clear of people and obstructions before moving. Use spotter if necessary 10. Never back any machine until you are certain that there is no one or equipment behind you 11. Maintain a speed that is safe for the condition of the roadway, grade clearance, visibility and traffic 12. Secure your machine against movement before dismounting – set parking brake and lower attachments to the ground 13. Know the hand signal at site MOUNT AND DISMOUNT 1. Before mounting the truck scrape of your boot soles to avoid slips 2. Use the steps and grab handles 3. Always face the machine 4. Use three points of contact

1. Training yang sesuai, izin atasan dan SIMPER diperlukan untuk mengoperasikan alat atau kendaraan kecil 2. Sebelum naik berjalanlah mengelilingi mesin 3. Pastikan tidak ada orang yang bekerja pada alat dan disekitar anda 4. Lakukan pemeriksaan awal dengan mengisi “Pre start check list” 5. Laporkan kerusakan jika ditemukan 6. Baca dan pahami semua tanda peringatan yang ada dalam kabin 7. Jangan hidupkan mesin jika ada label Danger Tag atau out of service tag terpasang 8. Sabuk pengaman harus selalu digunakan 9. Sebelum bergerak pastikan daerah tujuan anda bergerak bebas dari orang atau halangan, gunakan spotter jika diperlukan 10. Jangan mundur sebelum memastikan bahwa tidak ada orang atau alat dibelakang alat anda 11. Jaga kecepatan kendaraan anda aman terhadap kondisi jalan, kemiringan dan lalu lintas 12. Jaga agar alat tidak bergerak sebelum anda turun dari alat. Gunakan rem parkir dan turunkan semua alat ke tanah 13. Pahami isyarat tangan yang digunakan dilokasi PADA SAAT NAIK DAN TURUN ALAT 1. Sebelum naik bersihkan sepatu untuk mencegah tergelincir 2. Gunakan tangga dan pegangan yang ada 3. Selalu menghadap alat 4. Gunakan dua kaki dan satu tangan atau dua tangan dan satu kaki bertumpu pada tangga

Document Number : HSE-EP-SOP-31-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 2 of 2

WARNING SIGNALS

TANDA PERINGATAN

Operator / driver of heavy equipment and support vehicle are required to give the appropriate standard horn signals as follows :

Operator / pengemudi alat berat dan kendaraan pendukung harus memberikan kode standar berupa bunyi klakson :

1. Before starting the engine : sound the horn once 2. Before moving forward : sound the horn twice 3. Before reversing : sound the horn three times 4. To indicate emergency / danger : sound the horn one long blast

1. 2. 3. 4.

Sebelum start : klakson satu kali Sebelum maju : klakson dua kali Sebelum mundur : klakson 3 kali Untuk tanda bahaya : klakson panjang satu kali

Document Number : HSE-EP-SOP-32-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008 Page Number : 1 of 1

DUMPING PROCEDURE 1. Hazard to be looked for on dumps are cracking near the edge 2. Dump truck driver need to make sure the dozer operator is aware of his dump truck before attempting to proceed on the dump 3. Never back truck beyond any visible crack on the dump 4. Truck approaching the dump must make a right hand turn on the dump 5. Decrease speed when backing and follow the spotter sign if available 6. Lower the tray to the frame before leaving the dump area 7. Check all directions to make sure everything is safe before proceeding 8. The spotter is to ensure all operators in the work area are aware of his presence 9. The spotter is to be in eye contact with the driver at all times

PROSEDUR DUMPING 1. Potensi bahaya yang harus diperhatikan untuk pembuangan adalah retakan di pinggir pembuangan 2. Sopir dump truk harus memastikan bahwa dozer operator mengetahui keberadaan truknya sebelum terus maju untuk membuang 3. Jangan mundurkan truk melampaui retakan yang kelihatan 4. Truk saat mendekati daerah pembuangan harus memutar ke kanan 5. Kurangi kecepatan bila mundur dan ikuti aba2 spotter jika ada 6. Turunkan bak truk sebelum meninggalkan daerah pembuangan 7. Periksa ke semua arah untuk memastikan semuanya aman sebelum bergerak maju 8. Spotter harus memastikan bahwa semua operator atau sopir yang bekerja didaerah itu mengetahui keberadaannya 9. Spotter harus selalu menjaga kontak mata dengan sopir

Document Number : HSE-EP-SOP- 32-08 Revision Number : 01 Issue Date : 1 March 2008

WASTE MANAGEMENT PROCEDURE I. OBJECTIVES Ensure that the solid waste resulted and generated from the activity of process/product is safe for the environment

II. SCOPE This procedure is effected in all PT ENVITECH PERKASA throughout Indonesia and all the aspect that resulted the solid waste III. RESPONSIBILITIES 3.1. Management All the Management and Directors

PT ENVITECH PERKASA set up their

commitment to minimize the environment impact in undertaking the Company activities correctly and smoothly.

3.2. HSE Department HSE Manager and their advise on the problems maintain the solid waste cooperation with related certificate, if needed.

staffs are responsible for providing information and in accordance with the environment prevention, and treatment. The department is also responsible for the parties to obtain the required permit/license and/or

3.3. Manager and Supervisor All Managers and Supervisors are responsible to carry out and obey to the procedure of solid waste management/treatment at the work place, and shall be asked for their responsibility to provide required sources to achieve the environmental friendly waste. 3.4. Worker/Employee Every staff/member is obliged to act as to the procedure and in accordance

with the rule/agreement, as well as the related regulation to implement the operation and to keep the quality of the environment. IV. REFERENCE 4.1. Law of the Republic of Indonesia No. 23/1997 on Environment Management 4.2.

Government Regulation No. 27/1999:

4.3.

Analysis on the Environment Impact

4.4.

ISO 14001

V. DETAIL PROCEDURES The appropriate solid waste management shall be started with pollution prevention and directed to the waste disposal; the change and reducing the operational practices which resulted the disposal into land/earth, air and water.

5.1.

Preparation

5.1.1. Provide waste container prior the work is started by envitech or client 5.1.2. The Waste Container should be clean and completed with the cover 5.1.3. The Waste Container shall be water proof, not easily corrosion. 5.1.4. The volume and quantity of Waste Container should be adjusted with the product waste resulted at each operation unit.

5.1.5. Be available at place which producing the solid waste 5.2.

Separation 5.2.1. Organic waste and anorganic waste should be separated before they are disposed into the determined Final Waste Disposal. 5.2.2. Organic Waste shall be degradable waste and degraded by microorganism such as: food left over, kitchen waste, vegetables, paper and others,

the container used to patch the waste should be in

green color. 5.2.3. Anorganic Waste shall be non degradable waste which is not easily degraded by micro organism; to destroy such waste will need special handling such as: metal, tin, broken plate glass, bottle and so on; the container to patch them should be in red color. 5.2.4 Dangerous and Poisonous Waste B3 shall be

waste resulted

from dangerous chemical like: battery, unused battery oil/lubricant

and so on shall be collected into a container of black color. (for further information, see B3 Procedure). 5.2.5 All waste shall be entered into the plastic bag, tied with colored cord (read, yellow, green) in accordance with the kind of disposed waste .

5.3.

Temporary waste collection 5.3.4. The waste which already been separated, is collected to the temporary collecting waste in accordance with its type, or the into the waterproof container and corrosion proof. . 5.3.5. The temporary waste collection/container should be cleaned up every day

5.4.

Transporting 5.4.1. The collected waste in the temporary waste collection/container is transported using a special vehicle for waste transportation. 5.4.2. The garbage truck shall be covered to protect from cross contamination through the air. 5.4.3. The transportation is conducted once a day.

5.5.

Waste disposal and destruction

5.5.1. Sanitary Landfill (By Client) Organic and an organic waste, is disposed as sanitary landfill; all the organic and an organic waste to be destroyed

into a digging hole

separately, then once a week should be covered with layer on the top and so fort.

