06.METODE PELAKSANAAN

October 10, 2018 | Author: Enald Anakkendari Tamburaka | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

fhjjlklhjkvfyufjh...

Description

w MgTOD PEMBANGUNAN BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI D.l TONGGAUNA KAB. KOLAKA TIMUR ·"'

'

I

wAsKITA

PT.Waskita Karya (Persero),Tbk Cabang SulawesiTenggara

Lokasi Pekerjaan PEMBANGUNAN BENDUNG DAN JARINGAN IRIGASI D.I TONGGAUNA KAB. KOLAKA TIMUR terletak di Kab. Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Waktu pelaksanaan proyek adalah 810 ( delapan ratus sepuluh ) hari kalender dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2015 s/d 2017. Berikut adalah Peta Lokasi Proyek Pembangunan Bendung dan Jaringan DI. Tonggauna

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

PETA

I. PENDAHULUAN Pekerjaan Pembangunan Bendung D.I. Baliase, secara garis besar adalah mencakup pekerjaan persiapan, Pekerjaan Rehabilitasi Bendung dan pemeliharaan. Waktu pelaksanaan proyek adalah 810 hari kalender dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran THN 2015,2016 dan 2017. Berikut ini adalah Gambaran Ringkas Lingkup Pekerjaan :

I. GENERAL ITEM II. PEKERJAAN BENDUNG 1. PEKERJAAN TANAH 2. PEKERJAAN PASANGAN 3. PEKERJAAN PINTU AIR DAN LAIN- LAIN BENDUNG III. PEKERJAAN JALAN MASUK / AKSES MASUK KE LOKASI 1. PEKERJAAN TANAH 2. PEKERJAAN PASANGAN / BANGUNAN IV. PEKERJAAN JARINGAN / SALURAN 1. PEKERJAAN TANAH 2. PEKERJAAN PASANGAN / BANGUNAN 3. PEKERJAAN PINTU AIR DAN LAIN - LAIN SALURAN

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

PENDAHUL

II.MANAJEMEN PENGELOLAAN PROYEK Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani oleh tenaga-tenaga terampil yang sudah berpengalaman dalam penanganan proyek-proyek sejenis untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan. 1. Organisasi Proyek Untuk mencapai target-target yang telah direncanakan untuk pengelolaan proyek baik Perencanaan, Pelaksanaan, Kontrol dan Evaluasi akan ditangani oleh oleh suatu tim manajemen yang dipimpin seorang Kepala Proyek ( Project Manager ) dan akan dibantu oleh beberapa Tenaga Teknik, Administrasi, Personalia, Keuangan, Logistik, Peralatan dan beberapa Tenaga Pelaksana Lapangan yang dipimpin oleh seorang Kepala Lapangan (Construction Manager ). Kepala Proyek ( Project Manager ) bertanggung jawab kepada pimpinan WASKITA CEMPAKA, KSO. Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut :  Masalah Teknik Engineering dan Quality Control, ditangani oleh Kepala Bagian Teknik & Administrasi Kontrak beserta stafnya.  Masalah Keuangan, Administrasi, Umum dan Personalia, ditangani oleh Kepala Bagian Personalia dan Keuangan beserta stafnya.  Masalah Logistik dan Peralatan, ditangani oleh Kepala Bagian Logistik dan Peralatan dibantu Stafnya.  Pelaksanaan Konstruksi di lapangan, ditangani oleh seorang Kepala Lapangan (Construction Manager) yang dibantu oleh beberapa Pelaksana yang masing-masing mempunyai tanggung jawab pada area atau jenisPekerjaannya.

Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerja-sama yang baik dengan pihak Direksi, maka pelaksanaan proyek diharapkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan persyaratan dalam dokumen kontrak.

2. Koordinasi Untuk koordinasi dalam pelaksanaan proyek, maka rapat akan dilaksanakan secara rutin antara pihak Kontraktor, Konsultan Pengawas, dan Pemberi Tugas sebagaimana dituangkan dalam kontrak, demikian juga rapat internal antar bagian dalam organisasi kontraktor akan dilaksanakan rapat Mingguan dan Bulanan yang akan membahas dan mengkoordinasikan segala permasalahan proyek baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi pekerjaan, serta sekaligus mencari solusi / penyelesaian apabila ditemukan masalah yang timbul, dalam rapat Mingguan atau Bulanan Intern selain diikuti oleh seluruh bagian organisasi Kontraktor, pada saat-saat tertentu akan diikuti juga oleh Pihak Sub Kontraktor, Suplier dan Mandor, hal ini dilakukan agar tercipta suasana komunikasi kerja yang harmonis sehingga mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Disamping itu WASKITA CEMPAKA, KSO juga menerapkan sistem koordinasi yang sinergis antara semua pihak yang terkait dalam proyek ini. Pihak-pihak tersebut antara lain, adalah : 1. Pemberi Tugas (owner) 2. Direksi Lapangan 3. Konsultan Perencana 4. Kontraktor Pelaksana (Kantor Pusat & Team Proyek) 5. Konsultan Pengawas Dalam pelaksanaan sistem koordinasi tersebut terdapat garis instruksi, garis koordinasi, dan garis konsultasi antara beberapa pihak terkait. Garis instruksi merupakan garis/hubungan pemberian instruksi/tugas pelaksanaan pekerjaan dari hirarki yang lebih tinggi (dalam hal ini owner) ke pihak pelaksana (kontraktor dan konsultan). Garis koordinasi adalah garis/hubungan pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan dan hubungan koordinatif dari pihak pelaksana (kontraktor dan konsultan) ke

hirarkhi yang lebih tinggi (onwer), sementara garis konsultasi adalah hubungan/garis dari dua belah pihak (kontraktor dan konsultan) yang sejajar kedudukannya yang bersifat konsultatif. Adapun hubungan antara pemberi tugas, direksi lapangan, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor di gambarkan seperti bagan dibawah ini :

Adapun hubungan antara pemberi tugas, direksi lapangan, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor di gambarkan seperti bagan dibawah ini :

BAGAN KOORDINASI PEMBERI TUGAS

HEAD OFFICE

KONSULT AN PERENCA NA

KONSULTAN PENGAWAS

WASKITA – CEMPAKA, KSO

DIREKS I LAPANG AN

TEAM PROY EK

Garis instruksi Garis koordinasi Garis konsultasi

3. Prosedur Kaji Gambar Kerja

Ulang

Dokumen

dan

Penyiapan

Setelah penanda tanganan kontrak, semua jenis Gambar Pelaksanaan yang disediakan oleh kontraktor berdasarkan gambar kontrak akan dibuat dalam bentuk format pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi dan akan diajukan jauh sebelumnya, sehingga Direksi dapat memeriksa dan/ atau menyetujui tanpa mengakibatkan penundaan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.  Semua dokumen teknis yang menyangkut syarat-syarat material dan pelaksanaan pekerjaan akan dipelajari dengan seksama oleh semua personel proyek, agar terjadi kesepahaman dan penguasaan gambar/pekerjaan. Sehingga nantinya pada saat pelaksanaan semua permasalahan yang akan terjadi pada waktu pelaksanaan proyek dapat diantisipasi sebelumnya.  Gambar kerja akan dibuat dengan skala dan dimensi yang spesifik dan tipikal untuk menggambarkan berbagai segi pekerjaan dan menjadi pedoman bagi pelaksana untuk dilaksanakan di lapangan. Sebelum melaksanakan pekerjaan, gambar-gambar kerja tersebut akan diajukan beserta urutan dan metode pelaksanaan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Gambar Kerja akan dipersiapkan berdasarkan Gambar Kontrak dan Spesifikasi yang dipersyaratkan, dan akan memuat hal-hal sebagai berikut:  Detil-detil dari setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan  Data topograf dan elevasi permukaan bagian pekerjaan yang diperoleh dari data perecnanaan dan hasil survey lapangan.  Perhitungan-perhitungan yang diperlukan  Jenis material yang digunakan untuk tiap bagian konstruksi  Selama periode pelaksanaan, kontraktor akan menyiapkan Gambar Purna Bangunan untuk semua jenis pekerjaan yang telah diselesaikan. Gambar-gambar tersebut akan

menunjukkan perubahan-perubahan yang disetujui sebagaimana dalam Gambar Pelaksanaan, dengan maksud agar kondisi purna bangunan tersebut merupakan proses yang benar dari kondisi setiap pekerjaan.

4. Pemilihan Kontraktor

Sub

Dalam pelaksanaan proyek ini, PT. Waskita Karya (Persero), Tbk akan dibantu oleh Sub Kontraktor yang akan ditentukan kemudian hari, khususnya pada pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan . Pemilihan subkontraktor dilakukan oleh PT. Waskita Karya (Persero), Tbk , berdasarkan seleksi Rekanan PT. Waskita Karya (Persero), Tbk yang ditetapkan oleh Manajemen PT. Waskita Karya (Persero), Tbk dan dievaluasi setiap tahunnya. Dalam seleksi tersebut, tercatat sejumlah rekanan-rekanan/subkontraktor/vendor yang telah terbukti mampu bekerjasama dengan baik dengan PT. Waskita Karya (Persero), Tbk . Penilaian terhadap rekanan-rekanan/subkontraktor/vendor dalam seleksi tersebut, dilakukan berdasarkan : Pengalaman bekerjasama dengan PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Pengalaman pekerjaan keseluruhan yang dimiliki Kemampuan sumber daya keuangan yang dimiliki Kemampuan sumber daya alat danm tenaga alat yang dimiliki Sertifikasi ahli perusahaan/tenaga kerja yang dimiliki Penguasaan teknis dilapangan

5. Program Pelaksanaan, Jadwal Pelaksanaan dan Kontrol Kemajuan Jadwal Pekerjaan akan dijabarkan secara lebih detail dan akan dimonitor secara cermat dengan menggunakan laporan harian dan mingguan. Jadwal waktu pelaksanaan akan dituangkan dalam bentuk “Kurva-S”. Sedangkan kontrol secara keseluruhan akan dituangkan dalam bentuk Bar Chart. Aktivitas yang ditunjukkan pada Bar Chart terdiri dari waktu untuk

persiapan dan persetujuan gambar-gambar dan contoh-contoh, pengadaan bahan, dan peralatan. Kemajuan pekerjaan selanjutnya akan diplot dalam kurva-S yang menunjukkan perbandingan antara rencana pencapaian kemajuan pekerjaan dan realisasi kemajuan pekerjaan.

Prosedur Kontrol Kemajuan Pekerjaan dapat dijelaskan dalam tahap-tahap berikut ini:

1. TAHAP PERENCANAAN

- Perencanaan dan Metode yang akan dilaksanakan - Perkiraan sumber daya alat, bahan dan tenaga - Persiapan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

2. TAHAP PELAKSANAAN

- Pengadaan peralatan, bahan dan tenaga - Kontrol Pelaksanaan Pekerjaan

3. TAHAP EVALUASI

- Periksa target dan kemajuan - Perbaikan terhadap kondisi yang ada

4. TAHAP TINDAK LANJUT

Tinjau kembali rencana pelaksanaan dan tetapkan Rencana baru -

- Laporan ke Management

6. Pengamanan (Security) Untuk pengawasandan pengamanan (Persero),

proyek,

PT.

Waskita

Karya

Tbk akan menyediakan tenaga keamanan sesuai dengan

kebutuhan, yang bertugas dalam hal :  Pengamanan terhadap proyek pada umumnya  Pengamanan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk pencegahan dari pencurian  Pengamanan dan Pengaturan lalu lintas/lingkungan sekitar pada saat pelaksanaan proyek  Menjaga dan membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar lokasi proyek, agar pelaksanaan

proyek

lingkungan

mendapat dukungan setempat

mendapat kendala dari lingkungan/masyarakat sekitar

dari

sehingga tidak

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

MANAJEMEN PROYEK

III. PROGRAM PROGRAM K3 I.

Pembuatan Safety Plan • Membentuk Organisasi K3 Proyek • Daftar material yang memerlukan penanganan khusus • Daftar peralatan yang memerlukan penanganan khusus • Daftar tenaga kerja yang memerlukan keahlian tertentu • Indentifikasi sumber bahaya dan pencengahanya • Site plan K3 • Program kebersihan dan 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, Rawat)

II.

Menyiapkan peralatan, Sarana penunjang K3 dan Alat pelindung diri • Alat pemadam kebakaran • Rambu-rambu K3 • Instruksi-instruksi keselamatan kerja • Sarana penunjang : MCK, Urinuir sementara, Pompa air • Helm, Safety belt, Sepatu kerja, Masker, Kotak P3K

III.

Kerjasama dengan Rumah sakit, Puskesmas terdekat serta mengasuransikan Tenaga kerja ke Jamsostek

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

PROGRAM

Kelengkapan Administrasi Pendaftaran ke DEPNAKER

K3

Pendaftaran ke ASURANSI IJIN penggunaan jalan/jembatan Pemberitahuan ke MUSPIDA Keterangan LAIK pakai untuk alat berat Safety Plan PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

AMINISTRAS

PEMBENTUKAN UNIT K3

KAMPANYE K3 K3 berhubungan erat dengan kinerja ALAT, sehingga penanganan K3 yang salah akan menyebabkan penurunan produktifitas alat • Pembentukan unit K3 proyek • Memastikan bahwa semua pekerja sudah terdaftar ke ASTEK

• Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja (kerja sama dengan lembaga kesehatan setempat) • Melibatkan mitra kerja dalam rapat-rapat K3 proyek • Melakukan prosedur menghadapi keadaan darurat atau bencana PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

UNIT K3

BAGAN ALIR PENANGAN KECELAKAAN KERJA KECELAKAAN KERJA

DILAPORKAN KE PARAMEDIS *)

KORBAN DIANTAR KE PARAMEDI S

LUKA RINGAN

DIOBATI PENGOBATAN

KORBAN KEMBALI BEKERJA

LAPORAN LISAN PADA PELAKSANA LOKASI TERKAIT **)

KORBAN DIJEMPUT PARAMEDIS

AWAL SEBELUM DIBAWA KE RS

PERAWATAN DI RS SAMPAI SEMBUH

LAPOR KE JAMSOSTEK

LAPOR KE MANAJEMEN KONSTRUKSI

LUKA BERAT MENINGGAL

DIBERI

LAPORAN LISAN KE BAGIAN PK ***)

DITINDAK LANJUTI SESUAI PROSEDUR ASTEK (OLEH BAGIAN PK)

LAPOR TERTULIS KE OWNE R

PEMBUATAN LAPORAN KECELAKAAN KERJA TERTULIS KE UNIT K3

P R

O Y

KORBAN KEMBALI BEKERJA

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

EK (OLEH PELAKSANA TERKAIT)

LAPORAN DISERAHKAN KE SEKRETARIS UNIT K3 PROYEK

BAGAN KECELAKAAN

Rambu-rambu K3 DILARANG

WAJIB MEMAKAI KACA MATA

MEROKOK

LINTASAN BAHAYA

LINTASAN TOWER WAJIB MAMAKAI HELM PROYEK

DILARANG

MEMBAKAR

DILARANG

MELINTAS

CRANE MUDAH WAJIB MEMAKAI KAOS TANGAN

TERBAKAR

WAJIB MEMAKAI SAFETY BELT

HATI - HATI

WAJIB MEMAKAI SEPATU KERJA

TEGANGAN LISTRIK

DILARANG MELINTAS

ALAT PEMADAM KEBAKARAN RINGAN

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

RAMBU-

P

DILARANG PARKIR

S

DILARANG

WAJIB MEMAKAI MASKER

WAJIB MEMAKAI PENUTUP

TELINGA WAJIB MEMAKAI

MUST ER

AREA AMAN KONDISI DARURAT

KLINIK PENGOBATAN

ARAH KEBAKARAN

HELM LAS BERHENTI DILARANG MEMBUKA PANE L

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

RAMBU-

Perlengkapan K3

SAFETY DEVICE

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

APD

5R Program 5R

Membuat organisasi 5 R di proyek, dengan beberapa program antara lain : - Pembuatan tempat pembuangan sampah/lokasi pembuangan - Membiasakan pelaksanaan 5 Menit Resik sebelum bekerja - Melibatkan mitra kerja dalam pelaksanaan seluruh program 5R PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

PROGRAM

RINGKAS Singkirkan barang yang tak diperlukan dari tempat kerja Penjelasan Guna penyeragaman Pengertian • Kegiatan Meringkas Tempat Kerja • Pemeriksaan Berkala Kondisi Ringkas di Tempat Kerja • Pelembagaan Ringkas dengan Sistem Piket

PROGRAM 5R



RAWAT

RAPI

Setiap Barang Punya Tempat Yang Pasti • Pengelompokan Barang di Tempat Kerja • Persiapan Tempat Penyimpan an • Pembuatan Garis Pembatas Tempat • Identifikasi Barang • Denah Lokasi Penyimpanan Barang

Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja, tepat waktu !

