6. Davos

October 6, 2017 | Author: Wawan Heri Santoso | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download 6. Davos...

Description

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGAWETAN DAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN KUNJUNGAN KE PERMEN DAVOS (PT SLAMET LANGGENG)

Oleh: Wawan Heri Santoso NIM A1H009045

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2012 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, permen Davos merupakan permen yang sangat melegenda. Hampir setiap toko ataupun warung ada permen davos. Adalah PT Slamet Langgeng, produsen permen Davos sejak tahun 1931. PT Slamet Langgeng beralamat di Jalan Jenderal A Yani, Purbalingga sebuah kota kecil di sebelah timur kota Purwokerto. Perusahaan ini dikelola secara turun temurun. Menurut sejarah Davos sendiri adalah nama sebuah kota berhawa dingin di Swiss. Kota kecil di lereng Pegunungan Alpen itu menginspirasi PT Slamet Langgeng menamai permen produksinya yang disinyalir merupakan permen rasa mentol pertama di Indonesia. Sebagai perusahaan yang telah melegenda, tentunya suatu pekerjaan berat untuk tetap mempertahankan eksistensinya. Permen Davos identik dengan permen bundar berwarna putih yang terbungkus kertas biru tua. Apalagi sebelumnya Permen Davos memiliki image sebagai permen orang tua. Untuk mengubah image ini berbagai macam terobosan dilakukan, salah satunya diferensiasi produk. Untuk mengubah image tersebut saat ini Davos memproduksi Davos Classic yang merupakan produk inovasi perdana yang tengah diluncurkan ke pasar. Permen ini sebenarnya sama persis dengan permen Davos Roll yang lama, tetapi kemasannya dimodernisiasi menggunakan pillow pack. B. Tujuan 1. Mengetahui proses pembuatan dan peralatan untuk membuat permen davos. 2. Mengetahui bahan pembuat permen davos dan mengetahui sejarah PT. Slamet

Langgeng. II. TINJAUAN PUSTAKA Permen adalah sejenis gula-gula (confectionary) adalah makanan berkalori tinggi yang pada umumnya berbahan dasar gula, air, dan sirup fruktosa. Kadar gula dalam permen adalah tinggi, sehingga dapat menyebabkan gigi berlubang. Tekstur permen sangat ditentukan oleh lamanya campuran bahan dididihkan, suhu

pendinginan, dan cara penanganan setelah pendinginan. Bila campuran gula dipanaskan, ada beberapa tahap yang khas, yaitu 116°C tahap bola-lunak, 132°C tahap bola-keras, 150-155°C kertakan keras. Para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu. Dan di tempat yang lain juga pernah ditemukan gumpalan madu kering yang diduga dijadikan permen oleh manusia purba pada saat itu. Kegemaran yang awalnya hanya iseng belaka ini kemudian mendorong bangsa Mesir, Arab, dan Cina kuno untuk membuat racikan manisan madu dengan berbagai macam rasa. Mulai dari rasa buah buahan sampai kacang kacangan. Perkembangan pembuatan permen ini juga di pengaruhi oleh kebiasaan makan coklat yang di populerkan suku Indian, Aztec, dan Maya. Tahun 1828, permen coklat pertama didunia diciptakan oleh seorang Belanda, Conrad J. Van Houten yang memeras biji coklat yang dimasaknya yang kemudian dicampur gula hingga menjadikannya permen. Tahun 1869, Thomas Adams, seorang Amerika yang menciptakan permen dari bahan karet. Penemuannya tak sengaja karena awalnya ia ingin membuat mainan hingga ban sepeda namun percobaannya selalu gagal. Ketika ia memasukan karet kedalam mulutnya timbulah ide untuk menambahkan rasa di karet itu hingga terciptalah permen karet. 1871 temuannya itu dipatenkan. Tahun 1875, Henry Nestle, seorang pembuat susu kental manis dan Daniel Peter, seorang pembuat coklat yang memadukan dua unsur ini menjadi satu dan mendirikan perusahaan coklat susu pertama didunia Tahun 1908, Lolly Pop, permen bertangkai ini diberinama oleh George Smith H, berdasarkan nama kuda balapnya. Tak banyak diketahui awal dari keberadaan permen lollypop ini. Nanum mesin pembuat permen Lolly Pop diciptakan oleh Samuel Born warga Amerika keturunan Rusia. Tahun1912, Clarence Crene menciptakan permen mint, ia sendiri sebelumnya membuat permen coklat, namun karena permen coklat mudah meleleh pada saat musim panas akhirnya ia mencoba membuat permen dari bahan yang lain. Keberadaan permen mint itu sendiri sebenarnya sudah ada di daratan Eropa namun kebanyakan berbentuk persegi. Crene akhirnya mencoba membuat permen mint

dengan bentuk yang lain yaitu bulat dan bolong ditengahnya. “Life saver” itulah nama awal permen ini disebut karena memang bentuknya mirip seperti pelampung atau ban menyelamat, dan sekarang permen ini lebih dikenal orang dengan sebutan permen polo.

III. METODOLOGI A. Alat dan Bahan

1. Kamera 2. Alat tulis

B. Prosedur Kerja

1. Mendengarkan penjelasan dari pemilik dan pegawai pabrik jenang. 2. Menulis sambil melihat proses pembuatan jenang.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Diawali dari usaha Bapak Siem Kie Djian yang pada tanggaL 28 Desember 1931

mendirikan perusahaan perseorangan dengan nama “SLAMET” di Jalan Pasar 35, sekarang terkenal dengan Jalan Jend. A. Yani 67. Perusahaan ini terLetak di Kabupaten Purbalingga, wilayah Karesidenan Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Perusahaan ini memproduksi kembang gula jenis permen dengan merk Davos dan kresna. 2. Tanggal 20 maret produksinya bertambah dengan memproduksi limun.

3. 20 februari 1937 ditambah memproduksi biskut. 4. Tahun 1942 mengalami kemerosotan karena situasi tidak aman (Penjajah Jepang). 5. 1965 bangkit lagi dengan bantuan pak Gunawan dengan membuat CV. 6. Dengan adanya kemajuan dan perkembangan yang semakin pesat, maka pada

tanggal 6 Mei 1959 perusahaan yang pada mulanya berbentuk perusahaan perseorangan berubah menjadi Perusahaan Komanditer (CV). Bentuk CV tidak berumur lama karena setelah berjalan 2 tahun berbentuk perusahaan diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT). Tepatnya tanggal 31 Maret 1971 dengan akta notaris No.24 disahkan PT. Purbosari & CO, tetapi karena penolakan Menteri Kehakiman R.I di Jakarta maka diadakan perubahan nama menjadi PT. Slamet Langgeng yang tertuang dalam akta notaris No.44 tanggal 29 September 1961. Bidang aktivitas perusahaan saat itu meliputi usaha produksi dalam bentuk permen dengan merek Davos Roll, Davos Lux, Davos Classic, Davos Mild, dan Davos Fruit. 7. PT. Slamet Langgeng dipimpin oLeh Bapak Siem Tjong An sejak tahun 1961

sampai dengan tahun 1968, dan pada tahun 1968 jabatan pimpinan perusahaan diserahkan kepada Bapak Toni Sisiwanto Hardi dikarenakan Bapak Siem Tjong An melanjutkan studi ke Belanda. Bapak Toni Siswanto Hardi memimpin PT. Slamet Langgeng sampai dengan akhir bulan Juni 1983 karena beliau meninggal dunia. Sejak itu perusahaan ini dipimpin oleh Ibu Corie Sumadibrata sampai dengan Mei 1985. Karena faktor usia, maka jabatan pimpinan diserahkan kepada Bapak Budi Handoyo Hardi sejak tanggal 1 Juni 1985 sampai dengan sekarang. 8. Tahun 1973 produksi biscuit behenti. 9. Pemasaran: a. Depo: Semarang, Solo, dan Purbalingga b. Distributor: Bogor, Tasikmalaya, Pekalongan, depok, Kebumen. 10.

Pengovenan selama 15 menit.

11.

Penggiling gula kec. 500 rpm.

12.

Cara membuat permen davos

a. Gula pasir ravinasi dihaluskan dengan alat penghalus gula

b. Dicampur bahan tambahan berupa dextrin, gelatin, dan sterid acid yang ketiga

bahan ini sudah dicairkan. c. Campuran tiga bahan tersebut dikeringkan pada oven d. Diberi rasa (peppermint dan menthol) e. Bahan yang sudah diberi rasa menthol dan peppermint diayak (disaring) f. Dicetak dengan alat rotary tablet.

g. Dikemas dengan ukuran tertentu. h. Dikemas.

B. Pembahasan 1. Sejarah PT. Slamet Langgeng di Purbalingga Diawali dari usaha Bapak Siem Kie Djian yang pada tanggal 28 Desember 1931 mendirikan perusahaan perseorangan dengan nama “SLAMET” di JalanPasar 35, sekarang terkenal dengan Jalan Jend. A. Yani 67. Perusahaan ini terletak di Kabupaten Purbalingga, Wilayah Karisidenan Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Perusahaan ini memproduksi kembang gula jenis permen dengan merk Davos. Arti sebuah nama Slamet Langgeng dan produknya DAVOS terilhami dari kata Slamaet karena Purbalingga terletak di dekat kaki Gunung Slamet dan Langgeng yang berarti sebuah harapan bahwa perusahaan ini akan tetap hidup. Sedangkan “DAVOS” diambil dari nama sebuah kota di Swiss yang berhawa sejuk sehingga cocok dengan produk perusahaan ini, yaitu permen mint/menthol. Awalnya seluruh kegiatan tata usaha perusahaan dipegang dan diawasi oleh pengusaha sendiri, kapasitas produksi pada tahun 1931 belum dapat dicatat secara definitif. Antara tahun 1933 sampai dengan 1942 perusahaan mengalami masa kejayaan. Perkembangan dan kemajuan yang dialami perusahaan mendorong dibukanya produksi limun pada 1933 dan biskuit pada 1937. Dalam masa kejayaan itu, tahun 1942 mengalami penurunan karena keadaan tidak aman, saat tersebut adalah masa ketika Jepang menjajah Indonesia.

Dengan adanya kemajuan dan perkembangan yang semakin pesat, maka pada tanggal 6 Mei 1959 perusahaan yang pada mulanya berbentuk perusahaan perseorangan berubah menjadi Perusahaan Komanditer (CV). Bentuk CV tidak berumur lama karena setelah berjalan 2 tahun berbentuk perusahaan diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT). Tepatnya tanggal 31 Maret1971 dengan akta notaris No.24 disahkan PT. Purbosari & CO, tetapi karena penolakan Menteri Kehakiman Repubelik Indonesia di Jakarta maka diadakan perubahan nama menjadi PT.Slamet Langgeng yang tertuang dalam akta notaris No.44 tanggal 29 September 1961. Bidang aktivitas perusahaan saat itu meluputi usaha produksi dalam bentuk permen dengan merek Davos Roll, Davos Lux, Davos Classic, Davos Mild, dan Davos Fruit. PT. Slamet Langgeng dipimpin oleh Bapak Siem Tjong An sejak tahun 1961 sampai dengan tahun 1968, dan pada tahun 1968 jabatan pimpinan perusahaan diserahkan kepada Bapak Toni Sisiwanto Hardi dikarenakan Bapak Siem Tjong An melanjutkan studi ke Belanda. Bapak Toni Siswanto Hardi memimpin PT. Slamet Langgeng sampai dengan akhir bilan Juni 1983 karena beliau meninggal dunia. Sejak itu perusahaan ini dipimpin oleh Ibu Corie Sumadibrata sampai dengan Mei 1985. Karena faktor usia, maka jabatan pimpinan diserahkan kepada Bapak Budi Handoyo Hardi sejak tanggal 1 Juni 1985 sampai dengan sekarang. 2. Bahan yang digunakan untuk membuat permen davos a. Gula pasir rafinasi

Gula rafinasi merupakan gula hasil olahan lebih lanjut dari gula kristal mentah atau raw sugar melalui proses defikasi yang gula ini tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. Gula rafinasi ini untuk bahan baku industri makanan dan minuman. Penggunaan Gula Rafinasi dibatasi tidak untuk konsumsi langsung, namun untuk industri makanan dan minuman, karena dengan maksud untuk kepentingan perlindungan industri gula dalam negeri.

Gambar 1. Gula pasir Gula pasir ini sebagai bahan baku utama dalam membuat permen davos, gula yang digunakan adalah gula rafinasi yang khusus untuk industri. Gula ini berasal dari cilacap. Gula rafinasi bentuknya seperti gula konsumsi biasa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk proses produksi, gula ini mengalami proses size reduction menjadi lebih lembut dan halus. b. Gelatin sapi

Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang. Gelatin komersial biasanya diperoleh dari ikan, sapi, dan babi. Dalam industri pangan, gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak, jeli, dan es krim. Penggunaan gelatin sangatlah luas dikarenakan gelatin bersifat serba bisa, yaitu bisa berfungsi sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap, pemerkaya gizi, sifatnya juga luwes yaitu dapat membentuk lapisan tipis yang elastis, membentuk film yang transparan dan kuat, kemudian sifat penting lainnya yaitu daya cernanya yang tinggi. Gelatin yang berbentuk protein itu mampu memberikan tekstur kenyal. Sifat gelatin ini banyak digunakan dalam bidang industri pangan terutama ditujukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul khususnya dalam

penganekaragaman produk berbagai bahan makanan, seperti kembang gula, agar-agar, permen karet, dan makanan berbentuk gel lainnya. Dalam produk permen dan produk sejenisnya, gelatin berfungsi untuk mengatur konsistensi produk, mengatur daya gigit dan kekerasan serta tekstur produk, mengatur kelembutan dan daya lengket di mulut. Khususnya pengikat bahan pembuat permen.

Gambar 2. Gelatin sapi yang sedang diaduk c. Dekstrin

Dekstrin adalah karbohidrat yang dibentuk selama hidrolisis pati menjadi gula oleh panas, asam dan atau enzim. Maltosa, sukrosa dan laktosa adalah disakarida yang memiliki rumus empiris sama (C12H22O11), tetapi berbeda dalam struktur. Dekstrin dan pati memiliki rumus umum yang sama, – [Cx(H2O)y)]n-(y =x–1), yang mana unit glukosa bersatu dengan yang lainnya membentuk rantai (polisakarida) tetapi dektrin memiliki ukuran lebih kecil dan kurang kompleks dibandingkan pati. Dektrin larut dalam air tetapi dapat diendapkan dengan alkohol. Dektrin memiliki sifat seperti pati. Beberapa dekstrin bereaksi dengan iodin memberikan warna biru dan larut dalam alkohol 25% (disebut amilodekstrin) sedang yang lainnya berwarna coklat-kemerahan dan larut dalam alkohol 55% (disebut eritrodekstrin) dan yang lainnya tidak membentuk warna dengan iodin serta larut dalam alkohol 70 (disebut akhrodekstrin), yang juga diidentifikasi sebagai desktrosa ekuivalen (DE). DE yang tinggi menunjukkan adanya depolimerisasi pati

yang besar. Maltodekstrin adalah produk dengan DE rendah. Dalam industri permen, dekstrin berfungsi sebagai zat pengikat.

Gambar 3. Dextrin d. Stearid acid

Gambar 4. Stearid acid Asam stearat atau stearid acid adalah campuran asam organik padat yang diperoleh dari lemak sebagian besar terdiri dari asam oktadekanoat, C18H36O2 dan asam heksadekanoat, C16H32O2. Asam lemak ini merupakan asam lemak jenuh, wujudnya padat pada suhu ruang. Asam stearat diproses dengan memperlakukan lemak hewan dengan air pada suhu dan tekanan tinggi. Asam ini dapat pula diperoleh dari hidrogenasi minyak nabati. Dalam bidang industri asam stearat dipakai sebagai bahan pembuatan lilin, sabun, plastik, kosmetika, dan untuk melunakkan karet. Titik leburnya 54 0C, titik didihnya 384 0C. Sangat sedikit larut dalam air; larut dalam alkohol; benzena kloroform; aseton; karbon tetraklorida; karbon disulfida; amil asetat dan toluene. Dalam pabrik ini asam stearat digunakan sebagai pelumas bahan dan pengkilap produk.

3. Proses pembuatan permen davos dan alat yang digunakan Tahap awal pembuatan permen davos yaitu menghaluskan (size reduction) gula rafinasi. Penghalusan gula ini dimaksudkan untuk membentuk tekstur permen yang halus dan lembut. Bentuk gula yang tadinya seperti pasir (berukuran besar) setelah dimasukkan ke alat pengecil ukuran ukuran gula menjadi sangat halus, seperti tepung beras.

Gambar 5. Mesin penghalus gula Setelah gula menjadi halus, kemudian bahan tambahan dimasak. Stearic acid dan dekstrin dicampur dan dimasak pada suhu 60-70 OC. Sementara gelatin dimasak sendiri sampai suhu kurang lebih 70O C, pemasakan tidak boleh terlalu panas karena akan merusak bahan. Gelatin sendiri setelah dimasak harus tetap diaduk supaya tidak menggumpal. Proses pengadukan sendiri menggunakan mixer yang alat dan prosesnya dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 6. Pemasakan dekstrin dan stearic acid murni (kanan) dan yang diberi pewarna biru (kiri) Proses selanjutnya yaitu mencampur gula halus dengan bahan tambahan. Proses pencampuran yaitu keempat bahan tersebut dimasukkan ke dalam alat

pencampur, alat ini secara otomatis akan mencampur bahan agar pencampuran merata.

Gambar 7. Alat pencampur (kiri) dan kondisi dalam alat pencampur (kanan) Dari alat pencampur, bahan yang sudah tercampur akan dikeringkan dengan alat pengering tipe conveyor, suhu pengeringan kurang lebih 50-70 OC. lamanya bahan dalam ruang pengering ini yaitu sekitar 15 menit. Prinsip pengering ini yaitu dengan melewatkan bahan pada ruang pengering ini yang suhunya tinggi.

Gambar 8. Pengering (kiri) dan bagian dalam pengering (kanan) Dalam ruangan pengering ini, dapat dilihat bahawa bahan awalnya mengalir di rak bagian atas, kemudian saat mencapai ujung, bahan dijatuhkan menuju rak dibawahnya. Jadi arah tiap rak berbeda, rak paling atas ke kanan, rak

dibawahnya ke kiri, rak dibawahnya lagi ke kanan dan seterusnya. Jumlah rak ada 5 buah. Bahan pembuat permen ini setelah dikeringkan dengan oven kemudian dimasukkan ke dalam kantung-kantung yang nantinya dipindahkan ke alat pencampur bahan dengan mentol oil dan peppermint. Peppermint mempunyai aroma mentol yang menyegarkan, bersih, dan meningkatkan energi. Minyak atsiri ini telah banyak dipelajari manfaatnya bagi kesehatan. Minyak ini adalah salah satu herbal tertua yang paling dikenal untuk meredakan gangguan pencernaan, selain juga mampu memulihkan efisiensi sistem pencernaan. Sementara menthol banyak digunakan oleh para ahli untuk membua obat batuk, minyak angin, pasta gigi, bedak gatal. permen (pelega tenggorokan) dan rokok, karena khasiatnya yang nyata dan telah terbukti tidak ada efek samping.

Gambar 9. Alat pencampur bahan dengan peppermint dan menthol Setelah tercampur dengan peppermint, bahan diayak supaya bahan yang ukuran besar tidak ikut dibawa saat pencetakan. Setelah diayak, bahan dipindahkan

ke

alat

pencetak

permen,

cara

pemindahannya

dengan

menggunakan kantung. Alat pencetaknya dapat dilihat pada Gambar 10. Prinsip kerjanya dengan cara memasukkan bahan ke sebuah lubang, selanjutnya ada bagian penekan untuk membentuk permen. Karena jenis permen davos yang dibuat pada pabrik ini ada 4 jenis, maka jenis alat pencetaknya juga ada 4.

Gambar 10. Alat pencetak permen Setelah permen dicetak dan mencadi bentuk tablet, maka permen akan dikemas sesuai dengan jenisnya, karena di pabrik ini ada 4 jenis permen davos yang dibuat, maka proses pengemasannya pun ada 4 cara, yaitu: a. Davos classic

Gambar 11. Davos classic Davos classic merupakan permen davos yang diameter permennya paling besar, yaitu 22 mm. Davos jenis ini dikemas dalam kertas alumunium, kemudian bagian luar di kemas lagi dengan kertas biasa, contoh kemasannya dapat dilihat di Gambar 11. b. Davos Mini

Gambar 12. Davos mini dan cara pengemasannya Davos mini ini dalam 1 bungkus beratnya 14 gram. Pengemasannya dapat dilihat pada Gambar 12, yaitu dimasukkan ke dalam kardus kecil. c. Davos Lux

Gambar 13. Davos lux Davos lux ini hampir sama proses pengemasannya dengan davos mini. Perbedaan keduanya hanya pada ketebalan permen dan diameter permen. d.Davos mild

Gambar 14. Davos mild Davos jenis ini memiliki kemasan dan jenis yang banyak dijumpai di pasaran. Setiap tablet dikemas dalam 1 plastik alumunium (Gambar 14 kiri)

yang kemudian dikemas lagi pada kemasan yang lebih besar (Gambar 14 kanan). Dalam 1 kemasan plastik besar terdapat 60 butir davos mild. Dilihat dari prosesnya maka.pada davos mini, dan davos lux diberi label atau kemasan yang lebih besar. Proses pelabelan ini menggunakan mesi yang disebut mesin packager.

Gambar 15. Alat packager Kalau dilihat dari bentuknya, 4 jenis permen davos letak perbedaanya yaitu pada ukuran per butir permen.

Gambar 16. Perbedaan 4 jenis permen davos Davos mini (Gambar 16 paling kanan) ukuran diameter permen 12 mm. sementara davos lux (Gambar 16 no.2 dari kanan) diameter permen 10 mm. Davos mild (Gambar 16 paling kiri) diameter permen 20 mm dan davos classic (Gambar 16, no.2 dari kiri) memiliki diameter 22 mm. Secara proses pembuatan, 4 jenis permen davos ini hampir sama.

V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1. Pabrik “Slamet Langgeng” didirikan oleh Bapak Siem Kie Djian yang pada

tanggaL 28 Desember 1931. Dalam perjalannya, pabrik ini dikelola oleh beberapa orang, yang terakhir yaitu Bapak Budi Handoyo Hardi sejak tanggal 1 Juni 1985 sampai dengan sekarang. 2. Bahan untuk membuat permen davos yaitu gula pasir, dekstrin, asam stearat, gelatin sapi, minyak peppermint, menthol, dan pewarna biru. 3. Proses pembuatan permen davos yaitu gula pasir dihaluskan sampai menjadi

tepung, lalu tepung gula ini dicampur dengan asam stearat, gelatin sapi, dan dekstrin. Setelah tercampur, maka campuran ini dikeringkan dalam oven konveyor. Setelah kering, campuran bahan diberi menthol dan peppermint kemusian disaring (diayak) dan selanjutnya dicetak sesuai jenis permen, tahap terakhir dikemas.

4. Alat yang digunakan di pabrik ini diantaranya yaitu alat penghalus gula, alat

pemasak dan pengaduk bahan tambahan, alat pencampur bahan baku dengan bahan tambahan, alat pengering (oven tipe konveyor), alat pencampur bahan dengan menthol dan peppermint, alat pengayak, alat pencetak permen, dan packager. B. Saran

Saat melakukan kunjungan, sebaiknya praktikan bertanya lebih detail tentang alat, bahan, ataupun proses supaya ilmu yang diperoleh lebih banyak.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2007. Dekstrin (On-line). http://ptp2007.wordpress.com/2008/01/22/ dekstrin/ diakses 5 Juni 2012 jam 15.47. Anonim. 2010. Permen Jelly (On-line). http://www.warintek.ristek.go.id/pangan kesehatan/pangan/ipb/Permen%20jelly.pdf diakses 6 Juni 2012 jam 13.29. Anonim. 2012. Sejarah Permen Davos (On-line). http://wong168.wordpress.com / 2012/03/19/sejarah-permen-davos/ diakses 2 Juni 2012 jam 14.45. Anonim.2007. Asam Aseatat (On-line). http://soapmakersdiary.wordpress.com/ 2007/04/03/fakta-tentang-handmade-natural-soap/ diakses 5 Juni 2012 jam 19.55. Herdian, Anoki. 2010. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Slamet Langgeng Purbalingga dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening. Skripsi. Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang.

View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF