Graphic Design Style

June 3, 2016 | Author: Chris Ivan | Category: Topics, Art & Design
Share Embed Donate


Short Description

A brief explanation about Graphic Design Style from time to time....

Description

|1

early modern

Victorian Dinamai berdasarkan Ratu Victoria, ratu Inggris pada saat itu, gaya desain ini merupakan hasil dari penola-kan terhadap industrialisasi yang dianggap menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan pada karya desain. Gaya desain grafis Victorian berkembang di Amerika, Inggris, Perancis, dan sebagian besar benua Eropa sejak tahun 1820-an hingga tahun 1900. Gaya desain ini dimulai ketika terjadi revolusi industri di Inggris ketika prinsip kerja mesin uap disempurnakan oleh James Watt di tahun 1769. Gaya desain ini muncul karena adanya reaksi seniman atas akibat yang ditimbulkan oleh revolusi industri. Revolusi industri di Inggris memunculkan sesuatu yang positif namun juga memunculkan sesuatu yang negatif seperti meningkatnya kriminalitas, urbanisasi, dan orang kaya baru (kaum borjuis). Dengan meledaknya revolusi industri, maka kebutuhan manusia pada zaman itu semakin berkembang. Muncul kebutuhan untuk mempromosikan dan menginfor-

2 | gravity

victorian

Kiri:

Poster iklan Sutton’s Compound Cream of Ammonia, 1907.

|3

early modern masikan sesuatu dari seseorang kepada publik. Teknologi cetak pun semakin berkembang, hingga muncul kebutuhan-kebutuhan

baru

dalam

bidang marketing, di antaranya kebutuhan untuk mengedukasi pasar dengan iklan, bagaimana mempercantik sebuah kemasan produk, bagaimana menginformasikan secara massal sebagai sebuah industrialisasi yang semakin maju dan kompleks. Pada Pameran Internasional I, pada tahun 1851 di London, timbullah reaksi menolak kehadiran mesin karena dianggap menciptakan dehumanisasi, yaitu kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan pada karya desain. Setelah peristiwa Pameran Internasional I, masyarakat semakin menyegani ornamentasi bentuk-bentuk bersejarah. Masyarakat beranggapan bahwa bentuk-bentuk yang cenderung gemuk akan menimbulkan efek yang menyenangkan mata dengan cara membuat Atas:

Sampul majalah Punch, 1883, yang bergaya Victorian Inggris.

4 | gravity

menjadi lebih lebar dan hitam. Cara ini dinamakan dengan Fat Face. Hal inilah

victorian yang memicu visualisasi gaya grafis

Gaya ini cenderung berkesan nat-

Victorian, yang menggunakan banyak

ural. Hal ini terlihat dari berbagai

ornamen dekorasi yang melambang-

poster dan iklan pada zaman itu

kan kenyamanan hidup masyarakat

yang kebanyakan menggambarkan

pada masa itu.

seseorang dengan pose-pose yang terkesan datar, alami, dan biasa terjadi di lingkungan sekitar, pose-pose ekstrem,

misalnya

menggunakan

sudut pandang mata kodok sangat sulit diterima pada zaman ini. Penggunaan warna-warnanya pun juga berkesan natural. Gaya ilustrasinya biasanya digambar secara realisme dan sentimental, serta mengutamakan keindahan, namun biasanya digambar secara kasar. Framing yang digunakan seringkali berupa ornamen-ornamen. Banyak juga ditemui karya-karya yang sifatnya simetris. Tipografi dengan menggunakan huruf jenis Sans Serif banyak ditemui, misalnya Bodoni dan Didot, dengan berbagai penggunaan variasi typeface dalam satu karya.

Kiri:

Kartu penukaran Best in The World Superior Silk, 1880, yang kental dengan nuansa gaya Victorian Amerika.

|5

early modern Kiri Atas:

Sampul majalah Les Contemporains, 1889, yang bergaya Victorian Perancis.

Kanan Atas:

Sampul majalah Judge, 1889, yang bergaya Victorian Amerika.

Bawah

Poster Uncle Sam’s Little Dinner Party, 1876, yang bergaya Victorian Amerika.

6 | gravity

victorian Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Jean Alexis Rouchon, Sir John Millais, dan Alfred Le Petit. Pada masa kini pun, terdapat beberapa desainer grafis yang karyanya mengacu pada gaya desain ini, antara lain Sarah Anne Langton.

Kiri:

Berbagai desain poster yang bergaya Victorian.

Kanan:

Print Ad iklan parfum Diesel, 2007, yang merupakan karya desain baru yang menggunakan pendekatan gaya Victorian.

|7

early modern

Art & Crafts Lahir dari usaha untuk menghidupkan kembali keterampilan tangan manusia dalam seni dan kriya, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap gaya Victorian yang dianggap sudah terlalu tradisional dan ketinggalan zaman pada masa itu. Gaya desain grafis Art & Crafts muncul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap gaya Victorian yang dianggap sudah terlalu tradisional dan ketinggalan zaman. Selain itu, gaya Victorian juga dianggap miskin akan nilai-nilai estetis karena sifat-sifatnya yang natural dan apa adanya. Gaya desain ini juga merupakan bentuk usaha untuk menghidupkan kembali keterampilan tangan manusia dalam seni dan kriya sebagai penolakan industri yang menggunakan mesin. Dengan dipelopori oleh William Morris dan John Ruskin, gaya ini mengusung gaya ilustrasi yang kaya akan seni dekoratif yang memiliki nilai keterampilan tangan yang tinggi.

8 | gravity

art & crafts

Kiri:

Halaman pembuka dari buku The Canterbury Tales, 1896.

|9

early modern William Morris dan John Ruskin mendirikan bengkel untuk memproduksi logam, furniture, tekstil, serta barang cetakan dengan gaya Gothic dan oriental yang menghasilkan barang yang indah, mengutamakan kepuasan seniman dalam berkarya serta harga yang terjangkau. John Ruskin merupakan seorang seniman dan kritikus yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk Gothic dan ornamen merupakan obat yang paling manjur untuk menyembuhkan semua penyakit estetika modern. Sementara William Morris merupakan seorang arsitek dan desainer rekan Ruskin menerapkan typeface-typeface sans Atas:

Permadani The Woodpecker, 1885, yang yang kental dengan nuansa gaya Art & Crafts Inggris.

Kanan:

Salah satu ilustrasi halaman buku Morte d’Arthur, 1893, yang kental dengan nuansa gaya Art & Crafts Inggris.

10 | gravity

serif dan menolak memakai typeface klasik Roman. Gaya ini menjadi pengaruh dari pergantian cara pikir di dalam estetika era Victorian. Gaya desain Art & Crafts awal mulanya berkembang di Inggris selama setengah abad, lalu gaya ini dipelajari oleh desainer-desainer Amerika dan menjadi berkembang pula di sana.

art & crafts Gaya ini biasanya diterapkan pada karya yang dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas, yang dikerjakan dengan serius dan teliti. Karya-karyanya berangkat dari gaya yang baru dengan inspirasi dari alam yang disederhanakan, serta ditampilkan dalam bentuk pattern. Produk-produknya juga merupakan

Kiri:

Sampul majalah The Studio, 1894, yang kental dengan nuansa gaya Art & Crafts Inggris.

kombinasi dari seni dan kerajinan (sesuai nama gerakannya) yang begitu memperhatikan kualitas. Gaya ini menekankan pada produkproduk yang dihasilkan dengan tangan, meski akibatnya produk yang dihasilkan menjadi sangat terbatas secara kuantitas. Hal ini disebabkan karena gerakan ini sangat anti terhadap mesin-mesin industri yang mampu memproduksi karya secara massal. Hal ini pula yang kemudian dianggap sebagai faktor yang membuat gerakan untuk mempopulerkan gaya ini menjadi gagal.

| 11

early modern Kanan Atas:

Sampul majalah Arts and Crafts, 1893, yang bergaya Victorian Amerika.

Kanan Bawah

Sampul majalah The Craftsman, 1876, yang bergaya Art & Crafts Amerika.

Gaya ini sudah memiliki prinsip proporsi dan fungsi-fungsi bentukan, serta memiliki nilai estetis dan keterampilan tangan yang sangat tinggi. Gaya ini juga menggunakan border berupa seni ornamen yang mayoritas berupa sulur-sulur atau tetumbuhan yang padat dan rumit, serta menggunakan typeface yang jelas dan anggun. Ilustrasi pada gaya ini dipengaruhi oleh gaya ilustrasi Gothic, yang berupa naskah, hiasan dinding, bunga, dan motif lengkung, serta menampilkan motif alam dan simbol yang memiliki makna. Apabila dibandingkan dengan gaya Victorian, gaya Art & Crafts jauh terlihat lebih bagus dan inovatif.

12 | gravity

art & crafts Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain William Morris, Aubrey Beardsley, Henry van de Velde, dan Walter Crane. Pada masa kini pun, terdapat beberapa desainer grafis yang karyanya mengacu pada gaya desain ini, antara lain Irina Vinnik.

Kiri:

Berbagai desain ilustrasi tipografiyang bergaya Art & Crafts, 2009.

| 13

early modern

Art Nouveau Bermula dari Inggris, gaya yang merupakan turunan dari gaya Art & Crafts ini digunakan sebagai karya seni populer yang dinikmati orang banyak, namun lebih banyak diterapkan pada barang konsumsi mereka yang tergolong kaya. Gaya desain grafis Art Nouveau merupakan gaya desain internasional pertama yang berkembang mulai tahun 1880-an hingga era awal Perang Dunia I. Walaupun hanya berlangsung relatif singkat, gaya ini memiliki kekuatan dalam menyebarkan seni murni di masyarakat, dan bahkan dianggap sebagai salah satu inovasi paling imajinatif di dalam sejarah desain oleh para kritikus saat itu. Masih merupakan reaksi terhadap industrialisasi yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam produksi barang kebutuhan manusia, sehingga seringkali malah tampil berlebihan dan menekankan sifat emosional.