RESIK

Bersihkan segala sesuatu yang ada di tempat kerja •

• • •

Sarana Kebersihan di Tempat Kerj a Pembersihan Tempat Kerja Peremajaan Tempat Kerja Pelestarian Resik di Tempat Kerj a

• Penentuan Butir Kendali • Penetapan Rumusan Kondisi Wajar/Ta k Wajar • Rancangan Mekanisme Pemantauan

• Tindak Lanjut Penyimpangan • Pemeriksaan Berkala

RAJIN

Lakukan apa yang harus dilakukan, dan jangan lakukan apa yang tidak boleh dilakukan • • • •

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

Penetapan Target Bersama Teladan Atasan Perlu dikembangkan Pembinaan Hubungan Antar Karyawan dan Atasan Kesempatan Belajar Bagi Karyawan

PROGRA M 5R

IV. PENGAWASAN MUTU

Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian proses dan pengawasan mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain, adalah : o o o o

Seluruh material yang digunakan Pemilihan tenaga kerja Kondisi dan Perawatan alat yang digunakan Test material di laboratorium dan lapangan

Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas sudah ada penanggungjawabnya langsung, kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality Control (proses ISO : 2001) dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek yang dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya (Persero), Tbk . PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

PENGAWASAN

Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan sistematik dan terencana yang diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di pelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya: o Sasaran mutu yang jelas o Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab yang jelas o Organisasi proyek yang handal o Sistem dan prosedur mutu yang baku o Penerapan manajemen mutu yang konsisten

V. PENGENDALIAN PROYEK Pengendalian proyek bertujuan sebagai instrumen pengontrol progress pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Apabila terjadi permasalahan teknis maupun non teknis pada saat pelaksanaan proyek atau indikasi-indikasi permasalahan

yang

muncul,

maka

sesegera

mungkin

dicari

jalan

penyelesaiannya. Hal tersebut dimaksudkan agar keterlambatan yang terjadi diproyek dapat diantisipasi atau dikejar di masa yang akan datang dan tidak terlalu berdampak buruk pada pekerjaan-pekerjaan berikutnya. Hal-hal yang menjadi fokus pengendalian proyek, adalah :  Waktu yang telah digunakan terhadap rencana  Besar progress kemajuan proyek  Mutu konstruksi yang telah dilaksanakan  Biaya yang telah digunakan terhadap rencana  Jumlah tenaga kerja yang digunakan  Jumlah dan mutu material yang akan digunakan/dipasang Proses pengendalian proyek di lingkungan PT. Waskita Karya (Persero), Tbk dilakukan di Makassar oleh seorang

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

PENGENDALIAN

Kepala Bagian Pengendalian Proyek. Kepala Proyek bertanggung jawab langsung kepada Manajemen.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

PENGENDALIAN

Skema Methode Pengendalian di Proyek PROYEK Rencana Mutu terdiri dari: -Methode Konstruksi -Instruksi Kerja -Jadwal Waktu Pelaksanaan -Prosedur Kerja dll

PERUSAHAA N Manu al/prosedur Administras i -Prosedur -Organisasi -Personal -Keuangan

EKSTERNAL Standard Peratura n Keppres, Kepmen, Perda, dll

SUPERVISI

INPUT -Bahan -Alat -Tenaga Kerja

OUPUT

PROSE S KONSTRUKS I

INSPEKSI & TEST

-Produk akhir BMW (Biaya, Mutu, Waktu)

EVALUASI

SKEMA KENDA

-Gambar -Spesifikasi -Mock Up

PELAPORAN + MONITORING

PT. Cabang Waskita Sulawesi Karya Tenggara (Persero), Tbk

KRITERIA KEBERTERIMAA N

FLOW CHART PEKERJAAN PERSIAPAN PROYEK SPMK TERBIT Persetujuan Design

Persiapan Kantor, sarana alat ukur & gambar

Pendataan petani kena jalur dan klarifkasi batas pekerjaan

Yes

No

Sosialisasi rapat dgn petani, aparat terkait

Pelaksanaan Konstruksi

Berita acara & penyerahan lokasi (ijin bekerja)

Pengukuran dan penggambaran

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

SKEMA KENDALI

VI. METODA PENCAPAIAN TARGET Untuk menjamin sistem manajemen dapat berlangsung dengan baik, PT. Waskita Karya (Persero), Tbk telah mengeluarkan kebijakan mutu. Sistem manajemen tersebut di atas dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali, dan perangkat keras (hardware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan. 1. Tenaga Kerja Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan sebagai personel inti dalam organisasi proyek. Tenaga kerja terampil akan dipilih dan didatangkan dari luar dan dari daerah setempat. Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas: 1. 2. 3.

Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek termasuk site engineer. Tenaga operasional lapangan : pelaksana (supervisor), mekanik dan operator. Pekerja (mandor, tukang, pembantu tukang, operator).

2. Pengadaan dan Pemilihan Alat Pengadaan dan pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya serta sesuai dengan kondisi lapangan, spesifikasi pekerjaan dan volume pekerjaan yang akan

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

dilaksanakan untuk menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan, yakni tepat biaya, tepat mutu dan tepat waktu. 3. Pengadaan dan Pengangkutan Material Utama Untuk material utama akan dilakukan mobilisasi dari daerah Makassar dan sekitarnya. Adapun metode pengangkutan material utama menuju lokasi proyek diangkut dengan menggunakan moda transportasi darat, yaitu truk/tariler kapasitas 15 – 30 Ton.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

VII. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN I.

PEKERJAAN PERSIAPAN

Pekerjaan Persiapan adalah merupakan pekerjaan-pekerjaan yang sangat menunjang bagi kelancaran pekerjaan Konstruksi yang biasa terdiri terdiri antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mobililasi dan Demobilisasi Gambar kerja, gambar purna bagun dan dokumentasi Fasilitas Kesehatan (P3K) dan program pencegahan HIV/AIDS Gedung Laboratorium, Peralatan dan Pengujian Konsultasi an Sosialisasi Masyarakat Fasilitas Sementara untukDireksi dan Penyediaan Data o Kantor, rumah, mess direksi masing-masing (1) unit termasuk meubeleir o Kantor, Rumah, Barak kerja, Gudang, Bengkel, Klinik, meubeleir dll, untuk penyediaan jasa termasuk pagar keliling lokasi bangunan o Fasilitas listrik, air bersi o Fasilitas Radio Komunikasi 7. Pengeringan, saluran pengelak, tanggul pengaman untuk bendung dan saluran 8. Uji Penetrasi dengan Dutch Cone (DCPT) 9. Pengeboran/drilling 10. Pengambilan contoh tanah Asli dan uji fisik di laboratorium 11. Survey pengukuran dan pemasangan titik bantu dan titik tetap selama kontruksi Ex.Galian Sal.Pengelak (Sewa Selama 3Tahun) ± 2Ha

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

1. Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi Alat atau Tenaga dilakukan pada saat kondisi lapangan baik Administrasi maupun Lokasi sudah memerlukanya sehingga pada saat Alat sudah sampai dilapangan tidak terjadi idle yang akan menimbulkan inefsinesi, sedangkan untuk Demobilisasi dilakukan sebaliknya

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

2. Gambar kerja, gambar purna bagun dan dokumentasi Pengambilan dokumentasi dilaksanakan setiap periodik/bulan sebagai laporan kemajuan pekerjaan. 3. Fasilitas Kesehatan (P3K) dan program pencegahan HIV/AIDS Untuk Menjamin kesehatan dan keselamatan kerja, PT Waskita Karya (Persero), Tbk wajib menjamin Kesehatan (P3K) selama masa pelaksanaan pekerjaan. 4. Fasilitas Kantor, Gudang, Bengkel, Laboratorium dll Untuk Menjamin kelancaran, ketenangan dan kenyamanan Operasional Pekerjaan maka Pembuatan kantor Kontraktor, kantor Direksi / Konsultan, Gudang, Bengkel, laboraorrium dan Barak dilakukan pada awal pekerjaan dimulai dengan luas disesuaikan dengan kebutuhan serta penempatan disesuaikan dengan Site Planning yang telah disepakati. 5. Konsultasi dan Sosialisasi Masyarakat Untuk menunjang kelancaran pekerjaan, PT. Waskita Karya (Persero), Tbk juga sering melakukan konsultasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dalam melakukan pekerjaan 6. Fasilitas Sementara untuk Direksi dan Penyediaan Data Untuk Menjamin kelancaran dan ketenangan pekerjaan, PT Waskita Karya (persero), Tbk menyediakan Kantor, Rumah, Mess, Gudang, dll serta Pemasangan/Sambungan untuk Instalasi Supply Air Minum, Listrik dan telepon dengan bekerjasama atau izin dari Instansi berwenang PDAM, PLN, dan Telkom. 7. Pengeringan, saluran pengelak, tanggul pengaman untuk bendung dan saluran Selama masa pelaksanaan pekerjaan guna kelancaran pekerjaan, PT. waskita Karya (Persero), Tbk melakukan Dawatering untuk pelaksanaan saluran pengelak dengan tanggung penggaman untuk pelaksaan pekerjaan bending

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METPOENDDEAK

8.

Uji

Penetrasi

dengan

Dutch

Cone

(DCPT)

dan

Pengeboran/drilling

Untuk mendapakan data-data tanah yang benar sesuai volume dan kualitas sesuai yang diharapkan (akurat) maka terlebih dahulu dilakukan Penyelidikan Tanah dengar Bor Log/Sondir dilakukan dilapangan maupun di Laboratorium maupun di Lapangan sesuai yang disyaratkan dan berstandard pada referensi-referensi yang sudah standard baik Nasional maupun Internasional.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METPOENDDEAK

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

w

WABKITA

PT.Waskita Karya (Persero),Tbk Cabang SulawesiTenggara

METODE KONSTRUKSI

Perlatan : Bulldozer Excavator PC200 Dump truck, 4T

Tahap 1

PEMBERSIHAN (PEMBERSIHAN/CLEARING )

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Pembersihan Clearing dari semua bahan organik seperti misalnya rumput, lapisan tanah permukaan dan akar-akar tumbuhan ,pohon dari semua tonggak pada rencana Bendung ,sekaligus sebagai akses awal ke lokasi 3. Bulldozer membersihkan semak-semak Pohon dan semak-semak ditebang serta pohon yang boleh ditebang beserta akar-akarnya. Bulldozer PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

URUTAN KERJA 1. Sebelum pelaksanaan lend clearing dilakukan pengukuran existing (Mc.o %). 2. Pembersihanlahan atau land clearing menggunakan alat Bulldozer.

4. Mengumpulkan hasil pembersihan yang berupa semak dan pohon ditempat yang sudah ditentukan pihak Direksi,Konsultan. 5. Stripping 10-20 em tanah humus bila diperlukan. 6. Hasil Pembersihan diangkut ke satu tempat lain yang sudah ditentukan dan dibakar 7. Setelah dilakukan land c1aring dilakukan kembali pengukuran untuk menentukan leveling

Lapisan tanah humus dibuang / di stripping Bulldozer

MPEETMOBDERKSOI HNASNTRLUOKSAISI

Tahap 2

Kupasan/Kosrekan :

Perlatan : Bulldoz er Excavator PC200 Dump truck, 4T

Safety :  Safety Shoes  Helem

 Sarung tangan  Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Tidak ada bahan yang diperlukan

Pengupasan terdiri dari pembongkaran dan pembersihan dari semua bahan organik seperti misalnya rumput, lapisan tanah permukaan dan akar-akar tumbuhan dari semua tonggak pada rencana pembuatan dasar tanggul atau pada lokasi yang akan ditimbun Pohon dan semak-semak ditebang Bulldozer

2. Pembersihan lahan atau land clearing menggunakan alat Bulldozer. 3. Bulldozer membersihkan semaksemak serta pohon yang boleh ditebang beserta akar-akarnya. PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

URUTAN KERJA 1. Sebelum pelaksanaan land clearing dilakukan pengukuran existing (Mc.0 %).

4. Mengumpulkan hasil pembersihan yang berupa semak dan pohon di tempat yang sudah ditentukan pihak Direksi, Konsultan. 5. Stripping 10-20 em tanah humus bila diperlukan. 6. Hasil kupasan diangkut ke satu tempat lain yang sudah ditentukan 7. Setelah dilakukan land clearing dilakukan kembali pengukuran untuk menentukan levelling

Lapisan tanah humus dibuang / di stripping Bulldozer

METPOENDDEAK HOUNLSUTARUN KSI

Tahap 3

PEKERJAAN SEMENTARA

Perlatan : Bulldozer Excavator PC200 Dump truck, 4T

PEKERJAAN SAL. PENGELAK DAN COFFERDAM

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

COFFERDAM / TANGGUL PENGELAK River diversion ini diperlukan agar daerah yang akan dibangun bendungan , dapat dikeringkan untuk keperluan- keperluan sebagai berikut:  Inspeksi kondisi geologi secara final  Persiapan dan perbaikan Channel Diversion (terbuka) fondasi Cofferdam  Memulai pelaksanaan bendungan tahap pertama. Renc. Bendung Syarat utama dari river diversion adalah mampu menampung debit sungai selama proses pelaksanaan. Oleh karena itu pekerjaan river diversion akan dilakukan pada saat periode debit sungai kecil, yaitu pada musim kemarau. URUTAN KERJA 1. Lakukan Setting Out Rencana Jalur pengalihan sungai dengan aman dan efektif sedapat mungkin diluar sungai dekat dengan sisi bukit kiri atau kanan. 2. Galian Tanah pada jalur diversion channel dengan slope kemringan sesuai

3. 4.

rencana.sistem terbuka.dengan Bulldozer dan Excavator. Setelah saluran pengelak siap,aliran sungai siap untuk dialihkan masuk ke saluran pengelak Setalah Aliran terbagi 2 ,maka sungai lama untuk rencana Bendung dapat tutup secara bertahap

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

COFFERDAM

Perlatan : Excavator Dump Truk

DEWATERING

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Tidak ada bahan yang diperlukan

Untuk mendapatkan kondisi kering tersebut maka diperlukan Pompanisasi atau pengeringan dengan sistem gravitasi,dimana jumlah pompa akan disesuaikan dengan luas area yang dikerjakan secara bertahap,Mengingat pelaksanaan konstruksi setelah galian juga dilakukan secara parsial atau persegmen, sehingga waktu efektif kerja juga akan maksimal. 1. Sistem pompanisasi dan kisdam setempat. Ini dilakukan pada lokasi-lokasi bangunan yang dikerjakan dengan pompa air dan kisdam dari karung pasir. 2.

3.

Sistem Kisdam memanjang saluran pada setengah saluran. Ini dilakukan pada saluran yang cukup lebar sehingga dapat dibuat kistdam pada setengah lebar saluran dan dikerjakan pada setengah bagian yang lain. Dengan cara ini air diharapkan tetap dapat mengalir. Cara ini juga tetap membutuhkan pompa air untuk daerah yang bocor kisdamnya. Sistem Kisdam memanjang saluran pada setengah lebar saluran dengan menanam pipa penyalur di dalam kisdam. Ini dilakukan pada saluran yang lebarnya kecil, tidak cukup untuk dibuat kisdam dan saluran di sebelahnya. Dengan cara ini diharapkan air dapat disalurkan melalui pipa di dalam kisdam. Pipa ini nantinya dipindahkan ke sisi sebelah

secara bergantian dan dipindah ken ke segmen berikutnya dengan cara yang sama. Cara ini juga tetap membutuhkan pompa air untuk daerah yang bocor kisPdaTm. Wnyaas.kita Karya (Persero),

Tbk

area bebas di sekitarnya, memungkinkan untuk dibuat saluran pengelak. 5.

4. Sistem Saluran Pengelak. Ini dilakukan pada lokasi bangunan atau saluran yang memiliki

Cabang Sulawesi Tenggara

Sistem Bypass dengan Selang Pompa. Ini dilakukan pada lokasi yang tidak memungkinkan membuat kisdam atau saluran pengelak karena keterbatasan area bebas. Dengan cara ini air dialihkan ke saluran segmen di depannya melalui selang pembuang pompa.

DEWATERING

Perlatan : Bulldozer Excavator PC200 Dump truck, 4T

Tahap 4

GALIAN TANAH BIASA di HAULING

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Pekerjaan galian tanah biasa terdapat pada saluran sekunder dan Bangunan Bagi. Mengingat kondisi medan yang berbeda dan jenis cenderung sama, maka pelaksanaan galian akan dilaksanakan dengan beberapa metode yang disesuaikan denga kondisi lapangan dan dan Rencana Desain yang ada yaitu secara garis besarnya adalah URUTAN KERJA 1. Metode Pertama / Tanah Biasa dilakukan untuk Pek. Bendung dengan kedalaman 0 - 3 m, dilakukan dengan menggunakan Excavator kemudian dimuat ke Dump Truck untuk diangkut ke tempat penumpukan sementara yang telah diltentukan ( stockyard area ) 2.

