LAPORAN KARYA ILMIAH Revisi
August 7, 2022 | Author: Anonymous | Category: N/A
Short Description
Download LAPORAN KARYA ILMIAH Revisi...
Description
LAPORAN KARYA ILMIAH DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA (20-22 Februari 2019)
Disusun oleh : 1.
Tijey Pientado
2.
Dheva Anugrah P.P
3.
M.Riksa Pratama
4.
Fitriani Indah R
5.
Nisa Nuraeni
6.
Kosasih
KELAS XI IPS 1
YAYASAN PENDIDIKAN DASAR MENENGAH PASUNDAN P ASUNDAN
SMA PASUNDAN 8 BANDUNG Jalan Cihampelas No. 167 Telp. (022) 2034430 Bandung – Bandung – 40131 40131
2019
LAPORAN WIDYAWISATA
DAERAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA
Lembar Pengesahan
Wali kelas XI IPS 1
Pembimbing,
Lilis Setiani, S.Pd
Dra. Ernie Rahmanita
NUPTK.3561758660300012
NUPTK.575874364300022
Diketahui oleh : Kepala SMA Pasundan 8 Bandung,
Drs Tatang Suryana NIP. 196408121991031011 196408121991031011
i
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt karena dengan segala rahmat dan karunianya, kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan laporan tentang “Widya Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya”. sekitarnya”.
Dengan selesainya pembuatan karya ilmiah ini, kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2. 3. 4.
Bapak Drs. Tatang Suryana selaku kepala sekolah, Ibu Dra. Ernie Rahmanita selaku pembimbing kami, Ibu Lilis Setiani, S.Pd selaku wali kelas kami XI IPS 1, Orang tua kami yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan widyawisata, dan 5. Teman-teman kelas yang telah memberikan motivasi, dan dukungannya. Laporan ini sudah kami kerjakan dengan semaksimal mungkin,namun masih terdapat kekurangan di dalamnya, oleh karena itu kami membutuhkan saran dan kritik dari pembimbing maupun teman-teman sekalian. Kami berharap dengan adanya laporan ini bias menjadi lebih bermanfaatt di masa bermanfaa masa yang akan akan datang. datang.
Bandung, 13 Maret 2019
Penulis, Tijey Pientado
ii
DAFTAR ISI Lembar Pengesahan
i
Kata Pengantar
ii
Daftar Isi
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1
1.1
Latar Belakang Penelitian
1
1.2
Maksud dan Tujuan Penelitian
1
1.3
Metode Penelitian
1
1.4
Tempat dan Waktu Penelitian
2
BAB II PEMBAHASAN PENELITIAN 2.1 Taman Pintar Yogyakarta
3
2.1.1
Lokasi Taman Pintar
3
2.1.2
Sejarah Berdirinya Taman Pintar
3
2.1.3
Wahana-wahana yang ada di Taman Pintar
3
2.2 Sentra Kaos
5
2.2.1
Lokasi Sentra Kaos
5
2.2.2
Jenis-jenis Kaos yang Diproduksi
5
2.2.3
Harga Kaos yang Diproduksi
5
2.3 Candi Borobudur
BAB III
3
5
2.3.1
Lokasi Candi Borobudur
5
2.3.2
Sejarah Candi Borobudur
5
2.3.3
Kerangkan dan Bangunan Candi Borobudur
5
2.3.4
Stupa dan jenis-jenis jenis-jeni s candi
7
PENUTUP
10
3.1
Kesimpulan
10
3.2
Saran
10
Daftar Pustaka
11
Lampiran – llampiran ampiran
12
Riwayat Hidup
13
iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Pada kesempatan ini, kami selaku kelompok 2 berserta teman-teman sekelas dan diberi tugas untuk menyelesaikan tugas laporan karya wisata yang dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di Candi Borobudur, Kraton Yogyakarta, Taman Pintar, dan Omah Oblong . Kegiatan ini juga diselenggarakan sesuai dengan program kerja
yang sudah disesuaikan dan ditetapkan oleh pihak sekolah.. Kegiatan Widya Wisata ini ditujukan untuk sebagai media pembelajaran siswa, agar siswa lebih mengetahui budaya dan pendidikan yang ada di kota tersebut. Selain itu juga kegiatan ini diperuntukkan sebagai kegiatan rekreasi atau liburan namun terdapat media pembelajaran pembela jaran yang dapat mendidik mendidik bagi bagi siswa dan siswi.
1.2
Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dan tujuan dari diadakannya kegiatan widyawisata Yogyakarta dan sekitarnya adalah sebagai berikut. a.
Sebagai media pembelajaran yang yang dapat mendidik siswa dan siswi SMA Pasundan 8 Bandung
b. Untuk meningkatkan meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai mengenai budaya yang ada di Yogyakarta. c. Menggali informasi tentang keanekaragaman budaya, ciri khas, dan prilaku masyarakat Yogyakarta. d.
1.3
Ingin mengetahui perekonomian masyarakat Kota Yogyakarta.
Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah agar bisa memperoleh dan bisa
mengumpulkan data-data dengan fungsi dan tujuan tertentu. Metode penelitian yang kami gunakan, sebagai berikut: a.
Metode Observasi Lapangan Observasi Lapangan adalah mengumpulkan data atau
keterangan yang harus
dijalankan dengan melakukan usaha-usaha pengamatan secara langsung ke tempat yang akan diselidiki. Arikunto (2006:124) Pada dasarnya teknik observasi digunakan untuk melihat dan mengamati perubahan fenomena – fenomena fenomena social yang tumbuh dan berkembang yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas atas penilaian penilaian tersebut, tersebut, bagi pelaksana pelaksana observaser observaser untuk untuk melihat melihat obyek moment moment tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan. (Margono, 2007:159) 1
b.
Metode Telaah Telaah buku ( Metode Deskriptif ).
Metode penelitian telaah buku berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “telaah” terdiri atas tiga suku kata, yaitu te-la-ah te-la-ah yang artinya penyelidikan, kajian, pemeriksaan, pemeriksaa n, penelitian. penelitian. Sedangkan Sedangkan buku adalah adalah lembar kertas kertas yang berjilid, berjilid, berisi tulisan tulisan atau kosong; kitab (KBBI 1994: 152) dan teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dsb (KBBI 1994: 1024).
1.4
Tempat dan Waktu Penelitian
Selama kegiatan widyawisata berlangsung waktu dan tempat yang dikunjungi untuk dijadikan kegiatan observasi adalah sebagai berikut. Tanggal : 20 – 20 – 22 22 Februari 2019 Hari : Rabu – Rabu – Jumat Jumat Waktu : 09.00 - selesai Tempat : Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya sekitarn ya
2
BAB II PEMBAHASAN PENELITIAN 2.1
Taman Pintar 2.1.1
Lokasi Taman Pintar
Taman Pintar Yogyakarta adalah wahana wisata yang terdapat dipusat Yogyakarta, tepatnya di Jalan Penembahan Senopati No.1-3, Yogyakarta, Di kawasan Benteng Vredeburg. 2.1.2
Sejarah Berdirinya Taman Pintar
Sejak terjadinya ledakan perkembangan sains sekitar tahun 90 an, terutama Teknologi informasi, pada gilirannya telah mengantarkan peradaban manusia menuju era tanpa batas. Perkembangan sains ini adalah sesuatu yang patut disyukuri dan tentunya menjanjikan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan kualitas hidup manusia. Menghadapi realitas perkembangan dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide untuk Pembangunan “Taman Pintar “. Disebut “Taman Pintar”, karena di kawasan ini nantinya para siswa, mulai pra-sekolah pra-seko lah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Dengan Target Pembangunan Taman Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini, harapan lebih luas kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan menciptakan teknologi sendiri. Bangunan Bangunan Taman Pintar ini dibangun di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada disekitarnya, seperti Taman Budaya, Benteng Vredeburg,dll.
2.1.3
Wahana di Taman Pintar
1.Zonasi di Taman Pintar Play Ground Zona penyambutan dan permainan serta sebagai ruang publik bagi pengunjung.Adapun pengunjung .Adapun beberapa bagian play ground adalah sebgai berikut: Tapak Presiden Republik Indonesia, Gong Perdamaian, Taman Air Menari, Koridor Air, Desaku Permai, Spektrum Warna, Dinding Berdendang, Sistem Katrol, Forum Batu, Parabola Berbisik, Rumah Batik, Rumah Gerabah, Wahana Bahari. 2.Gedung Paud Zona ini memiliki bagian yang disebut dengan zona pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi anak-anak usia pra-sekolah hingga Taman Kanak-kanak. Beberapa ruang yang disediakan antara lain : Ruang Komputer Kids, Ruang Petualangan, dll. 3
3.The Adventure of Science Gedung Oval a.Lantai 1 Lantai ini menjadi zona untuk pengenalan lingkungan dan eksibisi ilmu pengetahuan.Adapun pengetahu an.Adapun beberapa wahana yang disediakan disediakan antara lain: Akuarium Air Tawar, Dome Area, Kehidupan Pra-Sejarah, Titian Sains, Harmoni Alam, Sistem Tata Surya. b.Lantai 2 Lantai ini digunakan sebagai zona untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun beberapa wahana yang ada antara lain: Zona Ilmu Bumi,Tv Cube,Zona Teknologi Konstruksi,Zona Teknologi Mesin dan Energi,Zona Teknologi Telekomunikasi,Zona Nuklir,Zona Kelistrikan,Zona Teknologi Komputer. 4.Gedung Kotak Gedung ini terdiri atas 3 (tiga) lantai yang fungsinya berbeda satu sama lain. Ketiga lanta tersebut antara lain: a.Lantai 1 Lantai ini berisi saran dan prasarana pelengkap bagi pengunjung yang terdiri atas: Exhibtion Hall, Ruang Audio Visual, Radio Anak Jogja, Food Court, Souvenir, Counter, Amusement Center. b.Lantai 2 Lantai ini terdiri atas berbagai fasilitas untuk mempelajari materi dasar yang terkait dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa zona yang disediakan antara lain: Zona Pengolahan Minyak dan Gas Bumi,Zona Agro,Zona Air untuk Kehidupan,Zona Warisan Leluhur,Zona Teknologi Pengolahan Susu,Zona Teknologi Informasi dan Komunikasi,Zona Otomotif Roda Dua. c.Lantai 3 Lantai ini zona kreatifitas dan berisi: Wahana Animasi,Zona Science and Technology, dan Teater 4 Dimensi.
5.Gedung Memorabilia Gedung ini berisi dokumen dan foto-foto yang berkaitan dengan sejarah antara lain: Sejarah Kesultanan Yogyakarta,Sejarah Tokoh Pendidikan Nasional,Sejarah Presiden RI.
4
2.2 Sentra Kaos 2.2.1
Lokasi Sentra Kaos
Jogja T-Shirt adalah salah satu sentra kaos yang berada di Jalan Jambon RT 01/RW 19, Baturan, Trihanggo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 2.2.2
Jenis-jenis Kaos di Sentra Kaos
Jogja T-shirt dalam memproduksi menggunakan tiga jenis kain yaitu Katun 30s, Polyester, dan Bamboo. Terdapat dua jenis baju yang disediakan yaitu baju kaos kombinasi batik dan baju kaos sablon. Jenis sablon yang digunakan adalah Rubber HD denga cara penyablonan secara manual agar sablon lebih menyatu dengan kain yang digunakan sehingga tidak mudah luntur. 2.2.3
Harga Kaos di Sentra kaos
Harga yang di patok oleh Omah Oblong berkisar di angka Rp.50.000 hingga Rp.500.000 tergantung ukuran.
2.3 Candi Borobudur 2.3.1
Lokasi Candi Borobudur
Borobudur adalah Candi Buddha yang terletak di Kec.Borobudur Kab.Magelang yang letaknya kurang lebih lebi h dari 15 KM sebelah selatan Kota magelang dataran Kedu yang berbukit hamper seluruhnya dikelilingi pegunungan, yaitu diantaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
2.3.2
Sejarah Candi Borobudur
Banyak buku-buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu didirikan tidaklah dapat diketahui secara pasti namu suatu perkiraan dapat diperoleh dengan tullisan singkat yang dipahatkan dipahatkan di di atas atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur (Karwa Wibhangga) menunjukkan huruf sejenis dengan yang didapatkan dari prasasti di akhir abad ke 8 – 9 . Dari bukti-bukti tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur Borobud ur didirikan sekitar tahun 800 M. Dibangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana. 2.3.3
Kerangka dan bangunan
Candi Borobudur dibangun menggunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 M3.Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak-undak dengan tangga naik pada ke 4 sisinya (Utara, Selatan, Timur dan Barat) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan yang mana orang tak bias masuk melainkan bisa naik kea atas saja. 5
Lebar bangungan Candi Borobudur 123 Meter. Panjang bangunan Candi Borobudur 123 Meter. Pada sudut yang membelok 113 Meter. Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30,5 Meter. Pada kaki yang asli ditutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 M3 sebagai undaknya. Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar melingkar dan sebuah stupa s tupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar disemua pelatarannnya beberapa stupa. Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarakan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau “nafsu rendah”. Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga untuk memperkuat konstruksi candi pada bagian yang tertutup pada struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecit struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini. Empat lantai dengan dinding di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupdhatu. Ruphadatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.Tingkatan bentuk.Ting katan ini melamba melambangkan ngkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam alam atas. Pada bagian ini Rupadhatu ini patung – patung Buddha terdapat pada ceruk – ceruk dinding atas balustrade atau selasar. Mulai lantai kelima hingga lantai ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Aruphadatu (yang berarti tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melam melambangkan bangkan alam atas, dimana manusia sudah bebas dari dari segala segala keinginan dan ikatan ikatan b bentuk entuk dan rupa, rupa, namun belum mencapai mencapai nirwa nirwana. na. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi.Stupa digambarkan polos tanpa berlubang-lubang. Didalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut lanjut tidak pernah ada patung stupa stupa utama, utama, patung y yang ang tidak selesai selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu dan menurut kepercayaan patung yang disalah dalam proses pembuatannya memak tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini. Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang menjunjung tinggi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu. 6
Borobudur tidak memiliki ruang pemujaan seperti candi lainnya. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding
mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Budhha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat bertingkat-tingkat ini diduga merupakan merupakan perkembangan perkemba ngan dari bentuk punden berundak, berundak, yang merupakan merupakan bentuk arsitektur asli asli dari masa pra sejarah Indonesia. Struktur Borobudur bisa dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.
2.3.4
Stupa dan jenis-jenis Candi
Didalam bangunan budha terdapat patung0patung budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut: 1. Langkah I 104 patung budha 2. Langkah II 104 patung budha 3. Langkah III 88 patung budha 4. Langkah IV 22 patung budha 5. Langkah V 64 patung budha 6. Teras bundar I 32 patung budha 7. Teras bundar II 24 patung budha 8. Teras bundar III 16 patung budha 1.Patung Singa Pada Candi Borobudur selain patung budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusny seharusnyaa tidak tidak kura kurang ng dari dari 32 b buah uah akan akan tetapi bila d dihitung ihitung sekarang jumlahnya berkurang berkurang karena karena berbagai sebab sebab satu-satunya satu-satunya patung singa besar besar berada pada halaman halaman sisi barat yang juga menghadap menghadap ke barat seolah-olah seda sedang ng menjaga menjaga bangunan Candi Candi Borobudur Borobudur yang megah da dan n anggun. 2.Stupa a.Stupa induk Stupa induk berukuran lebih besar dari stupa-stupa lainnya dan terletak di tengah-tengah paling atas yang merupakan mahkota dari seluruh monumen Candi Borobudur, garis tengah stupa induk kurang lebih 9,90 meter puncak yang tertinggi disebut Pinakel/Yasti Cikkara, terletak diatas Padmaganda dan juga terletak diatas Harmika. 7
b.Stupa berlubang berlubang / Terawang
Yang dimaksud stupa berlubang ialah stupa yang terdapat teras I,II,III dimana didalamnya terdapat patung budha. Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya berjumlah 72 buah, stupa-stupa tersbut berada pada tingkat Arupadhatu. Teras I terdapat 32 stupa,Teras II terdapat 24 stupa,Teras III terdapat 16 stupa. c.Stupa kecil Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainnya hanya saja perbedaannya perbedaan nya menonjol adalah ukurannya yang lebih kecil dan stupa lainnya, lainnya, seolahseolaholah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaan stupa ini menepati relung-relung pada langkah ke II sampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben Keben dan sebagian sebagian be berupa rupa Stupa Kecil jumlah jumlah stupa kecil ada 1472 buah.
8
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan 3.1.1
Taman Pintar
Taman Pintar adalah sebuah tempat wisata yang memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Wahana wisata ini terdapat di pusat Kota Yogyakarta. 3.1.2
Sentra Kaos ( Jogja T-Shirt)
Omah Oblong adalah salah satu sentra kaos yang berada di Jalan Jambon RT 01/RW 19, Baturan, Trihanggo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Perusahaan ini memproduksi pakaian yang terbuat dari bahan
katun, polyster dan bamboo. Dalam penjualannya, harga yang dipasang pada setiap kaos berbeda, perbedaan harga tersebut tergantung dari ukuran dan bahan dari dari kaos tersebut. tersebut. 3.1.3
Candi Borobudur
Borobudur adalah Candi Buddha yang terletak di Kec.Borobudur Kab.Magelang yang letaknya kurang lebih dari 15 KM sebelah selatan Kota Magelang. Candi Borobudur juga merupakan sebuah Candi terbesar didunia yang dibangun pada abad ke-9 menurut Karwa Wibhangga (relief kaki asli Candi Borobudur Borobudur)) dan dibangun oleh Bangsa Syailendra yang pada saat itu menjunjung tinggi agama Budha Mahayana.
3.2
Saran
Kami menyadari dalam pelaksanaan kegiatan widyawisata Yogyakarta terdapat kekurangan yang mengakibatkan terganggu kelancaran jalannya kegiatan widyawisata. Untuk itu kami memberikan saran agar dapat lebih baik lagi kedepannya, sebagai berikut. 1. Merevisi kembali buku panduan yang telah dibuat oleh pihak sekolah agar informasi yang ada didalamnya bisa tersampaikan secara konkrit dan relevan, hal ini ditujukan untuk terhindar dari kesalahpahaman. 2.
Dalam Pelaksanaannya, kegiatan widyawisata widyawisat a tahun ini terbilang berhasil dan baik namun masih terdapat beberapa masalah seperti, ketidaksiplinan siswa, untuk mengatasi hal ini kami menyarankan kepada panitia untuk meningkatkan keamanan dan memberikan mediasi kepada siswa.
10
DAFTAR PUSTAKA
`SMA Pasundan 8 Bandung.2019. Kegiatan Widya Wisata Yogyakarta & Sekitarnya. Bandung : RQ GRAPHIS DESIGN. Suryaman, Maman.2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/MAK Kelas XI. Jakarta : Percetekan Pusat Buku Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber-sumber Lain:
Areta, Fitri. 2018. Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja. http://www.fitriareta.com/2018/11/omah-oblong-sentra-kaos-oblong-unik.html . (diakses 13 Maret 2019) 2019) Wikipedia. Taman Pintar Yogyakarta. Dikutip 13 Maret 2019 dari Wikipedia Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Pintar_Yogyakarta . (diakses 13 maret 2019) Repository. Hasil Penelitian dan Pembahasan. Dikutip 13 Maret 2019 dari Repository. Repository http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/11970/BAB%20IV. pdf?sequence=8&isAllow pdf?sequenc e=8&isAllowed=y ed=y (diakses 15 maret 2019)
11
LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Taman Pintar Yogyakarta
02
2. Sentra Kaos (Jogja T-Shirt)
12
3. Candi Borobudur
13
View more...
Comments