14 | gravity

art nouveau

Kiri:

Poster Bieres de la Meuse, 1897, yang kental dengan nuansa gaya Art Nouveau Perancis atau Belgia.

| 15

early modern Nama Art Nouveau sendiri mula-mula dipakai pada sebuah toko di Paris 1895 oleh Siegfried Bing. Aliran Art Nouveau di Eropa menggunakan beberapa nama:, antara lain Jugenstil (youth style) di Jerman, Vinna Secession di Austria, Stile Liberty di Italia, Modernista di Spanyol, dan Glassgow School di Inggris.

Gaya ini secara umum masih tergolong dekoratif, yang didominasi oleh elemen flora yang meliuk-liuk, tetapi jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan gaya Art & Crafts. Biasanya menggunakan bentuk tangkai bunga Kanan:

Poster The Glasgow Institute of The Fine Arts, 1897, yang kental dengan nuansa gaya Art Nouveau Inggris (Institut Seni Glasgow).

dan kuncup, sayap serangga, sulur anggur dan benda-benda alam lainnya berliku-liku dan halus. Teknik pewarnaan pada gaya ini pada umumnya tidak berdimensi. Warna yang sering digunakan adalah warna hangat/panas dan gelap seperti warna mustard kuning, merah gelap, zaitun, cokelat, ungu, dan biru.

16 | gravity

art nouveau

Secara komposisi, gaya ini sudah memiliki prinsip penataan secara geometris, yang pada umumnya asimetris, dengan elemen gambar dan tulisan yang saling mengimbangi. Selain itu, adanya bentuk-bentuk in-

Kiri Atas:

naturalis tumbuhan, serangga, wanita

Sampul majalah Life “Her Move” dari A Gallery of Girls”, 1909, yang kental dengan nuansa gaya Art Nouveau Amerika

telanjang serta simbolisasi-simbolisa-

Kiri Bawah:

formal yang mengambang, desain dengan irama bergelombang, pola datar, feminin, garis-garis lengkung, gaya

si yang menimbulkan kekaguman, merupakan ciri lain dari gaya ini. Terkadang juga terdapat unsur sensu-

Poster Fisso l’Idea, 1911, yang kental dengan nuansa gaya Art Nouveau Italia.

alitas, feminisme, dan sensual dalam desain. Gaya ini berkembang pesat di negara Perancis, Inggris, Italia, dan Amerika. Selain itu, gaya ini juga mendapat pengaruh dari seni rupa Jepang dan India.

| 17

early modern Beberapa desainer grafis yang berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Alphonse Mucha, Eugène Grasset, Marcello Dudovich, Coles Phillips, Adolfo Hohenstein, Charles Rennie Mackintosh, Henry Van de Velde, Antoni Gaudi, dan Jules Cheret.

Kanan Atas:

Ilustrasi digital Steampunk, 2009.

Kanan Bawah Ilustrasi digital Autumn, 2008.

18 | gravity

art nouveau

Kiri Atas:

Ilustrasi digital Noel in Art Nouveau, 2010.

Kiri Bawah:

Tatoo berdasarkan karya seniman Alphonse Mucha.

Pada masa kini pun, terdapat beberapa desainer grafis yang karyanya mengacu pada gaya desain ini, antara lain Megan Lara, Cassiopiea, Ellaine, dan YSA .

| 19

early modern

Plakatstil Berawal dari kesadaran bahwa cara yang paling efektif untuk mengatasi kelemahan industrialisasi adalah dengan lebih mendekat kepada industrialisasi itu sendiri daripada kembali ke seni dan kerajinan. Gaya desain grafis Plakatstil lahir karena pada awal abad ke-20, industri telah benarbenar menjadi bagian dari masyarakat. Gaya desain ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan antara seni dan industri dengan desain yang lebih fungsional, serta meninggalkan simbolisme, dan beralih pada rasionalisme. Gaya ini bermula dari gerakan poster di Jerman pada awal tahun 1890-an, yang mencoba mengangkat poster iklan komersial menjadi sebuah bentuk karya seni. Berawal dari Sachplakat (poster obyek) yang terbentuk dari obyek tunggal yang dominan, jenis huruf yang sederhana namun tegas, serta warna-warna yang mencolok.

20 | gravity

plakatstil

Kiri:

Poster iklan mobil Opel, 1911.

| 21

early modern Kanan:

Perangko Iklan, 1905-1911.

Pada saat itu, ada sebuah majalah bulanan yang terbit di Berlin, yang bernama Das Plakat (1910 – 1921), yang menjadi sebuah media yang sangat terpengaruh oleh gaya desain ini. Gaya ini memiliki ciri khas yaitu berfokus pada citra produk, dengan menggunakan huruf yang tebal, sederha, namun tegas, sebagai gaya penulisan teksnya, serta pemilihan warna-warna yang mencolok. Selain itu, umumnya terdapat sebuah gambar sederhana sebagai pusat perhatian dari karya desain. Desainnya juga umumnya menarik perhatian mata. Pada gaya ini, proses pengaksesan sebuah pesan sebaiknya dirancang sedemikian rupa agar terasa estetis.

22 | gravity

plakatstil

Kiri:

Poster iklan Sepatu Stiller, 1908.

Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Austin Cooper, Lucian Bernhard, dan Ludwig Hohlwein. Pada masa kini pun, terdapat beberapa desainer grafis yang karyanya mengacu pada gaya desain ini, antara lain Shepard Fairey.

| 23

early modern

Expressionism Karya desain tidak lagi hanyalah sebuah seni maupun sebagai sebuah alat fungsional, namun lebih diarahkan sebagai alat untuk menuangkan ekspresi senimannya, sebebas-bebasnya. Gaya desain grafis Ekspresionisme berasal dari kata ekspresi/spontan. Gaya desain ini berkembang mulai tahun 1900-1906 ketika Van Gogh berkarya dengan warnawarna yang berani, Gaugin berkarya dengan distorsi orang besar dan gemuk, dan Paul Cezanne yang berkarya dengan penuh kebebasan. Gaya ini muncul di Jerman dan berkembang dengan pesat di sana. Ekspresionisme menjadi aliran avant garde pertama abad 20. Tema utama berkisar masalah kematian, kesakitan, dorongan seksual, mistisisme, dan spiritualisme. 24 | gravity

expressionism

Kiri:

Sampul majalah Der Sturm, 1912.

| 25

early modern Kebebasan ekspresionisme dari sisi

Gaya ini juga menggunakan warna-

bentuk tampak pada Kubisme, yang

warna cerah, emosional, ekspresif, dan

diusung oleh Pablo Picasso dengan

terkesan berani. Dengan kata lian,

menghilangkan sudut pandang pers-

gaya ini sangat mengandalkan kebe-

pektif satu titik hilang, diganti dengan

basan warna.

berbagai sudat pandang. Gaya ini juga tidak terikat dengan proGaya ini diperlihatkan oleh seniman-

porsional dan mengabaikan prinsip

seniman golongan fauvism dengan

keindahan klasik.

cirinya

mengandalkan

kebebasan

warna, dengan mendobrak aturan-

Selain itu, gaya ini menggunakan ba-

aturan alam yang ada.

hasa visual yang ortodoks, serta pola linear hitam dan putih.

Kanan:

Poster film Der Golem: Wie er in die Welt kam, 1920.

26 | gravity

expressionism Beberapa desainer grafis yang berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Eduard Munch, Van Gogh, Hans Poelzig, Emil Nolde, dan Paul Cezanne. Pada masa kini pun, terdapat beberapa desainer grafis yang karyanya mengacu pada gaya desain ini, antara lain Affandi Koesoema. Kiri:

Sampul majalah Der Anbruch, 1919, yang dibuat dengan menggunakan teknik ilustrasi dengan kayu.

| 27

modern

Futurism Terinspirasi dari kehidupan manusia yang berubah drastis akibat penemuan mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia pada saat itu. Gaya desain grafis Futurism pada awalnya merupakan sebuah gerakan seni yang revolusioner pada tahun 1909 yang dipelopori oleh penulis Italia Filippo Tommaso Marinetti (1876 – 1944). Pemunculan pertama dari gaya desain ini adalah pada surat kabar Perancis Le Figaro (20 Pebruari 1909), menampilkan gabungan antara nasionalisme, militerisme Italia dan penyembahan terhadap kecepatan, yang diekspresikan melalui figur mobil dan pesawat terbang. Gerakan ini diinspirasi dari kehidupan manusia yang berubah akibat penemuan mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke-20. 28 | gravity

futurism

Kiri:

Poster Section Allemande, 1930.

| 29

modern Tipografi dalam futurisme berkembang menjadi media ekspresi dalam desain, bukan makna tapi juga bentuknya, divisualkan dengan puisi yang memakai bentuk-bentuk tipografi sebagai ungkapan perasaan yang mendukung karya puisi tersebut. Seringkali elemen tipografi disusun dengan menggunakan pendekatan perspektif dan kubistis. Selain itu, gaya ini menonjolkan pada sensasi kedinamisan elemen-elemen desain ketika dilihat. Elemen-elemen lain yang sering muncul pada karya bergaya ini adalah garis-garis gaya, dan pertempuran pesawat dan kendaraan bermotor.

Kanan:

Sampul majalah internasional Broom, 1921.

30 | gravity

futurism Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Filippo T. Marinetti dan Herbert Bayer.

Kiri:

Sampul buku Les Mots en Liberte Futuristes, 1919.

| 31

modern

Constructivism Berkembang pada awal abad ke-20, gaya ini merupakan pengaruh Kubisme yang berkembang di Rusia, yang kemudian menjadi seni propaganda komunis Soviet. Gaya desain grafis Konstruktivisme dipelopori oleh El Lisstzky yg mengatakan konstruktivisme adalah pelopor avant garde seni di Rusia. Dia meyakini bahwa seni harus dinikmati semua kelas secara merata. Maka, Konstruktivisme adalah gaya seni resmi untuk pemerintahan Bolshevik di Rusia. Berkembang tahun 1914-1920, gaya ini merupakan pengaruh Kubisme yang berkembang di Rusia. Estetika konstruktivisme berkaitan dengan bentuk/bidang geometris kinetik, sebagai cerminan jaman modern yang dikuasai mesin.