5.5.2. Incinerator (If any)  The B3 (dangerous and poisonous) waste should be burned in the incinerator, then the ash/dust shall be disposed into special hole and filled.  Waste combustion of B3 shall be burned separately after the combustion of organic and an organic waste.  The dust resulted from organic and an organic waste shall be collected into one sanitary landfill disposal hole.

5.6.

The Operator who hanles the waste disposal should be completed with protection equipment as follows:

5.7.

a.

Coverall

b.

Gloves (cotton)

c.

Safety glasses

d.

Safety shoes

e.

Masker

The food waste container (if any) is not allowed to go out from the area in order protect from the cross contamination from outside and always be cleaned up after the usage.

Document Number : HSE –EP-SOP-33-08 Revision Number : 00 Issue Date : 3 November 2008 Page Number : 1 of 1

SAFETY REQUIREMENT WITH SPEED BOATS 1. Wear an approved life jacket (good condition) while before entering to the speed boats 2. Keep hand free (Do not take a goods or bags when entering to the speed boats) 3. All passangers must always wear life jacket in the speed boats 4. Follow instructions from master / driver 5. No smoking is allowed during refuling a speed boat 6. After arrived, please wear life jacket till on the platform

PERSYARATAN KESELAMATAN MENGGUNAKAN SPEED BOAT 1. Pakailah pelampung yang disetujui (paling tidak dalam kondisi baik) pada saat sebelum masuk ke speed boat 2. Usahakan tangan dalam kondisi bebas dari beban (Jangan membawa barang atau tas ketika masuk ke speed boat) 3. Semua penumpang harus selalu menggunakan life jacket pada saat didalam speed boat 4. Ikuti semua petunjuk master atau sopir speed boat 5. Dilarang merokok pada saat pengisian bahan bakar speed boat 6. Setelah sampai ditujuan, mohon life jacket masih dikenakan sampai diatas platform

STANDARD OPERATION PROCEDURE (SAFETY GUIDANCE) FOR BIOGAS REACTOR No.Document Revision Date Language

: HSE-EP-34-2009 : 00 : 10 of June 2009 : English and Bahasa

1.0. Purpose This document provides requirements for PT.Multibangun or others contractors to protect the workplace, environment, safety and health of personnel involved in handling methan gas .If any applicable regulatory / requirements from government or others source and more details must be followed . Dokumen ini menyediakan persyaratan2 untuk PT.Multibangun atau kontraktor lain untuk melindungi tempat kerja, lingkungan, keselamatan, dan kesehatan karyawan yang terlibat dalam menangani gas methan. Apabila ada peraturan / persyaratan2 dari pemerintah atau sumber lain dan lebih details harus diikuti

2.0. Applicability This document applies to all contractors as well as Eco Securities performing handling methan gas in the lampung bekri project Dokumen ini digunakan untuk semua kontraktor termasuk Eco Securities untuk menangani gas methan di proyek Lampung Bekri 3.0. Methan (CH4) Characteristics Methan is an odourless gas, strong flammable substance, explosive and simple asphyxiant. Methan adalah gas berbau, sangat mudah terbakar, mudah meledak dan menyebabkan sesak nafas 4.0. Requirements / Safety Guidance a) Smoking should not be allowed around reactor Tidak diijinkan merokok disekitar area reaktor b) Prohibit all open sparks or flames in reactor area (like as grass cutter) Dilarang ada kegiatan yang menimbulkan percikan api diarea reactor (seperti aktivitas potong rumput) c) Electric motors, fixtures and wiring should be kept in good condition to prevent a spark Motor listrik, peralatan dan kabel2 harus dalam keadaan baik untuk mencegah terjadinya percikan api d) Breathing Apparatus equipment , safety shower, eyes wash should be available for emergency use

Peralatan untuk breathing apparatus, shower, eyes wash tersedia untuk kasus emergency

harus

e) Post warning signs to keep people away from dangerous reactor Ada tanda-tanda peringatan untuk menjaga supaya orang tidak masuk ke area reactor f) Do not try to rescue a person who has been overcome by gas, call doctor for help immediately. First Aid training / rescue how to handle person poisoned the methan gas must be conducted Jangan mencoba menolong dan mengatasi personel yang terpapar gas methan, hubungi dokter secepatnya. Pelatihan first aid / rescue bagaimana cara mengatasi personel yang keracunan gas methan harus dilakukan g) JSA (Job Safety Analysis) or other hazard evaluation shall be used to authorize all hazard activities JSA atau evaluasi bahaya lainnya harus digunakan sebagai authorisasi semua aktivitas berbahaya h) One way access to the reactor area Satu akses untuk masuk ke area reactor i) Any access (carpet) on the lining so that while to repair the foot no direct contact with lining Ada akses (karpet) diatas lining sehingga pada waktu perbaikan kaki tidak langsung kontak dengan lining j) The edges of reactor give a cement / asphalt so that no fire at surrounding the edge of reactor Pinggiran reactor diberi semen / asphalt supaya disekitar pinggiran reactor tidak terbakar k) To ensure that all personnel to wear PPE (Personnel Protective Equipment) Memastikan bahwa semua karyawan memakai PPE  Safety glasses / Kaca mata  Wearpack / Pakaian panjang  Plastic or rubber Gloves / Plastic atau sarung tangan karet  Safety boots / Sepatu karet  Helmet /Helm  Respiratory equipment / Masker, peralatan pernafasan l) Barricading and sign posting area (Danger!!!!, Flammable Area, Explosive Area , No smoking in this area, etc) Pagari area reactor gas dan beri tanda2 (Awas bahaya, area mudah terbakar, area mudah meledak, dilarang merokok diarea ini dsb)

m) Fire extinguisher should be available (Carbon dioxide, dry chemical or water spray) APAR (Alat Pemadam Api Ringan) harus ada (CO2, dry chemical atau water spray) n) Monitoring for methan gas is required before starting the job, please use the gas detector Monitoring gas methan dipersyaratkan sebelum pekerjaan dimulai , mohon menggunakan gas detector o) Safety harness or safety belt is mandatory required when working at height . Safety harness atau safety belt dipersyaratkan apabila bekerja diketinggian p) Fire alarm, Fire Hydrant, Fire hose should be available Fire alarm, Fire Hydrant, Fire hose harus ada disekitar area reactor

Table 4 Opportunity/Possibility for the Environment

Opportunity Level A Almost certain B

Likely

C

Moderate

D

Unlikely

E

Rare

Remark A case will happen in all conditions Example: many times , every year A case is likely will happen in most conditions. Example: ones in one to three year A case will happen on some certain condition. Example: once in five year A case might be happened on some certain condition. Example ; once in ten year An incident could possibly be happened on a particular condition/special/after so many years. Example: once during the facility/plant age

Table 5 The impact on Environment

Impact Level Insignificant Minor

Moderate Major

Remark No financial consequences, light material/financial loss/data is ignored Local environment risk, contamination. High environmental damage, no permanent environment impact Limited loss as the consequence of repeated waste disposal which is over the permitted rule Serious environmental damage, needs good planning and works to recover the condition of

damaged environment as formerly Continuously environmental damaged, serious and wide obstruction , high economy loss for the Company, violation to the law or of certain border

Catastrophic

Table 6 Matrix on the Environment Risk Assessment

Opportunity A

1 H

2 H

Effect 3 E

4 E

5 E

B

M

H

H

E

E

C

L

M

H

E

E

D

L

L

M

H

E

E

L

L

M

H

H

*) For regulation, the value of Opportunity x Effect = H (high) or E (extreme) Remark: E Extreme Risk, needs immediate handling or stop the activity or the involvement of top management , immediate repair H High Risk, needs attention from the management , reschedule of restoring/repair as soon as possible M Moderate Risk, handled by the related management areas, rescheduled as to the procedures L Low Risk, managed by routine procedure

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF