Case Izza Skabies Fixx (DR - Doddy)
July 10, 2022 | Author: Anonymous | Category: N/A
Short Description
Download Case Izza Skabies Fixx (DR - Doddy)...
Description
LAPORAN KASUS SKABIES DENGAN INFEKSI SEKUNDER
PEMBIMBING :
Dr. Doddy Suhartono, Sp. KK, MH
PENYUSUN : Izzati Saidah 030.13.234
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARDINAH TEGAL PERIODE 10 DESEMBER 2018 – 12 12 JANUARI 2019 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
1
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Kasus dengan judul : “SKABIES DENGAN INFEKSI SEKUNDER ”
Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Kepanitraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Kardinah Tegal Periode 10 Desember 2018 – 2018 – 12 12 Januari 2019
Disusun Oleh Izzati Saidah 030.13.234
Tegal, Januari 2019
Dr. Doddy Suhartono, Sp. KK, MH
2
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kasus referat yang berjudul “SKABIES “SKABIES DENGAN INFEKSI SEKUNDER ” dengan baik dan tepat waktu. Laporan Kasus ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal periode 10 Desember 2018 – 2018 – 12 12 Januari 2019. Di samping itu, juga ditujukan untuk menambah pengetahuan bagi kita semua. Melalui kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar – sebesar – besarnya besarnya kepada Dr. Doddy Suhartono, Sp. KK, MH selaku pembimbing dalam penyusunan laporan kasus ini, serta kepada Dr. Nadiah, Sp.KK, M.Kes yang telah membimbing penulis selama di Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada rekan – rekan anggota Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal serta berbagai pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa laporan kasus ini masih jauh dari sempurna dan tidak ti dak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, penulis sangat berharap adanya masukan, kritik maupun saran yang membangun. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya, semoga tugas ini dapat memberikan tambahan informasi dan manfaat bagi kita semua.
Tegal, Januari 2019 Penulis
3
BAB I PENDAHULUAN
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Sinonim skabies adalah kudis, the itch, itch, gudig, budukan, dan gatal agogo. (1) Skabies terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, di semua geografi daerah, semua kelompok usia, ras, dan kelas sosial. Namun menjadi masalah utama pada daerah yang padat dengan gangguan sosial, sanitasi yang buruk, dan negara dengan keadaan perekonomian yang kurang. Skabies ditularkan melalui kontak fisik langsung ( skin-to-skin) skin-to-skin) maupun tak langsung (pakaian dan tempat tidur yang dipakai bersama).(2,3) Sarcoptes scabiei scabiei adalah parasit manusia obligat yang termasuk filum Arthopoda,, kelas Arachnida Arthopoda kelas Arachnida,, ordo Ackarima ordo Ackarima,, superfamili Sarcoptes Sarcoptes.. Tungau tersebut tidak dapat terbang dan meloncat, tetapi merayap.(4) Skabies terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, di semua geografi daerah, semua kelompok usia, ras dan kelas sosial. Namun menjadi masalah utama pada daerah yang padat dengan gangguan sosial, sanitasi yang buruk, dan negara dengan keadaan perekonomian yang kurang.(2,5) Skabies di Indonesia menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering.(12) Penelitian lain yang dilakukan pada Pondok Pesantren di kabupaten lamongan Tahun 2005 menunjukkan bahwa dari 338 santri, 64,20 % menderita skabies dan dari penelitian tersebut juga juga didapatkan didapatkan penyebab paling sering adalah karena higiene higiene yang buruk, sanitasi lingkungan yang kurang baik, dan perilaku santri yang tidak menjaga kesehatan.(7) Skabies ditularkan melalui kontak fisik langsung ( skin-to-skin skin-to-skin)) maupun tak langsung (pakaian dan tempat tidur yang dipakai bersama). (2,5) Reaksi alergi yang sensitif terhadap tungau dan produknya memperlihatkan peran yang penting dalam perkembangan lesi dan terhadap timbulnya gatal.(6) Sarcoptes Scabiei Scabiei melepaskan substansi sebagai respon hubungan antara tungau dengan keratinosit dan sel-sel langerhans ketika melakukan penetrasi ke dalam kulit. (11) Gejala utama adalah pruritus intensif yang memburuk di malam hari atau kondisi dimana suhu tubuh meningkat. Lesi kulit yang khas berupa terowongan, papul, ekskoriasi dan kadang-kadang vesikel.(8,9) Dengan adanya garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan infeksi sekunder.(10)
4
BAB II LAPORAN KASUS
I.
IDENTITAS PASIEN Nama : An.Y Jenis kelamin
: Laki-Laki
Umur
: 12 Thn
Status pernikahan : Belum menikah
II.
Alamat
: Tegal
Pekerjaan
: Pelajar/Santri kelas VII (Pesantren)
Agama
: Islam
Suku bangsa
: Jawa
No. Rm
: 936459
ANAMNESIS Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 12 Desember 2018 pada pukul 10.30 bertempat di Poli Poli Penyakit Penyakit Kulit Kulit dan dan Kelamin RSUD RSUD Kardinah Tegal.
1. Keluhan utama Gatal pada daerah sela-sela jari tangan kanan dan kiri, kedua telapak tangan, siku bagian luar, perut, bokong, lipatan paha kanan dan kiri, paha kanan dan kiri, dan kedua kaki sejak 2 bulan yang lalu. 2. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke poliklinik penyakit kulit dan kelamin RSUD Kardinah Tegal diantar keluarganya dengan keluhan gatal pada daerah sela-sela jari tangan ta ngan kanan dan kiri, kedua telapak tangan, siku bagian luar, perut, bokong, bokong, lipatan paha kanan dan kiri, paha kanan dan kiri, dan kedua kaki sejak 2 bulan yang lalu. Pada daerah yang gatal tersebut terdapat benjolan berukuran sebesar kepala jarum pentul yang berisi cairan jernih
5
dan ada juga yang berisis cairan berwarna susu kekuningan. Pasien juga mengatakan pada daerah yang gatal tersebut terdapat bintik-bintik kecil dengan tepi kemerahan. Gatal dirasakan sepanjang hari dan semakin bertambah gatal terutama pada malam hari, sehingga pasien sulit tidur dan menggaruk kulit terus menerus hingga timbul luka, berdarah, dan bernanah. Tidak ada keluhan kel uhan demam, sakit s akit kepala, dan lemas. BAK dan BAB lancar.
3. Riwayat penyakit dahulu Pasien mengaku belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Riwayat alergi terhadap obat-obatan dan makanan disangkal. Pasein juga menyagkal memiliki riwayat penyakit kulit. 4. Riwayat keluarga Di keluarga tidak ada yang mengalami keluhan seperti yang dirasakan pasien. Riwayat alergi obat dan makanan disangkal.
5. Riwayat lingkungan dan kebiasaan Pasien saat ini tinggal di pesantren yang tidurnya dalam keadaan padat dan kadang pulang kerumah yang berukurang sedang se dang di lingkungan yang padat penduduk. Mandi tidak teratur 1 atau 2 kali dalam sehari, setelah mandi pasien menggunakan handuk sendiri, dan tidak pernah bertukar pakaian dan celana dengan den gan teman. Pakaian dan celana selalu sela lu di cuci dan di setrika setiap habis dipakai. Pasein mengatakan semenjak masuk pesantren seprei di kasur jarang diganti. Pasien mengatakan di pesantren timpat dia tinggal terdapat teman yang mengalami kelainan kulit sama seperti yang pasien alami saat ini.
6. Riwayat pengobatan Pasien belum berobat ke dokter untuk mengatasi keluhan penyakit kulit saat ini. Pasien juga belum pernah mengobati keluhannya dengan obat apapun.
6
III.
PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan umum - Kesan Sakit
: Tampak sakit ringan
- Kesadaran
: Compos mentis
- BB
: 48 kg
- TB
: 150 cm
- Kesan Gizi
: Cukup
- Tanda Vital
:
Tekanan darah
: 100/70 mmHg
Nadi
: 70 x/menit
Pernapasan
: 18 x/menit
Suhu
: 36,7o C
B. Status Generalis Kepala dan wajah Rambut Kulit
Distribusi rambut merata, dan tidak mudah dicabut Lesi (-), rash (-), scar (-), massa (-), deformitas (-), sianotik (-), ikterik (-), edema (-).
Mata
Konjungtiva tidak anemis, ptosis (-), sclera ikterik (-), mata cekung (-), pupil bulat, isokor, diameter 3mm/3mm, refleks pupil langsung dan tidak langsung (+/+).
Hidung
Deviasi septum (-/-), sekret (-/-)
Telinga
Liang telinga tampak lapang, hiperemis (-/-), serumen (-/-)
Mulut
Sianosis (-), caries gigi (+)
Leher
JVP normal, pembesaran tiroid (-), letak trakea di tengah, deviasi trakea (-). Pembesaran KGB leher dan supraklavikular (-), ( -), pembesaran kelenjar parotis (-).
Thorax Jantung
Inspeksi
Ictus Cordis tidak terlihat
7
Palpasi
Ictus cordis (+) pada ICS V linea midclavicular sinistra
Perkusi
Batas jantung kanan : ICS III - V , linea sternalis dextra Batas jantung kiri : ICS V , 1 cm medial dari linea midklavikularis sinistra Batas atas jantung : ICS II linea sternalis sinistra
Paru
Auskultasi
S1 S2 regular, murmur (-), gallop (-).
Inspeksi
Gerakan napas simetris tanpa adanya bagian yang tertinggal, lesi (-), pernapasan abdominothoracal, retraksi (-).
Palpasi
Gerak simetris, vocal fremitus sama kuat pada kedua hemithorax
Perkusi
Sonor pada kedua hemithorax, batas paru-hepar pada sela iga VI pada linea midklavikularis dextra, dengan peranjakan 2 jari pemeriksa, batas paru-lambung pada sela iga ke VIII pada linea axilatis anterior sinistra
Abdomen
Auskultasi
Vesikuler +/+, Ronki -/-, Wheezing -/-
Inspeksi
Smiling Umbilicus (-) caput medusae (-), spider navy (-). Terdapat bintik-bintik dengan tepi kemerahan, terdapat juga benjolan berukuran sebesar kepala jarum pentul yang berisi cairan berwarna susu kekuningan.
Auskultasi
Bising usus normal (2x/menit)
Palpasi
Supel, hepar dan lien tidak teraba, tidak terdapat nyeri tekan dan tidak ada undulasi
8
Perkusi Ekstremitas
Timpani di seluruh lapang abdomen
Akral hangat di ke empat ekstremitas, sianotis (-), ikterik (-), deformitas (-), edema (-), CRT normal (
View more...
Comments