32 | gravity

constructivism

Kiri:

Poster Beat The Whites With the Red Wedge, 1920, yang kemudian dipakai oleh Lenin sebagai poster propaganda Revolusi Bolshevik.

| 33

modern Awalnya hanya mengekplorasi bentuk geometris saja, namun karena pesan menjadi kurang efektif

dan

efisien maka dipakailah sosok dan figur manusia, sehingga dikenal dengan istilah Sosial Realisme. Konstruktivisme menjadi seni propaganda komunis Soviet, sarat dengan muatan-muatan kampanye pemerintahan baru pasca Revolusi Bolshevik. Konstruktivisme yang lahir dan terpengaruh oleh ekspresionisme ini kemudian berkembang lagi menjadi Produktivisme yang lebih memvisualkan daya guna pada masyarakat atau sosial dibandingkan menjadi alat propaganda kepentingan pemerintah Soviet. Gaya ini banyak mempengaruhi desain grafis ketika seniman-seniman aliran ini mengajar di sekolah Bauhaus, Republik Weimar (sekarang Kanan:

Montase foto untuk mengenang Lenin, 1924.

Jerman). El Lissitzky banyak bereksperimen dengan fotogram (memotret tanpa kamera, namun dengan kertas foto dan cahaya di kamar gelap).

34 | gravity

constructivism Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain El Lisstzky, Gustav Klutsis, Alexander Rodchenko, dan Vladimir Mayakovsky.

Kiri:

Berbagai poster bergaya Konstruktivisme, 1922-1925.

| 35

modern

De Stijl Berciri tidak representasional, tidak ilustratif, ataupun naratif, serta menggunakan bentuk-bentuk geometris, dengan konstruksi yang sangat teknis, gaya ini dianggap sebagai penangkal dari konflik antara universalitas dan individualitas. Gaya desain grafis De Stijl adalah gaya desain yang tidak representasional, tidak ilustratif ataupun naratif. Gaya ini merupakan perkembangan dari aliran konstruktivism. Nama De Stijl sendiri berasal dari sebuah majalah seni di Belanda yang terbit antara tahun 1917-1931. De Stijl adalah bahasa Belanda untuk kata “The Style”. Berkembangnya aliran De Stijl akibat adanya situasi sosial yang tidak menentu akibat Perang Dunia I. Sebagai berakhirnya dogma dan tradisi kebudayaan dari akhir abad ke-19, De Stijl menolak seni Borjuis yang naturalistis dan pemujaan individualitas dalam Romanticism (yang anti keuniversalan dari Neo-Klasik).

36 | gravity

de stijl

Kiri:

Karya Composition with Red, Blue, and Yellow, 1921.

| 37

modern Penganut gaya desain de Stijl ini menghilangkan batasan-batasan dalam bentuk natural dan apa saja yang menghadang the expression of pure reality. Karya-karya desain untuk mengekspresikan suatu masa depan dari dunia yang mengalami perubahan besar dalam politik dan sains. Karena itu, sesuai dengan dunia yang semakin terpengaruh oleh sains dan matematika, elemen-elemen kompleks yang natural (garis-garis lengkung dan diagonal, tekstur, dan warna) ditiadakan hingga tersisa garis vertikal-horisontal dan warna-warna primer pada Kanan Atas:

Sampul majalah De Stijl, 1917.

Kanan Bawah: Grafis

Contra-Construction Project, 1923.

bidang datar. Intinya adalah merepresentasikan dunia dengan disimplifikasi (minimalis). Mengekspresikan “pure reality”, essence of the subject dengan cara yang paling sederhana tanpa menampilkan detil dan gambaran aktualnya, melainkan hanya komposisi yang seimbang (tetapi harus terbentuk dari bagianbagian yang asimetris).

38 | gravity

de stijl Gaya ini menggunakan bentuk-bentuk geometris dengan susunan konstruksi yang sangat teknis dan sudut pandang yang tepat. Aliran ini meliputi seni dua dimensi dan tiga dimensi, arsitektur dan juga tipografi. Gaya ini memakai unsur persegi, kotak, persegi panjang, serta menghilangkan berbagai garis lengkung. Penggunaan

warna

hanya

terba-

tas pada warna-warna primer (birumerah-kuning), hitam, putih, dan abuabu saja. Beberapa

desainer

grafis

Kiri:

Pengaplikasian gaya pada berbagai produk desain modern, 2000-an

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Piet Mondrian, Theo van Doesburg (Christian Emil Marie Küpper), Vilmos Huszar, dan Cornelis van Eesteren.

| 39

modern

Bauhaus Berusaha untuk menggabungkan seni terapan se-perti arsitektur, seni, desain dan kriya sebagai satu bagian atau kesatuan bersama teknologi, menciptakan suatu gaya yang sederhana dan rapi. Gaya desain grafis Bauhaus berkembang pada tahun 1919 di Weimar, Jerman. Dalam bahasa Jerman, Bauhaus mempunyai arti: Bangunan Rumah/Building House. Gaya desain Bauhaus ini didirikan oleh Walter Gropius. Gropius, Otto Dix, Max Beckman bergabung dalam gerakan german Werbund yang mendukung perang sebagai solusi untuk kekuatan Jerman. Namun setelah itu mereka menerbitkan anti perang, yang menyatakan bahwa kaum intelektual harus melakukan perpindahan dari perang fisik menuju pertempuran budaya. Gropius kemudian mereformasi sistem German Werkbund menjadi sistem pendidikan yang disebut ‘Staatliches Bauhaus-Weimar’ dan 40 | gravity

bauhaus

Kiri:

Poster Bauhaus, 1923.

| 41

modern sekolah desain Jerman ini mencoba menyatukan antara seni dan industri dengan menolak segala rupa bentukbentuk dekoratif dan teknik-teknik konstruksional. Sekolah ini didirikan di Weimar pada tahun 1919 oleh Walter Gropius, Bauhaus mencanangkan diri sebagai ‘bangunan yang lengkap untuk segala tujuan seni rupa’. Gaya ini memiliki ciri-ciri teratur, asimetri, dan struktur jaringan dasar persegi

panjang.

Bentukan-bentu-

kannya berupa bentukan geometri, rapi, asimetri dan berdasarkan grid. Dekorasi terbatas pada penggunaan aturan berat, lingkaran dan persegi panjang dari logam jenis. Dan sama seperti De Stijl, gaya ini menghilangkan semua garis lengkung dan hanya memakai garis lurus saja. Lalu Fotografi dan montase diganti gambar reKanan Atas:

. Poster Universal Alphabet, 1925.

alistis sebagai Ilustrasi. Dan jenis huruf sans-serif dan penggunaan huruf kapital dianggap penting. Secara umum tipografinya berupa san serif yang asimetri, bersih, dan meyakinkan.

42 | gravity

bauhaus Jasa Bauhaus yang terbesar bagi dunia adalah menciptakan metode pendidikan senirupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu, serta memberi bentuk yang jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang kemudian terkenal dengan ‘international style’). Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Walter Gropius, Johannes Itten, dan L. Mies Van der Rohe.

Kiri dan Kiri Bawah: Pengaplikasian gaya pada berbagai produk desain modern, 2000-an

| 43

modern

New Typography Penolakan terhadap bentuk-bentuk dekorasi dan mengedepankan layout yang dinamis asimetris yang menampilkan bentuk-bentuk geometris dan typeface sans serif, gaya revolusioner ini merupakan Sebuah komponen penting dalam gerakan modernisme dalam desain grafis. Sebuah pendekatan yang revolusioner terhadap desain tipografi yang dikembangkan di Eropa selama tahun 1920-an hingga awal 1930-an. Sebuah komponen penting dalam gerakan Modernisme dalam desain grafis, The New Typography menggabungkan unsur-unsur karya dan tulisan dari William Morris dengan ditambah aspek-aspek gerakan seni lainnya, seperti Cubism, Futurism, Dada, de Stijl dan Constructivism.

44 | gravity

new typography

Kiri:

Poster film Die Hose, 1927.

| 45

modern Berawal di Rusia dan Jerman, gaya ini juga menarik para peminatnya di Belanda (Paul Schuitema, Piet Zwart), Cekoslovakia (Ladislav Sutnar) dan Polandia (Henryk Berlewi).

Tokoh-

tokoh dari gerakan ini adalah El Lissitzky, Laszlo Moholynagy dan Jan Tschichold. Lissitzky menolak bentukbentuk dekorasi dan memperjuangkan layout yang dinamis asimetris yang menampilkan bentuk-bentuk geometris dan typeface sans serif.

Kanan:

Poster Graphische Werbekunst, 1926.

Gaya ini meyakini bahwa tipografi merupakan elemen yang sangat penting, sebab tipografi adalah alat komunikasi yang kuat dari bentuknya. Untuk itu clarity, dan legibility sangatlah penting. Susunan hurufnya pun asimetris, lalu terdapat variasi ukuran dan ketebalan pada stroke, dengan susunan desain vertikal/horisontal. Adanya pula penekanan pada garis horizontal dan vertikal, lalu penggunaan persegi panjang, serta penggunaan warna primer yang dominan.

46 | gravity

new typography

Kiri:

Jaket buku Drobnosti, 1930.

Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Jan Tschichold, Ladislav Sutnar, dan Lazlo Moholy-Nagy.

| 47

late modern

Art Deco Dipengaruhi oleh kubisme dan fauvism serta gaya Mesir dan indian Aztec, gaya desain ini banyak diaplikasikan pada desain grafis, arsitektur, produk industi dan furniture. Gaya desain grafis Art Deco muncul secara internasional pada tahun 1918 – 1939 di dunia fashion, interior, arsitektur, keramik dan desain industry. Diberi nama seusai World’s Fair di Paris tahun 1925 (Exposition Internationale des Arts Decoratifs et Industriale Modernes). Gaya ini mempresentasikan kemewahan, extravaganza, glamour, kejayaan akan permesinan, konsumerisme, dan kecepatan pada masa itu. Meski demikian, gaya ini tidak selalu berhubungan dengan kemewahan, namun dapat menggunakan bahan sederhana, yang dimana menjadi gaya secara internasional yang berkembang di dunia fashion, interior, arsitektur, keramik ,dan desain industri.

48 | gravity

art deco

Kiri:

Sampul majalah Vogue, 1926, yang kental dengan nuansa gaya Art Deco Perancis.

| 49

late modern Gaya desain Art Deco berasal dari Paris Exposition des Art decoratifs et Industries, 1925 di Perancis. Kehebatan mesin, transportasi, pesawat terbang, kapal, industry otomotif menjadi inspirasi gaya ini. Di Perancis perkembangan Art Deco dipengaruhi oleh dunia mode. Art Deco untuk arsitektur di Amerika dipakai untuk menekan biaya produksi. Art Deco di Jerman mengasimilasikan gaya Bauhaus dengan bentuk-bentuk yang ekspresif dan digunakan untuk menampilkan kesan Kanan:

Poster Les Automobiles Georges Irat, 1923.

futuristik. Art Deco di Swiss adalah pencampuran gaya Art Deco Perancis yang romantic dengan Art Deco Jerman. Art Deco berkembang sebagai bentuk reaksi melawan gaya yang rumit, berliku-liku , dalam hal ini ditujukan kepada aliran Art Nouveau . Art Deco juga menjadi ikon dari kebangkitan Era Mesin.

50 | gravity

art deco Art Deco memunculkan bentukanbentukan yang lebih modern, di mana terdapat bentuk-bentuk geometris dan kurva-kurva, streamline, motion line, dan lampu-lampu mesin. Gaya ini banyak menggunakan gradasi warna yang halus, efek kilau, atau lengkungan logam Gaya ini juga sering menggunakan bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah maupun kesan futuristik. Gaya ini tergolong dekoratif dan antiImpresionistic, sebab gaya ini hanya menggunakan sedikit ornament hias.

Kiri Atas:

Poster PKZ, 1928.

Kiri Bawah:

Poster Exposition Internationale des Arts Decoratifs et Industriels Moderns, 1925.

Ornamen yang digunakan lebih beraturan dan menggunakan garis-garis lurus/persegi (rectilinear).

| 51

late modern

Atas:

Poster untuk koran L’intransigeant, 1925.

Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Adolphe Mouron Cassandre, Charles Loupot, dan Leonetto Cappiello.

52 | gravity

art deco

Kiri dan Kiri Bawah:

Pengaplikasian gaya pada berbagai produk desain modern, 2000-an

| 53

late modern

Dada Dengan menentang segala aturan-aturan sosial dan artistik yang baku, gaya ini seakan-akan ingin memprotes semua nilai-nilai yang telah ada dan diatur secara universal di masyarakat. Gaya desain grafis Dada adalah aliran seni anti estetis dan anti seni yang berkembang di Swiss tahun 1916. Gaya desain Dada cenderung absurd dan nihilis. Nama ‘Dada’ sendiri berarti kuda kayu mainan. Gaya desain ini berawal dari keinginan merespon kemuraman masa Perang Dunia I, sekelompok penyair dan seniman ingin mencemooh nilai-nilai kemapanan. Di New York, gaya desain dada dikembangkan oleh Marchel Duchamp yang mengirim sebuah kloset urinoir pada sebuah pameran, ketika nilai-nilai seni dilembagakan oleh kekuasaan dan dikomersialkan oleh pemilik galeri. Di sana, Dada dianggap sebagai penemu montase fotografi. 54 | gravity

dada

Kiri:

Poster event Kleine Dada Soiree, 1992.

| 55

late modern Di Jerman, gaya desain dada menjadi media protes terhadap hegemoni militerisme dan protes anti media pers. Gerakan ini menghilang di tahun 1922 dan menjadi pencetus aliran Surealisme yang muncul di Paris tahun 1924. Gaya ini menolak segala bentuk seni borjuis, semua teori, dan sebagian besar jenis organisasi. Pada beberapa karya juga terlihat adanya potongan-potongan pada bagian tubuh dan digabungkan dengan bagian tubuh yang lain. Kanan Atas:

. Foromontase Dada Panorama, 1919.

Kanan Bawah:

Poster Das schöne Mädchen, 1919.

Sekilas gaya ini memang terlihat berantakan, sebab gaya ini mencampur segala jenis huruf dan ornament cetak pada susunan tipografi. Gaya ini juga seringkali memakai gambar yang siap pakai, dengan mengkombinasikan kolase, kubism, tipografi futurism dan konstruktivism.

56 | gravity

dada Jasa Bauhaus yang terbesar bagi dunia adalah menciptakan metode pendidikan senirupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu, serta memberi bentuk yang jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang kemudian terkenal dengan ‘international style’). Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Walter Gropius, Johannes Itten, dan L. Mies Van der Rohe.

Kiri Atas:

Pengaplikasian gaya pada desain masa kini, 2000-an.

Kiri Bawah:

Poster HÖCH ,QUILIBRE, 1925.

| 57

late modern

Psychedelic Dengan maraknya Pop Art, poster sering digunakan sebagai media ekspresi dari gerakan protes. Karena media poster dan aplikasinya yang demikian, maka masyarakat memberi stigma media ini dengan anti kemapanan, musik rock, obat-obat psikotropika, dan lahirlah gaya ini. Gaya desain grafis Psychadelic ini sering dikaitkan dengan gaya poster seperti orang kecanduan obat. Para pedesainnya otodidak dan klien mereka adalah group rock dan promotor tari. Tarian dan musik bersuara keras menggunakan teknik pencahayaan berkilau dan warna-warni yang dipantulkan/disiramkan ke seluruh panggung dan penyanyinya. Gaya ini dapat digolongkan sebagai pop art, yang sampai sekarang masih populer digunakan di masyarakat masa kini. 58 | gravity

psychedelic

Kiri:

Poster event Kleine Dada Soiree, 1992.

| 59

late modern Gaya Pop Art Psychadelic ini biasanya menggunakan warna-warna terang, cerah dan kombinasi warna-warna komplementernya (hijau-merah, ungu dengan oranye), lalu juga menggunakan garis lengkung dan lentur yang membuat gambar menjadi tidak realis dan tidak jelas. Tipografinya juga dibuat melengkunglengkung berirama hingga sulit terbaca. Dan Foto dibuat berkontras tinggi, hitam putih, atau menggunakan warna komplementer.

Kanan Atas:

Pengaplikasian gaya pada berbagai poster, 1967-1970.

60 | gravity

psychedelic Beberapa

desainer

grafis

yang

berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Wes Wilson, David King, Roger Law, dan Victor Moscoso.

Kiri:

Pengaplikasian gaya pada ilustrasi digital, 2008

| 61

post modern

New Wave Penafsiran seni kembali menggunakan kajian semiotika, agar dapat mengakomodir nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalam seni. Musik, teknologi komputer, dan elektronika membantu menciptakan gaya baru ini. Gaya desain grafis New Wave masih menggunakan unsur/teknik desain Swiss modern, di mana ada aturan-aturan tertentu mengenai desain yang baik. Gaya ini masih mementingkan unsur keterbacaan di samping estetis dan teknik komputer. New Wave berkembang di Amerika dan Eropa. Meski berkembang di benua yang berbeda, namun tidak ada perbedaan mendasar pada karya-karyanya. Hal ini disebabkan karena perkembangan gaya desain tidak lagi terbatas pada tempat karena adanya kemajuan di teknologi informasi yang memungkinkan kedua gaya tersebut untuk berkembang secara identik meski berbeda tempat perkembangannya. Di Eropa, gaya ini dipelopori oleh Wolfgang Weingart, Odermatt, dan Tissi, sedangkan di Amerika dipelopori oleh Greiman. 62 | gravity

new wave

Kiri:

Poster AIGA of Boston, 1985.

| 63

post modern

Punk Penafsiran seni kembali menggunakan kajian semiotika, agar dapat mengakomodir nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalam seni. Musik, teknologi komputer, dan elektronika membantu menciptakan gaya baru ini. Gaya desain grafis Punk erat hubungannya dengan gaya New Wave, hanya saja gaya ini tidak menggunakan unsur/teknik desain Swiss modern. Gaya ini muncul pertama kali di Inggris, dengan khas cenderung memberontak untuk menciptakan kejutan. Umumnya gaya ini menggunakan gaya kolase dari gambar-gambar yang telah terpakai, robekan kolase sering membawa kesan berani dan kasar walau tetap ada yang menggunakan komputer. Desainer grafis yang berkarya dengan pendekatan gaya ini, antara lain Jamie Reid, Nevile Brody, David Carson, Gert Dumbar, dan Studio Grapus

64 | gravity

punk

Kiri:

Sampul majalah RAW volume 3, 1981.

| 65

digital era

Deconstruction Menolak gaya Modernisme yang percaya pada keteraturan dan formalitas yang rasional, sehingga melahirkan gaya baru dengan konsep merekonstruksi semua aturan dalam Modernisme, yang benar-benar bebas dan menjadi gaya yang benar-benar sesuka hati desainer. Gaya desain grafis Dekonstruksi lahir sebagai pemberontakan terhadap aturanaturan baku desain yang lahir pada Modernisme. Meski demikian, masih terdapat sebagian akademisi yang percaya bahwa modernisme dapat diperbaiki sebagian demi sebagian tanpa harus menolak dan menciptakan dekonstruksi

Desainer grafis yang berkarya dengan pendekatan gaya ini, yaitu David Carson. 66 | gravity

deconstruction

Kiri:

Poster Weingart’s Style, 2009

| 67

digital era

New Simplicity Meminimalisasi layer bidang teks dan gambar pada desain sehingga visualisasi tampak polos dan sederhana. Gaya ini masih mengikuti aturan-aturan dasar desain pada gaya Modernisme. Gaya desain grafis New Simplicity Merupakan gaya yang ‘berlawanan’ dengan gaya Dekonstruksi. Berbeda dengan gaya Swiss International yang serba teratur, gaya ini lebih mengutamakan konsep personalitas (subjektifitasnya). Umumnya sering menggunakan warna-warna pastel, bentuk yang sederhana, miskin akan ornamen tapi sangat memikat. Bentuk sederhana dipakai untuk memudahkan produksi pencetakan dan kecepatan navigasi pada internet. Desainer grafis yang berkarya dengan pendekatan gaya ini, yaitu Steven Heller. 68 | gravity

new simplicity

Kiri:

Poster film Drive, 2009

| 69

digital era

Atas:

Pengaplikasian gaya pada layout majalah, 2006.

70 | gravity

new simplicity

Kiri:

Pengaplikasian gaya pada layout web, 2000-an.

| 71

digital era

Kanan Atas:

Print Ad iklan iPhone, 2008.

72 | gravity

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.