Metode Kedua /Tanah Biasa dilakukan Galian tanah untuk Saluran Sekunder dan Bangunan Bagi dengan kedalaman s.d 3 m, juga dilakukan dengan menggunakan Excavator kemudian dimuat ke Dump Truck untuk diangkut ke tempat

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

MEGTOALDIEANKO

penumpukan sementara yang diltentukan ( stockyard area ). Untuk Pekerjaan Selanjutnya ditampilkan dalam Bentuk Sequence Gambar.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

telah akan

MEGTOALDIEANKO

5 . PE K. PE MBE SIAN & PE NGECORAN BUIS BETON

STEP 5

BETON K100 LANTAI KERJA

Be to n Ø0.8 m

STEP 6

Buis

BETON K125 CYCLOP BENDUNG

6 . PE K. BE TO N CYCLOP

Ca rmix

Buis Be to n Ø0.8 m

Pembesian Pekerjaan Pembesian akan dibuatkan tempat khusus sehingga sebelum penyetelan pembesian sudah dapat difabrikasi. Bahan yang dipergunakan : o Besi Beton o Kawat Bendrat Peralatan yang diperlukan : o Bar Bender o Bar Cutter o Alat Bantu Bekisting Sebelum dimulai pekerjaan Struktur, pekerjaan bekisting sudah dapat difabrikasi sesuai dengan bekisting bangunan yang prioritas dimulai. Bahan yang dipergunakan:  Paku Biasa 2" - 5"  Minyak Bekisting  Kayu meranti  Plywood Tebal 9 mm  Dolken Kayu Galam Dia. 8 - 4 m  Balok kayu borneo Peralatan yang diperlukan:  Gergaji, Martil, Paku, Kakatua.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

Gambar Ilustrasi Bekisting Tahap I

Gambar Ilustrasi Bekisting Tahap II

Bekisting kayu untuk struktur bendung dilakukan dengan urut-urutan sebagai berikut : 1. Melakukan persiapan pengadaan bahan bekisting kayu yang diperlukan termasuk pengadaan Minyak Bekisting, Kayu terentang (meranti ) , Plywood Tebal 9 mm, Dolken Kayu Galam diameter 8 - 4 m dan Balok kayu borneo. 2. Memotong multipleks sesuai dengan ukuran bekisting yang akan dibuat, serta memotong kayu balok untuk tulangan / rangka perkuatan bekisting. 3. Memaku multipleks pada tulangan bekisting. 4. Memotong kayu untuk Skor / penopang bekisting serta menyediakan kayu balok untuk perkuatan antar bekisting. 5. Memastikan seluruh pembesian telah selesai diikat dengan sempurna. 6. Mengajukan permintaan pemeriksaan kepada Direksi untuk disetujui. 7. Pemasangan bekisting pada lokasi kerja hanya boleh dilakukan bila telah ditentukan titik sudut bangunan sesuai dengan gambar kerja. 8. Bekisting sudah dapat dirakit pada rencana struktur yang akan dicor. 9. Melakukan pemeriksaan terhadap kekokohan bekisting kayu terhadap kemungkinan pergeseran akibat tidak kuatnya kaitan-kaitan, scour, paku atau kualitas bahan kayu. 10. Melakukan pemeriksaan kelurusan dan ketepatan peletakan bekisting dengan alat

ukur. 11. Apabila disetujui Direksi maka pelaksanaan pengecoran beton balok penghubung pada bekisting kayu boleh dilaksanakan.

STEP 7

BETON K-175 PENGISI

7. PEK. PENGECORAN BETON K.175

Carmix

 

Talang

Vibrator

Buis Beton Ø0.8 m

STEP BETON K-300 LAPIS LUAR MERCU DAN RIP RAP 8 8. PEK. PENGECORAN BETON K.175 & PEK. RIP - RAP Carmix

Talang atau Molen

Drop Material Stock Material

K175 Pek. Rip - Rap Vibrator

K 225



Beton Cyclop

Buis Beton Ø0.8 m

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

MEGTOALDIEANKOB NENSTDRUUNKGSI

STEP 9

SELESAI.Pekerjaan Sayap Kiri dan Kanan Bendung Baiik UpStream dan Down Stream tetap dikerjaan secara simultan dengan tubuh Bnedung sebagai satu kesatuan dari konstruksi

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

MKEOTONSDTERKUO KNSSI BTRENUDKUSING

Perlatan : Excavator Dump Truk Motor Grader Vibrator Roller

Water Tank Truk Alat BAntu

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Timbunan eks. Galian dari Stock Area < 1 Km

Sejauh material dari bahan galian tidak mencukupi dan / atau kualitas bahan dari galian tidak memenuhi syarat teknis untuk timbunan maka diupayakan mengambil bahan timbunan dari borrow setelah mendapat persetujuan dari Direksi

URUTAN KERJA 1. Whell Loader memuat ke dalam Dump Truck 2. Dump Truck mengangkut ke lapangan dengan jarak quari ke lapangan.

Material :  Material Timbunan

4. Hamparan material disiram air dengan Watertank Truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan Vibro Roller 5. Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu

3. Material dihampar dengan menggunakan Motor Grader / Dozer PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

Bahan Timbunan dari Lokasi Stock Area

TMIMEBTUONDAENK OBNOSRTRUKWSIAR

Dump Truk

1. Pendatangan material timbunan Pengangkutan material timbunan ke lokasi timbunan. Sesuai spesifikasi atau seijin Direksi

2. Penghamparan material timbunan Penghamparan material timbunan dengan ketebalan masing-masing lapisan material timbunan sama tebalnya.

3. Pemadatan Tanah Timbunan

Motor Grader Layer tiap 20 cm

Pemadatan timbunan dimulai dari tepi luar dan bergerak menuju kearah sumbu jalan. Pengendalian mutu berupa uji kepadatan Water tank Truck

Bulldozer

Vibro Roller

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

METODE KONSTRUKSI

START

QUARRY Untuk Timbunan

Bahan Timbunan disetujui oleh Direksi/Konsultan sesuai dengan kebutuhan

Pengankutan ke Lokasi

Dump Truck pengangkut Digunakan Pada Tanggul/Saluran seharusnya tidak mengganggu Lalu Lintas

Penghampara n

Dihampar dengan Motor Grader / Bulldozer

No CHECK Ketebelan

Yes PEMADATAN FINISHIN G

No CHEK KEPADATAN

Yes FINISH

ibro Roller digunakan Pekerjaan pemadatan sesuai dengan spesifikasi

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

METODE KONSTRUKSI

Perlatan : Beton Molen Alat Bantu

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Batu  Mortar (Camp.semen & pasir) Manual

Pasangan Batu1;4, Plesteran 1;3 dan Siaran 1;2 URUTAN KERJA 1. Penyiapan formasi atau bouwplank. 2.

Penyiapan batu kali, dimana batu harus dibersihkan dari bahan organik/ lumpur yang dapat mempengaruhi kelekatan pada adukan. Sebelum dipasang batu harus dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang cukup untuk proses penyerapan air

3.

4.

5.

Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal pelapisan yang diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng menuju ke atas, dan permukaan harus segera diselesaikan setelah pengerasan awal (initial setting) dengan cara menyapunya dengan sapu yang halus. Pekerjaan Plesteran 1;3 dan Siaran 1;2 dapat dilanjuta setelah pasangan batu sudah cukup kuat,campuran sesuai dengan spesifkasi yang disyaratkan.

Perlatan :

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

Safety :

Material :

METODE KONSTRUKSI

kerusakan akibat cuaca, benturan, atau perusakan oleh manusia.

PEKERJAAN PINTU URUTAN KERJA Perbaikan pintu lama meliputi Pengadaan dan Pemasangan Pintu Pembilas, Pintu Penguras, Pintu Intake dan Pintu Pengambilan dengan berbagai ukuran sesuai pada gambar dengan kategori Pengadaan dan Pemasangan . 1. Melakukan pemilihan subkontraktor spesialis pintu air dengan memperhatikan :  Pengalaman kerja subkontaktor  Bonafiditas  Sarana dan prasarana workshop  Kelengkapan peralatan dan perlengkapan workshop  Personil  Kemampuan engineering subkontraktor 1. Mengajukan usulan penunjukan subkontraktor spesialis yang telah dipilih berdasarkan penilaian kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. 2. Apabila disetujui, selanjutnya dilakukan peninjauan ke workshop subkontrator bersama dengan Direksi untuk memeriksa kelayakan subkontraktor berdasarkan kriteria sesuai dengan spesifikasi teknis. 3. Proses pengadaan material hanya boleh dilakukan apabila hasil tinjauan ke workshop memuaskan Direksi. Bahan pintu air harus memenuhi syarat spesifikasi teknis. 4. Pada proses fabrikasi pintu air di workshop harus diperhatikan tata cara tentang :  Pemotongan  Pengelasan  Punguliran  Perakitan (assembly)  Sand Blasting  Pengecatan Pada proses fabrikasi Direksi akan melakukan inspeksi ke workshop 5. Pada tahap akhir fabrikasi akan dilaksanakan assembly test yang disaksikan oleh Direksi. 6. pabila hasil assembly test memuaskan, maka selanjutnya Direksi menerbitkan Sertifikat Layak Uji. 7. Pintu Air selanjutnya diangkut menuju gudang proyek atau langsung ke lokasi kerja. Diperhatikan tata cara penanganan dan perlindungan produk terhadap kemungkinan

8 . P e

masangan pintu air sesuai dengan gambar kerja 9. Mengajukan permohonan kepada Direksi untuk melakukan pemeriksaan hasil pemasangan pintu air 10. Apabila tidak sesuai dengan gambar kerja, maka hanya berdasarkanperintah direksi pintu air yang terpasang harus dibongkar.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

Ilustrasi

METODE KONSTRUKSI

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

-+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

A 70

-+

-+

-+ I

+

+I

+I

+I

T

+

+

+I

+I

+I

WASKITA

PT.Waskita Karya (Persero),Tbk Cabang SulawesiTenggara

Tahap 1

Pengukuran Stake Out / Uitzet

Penempatan Sarana dan Prasarana pendukung atau penunjang proyek harus ditata dan ditempatkan sedemikian rupa dengan baik agar benar-benar dapat menunjang kelancaran pekerjaan Konstruksi di lapangan. Fasilitas pendukung ini terdiri dari : a. Base Camp ditetapkan sedekat mungkin dengan lokasi pekerjaan dengan memperhatikan faktor lingkungan. Pada lokasi Base Camp ini akan didirikan bangunan sementara untuk Direksi Keet, Kantor Kontraktor, Workshop, Bengkel dan Gudang. b. Penetapan lokasi Disposal Area perlu dilakukan untuk lokasi pembuangan hasil galian yang tidak memenuhi syarat sebagai bahan timbunan. Pertimbangan penentuan lokasi adalah dapat dijangkau dan tidak terlalu jauh dari lokasi galian. c. Penetapan lokasi Borrow Area perlu dilakukan untuk lokasi pengambilan material tanah timbunan dari luar yang memenuhi syarat. Sedapat mungkin dicari pada lokasi yang searah dengan lokasi Disposal Area untuk efisiensi penggunaan Dump Truck. d.

Survey dan penetapan lokasi jalan masuk ke lokasi kerja. Lokasi yang melewati sawah atau kebun penduduk akan dilakukan dengan cara pendekatan, sosialisasi dan ganti rugi tanaman / sewa lahan.

Setting out dilaksanakan dengan maksud untuk mencocokkan Gambar Kontrak dengan Kondisi Lapangan terutama kondisi elevasi-elevasi tanah atau bangunan asli, sebelum pelaksanaan, dimana diperlukan Pengukuran Bersama antara Direksi

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

Cabang Sulawesi Tenggara

Perlatan : Bulldozer Excavator PC200 Dump truck, 4T

Tahap 2

PEMBERSIHAN (PEMBERSIHAN/CLEARING )

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Pembersihan Clearing dari semua bahan organik seperti misalnya rumput, lapisan tanah permukaan dan akar-akar tumbuhan ,pohon dari semua tonggak pada rencana Bendung ,sekaligus sebagai akses awal ke lokasi 3. Bulldozer membersihkan semak-semak Pohon dan semak-semak ditebang serta pohon yang boleh ditebang beserta akar-akarnya. Bulldozer PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

URUTAN KERJA 1. Sebelum pelaksanaan lend clearing dilakukan pengukuran existing (Mc.o %). 2. Pembersihanlahan atau land clearing menggunakan alat Bulldozer.

4. Mengumpulkan hasil pembersihan yang berupa semak dan pohon ditempat yang sudah ditentukan pihak Direksi,Konsultan. 5. Stripping 10-20 em tanah humus bila diperlukan. 6. Hasil Pembersihan diangkut ke satu tempat lain yang sudah ditentukan dan dibakar 7. Setelah dilakukan land c1aring dilakukan kembali pengukuran untuk menentukan leveling

Lapisan tanah humus dibuang / di stripping Bulldozer

MPEETMOBDERKSOI HNASNTRLUOKSAISI

Tahap 2

Kupasan/Kosrekan :

Perlatan : Bulldoz er Excavator PC200 Dump truck, 4T

Safety :  Safety Shoes  Helem

 Sarung tangan  Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Tidak ada bahan yang diperlukan

Pengupasan terdiri dari pembongkaran dan pembersihan dari semua bahan organik seperti misalnya rumput, lapisan tanah permukaan dan akar-akar tumbuhan dari semua tonggak pada rencana pembuatan dasar tanggul atau pada lokasi yang akan ditimbun Pohon dan semak-semak ditebang Bulldozer

2. Pembersihan lahan atau land clearing menggunakan alat Bulldozer. 3. Bulldozer membersihkan semaksemak serta pohon yang boleh ditebang beserta akar-akarnya. PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

URUTAN KERJA 1. Sebelum pelaksanaan land clearing dilakukan pengukuran existing (Mc.0 %).

4. Mengumpulkan hasil pembersihan yang berupa semak dan pohon di tempat yang sudah ditentukan pihak Direksi, Konsultan. 5. Stripping 10-20 em tanah humus bila diperlukan. 6. Hasil kupasan diangkut ke satu tempat lain yang sudah ditentukan 7. Setelah dilakukan land clearing dilakukan kembali pengukuran untuk menentukan levelling

Lapisan tanah humus dibuang / di stripping Bulldozer

METPOENDDEAK HOUNLSUTARUN KSI

Perlatan : Bulldozer Excavator PC200 Dump truck, 4T

Tahap 3

GALIAN TANAH BIASA

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Pekerjaan galian tanah biasa terdapat pada saluran sekunder dan Bangunan Bagi. Mengingat kondisi medan yang berbeda dan jenis cenderung sama, maka pelaksanaan galian akan dilaksanakan dengan beberapa metode yang disesuaikan denga kondisi lapangan dan dan Rencana Desain yang ada yaitu secara garis besarnya adalah URUTAN KERJA 1. Metode Pertama / Tanah Biasa dilakukan untuk Pek. Bendung dengan kedalaman 0 - 3 m, dilakukan dengan menggunakan Excavator kemudian dimuat ke Dump Truck untuk diangkut ke tempat penumpukan sementara yang telah diltentukan ( stockyard area ) 2.

Metode Kedua /Tanah Biasa dilakukan Galian tanah untuk Saluran Sekunder dan Bangunan Bagi dengan kedalaman s.d 3 m, juga dilakukan dengan menggunakan Excavator kemudian dimuat ke Dump Truck untuk diangkut ke tempat

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

MEGTOALDIEANKO

penumpukan sementara yang diltentukan ( stockyard area ). Untuk Pekerjaan Selanjutnya ditampilkan dalam Bentuk Sequence Gambar.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

telah akan

MEGTOALDIEANKO

5 . PE K. PE MBE SIAN & PE NGECORAN BUIS BETON

STEP 4

BETON K100 LANTAI KERJA

Be to n Ø0.8 m

STEP 5

Buis

BETON K125 CYCLOP BENDUNG

6 . PE K. BE TO N CYCLOP

Ca rmix

Buis Be to n Ø0.8 m

Pembesian Pekerjaan Pembesian akan dibuatkan tempat khusus sehingga sebelum penyetelan pembesian sudah dapat difabrikasi. Bahan yang dipergunakan : o Besi Beton o Kawat Bendrat Peralatan yang diperlukan : o Bar Bender o Bar Cutter o Alat Bantu Bekisting Sebelum dimulai pekerjaan Struktur, pekerjaan bekisting sudah dapat difabrikasi sesuai dengan bekisting bangunan yang prioritas dimulai. Bahan yang dipergunakan:  Paku Biasa 2" - 5"  Minyak Bekisting  Kayu meranti  Plywood Tebal 9 mm  Dolken Kayu Galam Dia. 8 - 4 m  Balok kayu borneo Peralatan yang diperlukan:  Gergaji, Martil, Paku, Kakatua.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

Cabang Sulawesi Tenggara

KONSTRUKSI

METODE

STEP 6

BETON K-175 PENGISI ( Pakai Kerikil)

7. PEK. PENGECORAN BETON K.175

Carmix

 

Talang

Vibrator

Buis Beton Ø0.8 m

STEP BETON K-300 LAPIS LUAR MERCU DAN RIP RAP 6 8. PEK. PENGECORAN BETON K.175 & PEK. RIP - RAP Carmix

Talang atau Molen

Drop Material Stock Material

K175 Pek. Rip - Rap Vibrator

K 225



Beton Cyclop

Buis Beton Ø0.8 m

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

MEGTOALDIEANKOB NENSTDRUUNKGSI

Perlatan : Excavator Dump Truk Motor Grader Vibrator Roller

Water Tank Truk Alat BAntu

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Timbunan eks. Galian dari Stock Area < 1 Km

Sejauh material dari bahan galian tidak mencukupi dan / atau kualitas bahan dari galian tidak memenuhi syarat teknis untuk timbunan maka diupayakan mengambil bahan timbunan dari borrow setelah mendapat persetujuan dari Direksi

URUTAN KERJA 1. Whell Loader memuat ke dalam Dump Truck 2. Dump Truck mengangkut ke lapangan dengan jarak quari ke lapangan.

Material :  Material Timbunan

4. Hamparan material disiram air dengan Watertank Truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan Vibro Roller 5. Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu

3. Material dihampar dengan menggunakan Motor Grader / Dozer PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

Bahan Timbunan dari Lokasi Stock Area

TMIMEBTUONDAENK OBNOSRTRUKWSIAR

Dump Truk

1. Pendatangan material timbunan Pengangkutan material timbunan ke lokasi timbunan. Sesuai spesifikasi atau seijin Direksi

2. Penghamparan material timbunan Penghamparan material timbunan dengan ketebalan masing-masing lapisan material timbunan sama tebalnya.

3. Pemadatan Tanah Timbunan

Motor Grader Layer tiap 20 cm

Pemadatan timbunan dimulai dari tepi luar dan bergerak menuju kearah sumbu jalan. Pengendalian mutu berupa uji kepadatan Water tank Truck

Bulldozer

Vibro Roller

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

METODE KONSTRUKSI

Perlatan : Beton Molen Alat Bantu

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Batu  Mortar (Camp.semen & pasir) Manual

Pasangan Batu1;4, Plesteran 1;3 dan Siaran 1;2 URUTAN KERJA 1. Penyiapan formasi atau bouwplank. 2.

Penyiapan batu kali, dimana batu harus dibersihkan dari bahan organik/ lumpur yang dapat mempengaruhi kelekatan pada adukan. Sebelum dipasang batu harus dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang cukup untuk proses penyerapan air

3.

4.

5.

Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal pelapisan yang diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng menuju ke atas, dan permukaan harus segera diselesaikan setelah pengerasan awal (initial setting) dengan cara menyapunya dengan sapu yang halus. Pekerjaan Plesteran 1;3 dan Siaran 1;2 dapat dilanjuta setelah pasangan batu sudah cukup kuat,campuran sesuai dengan spesifkasi yang disyaratkan.

Perlatan :

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

Safety :

Material :

METODE KONSTRUKSI

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

WABKITA

PT.Was Cabang SulawesiTenggara kita Karya (Perser o),Tbk

METODE KONSTRUKSI

Tahap 1

Pengukuran Stake Out / Uitzet

Penempatan Sarana dan Prasarana pendukung atau penunjang proyek harus ditata dan ditempatkan sedemikian rupa dengan baik agar benar-benar dapat menunjang kelancaran pekerjaan Konstruksi di lapangan. Fasilitas pendukung ini terdiri dari : a. Base Camp ditetapkan sedekat mungkin dengan lokasi pekerjaan dengan memperhatikan faktor lingkungan. Pada lokasi Base Camp ini akan didirikan bangunan sementara untuk Direksi Keet, Kantor Kontraktor, Workshop, Bengkel dan Gudang. b. Penetapan lokasi Disposal Area perlu dilakukan untuk lokasi pembuangan hasil galian yang tidak memenuhi syarat sebagai bahan timbunan. Pertimbangan penentuan lokasi adalah dapat dijangkau dan tidak terlalu jauh dari lokasi galian. c. Penetapan lokasi Borrow Area perlu dilakukan untuk lokasi pengambilan material tanah timbunan dari luar yang memenuhi syarat. Sedapat mungkin dicari pada lokasi yang searah dengan lokasi Disposal Area untuk efisiensi penggunaan Dump Truck. d.

Survey dan penetapan lokasi jalan masuk ke lokasi kerja. Lokasi yang melewati sawah atau kebun penduduk akan dilakukan dengan cara pendekatan, sosialisasi dan ganti rugi tanaman / sewa lahan.

Setting out dilaksanakan dengan maksud untuk mencocokkan Gambar Kontrak dengan Kondisi Lapangan terutama kondisi elevasi-elevasi tanah atau bangunan asli, sebelum pelaksanaan, dimana diperlukan Pengukuran Bersama antara Direksi

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

Cabang Sulawesi Tenggara

Perlatan : Bulldozer Excavator PC200 Dump truck, 4T

Tahap 2

PEMBERSIHAN (PEMBERSIHAN/CLEARING )

Safety :  Safety Shoes  Helem Sarung tangan Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Pembersihan Clearing dari semua bahan organik seperti misalnya rumput, lapisan tanah permukaan dan akar-akar tumbuhan ,pohon dari semua tonggak pada rencana Bendung ,sekaligus sebagai akses awal ke lokasi 3. Bulldozer membersihkan semak-semak Pohon dan semak-semak ditebang serta pohon yang boleh ditebang beserta akar-akarnya. Bulldozer PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

URUTAN KERJA 1. Sebelum pelaksanaan lend clearing dilakukan pengukuran existing (Mc.o %). 2. Pembersihanlahan atau land clearing menggunakan alat Bulldozer.

4. Mengumpulkan hasil pembersihan yang berupa semak dan pohon ditempat yang sudah ditentukan pihak Direksi,Konsultan. 5. Stripping 10-20 em tanah humus bila diperlukan. 6. Hasil Pembersihan diangkut ke satu tempat lain yang sudah ditentukan dan dibakar 7. Setelah dilakukan land c1aring dilakukan kembali pengukuran untuk menentukan leveling

Lapisan tanah humus dibuang / di stripping Bulldozer

MPEETMOBDERKSOI HNASNTRLUOKSAISI

Tahap 3

Kupasan/Kosrekan :

Perlatan : Bulldoz er Excavator PC200 Dump truck, 4T

Safety :  Safety Shoes  Helem

 Sarung tangan  Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Tidak ada bahan yang diperlukan

Pengupasan terdiri dari pembongkaran dan pembersihan dari semua bahan organik seperti misalnya rumput, lapisan tanah permukaan dan akar-akar tumbuhan dari semua tonggak pada rencana pembuatan dasar tanggul atau pada lokasi yang akan ditimbun Pohon dan semak-semak ditebang Bulldozer

2. Pembersihan lahan atau land clearing menggunakan alat Bulldozer. 3. Bulldozer membersihkan semaksemak serta pohon yang boleh ditebang beserta akar-akarnya. PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

URUTAN KERJA 1. Sebelum pelaksanaan land clearing dilakukan pengukuran existing (Mc.0 %).

