Spiral Classifier
May 9, 2019 | Author: Hafizh Nurul Fauzi | Category: N/A
Short Description
Laporan Awal M10, Laboratorium Tambang, Universitas Islam Bandung 2017....
Description
M – X
S P I R A L C L A S S I F IE R
10.1
Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan percobaan Spiral classifier yaitu :
1. Untuk memisahkan yakni yakni mineral –mineral –mineral berharga dari pengotornya berdasarkan perbedaan ukurannya. 2. Untuk menentukan recovery atau atau perolehan mineral berharga. 3. Untuk menentukan ratio of concentration concentration mineral berharga.
10.2. Landasan Teori Pada dasarnya spiral classifier ini merupakan suatu mesin yang utamanya digunakan untuk mengklasifikasikan slimes atau denda dari kasar, bahan yang berukuran halus. Dalam hal ini yakni memiliki tangki cenderung dengan satu atau dua spiral berputar perlahan-lahan dan bebas dari menyentuh sisi atau bawah tangki. Dari hal tersebut spiral classifier ini ini merupakan suatu alat yag memiliki spiral –spiral –spiral yang digunakan untuk memisahkan mineral berharga dengan mineral pengotornya berdasarkan dari perbedaan ukuran secara continu. Untuk pengoperaisannya atau alat ini dioperasikan yakni berdasarkan dari kemiringan dan perputaran dari spiral-spiral. Gerakan spiral ini menciptakan Settling di area kolam bawah, di mana agitasi air ini akan menghambat benda dari yang menetap ke bawah, akan tetapi untuk partikel kasar yang menetap dan lereng dengan spiral bergulir, untuk debit , terletak di bagian atas classifier.
Sumber :Ramiz.blogspot.com
Gambar 10.1
S pir al C las las s ifer if er
Alat ini dioperasikan yang berdasarkan kemiringan dan perputaran dari spiral-spiral :
Sumber : www.leap-mine.com
Gambar 10.2 Kemiringan pada Spiral Classifier
Pada dasarnya umpan yang terdiri dari
suspense atau pulp ini
dimasukkan kedalam alat classifier . Dari hal tersebut yakni untuk butiran –butiran besar ini akan segera mengendap yakni kedasar classifier dan untuk buitranbutiran yang halus ini yakni berada tetap dalam cairan (pool). Pada dasarnya yakni butiran yang halus yang mana berada didalam cairan bagian atas alat, sehingga dalam hal ini akan tedorong keluar yakni oleh umpan (sebagai over flow) atau umpan yang baru masuk. dan untuk keluar tersebut yakni dari ujung classifier yang lebih rendah. Untuk butiran yang lebih kasar ini yakni mengendap pada dasar atau didasar classifier dan dikeluarkan di bagian ujung classifier yang mana lebih tinggi kedudukannya yakni dengan menggunakan spiral.
Sumber : www.indiamart.com
Foto 10.1 Pengendapan pada Spiral Classifier
Dari hal tersebut yakni seperti kondisi yang mempengaruhi klasifikasi dalam classifier spiral ini sendiri yakni diantaranya : 1. Untuk partikel kasar menetap lebih cepat dari pada partikel halus di bawah terhalang kondisi menetap. 2. Untuk partikel berat menetap lebih cepat dari partikel yang lebih ringan. 3. untuk partikel berbentuk berpori atau tidak teratur ini yakni menetap lebih lambat dari pada yang relatif bulat dan partikel non-berpori. 4. Untuk air kurang di kolam sehingg berpengaruh terhadap pemberian pemisahan kasar yakni dengan menciptakan efek media yang berat, dan memungkinkan partikel kasar tersebut yakni meluap. Pada dasarnya untuk percobaan ini akan menentukan kondisi yang tepat untuk dalam mencapai pemisahan yang diinginkan dalam classifier spiral untuk bahan tertentu. Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain sebagai berikut : 1. Kemiringan alat 2. Kecepatan berputar spiral dan pengadukan (Sagitasi ) 3. Persen padatan (solid ) 4. Kecepatan pengumpanan (velocity feeding ) 5. Ukuran material sebagai umpan (feeder )
Sumber : www.tradeindia.com
Foto 10.2 Cara Kerja Spiral Clasifier
Spiral clasifier ini biasanya memiliki diameter 10 -100 inchi dengan kecepatan putar untuk spiral berukuran besar adalah 6 rpm dan untuk spiral
berukuran kecil yaitu 20 rpm. Spiral classifier ini dioperasikan dengan kemiringan (slope) 3 –4 inchi/feet. Beberapa keuntungan dalam penggunaan Spiral Clasifier ini antara lain adalah : 1. Kapasitas tinggi 2. Volume settling zone besar dan luas 3. Ongkos pemakaian dan pemeliharaan rendah 4. Efisien dan mudah penanganannya Faktor-faktor yang mempengaruhi pemisahan : 1. Kemiringan Classifier (slope) Untuk pemisahan yang kasar biasanya slope dibuat antara 2,5 –3,5 inchi per feet, sedangkan yang lebih halus sekitar 1,5-2,5 inchi per feet. Juka slope besar maka memberikan kesempatan pada partikel menjadi overflow lebih besar. Tetapi kemungkinan material yang telah digaruk kembali jatuh (mengendap) sehingga 2.
classifier
akan
menghasilkan
produkta
yang
bersih.
Feed Rate Ditentukan oleh kapasitas overflow dan underflow tergantung pada
penjang dari bibir overflow yang memberi kesempatan pada material untuk keluar sebagai overflow.
10.3
Alat dan Bahan
10.3.1 Alat Adapun alat-alat yang digunakan pada kegiatan percobaan Spiral Classifier diantaranya : 1.
Spiral Classifer
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.3
S piral C las s ifier
2.
Timbangan (Neraca)
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.4 Timbangan
3.
Lup
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.5 Lup
4.
Papan Grain Counting
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.6 Papan Grain Counting
5.
Pan pemanas
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.7 Pan Pemanas
6.
Sendok
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.8 Sendok
7.
Stopwatch
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.9
S topwatch
8.
Ember
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.10 Ember
10.3.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan Spiral Classifier yaitu : 1. Mineral Kasiterit (SnO2) dengan ukuran – 40 + 70 # yakni sebanya 1 kg. 2. Zeolit yakni hasil kominusi dengan ukuran – 8 + 12 #, sebanyak 3 kg
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
Foto 10.11 Zeolit
10.4
Prosedur Percobaan Dalam kegiatan praktikum kali ini yakni terdapat tahapan atau prosedur
diantaranya : 1.
Lakukan mixing antara mineral kasiterit dan batu gamping.
2.
Tentukan kadar feed dengan menggunakan grain counting
3.
Ukur debit air
4.
Campur kasiterit dan batu gamping diatas dengan air
5.
Atur penggunaan Spiral classifier dan sesuaikan penggunaan debit air yang masuk.
6.
Hidupkan motor Spiral classifier
7.
Masukan feed diatas feeder Spiral classifier secara bertahap
8.
Atur kecepatan air
9.
Matikan matikan motor Spiral classifier
10.
Ambil konsentrat dan saring
11.
Masukan ke pan pemanas hingga kering
12.
Timbang berat konsentrat
13.
Tentukan kadar zeolit dengan sizing .
10.5
Rumus Yang Digunakan Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.
Material Balance F = C+T
2.
Metallurgical Balance F.f = C.c + T.t
3.
Recovery (R) R =
4.
C.c F.f
Ratio of Concentration (K) K =
F C
Dimana : F = Berat Feed (gr) f
= Kadar Feed (%)
C = Berat Konsentrat (gr) c = Kadar Konsentrat (%) T = Berat Tailing (gr) t
= kadar Tailing (%)
10.6
Data Hasil Percobaan Adapun data yang dihasilkan dari percobaan Spiral classifier : Tabel 10.1 Data Hasil Percobaan
Feed (F) Mineral
Berat (gr)
Zeolit ukuran Besar
Kadar (%)
3000
Berat (gr)
60
5000 Zeolit ukuran kecil
Tailing (T)
Konsentrat (C)
2420
Kadar (%) 100
2420 2000
Berat (gr)
580
2248
2000
77,52
2580
40
0
0
Sumber : Data Hasil Praktikum PBG, 2017
10.7
Pengolahan Data Berikut adalah pengolahan dari data yang didapat dari percobaan Spiral
classifier : 1. Feed (F) Kadar (Zeolit uk.besar)
=
=
Berat Zeolit uk.besar Berat Feed
x 100%
3000 gr
x 100%
5000 gr
= 60%
Kadar (Zeolit uk.kecil)
= 100% - Kadar zeolit ukuran besar = 100% - 60% = 40%
2. Konsentrat (C) Kadar (Zeolit uk.besar)
= =
Kadar (%)
Berat Zeolit uk.besar Berat Konsentrat 2420 gr
x 100%
2420 gr
= 100%
x 100%
Kadar (Zeolit uk.kecil)
= =
Berat Zeolit uk.kecil Berat Konsentrat 0 gr
x 100%
x 100%
2420 gr
= 0% 3. Tailing (T)
Berat Tailing
= Berat Feed – Berat Konsentrat = 5000 gr – 2420 gr = 2580 gr
Berat (Zeolit uk.besar)
= Berat Feed (Zeolit uk.besar) – Berat Konsentrat (Zeolit uk.besar) = 3000 gr – 2420 gr = 580 gr
Berat (Zeolit uk.kecil)
= Berat Feed - Berat zeolit uk.besar = 2580 gr – 580 gr = 2000 gr
Kadar (Zeolit uk.besar)
= =
Berat Zeolit uk.besar Berat Tailing 580 gr 2580 gr
x 100%
x 100%
= 22,48%
Kadar (Zeolit uk.kecil)
= =
Berat Zeolit uk.kecil Berat Tailing 2000 gr 2580 gr
= 77,52%
10.8 10.9
Analisa
x 100%
x 100%
DAFTAR PUSTAKA
1 Antonio, Dony. 2009. “ S pir al C lass ifer ” . www.ramiz.blogspot.com. Diakses pada tanggal 11 Mei 2017 pada pukul 14.00 WIB. 2 Irham,
Yoga. 2011. “ Prinsip Spiral Classifier” , www.miningcool.blogspot.com. Diakses pada tanggal 11 Mei 2017 pukul 13.31 WIB
3 Staff Assisten Laboratorium Tambang. 2017. Diktat Penuntun Praktikum Pengolahan Bahan Galian. Universitas Islam Bandung. Bandung.
View more...
Comments