Laporan Ats Plc
December 5, 2018 | Author: Nia | Category: N/A
Short Description
Laporan ATS...
Description
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman sekarang dimana listrik merupakan salah satu kebutuhan utama yang sangat penting hampir di semua aspek kehidupan, sehingga membuat beberapa tempat yang membutuhkan supply listrik terus menerus seperti sektor industri dan bandara sangat bergantung terhadap supply listrik yang kontinyu. Bahkan ada beberapa tempat yang mengharuskan agar supply listrik tidak terputus sama sekali agar tidak menimbulkan bahaya terhadap keselamatan seseorang, seperti Rumah Sakit. PLN sebagai sumber utama tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya sehingga dibutuhkan generator set (genset) sebagai back-up suplai utama (PLN). Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya maka diperlukan sistem kontrol otomatis tersebut biasanya disebut Automatic Transfer Switch (ATS) - Automatic Main Failure (AMF) atau sistem interlok PLN - Genset.
Fungsi Dari A.M.F(Automatic Main Failure) Adalah Secara Automatic Menghidupkan (Start) Genset ketika suplai Listrik dari PLN Gagal / Padam. Fungsi dari A.T.S (Automatic Transfer Switch) Adalah Adalah Secara Automatic Membuka Suplay listrik dari genset dan menutup menutup suplay suplay listrik dari PLN dan sebaliknya membuka suplay listrik dari PLN dan Menutup suplay listrik dari genset secara Automatic ketika Supay listrik dari PLN kembali.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 1
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC B. Rumusan Masalah Bagaimana membuat sistem kelistrikan yang dapat menyuplai listrik pada
suatu jaringan atau instalasi secara kontinyu. Bagaimana agar sistem kelistrikan yang akan dibuat tersebut aman dan tidak
menimbulkan masalah terhadap jaringan serta dapat bekerja secara otomatis.
C. Batasan Masalah
Merancang dan merangkai suatu sistem kelistrrikan ATS (Auto Transfer Switch) yang dapat bekerja secara otomatis baik secara konvensional maupun menggunakan PLC.
D. Tujuan
Diharapkan agar mahasiswa dapat melakukan perangkaian sistem kelistrikan
ATS (Auto Transfer Switch) baik secara konvensional maupun
menggunakan PLC sesuai dengan gambar rancangan yang telah dibuat. a. Tujuan internal Sebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum bengkel otomasi
kelistrikan. b. Tujuan eksternal Sebagai acuan dalam pembuatan sestem kelistrikan ATS di
masyarakat.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 2
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC B. Rumusan Masalah Bagaimana membuat sistem kelistrikan yang dapat menyuplai listrik pada
suatu jaringan atau instalasi secara kontinyu. Bagaimana agar sistem kelistrikan yang akan dibuat tersebut aman dan tidak
menimbulkan masalah terhadap jaringan serta dapat bekerja secara otomatis.
C. Batasan Masalah
Merancang dan merangkai suatu sistem kelistrrikan ATS (Auto Transfer Switch) yang dapat bekerja secara otomatis baik secara konvensional maupun menggunakan PLC.
D. Tujuan
Diharapkan agar mahasiswa dapat melakukan perangkaian sistem kelistrikan
ATS (Auto Transfer Switch) baik secara konvensional maupun
menggunakan PLC sesuai dengan gambar rancangan yang telah dibuat. a. Tujuan internal Sebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum bengkel otomasi
kelistrikan. b. Tujuan eksternal Sebagai acuan dalam pembuatan sestem kelistrikan ATS di
masyarakat.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 2
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC BAB II LANDASAN TEORI
1. ATS(Auto Transfer Switch)
Tr ansfer nsfer Switch Transfer switch adalah sebuah saklar listrik yang menghubungkan sumber
tenaga listrik dari sumber utama ke sumber siaga. Switch dapat dioperasikan secara manual atau secara otomatis. Sebuah Transfer Switch Otomatis (ATS) sering dipasang di mana generator cadangan terletak, sehingga generator dapat memberikan daya listrik sementara jika sumber listrik terputus.
Pengoperasian Tr T r ansfer nsfer
Selain
mentransfer
beban
Switch ke
generator
cadangan,
sebuah
ATS
juga
memerintahkan generator cadangan untuk memulai, berdasarkan tegangan yang dipantau pada pasokan utama. Transfer switch mengisolasi generator cadangan dari PLN, ketika generator hidup dan menyediakan listrik sementara. Kemampuan kontrol dari saklar transfer mungkin secara manual saja, atau kombinasi otomatis dan manual. Transisi beralih modus dari tansfer switch Transisi Terbuka (OT) (tipe biasa), atau Transisi Closed (CT). Misalnya,di sebuah rumah dilengkapi dengan generator cadangan dan ATS, ketika pemadaman listrik PLN terjadi, ATS akan memberitahu generator cadangan untuk memulai. Setelah ATS melihat bahwa generator siap untuk menyediakan tenaga listrik, ATS memutus sambungan rumah untuk PLN dan menghubungkan generator untuk panel utama listrik rumah itu. Generator memasok listrik kebeban listrik rumah, tetapi tidak terhubung dengan PLN. Isolasi generator dari sistem distribusi diperlukan untuk melindungi generator dari kelebihan beban, dan untuk mencegah hubungan singkat dengan jaringan listrik dari PLN. Ketika jaringan listrik dari PLN kembali hidup, transfer switch akan mentransfer kembali aliran Nia syahputri marantika 1301032027
Page 3
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC listrik PLN dan generator dimatikan. Sebuah transfer switch dapat diatur untuk memberikan daya hanya untuk sirkuit kritis atau seluruh listrik (sub) panel. Beberapa transfer switch memungkinkan untuk pelepasan beban atau prioritas sirkuit opsional, seperti pemanasan dan pendinginan peralatan. Lebih kompleks darurat switchgear digunakan dalam instalasi generator cadangan yang besar, sehingga beban akan lancar ditransfer dari PLN kegenerator sinkron, dan kembali, instalasi tersebut berguna untuk mengurangi permintaan beban puncak dari PLN.
2. Generator Set
Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban prioritas.
Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tempat. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau “off -grid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang mempercayakan sumber daya yang mantap, seperti halnya area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial menghasilkan listrik. Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena terletak pada rotor. Nia syahputri marantika 1301032027
Page 4
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 5
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Konstruksi generator AC adalah sebagai berikut: 1. Rangka stator
Terbuat dari besi tuang, rangka stator maerupakan rumah dari bagian-bagian generator yang lain. 2. Stator
Stator memiliki alur-alur sebagai tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator berfungsi sebagai tempat GGL induksi. 3. Rotor
Rotor adalah bagian yang berputar, pada bagian ini terdapat kutub-kutub magnet dengan lilitannya yang dialiri arus searah, melewati cincin geser dan sikat-sikat. 4. Cincin geser
Terbuat dari bahan kuningan atau tembaga yang yang dipasang pada poros dengan memakai bahan isolasi. Slip ring ini berputar bersama-sama dengan poros dan rotor. 5. Generator penguat
Generator penguat merupakan generator arus searah yang dipakai sebagai sumber arus. Pada umumnya generator AC ini dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat terjadinya GGL induksi tidak bergerak, sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan medanmagnet berputar. Generator itu disebut dengan generator berkutub dalam, dapat dilihat pada gambar berikut. Keuntungan generator kutub dalam bahwa untuk mengambil arus tidak dibutuhkan cincin geser dan sikat arang. Karena lilitan-lilitan tempat terjadinya
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 6
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC GGL itu tidak berputar. Generator sinkron sangat cocok untuk mesin-mesin dengan tegangan tinggi danarus yang besar.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 7
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Secara umum kutub magnet generator sinkron dibedakan atas: 1. Kutub magnet dengan bagian kutub yang menonjol (salient pole). Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran rendah, dengan jumlah kutub yang banyak. Diameter rotornya besar dan berporos pendek. 2. Kutub magnet dengan bagian kutub yang tidak menonjol (non salient pole). Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm), dengan jumlah kutub yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh permukaan rotor dibuat alur-alur untuk tempat lilitan penguat. Yang 1/3 bagian lagi merupakan bagian yang utuh, yang berfungsi sebagai inti kutub.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 8
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC 6. Mesin Diesel
Mesin diesel termasuk mesin dengan pembakaran dalam atau disebut dengan motor
bakar
ditinjau
dari
cara
memperoleh
energi
termalnya.
Untuk
membangkikan listrik sebuah mesin diesel menggunakan generator dengan sistem penggerak tenaga disel atauyang biasa dikenal dengan sebutan Genset (Generator Set). Keuntungan pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover
- Design dan instalasi sederhana - Auxilary equipment sederhana - Waktu pembebanan relatif singkat - Konsumsi bahan bakar relatif murah dan hemat Kerugian pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover
- Berat mesin sangat berat karena harus dapat menahan getaran serta kompresi yang
tinggi.
- Starting awal berat, karena kompresinya tinggi yaitu sekitar 200 bar. - Semakin besar daya maka mesin diesel tersebut dimensinya makin besar pula, hal tersebut menyebabkan kesulitan jika daya mesinnya sangat besar. Ada 2 komponen utama dalam genset yaitu: 1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel/engine 2. Generator. Cara Kerja Mesin Diesel
Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Pada mesin diesel/engine terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara murni yang dimampatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (± 30 arm), sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar Nia syahputri marantika 1301032027
Page 9
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC disemprotkan dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar sehingga akan menyala secara otomatis. Pada mesin diesel penambahan panas atau energi senantiasa dilakukan pada tekanan yang konstan. Pada mesin diesel, piston melakukan 2 langkah pendek menuju kepala silinder pada setiap langkah daya. 1. Langkah ke atas yang pertama merupakan langkah pemasukan dan penghisapan, di sini udara dan bahan bakar masuk sedangkan poros engkol berputar ke bawah. 2. Langkah kedua merupakan langkah kompresi, poros engkol terus berputar menyebabkan torak naik dan menekan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran. Kedua proses ini (1 dan 2) termasuk proses pembakaran. 3. Langkah ketiga merupakan langkah ekspansi dan kerja, di sini kedua katup yaitu katup isap dan buang tertutup sedangkan poros engkol terus berputar dan menarik kembali torak ke bawah. 4. Langkah keempat merupakan langkah pembuangan, disini katup buang terbuka dan menyebabkan gas akibat sisa pembakaran terbuang keluar. Gas dapat keluar karena padaproses keempat ini torak kembali bergerak naik keatas dan menyebabkan gas dapat keluar. Kedua proses terakhir ini (3 dan 4) termasuk proses pembuangan. 5. Setelah keempat proses tersebut, maka proses berikutnya akan mengulang kembali proses yang pertama, dimana udara dan bahan bakar masuk kembali. C. PLC Perangkat keras PLC pada dasarnya tersusun dari empat komponen utama berikut: Prosesor, Power supply, Memori dan Modul Input/Output. Secara Nia syahputri marantika 1301032027
Page 10
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC fungsional interaksi antara ke-empat komponen penyusun PLC ini dapat diilustrasikan pada gambar 2.1 berikut:
Sistem input/output diskret pada dasarnya merupakan antarmuka yang mengkoneksikan central processing unit (CPU) dengan peralatan input/output luar. Lewat sensor-sensor yang terhubung dengan modul ini, PLC mengindra besaran-besaran fisik (posisi,gerakan, level, arus, tegangan) yang terasosiasi dengan sebuah proses atau mesin. Berdasarkan status dari input dan program yang tersimpan di memori PLC, CPU mengontrol perangkat luar yang terhubung dengan modul output seperti diperlihatkan kembali pada gambar 3.1 dibawah ini:
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 11
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak PLC yang begitu luar biasa, Dewasa ini hampir semua PLC praktis yang beredar dipasaran telah dilengkapi dengan berbagai instruksi yang sangat beragam. Jenis instruksi pada PLC ini pada dasarnya dapat kita katagorikan kedalam beberapa kelompok berikut ini: Kelompok instruksi dasar : instruksi – instruksi yang termasuk katagori ini merupakan instruksi dasar logika, seperti NOT, AND, dll. Kelompok instruksi Perbandingan (Comparison): instruksi-instruksi yang termasuk katagori ini berkaitan dengan operasi-operasi perbanding. Kelompok instruksi Timer/Counter: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan operasi timer dan counter Kelompok instruksi Aritmatika: instruksi-instruksi untuk operasi aritmatika Kelompok instruksi operasi Logika: Instruksi-instruksi untuk mengeksekusi operasi-operasi logika Kelompok instruksi Rotasi/Geser : Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan operasi penggeseran dan rotasi data Kelompok instruksi Konversi: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan pengubahan tipe data Kelompok instruksi Manipulasi Data: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan manipulasi data Kelompok instruksi Transfer Data: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan transfer, penyalinan, dan pertukaran data Kelompok instruksi Lompat/Interupsi: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan operasi lompat dan interupsi. Kelompok instruksi Sistem: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan deteksi kesalahan
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 12
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Kelompok instruksi Komunikasi: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan pertukaran data dengan perangkat luar lewat komunikasi serial
Secara khusus kita akan membahas komponen-komponen soft PLC seperti timer, counter internal serta fungsi penting lain yang banyak digunakan dalam aplikasi sistem kontrol sekuensial di industri. Karena nama-nama fungsi yang berkaitan dengan komponen-komponen tersebut sangat spesifik untuk setiap vendor PLC, maka untuk memudahkan pembahasan, dalam bab ini penjelasannya akan mengacu pada salah satu merk PLC saja yaitu PLC produk dari LG dan sebagai bahan perbandingan, disini akan diberikan juga instruksi padanannya dalam format PLC OMRON dalam box catatan (jika ada). Untuk mempercepat pemahaman tentang materi ini, maka sebaiknya kita mencoba memprogramnya secara langsung dalam perangkat lunak pemrograman PLC merk LG yaitu KGL
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 13
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC D. Komponen Utama ATS 1. Kontaktor
Kontaktor adalah komponen elektromekanik yang dapat berfungsi sebagai penyambung dan pemutus rangkaian, yang dapat dikendalikan dari jarak jauh pergerakan kontak-kontaknya terjadi karena adanya gaya elektromagnet.
Gambar 1. Simbol kontak-kontak Kontaktor
Gambar 2. Bentuk Fisik Kontaktor Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan, artinya bekerja bila ada gaya kemagnetan. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan arus listrik akan menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 14
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor ditulis dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan menghantarkan arus dari kontak – kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya, kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja. Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor magnet jauh lebih baik dari pada saklar biasa. Relay dan Kontaktor (Relay and Magnetic Contactor)
Prinsipnya kerjanya adalah rangkaian pembuat m
agnet untuk menggerakkan penutup dan pembuka saklar internal didalamnya. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya.
Pemahaman sederhananya adalah bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung. Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya. Saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak NO (Normally Open= Bila
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 15
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC coil contactor atau relay dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung ) dan kontak NC (Normally Close= Sebaliknya dengan Normally Open). Seperti dijelaskan pada gambar
dibawah
ini.
Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A,
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 16
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC 50Amper dan seterusnya. Seperti pada gambar dibawah ini.
gambar kontak internal pada Kontaktor
gambar kontak internal pada relay
Penyambungan sederhana rangkaian kontaktor:
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 17
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Perhatikan bagaimana lampu akan menyala ketika switch saklar dihubungkan ke sumber listrik. Mengapa begitu repot menggunakan kontaktor untuk menyalakan sebuah lampu bohlam? Mengapa rangkain ini menggunakan dua buah sumber listrik
yang
berbeda?
Itulah yang disebut Rangkain Pengendali dan Rangkain Utama.
Time Delay Relay (Timer) dan Thermal Over Load Relay (Tripper)
Sebagaimana yang telah diterangkan diatas, maka pada kedua komponen ini Timer dan Tripper juga mempunyai kontak NO dan NC. Dan yang membedakannya hanya pada kondisi pengaktifannya saja.
Kontak NO dan NC pada Timer ( Time Delay Relay) Nia syahputri marantika 1301032027
Page 18
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC akan bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan waktu ini dapat kita tentukan pada potensiometer yang terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10 detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus listrik. Perhatikan gambar Timer di bawah ini.
Sedikit berbeda dengan kontak NO dan NC yang terdapat di Timer, padaTripper (Thermal Over Load Relay) kontak NO dan NC nya bekerja karena mendapat daya tekan dari bimetal trip yang terdapat di dalamnya. Bimetal Trip ini akan melengkung apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya dan menekan lengan kontak, sehingga kontak NC berubah menjadi kontak NO. Kegunaan NO dan NC
Setelah paham bagaimana kerja kontak NO dan NC yang terdapat pada peralatan tersebut diatas,maka saya sarankan untuk mempelajari bagaimana kontak NO NC Nia syahputri marantika 1301032027
Page 19
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC tersebut digunakan semaksimal mungkin untuk sebuah rangkaian pengendali pada rangkaian utama. 2. Sekering Dan MCB
Pengaman sistem daya bisa menggunakan sekering atau Miniatur Circuit Breaker (MCB). Sekering sering disebut juga dengan pengaman lebur atau fuse. Fungsi sekering adalah mengamankan peralatan atau instalasi listrik dari gangguan hubung singkat. MCB sering disebut juga pengaman otomatis. Pengaman otomatis ini memutuskan sirkit secara otomatis apabila arusnya melebihi setting dari MCB tersebut. Pengaman otomatis dapat langsung dioperasikan kembali setelah mengalami pemutusan (trip) akibat adanya gangguan arus hubung singkat dan beban lebih.
Gambar 2. Bentuk Fisik Kontaktor
MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas MCB menggunakan Nia syahputri marantika 1301032027
Page 20
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dll.
MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB
tersebut. Cara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB tersebut dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).
contoh Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar : 6A x 220v = 1.200 Watt
Beberapa kegunaan MCB : a. Membatasi Penggunaan Listrik b. Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet ) c. Mengamankan Instalasi Listrik d. Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik
3. Kontaktor Timer (Time Delay Relay)
Kontaktor timer adalah kontaktor yang digunakan sebagai relai penunda waktu yang fungsinya untuk memindahkan kerja dari rangkaian pengontrol kerangkaian tertentu yang bekerja secara otomatis. Misal dari star ke delta secara otomatis. Prinsipnya sama saja dengan kontaktor, hanya saja memiliki waktu tunda operasi. Kontaktor timer ini memiliki kontak NO dan juga kontak NC, seperti pada magnetik kontaktor, hanya bekerjanya berdasarkan delay waktu Nia syahputri marantika 1301032027
Page 21
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC yang telah ditentukan. Biasanya kontaktor timer ini disebut timer/TDR.
TDR dengan Waktu Tunda Hidup (On Delay) Timer ini bekerja dari normalnya dengan tunda waktu sesuai dengan setting yang diberikan. Untuk NO, setelah koil dari kontaktor diberi daya, kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off) menjadi tertutup (on) dan akan tetap tertutup selama kontaktor mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka kontaktor akan kembali terbuka. Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC masih tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup (off) menjadi terbuka (on) dan akan tetap terbuka selama relay mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka relay akan kembali tertutup.
TDR dengan Waktu Tunda Mati (Off Delay) Timer ini bekerjanya berkebalikan dengan timer On Delay, saat kontaktor magnit mendapat tegangan dan aktif, maka kontak akan langsung aktif juga, namun setelah tegangan hilang dan kontaktor magnit tidak aktif, maka kontak Nia syahputri marantika 1301032027
Page 22
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC yang aktif tadi akan menjadi tidak aktif setelah waktu yang ditentukan.
Untuk
NO, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NO akan berubah status menjadi tertutup dan akan tetap tertutup selama koil diberi catu. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup menjadi terbuka. Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC akan berubah status menjadi terbuka dan akan tetap terbuka selama koil diberi catu. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka menjadi tertutup. 4. Kabel
Kabel NYA Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 23
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Kabel NYAF Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi.
5. Terminal Strip
Terminal Strip adalah suatu alat listrik yang terbuat dari bahan campuran yang digunakan untuk menghubungkan pada suatu instalasi listrik, pemasangan alat listrik ini menggunakan cara system tertutup.
Gambar Terminal Trip
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 24
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 25
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC 6. Panel
A. Panel Panel adalah sebuah komponen litrik untuk mengalirkan tenaga listrik
dan
penempatan
komponen-komponen
listrik
yang
bersifat
pengontrolan semi otomatis dan otomatis.
Panel Daya Panel daya adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan daya atau tenaga listrik dari pusat gardu listrik ke panel distribusi.
Panel Distribusi Daya Adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari panel daya ke beban instalasi tenaga dan instalasi tegangan. Fungsi Panel yaitu :
1. Sebagi penghubung 2. Sebagai pemutus 3. Sebagai pembagi 4. Sebagai pengaman 5. Sebagai Pengontrol. Panel dibagi menjadi dua yaitu : 1. Panel Listrik 2. Panel Kontrol Faktor-faktor dalam pemasangan dan penempatan panel : 1. Mudah dilayani dan aman. Nia syahputri marantika 1301032027
Page 26
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC 2. Dipasang pada tempat yang mudah dicapai. 3. Didepan panel ruangannya ruangannya harus bebas. 4. Penel tidak ditempatkan pada tempat yang lembab.
Faktor-faktor yang dipenuhi oleh sebuah panel yaitu : 1. Semua penghantar dan kabel harus disusun rapi. 2. Semua bagian yang bertegangan harus dilindung. 3. Mudah diperluas jika diperlukan. 4. Mempunyai keandalan yang tinggi. Kontruksi panel harus kuat, dibuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tahan terhadap pengaruh kelembaban.
Gambar contoh Panel Pintu panel dibuat untuk melindungi peralatan-peralatan yang ada di dalam kotak panel secara keseluruhan. Bahan yang digunakan untuk membuat pintu panel sama dengan untuk membuat kotak panel yang tidak mudah terbakar. Macam-Macam Peralatan Listrik Nia syahputri marantika 1301032027
Page 27
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Selain alat-alat diatas, adapun alat-alat yang digunakan untuk mengerjakan suatu instalasi listrik, antara lain :
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 28
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC 1. Tang Pengupas
Gambar Tang Pengupas Berfungsi untuk mengupas kabel atau kawat penghantar yang akan digunakan untuk penyambungan. 2. Tang Buaya
Gambar Tang Buaya Berfungsi untuk menjepit dan memotong kabel saja. 3. Tang Pemotong
Gambar Tang Pemotong
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 29
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Berfungsi untuk memotong kabel atau kawat penghantar dengan ukuran sesuai dengan benda kerja.
4. Tang Kombinasi
Gambar Tang Kombinasi Berfungsi untuk menjepit, memotong dan memuntir benda yang akan dikerjakan seperti kabel atau kawat yang digunakan pada instalasi penerangan. 5. Tang Pembulat
Gambar Tang Pembulat Berfungsi untuk membulatkan kabel atau kawat penghantar misalkan pembuatan mata itik. 6. Obeng minus dan Obeng Plus.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 30
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Gambar Obeng minus dan Obeng Plus Berfungsi untuk memutar atau mengencangkan dan mengendurkan skrup / baut yang digunakan untuk menempelkan benda pada papan kerja.
7. Ragum
Gambar 2.18.10 Ragum Digunakan untuk menjepit benda kerja agar lebih mudah dalam melaksanakan kerja terhadap benda kerja, kalau pada instalasi digunakan untuk meluruskan kabel. 8. Mistar Baja.
Gambar Mistar Baja Mistar baja yaitu alat yang digunakan untuk mengukur benda kerja dengan menunjukkan perbandingan langsung antara pengukur dengan benda kerja yang diukur. Alat ini terbuat dari bahan baja putih halus dan luntur serta anti karat. Guna kelenturan mistar adalah untuk memudahkan mengukur panjang benda yang lengkung. Nia syahputri marantika 1301032027
Page 31
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 32
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC BAB III ALAT DAN BAHAN
A. Bahan -
MCB 3 phasa
-
MCB 1 Phasa
-
Kontaktor
-
Auxelery
-
Terminal sambungan kabel
-
Kabel NYAF 1 x 1,5 mm
-
Box Panel
-
Busbar
-
Lampu Indikator
-
Wirring chanel
-
Kabel NGA 1 x 2,5 mm
-
PLC
Spefikasi Bahan
No
1
Nama
Spesifikasi Teknis
Barang
Box Panel
Panel
Dimensi
mm
1000x800x300
Ketebalan plat
mm
>2
standart
abu-abu
Pcs
~220V/5W/50Hz
Warna instrument
1. Lampu Panel 3
Ukur dan
Fasa
Nia syahputri marantika 1301032027
Volume
Page 33
1
3
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Terminal
2. Lampu Indikator PLN
Pcs
~220V/5W/50Hz
1
Indikator Genset
Pcs
~220V/5W/50Hz
1
4. Terminal
Pcs
~380V
22 3
3. Lampu
2
Pengaman
MCB 3
Voltage
V(AC)
220/380
Fasa
Current
A
1O
Capasity
Ka
3
Standart
IEC
MCB 1
Voltage
V(AC)
220
Fasa
Current
A
2
Standart
IEC
Main
Voltage
V(AC)
380/415
Kontaktor
Main Contact
Pole
3 NO + 1 NC
Current
A
100
Aux
Voltage
V(AC)
220
Kontaktor
Current
A
6
Pole
2 NO + 2 NC
Voltage
V(AC)
220
Current
A
6
Pole
1 NO + 1 NC
M
merah/Biru
standart
merah/Biru
Mm
1,5
Voltage
V(AC)
220
Current
A
Standrt
SNI
Breaking
3
Control
Main Contact ON Delay
Main Contact 4
Kabel
NYF untuk
Panjang
Kontrol
Warna Diameter
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 34
5
8
5
3
30/15
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC NYF untuk
Panjang
M
merah/Biru
Daya
Warna
standart
merah/hitam
Ukuran
Mm
4
Voltage
V(AC)
380
Current
A
>10
Standrt
SNI
B. Alat Adapun peralatan yang digunakan adalah sebagai beikut : -
Tang Kombinasi
-
Tang Potong
-
Tang Pembulat
-
Gergaji
-
Bor
-
Obeng minus
-
Obeng Plus
-
Kikir
-
Ragum
-
Meteran
-
Tespen
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 35
15/10
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC BAB IV LANGKAH KERJA PEMBUATAN ATS
Adapun langkah kerja yang dilakukan selama pengerjaan Rancang Bangun Automatic Transfer Switch (ATS) berbasis Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebagai berikut : 1.
Survei Peralatan yang akan digunakan
2.
Membuat diskripsi kerja ATS , Membuat Gambar rangkaian (Kontrol, start genset , dan daya)
3.
Membuat tata letak komponen yang akan digunakan pada panel
4.
Membuat ladder diagram PLC, kode menemonic, instalasi I/O PLC dan membuat tabel I/O instalasi PLC.
5.
Merancang kerangka panel ATS
6.
Memasang komponen pada kerangka panel yang telah dibuat.
7.
Merancang rangkaian daya ATS pada komponen yang telah dipasang.
8.
Merancang instlasi I/O pada PLC.
9.
Menginputkan
program
(kode
mnemonic)
pada
PLC
dengan
menggunakan Consule (PC). 10. Melakukan pengetesan rangkaian PLC terhadap rangkaian daya 11. Mengembalikan peralatan dan pembersihan
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 36
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC BAB V ANALISIS Pada rancang bangun Atomatic Transfer Switch (ATS) berbasis Programmable Logic Controller (PLC) ini, praktikan akan melakukan anlisis dari praktikum yang telah dilakukan. A. Deskripsi kerja ATS
Penjelasan :
1. Ketika jaringan PLN hidup COS Auto 2 akan berubah menjadi NO, dan COS Auto 2 akan memutuskan jaringan dari generator, dan COS Auto 1 menghubungkan sumber PLN dengan beban
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 37
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC 2. Ketika jaringan PLN mati,Genset akan starting otomatis , maka COS Auto 1 akan terputus, genset bakan hidup selama 10 detik terlebih dahulu, agar tegangan dan frekuensi yang dihasilkan stabil,setelah stabil baerulah COS Auto 2 terhubung ke beban. 3. Ketika jaringan PLN hidup kembali, COS Auto 1 akan menutup setelah waktu tunda 5 sekon habis dan menghubungkan jaringan PLN ke beban,disertai COS Auto 2 akan terputus, tetapi genset dalam keadaan standby selama 10 sekon, setelah 10 sekon berjalan generator baru mati secara otomatis. 4. Dan jika jaringan pln hidup kembali, COS auto 1 akan menutup setelah 5 sekon kemudian dan menghubungkan jaringan PLN ke beban,disertai COS auto 2 akan terputus. Tetapi genset dalam keadaan standby selama 10 sekon, ternyata jaringan PLN mati kembali, maka COS auto 1 akan langsung membuka dan COS auto 2 akan langsung menutup sehingga genset yang masih hidup langsung terhubung ke beban.
B. Perancangan Rangkaian ATS Disini praktikan melakukan perancangan berbagai rangkaian untuk memudahkan praktikan dalam membuat atau melakukan pengerjaan nantinya, adapun rancangan yang praktikan lakukan adalah :
1. Membuat timming chart
-
Timming chart Kovensional
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 38
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 39
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC -
Timming chart I/O PLC
2. Membuat rangkaian kontrol secara konvensional
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 40
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Rangkaian Kontrol ATS Konvensional
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 41
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Rangkaian kontrol yang praktikan simulasikan menggunakan fluidsim
Dari rangkaian diatas praktikan dapat menjelaskan bahwa ketika beban mendapatkan sumber dari sumber PLN, maka kontaktor 1 akan mengaktifkan timmer untuk menunda beban langsung dihubungkan ke beban, kemudian k2 pun aktif maka beban telah terhubung dengan sumber PLN, dan kontaktor untuk sumber genset akan di putuskan karena adanya interlock antar Kontaktor PLN (K2) dengan Kontaktor genset (K5). Saat sumber PLN mati maka secara otomatis rangkaian ATS akan bekerja memulai untuk melakukan start genset, setelah genset hidup tidak langsung sumber dari genset dihubungkan ke beban, tetapi di tunda dulu menggunakan timer agar tegangan dan frekuensi yang dihasilkan genset stabil, setel ah
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 42
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC waktu tunda habis maka beban akan disuplai dari sumber genset, dan kontaktor (K5) akan meng off kan kontaktor PLN (K2).
3. Membuat rancangan Instalasi I/O PLC dan membuat tabel I/O PLC
Merancang rangkaian instalasi PLC yaitu input PLC dan Output dari PLC, disini input plc yaitu anak kontak kontaktor (K1)
yang di
pasangkan pada alamat 000.00 dan untuk output PLC sendiri yaitu 010.00 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber PLN (K2), 010.01 untuk start genset, 010.02 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber genset (K5) , dan 010.03 untuk off genset. Berikut rangkaian instalasi I/O PLC :
Rangkaian instalasi I/O PLC
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 43
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Tabel I/O PLC
4. Membuat ladder diagram PLC, dan juga membuat kode mnemonic untuk program plc.
Ladder diagram
Nia syahputri marantika 1301032027
Kode mnemonic
Page 44
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC C. Pengerjaan Panel Dan pemasangan Komponen
Membuat Rancangan/sketsa posisi lampu indicator Adapun bentuk sketsa atau rancangan yang akan dilakukan sebagai berikut :
Pengeboran Pintu Panel Pada tahap pengeboran, jenis bor yang di pakai yaitu jenis bor yang khusus untuk dan mempunyai jangkauan hasil pengeboran 2 cm. Agar pada saat pengeboran tidak terjadi panas yang ditimbulkan oleh gesekan mata bor dengan pintu panel yang akan dibor, permukaan pintu panel diberi air, sehingga mengurangi panas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kehausan pada mata bor. Apabila tidak ditanggulangi tentu akan menebabkan mata bor cepat rusak.
Pengikiran Hasil Pengeboran Setelah pengeboran selesai, dilakukan penyesuaian diameter lobang untuk penempatan lampu indicator. Sehingga lobang yang telah siap dibor tadi perlu diperbesar dengan menggunakan kikir. Jenis kikir yang digunakan yaitu kikir bulat. Dalam teknik pengikiran, pintu panel diletakkan pada permukaan yang datar, dan dihimpit menggunakan badan pratikan, hal ini bertujuan untuk mengurangi kebisingan pada saat melakukan pengikiran.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 45
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Pemasangan Lampu Indikator Jumlah lampu Indikator yang akan dipakai 5 buah dengan spesifikasi :
No
Warna
Spesifikasi
Jumlah
1
Merah
220 V
3 buah
2
Hijau
220 V
1 buah
3
Kuning
220 V
1 buah
Gambar Dokumentasi Kerja Pintu Pane
1
2 3
4
Nia syahputri marantika 1301032027
5
Page 46
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Keterangan 1. Lampu Indikator Fasa R 2. Lampu Indikator Fasa S 3. Lampu Indikator Fasa T 4. Lampu Indikator sumber PLN 5. Lampu Indikator Sumber GENSET
Pemasangan kedudukan komponen pada box panel ATS serta pemasangan rel kabel (wiring Kabel) Pada pratikum ini, semua pratikan bekerja sama untuk memasang dan merancang kedudukan komponen control pada box panel, dimana rancangan harus tersusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan pengelompokan pemasangan komponen sehingga dengan memperhatikan tata letak komponen, apabila terjadi kerusakan akan memudahkan untuk melakukan pengecekan.
Adaun alat dan komponen yang digunakan yaitu :
1. Bor Baja 2. Palu 3. Pensil 4. Siku-siku 5. Obeng 6. Gergaji Besi 7. Profil G 8. Wiring Kabel 9. Skrup 10. Meteran
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 47
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC Pertama urutan pengerjaan yang dilakukan yaitu menyiapkan semua peralatan dan memeriksa kembali kondisi peralatan yang dipinjam, karena kondisi peralatan akan mempengaruhi keefisienan memanfaatkan waktu dalam melakukan pekerjaan. Dalam melakukan perancangan dan pemasangan, seorang pratikan harus memanege semua pratikan yang ada dalam kelompok tersebut, karena keaktifan dan team work dari pratikan sangan dibutuhkan untuk kelancaran melakukan pratikum. Pada pengerjaan ini, masing-masing pratikan diberi tanggung jawab masing masing, seperti melakukan pemotongan wiring kabel, perancangan kedudukan, pemboran serta tahap pemasangan. Adapun bentuk kerangka panel yang akan dipasangkan komponen ATS adalah seperti berikut:
Tata Letak Komponen Pada Panel
Box Panel yang akan dikerjakan
Pada pemasangan kedudukan komponen harus diatur sedemikian rupa, seperti
pemasangan
busbar
harus
Paling
atas,agar
tidak
mudah
dijangkau,sedangkan MCB dipasang pada bagian bawah karena apabila terjadi pemutusan kita mudah untuk menjangkau dan tidak menyentuh benda lain seperti busbar, kemudian untuk PLC di pasang di bagian tengah kerangka, dan kontaktor Nia syahputri marantika 1301032027
Page 48
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC di pasang dekat dengan PLC, tetapi PLC tidak boleh dipasang berdekatan dengan MCB. Seperti gambar dibawah ini :
Gambar Tata letak komponen pada kerangka panel
Pemasangan rangkaian daya ATS Pemasangan rangkaian daya yang praktikan lakukan adalah seperti gambar dibawah ini :
Pemasangan rangkaian daya ini praktikan lakukan terlebih dahulu sebelum praktikan melakukan pemasangan rangkaian lainnya, pada rangkaian daya ATS ini praktikan akan menjelaskan rangkaian yang di rancang, sebagaai berikut dari MCB 3 Fasa untuk sumber dari PLN,dihubungkan ke kontak utama kontaktor (K2) dan keluaran dari kontaktor (K2) dihubungkan ke Nia syahputri marantika 1301032027
Page 49
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC busbar , kemudian MCB 3 fasa untuk sumber dari genset dihubungkan kekontak utama kontaktor (K5) dan keluaran dihubungkan ke busbar juga. Busbar disini berfungsi sebagai tempat pergantian sumber yang akan menyuplay beban, dan MCB 3 fasa untuk beban dihubungkan langsung ke busbar. Berikut gambar hasil pemasangan rangkaian daya yang teah selesai :
Pemasangan dan Pengetesan Rangkaian instalasi I/O PLC serta rangkaiaan daya ATS.
Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pemasangan instalasi I/O PLC , merancang rangkaian instalasi PLC yaitu input PLC dan Output dari PLC, disini input plc yaitu anak kontak kontaktor (K1)
yang di
pasangkan pada alamat 000.00 dan untuk output PLC sendiri yaitu 010.00 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber PLN (K2), 010.01 untuk start genset, 010.02 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber genset (K5) , dan 010.03 untuk off genset. Berikut rangkaian instalasi I/O PLC :
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 50
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Rangkaian instalasi I/O PLC
hasil pemasangan Instalasi I/O PLC
Penginputan Program menggunakan Konsul (PC) Setelah selesai melakukan pemasangan instalasi I/O PLC dan rangkaian daya , maka praktikan melakukan penginputan program yang telah dibuat dalam bentuk kode mnemonic, sebelum melakukan penginputan praktikan memastikan konsul PLC terpasang dengan benar, dan membuka pasword konsul, kemudian menghapus program yang lama, setelah itu barulah praktikan bisa menginputkan kode mnemonic,berikut kode mnemonic yang akan diinputkan:
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 51
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
Kode mnemonic ATS D. Pengetesan dan Pengujian Setelah melakukan penginputan kode mnemonic tersebut, maka pr aktikan melakukan pengetesan atau pengujian rangkaian ATS tersebut: a) Pengujian Rangkaian kontrol pengetesan yang praktikan lakukan terlebih dahulu yaitu pengujian rangkaian kontrol,setelah melakukan pengujian rangkaian kontrol beroperasi sesuai diskripsi kerja,rangkaian kontrol yang telah dibuat berjalan lancar dengan memperhatikan indikator pada output PLC. b) Pengujian rangkaian Daya selanjutnya praktikan melakukan pengujian dengan menggunakan rangkaian daya ats, pada percobaan awal yang praktikan lakukan awalnya semua berjalan dengan lancar, kemudian setelah dilakukan pemadaman sumber pln maka beban akan disupplay oleh sumber dari genset, kemudian saat sumber PLN hidup lagi, maka saat pergantian sumber terjadi trouble Nia syahputri marantika 1301032027
Page 52
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC shoting, karena interlocknya pada masing-masing kontaktor belum dipasang. Kemudian praktikan melakukan perbaikan dengan menambahkan anak kontak kontaktor masing-masing (k PL dan K genset) dibuat dalam interlock, atau saling mengunci, sehingga ketika PLN aktif maka K genset akan Off, dan begitu juga saat PLN off maka K genset aktif kemudian K PLN Off. berikut pengetesan yang praktikan lakukan bersama instruktur :
Pengujian Rangkaian ATS
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 53
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC BAB VIII PENUTUP
A. Kesimpulan
Ketika sumber PLN mati, maka untuk menjalankan rangkaian kontrol untuk menghidupkan generator dan melakukan interlock diperlukan sumber sendiri, oleh karena itu dibutuhkan UPS yang dapat menyediakan supply listrik sesaaat ketika sumber PLN mati
Pengoperasian ATS dengan menggunakan PLC dianggap lebih efektif karena hanya membutuhkan rangkaian yang lebih sederhana dan komponen yang lebih sedikit.
Dalam masa pengerjaan untuk rangkaian ATS secara konvensional tidak mengalami kendala yang begitu sulit, tetapi dalam pengerjaan ATS dengan PLC terjadi sedikit masalah dikarenakan input 000.00 yang digunakan pada PLC bermasalah.
Untuk hasil pengerjaan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa praktek pembuatan sistem ATS yang kami lakukan sukses baik untuk konvensional maupun PLC.
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 54
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC
DAFTAR PUSTAKA http://www.cpsc.gov/cpscpub/prerel/prhtml08/08286.html http://www.neca-neis.org/newsletter/report.cfm?articleID=6976 http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/prinsip-kerja-elektro-mekanismagnetik.html http:// Electrical%20Switcboard%20(Panel%20Listrik)%20%C2%AB%20duniatehnikku .htm http://www.Fungsi%20Miniatur%20Circuit%20Breaker%20(MCB)%20_%20Ind ra%20Blog%27s.htm http://www.jenis-jenis-kabel.html http://www.Kontaktor-Adalah-Peralatan-Listrik-Yang-Bekerja-Berdasarkan.htm http://www.Ragam-Sambungan-Kabel-Sesuaikan-Kebutuhan.htm http://www.tdr-time-delay-relay-kontaktor-timer.html http://www.Transfer_switch.htm
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 55
Bengkel otomasi Auto transfer switch (ats) berbasis PLC HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR BENGKEL OTOMASI MERANCANG DAN MERANGKAI SISTEM ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH) BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)
MENGESAHKAN,
Dosen Pembimbing 1 Pembimbing 2
Dosen
Firmansyah ST, MT.
Tri Artono ST, Mkom.
NIP. 19641220 199003 1 001 199601 1 001
NIP. 19690109
Mengetahui : Kepala Bengkel Listrik
Ir. Dedi Erawadi, M.Kom NIP. 19640901 199601 1 001
Nia syahputri marantika 1301032027
Page 56
View more...
Comments