Penyebab Splenomegali
August 21, 2017 | Author: simpati91 | Category: N/A
Short Description
splenomegali...
Description
Penyebab Splenomegali Pembesaran limpa merupakan temuan patologi yang umum dan penting. Pembesaran pada pulpa merah terjadi karena adanya peningkatan jumlah sel-sel fagosit dan atau peningkatan jumlah sel darah. Pada infeksi yang bersifat kronis, hiperplasia jaringan limfoid dapat ditemukan. Terdapat 5 pnyebab terjadinya plenomegali (pembesaran limpa), yaitu: 1. Infeksi dan inflamasi Pada kasus infeksi bakterial yang bersifat akut, ukuran limpa sedikit membesar. Pembesaran terjadi akibat peradangan yang menyebabkan peningkatan infiltrasi selsel fagosit dan sel-sel neutrofil. Jaringan atau sel-sel yang mati akan dicerna oleh enzim, sehingga konsistensi menjadi lembek, apabila disayat mengeluarkan cairan berwarna merah, bidang sayatan menunjukkan warna merah merata. Permukaan limpa masih lembut dan terlihat keriput. Peradangan dapat ,meluas sampai pada kapsula limpa yang disebut sebagai perisplenitis dengan atau tanpa disertai abses. Infeksi akut: infeksi mononukleosis, infeksi hepatitis, sub akut bakterial endokarditis, psittacosis) Infeksi kronis: tb milier, malaria, brucellosis, kala-azar, sifilis) Sarcoidosis, secondary amyloidosis, connective tissue disorder (SLE, Felty’s syndrome) 2. Gangguan sirkulasi Gangguan sirkulasi dapat menyebabkan kongesti pembuluh darah pada limpa.keadaan kongesti ini dapat disebkan oleh 2 kondisi utama yaitu, gagal jantung kongestif (congstive heart failure / CHF) dan sirosis hati / hepatic cirrhosis. Kondisi gagal jantung (dilatasi) menyebabkan kongesti umum / sistemik pembuluh darah balik, terutama vena porta dan vena splenik. Keadaan ini menyebabkan tekanan hidrostatik vena meningkat dan mengakibatkan terjadinya pembesaran limpa. Pada kondisi sirosis hati aliran darah pada vena porta mengalami obstruksi, karena terjadi fibrosis hati. Keadaan seperti ini menyebkan peningkatan tekanan hidrostatik vena porta dan vena splenik , sehingga mengakibatkan pembesaran limpa. Pembesaran limpa yang diakibatkan sirosis hati ini dapat disertai penebalan lokal pada kapsula.
3. Degenerasi dan strorage disease Lesi tipe ini jarang ditemukan , contohnya: amiloidosis, lipid strorage disease, kelainan glycogen storage. 4. Neoplasma / tumor Dapat bersifat primer dan sekunder. Pada kondisi primer, sel sel onkogenik limpa secara primer tumbuh menjadi sel tumor. Kondisi sekunder pada umumnya terjadi karena pengaruh pada saat penyebaran (metastatik) sel limfoma dan leukimia. 5. Kelainan sel darah Pembesaran limpa akibat kelainan darah dapat disebbkan oleh produksi sel-sel darah abnormal (contohnya pada kasus anemia hemolitika yaitu idiopatik trombositopenia), pada leukimia, dan limfoma serta gagal sumsum tulang kronis karena fibrosis atau infiltrasi sekunder sel tumor
View more...
Comments