4. Mengumpulkan hasil pembersihan yang berupa semak dan pohon di tempat yang sudah ditentukan pihak Direksi, Konsultan. 5. Stripping 10-20 em tanah humus bila diperlukan. 6. Hasil kupasan diangkut ke satu tempat lain yang sudah ditentukan 7. Setelah dilakukan land clearing dilakukan kembali pengukuran untuk menentukan levelling

Lapisan tanah humus dibuang / di stripping Bulldozer

METPOENDDEAK HOUNLSUTARUN KSI

Perlatan : Beton Molen Alat Bantu

Safety :  Safety Shoes  Helm  Sarung tangan  Rambu Keselamatan Lalu Lintas

Material :  Batu  Mortar (camp. semen & pasir) Manual

PAS. BATU KALI 1 : 3, PLESTERAN 1 : 3, DAN SIARAN 1: 3 LANGKAH KERJA : 1. Penyiapan formasi atau bouwplank. 2. Penyiapan material Pasangan Batu Kali 1 : 3, dimana batu kali harus dibersihkan dari bahan organik / lumpur yang dapat mempengaruhi kelekatan pada adukan. Sebelum dipasang harus dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang cukup untuk proses penyerapan air. 3. Pekerjaan Plesteran 1 : 3 dapat dilanjutkan setelah pasangan batu kali sudah cukup kuat, campuran sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. 4. Pekerjaan Siaran 1 : 3 dapat dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan plesteran, campuran sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

Beton f (K.225) Pekerjaan Beton f.25 (K.250), adalah beton yang dicor pada lokasi bangunan dengan dimensi sesuai pada gambar. Pekerjaan beton dilakukan insitu dengan menggunakan bekisting kayu. Pengadaan beton akan diproduksi di tempat dimana konstruksi akan dikerjakan. Pengecoran dilakukan secara manual dengan concrete mixer, sedangkan pemadatan adukan dengan vibrator beton. Peralatan yang digunakan : Concrete Mixer, Vibrator Beton Langkah pelaksanaan pekerjaan beton 1. Melakukan pemeriksaan kesiapan :  Bekisting  Persiapan bahan  Peralatan pengecoran yang akan digunakan  Tenaga kerja  Gambar kerja yang telah disetujui Direksi 2. Mengajukan permohonan pemeriksaan kepada Direksi untuk disetujui. 3. Pemeriksaan kondisi lokasi kerja yang akan dicor 4. Pemasangan bekisting 5. Mengajukan permohonan pemeriksaan kepada Direksi untuk disetujui bahwa lokasi telah siap untuk dicor. 6. Pelaksanaan pengecoran dengan memperhatikan tata cara dan persyaratan pengecoran. 7. Melaksanakan uji tekan beton pada umur beton 28 hari dan pemeriksaaan slump test atau sesuai dengan perintah dari Direksi. 8. Apabila hasil uji tekan beton memenuhi syarat, maka beton dinyatakan memuaskan oleh Direksi. Pada umur tertentu beton pembongkaran bekisting dilakukan atas petunjuk Direksi.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

BESI TULANGAN PENGADAAN, PABRIKSI, DAN PEMASANGAN BESI TULANGAN Besi beton untuk pekerjaan beton dilaksanakan dengan langkah kerja sebagai berikut : 1. Sebelum penggunaan besi beton disetujui Direksi untuk penulangan pada konstruksi maka harus dilakukan :  Pengajuan persetujuan penggunaan besi beton  Pengajuan jadwal pengadaan besi beton  Pengajuan rencana stock pile besi beton  Persiapan alat bar bender dan bar cutter  Gambar kerja dan bestaag (bar list) 2. Setelah mendapat persetujuan dari Direksi selanjutnya dilakukan pemesanan besi beton kepada supplier. 3. Pengangkutan besi dari gudang supplier menuju lokasi dilakukan dengan trailer. Diperhatikan tata cara pemuatan dan pengikatan agar tidak mengganggu peraturan lalu-lintas. 4. Besi disimpan di stock area dengan memperhatikan tata cara perlindungan besi beton terhadap pengaruh cuaca dan lingkungan. 5. Setelah mendapat persetujuan Direksi, berdasarkan gambar kerja, besi beton difabrikasi di stock yard. 6. Pengangkutan hasil fabrikasi dilakukan dengan dump truck dengan bak belakang tinggi 7. Pemasangan besi beton pada lokasi kerja harus memperhatikan : a. Kesesuaian ukuran dan bentuk besi beton dengan bar-list b. Kesiapan bekisting c. Kebersihan lokasi d. Gambar kerja yang telah disetujui e. Tata cara potong bengkok dan ikatan. 8. Pengajuan pemeriksaan kepada Direksi hasil penulangan (pemasangan besi beton) untuk mendapat persetujuan dari Direksi hingga penulangan dinyatakan memuaskan. PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

PABRIKSI DAN PEMASANGAN BESI TULANGAN Besi beton untuk pekerjaan beton dilaksanakan dengan urut-urutan sebagai berikut : 1. Sebelum penggunaan besi beton disetujui Direksi untuk penulangan pada konstruksi maka harus dilakukan :  Pengajuan persetujuan penggunaan besi beton  Pengajuan jadwal pengadaan besi beton  Pengajuan rencana stock pile besi beton  Persiapan alat bar bender dan bar cutter  Gambar kerja dan bestaag (bar list) 2. Setelah mendapat persetujuan dari Direksi selanjutnya dilakukan pemesanan besi beton kepada supplier. 3. Pengangkutan besi dari gudang supplier menuju lokasi dilakukan dengan trailer. Diperhatikan tata cara pemuatan dan pengikatan agar tidak mengganggu peraturan lalu-lintas. 4. Besi disimpan di stock area dengan memperhatikan tata cara perlindungan besi beton terhadap pengaruh cuaca dan lingkungan. 5. Setelah mendapat persetujuan Direksi, berdasarkan gambar kerja, besi beton difabrikasi di stock yard. 6. Pengangkutan hasil fabrikasi dilakukan dengan dump truck dengan bak belakang tinggi 7. Pemasangan besi beton pada lokasi kerja harus memperhatikan : a. Kesesuaian ukuran dan bentuk besi beton dengan bar-list b. Kesiapan bekisting c. Kebersihan lokasi d. Gambar kerja yang telah disetujui e. Tata cara potong bengkok dan ikatan. 8. Pengajuan pemeriksaan kepada Direksi hasil penulangan (pemasangan besi beton) untuk mendapat persetujuan dari Direksi hingga penulangan dinyatakan memuaskan.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

METODE

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PEKERJAAN BEKISTING :

PADA

 Pemasangan bekisting pada lokasi kerja hanya boleh dilakukan bila telah ditentukan titik sudut bangunan sesuai dengan gambar kerja.  Melakukan pemeriksaan terhadap kekokohan bekisting kayu terhadap kemungkinan pergeseran akibat tidak kuatnya kaitan-kaitan, scour, paku pantek atau kualitas bahan kayu.  Melakukan pemeriksaan kelurusan dan ketepatan peletakan bekisting dengan alat ukur.  Pekerjaan pembesian telah selesai sebelum pemasangan bekisting bagian dalam talang.  Pembongkaran bekisting dilakukan pada umur tertentu atas petunjuk Direksi dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan beton.

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk

LANGKAH KERJA PENGECORAN BETON K.250 : Langkah kerja pelaksanaan pekerjaan pengecoran beton K.250 : 1. Melakukan pemeriksaan kesiapan :  Bekisting  Persiapan bahan  Peralatan pengecoran yang akan digunakan  Tenaga kerja  Gambar kerja yang telah disetujui Direksi 2. Mengajukan permohonan pemeriksaan kepada Direksi untuk disetujui. 3. Pemeriksaan kondisi lokasi kerja yang akan dicor 4. Pemasangan bekisting 5. Mengajukan permohonan pemeriksaan kepada Direksi untuk disetujui bahwa lokasi telah siap untuk dicor. 6. Pelaksanaan pengecoran dengan memperhatikan tata cara dan persyaratan pengecoran. 7. Melaksanakan uji tekan beton pada umur beton 28 hari dan pemeriksaaan slump test atau sesuai dengan perintah dari Direksi. 8. Apabila hasil uji tekan beton memenuhi syarat, maka beton dinyatakan memuaskan oleh Direksi. Pada umur tertentu beton pembongkaran bekisting dilakukan atas petunjuk Direksi.

METODE

PT. Waskita Karya (Persero), Tbk Cabang Sulawesi Tenggara

METODE PENCAPAIAN SASARAN

·-·....

KEBIJAKAN WASKITA

PT. Waskita Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi selalu mengendalikan risiko tert.adap Keselamatan - Kesehatan Kerja, Ungkungan, Hutu dan Pengam.anan

dengan

cara menerapkan

Sistem Hanajemen Waskita untuk memenuhi kepua:san Stakellolders.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, manajemen selaJ u: 1. Henlatuhi peraturan

perundangan dan persya.ratan lain yang

beriaku. 2. Heningkatkan kinerja secara berl
View more...

Comments

Copyright © 2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF